Anda di halaman 1dari 71

KDM II

KEBUTUHAN NUTRISI
DAN DIETETIK

PEMBERI MATERI : M. SYUKUR, APP, S.Kep

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA (II)


TERKAIT DGN PEMENUHAN
KEBUTUHAN NUTRISI
POKOK BAHASAN : KEBUTUHAN NUTRISI
TUJUAN PEMBELAJARAN.
Setelah mempelajari mata kuliah kebutuhan
nutrisi mahasiswa diharapkan dapat memaha
mi dan menerapkannya kedalam asuhan
keperawatan.

TUJUAN KHUSUS
Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat
menjelaskan :
I.
II.
III.
IV.
V.
VI.

Pengertian nturisi
Metabolisme Dan Proses Absorbsi
Nutrisi Esensial.
Faktor faktor yg mempengaruhi intake Nutrisi
Macam-macam Diet.
Asuhan keperawatan klien dengan gangguan nutrisi.

I. PENGERTIAN NUTRISI

Nutrisi merupakan proses pemasukan


dan pengolahan zat makanan oleh tubuh
yg bertujuan menghasilkan energi dan
digunakan dalam aktivitas tubuh.

Ilmu yang mempelajari hal ihwal makanan,


dikaitkan dengan kesehatan tubuh.

NUTRIEN
Nutrien merupakan zat gizi yang terdapat
dalam makanan.
Komponen zat kimia yg dibutuhkan tubuh utk
satu atau lebih fungsi yg diklasifikasikan atas
zat gizi sebagai:
- Sumber energi/tenaga.
- Pembangun dan memperbaiki jaringan.
- Pengatur proses didalam tubuh.

NUTRIEN.
TERDIRI DARI :
1. KARBOHIDRAT
2. LEMAK
3. PROTEIN
4. MINERAL
5. VITAMIN
6. AIR

METABOLISME DAN PROSES ABSORBSI


Sistem yg berperan dlm pencernaan, saluran pencernaan
(mulut - usus halus) secara mekanis, & organ asesoris
(hati, kantong empedu, dan pangkreas) secara kimiawi.
1.

KARBOHIDRAT.

Berbentuk Amilum oleh ptialin ---> Maltose, dilambung dan


diduodenum sisa amilum dirubah oleh amilase pangkreas
seluruhnya menjadi maltose.
Kemudian diusus halus oleh getah pangkreas ---> menjadi
2 molekul: glukosa sakarosa, fruktosa & glukosa. Laktose
mengubah laktosa ---> glukosa & galaktosa. Setelah
seluruhnya didalam usus halus diubah menjadi
MONOSAKARIDA oleh enzim2 tsb.

Absorbsi karbohidrat yg dikonsumsi/dimakan


masih dapat ditemukan dalam tiga bentuk:
- Polisakarida, Disakarida dan Monosakarida.
Disakarida & Monosakarida sifat mudah larut dalam
air sehingga dapat diserap mengikuti hukum difusi,
osmose, yg tidak memerlukan tenaga serta langsung
memasuki pembuluh darah. Proses ini dikenal
sebagai penyerapan/absorbsi pasif.

2. LEMAK.
Dilambung oleh lipase sebagian kecil mulai dirubah --->
menjadi asam lemak & gliserin. Kemudian diangkut
oleh getah bening diangkut masuk peredaran darah -->
kehati kemudian sintesis kembali dlm saluran getah
bening mengubah lemak gliserin ---> lemak seperti
aslinya.
Absorbsi pasif setelah lemak menjadi gliserol asam
lemak. Asam lemak mempunyai sifat empedu, dan
asam lemak yg teremulsi ini mampu diserap didinding
usus halus dgn cara aktif selektif.
Lemak terbagi: L. Hewani dan L. Nabati.

3. PROTEIN.
Dalam lambung oleh pepsin mengubah protein menjadi
---> albuminosa dan pepton.
Dalam duodenum oleh tripsin dari pangkreas mengubah
sisa protein yg belum sempurna menjadi --->
albuminosa dan pepton.
Dalam usus halus oleh enzim pepsin, albuminosa dan
pepton seluruhnya diubah menjadi ---> asam amino
yg siap utk diserap.

