Anda di halaman 1dari 1

PT BIMA SAKTI

(Pertemuan Pertama)
1. Fungsi kontroler di PT Bima Sakti sebelum perusahaan memiliki fasilitas produksinya sendiri:
a. Perencanaan
Dalam setiap perusahaan, baik perusahaan manufaktur maupun jasa, kontroler bertugas untuk membantu manajemen
perusahaan dalam menyusun rencana jangka pendek maupun jangka panjang. Rencana jangka pendek biasanya di-
tuangkan dalam bentuk anggaran tahunan. Ketika perusahaan belum memiliki fasilitas produksinya sendiri, anggaran
yang perlu dibuat juga lebih sedikit, yaitu anggaran penjualan, anggaran pembelian, anggaran harga pokok penjualan,
anggaran beban penjualan, administrasi dan umum, laporan laba rugi proforma, dan neraca proforma.
Sementara untuk rencana jangka panjang yang sifatnya strategis dan mencakup jangka waktu tiga sampai lima tahun
ke depan, kontroler perlu membantu manajemen dalam menentukan tujuan jangka panjang, rencana ekspansi ke
depan, dan strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fungsi kontroler dalam bidang perencanaan adalah penting, meskipun
ketika perusahaan belum memiliki fasilitas produksinya sendiri. Kontroler bertugas untuk memberikan masukan-
masukan dalam penyusunan rencana jangka pendek maupun jangka panjang.
b. Pengorganisasian
Setelah membantu dalam penyusunan rencana, kontroler juga memiliki fungsi dalam mengoordinasikan bagian-
bagian di dalam perusahaan untuk melaksanakan rencana tersebut. Fungsi koordinasi meliputi penyampaian informasi
mengenai rencana yang telah dituangkan dalam anggaran ke bagian-bagian terkait. Misalnya saja, menginformasikan
anggaran penjualan ke departemen pemasaran, menginformasikan anggaran pembelian ke departemen pembelian,
dan seterusnya. Selain itu, fungsi ini juga mencakup pembagian kerja dan tugas masing-masing bagian dalam men-
jalankan rencana perusahaan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fungsi kontroler dalam bidang pengorganisasian juga sangat dibutuhkan,
untuk mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas guna mencapai tujuan perusahaan. Hal ini berlaku juga ketika perusahaan
belum memiliki fasilitas produksinya sendiri.
c. Pengendalian
Setelah menentukan rencana dan mengoordinasikan aktivitas-aktivitas untuk mencapai rencana tersebut, kontroler
juga bertugas untuk memantau pelaksanaan dari rencana tersebut. Hal ini dilakukan dengan membandingkan antara
rencana dengan hasil aktual yang telah dicapai, mengidentifikasikan perbedaan yang signifikan, dan melakukan
investigasi untuk menemukan penyebabnya. Setelah penyebab tersebut dapat ditemukan, maka kontroler bertugas
untuk mengusulkan tindakan perbaikan guna memastikan pencapaian atas apa yang telah direncanakan. Kadang kala
kontroler perlu merevisi rencana akibat perubahan-perubahan yang sifatnya eksternal bagi perusahaan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fungsi kontroler dalam bidang pengendalian adalah sangat penting guna
memantau realisasi dari rencana, mengidentifikasikan masalah, dan mengusulkan tindakan perbaikan yang akan
mengarahkan perusahaan dalam mewujudkan tujuannya.