Anda di halaman 1dari 19

Nama : Sabrina Qoyimah, Gita Munasika, Wanda Restya Wijayanti

Kelas : Reguler A

A. Identifikasi Bakteri
Identifikasi bakteri yang ada pada tubuh manusia dapat dilakukan melalui
pemeriksaan dengan sampel. Sampel yang digunakan diantaranya seperti pus/nanah, urin,
faeces, darah, cairan cerebrospinal dan sebagainya. Sampel yang diambil akan dikultur
menggunakan media yang sesuai. Untuk mengidentifikasi jenis atau spesies bakteri yang
ada dalam sampel harus melalui beberapa tahapan sebagai berikut :
1.

Reaksi terhadap pewarnaan dan morfologi bakteri.

2.

Sifat-sifat pertumbuhan (media) dan morfologi koloni.

3.

Pengujian sifat-sifat fisiologis/reaksi biokimia dan gerak.

4.

Reaksi aglutinasi dan presipitasi.

5.

Pathogenitet hewan percobaan.

6.

Test kulit.

7.

Serologi (reaksi pengikat komplemen).

Melalui pengkulturan bakteri dapat diketahui spesies bakteri yang menginfeksi


dan dapat diketahui cara pengobatan yang tepat.
1.

Pewarnaan Bakteri
Bakteri yang ada pada sampel akan diberi pewarna untuk mengidentifikasi
jenis gram pada bakteri tersebut. Bakteri dibagi menjadi 2 yaitu bakteri gram
negative dan bakteri gram positive.
a. Bakteri Gram Negative
Adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warnametil ungu pada
metode pewarnaan Gram. Bakteri gram-positif akan mempertahankan
warna ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara bakteri gramnegatif tidak. Pada uji pewarnaan Gram, suatu pewarna penimbal (
counterstain) ditambahkan setelah metil ungu, yang membuat semua
bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian
ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipebakteri ini berdasarkan
perbedaan struktur dinding sel mereka.

Bakteri gram negatif termasuk dalam divisi Gracillicutes. Proteobacteria adalah grup mayor
dalam kelompok bakteri gram negatif.Jenis-jenisnya yaitu :

Enterobacteriaceae; Escherichia coli; Salmonella sigella


Pseudomonas
Moraxella
Helicobacter
Stenotrophomonas
Bdellovibrio
Bakteri asam asetat
Legionella
Alpha-proteobacteria Wolbachia
Cyanobacteria
Spirochaeta
green sulfur & green non-sulfur bacteria.
b. Bakteri gram positive

*Memiliki cytoplasmic lipid membrane


*Memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal
*Terdapat asam teichoic dan lipoid yang membentuk lapisan asam lipoteichoic yang berguna
untuk chelating agen dan untuk adhesi tipe tertentu
*Beberapa spesies memiliki kapsul polisakarida
*Beberapa spesies memiliki flagellum
*Jika terdapat akan diperkuat oleh 2 cincin, berbeda dengan bakteri gram negative yang
flagellumnya diperkuat oleh 4 cincin.
Bakteri Gram Positif
Berdasarkan klasifikasi phyla bakteri yang asli, bakteri gram positif termasuk dalam filum
Firmicutes. Didalamnya terdapat kelompok-kelompok bakteri yang sudah banyak dikenal, yaitu :

Staphylococcus
Streptococcus
Enterococcus
Bacillus
Corynebacterium
Nocardia
Clostridium
Actinobacteria
Listeria
Setelah bakteri diwarnai dengan pewarnaan gram maka dapat diketahui jenis
gram bakteri tersebut. Kemudian bakteri akan dikultur pada media differential yang sesui
dengan gram bakteri .

2. Penanaman pada media differential


Media Differensial adalah media yang digunakan untuk membedakan hasil metabolik dari
masing- masing spesies bakteri yang berkaitan erat atau kelompok organisme. Karena kehadiran
pewarna atau bahan kimia tertentu di media, organisme akan menghasilkan perubahan
karakteristik atau pola pertumbuhan yang digunakan untuk identifikasi atau diferensiasi.
Misalnya: MacConkey (MCK) Agar, Eosin Metilen Blue (EMB) Agar, TSIA (Triple Sugar Iron
Agar), Garam Manitol Agar (MSA), Agar Darah Haemolysis.
Dengan memanfaatkan laktosa tersedia dalam medium, Lac + bakteri seperti Escherichia
coli, Enterobacter dan Klebsiella akan menghasilkan asam, yang menurunkan pH agar-agar di
bawah 6,8 dan hasil dalam penampilan merah / merah muda koloni. Garam empedu endapan di
lingkungan terdekat koloni, menyebabkan koloni medium sekitarnya untuk menjadi kabur. Nonbakteri fermentasi laktosa seperti Salmonella, Proteus spesies, Pseudomonas aeruginosa dan
Shigella tidak dapat memanfaatkan laktosa, dan akan menggunakan pepton sebagai gantinya. Ini
bentuk amonia, yang meningkatkan pH agar-agar, dan mengarah ke pembentukan putih /
berwarna koloni yang terbentuk dalam piring. Tapi mereka juga dapat melihat emas untuk
cokelat dengan pusat gelap. Mereka adalah koloni melingkar dan disusun secara acak.
1.