KEBUTUHAN PROTEIN PERHARI.


- Kebutuhan Protein: - Hewani 1/3
- Nabati 2/3
- Protein Hewani: - Daging & semua jeroan.
- Susu & telur (kualitas tinggi).
- Ikan, kerang2an, udang: mrpk sumber
protein yg baik krn sedikit lemak.
- Ayam & jenis burung serta telurnya juga
sumber protein berkualitas baik.
- Kuning telur, kerang2an banyak
mengandung kolesterol.
- Protein Nabati: - Beras, jagung, terigu, dll.

4. MINERAL.
Umumnya diserap dgn mudah.
Beberapa senyawa organik ttt. seperti seperti
asam oxalat akan menghambat penyerapan calsium.
Jenis, sumber dan fungsi Mineral pada tabel berikut:

JENIS MINERAL, SUMBER, FUNGSI :


JENIS

SUMBER

FUNGSI

Calsium

Susu

Pembentukan gigi & tulang, aktifitas


neuromuskuler & koagulasi darah,
kontraksi otot & fungsi saraf,
menghantar rangsangan & beberapa
enzim. Bila defisiensi: gejala tetani.

Fosfor

Telur, daging, susu.

Penyanggapembentukan gusi & tulang.


Proses transport energi ATP, ADP.

Yodium

Garam beryodium dan


Makanan laut.

Pengaturan metabolisme tubuh &


memperlancar pertumbuhan.

Besi

Hati, telur, daging.

Komponen Hb & membantu oksidasi dlm


sel

Magnesium

Biji bijian, susu, daging.


Pengaktipan enzim, pembentukan gigi &
tlg, membantu kegiatan neuromuskuler.

Zinc

Makanan laut & hati.

Bahan pembentuk enzim & insulin.

5. Vitamin.
Pencernaan vitamin melibatkan penguraiannya menjadi
molekul molekul yg lebih kecil sehingga dapat diserap dgn
aktif. Vitamin yg larut dalam lemak diserap oleh sistem
transportasi aktif yg juga membawa lemak keseluruh tubuh,
sedangkan vitamin yg larut dalam air mempunyai beberapa
variasi mekanisme transportasi aktif. Sebagai contoh, faktor
dasar yg dihasilkan oleh lambung memudahkan
penyerapan vitamin B12, tanpa faktor tersebut tubuh tidak
mampu menyerap dgn cukup, sehingga menyebabkan
terjadinya defisiensi vitamin tersebut.

Vitamin
Vitamin A

Sumber
Lemak hewani
(Preformed vit.A ):
Mentega,kuning telur,
susu lengkap,minyak
ikan,sayuran hijau,
buah yg kuning, sayu
ran. Sedang bahan
nabati hanya mengan
dung pro vit.A (ikatan
karoten).
Kebutuhan normal:
-Anak 1200 3400
-Dewasa 3500 s i.

Fungsi Dan Penyakit


Membantu pertumbuhan sel tubuh & penglihatan,
menyehatkan rambut & kulit, integritas memberan
epitel, Fungsi retina(retinine) komponen dari zat
penglihatan rodopsin ---> zat yg dapat menerima
rangsang cahaya & mengubah energi biolistrik yg
merangsang indra penglihatan.
Penyakit/Defisiensi: Xeropthalmia ---> berturut
turut terdiri atas xerosis conyung tivae & kornea,
tampak selaput bola mata keriput & kusam bila
biji mata bergerak.
Dari sudut fungsi terjadi hemeralopia atau
nictalopia
---> buta senja/buta ayam. Cornea kemudian
mengering (keratomalacia) ---> kebutaan.
Hypervitaminosis A: hambatan pertumbuhan,
nyeri tulang panjang didaerah titik tumbuh.

Vitamin B1
(Thiamin)
Larut dalam
air.

