Anda di halaman 1dari 26

Sampurasun... para Kadhang Silat dan para Sahabat Silat.

Ijinkan saya silaturahmi dengan para sahabat silat semua dan bila ada kata dan
sapa yg tdk berkenan moho hampura.
Di sini saya sangat senang sekali bisa bersilaturahmi dan bertukar pikiran dalam
mengulas warisan leluhur kita yaitu Pencak Silat yang sangat indah dengan
kelembutannya namun mengandung kekuatan yg hebat.
Di masyarakat Jawa khususnya dan Indonesia umumnya Pencak Silat merupakan
sebuah pusaka yang harus di jaga dan di lestarikan..sehingga terjaga ke
Asliannya dan tidak terkotaminasi oleh beladiri import.
Filosofi Pencak Silat itu sendiri bagi masyarakat mengandung falsafah hidup bila
digali dan dihayati merupakan teladanan dari para leluhur kita yang diwariskan
kepada kita.
Marilah kita mengkaji lebih dalam arti Pencak Silat itu sendiri. Pencak Silat dalam
masyarakat Jawa khususnya memberikan makna hidup yang dalam. PEN yaitu
ngePENke yang artinya bersungguh-sungguh, CAK yaitu ngeCAKe yang berarti
mengamalkan, SI yaitu iSI yang berarti muatan atau makna, LAT yaitu ilat (lidah)
atau ucapan.
PENCAK SILAT berarti ngepenke, ngecake isining ilat, yang mempunyai makna
kita harus bersungguh-sungguh dalam mengamalkan semua ucapan yang telah
terucap. Di sinilah Pencak Silat menitik beratkan pada rasa tanggung jawab kita
dalam berucap untuk selalu berbuat.
Apabila kita sudah bisa mengamalkan arti Pencak Silat maka kita layak disebut
PENDEKAR yang mempunyai filosofi ngePENke, SumenDe KARsaning Pangeran
(Allah).
Seorang pendekar haruslah selalu ngepenke (sungguh-sungguh), sumende
(bersandar), karsaning Pangeran (Kehendak Illahi). Jadi seorang pendekar
bukanlah seorang jago dalam olah kanuragan dan mempunyai sifat Adigang,
Adigung, Adiguna, namun seorang pendekar adalah orang yang mempunyai rasa
tanggung jawab dalam semua ucapan dan tindakan karena kehendak Tuhan.
Memang dalam Pencak Silat banyak falsafah yg bisa digali, itulah sebabnya
seorang pendekar dituntut dalam berucap dan berperilaku. Nenek moyang kita
menciptakan pencak silat melalui proses pengkajian dan pembabaran yang
panjang, karena dalam pencak silat mengandung makna dan tujuan hidup agar
kita bisa bertahan untuk hidup, itu sebabnya di sebut Bela Diri.
Sebelum seseorang baru belajar Pencak Silat harus mempelajari pelajaran dasar
dulu, disinilah seorang guru meletakan dasar akhlak dan sendi-sendi Pencak Silat
agar selalu mengalir sesuai hembusan napas dan aliran darah.
Dan sebelum seorang menjadi Pendekar harus mempelajari jurus dasar, yang di
sini kita akan mengerti mengapa dalam Pencak Silat nenek moyang kita dalam
dasar silat menamakan jurus?
Karena Jurus ada falsafah dan maknanya untuk mencapai tujuan hidup, yaitu
Jujur dan luRus, pengertian Jurus adalah:
1. Jujur seorang Pendekar dituntut Jujur dalam perkataan dan perbuatan,berani
mengakui kesalahan dan menegakkan kebenaran.
2. LuRus seorang Pendekar hars berperilaku lurus dalam menjalani tatanan
kehidupan.
Bila seseorang Pendekar sudah mengerti makna dan tujuan jurus maka akan
menjadi terasah kepekaan dirinya, yaitu yang dinamakan Olah Rasa.
Dari Rasa yang telah terolah akan muncul suatu kepercayaan diri yang kuat dan
dapat memahami apa itu hidup, makna hidup, dan tujuan hidup.
Kalau Pencak Silat terus digali akan maknanya maka akan kita temukan
pelajaran yang luhur yang merupakan warisan falsafah dari para leluhur kita.
Oleh sebab itu marilah kita lestarikan warisan yang luhur ini agar bisa mendidik
anak cucu kita agar berbudi pekerti yang luhur sesuai harapan para leluhur.

Dalam tulisan ini akan dicoba untuk menggali kawruh yang merupakan kaedah
yang terkandung dalam warisan budaya leluhur yaitu Pencak Silat.
Kita menyadari bahwa manusia diciptakan begitu sempurna oleh Sang Pencipta
dengan wadah raga disertai pikiran dan rasa. Di sinilah nilai Pencak Silat mulai
diajarkan dari pengolahan dan pengasahan raga agar terbentuk jasmani yang
kuat.
Dalam jasmani atau raga yang kuat akan memberikan kontribusi yang positif
dalam pikiran, sehingga pikiran mempunyai kekuatan dalam cipta serasi dalam
raga dan irama. Bila itu tercapai akan terbentuk cipta dalam rangkaian gerak
raga yang berirama. Di sinilah Pencak Silat menampakkan seninya, dan
memberikan makna hidup yang dalam, yaitu kita harus hidup sesuai dengan
irama Illahi. Karena dalam irama hidup sudah digariskan sesuai kodratnya dan
takdirnya masing-masing.
Dalam pemahaman di atas akan memberikan dorongan karsa dalam hati, untuk
bisa memberikan rasa betapa Kuasa Illahi menyentuh dasar hati kita. Di sinilah
rasa itu di olah agar selalu bisa bersentuhan dengan Sang Pencipta.
Begitu luhur nilai dan makna yang terkandung dalam Pencak Silat yang
merupakan warisan budaya yang adi luhung yang memberikan pembelajaran
bagi kita dalam hidup agar supaya kita bisa memahami Kehendak Illahi.
Dari sinilah kita bisa menggaris bawahi dalam kaidah dan nilai-nilai yang ada
dalam Pencak Silat adalah Penyatuan Raga, Cipta, Rasa dan Karsa untuk bisa
menyentuh kehendak Sang Pencipta.
Sayang sekali bila warisan budaya Pencak Silat yang sarat dengan ajaran yg
luhur tidak dilestarikan. Dan begitu nistanya bila kita harus belajar dari bangsa
lain karena telah mengklaim dan mematenkan Pencak Silat,padahal dulunya
belajar dari kita. Itu bisa terjadi bila bangsa ini sudah tidak ada yang perduli
dengan warisan dari leluhurnya.
Memang pada dasarnya beragam adat dan budaya tidak hanya di masyarakat
Jawa saja tapi seluruh suku di seluruh Indonesia mempunyai khasanah dan adat
dengan pemahaman berbeda, tapi tujuannya sama yaitu ada sesuatu yang
tersirat di dalamnya. Inilah yang harus digali dari siratan budaya dan adat
warisan nenek moyang.
Hiduplah dengan Yang Maha Hidup maka diakhir hidup engkau akan
mendapatkan kehidupan.
Filosofi dari Silat Minang yang sangat terkenal: LAHIR silat mencari teman,
BATIN silat mencari Tuhan.

Randai Minangkabau, Jiwa dan Apresiasi Silat dalam Seni

Randai adalah salah satu permainan tradisional di Minangkabau yang dimainkan


secara berkelompok dengan membentuk lingkaran, kemudian melangkahkan
kaki secara perlahan, sambil menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian
secara berganti-gantian. Randai menggabungkan seni lagu, musik, tari, drama
dan silat menjadi satu.
Fungsi Randai sendiri adalah sebagai seni pertunjukan hiburan yang di dalamnya
juga disampaikan pesan dan nasihat. Semua gerakan randai dituntun oleh abaaba salah seorang di antaranya, yang disebut dengan janang.
Randai merupakan suatu teater tradisi yang bersifat kerakyatan. Sampai saat ini,
Randai masih hidup dan bahkan berkembang serta masih digemari oleh
masyarakatnya, terutama di daerah pedesaan atau di kampung-kampung.
Menurut pembagian daerah di Minang disebut Negari.
Teater tradisi bertolak dari sastra lisan, begitu juga Randai bertolak dari sastra
lisan yang disebut: Kaba (dapat diartikan "cerita") BAKABA artinya bercerita. Ada
dua unsur pokok yang menjadi unsur Randai:
Pertama, unsur penceritaan, yang diceritakan adalah kaba, dan
dipaparkan/disampaikan lewat gurindam, dendang dan lagu, yang sering diiringi
oleh alat musik tradisional Minang, yaitu: saluang, rebab, bansi, rebana, atau
yang lainnya.
Kedua, unsur laku dan gerak atau tari, yang dibawakan melalui gelombang.
Gerak tari yang digunakan bertolak dari gerak-gerak silat tradisi
Minangkabau, dengan berbagai variasinya dalam kaitannya dengan gaya silat di
masing-masing daerah.
Randai dalam sejarah Minangkabau memiliki sejarah yang lumayan panjang.
Konon kabarnya ia sempat dimainkan oleh masyarakat Pariangan, Tanah Datar
ketika mesyarakat tersebut berhasil menangkap rusa yang keluar dari laut.
Randai dalam masyarakat Minangkabau adalah suatu kesenian yang dimainkan
oleh beberapa orang dalam artian berkelompok atau beregu, dimana dalam
Randai ini ada cerita yang dibawakan, seperti cerita Cindua Mato, Malin Deman,
Anggun Nan Tongga, dan cerita rakyat lainnya. Randai ini bertujuan untuk
menghibur masyarakat yang biasanya diadakan pada saat pesta rakyat atau
pada hari raya Idul Fitri.
Pada awalnya Randai adalah media untuk menyampaikan kaba atau cerita rakyat
melalui gurindam atau syair yang didendangkan dan galombang (tari) yang
bersumber dari gerakan-gerakan silat Minangkabau. Namun dalam