MacConkey (MCK) Agar


Agar MacConkey adalah baik media selektif & diferensial yang selektif untuk bakteri Gram
negatif dan dapat membedakan jenis- jenis bakteri yang mampu memfermentasi laktosa.
Komponen:
Garam empedu :
Menghambat bakteri Gram-positif, kecuali Enterococcus dan beberapa spesies Staphylococcus
aureus.
Kristal violet :
Pertumbuhan bakteri gram positif (misalnya: Staphylococcus aureus) dihambat oleh pewarna
ungu kristal.
Laktosa:
Beberapa bakteri dapat memfermentasi laktosa, sedangkan bakteri lain tidak dapat
memfermentasi laktosa.
Ph ( Keasaman )
Pink pada pH asam, meningkat pada pH netral, cokelat pada pH basa.
Peptone :

Sumber protein, asam amino untuk pertumbuhan mikroba.


Penjelasan :
1.

Gram negatif Escherichia coli dan Enterobacter aerogenes memfermentasi laktosa.

2.

E. coli menghasilkan koloni merah pink sering dengan empedu kemerahan endapan koloni
pada agar-agar MacConkey.

3.

E. aerogenes o menghasilkan pink koloni mukoid pada agar-agar MacConkey merah itu.

4. Bakteri gram negatif Vulgaris proteus dan Salmonella typhimurium tumbuh pada agar-agar
MacConkey, tetapi tidak memfermentasi laktosa (media akan muncul kuning untuk cahaya
merah muda dalam warna dan koloni tidak berwarna dipenuhi dari Proteus terhambat).
2. Manitol Salt Agar ( MSA )
Agar-agar garam manitol merupakan
diferensialdigunakan untuk

sebuah media

selektif Gram

Negatif dan

isolasi patogen Staphylococcus dari kultur

campuran.

Komponen: NaCl 7,5% :


Untuk spesies Staphylococcus ini konsentrasi garam terlalu tinggi untuk kebanyakan bakteri
lain dan karena menghambat pertumbuhan mereka.
Manitol :
Fermentasi manitol menghasilkan produk akhir asam yang berubah kuning menengah.
Kuning menunjukkan manitol positif dan tidak ada perubahan warna menunjukkan manitol
negatif.
Fenol :
Indikator

pH merah

menjadi

kuning pada

pH asam (indikator yang

sama

digunakan

dalam fermentasi karbohidrat kaldu fenol merah).


Penjelasan :
1.

Staphylococcus aureus perubahan warna medium dari pink menjadi kuning karena asam
produk fermentasi manitol.

2.

Staphylococcus epidermidis tumbuh di MSA, tetapi tidak memfermentasi manitol (media yang
tetap

dalam

warna

pink

&

koloni

tidak

berwarna).

Pada MSA, patogen Staphylococcus aureus menghasilkan koloni-koloni kecil yang dikelilingi
oleh zona kuning. Alasan untuk ini perubahan warna adalah bahwa S. aureus fermentasi manitol,
menghasilkan asam, yang pada gilirannya, perubahan indikator dari merah ke kuning.
Pertumbuhan bakteri jenis lain umumnya terhambat. Ini membedakan S.aureus dari
S.epidermidis, yang membentuk koloni dengan zona merah atau kedua zona.

3. Eosin Methylen Blue (EMB) Agar


Eosin Metilen Biru Agar adalah baik media selektif dan diferensial digunakan untuk mendeteksi
dan isolasi Gram-negatif patogen usus.
Komponen :
Laktosa :
Suatu disakarida yang dapat difermentasi oleh beberapa bakteri untuk produk akhir asam.
Eosin Metilen Biru :
Adalah pewarna yang

menghambat pertumbuhan

bakteri Gram positif. Mereka

jugabereaksi dengan asam yang dihasilkan dari fermentasi laktosa untuk warna koloni.
Penjelasan :
1.

Gram

Negatif Escherichia coli

dan Enterobacteria Enterobacter aerogenesmemfermentasi

laktosa.
2.

E. coli menghasilkan koloni dengan kemilau metalik karakteristik hijau pada agarEMB.

3.

E. aerogenes menghasilkan koloni merah

muda sering dengan

titik ungu pusat gelap

(ikan koloni mata) pada agar EMB.


4.

Bakteri

gram

negatif Vulgaris proteus

dan Salmonella

typhimurium tumbuh pada

agarEMB, tetapi tidak memfermentasi laktosa.


4. Agar Darah Hemolysis
Komponen : Agar berisi darah domba 5%. .
Berdasarkan pada kemampuan untuk memecah hemoglobin atau sel darah merah, ada kelompok
mikroorganisme yaitu :
Alpha-hemolisis : hijau terhadap cahaya-cokelat terlihat di sekitar koloni; sebagian bakteri
memecah hemoglobin meninggalkan pigmen hijau (biliverdin).
Beta-hemolisis : bakteri menghasilkan sebuah "beta-hemolisin" yang lisis sel-sel darah merah
dalam medium.
Gamma-hemolisis (tidak hemolisis) : tidak ada hemolisis diamati, bakteri tidak menghasilkan
hemolisin.
Setelah bakteri diindentifikasi pada media differential maka selanjutnya koloni yang didapatkan
oada media differential maka akan ditanam pada media selektif.
3. Media Selektif
Setelah didapatkan koloni bakteri yang tumbuh pada media selektif
maka selanjutnya akan ditanam pada media TSIA
4. Media TSIA

