Anda di halaman 1dari 6

1.

TEKNIK SAMPLING
Sampel adalah bagian kecil dari anggota populasi yang diambil
menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya. Masalah sampel
dalam suatu penelitian timbul disebabkan hal berikut ini :
a. Penelitian bermaksud mereduksi objek penelitian sebagai akibat dari besarnya
jumlah populasi sehingga harus meneliti sebagian saja dari populasi.
b. Penelitian

bermaksud

mengadakan

generalisasi

dari

hasil

hasil

kepenelitiannya, dalam arti menegakkan kesimpulan kesimpulan kepada


objek, gejala atau kejadian yang lebih luas.
Adapun alasan-alasan penelitian dilakukan dengan mempergunakan sampel
beikut ini
a.

Ukuran populasi
Dalam hal populasi tak terbatas (tak terhingga) beruppa parameter yang

jumlahnya tidak diketahui

dengan pasti, pada dasarnya bersifat konseptual.

Karena itu sama sekali tidak mungkin mengumpulkan data dari populasi seperti
itu.demikian juga dalam populasi terbatas (terhingga) yang jumlahnya sangat
besar ,tidak praktis untuk mengumpulkan

data dari populasi 50 juta murid

sekolah dasar yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia misalnya.


b.

Masalah biaya
Besar-kecilnya biaya tergantung juga dari banyak sedikitnya objek yang

diselidiki. Semakin besar jumlah objek, maka semakin besar biaya yang
diperlukan, lebih lebih bila objek itu tersebar diwilayah yang cukup luas. Oleh
karena itu, sampling ialah satu cara untuk mengurangi biaya.
c.

Masalah waktu
Penelitian sampel selalu memerlukan waktu yang lebih sedikit daripada

penelitian populasi. Sehubungan dengan hal itu, apabila waktu yang tersedia
terbatas, dan kesimpulan diinginkan dengan segera, maka penelitian sampel,
dalam hal ini, lebih cepat.
d.

Percobaan yang sifatnya merusak


Banyak penelitian yang tidak dapat dilakukan pada seluruh populasi karena

dapat merusak atau merugikan. Misalnya, tidak mungkin mengeluarkan semua


darah dari tubuh seseorang pasien yang akan dianalisis keadaan darahnya, juga

tidak mungkin mencoba seluruh neon untuk diuji kekuatannya. Karena itu
penelitian harus dilakukan hanya pada sampel.
e.

Masalah ketelitian
Adalah salah satu segi yang diperlukan agar kesimpulan cukup dapat

dipertanggung jawabkan. Ketelitian ,dalam hal ini, meliputi pengumpulan,


pencatatan, dan analisis data. Penelitian terhadap populasi belum tentu ketelitian
terselengar. Boleh jadi peneliti akan menjadi bosan dlam melaksanakan tugasnya.
Untuk menghindarkan itu semua,penelitian terhadap sampel memungkinkan
ketelitian dalam suatu penelitian.

f.

Masalah ekonomis
Pertanyaan yang harus selalu diajukan oleh seseorang penelitian; apakah

kegunaan dari hasil penelitian sepadan dengan biaya ,waktu, dan tenaga yang
telah dikeluarkan? Jika tidak, mengapa harus dilakukan penelitian? Dengan kata
lain penelitian sampel pada dasarnya akan lebih ekonomis daripada penelitian
populasi (sudjana, 1975)
Selanjutnya, mengenai penetapan besar kecilnya sample tidaklah ada suatu
ketetapan yang mutlak, artinya tidak ada suatu ketentuan berapa persen suatu
sample harus diambil. suatu

hal yang perlu diperhatikan adalaha keadaan

homogenitas dan heterogenitas populasi. Jika keadaan populasi homogen, jumlah


sample hampir-hampir tidak menjadi persoalan, sebaliknya, jika keadaan populasi
heterogen, maka pertimbanagna pengambilan sample harus memperhatikan hal :
1. Harus diselidiki kategori-kategori heterogenitas.
2. Besarnya populasi dalam tiap kategori.
Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya
sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya,
dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel
yang representatif. Secara umum, ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu,
sampel acak probability sampling dan sampel tidak acak nonprobability sampling.

a.

Probability Sampling

Teknik random sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana semua


individu dalam populasi, baik secara individu maupun kelompok memiliki
kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. Teknik ini tidak pilih-pilih dan
didasarkan atas prinsip-prinsip matematis yang telah diuji dalam praktek. Yang
termasuk Probability Sampling diantaranya:
1. Simple Random Sampling
Simple random sampling ialah cara pengambilan sampel dari anggota
populasi secara acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) yang ada dalam
anggota populasi tersebut. Hal ini dilakukan apabila anggota

populasi

dianggap homogen (sejenis). Pengambilan sampel acak sederhana dapat


dilakukan dengan cara undian, memilih bilangan dari daftar bilangan secara
acak, dsb.
2. Proportionate Stratified Random Sampling
Proportionate Stratified Random Sampling adalah pengambilan sampel dari
anggota populasi secara acak dan berstrata secara proporsional. Dilakukan ini
apabila ada anggota populasi yang tidak sejenis (heterogen). Suatu organisasi
yang mempunyai pegawai dari latar belakang pendidikan yang berstrata,
maka populasi itu berstrata.
3. Disporpotionate Stratified Random Sampling
Disporpotionate stratified random sampling adalah pengambilan sampel dari
anggota populasi secara acak dan berstrata tetapi ada sebagian data yang
kurang proporsional pembagiannya. Dilakukan ini apabila anggota populasi
heterogen.
4. Area (Cluster) Sampling
Teknik sampling area digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang
akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu
negara, provinsi, ata kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang
akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan
daerah populasi yang telah ditetapkan.
5. Multiple Stage Sampling ( Teknik Sampling Multiple Tempat )
Teknik ini di bagi menjadi dua yaitu Proportional Probability dan Equal
Probability yang memiliki pengertian yang berbeda-beda. Proportional