perkembangannya, Randai mengadopsi gaya penokohan dan dialog dalam


sandiwara-sandiwara, seperti kelompok Dardanela.
Randai ini dimainkan oleh pemeran utama yang akan bertugas menyampaikan
cerita, pemeran utama ini bisa berjumlah satu orang, dua orang, tiga orang atau
lebih tergantung dari cerita yang dibawakan, dan dalam membawakan atau
memerankannya pemeran utama dilingkari oleh anggota-anggota lain yang
bertujuan untuk menyemarakkan berlansungnya acara tersebut.
Kehidupan budaya masyarakat minagkabau, dapat tercermin dari pertunjukkan
Randai, baik dialog yang diucapkan yang penuh dengan pantun dan syair serta
prosa liris yang berupa untaian bait yang masing-masing bait umumnya terdiri
dari empat baris, dua baris berisi sampiran, sedangkan dua lainnya berisi
maksud yang sebenarnya. Dalam pertunjukkan Randai hal itu meskipun tidak
terlalu ketat namun masih terasa bahwa mereka menyadari perlunya bait-bait
tersebut untuk menjaga irama-irama pertunjukkan agar sesuai dengan gurindam
dan dendang yang ada.
Karena sifatnya yang liris, yang terikat dengan jumlah suku kata dan adanya
sajak, syair, pantun, maka kaba selalu didendangkan. Didalam Randai bagianbagian cerita yang didendangkan inilah yang disebut gurindam. Gurindam dan
tari yang bersumber dari gerak silat inilah yang menjadi ciri khas Randai sebagai
Teater Tradisi Minang.
Referensi:
http://minangkabauku.wordpress.com/2005/06/08/randai-sebuah-keseniandaerah-dari-minangkabau/
http://id.wikipedia.org/wiki/Randai
http://id.shvoong.com/social-sciences/1701160-randai-seni-tradisi-minangkabau/
http://www.youtube.com

Aliran dan Perguruan Silat di Indonesia

HASDI (Himpunan Anggota Silat Dasar Indonesia) - didirikan oleh Bapak


RS. Hasdijatmiko pada tahun 1961, yang berpusat di Jember Jawa Timur,
merupakan perguruan silat yang mengembangkan tekhnik gerak silat cepat
dan lugas.
PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) didirikan oleh Ki Hajar Harjo Utomo
di Desa Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Madiun pada tahun 1922,
merupakan perguruan silat yang mengajarkan kesetiaan pada hati sanubari
sendiri yang bersandarkan pada Tuhan Yang Maha Esa. Perguruan ini
mengutamakan persaudaraan dan berbentuk sebuah organisasi.
Silat Perisai Diri teknik silat Indonesia yang diciptakan oleh Pak Dirdjo
(mendapat penghargaan pemerintah sebagai Pendekar Purna Utama) yang
pernah mempelajari lebih dari 150 aliran silat nusantara dan mempelajari
aliran kungfu siauw liem sie (shaolin) selama 13 tahun. Teknik praktis dan
efektif berdasar pada elakan yang sulit ditangkap dan serangan perlawanan
kekuatan maksimum. Saat ini merupakan silat yang paling dikenal dan banyak
anggotanya di Australia, Eropa, Jepang dan Amerika Serikat, lihat pula: Perisai
Diri Cabang Bandung
Silat Riksa Budi Kiwari, perguruan ini didirikan oleh Pak Ujang Jayadiman
pada tahun 1982 di Bandung. Meskipun usia perguruan ini tergolong masih
muda, namun telah mencetak banyak atlet-atlet berprestasi baik di tingkat
nasional maupun internasional.
Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria, organisasi pencak silat
bernafaskan agama Katolik, didirikan oleh 7 dewan pendiri, termasuk Rm.
Hadi,Pr. dan Rm. Sandharma Akbar,Pr.
Pencak Silat Siwah, aliran silat asli yang berasal dari daerah Nanggroe
Aceh Darussalam yang memadukan empat aliran asli Aceh yaitu: Peureulak,
Aceh Besar (Keudee Bing-Lhok Nga), Pasee, dan Pidie.
Silat Merpati Putih, perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong (PPS
Betako).
Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, organisasi pencak silat yang
menjadi wadah pendekar-pendekar yang berada di
lingkungan Muhammadiyah.

Silat Zulfikari, ajaran bela diri dari Tariqat Qadiri Rifai.


Pukulan Bongkot, suatu aliran silat ... (?)
Pencak Silat Sharaf (Silat Mubai), merupakan aliran silat modern yang
benar-benar agresif. Menekankan pengajaran pada pertarungan tangan
kosong, pisau, bagaimana cara mengatasi senjata api dan gulat.
Silat Hikmatul Iman Indonesia, perguruan beladiri yang didirikan oleh
Dicky Zainal Arifin. Merupakan aliran silat tersendiri tanpa pengaruh dari aliran
manapun.
Silat Elang Putih - perguruan beladiri yang bertempat di Bogor).
Merupakan aliran silat yang terdiri dari gabungan pencak silat aliran di Jawa
Barat.
Pusaka Sakti Mataram Lakutama PPS Inti Ombak - perguruan pencak silat
yang mengaju pada zaman mataram jogja dan bercampur dengan aliran
madura berkembang dengan tujuan pelestarian budaya bangsa.
Pencak Silat Pertempuran, aliran silat yang terdiri dari gabungan beberapa
aliran, terutama Pencak Silat Pamur dan Silat Sterlak. Pengaruh silat IndoMelayu lainnya termasuk: Seni Bela Diri Silat Jati Wisesa dan Raja Monyet
Silat.
Pencak Silat Gerakan Suci, merupakan pengembangan dari Pencak Silat
Mande Muda
Pencak Silat Tri Bela, merupakan gabungan dari tiga aliran Pencak Silat,
IPSI, dan dua aliran tradisional. Tri Bela adalah perguruan pencak silat olah
raga dan kesehatan yang merupakan sebuah unit kegiatan di IKIP Padang
(Fakultas Pendidikan Olah Raga).
Pencak Silat Maung lugay (harimau manggariak), merupakan perguruaan
yang berasal dari Jakarta Utara tepatnya di Rawa Badak yang sekarang di
buka cabangnya di Padang juga Pasaman (Sumbar) yang mana gurunya
adalah Adrisman.

Riau-Siak
Perguruan Pencak Silat Mutiara Panca Rasa. Ilmu-ilmu yang dipelajarinya adalah
ilmu agama Islam serta ilmu pencak silat aliran Pengian dan ilmu pencak silat
aliran Minangkabau serta ilmu pencak silat aliran Gerak Pengelat yang dijaga
keasliannya walaupun sudah mengalami perubahan sesuai keadaan zaman.
Bertitik tolak dari sisi dan jiwa amanat sang guru kepada putranya yaitu Tengku
Fuad Al-Zakiyat Azhar di suatu senja latihan. Berbekal ilmu pencak silat dan
agama yang diperoleh langsung dari guru-gurunya dan setelah mendapat
mandat secara gaib ( berupa bayang bayang ) dari ayahandanya Datuk Panglima
Bahroem Azhar, yang isinya: Saat ini aku merasa ada harapan meneruskan ilmu
yang kumiliki ini kepadamu. Akan tetapi bukan berarti sampai di sini tugasmu!
Mulai saat ini kita harus memberanikan diri mengamalkan ilmu tersebut demi
kepentingan orang banyak. Artinya, ilmu ini tidak hanya diturunkan kepada
keluarga saja, melainkan dikembangkan juga untuk kepentingan masyarakat.
Sejak itu, disusunlah suatu bentuk organisasi yang merupakan wadah
keanggotaan dengan nama Perguruan Pencak Silat Mutiara Panca Rasa, dengan
Doktrin Perguruan yaitu Mutiara Panca Rasa, yang merupakan kepanjangan dari:
Menyerang Tanpa Tentara, Berperang Tanpa Senjata, Menang Tanpa Pujian,
Berjuang lillahi Taala, yang bermakna: Jadilah dirimu Engkau adalah dirimu
sendiri. Dan takut kepada Allah, selalu waspada serta ingat: Di atas Langit
Masih Ada Langit! Artinya: Kalau ada orang yang mengaku pandai masih ada
orang yang lebih pandai lagi.
Minangkabau

Di Ranah Minangkabau, istilah pencak silat memiliki dua pengertian. Untuk


beladiri, masyarakat Minangkabau hanya menyebut istilah silek (silat),
sedangkan pencak (pancak, mancak) digunakan untuk pertunjukan silat yang
lebih mementingkan aspek keindahan atau disebut juga dengan silat seni.