Triple Sugar Iron Agar ( TSIA / KIA )


Tujuan : untuk mengetahui sifat pertumbuhan bakteri pada media TSIA/ KIA.
Persiapan :
- Pertumbuhan bakteri yang akan dites,umur 18-24 jam.
- Perbenihan TSIA / KIA
- Nald
Prosedur Kerja :
Dengan Nald ambil pertumbuhan bakteri yang akan dites lalu ditanam kedalam dasar agar
kemudian keseluruh permukaannya.
Untuk

menguji

adanya:

H2S,

Fermentasi

Karbohidrat,

Gas.

Gula agar besi triple (TSI) adalah medium diferensial yang mengandung laktosa, sukrosa,
sejumlah kecil glukosa (dekstrosa), sulfat besi, dan Ph indikator merah fenol. Hal ini
digunakan untuk membedakan enteric berdasarkan kemampuan untuk mengurangi karbohidrat
sulfur dan fermentasi.
Seperti dengan kaldu fermentasi fenol merah, jika organisme dapat memfermentasi salah satu
dari tiga gula hadir dalam medium, medium akan berubah kuning. Jika suatu organisme hanya
dapat memfermentasi dekstrosa, jumlah kecil dekstrosa dalam medium yang digunakan oleh
organisme dalam sepuluh jam pertama inkubasi. Setelah itu, reaksi yang menghasilkan asam
beralih di bidang aerobik miring, dan menengah di daerah tersebut berubah warna menjadi
merah, menunjukkan kondisi basa. Daerah anaerobik miring, seperti pantat, tidak akan kembali
ke keadaan alkali, dan mereka akan tetap kuning. Hal ini terjadi dengan Salmonella. Shigella.
CATATAN:
SIM menengah harus dibaca setelah inkubasi hanya 24 jam karena waktu inkubasi yang lebih
lama dapat menyebabkan negatif palsu. Fermentor kuat seperti Escherichia coli dan Entrobacter
cloacae akan memfermentasi semua gula yang tersedia dan kemudian mulai menggunakan asam
amino. Ini akan menghasilkan kelompok amina dan menyebabkan medium untuk mengubah
alkali.
Jika organisme dapat mengurangi belerang, gas hidrogen sulfida yang dihasilkan akan bereaksi
dengan besi untuk membentuk besi sulfida, yang muncul sebagai endapan hitam. Jika endapan
terbentuk, dapat masker setiap asam / alkali hasil. Pengurangan sulfur memerlukan lingkungan
yang asam, sehingga jika endapan hitam hadir, fermentasi beberapa terjadi. Jika gagang miring
ini dikaburkan oleh endapan, lihat di bagian atas miring untuk menentukan apakah organisme
fermentasi dekstrosa bisa saja (merah), atau jika dapat memfermentasi laktosa baik dan / atau

sukrosa (kuning). Jika fermentasi menghasilkan gas, Anda mungkin melihat celah dalam
medium, atau seluruh kemiringan dapat dinaikkan di atas bagian bawah tabung tes.
Interprestasi Hasil :
a)

Dasar

: Merah ( K= Alkali ) / Kuning ( A= Asam ).

b)

Lereng

: Merah ( K= Alkali ) / Kuning ( A= Asam ).

c)

H2S

: Warna Hitam antara dasar & lereng.

d)

Gas

: Agar bagian dasar terdapat gelembung / bagian dasar pecah.


5. Media Gula-Gula dan Media biokimia
Pada media gula-gula digunakan untuk mengidentifikasi bakteri yang
mampu memfermentasi golongan gula-gula. Media gula-gula terdiri
dari media glukosa, laktosa, sukrosa, maltose dan manosa. Saat
menanam pada media gula-gula, tabung reaksi akan ditambahkan
tabung durham untuk mengetahui adanya fermentasi gula-gula oleh
bakteri.
Sedangkan media biokimia dibagi menjadi media MR, VP, simon sitrat,
semi solid]

Pseudomonas berasal dari bahasa yunani yaitu pseudo berarti palsu dan monas berarti satu
unit. Pseudomonas sp merupakan bakteri hidrokarbonoklastik yang mampu mendegradasi
berbagai jenis hidrokarbon.
Keberhasilan penggunaan bakteri Pseudomonas dalam upaya bioremediasi lingkungan akibat
pencemaran hidrokarbon membutuhkan pemahaman tentang mekanisme interaksi antara bakteri
Pseudomonas sp. dengan senyawa hidrokarbon.
Kemampuan bakteri Pseudomonas sp. dalam mendegradasi hidrokarbon dan dalam
menghasilkan biosurfaktan menunjukkan bahwa isolat bakteri Pseudomonas sp. berpotensi untuk
digunakan dalam upaya bioremediasi lingkungan akibat pencemaran hidrokarbon.
Genus pseudomonas terdiri dari sejumlah kuman batang gram negatif yang tidak meragi
karbohidrat, hidup aerob di tanah dan di air.
Dalam habitat alam tersebar luas dan memegang peranan penting dalam pembusukan zat
organik. Bergerak dengan flagel polar, satu atau lebih. Beberapa diantaranya adalah fakultatif
khemoliotrof, dapat memakai H2 atau CO sebagai sumber karbon katalase positif.
Ada yang patogen bagi binatang atau tanaman dan ada yang patogen bagi kedua-duanya.
Kebanyakan spesies pseudomonas tidak menyebabkan infeksi pada manusia, tetapi kuman ini

