Anda di halaman 1dari 39

Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 0

DRAFT AKHIR
BUKU
BAHAYA MEROKOK
BAGI GENERASI
MUDA








DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PENYEDIAAN INFORMASI
DIREKTORAT JENDERAL INFORMASI DAN KOMUNIKASI PUBLIK

Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 2
Melihat Berbagai Sisi 2
Generasi Muda Sehat Berprestasi 3

ROKOK DAN ACAMAN KESEHATAN 4
Box: Upaya Perusahaan Rokok Membangun Citra 9
Box: Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif
(Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2012 Tentang
Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau
Bagi Kesehatan) 10

MANFAAT TIDAK MEROKOK 11
Box: Sumbangsih Rokok Bagi Negara 23

ROKOK DAN KETAHANAN SOSIAL 24
Box: Kontribusi Industri Rokok 33

GENERASI MUDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN 34

Daftar Pustaka 37








Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 2

Kata Pengantar
Melihat Rokok dari Berbagai Sisi
Hasil penelitan menunjukkan bahwa siswa merokok disebabkan oleh pergaulan terhadap
teman sebaya, ingin diperhatikan oleh orang lain bahwa mereka sebenarnya telah dewasa
dan bukan anak kecil lagi. Bagaimana dengan kalian? Apapun itu alasannya, merokok atau
tidak merokok adalah suatu pilihan. Perbedaannya terletak pada dampak terhadap pilihan
tersebut. Buku ini mengajak kalian untuk lebih memahami akibat-akibat jika kalian memilih
untuk merokok.
Sebagai orang tua atau pendidik tentunya kami ingin agar kalian para remaja, generasi muda
Indonesia yang keren dan gaul tidak terjerumus kepada kebiasaan merokok. Kami sadar
bahwa tak sedikit dari kalangan remaja yang merokok secara sembunyi-sembunyi. Padahal
merokok saat remaja membuatnya berisiko terkena masalah kesehatan yang serius
dikarenakan masih berada pada usia pertumbuhan.
Selain mengemukakan masalah-masalah kesehatan yang dihadapi para perokok, maka buku
ini juga akan membawa kalian melihat sisi lain dari kehadiran industri rokok di Indonesia.
Karena tak dapat dipungkiri, perusahaan-perusahaan rokokpun mempunyai andil dalam
perekonomi negara. Ini artinya, kita dapat mengambil hikmah dari keberadaan industri
rokok untuk mendukung kegiatan-kegiatan sekolah, lingkungan, rohani, tanpa perlu menjadi
perokok.
Disamping itu, sebagai generasi muda kita perlu menyorot permasalahan rokok ini lebih
jauh, yakni apa pengaruhnya terhadap masa depan, karir dan cita-cita kita. Tidak sedikit
pihak, lembaga, atau perusahaan sungguh memperhitungkan tentang kebiasaan merokok
ini terhadap rekrutmen tenaga kerja. Mereka yang tidak merokok akan memperoleh
kemudahan yang lebih ketimbang mereka yang merokok.
Sebagai generasi muda bangsa yang dituntut lebih aktif dan berperan dalam perkembangan
negara, adalah sangat baik jika kita mampu menghindari perilaku merokok, sekaligus ikut
mengkampanyekan 'no smoking' bukan hanya dihari kampanye 31 Mei, akan tetapi setiap
hari dan setiap saat.
Semoga buku ini dapat menambah pengetahuan kalian tentang hal-hal seputar rokok untuk
mengambil sikap yang membangun. Generasi muda yang memilih untuk tidak merokok
adalah suatu pendirian dan tindakan terpuji. Sambutlah masa depan kalian yang cerah dan
sehat tanpa rokok.
Dedet Surya Nandika
Direktur Pengolahan dan Penyediaan Informasi
Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik
Kementerian Komunikasi dan Informatika

Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 3

Generasi Muda Sehat Berprestasi

Maju pesatnya perkembangan teknologi informasi di satu sisi merupakan hal yang sangat
membangun, namun di sisi lain dapat memberi dampak negatif jika tidak diantisipasi secara
benar. Banyaknya tawaran produk dan jasa melalui iklan di berbagai media massa
merupakan tantangan tersendiri bagi kita sebagai kaum muda guna memilih diantara
produk-produk yang menjadi prioritas. Industri rokok misalnya, merupakan salah satu
pengiklan yang paling gencar dewasa ini.
Terkait dengan hal tersebut, salah satu yang menjadi kendala adalah meningkatnya
pengguna rokok, maka Kominfo menyambut positif segala masukkan terkait dengan
tindakan mengurangi dampak merokok bagi masyarakat. Sebagai contoh nyata dalam
rangka memperingati Hari Anti Tembakau Sedunia pada tanggal 31 Mei 2013, Kominfo
menghimbau kepada lembaga penyiaran radio dan televisi untuk tidak menyiarkan iklan
rokok pada tanggal tersebut. Surat tersebut selain ditembuskan kepada Presiden RI, juga
ditembuskan kepada berbagai pihak terkait yakni Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat,
Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Ketua Asosiasi Televisi Lokal Indonesia
(ATVLI), Ketua Asosiasi Televisi Jaringan Indonesia (ATVJI), Ketua Persatuan Radio Siaran
Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), dan Ketua Asosiasi Radio Siaran Lokal Seluruh
Indonesia (ARSLI). Tujuannya untuk menyosialisasikan dampak buruk merokok bagi
kesehatan manusia dan menghimbau agar masyarakat tidak merokok selama 24 jam
serentak di seluruh dunia pada tanggal 31 Mei 2013.
Gerakan masyarakat menyosialisasikan dampak buruk merokok bagi kesehatan manusia
harus didukung. Hal ini mencerminkan kesadaran, pemahaman, dan tindakan aktif sebagian
kalangan masyarakat untuk menghentikan perilaku merokok. Ini menjadi penting, karena
kalian sebagai pemuda/i merupakan pilar ketahanan masyarakat. Apabila kesehatan jasmani
kalian buruk akibat rokok, maka bahayalah kondisi ketahanan bangsa Indonesia.
Dengan demikian, mempersiapkan masa depan yang berkualitas perlu dilakukan mulai
sekarang. Pemuda yang memahami bahaya rokok dan tergerak untuk ikut aktif
mengkampanyekan bagaimana membangun generasi muda yang sehat tanpa rokok,
merupakan bentuk generasi muda yang tercerahkan.
Dalam konteks demikian, kehadiran buku tentang bahaya merokok yang diterbitkan ini
menjadi penting dan strategis keberadaannya. Sekaligus, sebagai jawaban nyata Kominfo
sesuai tugas dan fungsinya untuk menyambut aspirasi kalangan generasi muda memerangi
bahaya rokok.
Freddy H. Tulung
Direktur Jenderal Informasi & Komunikasi Publik
Kementerian Komunikasi dan Informatika

Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 4

Rokok Dan Ancaman Kesehatan

Sudah seringkali kita mendengar tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Dalam
iklan-iklan rokok selalu tertera peringatan tentang penyakit-penyakit yang diakibatkan
karena merokok, seberapapun kecilnya peringatan tersebut. Namun pada kenyataannya,
masih saja perokok-perokok beredar dimana-mana kagak ade kapoknya! Maka sebagai
generasi muda, pewaris tanah air Indonesia, kita perlu memahami lebih jauh mengapa
merokok itu bisa mengancam kesehatan kita.
Di lain pihak, kitapun perlu secara bijak dan luas melihat sisi lain dari rokok sekedar
menambah wawasan kita. Untuk itulah, dalam penyajian buku ini, tim penyusun
menampilkan pula beberapa aspek tentang industri rokok yang jika boleh dikatakan
memberi kontribusi bagi ekonomi Indonesia. Tetapi jangan lantas kita berpersepsi yang
keliru tentang rokok atau sesumbar, Kalau rokok memberi keuntungan bagi
negarakenapa kita tidak merokok saja sebagai tanda cinta pada negara kita Wah, itu
namanya salah kaprah sodara-sodara! Biarlah sisi lain dari rokok itu menjadi pengetahuan
kita saja, ocre secara kita itu sangat bernilai lho, baik bagi keluarga, masyarakat dan nusa
bangsa ini. Bagaimana tidak, masa depan bangsa kan sangat bergantung pada kita sebagai
generasi muda. Kok bisa? Makanya, yuuk kita telusuri bersama tentang ancaman kesehatan
bagi perokok. Jangan sampai hanya karena tidak paham tentang bahaya merokok, kita
pertaruhkan kesehatan tubuh kita dan menjadi anak muda yang bengek dimasa produktif
kitaduuh kasihan amat, gak ada keren-kerennya tuh ..
Mari kita mulai membahas tentang rokok dan ancaman kesehatan. Siapa yang pernah
mendengar nama-nama seperti Carbon monoxide, Arsenic, Ammonia, Acetone, Hydrogen
cyanide, Naphthalene, Sulphur compounds, Timbal, Alkohol, Formaldehyde dan
Butane???...iihhh istilah-istilah apa pula itu! Bagi teman-teman yang mengambil jurusan IPA,
seharusnya pernah dengar dong, paling tidak sebagian . Kasih tahu gak yaa??
Rokok itu diibaratkan seperti pabrik kimia, mengapa disebut demikian? Karena Rokok
mengandung kurang lebih 4000 lebih zat kimia dan 60 karsinogen (pemicu sel kanker) yang
tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah Tar yang dapat
menimbulkan kanker paru, Nikotin yang memacu jantung dan tekanan darah yang pada
akhirnya berakibat timbulnya hipertensi, dan Karbon Monoksida yang biasa dipakai untuk
eksekusi hukuman mati melalui kamar gas, Masih banyak lagi kandungan zat berbahaya
lainnya yang jika dijelaskan disini bisa nggak habis-habis.
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 5


Gambar 1. Bahan kimia dalam sebatang rokok


MEROKOK MERUSAK SETIAP ORGAN TUBUH
Setelah menelusuri zat-zat berbahaya dari sebatang rokok, bagaimana pula dampaknya
terhadap tubuh kita. Berikut ini penjelasan dalam gambar tentang akibat merokok yang
dapat merusak setiap organ dalam tubuh dari si perokok.
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 6


Sumber: Depkes RI, 2007 (pizzarakyat.com/blog/tag/bahaya-rokok)
Dapat kita lihat bagaimana zat-zat karsinogenik yang terdapat pada satu batang rokok
dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. hiiiyy masih kepingin nyoba?

Epidemi tembakau
Epidemi? Serem ya? Epidemi itu kan wabah? Ya memang. Begitu banyaknya orang
yang merokok apalagi sudah merambatkepadagenerasi muda dan anak-anak
menggambarkan kepada kita betapa sangat mengkhawatirkan situasi saat ini, sehingga
walaupun sedikit lebaayyy tapi kita anggap saja ini seperti wabah.
Dikatakan wabah, karena rokok bukan hanya berbahaya bagi yang merokok tetapi juga bagi
yang pasif yaitu orang yang menghisap asap rokok dari mereka yang merokok didekatnya.
Penjelasannya seperti ini, asap aliran utama adalah asap yang dihisap langsung oleh perokok
sebanyak 25% dan asap aliran sisi adalah asap yang dibebaskan di sisi rokok sebanyak 75% .
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 7

Jadi, meskipun kita tidak merokok, kita patut melakukan antisipasi apalagi jika ada
orang-orang terdekat kita yang perokok misalnya nih, bapak, ibu, oom tante, kakak, atau
teman bahkan pacar kitanah lho! Yuk kita lihat seberapa bahayanya sih kita sebagai
perokok pasif.

Data Kementerian Kesehatan menunjukan (Riskesdas, 2010 pada Buku Peta Jalan
Pengendalian Produk Tembakau Indonesia, hal 22):
a. 92 juta warga Indonesia (non-smoker) merupakan perokok pasif
b. 43 juta anak merupakan perokok pasif, diantaranya
31,6 juta berusia 5-18 tahun
11,4 juta berusia 0-4 tahun
Hampir setengah dari anak secara teratur menghirup udara yang tercemar asap
rokok di tempat umum.
Lebih dari 40% anak memiliki setidaknya satu anggota keluarga merokok.
c. Lebih besar dari 200.000 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang
berhubungan dengan rokok.
Perokok pasif pada orang dewasa mengakibatkan Stroke, Iritasi saluran napas,
Kanker saluran nasal, Kanker payudara, penyakit jantung koroner, kanker paru,
penyempitan pembuluh darah, gangguan reproduksi pada wanita dan pada ibu hamil yang
merupakan perokok pasif akan melahirkan bayi dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan
menyebabkan lebih dari 600.000 kematian dini setiap tahun di dunia (Buletin Jendela Data
dan Informasi Kesehatan Semester II, 2012, www.depkes.go.id)
Sedangkan perokok pasif pada anak mengakibatkan Tumor otak, Infeksi saluran
tengah, kanker kelenjar getah bening, gangguan pernapasan dan fungsi paru, asma, kanker
darah bahkan kematian mendadak.

(sumber: Kementerian Kesehatan RI)
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 8


Racun rokok terbesar ada di dalam asap. Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh
perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap yang tidak terfilter.
Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang
dihisap.

Berikut adalah penggalan kisah menyedihkan dari seorang perokok pasif yang diambil dari
YLKI pada paparannya tentang Bahaya Merokok bagi Generasi Muda.


Lung Cancer: kanker paru

Sungguh sangat disayangkan biarpun kita gak merokok tapi karena terkena paparan asap
rokok, maka jadilah kita seorang perokok pasif.










Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 9





























Sisi lain dari rokok, dapat kita lihat melalui berbagai upaya industri rokok untuk membangun
citra terhadap perusahaan maupun produk yang dihasilkan. Hal ini dikenal dengan program
Corporate Social Responsibility (CSR)
Pro kontra akan keberadaan industri rokok selama ini membuat industri tersebut gencar
mengembangkan CSR. atau program tanggung jawab sosial. Apa saja program CSR yang
dikembangkan oleh industri rokok? Strategi yang dilakukan antara lain mendukung
pengembangan olahraga, kesenian budaya, dan pendidikan nasional. Dengan penghasilan
yang sangat besar selama ini, memang sudah seharusnya industri rokok membuat program-
program CSR.
CSR Bidang Pendidikan
CSR saat ini sudah mulai masuk ke sekolah-sekolah misalnya mereka ikut membantu
membiayai kegiatan-kegiatan sekolah. Melihat kenyataan ini, seharusnya sebagai siswa kita
memiliki banyak peluang untuk mencari dukungan atau sponsor bagi kegiatan-kegiatan di
sekolah. Kendalanya, karena ini akan menimbulkan dilema. Promosi rokok tentu dilarang di
sekolah-sekolah karena akan berdampak negatif bagi para siswa. Padahal sebagai kontra
prestasi (imbalannya), perusahaan yang mensponsori pasti menginginkan brand dan
produknya dicantumkan baik melalui backdrop, umbul-umbul, materi cetak dan media lainnya.
Batasan-batasan ini yang perlu dibicarakan secara bijak dan tegas diawal oleh pihak-pihak
terkait. Pandai-pandailah kita mencari peluang, misalnya kerjasama yang dilakukan bukan
dengan perusahaan rokoknya secara langsung, melainkan melalui yayasan yang memberi
beasiswa. Jadi yang dipromosikan adalah program beasiswa mereka, ini salah satu cara untuk
kita mendapat dukungan dana namun tidak menjadi bumerang bagi sekolah.
CSR Bidang Olahraga
Di bidang olahraga, mereka memberikan dana yang cukup besar untuk membiayai acara-acara
di bidang olahraga tersebut. Woowww Nyaris semua acara olahraga di negeri ini disponsori
oleh perusahaan rokok. Tidak hanya itu, ada juga perusahaan rokok yang mendirikan sekolah
di bidang olahraga tertentu, seperti bulu tangkis. Katanya mereka benar-benar berkomitmen
untuk memajukan olahraga Indonesia. Hasilnyapun dapat kita lihat dari banyaknya atlit-atlit
yang berprestasi dan mampu membawa nama harum bangsa di kancah internasional. Tetapi
tentunya atlit-atlit ini tidak merokok teman. Jadi sekarang tergantung dari diri kita sendiri, kita
harus pintar-pintar dalam memanfaatkan program-program yang telah diberikan oleh mereka
tanpa harus terjerumus dalam iklan-iklan mereka.
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 10

