Silat Tuo - Aliran silat yang dianggap paling tua yang turun dari daerah
Pariangan, Padang Panjang, tapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwa
silat ini mulanya dikembangkan oleh Tuanku Nan Tuo, salah seorang anggota
Harimau Nan Salapan atau golongan paderi. Jika pendapat ini diterima, maka
"Silat Tuo" di Minangkabau terinspirasi dari gerakan binatang seperti harimau,
buaya dan kucing.

Silat Bungo - salah satu aliran silat Minang yang menekankan gerak pada
aplikasi seni pencak silat, silat ini bukan untuk bertempur, melainkan untuk
peragaaan di acara-acara adat atau acara formal lain.

Silat Sitaralak, Sterlak, Starlak - aliran silat keras dan kuat dari
Minangkabau, dikembangkan oleh Ulud Bagindo Chatib (1865) dari Kamang
(dekat Bukittinggi), Kabupaten Agam, berkembang sampai ke wilayah
Sawahlunto. Ada pendapat yang mengatakan bahwa aliran ini dirancang untuk
menghadapi gerakan Silat Tuo. Gerakan Silat Tuo terinspirasi dari gerakangerakan binatang seperti harimau, kucing, dan buaya. Karakter khas silat jenis
ini adalah menyerang disaat lawan akan menyerang. Silat ini menyebar dan
berkembang di Malaysia dan terus ke Amerika.

Silat Kumango - salah satu aliran silat di Minangkabau yang dikembangkan


oleh Syeikh Kumango, dari nagari Kumango, Batusangkar, Kab. Tanah Datar

Silat Kota Anau - aliran silat daerah Koto Anau, Solok yang merupakan
daerah pertahanan Minangkabau di masa dahulunya yang menghubungkan
antara Pagaruyung sebagai pusat kerajaan dan Bayang, Pesisir Selatan .

Silat Pauah (Pauah) - aliran silat di Minangkabau yang berasal dari


kampung Pauah, Kota Padang. Silat ini adalah silat termuda dan ada yang
menganggap merupakan sari atau kompilasi (gabungan) dari hampir semua
aliran silat yang ada di Minangkabau, silat ini khusus untuk berperang, sebab
di Pauah, Padang merupakan salah satu basis perjuangan masyarakat
Minangkabau melawan penjajah di masa dahulunya.

Silat Harimau - salah satu aliran silat di Minangkabau yang menekankan


pada permainan bawah.

Silat Buayo (Buaya) - aliran silat di Minangkabau yang terinspirasi dari


gerakan buaya, bermain rendah, aliran ini berkembang di Pesisir Selatan.

Silat Pangian - awalnya berasal dari wilayah Lintau dan sekitarnya yang
dimiliki petinggi kerajaan Minangkabau. Silat ini berkembang di rantau
Minangkabau, Kuantan, Propinsi Riau

Silat Duduk - salah satu aliran silat yang menekankan bermain silat dalam
keadaan duduk atau rendah, namun silat duduk bisa juga memiliki pengertian
lain, bahwa di sini murid tidak berlatih silat secara fisik, namun
mengembangkan nalar dan logika.

Silat Sabandar - adalah silat yang berasal dari daerah Pagaruyung,


Sumatera Barat, namun dikembangkan di Kampung Sabandar, Karangtengah,
Cianjur.

Silat Buah Tarok - salah satu aliran silat di Minangkabau yang berasal dari
Bayang, Pesisir Selatan. Salah satu peguruannya ada di Aur Duri Padang
dengan nama peguruan Salimbado-Buah Tarok, dibawah asuhan Emral Djamal
Datuak Rajo Mudo. Silat Buah Tarok ini dikenal juga dengan Silek Sitaralak
Baruah oleh masyarakat di kawasan Maninjau yang dahulunya diajarkan oleh
Udo Tunang.

Silat Pakiah Rabun - berkembang di daerah Alam Surambi Sungai Pagu


(lihat Silat Luncua)

Silat Gajah Badoroang - berkembang di wilayah Kabupaten


Sawahlunto/Sijunjuang.
Silat Luncua (Luncur)- yang dikembangkan oleh Pakiah Rabun berkembang
di daerah Alam Surambi Sungai Pagu, Kabupaten Solok.
Silat Gaib, suatu aliran silat yang bisa memainkan gerakan silat milik
peguruan orang lain darimana saja.
Silat Sunua dari Pariaman.
Silat Ulu Ambek dari dari daerah Pariaman.
Silat Tiang Ampek, termasuk silat tuo yang berkembang keluar dari
Batipuh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, waktu perang Batipuah
melawan Belanda setelah Perang Paderi. Dulu berkembang di Palembayan,
Simpang Batuhampar, Piladang, Tanjuang Alam Agam, Simarasok, Padang
Tarok, Tanjuang Alam Tanah Datar dan Tabek Patah. Silat tuo ini waktu
pengembangan banyak di surau-surau yang guru-guru tuanya pengikut tarikat
(Satariah ??? belum pasti, tetapi di dalam doa/tawasul, mereka menyebut
Syech Burhanudin/Aba Burhan) Silat ini bukan silat yang indah gerakannya
tetapi silat praktis. Di daerah-daerah yang tersebut di atas cara-cara
pengajarannya berbeda-beda:
o
ada yang silat saja yang urutan-urutannya tergantung guru
mengajar;
o
ada yang diajarkan dikalangan terbatas dengan pelajaran selain
silat juga agama, adat, pengobatan. Silat ini diajarkan sesudah bulan
Ramadhan istrahat sebelum Ramadhan (7 x 40 hari atau 9 bulan 10 hari.
Silat dengan cara ke-dua di atas itu sendiri ada 4 tingkatan:
1)
Maapa langkah jo sambuik (menghapal langkah dan sambut);
2)
Manyambuang langkah jo sambuik (menyambung langkah dan
sambut);
3)
Bagaluik (gelut);
4)
Maambiak raso (mengambil rasa, kira-kira sama dengan silat
ghaib). Tingkat empat ini babiliak ketek (murid terpilih diajar khusus)
dalam ilmu bathin (gumam bathin). Saat ini perguruan ini sudah jarang
terdengar karena umum tumbuh di lingkungan terbatas.
Silat Balubuih, merupakan silat yang dikembangkan oleh Syech Balubuih
di Negeri Balubuih Kabupaten Lima Puluh Kota. Syech Balubuih dan Syech
Kumango pernah sama-sama menimba ilmu agama dan tarikat kepada Syech
Abdurahman di Batu Ampar Kabupaten Lima Puluh Kota (dulunya dinamakan
Luhak Lima Puluh Koto).
Silat Sungai Patai, Silat yang berkembang di Nagari Sungai Patai Tanah
Datar.
Silat Lintau, Berasal dari daerah Lintau Buo Kab.Tanah Datar, Sumatera
Barat. Silat ini merupakan silat yang terkenal di Minangkabau, dengan dasar
Lahkah Ompek (Langkah Empat) dan ada juga dengan Langkah Duo
Boleh(Dua Belas). Silat lintau memili guru silat di hampir 9 koto (daerah) di
lintau yang masing-masingnya memiliki gaya tersendiri namun tetap
berdasarkan langkah yang sama.

Betawi
Silat Cingkrik, salah satu dari 300 aliran silat Betawi, salah satu tokohnya
adalah si Pitung, sekalipun klaim ini belum dapat dibuktikan kebenarannya.
Banyak ditemukan di Rawa Belong, Jakarta Barat, yang masih bertahan
sampai saat ini adalah Cingkrik Goning dan Cingkrik Sinan, keduanya
dinisbatkan pada nama pewarisnya Engkong Goning dan Engkong Sinan.
Karakter teknik beladirinya adalah mengandalkan take down atau bantingan.
Cingkrik Goning misalnya, memiliki 80 teknik take down yang bisa dipelajari