penting karena bersifat oportunis patogen, dapat menyebabkan infeksi pada individu dengan
ketahanan tubuh yang menurun.
Infeksi biasanya gawat, sulit diobati dan biasanya merupakan infeksi nosokomial. Genus
pseudomonas mempunyai spesies paling sedikit 10-12 yang penting dalam klinik. Klasifikasi
pseudomonas berdasar pada homologi rRNA atau DNA dan sifat pertumbuhannya.
Spesies-spesies pseudomonas :
Pseudomonas aeruginosa
Pseudomonas flouresen
Pseudomonas putida
Pseudomonas stutzeri
Pseudomonas mendocina

Pseudomonas aeruginosa
A.

Gambaran umum
Pseudomonas aeruginosa merupakan patogen utama bagi manusia. Bakteri ini kadang-

kadang mengkoloni pada manusia dan menimbulkan infeksi apabila fungsi pertahanan inang
abnormal. Oleh karena itu, P.aeruginosa disebut patogen oportunistik, yaitu memanfaatkan
kerusakan pada mekanisme pertahanan inang untuk memulai suatu infeksi. Bakteri ini dapat juga
tinggal pada manusia yang normal dan berlaku sebagai saprofit pada usus normal dan pada kulit
manusia. Tetapi, infeksi P.aeruginosa menjadi problema serius pada pasien rumah sakit yang
menderita kanker, fibrosis kistik dan luka bakar. Angka fatalitas pasien-pasien tersebut mencapai
50 %. P. aeruginosa termasuk dalam genus Pseudomonas, bakteri gram negatif, berbentuk
tangkai, polar dan berflagel.

B.

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom

Bacteria

Phylum

Proteobacteria

Class

Gamma Proteobacteria

Order

Pseudomonadales

Family

Pseudomonadaceae

Genus

Pseudomonas

Species

Pseudomonas aeruginosa

C.

Morfologi dan Identifikasi


Pseudomonas aeruginosa berbentuk batang dengan ukuran sekitar 0,6 x 2 m. Bakteri ini

terlihat sebagai bakteri tunggal, berpasangan, dan terkadang membentuk rantai yang pendek. P.
aeruginosa termasuk bakteri gram negatif. Bakteri ini bersifat aerob, katalase positif, oksidase
positif, tidak mampu memfermentasi tetapi dapat mengoksidasi glukosa/karbohidrat lain, tidak
berspora, tidak mempunyai selubung (sheat) dan mempunyai flagel monotrika (flagel tunggal
pada kutub) sehingga selalu bergerak.
Bakteri ini dapat tumbuh di air suling dan akan tumbuh dengan baik dengan adanya unsur
N dan C. Suhu optimum untuk pertumbuhan P. aeruginosa adalah 42o C. P. aeruginosa mudah
tumbuh pada berbagai media pembiakan karena kebutuhan nutrisinya sangat sederhana. Di
laboratorium, medium paling sederhana untuk pertumbuhannya digunakan asetat (untuk karbon)
dan ammonium sulfat (untuk nitrogen).
Pembiakan dari spesimen klinik biasanya menghasilkan satu atau dua tipe koloni yang halus :
a. Koloni besar dan halus dengan permukaan rata dan meninggi.
b. Koloni halus dan mukoid sebagai hasil produksi berbahan dari alignat. Tipe ini sering
didapat dari sekresi saluran pernafasan dan saluran kemih.
Alignat merupakan suatu eksopolisakarida yang merupakan polimer dari glucoronic acid
dan mannuronic acid, berbentuk gel kental disekeliling bakteri. Alignat ini memungkinkan
bakteri untuk membentuk biofilm, yaitu kumpulan koloni sel-sel mikroba yang menempel pada
suatu permukaan misalnya kateter intravena atau jaringan paru. Alignat dapat melindungi bakteri
dari pertahanan tubuh inang, seperti limfosit, fagosit, silia, di saluran pernafasan, antibodi, dan
komplemen. P. aeruginosa membentuk biofilm untuk membantu kelangsungan hidupnya saat
membentuk koloni pada paru-paru manusia.
Terkadang menghasilkan bau yang manis dan menyerupai anggur. Koloni yang dibentuk
halus bulat dengan warna fluoresensi yang kehijau-hijauan. Bakteri ini menghasilkan pigmen
yang tak berfluoresensi kehijauan (plosianin). Strain P. aeruginosa menghasilkan pigmen yang
berfluoresensi antara lain: piooverdin (warna hijau), piorubin (warna merah gelap), piomelanin