Dalam hal regulasi, Pemerintah telah membuat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa
Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Dalam peraturan ini mengatur tentang Zat Adiktif (bahan
yang menyebabkan ketergantungan yang membahayakan kesehatan), Produk Tembakau,
Rokok, Nikotin, Iklan Produk Tembakau, Sponsor Produk Tembakau, Label (keterangan
mengenai Produk Tembakau yang berbentuk gambar, tulisan, atau bentuk lain yang merupakan
bagian Kemasan Produk Tembakau), Kemasan Produk Tembakau, Kawasan Tanpa Rokok.
Peraturan Pemerintah ini bertujuan untuk:
1. Melindungi kesehatan masyarakat, dan lingkungan dari bahaya bahan yang mengandung
karsinogen dan Zat Adiktif dalam Produk Tembakau yang dapat menyebabkan penyakit,
kematian, dan menurunkan kualitas hidup.
2. Melindungi masyarakat usia produktif, anak, remaja, dan perempuan hamil dari dorongan
lingkungan dan pengaruh iklan dan promosi untuk inisiasi penggunaan dan ketergantungan
terhadap bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau.
3. Meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya merokok dan
manfaat hidup tanpa merokok.
4. Melindungi kesehatan masyarakat dari asap Rokok orang lain.
Dengan adanya peraturan pemerintah ini, diharapkan agar tidak mengganggu dan
membahayakan kesehatan seseorang, keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 11

Manfaat Tanpa Merokok
Setelah kita memahami dengan baik tentang rokok dan ancamannya bagi kesehatan
tubuh kita, selanjutnya tak kalah penting untuk mengetahui bagaimana rokok
mempengaruhi kualitas hidup. Sebelum menuju ke sana, ayo kita tinjau prevalensi dari
beberapa aspek terkait.
Semakin Tinggi Pendidikan Semakin Selektif
Guys, di bawah ini adalah data prevalensi perokok dewasa menurut tingkat
pendidikan. Perlu kamu tahu, prevalensi disini adalah seberapa sering suatu kondisi
(merokok) terjadi pada sekelompok orang. Nah, berikut datanya
Prevalensi Perokok Dewasa Menurut Tingkat Pendidikan

(Sumber: Susenas 2001, 2004, Riskesdas tahun 2007 dan 2010)
Apa sih artinya? Kita bisa lihat dari tahun 2001 sampai tahun 2012 prevalensi
merokok antara perokok yang pendidikannya tidak sekolah/tidak tamat Sekolah Dasar (SD)
selalu berada diatas perokok dengan tingkat pendidikan tamat Perguruan Tinggi (PT),
artinya semakin tinggi tingkat pendidikan maka kesadaran untuk tidak merokok semakin
tinggi. Artinya lagi, orang yang berpendidikan akan lebih selektif dan memiliki visi ke depan,
mempertimbangkan baik buruk dengan lebih mendalam.
Coba kita lihat data berikut





25,2
29,7
27,2
25,5
31,1 31,2
35,4
34,9
0
5
10
15
20
25
30
35
40
2001 2004 2007 2012
tamat PT
tidak sekolah/tidak tamat sd
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 12

Prevalensi Perokok Dewasa Menurut Pendapatan

(Sumber: Susenas 2001, 2004; riset kesehatan dasar 2007 dan 2012)
Nah, data diatas menunjukan bahwa prevalensi merokok Keluarga Termiskin (K5)
jumlahnya selalu lebih tinggi daripada keluarga terkaya, hal ini berarti keluarga yang miskin
masih memiliki kesadaran yang rendah untuk tidak merokok. Hal ini tentunya berdampak
pada tingkat kesejahteraan hidup mereka. Kenapa? Karena golongan ini belum dapat
memprioritaskan pengeluaran keluarga pada aspek-aspek yang lebih mendasar misalnya
alokasi dana untuk makanan bergizi, pendidikan anak-anak atau prasarana MCK (Mandi Cuci
Kakus) yang memadai. Kalo gak percaya, lihat deh keterangan berikut ini.
Kementerian Kesehatan punya nih data pengeluaran bulanan rumah tangga perokok
termiskin tahun 2010.

30
33,9
35,6
35
29,6
32,8
31,5
32
0
5
10
15
20
25
30
35
40
2001 2004 2007 2012
K1 (termiskin)
K5 (terkaya)
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 13


(sumber: Kementerian Kesehatan)
Bro & sis , dapat dilihat pada tabel, pengeluaran untuk membeli rokok dan sirih
paling besar lho dari total pengeluaran Rumah Tangga yaitu sebesar 11,91% atau sebesar
Rp.102.902,- . Sementara alokasi dana untuk bidang pendidikan dan kesehatan masuk pada
urutan dua dan tiga terendah. Padahal aspek-aspek ini sangat mempengaruhi kualitas hidup
setiap anggota keluarga.
Nah, uang yang dipakai merokok tersebut sebenarnya kan bisa digunakan untuk
membeli makanan lain yang lebih bergizi misalnya daging atau susu yang jelas sangat
berguna bagi anak-anak pada masa pertumbuhan, atau bisa ditabung untuk biaya
pendidikan anak-anak kemudian hari. Jika Rumah Tangga miskin ini terus menerus
mengeluarkan 11,91% hanya untuk merokok, maka benar saja kualitas hidup Rumah tangga
miskin tersebut tidak pernah meningkat, bahkan semakin buruk karena ditambah dengan
penyakit yang timbul dari rokok tersebut.

Tubuh Sehat Investasi Masa Depan
Telah kita bahas bersama bagaimana tingkat pendidikan juga mempengaruhi
seseorang untuk lebih selektif dan bijak memprioritaskan pengeluaran dana bagi
kebutuhan-kebutuhan yang lebih bermanfaat ketimbang rokok. Dapat kita bayangkan
orang-orang seperti ini akan memberi kontribusi positif bagi kualitas hidupnya maupun
keluarga, terutama dalam kaitannya dengan kesehatan tubuh. Kita sudah sering dengar
slogan ini, Menzana incorporezano (tolong dicek spellingnya ya, benar tidak?) artinya
Dalam Tubuh yang Sehat terdapat Jiwa yang Sehat. Apa ada hubungannya dengan masa
depan, profesi dan cita-cita kita? Duuh, kepo banget sih?
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 14

Sebelum kita simpulkan, berikut ini kita baca dulu pengumuman dari beberapa
institusi tentang prasyarat penerimaan beasiswa mahasiswa, rekrutmen karyawan, serta
pengajuan polis asuransi.


