Anda di halaman 1dari 24

JAMUR PARASIT PADA

TANAMAN
KELOMPOK 3:
CHOMISATUT THOYIBAH
ELVI NURAINI
FERNI LIA AGUSTINA
IIF FITROATUL MAHMUDAH
SUGI HARTONO
BEBERAPA CONTOH JAMUR PARASIT DARI
TANAMAN INANG
1. Pythium sp.
Spesies ini menyerang berbagai jenis tanaman.

Gejala ditandai dengan hipokotil yang semula sehat, berwarna jernih


kemudian berubah menjadi pucat karena kerusakan klorofil. Jamur ini
dapat menyebar dengan luas apabila lingkungan tempat tumbuh tanaman
terlalu panas disertai dengan drainase yang buruk.
2. Colletotrichum gloeisporoides
Dapat menyebabkan penyakit antraknosa pada tanaman misalnya
tanaman cabai.

Gejala terlihat oleh adanya ciri berupa bercak bulat panjang,


berwarna merah kecoklatan, dengan meninggalkan sepanjang bercak
luka dan pada kondisi yang kronis, daun akan mengering kemudian gugur.
3. Cercospora anthurii
Dapat menyebabkan penyakit bercak daun dan contoh tanaman yang
diserang salah satunya adalah anthurium atau kuping gajah.

Gejala dapat berupa bercak-bercak klorosis berwarna kuning,


berbentuk bulat dan berukuran kecil. Bercak-bercak itu kemudian akan
saling menyatu, membentuk bercak berukuran besar yang tidak teratur.
Penyebaran bercak yang semakin meluas dapat menyebabkan seluruh
permukaan daun Anthurium menjadi berwarna kuning dan mengalami
kerontokan.
4. Plasmodiophora brassicae
Menyerang tanamn kubis-kubisan dan dapat menyebabkan penyakit akar
gada.

Gejala Ditandai dengan pembengkakan pada bagian akar.


Pembengkakan pada jaringan akar dapat mengganggu fungsi akar seperti
translokasi zat hara dan air dari dalam tanah ke daun. Akibatnya,
tanaman menjadi layu, kerdil, kering dan akhirnya mati.
5. Aspergillus spp
Menginfeksi biji jagung (Aspergillus flavus)

Gejala ditandai dengan adanya cendawan berwarna hijau. Infeksi


A. flavus pada daun menimbulkan gejala nekrotik, warna tidak normal,
bercak melebar dan memanjang, mengikuti arah tulang daun. Bila
terinfeksi berat, dan berwarna coklat kekuningan seperti terbakar.
6. Pyricularia oryzae
Dapat menyebabkan penyakit blas yang menyerang pada tanaman padi.

Gejala Infeksi patogen juga dapat terjadi pada bagian buku tanaman
padi yang menyebabkan batang patah dan kematian yang menyeluruh
pada batang atas dari buku yang terinfeksi.
7. Phytophthora capsici
Penyakit yang disebabkan oleh jamur ini adalah penyakit busuk pangkal
batang.

Gejala berupa kelayuan tanaman secara mendadak (daun tetap


berwarna hijau) akan nampak apabila terjadi serangan patogen pada
pangkal batang. Pangkal batang yang terserang menjadi berwarna hitam,
pada keadaan lembab akan nampak lendir yang berwarna kebiruan.
Mekanisme Infeksi Jamur Pada Tanaman

Mekanisme infeksi jamur dilakukan dengan penetrasi. Beberapa


mekanisme penetrasi yang dilakukan jamur untuk dapat menginfeksi
inangnya, yaitu penetrasi jamur melalui lubang alami, luka atau langsung
dengan merusak dinding sel.
Penetrasi jamur melalui lubang alami (stomata)

Penetrasi yang dilakukan oleh


jamur melalui lubang alami
yang ada pada inang yaitu
melalui lubang stomata yang
terdapat pada daun atau buah.
Selain itu, jamur juga dapat
melakukan penetrasi melalui
lentisel dan lubang alami
lainnya yang ada pada
tanaman inang.
Penetrasi jamur melalui luka pada tanaman inang

Penetrasi yang dilakukan oleh jamur


melalui luka yang ada pada tanaman.
Luka pada tanaman dapat disebabkan
oleh faktor abiotik (lingkungan) maupun
faktor biotik (serangan hama). Gambar
disamping merupakan contoh luka yang
disebabkan oleh faktor abiotik, terlihat
bahwa jamur melakukan penetrasi
melalui garis yang terbentuk dari
rekahan jaringan luar pada tanaman.
Penetrasi jamur dengan mendegradasi dinding sel
tanaman