sampai tamat. Pewaris Cingrik Goning sekarang adalah Tb. Bambang


Sudradjat yang melatih di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia.
Silat Silau Macan, salah satu silat Betawi yang berasal dari Condet, Jakarta
Timur. Tokohnya yang terkenal adalah Entong Gendut, pahlawan Betawi yang
melakukan pemberontakan Villa Nova yang terkenal pada tahun melawan
pemerintah Belanda.
Silat Sabeni, silat Betawi, berasal dari daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Anak dari Babe Sabeni bin Chanam (pendiri aliran Sabeni) adalah Babe Ali
Sabeni yang juga seniman sambrah, kesenian betawi. Anak dari Babe Ali
Sabeni yaitu Zulbachtiar Sabeni (cucu Babe Sabeni bin Chanam) saat ini
merupakan pewaris utama ilmu silat aliran Sabeni yang terus dilestarikan
hingga kini (www.sahabatsilat.com). Aliran ini terus berkembangan dan
memberi warna pada aliran silat lainnya di Betawi yang juga dikuasai oleh
Bapak Syuaeb, atau lebih dikenal dengan nama Bang Aeb. Di Jakarta, selain
Bang Zulbachtiar yang merupakan cucu sabeni yang terus melatihkan aliran
Sabeni di Tenabang, juga dikembangkan oleh banyak pihak termasuk yayasan
TIMA (Traditional Indonesian Martial Arts) yang didirikan dan dikembangkan
oleh Adhika Aria Wijaya (yang juga penerus dari Bang Aeb), Raditya Raga
Wijaya (adik dari Adhika), dan Seniman Wijaya (ayah dari Adhika dan Radi).
Silat Tiga Berantai - berasal dari permainan silat tokoh sejarah Jakarta,
Pangeran Jayakarta. Didirikan oleh H. Achmad Bunawar (H.Mamak).
menggabungkan banyak aliran tradisonal lainnya
Silat Gerak Saka - kata Saka diambil dari bahasa Sunda, 'Sakadaekna'
yang berarti sekenanya. Aliran yang satu ini memang mengutamakan
efektivitas dan kesederhanaan gerak sebagai filosofi pertarungannya.
Merupakan pengembangan dari aliran silat tradisional Sunda, Gerak Gulung
Budidaya. Dibawa ke Jakarta oleh Raden Widarma (Oom Wid). Murid Oom Wid,
Muhammad Syafi'i yang akrab dipanggil Bang Pi'i lantas mendirikan perguruan
ini.
Silat Paseban - namanya diambil dari daerah Paseban, Kecamatan Senen,
Jakarta Pusat. M. Soleh adalah pendiri aliran ini.
Silat cimacan adalah salah satu silat aliran betawi yang berasal dari
banten dan dikembangkan di daerah karang tengah lebak, lebak bulus, jakarta
selatan. Guru besar silat cimacan adalah Drs. Ahmad Ramli Topan dan sampai
sekarang masih terus exis.Ciri khas perguruan silat cimacan adalah jurus-jurus
macan.
Silat Si Kilat - aliran silat ini sesuai namanya mengandalkan gerakan
serang yang sangat cepat oleh tangan
Silat Kancing 7 Bintang 12 Naga berenang (Kera Sakti / Si Bunder / Naga
Ngerem )- aliran silat dari Kwitang dibawa oleh Si Gondrong Jagoan Kwitang
Silat Gombel, aliran silat yang tergolong silat tertua di Betawi.
Silat Gelamak, aliran silat Betawi. Nama silat ini diambil dari nama Kong
Gelamak tokoh Betawi kelahiran Senayan.
Silat Beksi, perguruan ini banyak di daerah Jakarta Selatan (Kp Sawah
Petukangan dan Kota Tangerang daerah Kereo Pisangan Ciledug). Nama Beksi
konon berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Bie artinya pertahanan dan Sie
artinya empat, maknanya pertahanan empat penjuru.

Jawa Barat
Silat Cimande - bersama dengan Sera (aliran kera), Pamacan (aliran
harimau) dan Trumbu (pertarungan tongkat) merupakan aliran pencak silat
yang didirikan Embah Kahir di akhir 1700-an di Jawa Barat. Seni ini tetap ada
di beberapa desa yang ada di Sungai Cimande, termasuk desa Tarik Kolot. Kini

ada lebih dari 300 variasi Cimande, termasuk yang ada di Betawi. Si Pitung
juga dianggap mempelajari aliran ini.
Silat Cikalong - aliran pencak silat dari Cianjur dengan tokoh pendirinya H.
Ibrahim atau R. Jaya Perbata, meninggal pada tahun 1908. Tersebar di seluruh
daerah Jawa Barat dan mewarnai beberapa aliran silat di Jawa Barat dan
sekitarnya. Dikenal juga dengan Ulin Maen Po Cikalong, jurus Cikalong
diadaptasi pada beberapa perguruan silat Sunda, seperti Perguruan Silat
Panglipur, Pusaka Siliwangi dan lain-lain.
Silat Riksa Budi Kiwari - Perguruan ini didirikan oleh Pak Ujang Jayadiman
pada tahun 1982 di Bandung. Meskipun usia perguruan ini tergolong masih
muda, namun telah mencetak banyak atlet-atlet berprestasi baik di tingkat
nasional maupun internasional.
Silat Serak, Sera, Syera adalah salah satu aliran silat yang dikembangkan
oleh KH. Raden Sarean di Bogor Jawa Barat. aliran serak ini adalah turunan
dari silat Cimande.
Silat Depokan, aliran ini berasal dari Bogor, melihat ciri khasnya aliran ini
ada hubungannya dengan Cimande dan Serak. pendiri adalah bapak H. Ayub.
Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat, didirikan oleh Abah Andadinata,
merupakan salah satu pelopor perguruan tenaga dalam di Indonesia.
Perguruan Pencak Silat Padjadjaran Nasional - Perguruan Silat yang
merupakan hasil penggabungan Lima aliran Silat Buhun dan berpusat di
Bogor, Pendiri Perguruan Padjadjaran Nasional ialah Bapak TB. Mochamad
Sidik Sakabrata. Perguruan ini mempunyai cabang di berbagai daerah di
Indonesia hingga ke Mancanegara, di antaranya negeri Belanda, yang diketuai
oleh Mr. Eric Bovelander.
Silat Binasatria, perguruan ini berdiri pada tahun 1994 di Cibinong,
tepatnya di MAN Cibinong. Dikembangkan oleh guru besarnya yaitu Bpk.
Zaenudin.

Jawa Tengah dan Yogyakarta

Persatuan Hati (PH) didirikan oleh RM Mangku Pujono (Guru Besar) dan
dibantu oleh para sesepuh lainnya di Yogyakarta pada tahun 1927, ini
merupakan kelanjutan dari perkumpulan "Be United" tahun 1921.

Silat Perpi Harimurti, berasal dari Yogyakarta, didirikan oleh Eyang


Sukowinadi yang berguru pada Gusti Harimurti.

Silat PPS Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih, salah satu perguruan yang
berasal dari Yogyakarta dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia.

Tapak Suci, perguruan silat di bawah ormas Muhammadiyah. Pendirinya


berasal dari Banjarnegara, dan berkembang di kawasan Kauman, Yogyakarta

Pusaka Sakti Mataram Lakutama - perguruan silat yang berasal dari


Yogyakarta, didirikan oleh Ki Poleng Sudamala

Perguruan Pencak Silat Cepedi (Cepat Pembelaan Diri), didirikan pada


tanggal 17 September 1922 di daerah Dagen kawasan Malioboro barat, oleh
Eyang Citra Mangkunagara.

Perguruan Beladiri Sinar Perak, merupakan suatu organisasi kekeluargaan


beladiri yang secara resmi berdiri pada tanggal 24 Desember 1990.

Perguruan Beladiri Garuda Nusantara, didirikan oleh Bapak KH.


Muhammad Thoyyib Sumarko S.Pd pada tahun 1996. Walau tergolong muda,
namun sudah mulai ikut andil dalam kejuaraan tingkat Jawa Tengah maupun
nasional.
Jawa Timur dan Madura
Persaudaraan Setia Hati (SH), diturunkan dari Persaudaraan Sedulur
Tunggal Kecer yg didirikan oleh Eyang Suro dan menurunkan banyak

perguruan silat seperti: PSHT, SH Winanga, SH Putih. Pusat perguruan ini


berdomisili di Madiun, Jawa Timur.
PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) didirikan oleh Ki Hajar Harjo Utomo
tahun 1922 di Pilangbango, Madiun. Perguruan ini berbentuk organisasi dan
lebih menekankan pada rasa persaudaraan. Perguruan ini mempunyai
anggota yang sudah menyebar keseluruh penjuru nusantara, bahkan sampai
keluar negeri di antaranya Malaysia, Singapura, dan Rusia.
HASDI (Himpunan Anggota Silat Dasar Indonesia) yang didirikan oleh
Bapak RS. Hasdijatmiko pada tahun 1961, yang berpusat di Jember Jawa
Timur. Merupakan perguruan silat yang mengembangkan tekhnik gerak silat
cepat dan lugas.
Silat Bawean - silat dari Pulau Bawean, Jawa Timur. Silat Bawean atau
orang Bawean menyebutnya pokolan, merupakan salah satu aliran dari
pencak silat yang merupakan permainan beladiri dan juga sebagai hiburan.
Silat Cempaka Putih - sebelumnya bernama Silat Mardi Anoraga Sakti,
didirikan oleh Eyang Mursid. Tahun 1964 namanya berubah menjadi Pencak
Silat Cempaka Putih yang didirikan oleh Eyang Wagiman (anak Eyang Mursid),
yang juga terkenal dengan silat hadirannya. Pencak Silat Cempaka Putih ini
berdiri Di kecamatan Panekan Kab Magetan, Yang telah mempunyai anggota di
seluruh Indonesia. Serta PSCP ini menjunjung tinggi Persaudaraan Antar
Anggota Sendiri adan seluruh organisasi lain.
Keluarga Persilatan Ki Ageng Pandan Alas, didirikan di kecamatan kare
Madiun Oleh bapak Kustari Adi andaya ( pensiunan AURI) berdiri sejak Pada
tahun 1972. menjadikan para Warga & siswanya menjadi tangan-tangan
Penyelamat.
Persatuan Hati (PH) di Ponorogo, Jawa Timur, yang didirikan oleh Mbah
Trimo
Pagar Nusa (PN) di kediri jawa timur, yang didirikan oleh Gusmaksum.
Merupakan persatuan dari berbagai pencak silat yang bernafaskan agama
islam NU
Silat Cobra, pusat perguruan berada di Pamekasan, Pulau Madura, yang
didirikan oleh Pak Arif Budiman. Perguruan ini telah berkembang ke seluruh
Indonesia, salah satunya di Pontianak.
Persaudaraan Rasa Tunggal, Pencak Silat dan Tenaga Dalam. Didirikan oleh
RM. Sutadi Rakhanta pada tahun 1972 berpusat di Kota Madiun Jawa TImur.
Menekankan pada prinsip budi luhur dan mencari ridho dan keslamatan dari
Allah SWT. Saat ini mempunyai Anggota dan Warga di seluruh Indonesia.
Perguruan Ilmu Seni Bela Keselamatan Syiar Islam (SI) di Tuban, Lamongan
dan sekitarnya, didirikan oleh K. H. Ahmad Muzaini. Perguruan ini merupakan
persatuan dari berbagai perguruan yang bernafaskan ajaran agama islam.
Perguruan Seni Ilmu Beladiri Kung Fu IKS.PI. Kera Sakti berdiri pada
tanggal 15 Januari 1980 di Jl. Merpati No. 45, Kel. Nambangan Lor, Kec
Mangunharjo, Kodya Madiun. Adapun nama dari perguruan ini semula adalah
IKS.PI. yang artinya adalah Ikatan Keluarga Silat "Putera Indonesia" tetapi
ketika perguruan mulai berkembang diberi nama tambahan "Kera Sakti"
dibelakangnya, sebab masyarakat maupun murid murid perguruan lebih
mengenal nama jurus perguruan yaitu teknik jurus keranya daripada nama
asli perguruan. Untuk itu selanjutnya dalam memudahkan pencarian identitas
perguruan sekaligus secara tidak langsung menambah wibawa nama
perguruan maka disebutlah IKS.PI. Kera Sakti.
Sebagai pendiri pertama sekaligus sebagai guru besar dari perguruan ini
adalah Bapak R. Totong Kiemdarto. Oleh guru besar diajarkan pelajaran silat
monyet dan kerohanian untuk memantapkan fisik dan iman dari siswa dan
siswi yang selaras dengan tujuan pembangunan nasional yaitu memujudkan

