Anda di halaman 1dari 3

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No.

1, (2012) 1-3

Sintesis Silika dari Pasir Alam Tuban


Tri Hartining Sri Suparsih, Suminar Pratapa
Jurusan Fisika, Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jl. Arief Rahman Hakim,
Surabaya 60111
E-mail: suminar_pratapa@physics.its.ac.id
AbstrakTelah dilakukan sintesis silika menggunakan
metode kopresipitasi. Bahan utama yang digunakan adalah
pasir Bancar Tuban yang direaksikan dengan NaOH dan
dititrasi menggunakan HCl. Penelitian ini dimaksudkan untuk
mendapatkan silika dengan kemurnian yang tinggi.
Karakterisasi menggunakan data difraksi sinar-x yang
dikumpulkan dari difraktometer sinar-x dan XRF. Hasil
menunjukkan bahwa silika hasil sintesis merupakan silika
dengan fase quartz yang memiliki kemurnian yang cukup tinggi
yaitu 100%.

No.

Unsur

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Si
K
Ca
Ti
Cr
Mn
Fe
Cu
Sr
Ba

Kandungan dalam Pasir Bancar


(%)
81,7
0,48
14,8
0,14
0,04
0,08
2,49
0,03
0,19
0,04

Kata Kuncimetode kopresipitasi, sintesis, silika.

I. PENDAHULUAN
ILIKA adalah bahan silikat paling sederhana yang
mempunyai tiga bentuk kristal polymorphic yaitu
quartz, cristobalite, dan tridymite. Silika bisa dibuat sebagai
bahan padat non kristal atau gelas yang susunan atomnya
acak. Kristal silika mempunyai kerapatan yang rendah dan
memiliki ikatan atom yang kuat yang dapat dicerminkan dari
temperatur lelehnya 1710 C. Bahan oksida khususnya silika
(SiO2) telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi.
Pemanfaatan silika yang paling familiar dan komersial
adalah sebagai bahan utama industri gelas, dan kaca serta
sebagai bahan baku pembuatan sel surya. Beberapa tahun
terakhir pemanfaatan silika dan kalsium yang dibuat
nanokomposit menjadi kandidat bahan bioaktif yang
menjanjikan untuk aplikasi perbaikan jaringan tulang, serta
aplikasi di industri yang berkaitan dengan produksi pigmen,
pharmaceutical, keramik, dan katalis[1].
Pasir Bancar merupakan pasir alam yang memiliki
kandungan silika yang tinggi. Dilakukan sintesis silika agar
mendapatkan silika murni tanpa pengotor. Tulisan ini
membahas tentang sintesis silika dari pasir alam Bancar
untuk mendapatkan silika dengan tingkat kemurnian yang
tinggi.

II.METODE
Pada penelitian ini digunakan pasir alam Bancar, Tuban.
Kandungan pasir tersebut dapat dilihat pada Tabel 1. Pasir
yang digunakan ditimbang seberat 4 gram. Bahan lain yang
digunakan adalah larutan HCl 37 %, NaOH dan aquades.
Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah gelas
beker ukuran 50 ml, 250 ml, 500 ml, gelas ukur, buret, pipet,
spatula logam, spatula kaca, corong kaca, corong plastik,
cawan keramik, mortar, kertas saring, kertas pH, magnetic
stirer, timbangan digital, lampu untuk pengering, sinar-x
difraksimeter, dan sinar-x flourencemeter.
Tabel 1.
Kandungan senyawa pasir Bancar