Probability adalah populasi di bagi menjadi ke dalam sub populasi,dan subsub populasi memliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel,sedangkan
Equal Probability adalah populasi yang di bagi ke dalam sub-populasi dan
sub-populasi menjadi sampel dengan memperhatikan jumlah yang sebanding
dengan populasi. Yaitu bukan hanya melaksanakan salah satu metode random
sampling tetapi lebih kepada memanfaatkannya secara bersama-sama.

b.

Non Probability Sampling


Pada saat melakukan pemilihan satuan sampling tidak dilibatkan unsur

peluang, sehingga tidak diketahui besarnya peluang sesuatu unit sampling


terpilih ke dalam sampel. Sampling tipe ini tidak boleh dipakai untuk
menggeneralisasi hasil penelitian terhadap populasi, karena dalam penarikan
sampel sama sekali tidak ada unsur probabilitas. Tidak semua unsur atau
elemen populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel.
Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel bisa disebabkan karena kebetulan
atau karena faktor lain yang sebelumnya sudah direncanakan oleh peneliti. Yang
termasuk Nonprobability Sampling diantaranya:
1.

Sampling Sistematis
Sampling Sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan
dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

2.

Sampling Kuota
Sampling Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang
mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

3.

Sampling Insidental
Sampling Insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan,
yaitu siapa saja yang secara kebetulan/incidental bertemu dengan peneliti
dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan
ditemui itu cocok sebagai sumber data.

4.

Purposive Sampling
Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan
tertentu. Misalnya akan melakukan penelitian tentang kualitas makanan,
maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan. Sampel ini

lebih cocok digunakan untuk penelitian kualitatif, atau penelitian- penelitian


yang tidak melakukan generalisasi.
5.

Sampling Jenuh
Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi
digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi
relative kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat
generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil.

6. Snowball Sampling
Snowball Sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula
jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding
yang lama-lama menjadi besar.

2.

VARIABEL PENELITIAN
Variabel penelitian merupakan segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang

ditetapkan peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal


tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya(Sugiyono, 2007). Dapat dikatakan
bahwa berbagai atribut yang digunakan dalam penelitan seperti sikap, motivasi,
kepempimpinan, berat, tinggi dan yang lainnya merupakan variabel.
Variabel memiliki dua sifat, yaitu variabel statis dan variabel dinamis.
Variabel statis adalah variabel yang tidak dapat dirubah keberadaannya seperti
jenis kelamin, umur, dsb. Sedangkan variabel dinamis adalah variabel yang dapat
dirubah keberadaanya yang berupa peningkatan, penurunan, atau pengubahan
contohnya seperti sikap, prestasi, motivasi dan sebagainya.
Berdasarkan skala pengukurannya variabel dibedakan menjadi empat yaitu:
1. Variabel nominal
Variabel nominal merupakan variabel dengan skala paling sederhana karena
fungsinya hanya untuk membedakan atau memberi label suatu subjek atau
kategori. Contoh variabel nominal : jenis kelamin (laki-laki dan perempuan).
2. Variabel ordinal
Variabel ordinal adalah variabel yang dibedakan menjadi beberapa secara
bertingkat, contoh status sosial ekonomi : rendah, sedang, tinggi.
3. Variabel interval

Variabel interval adalahvariabel yang selain dimaksudkan untuk membedakan,


mempunyaitingkatan, juga mempunyai jarak yang pasti atau satu kategori
dengan kategori lainnya, contoh prestasi belajar : 5, 6, 7, 8, dst.
4. Variabel rasio
Variabel rasio merupakan variabel selain berisfat membedakan, mempunyai
tingkatan yang jaraknya pasti, dan setiap nilai kategori diukur dari titik yang
sama, contoh : berat badan, tinggi badan, dst.
Adapun macam-macam variabel penelitian antara lain sebagai berikut.
1. Variabel Independen (Variabel Bebas)
Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecendent.
Varibel

independen

atau

variabel

bebas

merupakan

variabel

yang

mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel


dependen (terikat).
2. Variabel Dependen (Variabel Terikat)
Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen.
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat,
karena adanya variabel bebas.
3. Variabel Moderator
Variabel ini disebut juga sebagai variabel independen kedua. Variabel
moderator adalah variabel yang mepengaruhi (memperkuat dan memperlemah)
hubungan antara variabel independen dengan dependen.
4. Variabel Interverning
Variabel interverning adalah variabel secara teoritis mempengaruhi hubungan
antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang
tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur.
5. Variabel Kontrol
Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan
sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi
oleh faktor luar yang tidak diteliti.