Penetrasi yang dilakukan secara


langsung oleh jamur dengan cara
mensintesis enzim pendegrasi
dinding sel tanaman. Dengan
enzim tersebut, jamur
mendegradasi dindng sel tanaman
sehingga kecambah dari jamur
dapat melakukan penetrasi
kedalam inang. Enzim degradsi
yang dapat disintesis oleh jamur
seperti kutinase, pektinase,
selulase, dan lain sebagainya.
Mekanisme Ketahanan Tanaman

Menurut Agrios (1997) ketahanan tanaman dapat bersifat


pasif yang terbentuk tanpa rangsangan dari patogen atau
aktif yang yang penyandinya diimbas oleh serangan
patogen, melibatkan mekanisme struktural dan biokimia

Tumbuhan memiliki berbagai mekanisme untuk


melindungi diri dari berbagai infeksi patogen tanaman
yang berpotensi merusak, antara lain dengan
mensintesis berbagai protein yang menghambat
perkembangan patogen
Mekanisme ketahanan pasif pada tanaman

Ketahanan pasif merupakan bentuk ketahanan tanaman yang telah


ada sebelum patogen melakukan penetrasi. Bentuk ketahanan pasif
dapat berupa ketahanan struktural maupun ketahanan biokimia.
Bentuk ketahanan pasif struktural dapat berupa lapisan lilin dan
kutikula serta lapisan epidermis sedangkan bentuk ketahanan pasif
biokimia dapat berupa sintesis senyawa anti-mikroba maupun
penghambat (inhibitor) yang dihasilkan tanaman.
Ketahanan pasif struktural
Ketahanan pasif biokimia

Ketahanan pasif biokimia dapat berupa sintesis senyawa anti-mikrobia


dan penghambat (inhibitor) yang dihasilkan oleh tanaman. Tanaman
selama tumbuh dan perkembangannya menghasilkan senyawa
organik, eksudat akar, senyawa gula, asam amino, asam organik, dan
enzim. Senyawa-senyawa tersebut merupakan nutrisi bagi
pertumbuhan dan perkembangan beberapa organisme saprofit dan
bersifat sebagai senyawa penghambat bagi beberapa organisme
parasit seperti senyawa eksudat yang dihasilkan oleh tanaman.
Mekanisme ketahanan aktif pada tanaman
Mekanisme ketahanan aktif struktural

1. Pembentukan papilla (lignituber)

Pembentukan papilla merupakan suatu bentuk ketahanan tanaman


terhadap penetrasi patogen. Pada dinding sel, lignin terdapat dalam
lamela tengah, dinding sel primer dan sekunder (Akai & Fukutomi,
1980). Penggabungan lignin ke dalam dinding sel tanaman
memberikan kekuatan mekanik dan memungkinkan dinding sel lebih
tahan terhadap degradasi enzim patogen (Goodwin & Mercer, 1990).
Dinding sel yang terlignifikasi merupakan penghalang yang dapat
mencegah pergerakan hara sehingga patogen dapat mengalami
kelaparan (starvation). Prekursor lignin berpengaruh toksik pada
patogen.
2. Pembentukan suberin

Pembentukan suberin memiliki fungsi seperti pembentukan jaringan


lignin yaitu untuk mengisolasi patogen pada jaringan sakit sehingga
tidak menyebar ke jaringan yang sehat. Jaringan suberin sangat
kompak sehingga dapat menghambat penetrasi patogen secara
struktural.
3. Tilosis

Tilosis merupakan pembesaran sel-sel pada jaringan xilem. Sel-


sel pada xilem yang membesar akan menutupi pembuluh
sehingga menghambat distribusi inokulum. Pada prinsipnya sama
seperti bentuk ketahanan struktural yang lain yaitu untuk
mengisolasi inokulum sehingga tidak menyebar ke jaringan yang
sehat.
4. Pembentukan lapisan absisat

Lapisan absisat merupakan lapisan yang terbentuk pada daun atau


buah yang telah matang. Lapisan absisat ini juga merupakan
mekanisme ketahanan. Daun atau buah yang telah tua akan gugur
dan akan meninggalkan luka, namun lapisan absisat akan
melindungi luka yang terbentuk sehingga tidak menjadi jalur
penetrasi bagi patogen.
5. Deposisi Gum

Gum akan terbentuk dengan cepat dan mengisi ruang-ruang yang


ada antar sel sehingga menghambat patogen untuk tumbuh dan
berkembang. patogen yang tidak dapat tumbuh dan perkembang
akan mati.
Mekanisme Ketahanan Aktif Biokimia

Ketahanan aktif biokimia merupakan mekanisme ketahanan


terakhir tanaman terhadap serangan patogen. Ketahanan
biokimia bekerja dengan cara menghambat atau merusak
patogen secara enzimatis. Mekanisme ketahanan aktif biokimia
dapat berupa pembentukan senyawa racun, fenol, phytoaleksin,
sintesis protein baru, inaktif enzim dan racun, perubahan
mekanisme biosintesis