Sumber: inioke.com
Dari berita media di atas, dapatlah kita mengerti bahwa ternyata untuk menjadi mahasiswa
tidak cukup hanya lulus test pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga kita harus berbadan
sehat. Ini perlu dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter, bahkan ada yang
secara terang-terangan mencantumkan tidak merokok atau lebih diutamakan bagi yang
tidak merokok. Positifnya bagi mahasiswa yang tidak merokok banyak sekali loh, salah
satunya beasiswa.
Pertimbangan ini diambil, karena hal-hal yang telah dikemukakan pada Bab pertama yaitu
bagaimana merokok dapat mengancam kesehatan kita. Di banyak sekolahpun, secara jelas
tertera peraturan, jika seorang siswa didapati merokok maka akan dikeluarkan dari sekolah.
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 15

Kalau hubungannya dengan perekrutan karyawan apa sih??? Sebagai contoh, Perusahaan
Vincent Maestro Group, merupakan perusahaan yang berdiri sejak tahun 1990, tumbuh dan
berkembang menjadi perusahaan rental tata cahaya, tata suara, genset dan multimedia
terkemuka di Surabaya. Perusahaan menginginkan karyawan yang Tidak Merokok terlihat
pada open recruitment di bawah ini.

Sumber: http://m.vincentmaestro.com/lowongan.php
Tidak hanya itu, beberapa profesi seperti pilot atau tentara, dimana keselamatan banyak
orang berada di tangannya, tentu sangat mengutamakan kesehatan prima, sehingga
pantaslah jika merokok menjadi pertimbangan dalam seleksi penerimaan calon pilot, polisi
atau tentara. Seperti syarat penerimaan Akpol di bawah ini:

Sumber: http://www.jogja.polri.go.id
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 16

Lain halnya kalo dilihat dari kacamata asuransi, kebiasaan merokok akan mempengaruhi
premi asuransi secara negatif, dan kemungkinan tidak akan memberikan manfaat yang
maksimal untuk kamu yang merokok. Kalaupun mau pura-pura tidak merokok, kayaknya
ngga mungkin deh, soalnyaaaa, mayoritas kebijakan asuransi meliputi tes darah. Naaah, Tes
semacam ini bisa memastikan konsumsi tembakau di tubuh kamuuuu. Supaya bisa
mendapat premi asuransi yang rendah, idealnya kamu sudah dalam keadaan berhenti
merokok. Lihat deh contoh berikut:

Sumber: Allianz Indonesia
Demikian halnya dengan perusahaan asuransi, kalian tahu dong apa jasa yang diberikan
kepada pengguna/pemilik polis asuransi. Para pemegang polis asuransi ini berhak meng-
klaim penggantian atau biaya pengobatan maupun perawatan Rumah Sakit dari perusahaan
asuransi. Seseorang yang memegang polis asuransi baik secara perorangan maupun sebagai
fasilitas dari perusahaan dimana dia bekerja, akan merasa lebih aman dan tenang dalam
kehidupannya mengingat biaya berobat saat ini tidaklah kecil. Sehingga jika ia perlu berobat
atau menderita sakit, biaya menjadi lebih ringan karena ditanggung oleh perusahaan
asuransi terkait.
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 17

Di lain pihak, untuk dapat memperoleh polis asuransi, seseorang juga dikenai syarat-syarat
tertentu yang mengacu pada kondisi kesehatannya. Tentu saja tidak ada perusahaan
asuransi yang mau mempertaruhkan kelangsungan usahanya dengan memberi polis kepada
calon peserta yang penyakitan atau memiliki peluang terhadap penyakit berat kemudian
hari. Maka sekali lagi, merokok menjadi pertimbangan apakah seseorang dapat memiliki
polis asuransi. Jangan salah sangka dulu ya, bukan berarti perokok tidak bisa memiliki polis
asuransi, tetapi kemungkinan dan keuntungan dari seseorang yang tidak merokok akan lebih
besar dibanding mereka yang merokok.
Peraturan Pemerintah Seputar Publikasi Rokok
Disamping prevalensi di atas, adalah baik jika kita juga menelusuri aspek-aspek lain
yang memberi dampak bagi kualitas hidup masyarakat pada umumnya. Kemajuan teknologi
informasi saat ini memungkinkan masyarakat dapat mengakses berbagai informasi atau
publikasi dengan mudah dan murah. Sebagai contoh, jika dahulu generasi orangtua kita
tidak mempunyai banyak pilihan menonton televisi selain TVRI, maka kita patut bersyukur
jika kita memiliki banyak alternatif saluran-saluran televisi swasta dalam dan luar negeri.
Selain itu pertumbuhan media sosial yang begitu pesat, juga memberi kita peluang untuk
memperoleh informasi lebih cepat dan luasbahkan boleh dikata generasi muda mengalami
kebanjiran informasi, termasuk iklan. Nah, industri rokok sangat gencar memasarkan
produknya melalui iklan.
Lalu...bagaimana pengaruh iklan rokok bagi generasi muda? sabar yaa untuk
mengetahui hal ini, sebaiknya kita tengok peran pemerintah dalam hal publikasi.
Pemerintah sudah mengeluarkan peraturan yang mengendalikan dan membatasi iklan
rokok di berbagai media, yaitu : Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal
13 dan UU RI No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran serta Peraturan Pemerintah RI Nomor
109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk
Tembakau Bagi Kesehatan yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009
Tentang Kesehatan.













Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 18

Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 13
dan UU RI No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran


PP No 109 Tahun 2012 Pasal 49 dan Pasal 50 tentang Kawasan Tanpa Rokok





Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 19


PP No 109 tahun 2012, Pasal 27 tentang Pengendalian Iklan di Media Penyiaran


PP No 109 tahun 2012, Pasal 29 tentang Pengendalian Iklan di Media Penyiaran


PP Nomor 109, pasal 35 dan 36 tentang Peraturan Pada Promosi dan Sponsorship


Pasal 35 Pasal 36

PP No 109 Pasal 39 tentang Larangan Siaran Rokok

Setiap orang dilarang menyiarkan dan menggambarkan dalam bentuk gambar atau
foto, menayangkan, menampilkan atau menampakkan orang sedang merokok,
memperlihatkan batang Rokok, asap Rokok, bungkus Rokok atau yang berhubungan
dengan Produk Tembakau serta segala bentuk informasi Produk Tembakau di media
cetak, media penyiaran, dan media teknologi informasi yang berhubungan dengan
kegiatan komersial/iklan atau membuat orang ingin merokok.
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 20

Nah, dari sekian peraturan yang dikeluarkan Pemerintah apakah teman-teman
pernah melihat atau menjumpai ada pelaksanaan yang melenceng dari pihak-pihak
tertentu, dalam hal ini industri rokok sebagai pengiklan atau media massa sebagai
sarana beriklan (televisi, radio, Koran, majalah, internet)? Semoga saja tidak ya,
kalaupun ada kita tidak boleh gentar untuk mengkritisi, misalnya melayangkan surat
pembaca di media cetak tentang pelanggaran yang kita ketahui.
Sebagai perbandingan, kita akan melihat penerapan terkait dengan kemasan rokok
yang beberapa diantaranya secara serius memuat pemberitahuan tentang akibat
merokok.
Produk dan Kemasan Rokok di Indonesia dan Luar Negeri
Banyak cara untuk membuat seseorang berhenti merokok. Di Luar negeri sudah jelas
aturan-aturan dalam pembuatan kemasan rokok. Pada kemasannya diberikan peringatan
keras jika kita mengkonsumsi rokok, seperti gambar di bawah ini:


Sumber foto : www.ski-epic.com (kiri), theguardian.com (kanan)
Pada contoh gambar di atas, tampak jelas pemuatan pemberitahuan tentang bahaya
merokok baik dalam ukuran yang proporsional maupun pemuatan kata-kata yang jelas
tentang dampak. Bahkan ada produk yang nyaris memenuhi kemasan dengan gambar dan
informasi akibat merokok secara jelas dan mencolok.

Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 21

Coba kita bandingkan dengan kemasan yang beredar di Indonesia.