manusia Indonesia seutuhnya, yang sehat lahir maupun batin dan berjiwa
Pancasila.
Pada mulanya perguruan ini hanya dikenal dilingkungan masyarakat desa
Nambangan Lor saja tetapi pada sekitar tahun 1983 beberapa murid angkatan
I dan II mulai mengembangkan ajaran perguruan dibeberapa tempat, yaitu
SMAN 3 Madiun, Lanuma Iswahyudi dan Dempel. Baru kemudian menyusul
berkembang ditempat lain tidak saja diwilayah eks Karesidenan Madiun tetapi
juga diluar bahkan sampai keluar pulau Jawa.
Kalimantan
Bersilat, silat dari Kalimantan.
Kuntau Banjar, Sendeng Banjar, Sendeng Belalang, Bang'koe (silat
monyet) dari Kalimantan Selatan.

Kuntau Kutai,Kuntau Kilan dari Kalimantan Timur

Cuyusika Bangau Putih - perguruan silat yang menggabungkan 4 jenis


aliran beladiri. Lahir di Banten, berdiri di Banyuwangi dan berkembang di
Pontianak Kalimantan Barat oleh Muchsiono Hadi Saputra. (Red.H.E.Hrp)

Bali

Silat Bakti Negara - dirintis oleh antara lain pahlawan nasional I Gusti
Ngurah Rai namun secara resmi didirikan pada 31 Januari 1955 oleh para
pendekar Bali yakni Ida Bagus Oka Dewangkara, Pendekar Ida Bagus Oka
Sahadewa, Pendekar Bagus Made Rai Keplak, Pendekar Anak Agung Rai Tokir,
Pendekar Anak Agung Meranggi, dan Pendekar Sri Empu Dwi Tantra. Perguruan
ini cukup berprestasi di ajang silat nasional dengan melahirkan atlet-atlet
juara. Selain muatan lokal, banyak dipengaruhi aliran Cikaret dan Cikalong.
Silat Kerta Wisesa - dalam perguruan ini kembangan atau seni pencak
lebih mendapat porsi dibandingkan dengan dalam perguruan Bakti Negara.
Silat Seruling Dewata - ilmu silat dari desa Kerambitan-Tabanan yang
konon sudah ada sebelum datangnya agama Hindu. Silat ini diperkenalkan
kembali oleh Drs.I Ketut Nantra pada tahun 1980-an. Jurus-jurus yang
dimilkinya antara lain: Harimau, Ular, Putri Bungsu, Tali Rasa.
Silat Gobleg - ilmu silat dari Bali Utara, tepatnya Desa Gobleg yang
terletak dekat Danau Tamblingan. Dan mungkin inilah satu-satunya desa di
Bali atau di Indonesia di mana nama desanya di ambil dari nama tokoh silat.
Gobleg adalah nama dari pendekar dan guru Silat terkemuka.Sedikit
melenceng dari topik; di perbatasan kabupaten Gianyar dan Bangli ada juga
desa yang bernama Siladan, menurut hikayat ini pula berasal dari kata silat. Di
perbatasan itu dulu para prajurit dari Bangli dan Gianyar saling tantang dan
adu tanding dengan jurus-jurus silat.
Silat Sitembak - ilmu silat yang berkembang di Bali Utara, namun berakar
dari silat Sunda
Mepantigan - Mepantigan adalah olah raga beladiri bantingan dan kuncian
tradisi Bali yang diiringi gegambuhan atau gamelan yang dirintis Putu Witsen
Widjaya di awal milenium ini namun bersumberkan pada ilmu silat Bali.

Aliran dan perguruan di luar negeri


Malaysia
Semenanjung Malaysia

Gayung Malaysia - salah satu dari 4 perguruan silat terbesar yang memiliki
reputasi di Malaysia

Silat Cekak merupakan tipe silat bertahan, sebab memakai 99% teknik
bertahan dan hanya 1% teknik menyerang. Merupakan salah satu dari 4
padepokan silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia

Silat Lincah - salah satu dari 4 padepokan silat terbesar yang memiliki
reputasi di Malaysia.

Sarawak
Pencak Silat Melayu Asli (PSMA) Spring 12, Sebelum Merdeka dikenali
sebagai Pencak Silat Melayu Asli. Terdiri daripada 6 Peringkat latihan yang
diasaskan oleh Arwah Guru Bojeng Bin Sham yang menuntut dari pakciknya
iaitu HJ Jeraei. Hj Jeraei belajar di Kampung Dagang Sambas, Kalimantan
Indonesia dan merupakan anak murid harapan Guru Wanita tersebut.
Sekarang PSMA Spring 12 telah mempunyai hampir 20,000 orang ahli di
seluruh Sarawak.

Thailand
Seni Gayung Fatani aliran silat Malaysia berasal dari Propinsi Pattani di
Thailand Selatan. Salah satu dari 4 perguruan silat terbesar yang memiliki
reputasi di Malaysia

Filipina
Maphilindo Silat, aliran silat yang didirikan oleh Dan Inosanto untuk
menghormati guru silatnya. Tersusun dari aliran silat Malaysia (Ma),
Philippines (Phil) dan Indonesia (Indo).

Eropa

Perisai Diri
Gerak Ilham
Saudara Kaum di Perancis, mengajarkan silat Minangkabau dan silat dari
Tanah Sunda
Pandeka Mihar G=Sentak di Austria, mengajarkan silat dari Minangkabau

Amerika Serikat
Pukulan Pentjak Silat Serak (atau Sera) - ditemukan oleh Pak Sera dari
suku Badui dan dikembangkan oleh Mas Roen dan Mas Djoet. Victor de
Thouars mengajarkan Pukulan Sera di area Los Angeles

Soempat Silat - didirikan oleh Pak Tisari Majoeki, pengembang tongkat


rotan bergaris, yang aliran silat keturunannya dilanjutkan oleh Maha Guru "Pak
Vic" Victor de Thouars

ODF Silat - didirikan oleh Maha Guru "Pak Vic" de Thouars, dibangun untuk
Hukum Pelaksanaan, khususnya serangan langsung dari pisau terbuka

Tongkat Silat - didirikan Maha Guru "Pak Vic" de Thouars pada 1957,
dengan pengaruh Silat Soempat dan Serak (Sera)

Bukti Negara - aliran modern dan modifikasi Sera yang didesain oleh
keturunan pemilik Sera, Pendekar Paul de Thouars. Nama Bukti Negara berarti
"pemberian kepada bangsa," merefleksikan rasa terima kasih Pendekar Paul
de Thouars pada Amerika Serikat semua yang diberikannya. Karena banyak
pembatasan sistem induk Sera, Pendekar de Thouars memodifikasi Sera untuk
membentuk Bukti Negara agar menampakkan bertambahnya perasaan pada
seni

Kuntao Silat - menggabungkan Kuntao dan Silat, seperti diajarkan


Pendekar Willem de Thouars

Pukulan Cimande Pusaka - aliran silat Cimande yang diturunkan dari Mas
Jut, diajarkan oleh Pendekar William Sanders. Aliran ini termasuk seni asli
Embah Kajir (Kahir) dari desa Tarik Kolot

Persatuan Pencak Silat Inti Ombak - aliran pencak silat Madura dan
Mataram (Yogyakarta), dan di lestarikan oleh Guru Daniel Prasetya yang juga
merupakan saudara sepadepokan dengan Pusaka Sakti Mataram lakutama

Timor Leste
Kmanek Oan Rai Klaran (KORK), ditemukan oleh Pak Jose dos Santos
"Naimori" Bucar di suco Suro distrik Ainaro, diresmikan secara nasional
sebagai organisasi pencak silat pada tahun 2001.

