Anda di halaman 1dari 10

SERANGAN PATOGEN DAN GANGGUAN

TERHADAP PROSES FISIOLOGI


TUMBUHAN

PENDAHULUAN

Penyakit tumbuhan bila ditinjau dari segi biologi


merupakan penyimpangan dari sifat normal, sehingga
menyebabkan tumbuhan atau bagian tumbuhan tidak dapat
menjalankan kegiatan dalam tubuhnya sebagaimana
mestinya. Semua tumbuhan atau bagian tumbuhan yang
menyimpang dari sifat biasanya, maka tumbuhan atau
bagian tumbuhan tersebut disebut sakit. Penyakit tumbuhan
bila ditinjau dari segi ekonomi adalah ketidakmampuan
tumbuhan untuk memberikan hasil yang cukup kuantitas
(jumlah) ataupun kualitasnya (Semangun, 2001).

PENDAHULUAN

Penyebab penyakit
Tumbuhan
Rentan

Penyakit

Penyakit yang
menginfeksi
(Virulen)

Lingkungan

PENDAHULUAN
Menurut Yunasfi (2008), kejadian-kejadian utama yang
terjadi dalam suatu siklus penyakit adalah
Inokulasi
merupakan terjadinya kontak antara patogen dengan
tumbuhan.
Penetrasi
dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu penetrasi
langsung melalui permukaan yang utuh, melalui luka, dan
melalui lubang-lubang alami.
Infeksi
Infeksi adalah proses saat patogen melakukan kontak
dengan sel atau jaringan tumbuhan yang rentan dan
mendapatkan makanan dari tumbuhan tersebut
Penyerangan (invasi).
Pertumbuhan dan reproduksi

Pembahasan
Gangguan Fisiologis merupakan ketidak normalan fungsi fisiologis yang
disebabkan oleh penyebab penyakit (Patogen).

Serangan
patogen

serangan patogen akan


menyebabkan fungsi fisiologis
tumbuhan menjadi tidak normal

Fungsi
Fisiologis

Fotosintesis
Respirasi
Metabolisme
N&P

Gangguan
Fotosintesis
Klorosis

Fotosintesis
Menurun

Patogen
Bercak
Daun

Infeksi patogen dapat menyebabkan klorosis akibat perubahan


fungsi kloroplas. Bercak daun mempengaruhi laju asimilasi dan
fotosintesin menurun, karena permukaan berkurang. Hal inilah
yang menyebabkan aktivitas sel terhenti akhirnyanya tanaman mati

Tanaman
Mati

Gangguan Respirasi

Respirasi (pernafasan) adalah suatu proses dimana sel melalui


oksidasi (pembakaran) yang dikendalikan secara enzimatik terhadap
karbohidrat dan asam lemak berenergi tinggi, membebaskan energi dalam
bentuk yang dapat digunakan untuk berlangsungnya berbagai proses
seluler (Yunasfi, 2008).
Proses respirasi dapat mengakibatkan terjadinya perubahan
katabolisme glukosa. Perubahan terjadi pada lintasan pentosa posfat pada
jaringan yang diparasit oleh fungi, virus dan bakteri. Perubahan ini adalah
tidak spesifik tergantung pada tipe luka, umur, stress yang
mempengaruhi terjadi infeksi
Tumbuhan pada saat diinfeksi patogen, umumnya laju respirasi
meningkat, berarti jaringan terserang patogen menggunakan cadangan
karbohidratnya lebih cepat dibanding dengan jaringan yang sehat

Gangguan Metabolisme N

menyebabkan terjadinya defisiensi N


yang dapat membatasi pembesaran sel dan
pembelahan sel, dimana pertumbuhan kerdil,

dan kuning, terutama di bagian-bagian tanaman


yang lebih tua. Gangguan pertumbuhan ini
dapat menyebabkan penimbunan gula dan

menyebabkan jaringan basal berubah warna


menjadi ungu karena pembentukan antosianin.

Gangguan Metabolisme P
Patogen

defisiensi P

menghambat
pembentukan organ
dan secara
keseluruhan dapat
menghambat
pembentukan
pertumbuhan
tanaman.

daun berwarna hijau


gelap atau hijau
kebiru-biruan.
Tanaman kerdil,
jumlah daun dan
panjang akan
berkurang, terjadi
penimbunan gula.
Dan asam nukleat
tidak terbentuk
dengan baik

KESIMPULAN

serangan dan gangguan patogen pada tumbuhan dapat menyebabkan


terganggunya proses fisioligis tumbuhan. Gangguan fisiologis tersebut
dapat berupa terganggunya proses fotosintesis, terganggunya proses
respirasi, dan terjadi perubahan-perubahan fisiologis pada tumbuhan
sakit apabila metabolisme N dan P nya terganggu. Gangguan fisiologis
ini akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam pertumbuhan dan
perkembangan pada tumbuhan.