Wahhh beda jauh ya? Di Indonesia rokok tersusun rapi dengan peringatan yang nyaris tidak
kelihatan oleh kita, alias ngga mencolok dalam bentuk tulisan maupun visualnya. Terkesan
pemberitahuan hanya sekedar formalitas belaka, yang penting ada aja. Hal ini bukan berarti
masyarakat kita sudah demikian paham tentang bahaya merokok lho!
Prasarana
Salah satu upaya untuk melindungi dari bahaya asap si perokok adalah dengan adanya
Kawasan Tanpa Rokok yang melindungi para Perokok Pasif dari terpaan asap rokok yang
berisiko terkena berbagai penyakit akibat asap rokok orang lain (AROL). Berikut ilustrasi
yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI.

(sumber: Kementerian Kesehatan RI)
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 22


(sumber: Kementerian Kesehatan RI)
Selain kawasan untuk mengisolasi perokok dan melindungi perokok pasif, di bawah ini
adalah Program Penanggulangan yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, diantaranya:
1. Preventif/Promotif:
a. KTR (Kawasan Tanpa Rokok)
b. KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi)
c. Advokasi
2. Penanganan Penyakit:
a. NSPK (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria)
b. Pengobatan
c. Upaya Berhenti Merokok
3. Aturan Perundang-undangan:
a. UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
b. PP No.109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat
Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan
c. Permenkes No. 28 Tahun 2013 tentang Pengawasan Pemasukan Bahan Obat,
Bahan Obat Tradisional, Bahan Suplemen Kesehatan, Dan Bahan Pangan Ke Dalam
Wilayah Indonesia
a. Permenkes No. 40 tahun 2013 tentang Peta Jalan Pengendalian Dampak
Konsumsi Rokok Bagi Kesehatan
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 23


Adakah Sumbangsih Rokok Terhadap Pendapatan Negara?? Ini ada beberapa data
yang bisa kamu simak
Dengan jumlah konsumen dan produksi rokok yang tinggi, lalu bagaimana
pengaruhnya dengan pendapatan negara? Adanya tiga raksasa perusahaan rokok di
Indonesia yaitu Sampoerna-Phillip Morris, Gudang Garam dan Djarum, seharusnya
memberikan pendapatan negara dari segi cukai rokok dan produk tembakau.
Cukai dikenakan terhadap barang-barang yang mempunyai beberapa sifat yaitu
konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya
menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup dan pembebanan
pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan (mengacu pada UU no 39 Tahun 2007
tentang Cukai Pasal 2). Kebijakan cukai dibuat untuk mengendalikan konsumsi rokok,
meningkatkan pendapatan pemerintah dan melindungi keluarga miskin dari kecanduan
dan perangkap akibat konsumsi rokok. Dengan demikian peningkatan cukai merupakan
win-win solution saat ini terhadap kepentingan masyarakat, negara, dan produsen
Realisasi penerimaan cukai hasil tembakau dari 2006-2011 selalu melebihi target
yang dibebankan. Penerimaan cukai Hasil Tembakau 2011 sebesar Rp 73,25 triliun lebih
besar dari target yang dibebankan sebesar Rp 65,38 triliun.
Data terbaru tahun 2013 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian
Keuangan mencatat pendapatan cukai rokok hingga 28 Juni 2013 lalu mencapai Rp 52,6
triliun, setara 50 persen dari target APBN Perubahan 2013. Adapun target setoran cukai
rokok tahun ini adalah Rp 104 triliun.
Dibandingkan periode yang sama tahun 2012, penerimaan cukai pada semester I
naik 18 persen. Diprediksi produksi rokok lebih 340 miliar batang sigaret kretek mesin
(SKM), sigaret putih mesin (SPM), dan sigaret kretek tangan (SKT). Sigaret Kretek Mesin
(SKM) adalah rokok yang pembuatannya menggunakan mesin, sementara Sigaret Putih
Mesin adalah rokok tanpa cengkeh dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) adalah merupakan
rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan mengunakan
tangan atau alat bantu. Tak dapat dipungkiri, peningkatan target cukai rokok merupakan
yang terbesar ketimbang instrumen pendapatan lain di Ditjen Bea dan Cukai.
Target cukai rokok Rp 104 triliun naik dari target APBN 2013 sebesar Rp 92 triliun. Target
cukai rokok ini setara 63 persen dari total penerimaan Bea dan Cukai.
Wah, sepertinya terlihat sebagai suatu prestasi ya? Namun mari kita lihat dibalik
penerimaan Bea dan Cukai yang besar itu ada pengeluaran negara yang besar pula.
Sebagai Data pada tahun 2010, pendapatan dari cukai rokok sebesar 55 triliun rupiah.
Namun bila seluruh kerugian ekonomi makro pada tahun 2010 dijumlahkan, yang
mencakup pengeluaran masyarakat untuk membeli tembakau (138 triliun rupiah), maka
kehilangan tahun produktif karena kematian premature, sakit dan disabilitas (105,3
triliun), total biaya rawat inap karena penyakit terkait tembakau (1,85 triliun rupiah ), dan
total biaya rawat jalan karena penyakit terkait tembakau (0,26 triliun rupiah) memberi
jumlah kumulatif kerugian ekonomi sebesar 245,41 triliun rupiah.
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 24

Rokok dan Ketahanan Sosial

Pada pembahasan Rokok dan Kulitas Hidup, telah kita telusuri bahaya merokok terhadap
kesehatan dan tubuh kita. Kamu tau ga sihRokok dalam ruang publik atau masyarakat,
merupakan salah satu ancaman ketahanan masyarakat, selain terjangan lain yang tak kalah
dahsyat seperti pornografi, narkoba, HIV/AIDS, prostitusi. Bagaimana ceritanya?
Keterkaitan merokok dengan ancaman-ancaman tersebut telah dibahas secara menyeluruh
dalam buku Hidup Cuma Sekali terbitan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Bagi
teman-teman yang belum membacanya, secara garis besar adalah demikian: data dan fakta
menunjukkan bahwa pengguna narkoba adalah orang yang merokok. Artinya dengan
merokok, seseorang akan mudah menjadi pecandu narkoba yang antara lain disebabkan
faktor lingkungan.
Zat-zat yang terkandung dalam sebuah rokok yang dihisap sebagaimana dikemukakan pada
bagian terdahulu, salah satunya adalah menyebabkan perkokok kurang dapat
berkonsentrasi. Sehingga jika kita sebagai remaja yang masih bersekolah keranjingan
merokok, bagaimana kita bisa berkonsentrasi dalam pelajaran? Jika hal ini berlarut-larut kita
alami, tentunya nilai-nilai pelajaran kita menurun. Lebih jauh lagi semangat untuk pergi ke
sekolah terkikis karena nilai-nilai yang jeblok. Belum lagi dalam lingkungan sekolah, kita
yang perokok seperti terkucilkan. Bukankah di sekolah dilarang merokok? Akibatnya kita
mencari lingkungan lain dimana anggota-anggotanya memiliki kebiasaan yang sama yakni
merokok.
Setelah menikmati asap rokok ini, para perokok remaja cenderung mencari kenikmatan
lain yang lebih besar diantaranya narkoba. Mereka ini menjadi incaran para pengguna
narkoba atau pihak-pihak yang memasarkan narkoba. Jika sudah terjerat dengan narkoba,
maka ancaman-ancaman seperti terkena HIV/AIDS dan seks bebas semakin terbuka. Jarum
suntik yang digunakan secara bergantian oleh pengguna narkoba menjadi salah satu
penyebab berjangkitnya HIV/AIDS.
Nahsekarang, kita lihat lebih jauh bagaimana kaitannya rokok dengan ketahanan sosial.
Merokok saat remaja membuatnya berisiko terkena masalah kesehatan yang serius
karena masih berada pada usia pertumbuhan. Menurut WHO, Orang yang mulai merokok
pada usia remaja dan terus merokok selama dua dekade atau lebih, akan meninggal 20 25
tahun lebih awal daripada orang yang tidak pernah menghisap rokok.
Rokok ini tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan pada tingkat fisik namun
juga emosionalnya. Para ahli mengungkapkan risiko kesehatan merokok pada remaja jauh
lebih buruk dibanding dengan orang dewasa yang merokok. Penyakit apa saja yang dapat di
akibatkan jika kamu merokok? Canser, nafsu seks menurun, sakit jantung,penyempitan
pembuluh darah, stroke, tukak lambung, bronkitis kronik, emphysema, buta, penyakit
asthma bertambah Buruk.
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 25