ILMU DAN FILOSOFI BELADIRI PRO PATRIA

Ilmu silat dibagi menjadi dua golongan: Nui Kung dan Way Kung. Way
Kung adalah ilmu silat yang menggunakan kekerasan, tetapi hal tersebut tidak
mutlak, karena ilmu silat ini juga menjadi bagian dari ilmu kelembutan sebagai
induknya. Pada Way Kung terdapat 70% kekerasan dan 30% kelembutan.
Pedoman pesilat aliran Way Kung adalah keras lawan keras, karena bukan saja
tenaga mereka besar, namun tulangnya pun keras bagai besi dan ototnya besar
kelihatan nyata. Para pesilat Way Kung umumnya adalah orang yang bertubuh
kuat dan tinggi besar.
Sedangkan Nui Kung adalah ilmu silat yang hanya menggunakan 10% tenaga
dan 90% kelembutan. Ilmu silat ini sesuai benar bagi orang yang bertubuh kecil
dan lemah, karena mereka mempunyai banyak akal, kegesitan, kecerdasan dan
keuletan. Nui Kung tingkatannya lebih tinggi dari pada Way Kung, karena
merupakan penghalusan atau penyempurnaan dari Way Kung.
Ilmu silat Kung Fu dibagi menjadi dua aliran besar, aliran Utara yang
berkembang di utara sungai Jang Ciang, dan aliran Selatan yang berkembang di
selatan sungai Jang Ciang. Ilmu silat aliran utara lebih mengutamakan kaki
sebagai jurus andalan, dan aliran selatan lebih mengandalkan jurus-jurus tangan.
Tetapi tidak berarti jurus tendangan kaki aliran selatan kalah mutunya dibanding
aliran utara, dan sebaliknya. Pada aliran selatan ada beberapa yang
mengutamakan jurus tendangan, dan pada aliran utara juga ada yang
mengutamakan permainan tangan.
Ilmu beladiri Pro Patria disusun secara ilmiah dan memperhatikan kepraktisan
dengan bersendi pada Kungfu (hasil dari latihan yang serius dan tekun). Ilmu
yang diajarkan telah diramu sedemikian rupa sehingga merupakan perpaduan
Kungfu Utara dan Kungfu Selatan. Berbagai latihan tersebut dimaksudkan untuk
melatih empat aspek penting yaitu: Bela Diri (melindungi diri dan orang lain
yang membutuhkan), Olah Raga (untuk kesehatan dan kebugaran), Seni (untuk
keindahan gerak yang terpadu dan dihayati benar-benar), dan Mental(ketekunan,
kesabaran, ketenangan, keuletan dan kebijaksanaan).
Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak sekali penggemar ilmu silat yang tidak
dapat mencapai cita-citanya menjadi benar-benar memiliki kemahiran ilmu silat
karena cara pandang yang tidak benar. Mereka cuma mengejar status tingkatan
yang tinggi dan ijasah, sehingga berlatih hanya sekedar untuk memenuhi target
nilai ujian saja. Tinggi-rendahnya kepandaian ilmu silat seseorang tergantung
pada masak tidaknya inti-inti ilmu silatnya. Apa tingkatannya dan macam apa
ilmu silat yang telah dipelajarinya tidak menjadi prinsip. Ada peribahasa dalam
persilatan bahwa untuk menjadi ahli silat yang tangguh perlu memiliki: pertama
keberanian, kedua kekuatan, dan ketiga jurus-jurus yang masak inti-intinya. I
Tan, r Li, San Kung Fu.
JURUS-JURUS KUNGFU PRO PATRIA
Walaupun dalam Pro Patria warna utama jurusnya adalah Harimau, seperti
ditunjukkan dalam lambangnya, tetapi juga dipelajari berbagai warna jurus
binatang:
Jurus Harimau (Hu) - menekankan kekuatan pukulan dan tendangan, dapat
menghindar sambil menyerang ke seluruh tubuh lawan.
Jurus Kera (Hou ce') - menekankan kelincahan gerak, penggunaan akal dalam
kondisi apapun, bisa menjatuhkan lawan menggunakan kekuatan lawan sendiri.

Jurus Macan Tutul (Pa) - tidak terlalu mengutamakan kekokohan fisik tapi
kegesitan, pukulan dan tendangan mengarah ke tubuh lawan dengan lebih
spesifik.
Jurus Naga (Lung) - lebih banyak menggeliat dan mematuk dengan kuat,
menonjolkan sifat kejantanan.
Jurus Ular (Coa) - mengutamakan olah pernapasan, sehingga walau awalnya
tampak lemah begitu mendapat sasaran tepat akan berakibat fatal. Lebih
banyak menampilkan kelenturan.
Jurus Bangau (Hoo) - mengutamakan ketenangan dan kewaspadaan, walau gerak
tampak lamban tapi pada saat yang tepat serangan dapat dilakukan dengan
cepat dan tiba-tiba.
Jurus Belalang (Thang lang) - mengandalkan kegesitan, gerak tangan dan kaki
bisa serempak, dan kuda-kuda kokoh.
Selain itu dipelajari Tai Chi Chuan. Jurus Tai Chi Pro Patria merupakan gabungan
dari berbagai aliran Tai Chi yang ada. Selain untuk kesehatan, manfaat Tai Chi
yang lain adalah untuk menguatkan daya kekebalan tubuh.

Dari alam kita memulai ,


Dari alam kita belajar , dan
Dari alamlah kita banyak mengenal arti kehidupan.
Alam banyak mengajarkan tentang apa yang kita ketahui yang orang lain tidak
mengetahuinya
Kebanyakan manusia hanya memprediksikan bayang-bayang alam dari kejauhan
yang terlihat indah dan senada, yang apabila ditelisik lebih dalam dan pelajari
halnya kita mempelajari suatu kehidupan baru, kita pasti terkadang menyadari
betapa indahnya karunia Tuhan yang menjelma sebagai alam yang mengajarkan
kepada kita akan suatu pengalaman dari arti sebuah kehidupan.
Di dalam alam itulah akan terlihat suatu keindahan yang tidak akan bisa
terlupakan dan akan selalu terkenang. Jangan pernah suka meremehkan alam
dan jangan suka mengecilkan alam, sebagaimana kita menyadari sesama
ciptaan Tuhan, terkadang alam mengetahui, berusahalah menjaga dan
memelihara perputaran akan roda alam.
Dari alam kita akan mengenal, dari alam kita belajar, dari alam kita mengetahui
akan peradaban suatu perbedaan dan membedakan juga menyadarkan, inilah
yang disebut Hukum Alam.
Yang dapat merubah orang jahat menjadi orang baik, orang baik akan bertambah
baik, karena alam sendiri yang nantinya memperlihatkan baik dan buruknya
manusia antara sesama makhluk ciptaan Allah SWT. Alam ialah semua yang
menjadi bagian bumi, langit dan segala isinya. Manusia itu sendiri merupakan
bagian dari alam.

Manusia adalah mahluk istimewa, lain dari yang lain (hewan, tumbuhan)
walaupun keduanya jika dilihat dari kebutuhan biologis mempunyai kebutuhan
yang sama, yaitu minum, makan, memperoleh keturunan. Akan tetapi karena
keistimewaan-Nya memberikan corak yang berbeda, bahkan perbedaannya
sangat azasi sekali, yakni manusia dianugrahkan akal.
Akal inilah yang membuat manusia dapat berpikir dan mendorong manusia
untuk melakukan suatu proses kehidupan sehingga timbul kebiasaan dan
pengetahuan. Dari kebiasaan manusia inilah yang akan menimbulkan suatu
karakter bagi diri sendiri, lingkungan dan negara sehingga akan menjadi jati diri
suatu bangsa.
Pengetahuan berasal dari akal manusia yang berpikir dan mengalami
pembelajaran secara terus-menerus yang dari tidak tahu menjadi tahu, yang
tidak bisa menjadi bisa, sehingga hasil dari itu biasa disebut ilmu.
Silat adalah sebutan seni bela diri yang terlahir pada bangsa Indonesia sejak
dahulu kala. Pada bangsa Indonesia silat merupakan bentuk kehidupan budaya
yang secara turun-temurun dari generasi ke generasi terdengar secara lisan dan
menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid dikisahkan
melalui legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah yang lain. Silat bisa
dikatakan hasil dari hubungan manusia terhadap diri sendiri, manusia kepada
manusia, manusia dengan alam, manusia dengan Sang Pencipta, dan
perenungan yang berjalan hingga saat ini. Silat berjalan dan berkembang dalam
tatanan masyarakat Indonesia dari masa ke masa baik dalam massa kerajaan,
penjajahan maupun pada masa kemerdekaan hingga saat ini.
Pada mulanya pencak silat lahir karena kebutuhan masyarakat untuk
mempertahankan diri, sehingga awal aspek yang menonjol dalam silat adalah
aspek bela diri. Kesadaran akan nilai silat yang begitu tinggi membuat para
pesilat menjadikan silat sebagai keaktifan seni yang tersembunyi dan
didalamnya terdapat kaidah bela diri pencak silat.
Padepokan dalam istilah Jawa berarti sebuah kompleks perumahan dengan areal
cukup luas yang disediakan untuk belajar dan mengajar pengetahuan dan
keterampilan tertentu. Depok Jawa Barat merupakan sebuah daerah yang
dimasa lalunya merupakan wilayah yang dimana banyak sekali berdirinya
padepokan silat sehingga daerah tersebut dikenal dengan nama Depok.
Di kota Depok terdapat sebuah desa yang bernama Desa Ratu Jaya.
Alkisah Desa Ratu Jaya yang berawal dari perkelahian dua orang wanita yang
menggunakan selendang dengan kekuatannya dan pamornya masing-masing,
perkelahian cukup mengejutkan entah apa yang membuat kedua wanita itu
berkelahi. Mereka adalah Ratu Kepriyok (Cirebon) dengan Ratu Kirana Wati
(Cirebon) yang bertarung dengan ilmu kanuragannya yang berlangsung lama
cukup lama, hingga hingga pada akhir dari pertarungan itu lepaslah selendang
dari Ratu Kirana Wati dan tertiup angin hingga jatuh di sebuah daerah/desa yang
kemudian daerah tersebut dinamakan Desa Ratu Jaya.
Persi lain mengatakan asal muasal nama Desa Ratu Jaya terjadi dari kisah
lamaran Eyang Prabu Kian Santang kepada Ratu Kirana Wati (Cirebon) untuk
diajak menikah namun Ratu Kirana Wati tidak mau untuk di persunting, Eyang
Prabu Kian Santang terus memakasanya dan Ratu Kirana Wati melarikan diri dari
lamaran Eyang Prabu Kian Santang, namuan Eyang Prabu Kian Santang terus
mengejar dan mencari Ratu Kirana wati. Ratu Kirana Wati terus melakukan
perjalanan pelariannya dari Eyang Prabu Kian Santang hingga sampai disuatu
daerah yang kini di beri nama Desa Ratu Jaya.
Di Desa Ratu Jaya inilah terdapat para Jawara dan Jago yang hidup dan beranak
cucu menurut cerita rakyat sekitar. Mereka mempuyai berbagai macam
permainan silat sesuai dengan kelebihannya masing-masing, ada yang
menguasai jurus pamoyetan, macan, buaya, ular, elang, belut dan sebagainya.