Ikan, daging ayam


tampa lemak,
kacang kacangan
dan susu.
Kebutuhan normal:
0,5 mg/1000
kalori.

Vitamin B2
(Riboflavin)
Larut dalam
air.

Telur, sayuran
hijau, daging
tanpak,susu dan
biji bijian.
Kebutuhan normal:
1,0 1,5 mg/hari.
Anak:0,1 mg/kg
bb /hari.

Thiamin pyrophosphatAse(TPP) --> Co enzim -->retyl


co A --> dibakar -->metabolik berenergi tinggi(ATP)
-->berhubungan dgn metabolisme karbohidrat.
Fungsi: metabolisme karbohidrat, membantu
kelancaran sistem persarapan, mencegah beri beri
atau penyakit yg ditandai neuritis.
Penyakit/Defisiensi: gangguan pada metabolisme
karbohidrat --> mengganggu fungsi organ organ yg
mendapat energinya terutama dari karbohidrat: saraf
(kehilangan reflek saraf merupakan gejala fungsional
dini, disusul kelemahan otot dan kelainan kerja
jantung), otot & jantung. Hambatan proses
metabolisme karbohidrat -->timbunan asam pyruvat &
asam laktat.
2 co enzim --> reduksi oksidasi didalam reaksi reaksi
metabolisme tubuh. Membantu pembentukan enzim,
pertumbuhan, membantu adaptasi cahaya dalam
mata. Penyakit/Defisiensi: timbul secara kronis.
Daerah mulut: cheilosis,stomatitis angularis,sebor
hoic dermatitis sekitar hidung(sulcus nasolabialis)
Dalam rongga mulut: lidah berwarna merah dadau.
Daerah mata: rasa panas bibir kelopak mata.
Daerah genital: dermatitis sekitar vulva, scrotum.
Derma titis kulit warna merah bersisik, mengelupas.

Vitamin B3
(Niacin/
Asam Nicoti
nat).

Vitamin B6
(Pyridoksin).

Biotin
(Anggota B
Complex)

Daging tanpa
lemak, hati, ikan,
kacang kacangan,
biji bijian, telur,
hati, jerohan.

Hati, daging,
kedelai, kuning
telur, biji bijian,
sayuran, pisang.
Kebutuhan:
Bayi: 0,1 mg/kg
bb/hr Dewasa: 0,03
mg/kg bb/hr.
Rata rata: 150 300
mg/hr.
Kuning telur,
sayuran hijau,
susu, hati.

Sebagai enzim co enzim. Efek farmakodinamik sbg.


Vasodilator perifer & menurunkan kadar kolesterol
darah. Metabolisme karbohidrat, lemak, protein, dan
komponen enzim serta mencegah menurunnya napsu
makan.
Penyakit/Defisiensi: Fellegra (kulit kasar/bahasa italia),
di simpulkan dalam formula 3 D : Dermatitis, Diare,
Dementia, ditambah 4 D --> Death.
Dapat dicegah dgn 4,4 mg/1000 kalori. Atau 9 mg/hari.
Ko-enzim pyridoksal-5 phospate, berperan serta dalam
banyak sekali enzim yg berhubngan dgn metabolisme
protein, membantu kesehatan gusi & gigi, pembentukan
sel darah merah, serta metabolisme karbohidrat, lemak,
protein.
Penyakit/Defisiensi: Kurang selera makan, penurunan
bb. Vomitus, diare, paralisis kedua kaki belakang, ataxia
dan kelumpuhan.

Sebagai komponen suatu ko-enzim, terikat langsung


pada asam amino terminal L- Lysine dari apo enzim ini
berperan dalam fiksasi CO2.

Metablisme lemak --> energi ATP. Sintesa asam lemak


jenuh.
Avidin yg terdapat dalam putih telur mentah mengikat
biotin didalam rongga usus, sehingga menjadi tidak
tersedia utk diserap kedalam mukosa.
Defisiensi: Praktis tdk pernah dilaporkan ada kasus.
Asam Panto
thenat.
(vitamin B 5).
Asam Folat
(Folacin)

--------Kebutuhan: 5 10
mg/hr.
----------

Vitamin B12
Hati, susu, daging
(Cyanocobala tanpa lemak, ikan,
dan kerang laut.
min).
Kebutuhan:10-15
ug /hr.