(hitam). P. aeruginosa yang berasal dari koloni yang berbeda mempunyai aktivitas biokimia,
enzimatik dan kepekaan antimikroba yang berbeda.
Pili (fimbriae) menjulur dari permukaan sel dan membantu pelekatan pada sel epitel inang.
Lipopolisakarida yang terdapat dalam banyak imunotipe merupakan salah satu faktor virulensi
dan juga melindungi sel dari pertahanan tubuh inang. P. aeruginosa dapat digolongkan
berdasarkan imunotipe lipopolisakarida dan kepekaannya terhadap piosin (bakteriosin). Produk
ekstraseluler yang dihasilkan berupa enzim-enzim, yaitu elastase protease dan dua hemolisin,
fosfolipase C yang tidak tahan panas dan rhamnolipid.
P. aeruginosa resisten terhadap konsentrasi tinggi garam dan zat pewarna, antiseptik, dan
banyak antibodi yang sering digunakan. Suatu studi intensif menyatakan bakteri ini mempunyai
gen untuk resistensi terhadap merkuri, disebut gen mer yang berada dalam plasmid.
Kemampuan P. aeruginosa menyerang jaringan bergantung pada reproduksi enzimenzim dan toksin-toksin, yang merusak barier tubuh dan sel-sel inang. P. aeruginosa seperti
yang dihasilkan bakteri Gram-negatif lain, misalnya endotoksin menyebabkan gejala sepsis dan
syok septik, eksotoksin A menyebabkan nekrosis jaringan, enzim-enzim ekstra seluler bersifat
histotoksik dan mempermudah infasi kedalam pembuluh darah.

PSEUDOMONAS AERUGINOSA

1.

Media Pertumbuhan Bakteri


Media

Ukuran

Blood

agar Kolonibesar-

Plate

besar

Bentuk

Warna

Elevasi

Putihabu-abu

Smooth/rough
hemolytis,
atau
anhaemolytis

Mac Conkey Koloni sedang

Keeping

Kadang-

agar Plate

tepinyatidak rata,

kadangsedikitkehijau-

Smooth,

hijauan
Nutrient

Tumbuh

Agar (NA)
Cetrimide

Tumbuh

Agar

2.

Hijaubiru
Hijaubiru
-

Uji Biokimia

TSIA
Slant/Lereng

Butt/Dasar
Alcalise

Alcalise
(merah)

(merah)

Reaksipositifterjadipada:
Oxidase

Catalase

Motility

gelatinase

Reduksi
nitrate

(+)

(+)

(+)

(+)

D-

Lysine

Ornithine

Nase

decarboxylase decarboxylase

(-)

(-)

(+)

Reaksi negative terjadi pada:


ONPG

(-)

Amylase

(-)

(-)

Aesculinehydrolysa

(-)

D. Siklus Hidup

Adanya rangsangan dari lingkungan (luar tubuh) akan memicu pengaturan yang
memberikan sinyal kepada system penginderaan berupa sinyal mikroba. Kemudian bakteri ini
akan membenrtuk sel planktonik yang kemudian membuat formasi biofilm. Pembentukan
biofilm dimulai dengan terangkatnya mikroorganisme bebas-mengambang ke permukaan.
Koloni pertama menuju ke permukaan secara perlahan (gaya van der Waals yang reversible).
Jika koloni tidak segera dipisahkan dari permukaan, mereka dapat membuat diri mereka lebih
permanen dengan menggunakan struktur sel adhesi seperti pili. Koloni pertama memfasilitasi
kedatangan sel lain dengan menyediakan situs adhesi lebih beragam dan mulai membangun
matriks yang memegang biofilm bersama-sama. Tahap akhir pembentukan biofilm dikenal
sebagai pembangunan, dan tahap di mana biofilm didirikan dan hanya dapat berubah dalam
bentuk dan ukuran. Perkembangan biofilm memungkinkan untuk koloni sel agregat (ies)
menjadi semakin resisten antibiotik. Formasi biofilm ini akan mengirimkan sinyal ke sel inang.

Setelah proses pembentukkan biofilm, sel inang mengirimkan sinyal sitokinesis kepada bakteri
ini yang kemudian menghasilkan sinyal adanya molekul metabolit sekunder.
Pseudomonas aeruginosa akan keluar dari sumbernya, mengalami penyebaran dan
mempunyai gerbang masuk bagi inang yang rentan. Pseudomonas aeruginosa akan keluar dari
saluran yang telah diinfeksinya. Apabila menginfeksi pada saluran pernapasan maka akan
meninggalkan saluran tersebut dan berpindah pada inang rentan yang lain. Mengingat
Pseudomonas aeruginosa merupakan patogen nosokomial, cara pemindahsebarannya dapat
melalui penanganan dan penggunaan alat yang tidak steril. Kemudian akan menginfeksi inang
lain yang rentan pada bagian tertentu misalnya saluran kencing. Inang rentan ini biasanya pasien
bedah, pasien yang terluka atau luka bakar, pasien yang menjalani pengobatan radiasi, juga
pasien dengan peralatan yang menembus tubuh.

E. Reaksi biokimia
Kuman ini dapat mencairkan gelatin dan tidak membentuk H2S. Indol (-) dan kadangkadang terjadi false indol (+). Hal ini, terjadi bila dipakai reagensia Erlich dan sebaiknya
memakai

reagensia

dari

Kovac.

Tidak

memecah

urea.