Masalah apa yang dapat muncul jika menjadi seorang perokok? Rokok dapat
menyebabkan performa belajar menurun, perkembangan paru-paru terganggu, sistem
imunpun menjadi terganggu (lebih sulit sembuh saat sakit), menjadi kecanduan yang sulit
disembuhkan, proses penuaan lebih cepat - terlihat lebih tua dari usianya dan mengganggu
istirahat (jam tidur berkurang).
Guna memperkecil masalah-masalah di atas, perlu pula kamu ketahui bahwa perang
terhadap rokok telah dilakukan baik secara individu, kelembagaan maupun organisasi.
Saking masyarakat di dunia khawatir dan peduli terhadap kesehatan dan prestasi remaja
atau Generasi Muda di masa depan, setiap tanggal 31 Mei seluruh dunia dengan kompak
mengkampanyekan World No Tobacco Day . Di Indonesia namanya adalah Hari Tanpa
Asap Rokok. Lihat kan? Dunia aja peduli banget dengan masa depan kita, masa kita sendiri
gak peduli dengan masa depan kita sih? Jangan dong!.

Lalu, apa saja penyebab remaja atau generasi muda seperti kita merokok? Apa sih yang
paling banyak dipikiran mereka-mereka yang merokok?
Dari hasil penelitan di ketahui bahwa siswa merokok disebabkan karena pergaulan
mereka terhadap teman sebaya. Sebenarnya mereka hanya mencoba untuk
merokok dan ingin diperhatikan oleh orang lain dan dianggap telah dewasa. Mereka
ingin menyampaikan kepada masyarakat disekitarnya bahwa mereka bukan anak
kecil lagi.

Bagi orang tua maupun pendidik yang tidak ingin melihat anak dan anak didiknya
terjerumus pada kebiasaan merokok sudah sepantasnya memberikan masukan
kepada mereka tentang bahaya rokok dan memantau pergaulan anak-anaknya.
Karena kebanyakan remaja saat ini merokok dengan cara sembunyi-sembunyi dari
orang tuanya. Orang tua menganggap anaknya tidak merokok padahal mereka
merokok. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan orang tua terhadap pergaulan
anaknya, atau hubungan yang kurang dekat antara orangtua dengan anaknya.

Penyebab lain munculnya kebiasaan merokok remaja disebabkan karena mereka
ingin mencoba rokok itu karena melihat orang yang merokok tampak sangat
menikmati. Mereka merasa penasaran, selain juga ingin mencari pergaulan dan
terpengaruh oleh temannya yang merokok.
Maka, bolehlah kita simpulkan bahwa tujuan utama bagi remaja untuk merokok
yakni untuk mencari perhatian dari orang banyak. Begituuu.


Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 26

Persepsi salah tentang merokok
Disamping fakta-fakta yang ada, kita perlu tahu juga tuh persepsi yang salah tentang
merokok di kalangan remaja, yaitu
NO PERSEPSI YANG SALAH FAKTA / KENYATAAN
1 Dengan merokok pandai bergaul Malah dijauhi, karena bau asap rokok. Di
mal2 perokok bahkan diisolir dalam ruang
khusus.
2 Dengan merokok terkesan lebih keren Banyak remaja yang keren banget karena
prestasinya di bidang olah raga, olimpiade
fisika, aktifitas organisasi.
3 Dengan merokok meningkatkan
prestasi belajar
Merokok membuat sulit konsentrasi, depresi
dan sakit kepala
4 Dengan merokok dapat
menghangatkan tubuh
Tidak dengan rokok, memakai jaket dan
minum minuman hangat
5 Dengan merokok membuat kelihatan
dewasa
Tampang terlihat tua, gigi hitam
6 Dengan merokok pikiran lebih tenang Merokok membikin cepat marah, cemas,
gangguan tidur dan mudah tersinggung
7 Merokok adalah hak individu yang
tidak boleh diganggu gugat.
Justru egois, bagaimana dengan hak orang
lain yang tidak merokok
8 Polusi udara oleh asap mobil lebih
berbahaya dari asap rokok.
Merokok sama saja dengan menghirup asap
knalpot mobil (lihat keterangan zat-zat
berbahaya yang terkandung dalam rokok)

Think Again Guys! Udah gak zaman nih cari-cari alasan seperti diatas, karena realita yang
namanya merokok itu tidak akan membuat kalian seperti hal-hal yang disebutkan diatas,
malah yang terjadi kebalikannya bro!


Bagaimana dengan trend perokok Indonesia??

SITUASI TERKINI - 50% Rumahtangga Termiskin Terjerat Rokok





Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 27

Konsumsi dan Prevalensi Rokok Terus Naik di Indonesia
Anak muda (15-19)

Perokok pemula berusia 5-9 tahun meningkat secara signifikan dari 0.4% di 2001 ke
1.8% di 2004.
Waspadai epidemi tembakau dengan peningkatan pada wanita dan anak
muda.(Sumber LDUI)












Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 28

Proporsi usia pertama merokok pada laki-laki

Grafik menunjukkan usia pertama merokok pada laki-laki di tahun 2007 tertinggi
pada usia 25+. Namun ada pergerakan di tahun 2010, perokok pertama tertinggi di
usia yang lebih muda yakni 16-18 tahun.
Proporsi Usia Pertama Merokok Pada Perempuan

Sama dengan kaum pria, pada grafik di atas tampak usia pertama merokok pada
kaum wanita yang tertinggi di golongan usia 25+ baik data tahun 2007 maupun 2010.
Tingkat ini sangat signifikan dibandingkan dengan kelompok-kelompok usia lainnya
yang lebih muda, jumlahnya jauh di bawah.




Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 29

Rata-Rata Batang Rokok Yang Dihisap Perhari Berdasarkan Kelompok Umur


Sumber: RISKESDAS, 2010
Tampak pada grafik di atas, bagi kaum pria, usia yang paling banyak menghabiskan
batang rokok perhari adalah di kelompok usia 45-54 tahun. Sedangkan untuk kaum
wanita di kelompok usia dewasa 25-34 tahun.
Prevelensi Merokok Remaja (Usia 15 19 tahun )

Sumber: SUSENAS 1995, SKRT 2001, SUSENAS 2004, RISKESDAS 2007, 2010




Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 30

Perokok Anak (10 14 tahun)

Grafik pada slide ini menunjukkan Tren Kenaikan Anak usia 10-14 tahun yang merokok
tahun 1995 dan mengalami peningkatan hingga enam kali lipat pada tahun 2007. Jumlah
Perokok Anak 1995 sebesar 71.126 anak dan pada tahun 2007 sebesar 426.214 anak. Baru-
baru ini dilaporkan adanya beberapa kasus balita merokok, antara lain:
1. Di daerah Malang, Jawa Timur, Sandi Adi Susanto, balita usia 4 tahun yang sudah
kecanduan rokok sejak usia 1,5 tahun
2. Di daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Ardi Rizal, balita usia 2 tahun

Dapat dilihat, trend anak dan remaja yang merokok meningkat tiap tahunnya. Fakta
menunjukkan:
Masyarakat miskin adalah yang paling tidak tertarik untuk berhenti merokok.
Belanja rokok mengalahkan belanja kebutuhan pokok untuk makan keluarga.
Merokok menjadi masalah sosial ketika kebiasaan seseorang akan
berdampak negatif pada orang lain.
Aturan yang ada tidak efektif melindungi masyarakatnya.
Merokok dianggap sebagai budaya warisan bukan sebagai masyarakat yang
kecanduan.
Secara sosiologis, bahkan kultural, masyarakat Indonesia adalah friendly
smoking