Sayangnya keaneka ragaman jurus yang terdapat di Desa Ratu Jaya itu tidak
sempat mempunyai penerus sehingga hilang seiring meninggalnya sang pemilik
jurus-jurus tersebut. Karena prinsif mereka hanya untuk kebutuhan pribadi dan
bukannya tidak mau menurunkan atau mengajarkan kepada yang lainnya
pada massa tersebut namun kwatir jurus-jurus tersebut akan disalah gunakan
yang akan menimbulkan kehancuran.
Waktu terus berjalan seiring perkembangan zaman dan perubahan generasi. Jika
Allah SWT berkehendak maka terjadilah dan tiada yang tidak mungkin dalam
dunia ini. Jurus jurus yang belum sempat diturunkan dan masih terpendam
bumi tersebut dengan ijin Allah SWT menurun secara amanah baik berupa mimpi
ataupun secara kasat mata yang turunnya jurus jurus tersebut secara
berangsur-angsur.
Yasa yang mendapatkan amanah tersebut mencoba menerapkan jurus-jurus
tersebut dengan Rohandi secara perlahan-lahan agar jurus-jurus tersebut dapat
tersusun rapi hingga menjadi kesatuan dan susunan jurus yang bagus, mudah
untuk dipelajari, mempuyai ciri khas dan karakter dengan proses waktu yang
cukup lama.
Waktu yang berjalan seiring proses peyempurnaan jurus yang telah diramu,
disederhanakan, di sesuaikan serta disusun ulang hingga kesatuan jurus - jurus
itu berdasarkan kisah perjalanan disebut sebagai Jurus Getus Bumi hingga saat
ini. Bisa dikatakan jurus getus bumi merupakan ilmu turunan warisan leluhur
serta merupakan amanah titipan anak cucu dan anak negeri.
Selanjutnya dari jurus jurus Getus Bumi yang telah tersusun dipelajari oleh
anak negeri yang hatinya terketuk yaitu Yopi dan R. Supriyanto. Kehadiran dua
orang ini memberi semangat baru karena mereka membuat Silat Getus Bumi
menjadi lebih bewarna dan berarti, selain mempelajarinya mereka berdua
mencoba mengembangkan Silat Getus Bumi. Pertama kali jurus jurus Getus
Bumi diciptakan untuk melindungi diri ataupun untuk melindungi yang dicintai
dalam hal kebaikan bukan untuk kejahatan dan jika terlepas dari itu maka tidak
dapat dikatakan sebagai Pesilat Getus Bumi lagi.
Pesilat yang tangguh adalah pesilat yang dapat memahami arti silat itu sendiri.
Dan pemahan silat yang baik dan sejati adalah sejauh mana si pesilat itu berbagi
ilmu kepada sesama yang tanpa disadari akan menghasilkan kesempurnaan
dalam mempelajari dan menguasai jurus jurus silat terutama jurus jurus
Getus Bumi yang diamalkannya kepada sesama.
Arti kata Getus Bumi berasal dari gabungan kata getus dan bumi, getus sendiri
berasal dari bahasa jawa yang berarti beradu/mengadu dan bumi yang
berarti tempat hidup manusia yang menjadikan karakter manusia yang beraneka
ragam. Dalam dunia persilatan arti kata Getus Bumi berarti petarung di muka
bumi, dalam perkembangannya pengertian kata Getus Bumi berarti bertemunya
para Petarung, Kesatria, Pendekar dan Jawara dimuka bumi.
Secara umum Getus Bumi berarti beradunya berbagai macam karakter,
pendapat dan pengalaman manusia yang berasal dari kehidupan serta latar
belakang yang berbeda- beda hingga melebur menjadi satu . Berdirinya
Paguyuban Getus Bumi ditetapkan pada tanggal 5 Mei 2006 di Desa Ratu Jaya
Depok, Jawa Barat Indonesia.
Paguyuban adalah sebuah wadah atau tempat perkumpulan dalam visi dan misi
yang sama dengan tidak melanggar aturan agama dan hukum yang berlaku.
Paguyuban dapat pula sebagai sarana pendidikan dalam memotifasikan sebuah
kegiatan masrayakat di sekitarnya sebagai rangsangan untuk kegiatan fositif dan
bermanfaat..
Paguyuban seni bela diri merupakan wadah dalam mempelajari dan
mengembangkan seni bela diri. Selain mempertahankan budaya daerah berupa
silat, paguyuban seni bela diri merupakan salah satu bentuk pemasaran dalam

memperkenalkan asset budaya daerah walaupun hanya dalam berupa silat, dan
mungkin selanjutnya bisa berkembang dengan memperkenalkan tradisi daerah
dalam bentuk yang lainnya. Dengan kesuksesan citra paguyuban dalam
kegiatannya akan berdampak terhadap daerah dimana paguyuban itu berada
dan begitu pula sebaliknya.
Prinsif Pesilat Getus Bumi yang dikenal dengan nama Jago Jalu Dihati menjadi
taruhan nama baik diri, paguyuban dan kampung.
Beberapa ciri ciri Jago Jalu Dihati :
o Tersenyum jika dihina
Seyum merupakan sebagian dari ibadah bagi umat muslim, seyum merupakan
bentuk keramahan dan kebesaran jiwa akan menghadapi kenyataan. Dan seyum
merupakan awal dari persahabanan antar sesama.
o Mengalah untuk menang
Kemenangan yang sejati adalaha kemenangan melawan nafsu dan keburukahn
diri sendiri, jadi kemenangan melawana orang lain hanya membuat kita lupa
akan kesejatian kemenangan yang sesungguhnya.
o Selalu merasa bersalah untuk memperbaiki diri
Rasa bersalah itu baik dan sangat bijak dalam memperbaiki diri dan akhlak
dalam menjalani kehidupan agar hidup menjadi lebih baik dan selalau introfeksi
diri dari berbagai macam hal.
o Setia kawan
Kesetian terhadap kawan dapat membantu kuatnya ikatan silaturahmi dan
persaudaraan sama rasa sama hati dalam meraih tujuan dan cita cita luruh,
serta membuat ikatan batin yang sangat kuat antar kawan.
o Berani membela kebenaran
Keberanian adalah suatu kekuatan untuk melawan ketakutan dan berusaha
untuk mengendalikan potensi tersembuyi dari panic yang dihasilkan dari
ketakutan.
Kebenaran adalah sesuatu yang hak dan harus di tegakkan dalam hidup ini
karena kebenaran adalah cahaya indah dalam buah kehidupan yang sebenarnya.

Menutupi kelemahan kawan yang benar


Mengapa kita harus menutupi kelemahan kawan dalam hal kebaikan karena
dengan ssaling menutupi kelemahan kawan dalam hal kebaikan hidup ini akan
menjadi lebih sempurna.
o Melindungi orang yang dicintai
Melindungi orang yang kita cintai adalah kewajiban apalagi masih sedarah atau
orang tua.
o Menghindari perkelahian
Perkelahian tidaklah berakhir baik dalam kenyataannya dan terkadang
perkelahian dapat menimbulkan masalah baru, lebih baik menghindari
perkelahian yang hanya membuat kerugian setelahnya
Jadi dapat dikatakan pula bahwa Prinsif Jago Jalu Dihati merupakan karakter
Pesilat Getus Bumi dalam bersikap kepada sesama. Kelemahan adalah kekuatan
dan kekuatan adalah kelemahan sehingga setiap orang yang berjalu dihati
cenderung mawas diri akan apa apa yang ada pada diri dan sekitarnya.
Ciri khas karakter Silat Getus Bumi dapat di syairkan sebagai berikut:

Gerakan silat getus bumi dominan dengan unsur alam

Pada kuda kuda silat getus bumi bersipat per ( lues turun naik ).