P. aerugonisa merupakan organisme yang sangat mudah beradaptasi dan dapat memakai 80
gugus organik yang berbeda untuk pertumbuhannya dan amonia sebagai sumber nitrogen.
Dapat tumbuh pada perbenihan yang dipakai untuk isolasi kuman Enterobacteriaceae dan
mempunyai kemampuan untuk menolerir keadaan alkalis, jiuga dapat tumbuh pada perbenihan
untuk kuman fibrio. Meskipun, pseudomonas merupakan organisme aerob, tetapi ia dapat
mempergunakan nitrat dan arginin sebagai aseptor elektron dan tumbuh secara an aerob.
Suhu pertumbuhan optimum ialah 35C tetapi dapat juga tumbuh 42C. Hasil isolasi bahan
klinik sering memberikan beta hemolisis pada agar darah.
P. aerugonisa adalah satu-satunya spesies yang menghasilkan:
1. piosianin, suatu pigmen yang larut dalam kloroform. Strain lainnya menghasilkan pigmen
fenazin.
2. fluorezen, suatu pigmen yang larut dalam air. Beberapa strain menghasilkan pigmen darah.

F.

Epidemiologi

P. aerugonisa

orang merupakan flora normal di

kolon (usus besar). Dapat dijumpai pada daerah lembab di kulit dan dapat membentuk koloni
pada saluran pernapasan bagian atas pasien-pasien rumah sakit.
P. aerugonisa dapat dijumpai di banyak tempat di rumah sakit, disinfektan, alat bantu
pernapasan, makanan, saluran pembuangan air, dan kain pel merupakan beberapa contoh
resevoir. Selain itu, dapat juga lewat hewan (lalat, nyamuk, dsb) yang telah tercemar.
Pseudomonas aeruginosa menyebabkan kontaminasi pada perlengkapan anestesi dan terapi
pernafasan, cairan intravena, bahkan air hasil proses penyulingan. Suatu penelitian di unit
perawatan intensif neonatus menyatakan bahwa

P. aerugonisa paling sering membentuk

koloni di saluran pernapasan dan saluran cerna. Hal ini terutama dijumpai pada bayi prematur
oleh karena pH lambung sering tinggi sehingga mendukung pertumbuhan bakteri. Penyebaran
terjadi dari pasien ke pasien lewat tangan karyawan rumah sakit, melalui kontak langsung
dengan reservoir, atau lewat pencernaan makanan dan minuman yang terkontaminasi.
P. aerugonisa

menyebabkan kontaminasi pada perlengkapan anestesi dan terapi

pernapasan , cairan intravena, bahkan air hasil proses penyulingan. Endoskopi, termasuk
bronkoskopi adalah alat-alat medik yang paling sering dihubungkan dengan berjangkitnya
infeksi nosokomial. Suatu penelitian di AS membuktikan bawa dari 414 pasien yang menjalani
prosedur bronkoskopi didapati 9,4% infeksi saluran napas atas dan bawah serta infeksi lewat
aliran darah, dan pada 66,7% dari infeksi tersebut didapati P. aerugonisa sesudah dilakukan
kultur.
Karena merupakan patogen nosokomial maka metode untuk mengendalikan infeksi ini mirip
dengan metode untuk patogen nosokomial lainnya. Kemampuannya untuk tumbuh subur dalam
lingkungan yang basah menuntut perhatian khusus pada bak cuci, bak air, pancuran, bak air
panas, dan daerah basah yang lain. Untuk mencegah terkontaminasinya kolam renang umum,
dilakukan klorinasi terhadap air kolam renang, menghindari lantai kolam renang yang kasar
untuk mengurangi gesekan pada kulit, dan membersihkan lantai kolam renang beserta saluran air
menggunakan senyawa ammonium quaternium diikuti penggunaan ozone untuk memecah
biofilm.
Untuk tujuan epidemiologi, strain dapat ditentukan tipenya berdasarkan kepekaan terhadap
piosin dan imunotipe lipopolisakaridanya. Vaksin dari jenis yang tepat yang diberikan pada
penderita dengan risiko tinggi akan memberikan perlindungan sebagian terhadap spesies

Pseudomonas. Terapi semacam itu telah digunakan secara ekperimental pada penderita leukimia,
luka bakar, fibrosis kistik, dan imunosupresi.