Sebagai co-enzim A (co A) --> proses metabolisme.


Energi ATP. Growt factor bagi berbagai mikro
organisme.
Menghindari anemia, Hematopoisis, Kata bolisme
histidin. Defisiensi/Penyakit: Hambatan sintesa DNA,
yg berakibat terjadinya precursor erytrosit
megaloblastik.
Metabolisme asam folat sangat erat berhubungan dgn
fungsi vit.B12 & asam ascorbat (vit. C).
Sangat erat dgn asam folat dalam sintesa
nucleoprotein. Sintesa methionine, metabolisme
protein, membantu pembentukan sel darah merah,
kesehatan jaringan, dan mencegah anemia.
Defisiensi: Anemia perniciosa Biermer,atau anemia
makrocytik megaloblastik.

Vitamin B
Complex lain.
1.Cholin: terbagi:
- lecithine
- sphyngomyeline
- Acetyl cholin
2.Inositol
3.Para Amino Benzoic
acid.
Ada Vitamin yg masih
kontraversial.
-Vit. B15
-Vit. B17

Vitamin C (Ascorbut
acid/Asam ascorbat).

-----------

Cholin: menghindarkan perlemahan sel sel hati,


memberikan sifat lipotropik.
Acetyl cholin: suatu ikatan neotransmiter ( yg mene
rus kan rangsang saraf, sejenis hormon jaringan ).
Inositol: menghindarkan alopecia, menghambat
pertumbuhan, tapi sanggup menghindarkan perlema
kan sel hati (lipotropik).
Para amino benzoic acid: menghambat pertumbuhan
mikroflora usus.

-------------

Fungsi belum jelas diketahui fungsinya.

Jeruk, tomat, sayuran


hijau, dan kentang.
Kebutuhan: Bayi: 30 mg/hr
Dewasa: 0,5 mg/kg bb/hr.

Anti oksidans.
Fungsi Fisiologis: Kesehatan jaringan ikat, zat perekat
antara sel, mekanisme imunitas --> daya tahan tubuh
Penyakit dan toksin. Kesehatan epitel pembuluh
darah. Penurunan kadar cholesterol.
Pertumbuhan tulang & gigi geligi. Memudahkan penye
rapan zat besi dan asam folat.
Defisiensi: Skorbut yaitu:
-Pada anak --> defect dentin (sensitive) pd cariogenic.
-Pada dewasa kelainan jaringan gingival membengkak
& hyperemis-->mudah berdarah--> gangrene.

-Menyerang mukosa gabian bucal & palatum,


permu kaan lidah.
-Perdarahan subperiostal tulang dgn nyeri daerah
tersebut terutama tulang panjang.
-Perdarahan pada rongga rongga didalam tubuh,
permukaan kulit.

Vitamin D
( Calciferol ).

Minyak ikan, susu, kuning


telur, mentega, hati, kerang,
atau ter bentuk dikulit akibat
pemanasan sinar mata hari.
Kebutuhan normal: 400 si/hr.

Satu2nya sebagai prohormon (hydrosilasi disel


hati & ginjal --> hidroksi calciferol merupakan
hormon yg mengatur sintesa protein yg
mentransfor calcium ke dalam sel. Efek kegiatan
vit.D tampak pada hal hal berikut:
a.Meningkatkan absorbsi ca & posfat didalam
usus, mencegah rakhitis.
b.Mendorong pembentukan garam2 ca. dalam
jaringan --> utk memperkuat struktur jaringan
tersebut --> tulang 2 & gigi geligi (garam
karbonat, posfat, fluoride dari ca.) Hormon para
tyroid juga berpenga ruh pada pengaturan kadar
ca.didalam cairan tubuh didalam jaringan.
c.Berpengaruh meningkatkan resorbsi posfat
didalam tubuli ginjal.
Hipervitaminosis D Perkapuran didalam
jaringan, mis.diginjal dll.