Prinsif gerakan silat getus bumi selues - luesnya rambut dan sekuat
kuatnya petir.

Tangkisan silat getus bumi bagaikan batu karang dan serangannya


bagaikan badai samudera.

Kekuatan tubuh pesilat getus bumi terbentuk dari energi bumi yang
menyatu pada energi diri.

Gerakan tangan dan kaki silat getus bumi mempuyai keseimbangan dan
karakter jurus pada setiap jurus-jurusnya.

Pertahanan silat getus bumi


serangannya mematikan lawan.

adalah

serangan

untuk

lawan

dan

Definisi Pencak Silat

Pencak
Silat
adalah hasil
budaya
manusia
Indonesia
untuk
membela/mempertahankan
eksistensi
(kemandirian)
dan
integritasnya
(manunggalnya) terhadap lingkungan hidup/alam sekitarnya untuk mencapai
keselarasan hidup guna meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.

Pencak Silat sebagai ajaran kerohanian


Umumnya Pencak Silat mengajarkan pengenalan diri pribadi sebagai insan atau
mahluk hidup yang pecaya adanya kekuasaan yang lebih tinggi yaitu Tuhan Yang
Maha Esa. Biasanya, Pencak Silat sebagai ajaran kerohanian/kebatinan diberikan
kepada siswa yang telah lanjut dalam menuntut ilmu Pencak Silatnya.
Sasarannya adalah untuk meningkatkan budi pekerti atau keluhuran budi siswa.
Sehingga pada akhirnya Pencak Silat mempunyai tujuan untuk mewujudkan
keselarasan/ keseimbangan/keserasian/alam sekitar untuk meningkatkan iman
dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, guna mengisi Pembangunan Nasional
Indonesia dalam mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya yang Pancasilais.

Pencak Silat sebagai seni


Ciri khusus pada Pencak Silat adalah bagian kesenian yang di daerah-daerah
tertentu terdapat tabuh iringan musik yang khas. Pada jalur kesenian ini terdapat
kaidah-kaidah gerak dan irama yang merupakan suatu pendalaman khusus
(skill). Pencak Silat sebagai seni harus menuruti ketentuan-ketentuan,
keselarasan, keseimbangan, keserasian antara wirama, wirasa dan wiraga.
Di beberapa daerah di Indonesia Pencak Silat ditampilkan hampir semata-mata
sebagai seni tari, yang sama sekali tidak mirip sebagai olahraga maupun bela
diri. Misalnya tari serampang dua belas di Sumatera Utara, tari randai di
Sumatera Barat dan tari Ketuk Tilu di Jawa Barat. Para penari tersebut dapat
memperagakan tari itu sebagai gerak bela diri yang efektif dan efisien untuk
menjamin keamanan pribadi.

Pencak Silat sebagai olahraga umum


Walaupun unsur-unsur serta aspek-aspeknya yang terdapat dalam Pencak Silat
tidak dapat dipisah-pisahkan, tetapi pembinaan pada jalur-jalur masing-masing
dapat dilakukan. Di tinjau dari segi olahraga kiranya Pencak Silat mempunyai
unsur yang dalam batasan tertentu sesuai dengan tujuan gerak dan usaha dapat
memenuhi fungsi jasmani dan rohani. Gerakan Pencak Silat dapat dilakukan oleh

laki-laki atau wanita,


perorangan/kelompok.

anak-anak

maupun

orang

tua/dewasa,

secara

Pengertian Pencak Silat


Pencak silat adalah suatu metode bela diri yang diciptakan untuk
mempertahankan diri dari bahaya yang dapat mengancam keselamatan dan
kelangsungan hidup. Dalam kamus bahasa Indonesia, pencak silat diartika
permainan (keahlian) dalam mempertahankan diri dengan kepandaian
menangkis, menyerang dan membela diri dengan atau tanpa senjata. Ada juga
yang mengatakan bahwa pencak silat adalah gerak bela diri tingkat tinggi yang
disertai dengan perasaan sehingga penguasaan gerak efektif dan terkendali.
Untuk lebih jelasnya ada beberapa tokoh pencak silat yang memberikan
pendapatnya tentang pencak silat diantaranya:
Menurut Abdus Sjukur, yang merupakan tokoh dari perguruan pencak silat
Bawean:
Pencak adalah gerakan langkah keindahan dengan menghindar yang disertakan
gerakan berunsur komedi. Pencak dapat dipertotonkan sebagai sarana hiburan.
Silat adalah unsur teknik bela diri menangkis, menterang dan yang tidak dapat
diperagakan di depan umum.
Menurut Hasan Habudin, yang merupakan tokoh dari pencak silat Pamur di
Madura:
Pencak adalah seni bela diri yang diperagakan dengan diatur, padahal silat
sebagai inti sari dari pecak tidak dapat diperagakan. Di kalangan suku Madura
pencak dianggap berakar dari bahasa Madura apengkarepeng laju aloncak,
yaitu bergerak tanpa aturan sambil meloncak.
Silat se amaen alat mancelat yaitu sang pemain berloncat kian kemari seperti
kilat.
Menurut Boechori Ahmad, tokoh pencak silat Tapak Suci di Jember:
Istilah pencak bersal dari Madura ajar dari kata pecak sebetulnya lain, yaitu
acak mancak yang berarti melompat ke kiri ke kanan dengan menggerakkan
tangan dan kaki.
Pencak adalah fitrah manusia untuk membela diri sedangkan silat sebagai unsur
yang menghubungkan gerakan dan pikiran.
Menurut alm. Imam Koesepangat, yang merupakan guru besar Setia Hati Teratai
Madiun:
Pencak adalah gerak bela diri tanpa lawan
Silat adalah bela diri yang tidak boleh dipertandingkan
Menurut Mr. Wongsonegoro, tokoh dari IPSI:
Pencak adalah gerakan serang bela yang berupa tari dan berirama dengan
peraturan adat kesopanan tertentu, yang biasa dipertunjukkan di depan umum.
Silat adalah inti sari dari pecak, ilmu yang memperkelahian atau membela di
mati matian yang tidak dapat dipertunjukan di depan umum.
Menurut Holidin, tokoh Panglipur di Bandung, Jawa Barat:
Pencak adalah akal pengetahuan, pengucap dan hak guna pakai
Silat adalah silahturahim
Menurut Soetardjonegoro, tokoh Phasadja Mataram di Yogyakarta:
Pencak adalah gerak bela serang yang teratur menurut sistem, waktu, tempat
dan iklim dengan selalu menjaga kehormatan masing-masing secara kesatria,
tidak melukai perasaan.
Silat adalah gerak bela serang yang erat hubungannya denngan rohani,
sehinggga menghidup suburkan naluri, menggerakan hati nurani manusia,
langsung menyerang kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pencak silat juga merupakan seni bela diri, sehingga di dalamnya terdapat unsur
keidahan dan tindakan. Pencak silat merupakan hasil budi dan akal manusia,

lahir dari sebuah proses perenunngan, pembelajaran dan pengamatan. Sebagai


tata gerak, pencak silat dapat disamakan dengan tarian. Bahkan pencak silat
lebih kompleks, karena dalam tata geraknya terkandung unsur-unsur pembelaan
diri yang tidak ada dalam tarian. Sebagai hasil budaya, pencak silat sangan
kental dengan nilai dan norma yang hidup dan berlaku di masyarakat.
Pencak silat yang terdapat di Sumatera Barat di kenal dengan nama Silek atau
bersilat. Di Semenanjung Malaysia dan Singapur pencak silat dikenal dengan
nama gayong atau cekak. Di Filipina istilahnya pasilat sedangkan Thailand
menggunakan istilah satun.
Pencak silat memiliki empat dasar:
1. Mental Spritual
Mental yang tinggi dalam melakukan gerakan pencak silat merupakan syarat
yang utama untuk seorang yang mempelajari pencak silat
2. Bela diri
Untuk membela diri serta mempertahankan sebagian dari tubuh dengan
teknik gerakan pencak silat haruslah jelas arah tujuannya dengan tanggung
jawab yang penuh
3. Budaya dan seni
Melakukan gerakan teknik pencak silat dengan cara yang indah dan bagus
serta jelas menjadikan gerakan-gerakan tidak kaku. Pencak silat sebagi seni
harus menuruti ketentuan-ketentuan, keselarasan, keseimbangan, keserasian
antara wirama, wirasa, dan wiraga. Karena di beberapa daerah di Indonesia
pencak silat hanya sebagai sebuah seni tari, yang sama sekali tidak mirip
sebagai olahraga maupun bela diri.
4. Olahraga
Seorang yang belajar pencak silat harus menjaga car hidupnya agar
mendapatkan hasil prestasi, kelincahan dan kesehatan yang mencakup
seluruhnya.