G. Patogenesis
Faktor sifat yang memungkinkan organisme mengatasi pertahanan tubuh normal dan
menimbulkan penyakit ialah : pili, yang melekat dan merusak membran basalis sel; polisakarida
simpai, yang meningkatkan perlekatan pada jaringan tetapi tidak menekan fagositosis; suatu
hemolisin yang memiliki aktivitas fosfolipasa; kolagenasa dan elastasa dan flagel untuk
membantu pergerakan.
Sedangkan faktor yang menentukan daya patogen adalah LPS mirip dengan yang ada pada
Enterobacteriaceae; eksotoksin A, suatu transferasa ADP-ribosa mirip dengan toksin difteri
yang menghentikan sintesis protein dan menyebabkan nekrosis di dalam hati; eksotoksin S yang
juga merupakan transferasa ADP-ribosa yang mampu menghambat sintesis protein eukariota.
Produksi enzim-enzim dan toksin-toksin yang merusak barrier tubuh dan sel-sel inang
menentukan kemampuan Pseudomonas aeruginosa menyerang jaringan. Endotoksin P.
aeruginosa seperti yang dihasilkan bakteri Gram-negatif lain menyebabkan gejala sepsis dan
syok septik. Eksotoksin A menghambat sintesis protein eukariotik dengan cara kerja yang sama
dengan cara kerja toksin difteria (walaupun struktur kedua toksin ini tidak sama) yaitu katalisis
pemindahan sebagian ADP-ribosil dari NAD kepada EF-2. Hasil dari kompleks ADP-ribosil-EF2 adalah inaktivasi sintesis protein sehingga mengacaukan fungsi fisiologik sel normal. Enzimenzim ekstraseluler, seperti elastase dan protease mempunyai efek hidrotoksik dan
mempermudah invasi organisme ini ke dalam pembuluh darah.
Antitoksin terhadap eksotoksin A ditemukan dalam beberapa serum manusia, termasuk
serum penderita yang telah sembuh dari infeksi yang berat. Psiosianin merusak silia dan sel
mukosa pada saluran pernafasan. Lipopolisakarida mempunyai peranan penting sebagai
penyebab timbulnya demam, syok, oliguria, leukositosis, dan leukopenia, koagulasi intravaskular
diseminata, dan sindroma gagal pernafasan pada orang dewasa. Strain Pseudomonas aeruginosa
yang punya sistem sekresi tipe III, secara signifikan lebih virulen dibandingkan dengan yang
tidak punya sistem sekresi tersebut. Sistem sekresi tipe III adalah sistem yang dijumpai pada
bakteri gram negatif, terdiri dari sekitar 30 protein yang terbentang dari bagian dalam hingga luar

membran sel bakteri, berfungsi seperti jarum suntik yang menginjeksi toksin-toksin secara
langsung ke dalam sel inang sehingga memungkinkan toksin mencegah netralisasi antibodi.
Pseudomonas aeruginosa menimbulkan berbagai penyakit diantaranya yaitu :
Infeksi pada luka dan luka bakar menimbulkan nanah hijau kebiruan
Infeksi saluran kemih.
Infeksi pada saluran napas mengakibatkan pneumonia yang disertai nekrosis.
Otitis eksterna ringan pada perenang.
Infeksi mata.

H. Gejala Klinik
Gejalanya tergantung bagian tubuh yang terkena, tetapi infeksi ini cenderung berat:
a.

Infeksi pada luka atau luka bakar, ditandai dengan nanah biru-hijau dan bau manis seperti
anggur. Infeksi ini sering menyebabkan daerah ruam berwarna hitam keunguan dengan diameter
sekitar 1 cm, dengan koreng di tengahnya yang dikelilingi daerah kemerahan dan
pembengkakan. Ruam ini sering timbul di ketiak dan lipat paha. Hal ini dapat juga dialami oleh
penderita kanker.

b.

Infeksi saluran kemih, biasanya kronis dan terjadi pada

orang yang sudah tua.

c.

Pneumonia, pada fibrosis kistik mungkin terjadi kolonisasi kuman strain yang berlendir pada
paru-paru. Infeksi paru-paru pada penderita bila menghirup Pseudomonas aeruginosa dalam
jumlah besar pada alat bantu pernafasan yang tercemar. Sering menyebabkan gangguan mental,
renjatan septik gram negatif dan sianosis yang semakin berat.

d.

Otitis eksterna maligna, suatu infeksi telinga, bisa menyebabkan nyeri telinga hebat dan
kerusakan saraf dan sering terjadi pada penderita kencing manis.
e.

Infeksi mata, Pseudomonas aeruginosa bisa menyebabkan koreng pada mata, mencemari lensa
mata dan cairan lensa.

I.

Diagnosis
Biakan merupakan tes spesifik untuk diagnosis infeksi Pseudomonas aeruginosa. Bakteri
batang gram negatif nonfermenter mudah tumbuh pada media isolasi primer rutin dan mudah
diisolasidari spesimen klinik atau lingkungan rumah sakit. Biasanya diisolasi pada media agar
pepton dengan atau tanpa penambahan 5% darah domba atau kelinci, meskipun media yang

diperkaya darah tidak menjadi dasar untuk isolasi bakteri ini. Selain agar darah, untuk isolasi
primer digunakan salah satu media diferensial, misalnya agar MacConkey atau eosinmetlrylene
blue. Pada media diferensial tersebut Pseudomonas aeruginosa tumbuh sebagai koloni yang
tidak memfermentasi laktosa (tidak berwarna). Media isolasi primer biasanya diinkubasi pada
cetrimide, irgasan, C-390, sodium lauroyl sarcosine,
atau senyawa yang sama, digunakan untuk isolasi selektif.
Prosedur skrining untuk membedakan Pseudomonas aeruginosa dari genus yang sama dan
spesies nonfermenter lainnya adalah bau, pigmentasi, morfologi koloni, reaksi pada pewarnaan
Gram,morfologi fagel, bentuk penggunaan glukosa, produksihidrogen sulfida, arginin dihidrolase
an proses oksidasi glukosa, xylosa, laktosa,
dan maltosa pada media basal oxidative fermentative (OF).
Lebih kurang 15% dari seluruh gram negatif yang diisolasi dari spesimen klinik adalah
nonfermenter, dan lebih kurang 70% dari isolat tersebut adalah Pseudomonas aeruginosa
piosianogenik. Untuk membedakan dari isolat lainnya, diperlukan metode identifikasi tambahan.
Uji serologik, bactertophage, pola bakteriosin, profil plasmid, dan profil enzim telah digunakan
sebagai penanda epidemiologik atau sarana penelitisn untuk identifikasi Pseudomonas
aeruginosa. Antibodi monoklonaldan hibridisasi DNA juga telah digunakan untuk identifikasi.
I.