Merokok dimulai sejak umur kurang dari 10 tahun atau lebih dari 10
tahun...ckckck...ada ya?? Semakin awal seseorang merokok makin sulit untuk berhenti
merokok. Rokok juga punya dose-response effect, artinya semakin muda usia merokok, akan
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 31

semakin besar pengaruhnya. Apabila perilaku merokok dimulai sejak usia remaja, merokok
dapat berhubungan dengan tingkat arterosclerosis. Arterosclerosis adalah penyakit dimana
plak terbentuk di dinding arteri. Akibatnya, arteri menjadi lebih tebal. Hal ini mengakibatkan
masalah yang lebih serius termasuk serangan jantung, stroke atau bahkan kematian.
(http://health.detik.com/read/2009/08/12/211030/1182165/770/arterosclerosis)


http://lampost.co/berita/aktivis-muda-layangkan-petisi-antirokok ( 2Agustus 2013, 11;09 AM)


Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 32


http://www.antaranews.com/berita/380502/aktivis-muda-layangkan-petisi-antiiklan-rokok (2 Agustus 2013
11;15 AM)








(http://komnaspa.wordpress.com/2013/05/31/stop-iklan-promosi-dan-sponsor-rokok-demi-anak/)
(2Agustus2013/12;09PM)

Generasi Muda Yang Tidak Sehat Merupakan Ancaman Bagi Kualitas Bangsa.




Data terakhir Komnas Anak (2013) dari hasil survey terhadap 1000 anak di 10 kota besar di
Indonesia menujukan 92% anak melihat iklan rokok di TV, 50% spanduk, 38% toko/warung,
serta lainnya dari koran, majalah, konser musik, olahraga dan radio. Pantaslah Komnas
Perlindungan Anak prihatin dan khawatir karena seringnya anak melihat iklan rokok dari
berbagai media.
Karena itu, Komnas Perlindungan Anak mendesak agar Pemerintah dengan tegas melarang
Iklan, Promosi, dan Sponsor rokok. Hal tersebut jelas berdampak untuk menginisiasi anak
merokok. Sudah semestinya seluruh pihak ikut berperan aktif dalam melindungi anak-anak
dari dampak bahaya tembakau Perlindungan anak-anak dari bahaya tembakau termasuk di
dalamnya segala hal yang mendorong anak untuk menjadi perokok mutlak dilakukan karena
merekalah yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini.

Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 33





























Pernahkan berpikir ada orang-orang dibalik rokok itu??? selain perusahaan besar dengan
keuntungannya, kamu juga harus tahu kontribusi dan impor rokok, serta para Petani
Tembakau
Ini Kontribusi Industri Rokok
Terlepas dari segala macam kontroversinya, industri rokok memang memberi ruang di sektor
tenaga kerja. Pada tahun 2012 saja ada sekitar delapan juta petani tembakau di seluruh
Indonesia (www.kebijakankesehaanindonesia.net). Dalam skala lebih besar, ada sekitar 34 juta
pekerja yang bersentuhan langsung dengan industri rokok (witt-pusat.org).
Menurut pakar tembakau, Syamsul Hadi, kontribusi dari penciptaan lapangan kerja industri
rokok dan segala yang terkait dengannya mencapai angka 24,4 juta. Setidaknya terdapat 1,25
juta orang bekerja di ladang tembakau, 1,5 juta bekerja di ladang cengkeh dan 10 juta orang
terlibat langsung atau bekerja di industri rokok. Ini belum terhitung mereka yang mencari
nafkah sebagai penjual rokok asongan atau produk terkaitnya seperti penjual lighter dan korek
api.
Sebagai gambaran, di Kota Kudus, salah satu kota yang sangat lekat image rokoknya di
Indonesia, ada sekitar 800 unit pabrik rokok per data 2012. Sebelumnya mencapai 5000 unit
pabrik rokok pada tahun 2007 (investor.co.id).
Kalau ini Impor Tembakau
Menurut data Asosiasi Petani Tembakau Indonesia pada tahun 2012, impor tembakau selalu
naik angkanya sejak tahun 2003. Pada 2003, volume impor tembakau berkisar pada angka 23
ribu ton. Kemudian pada 2011 naik menjadi 91 ribu ton dan di tahun 2012 impor tembakau
mencapai angka 100 ribu ton.

Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 34

GENERASI MUDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
So, what next? Setelah kita mengetahui fakta-fakta yang ada dari sebatang rokok,
apa yang harus kita tindak lanjuti sebagai generasi muda yang potensial dan keren
banget gitu loh
Simak, camkan dan lakukan !
Pertama, apa yang dapat kita lakukan untuk diri sendiri?
Jika kita belum pernah merokok, maka jangan coba-coba apapun alasannya.
Tetapi, jika kita sudah telanjur merokok, tak ada kata terlambat, kurangi atau
hentikan sama sekali. Susah kah? Pastinya Mungkinkah? Tak ada yang tak
mungkin jika kita mau berusaha. Mintalah bantuan orang-orang yang kita cintai,
ayah, ibu, kakak, adik yang jelas-jelas tidak merokok. Mereka pasti dengan senang
hati akan membantu, mengingatkan, bahkan mendoakan kita supaya berhasil
menjauh dari yang namanya rokok.
TIPS Berhenti Merokok
Dibawah ini adalah cara untuk berhenti merokok, diantaranya:
1. Niat yang sungguh-sungguh untuk berhenti merokok no way!
2. Belajar membenci rokok, ingat-ingat terus ancamannya bagi kesehatan kita
3. Bergaullah dengan orang yang tidak merokok, karena kita akan mudah terpengaruh
atau terseret lagi untuk merokok jika sering berada di lingkungan perokok
4. Sering-sering pergi ke tempat yang ruangannya ber-AC, jika mengingap di hotel pilih
kamar di area tanpa asap rokok (no smoking area)
5. Pindahkan semua barang-barang yang berhubungan dengan rokok. Bau lagi!
6. Hilangkan kebiasaan bengong atau menunggu. Bawa buku atau komik kalau perlu
untuk mengisi kekosongan
7. Cari pengganti rokok, misalnya permen atau gula.
8. Bagi yang kurang berolah raga, perbanyak waktu berolah raga.

Kedua, jangan segan menegur
Disamping upaya-upaya menghentikan merokok bagi yang merokok, adalah baik jika secara
bersama kita menjaga lingkungan yang bersih dari asap rokok. Caranya adalah berani
memperjuangkan hak kita dan keluarga untuk sehat, misalnya menegur perokok yang jelas-
jelas merokok di area Dilarang Merokok. Sekiranyapun ada anggota keluarga kita yang
merokok, apakah itu orangtua, kakak, paman, bibi, atau pacar barangkali, jangan segan
ingatkan mereka untuk merokok di areanya dan tidak merokok di depan/dekat anak-anak,
isteri, dan wanita hamil.
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 35

Karena seringkali mereka yang merokok bahkan secara sadar mengepulkan asap rokok saat
sedang berdekatan dengan anak-anaknya. Mereka tidak saja memberi contoh yang tidak
baik, mempertontonkan kepada anak kenikmatan mereka dalam merokok, sekaligus
meracuni orang-orang yang mereka cintai dengan asap rokok.
Kitapun perlu mengembangkan sikap kritis terhadap segala hal yang melanggar hak dan
kenyamanan masyarakat umum. Misalnya dengan turut memonitor pemberlakuan dari
peraturan-peraturan Pemerintah akan kawasan dilarang merokok dan publikasi rokok yang
bertanggung jawab. Mari mengasah sifat peduli kita dengan menjaga eksistensi prasarana
bebas asap rokok. Jika kita makan di sebuah restaurant, tanyakan bagian mana
diperuntukan bagi yang tidak merokok. Jangan mau dicampur dengan mereka yang
merokok. Jika mereka tidak menyediakannya, kita patut mengisi kuesioner ataupun kritik
kepada pemiliknya.
Pun, jika ada publikasi atau iklan yang tidak mengindahkan peraturan Pemerintah dalam hal
ini, tak ada salahnya jika kita gunakan forum surat pembaca untuk menyampaikan
keprihatinan ini secara terbuka. Tentunya kesemua itu kita lakukan dengan tata cara yang
baik, santun serta sesuai prosedur. Artinya, marilah kita juga secara dewasa mengambil
bagian dalam gerakan mengurangi dampak merokok terhadap lingkungan dan keluarga yang
kita cintai.