Vitamin E
(Alpha
Tocopherol)

Vitamin K
(Menadion)

Sayuran hijau.
Kebutuhan: Sulit
ditentukan, karena faktor
yg berbagai dlm hidangan
sangat mempengaruhi.

Hati, telur, dan sayuran


hijau.

Anti Oxidan alamiah, metabolisme selenium,


perlindungan sel terhadap daya destruktif peroksida
didalam jaringan, membantu pembentukan sel darah
merah dan melindungi asam amino utama.
Penyakit: Tidak ada.
Hanya sebagai efek suportif terhadap pengobatan
penyakit jantung & pembuluh darah, khusus dgn
penumbatan arteri perifer, pada DM , ulkus peptikum.

Sintesa protrombin (membantu produksi perotrombin) -->


pem
bekuan darah.
Pentransport elektron dalam proses redoks --> sintesa
ATP yg kurang.

III. NUTRISI ESSENSIAL


* Keseimbangan Energi.
* Energi adalah: Kapasitas yg diperlukan untk aktivitas fisik dan mengge
rakkan proses proses dalam tubuh.
Pengukuran dgn satuan unit utk mengukur energi adalah : Kalori
. Kalori adalah: Banyaknya panas yg dipakai utk menaikan suhu 1 liter air setinggi
satu derajat celcius.
Metabolisme Basal
Merupakan energi yg dibutuhkan seseorang dalam keadaan istirahat dan nialinya
disebut dgn Basal Metabolisme Rate (BMR).
Dalam kondisi: Baru bangun tidur 6 jam, secara relaks terlentang, tidak
berpikir yg berat, kondisi lingkungan yg nyaman (suhu, kelembaban).
* Basal Metabolisme 24 jam: BB X 24 X 1 kalori=
contoh: BB 60 kg X 24 X 1 kl = 1440 kl.

kalori.

Rumus yg lainnya: Berat badan ideal X 10 = Kebutuhan Kalori Basal/KKB

Kemudian dilihat dari tingkat aktivitas, maka rimusnya:


Tingkat Aktivitas
Kebutuhan Kalori
=============
Tetap
Sedang
Berat
*

=============
KKB X 3
KKB X 5
KKB X 10

Rumus BMR dari HARRIS bENEDICT


= Basal Energi Expenditur (BEE)
(Perhitungan / Pengeluaran).
* Peria BEE = 66 + (13,7 X BB) + (5 X TB) 6,8 X Umur.
* Wanita BEE = 655 + (9,6 X BB) + ( 1,7 X TB ) 4,7 X Umur.
* Nilai BMR + Faktor Faktor:
* Aktivitas :- Ringan 30% = BEE X 1,30
- Sedang 35% = BEE X 1,35
- Berat
40% = BEE X 1,40
* Stres

: - Bedah akif
- Fraktur

= 10 15 %
= 20 40 %

- Combustio berat = 50 100 %


Setiap faktor stres maka ditambahkan terus.

* Pada Fibris, setiap kenaikan suhu 1 C = 15 %

Bila C = 8 %

* Pertumbuhan:
- Kehilangan berat badan

sedang : 5 %
berat : 10 15 %

- Kehilangan berat badan


* Kebutuhan Vitamin per 1000 kalori/hari
- B1 = 0,4 mg/1000 kal
- B2 = 0,5 mg/1000 kal
- b3 = 6 mg/1000 kal

Contoh, bila kebutuhan kalori individu 2000 kal. Maka:


2000
Vit B1 = --------- X 0,4 mg = 0,8 mg (dibulatkan 1 mg) perhari.
1000
* Nilai Energi dari : - Karbohidrat 1 grm = 4 kalori
- Protein
1 grm = 4 kalori
- Lemak
1 grm = 9 kalori

* Rumus Berat Badan Ideal berdasarkan umur :


Umur : 3 12 bln = U (bln) + 9
---------------2
1 6 thn = U (thn) X 2 + 8
6 12 thn = U (thn) X 7 5
--------------------2