Pengobatan dan Pencegahan


Pseudomonas aeruginosa meningkat secara klinik karena resisten terhadap berbagai

antimikroba dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan tingkat Multi Drug Resistance
(MDR) yang tinggi. Definisi dari MDR-PA (Multi Drug Resistance- Pseudomonas aeruginosa)
adalah resisten paling tidak terhadap 3-antimikroba yaitu kelas -laktam, carbapenem,
aminoglikosida, dan fluoroquinon. Pseudomonas aeruginosa tidak boleh diobati dengan terapi
obat tunggal karena tingkat keberhasilan rendah dan bakteri dengan cepat jadi resisten. Pola
kepekaan bakteri ini bervariasi secara geografik. Maka, diperlukan tes kepekaan sebagai
pedoman untuk pemilihan terapi antimikroba. Penisillin bekerja aktif terhadap Pseudomonas
aeruginosa antara lain: tikarsilin, mezlosilin, dan pipeasilin digunakan dengan dikombinasikan
bersama aminoglikosida biasanya gentamisin, tobramisin/ amikasin. Obat lain yang aktif
terhadap Pseudomonas aeruginosa antara lain aztreonam; imipinem; kuinolon baru, termasuk
siprofloksasin.

Sefalosporin generasi baru, seftazidim dan sefoperakson aktif melawan Pseudomonas


aeruginosa. Seftazidim digunakan secara primer pada terapi infeksi Pseudomonas aeruginosa.
Pseudomonas aeruginosa sering kali merupakan flora normal yang melekat pada tubuh
kita dan tidak akan menimbulkan penyakit selama pertahanan tubuh normal. Karena itu, upaya
pencegahan yang paling baik adalah dengan menjaga daya tahan tubuh agar tetap tinggi. Upaya
pencegahan penularan penyakit pada pasien yang dirawat di rumah sakit dilakukan dengan cara
kerja steril atau aseptis yang dilakukan oleh setiap personil rumah sakit (medis dan paramedis)
dengan penuh rasa tanggung jawab.

Metoda Analisis Identifikasi Pseudomonas Aeruginosa Pada Daging


Keluarga Pseudomonodaceae memberikan reaksi positif pada Test/Uji Katalase dan Test/Uji
Oksidase.
Pseudomonas Aeruginosa menghasilkan pyoverdin ,sebuah pigment kuning kehijauan sampai
kuning kecoklatan yg mudah berdifusi.
Selain pigmen pyoverdin keluarga pseudomonadecea juga menghasilkan pigment phenazine
berwarna biru mudah larut yang bernama pyocyanin.
Pada media agar Pseudomonas Aeruginosa dapat menyebar di permukaan seperti selaput gel
licin yg berbau seperti anggur.
Lingkungan alami pseudomonas Aeruginosa adalah pada suhu 4 36 C, tetapi mereka bisa
tahan sampai suhu 42 C
Pseudomonas suka pada lingkungan yang lembab atau hydrophilic seperti westafel, buahbuahan, air sungai, larutan antiseptic dan air mineral.
Salah satu tempat Favorit Pseudomonas Aeruginosa adalah Mineral Water atau Air Minum
Dalam kemasan terutama yang menggunakan dispenser.
Pseudomonas adalah bakteri opurtunistik, yang berarti hanya menyerang manusia yang tidak
sehat, seperti pada kasus pasien yang terkena luka bakar dan fibrosis.
Peralatan Yang Dibutuhkan

Timbangan
Homogenizer ( Blender atau Stomacher )
Glassware
Inkubator

Oose kawat atau Disposable Oose

Bahan Yang Dibutuhkan

Media Buffered Peptone Water


Media Pseudomonas isolation Agar Base
Pewarnaan Gram
Indol dan Urea

Prosedur
1. Timbang kurang lebih 25 gram sample
2. Masukkan dalam 100 ml Buffered Peptone Water secara aseptis.
3. Homogenkan dan biarkan selama 2 jam. Proses homogensasi bisa dibantu dengan blender atau
stomacher.
4. Inokulasi kedalam Media Pseudomonas Inokulation Agar Base dan biarkan 35-37 C selama
24- 48 jam.
5. Koloni tersangka pseudomonas aeruginosa dalam Pseudomonas Isolation Agar Base berwana
hijau atau biru kehijauan.
6. Lakukan pewarnaan gram pada koloni tersangka. Pseudomonas akan terlihat sebagai batang
gram negatif.
7. Lakukan identifikasi koloni tersangka dengan test indol, urea dan test oksidase.
Pelaporan
Koloni pada Pseudomonas Isolation Agar base berwana hijau kebiruan, Berbentuk batang, Gram
Negatif , indol negarif, tidak memecah urea dan uji oksidase positif.