Ketiga, ambil hikmah dari keberadaan industri rokok
Pada Bab pertama telah kita ikuti sisi lain dari industri rokok yakni upaya-upaya mereka
dalam membangun citra baik guna menyeimbangi sikap kontra masyarakat yang tidak
merokok. Ketimbang kita ikutan dan melulu cuma berkeluh kesah lebih baik kita mengambil
hikmahnya saja. Misalnya, mengajukan proposal sponsorship untuk mendukung kegiatan-
kegiatan di sekolah, universitas atau kepemudaan seputar lingkungan kita tinggal. Tentunya
kegiatan-kegiatan tersebut harus dikemas dan dipersiapkan secara baik, karena
bagaimanapun juga perusahaan tidak dengan mudah mengeluarkan dana untuk kegiatan
yang tidak memberi keuntungan bagi mereka.
Berikut adalah beberapa strategi untuk mengajukan sponsorship:
- Kegiatan yang kita lakukan haruslah mempunyai nilai lebih, apakah itu dari segi
cakupannya yang luas, melibatkan relatif banyak peserta, memiliki manfaat secara
umum (bukan hanya untuk lingkungan sekolah saja, tetapi masyarakat sekitar
sekolah).
- Perusahaan akan lebih mempertimbangkan kegiatan yang berdampak pada
perkembangan lingkungan, pendidikan, nilai-nilai budaya atau yang bersifat charity
misalnya membangun prasarana sekolah, rumah ibadah yang rusak karena bencana
alam. Contoh: kita mengajak masyarakat sekitar untuk membenahi mesjid, mengecat
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 36

tembok yang sudah kusam, membersihkan atau memperbaiki prasarana wudhu.
Alternatif lainnya, memperingati hari kemerdekaan RI dengan menanam pohon-
pohon di daerah yang gersang. Untuk bidang pendidikan, pengurus OSIS dapat
mengembangkan program Ayo Belajar bagi anak-anak balita atau tingkat SD dengan
keterbatasan ekonomi. Teman-teman kita yang memiliki talenta mengajar misalnya,
atau yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, bisa berbagi ilmu
dengan mengajar anak-anak tersebut di luar jam sekolah. Tempatnya bisa
menggunakan atau meminjam ruang kelas di sekolah. Program-program kepedulian
ini selain melibatkan masyarakat sekitar, juga memberi manfaat bagi lingkungan.
Aspek-aspek seperti ini akan menjadi pertimbangan positif bagi perusahaan yang
akan mensponsori.
- Tentukan kontra prestasi yang win-win (menguntungkan kedua belah pihak). Untuk
kita sebagai pihak penyelenggara memperoleh dukungan dana untuk kegiatan yang
kita lakukan. Sedangkan bagi perusahaan yang memberi sponsor, pemuatan logo
perusahaan/lembaga di brosur, backdrop, alat tulis, spanduk atau cinderamata
lainnya. Pastikan tidak ada pembagian sample rokok, gambar dan merk rokok. Untuk
itu sebaiknya pendekatan kita lakukan pada Yayasan yang dibentuk oleh industri
rokok terkait kegiatan CSR mereka.
- Upayakan untuk dapat melakukan presentasi langsung kepada pejabat terkait
ketimbang hanya mengirim proposal secara tak terarah. Kualitas lebih penting
daripada kuantitas, artinya kita seleksi beberapa saja perusahaan yang potensial
atau perusahaan dimana sekolah/universitas memilki akses dan relasi yang baik.
- Selain sponsor, kita juga perlu rajin mencari informasi tentang perusahaan yang
memberikan beasiswa. Tak ada salahnya kita mencoba untuk mengajukan beasiswa
baik perorangan, atau kolektif melalui sekolah. Tidak semua perusahaan hanya
mempertimbangkan beasiswa berdasarkan nilai tertinggi siswa, ada juga perusahaan
yang dapat mempertimbangkan dari segi ekonomi keluarga. Jadi tidak perlu takut
jika nilai kita bukan yang terbaik atau kita bukan siswa teladan. Buatlah suatu
proposal yang dapat meyakinkan perusahaan bahwa kita memang sungguh-sungguh
ingin belajar, memperoleh pendidikan yang tinggi, tetapi memiliki keterbatasan dari
segi dana. Lengkapi ajuan dengan dokumen atau surat-surat pendukung seperti
keterangan dari lurah atau sekolah.
MARILAH SECARA BERSAMA KITA MENJADI AGEN PERUBAHAN UNTUK INDONESIA YANG
LEBIH SEHAT DAN SEJAHTERA DENGAN MENGURANGI DAMPAK ROKOK BAGI SIAPAPUN.



Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 37

DAFTAR PUSTAKA
Afwan, Chabib. Focus Group Diskusi: Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda. Dalam Presentasi Focus
Group Discussion (FGD) Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda, Kementerian Komunikasi dan
Informatika. Bogor: 25 Juni 2013.
Andang, Ilyani S. Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda. Dalam Presentasi Focus Group Discussion
(FGD) Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Bogor: 25
Juni 2013.
Andarini, Sita. Kanker Paru: Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda. Dalam Presentasi Focus Group
Discussion (FGD) Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda, Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Bogor: 25 Juni 2013.
Crane MM et al. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev. 1996;5:639-644;
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, IV-TR. Washington, DC: APA; 2006: Available
at http://psychiatryonline.com. Accessed November 7, 2006.
M, Jumontang. Pelaksanaan Kawasan Dilarang Merokok Di Kota Administrasi Jakarta Timur. Dalam
Presentasi Focus Group Discussion (FGD) Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda, Kementerian
Komunikasi dan Informatika. Bogor: 25 Juni 2013.
Miligi L et al. Am J Ind Med. 1999;36(1):60-69;
Muhammadiyah University Press, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Peta Jalan Pengendalian
Produk Tembakau Indonesia; Perlindungan Terhadap Keluarga, Generasi Muda dan Bangsa Terhadap
Ancaman Bahaya Merokok. Surakarta: 2013.
Pakasi, Tiara. Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda. Dalam Presentasi Focus Group Discussion (FGD)
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Bogor: 25 Juni
2013.
Roman GC. Cerebrovasc Dis. 2005;20(Suppl 2):91-100;
Sandler DP et al. J Natl Cancer Inst. 1993;85:1994-2003;
Surgeon Generals Report. The Health Consequences of Smoking. 2004;
West RW, et al. Fast Facts: Smoking Cessation. 1st ed. Oxford, United Kingdom. Health Press Limited.
2004.
Willigendael EM et al. J Vasc Surg. 2004;40:1158-1165.
WHO report on the global tobacco epidemic, 2013


1. http://healthmad.com/health/horrible-facts-about-smoking/
Bahaya Merokok Bagi Generasi Muda 38

2. www.depkes.go.id. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan Semester II, 2012
3. pizzarakyat.com/blog/tg/bahaya-rokok
4. www.ski-epic.com
5. theguardian.com
6. http://health.detik.com/read/2009/08/12/211030/1182165/770/arterosclerosis
7. http://lampost.co/berita/aktivis-muda-layangkan-petisi-antirokok
8. http://www.antaranews.com/berita/380502/aktivis-muda-layangkan-petisi-antiiklan-rokok
9. http://komnaspa.wordpress.com/2013/05/31/stop-iklan-promosi-dan-sponsor-rokok-demi-
anak/