Sintesis silika dilakukan berdasarkan urutan seperti


diagram alir berikut ini :
Pasir Alam Bancar

Uji XRD
dan XRF

Direndam dalam
HCl 2M 12 jam
Dicuci dan
Dikeringka
n
Pasir + NaOH 7M

Stirer 2 jam
dengan
suhu 80 C

Larutan Na2SiO2+H2O
Saring
Titrasi HCl (pH~7-8)
Endapan
Putih
Si(OH)4+NaCl

Pencucian dan
Pengeringan

Silika
Gambar 1. Diagram Alir Sintesis
Silika

Uji XRD

Pertama pasir dicuci 6 kali menggunakan air PDAM,


selanjutnya dikeringkan dan dipisahkan dari pasir yang
mengandung besi menggunakan magnet. Setelah dikeringkan
dilakukan karakterisasi menggunakan XRD dan XRF agar
mengetahui kandungan apa saja yang ada pada pasir Bancar.
Selanjutnya setelah dikarakterisasi dan hasil menunjukkan
bahwa pasir Bancar memiliki kandungan silika yang tinggi,
dilakukan sintesis silika. Sintesis dilakukan dengan cara pasir

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-3

Bancar direndam dalam larutan HCl 2 M 100 ml selama 12


jam kemudian dicuci dengan aquades dan dikeringkan.
Selanjutnya pasir ditimbang 4 gram untuk direaksikan
dengan NaOH 7M 60 ml dan diaduk menggunakan stirer 2
jam dengan temperatur 80 C kemudian disaring. Larutan
lolos saring dititrasi sedikit demi sedikit dengan HCl 2M
dengan mengontrol pH mendekati ~7-8. Saat titrasi larutan
diaduk menggunakan stirer dengan temperatur 90C. Setelah
terbentuk gel silika dihentikan titrasi untuk kondisi pH ~7-8.
Hasil titrasi berupa endapan putih. Endapan tersebut dicuci
dengan aquades sampai lima kali dengan aquades 300 ml.
Selanjutnya disaring gel silika dan keringkan di bawah bolam
dengan temperatur 80 C. Setelah kadar air hilang, digerus
dengan mortar sehingga didapatkan serbuk silika. Hasil
sintesis dikarakterisasi menggunakan XRD.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada penelitian ini sebelum dilakukan sintesis silika pada
pasir alam Bancar menggunakan XRD. Dari hasil XRD ini
terlihat fase-fase yang ada pada pasir Bancar. Fase tersebut
ditunjukkan oleh puncak-puncak pada hasil XRD. Data XRD
diolah menggunakan program match!. Hasil search match
menunjukkan fase yang terdapat pada pasir Bancar. Hasil
pengolahan data menggunakan search match sebagai berikut
ini :

Gambar 2. Hasil Pengolahan Data XRD Pasir Bancar

Dari hasil search match terlihat bahwa pada pasir Bancar


terdapat fase quartz yang ditunjukkan warna merah.
Sedangkan puncak-puncak yang lain merupakan senyawa
selain SiO2 dan dapat dikatakan sebagai pengotor. Pengotor
pada pasir yang digunakan dalam penelitian adalah Fe dan K.
Selain itu dibandingkan antara XRD dan XRF. Dari kedua
hasil karakterisasi terlihat bahwa fase yang dominan pada
pasir Bancar adalah silika. Hasil XRF sebagai berikut :