Rumus Utk Dewasa (menurut Dubois) : BB Ideal/Aktual


Tinggi badan dikurang 100 dikurang 10 = BB ideal.
BB Normal : BB Ideal ditambah sampai 20 %. & kurang sampai
10 %. dari BB ideal.
Bila > dari 20 % --> over weig
Bila < dari 10 % --> Under weig

* Rumus berat badan Ideal berdasarkan Indeks


Masa Tubuh (IMT).
IMT dihitung dgn membagi Berat Badan (dlm kg)
dgn kuadrat Tinggi Badan/TB (dlm meter persegi).
kg BB
IMT = -----------(TB)2
IMT normal: - Wanita : 17 23
- Peria : 18 25

Contoh:
BB : 70 kg, TB : 165 Cm ( 1,65 m )
70
IMT = --------------- = 25, 71
2,7225 m2

* MASALAH KEBUTUHAN NUTRISI


* Kekurangan Nutrisi.
Tanda klinis: - BB 10 20% dibawah normal
- Tinggi badan dibawah ideal.
- Lingkar kulit trisep lengan tengah
kurang dari 60% ukuran standar.
- Adanya kelemahan dan nyeri tekan
pada otot.
- Adanya penurunan albumin serum.
- Adanya penurunan transferin.

Kemungkinan penyebab:
- Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan dalam
mencerna kalori akibat penyakit infeksi atau kanker.
- Disfagia karena adanya kelainan persarafan.
- Penurunan absorpsi nutrisi akibat penyakit crohn atau
intoleransi laktosa.
- Nafsu makan menurun.
*KELEBIHAN NUTRISI
Tanda Klinis:
- Berat badan lebih dari 10 % dari berat ideal
- Obesitas (lebih dari 20 %n dari ssssberat ideal)
- Lipatan kulit trisep lebih dari 15 mm pada peria dan 25
mm pada wanita.
- Adanya jumlah asupan yang berlebihan.
- Aktivitas menurun atau monoton.

Kemungkinan Penyebab :
- Perubahan pola makan.
- Penurunan fungsi pengecapan dan penciuman.
* OBESITAS
BB lebih dari 20 % bb normal. Status nutrisinya adalah
melebihi kebutuhan metabolisme karena kelebihan
asupan kalori dan penurunan dalam penggunaan kalori.
* MALNUTRISI
Merupakan masalah yg berhubungan dgn kekurangan zat
gizi pada tingkat seluler atau dapat dikatakan sebagai
masalah asupan zat gizi yg tidak sesuai dgn kebutuhan
tubuh.

Gejala umumnya adalah berat badan rendah dgn asupan


makanan yg cukup atau asupan kurang dari kebutuhan
tubuh, kelemahan otot dan penurunan energi, pucat pada
kulit, memberan mukosa, konjungtiva, dan lainnya.
* DIABETES MELITUS
DM merupakan gangguan kebutuhan nutrisi ditandai dgn
adanya gangguan metabolisme karbohidrat akibat
kekurangan insulin atau penggunaan karbohidrat secara
berlebihan.
* HIPERTENSI
Gangguan nutrisi yg disebabkan masalah pemenuhan
kebutuhan nutrisi seperti obesitas, serta asupan kalsium,
natrium, dan gaya hidup yg berlebihan.

* PENYAKIT JANTUNG KORONER


Merupak gangguan nutrisi yg sering disebabkan oleh adanya peningkatan kolesterol darah
dan merokok. Gaya hidup yg tidak sehat, obesitas, dan lainnya.
* KANKER
Gangguan nutrisi oleh pengonsumsian lemak secara berlebihan.
* ANOREKSIA NERVOSA
Merupakan penurunan berat badan secara mendadak dan berkepanjangan, ditandai adanya
konstipasi, pembengkakan badan, nyeri abdomen,kedinginan, letargi, dan kelebihan energi.

* KELOMPOK RENTAN GIZI


gizi ).