Gambar 3. Hasil XRF Pasir Bancar

Sebelum disintesis pasir Bancar direndam pada HCl 2M


untuk menghilangkan pengotor. Pada penelitian ini sintesis
silika menggunakan metode kopresipitasi[2]. Metode
kopresipitasi merupakan metode sintesis senyawa anorganik
yang didasarkan pada pengendapan lebih dari satu substansi
secara bersama-sama ketika melewati titik jenuhnya. Metode
ini digunakan karena metode kopresipitasi lebih hemat energi
dan efisien jika ditinjau dari proses sintesis karena prosesnya
menggunakan suhu rendah dan mudah untuk mengontrol
ukuran partikel. Sintesis silika juga pernah dilakukan pada
material bottom ash batubara menggunakan metode alkali
fusion yaitu dengan cara direaksikan dengan NaOH dalam
waktu 1 jam pada temperatur 550 C kemudian didinginkan
pada temperatur ruang. Serbuk yang didapatkan dicampur
dengan air dan diaduk selama 24 jam selanjutnya difiltasi
sehingga didapatkan supernatant silica[3]. Selain itu sintesis
juga dapat dilakukan dengan metode sol-gel[4][5].
Jika dibandingkan kedua metode ini terlihat bahwa metode
kopresipitasi lebih hemat energi karena dalam sintesis silika
hanya menggunakan temperatur 90 C pada stirer saat titrasi.
Selanjutnya efisien waktu karena metode kopresipitasi
membutuhkan waktu 3 jam, waktu yang singkat
dinadingkan metode alkali fusion yang membutuhkan waktu
lebih dari 24 jam.
Hasil sintesis silica dikarakterisasi menggunakan XRD.
Karakterisasi ini dilakukan untuk mengetahui tingkat
kemurnian silika hasil sintesis. Dari hasil XRD terlihat
puncak-puncak fase yang ada pada pasir Bancar setelah
disintesis. Hasil XRD silika hasil sintesis pasir Bancar juga
dilakukan pengolahan data menggunakan match! untuk
mengetahui fase apa saja yang ada pada pasir seperti pada
hasil XRD sebelumnya. Hasil pengolahan data sebagai
berikut :

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-3

3
electromagnetic properties in microwave band, Materials Letters, vol.
64, no. 1, pp. 5760, Jan. 2010.

Gambar 4. Hasil Search Match dan Pengolahan Data XRD Sintesis Silika

Dari hasil ini terlihat bahwa semua puncak merupakan


silika dengan fase quartz. Dari hasil XRD pasir sebelum dan
sesudah dilakukan treatment terlihat bahwa puncak-puncak
pengotor mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa
pengotor sebagian besar telah tereduksi. Silika yang
didapatkan merupakan silika yang memiliki kemurnian yang
tinggi dimana tingkat kemurnian 100%..
IV. KESIMPULAN
Penelitian ini berhasil mendapatkan silika dengan
kemurnian yang tinggi menggunakan metode kopresipitasi.
Terbentuknya silika dengan kemurnian yang tinggi
teridentifikasi melalui pola difraksi sinar-x. Dari hasil XRD
menunjukkan silika dengan fase quartz yang dihasilkan
memiliki kemurnian 100%. Kesimpulan lanjut dari penelitian
ini adalah bahwa pasir Bancar merupakan pasir alam yang
memiliki kandungan silika yang tinggi.
UCAPAN TERIMA KASIH
Para penulis mengucapkan terima kasih kepada Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan
Nasional Republik Indonesia yang memberikan bantuan
finansial pada penelitian ini. Selain itu terima kasih juga
disampaikan pada Surahmat Hadi yang memberikan
pengarahan dalam sintesis silika ini.
DAFTAR PUSTAKA
[1]
[2]
[3]

[4]

[5]

S. Hadi, Munasir, and Triwikantoro, Sintesis Silika Berbasis Pasir Alam


Bancar Menggunakan Metode Kopresipitasi.
X. XIAO, K. HUANG, and Q. HE, Synthesis and characterization of
aminated SiO2/CoFe2O4 nanoparticles, Transactions of Nonferrous
Metals Society of China, vol. 17, no. 5, pp. 11181122, Oct. 2007.
G. Chandrasekar, K.-S. You, J.-W. Ahn, and W.-S. Ahn, Synthesis of
hexagonal and cubic mesoporous silica using power plant bottom ash,
Microporous and Mesoporous Materials, vol. 111, no. 13, pp. 455462,
Apr. 2008.
A. Tarafdar, A. B. Panda, and P. Pramanik, Synthesis of ZrO2SiO2
mesocomposite with high ZrO2 content via a novel solgel method,
Microporous and Mesoporous Materials, vol. 84, no. 13, pp. 223228,
Sep. 2005.
X. J. Wei, J. T. Jiang, L. Zhen, Y. X. Gong, W. Z. Shao, and C. Y. Xu,
Synthesis of Fe/SiO2 composite particles and their superior