( Kelompok yg paling mudah menderita kelainan

1. Bayi 0 - 1 th.
* Karena pertumbuhan yg sangat pesat, kelipatan berat badan yg cepat dalam waktu enam
bulan.
Kebutuhan Energi : 110 - 100 kal/kg bb/hr.
----- ----- Protein : 3 - 4 grm/kg bb/hr.
2. Anak Balita 1 - 5 th.
* Karena pertumbuhan yg sangat pesat, dan paling sering menderita KKP (Kurang Kalori
Protein)

3. Anak Sekolah 6 13 th.


Karena kurangnya selera makan, sehingga sulit disuruh makan yg cukup dan teratur.
4. Remaja 14 20 th.
Pada pase ini juga pertumbuhan pesat kembali ---> Adolescence growt spurt yg
memerlukan zat zat gizi yg relatif besar jumlahnya.( Remaja Peria ---> Perhatian sport )
( Remaja Wanita ---> Menorhe, diet sendiri ).
5. Ibu Hamil
* Proses pertumbuhan foetus, organ ibu pendukung proses kehamilan, peningkatan
metabolisme.
6. Ibu Yg Menyusukan.
* Sekresi Asi rata rata 800 850 ml. Mengandung kalori 60 65 kal., protein 1,0 1,2
grm, lemak 2,5 3,5 grm setiap 100 ml. Komponen ini diambil dari tubuh ibu.
Tambahan kebutuhan energi ibu : 800 kal/hr, Protein 25 grm/hr.
7. Manusia Lanjut Usia ( Manula ).
* Meskipun tidak lagi berhubungan dengan pertumbuhan, tetapi sebaliknya sudah terjadi
involusi dan degenerasi jaringan dan sel selnya. Kerentanan terjadi pada kondisi fisik, baik
anatomis maupun fungsionalnya. Kondisi psychis yg labil dan menjadi sangat sensitif.

MALNUTRISI.
Adl. Suatu keadaan tidak adekuatnya nutrisi.
Ada 2 hal Nutrisi : 1. Under nutrisi : Gizi kurang.
2. Over nutrisi : Gizi lebih.
Malnutrisi ada 2 :
1. KKP : Kurang Kalori Protein.
2. KEP : Kurang Energi Protein.
=====> Salah satu ggn gizi yg masih ditemukan dinegra berkembang.
Perlu diperhatikan jika ada faktor-faktor :
* Intake makanan tidak adekuat selama > 10 hari.
* BB turun > 10 % dalam waktu singkat.
* BB terakhir < 80 % dari BB ideal.
* Kadar albumin serum < 3 gr %.

* KKP yg berat :
Gambaran klinis yg khas :
- Kwashiorkor
: Energi cukup protein kurang.
- Marasmus
: Eneri kurang,zat gizi esensial sesui
- Kwashiorkor-Marasmus: Energi dan Protein kurang.

MARASMUS :
> Sangat kurus, muka seperti orang tua.
> Cengeng, apatis (kadang-kadang).
> Kulit kering keriput.
> Ada kalanya rambut tipis, rontok.
> Lamak bawah kulit berkurang --> turgor berkurang.
> Atropi otot --> tulang kelihatan.
> Sering diare / konstipasi.
> TD menurun, bradikardi, HB berkurang.

KWASHIORKOR :
> Pantat terlihat atropi.
> Terdapat edema, cengeng, apatis, lemah.
> Rambut kemerahan, coklat, kelabu, putih, jarang, mudah dicabut.
> Hepatomegali --> perlemakan.
> Anemia ringan.
> Kelainan biokimia darah albumn serum (globulin & kolesterol).

KWASHIORKOR-MARASMUS
o Adanya gejala campuran.
o BB berkurang 60 % BB baku.
o Terdapat edema
o Kulit keriput
o Kelainan biokimia darah.
= DAMPAK KKP =
a. Sistem alimentary bagian atas (mis,atropi mukosa mulut,infeksi mulut & gusi).
b. G.I Track (atropi GI track. --> ggn reabsorbsi makan, ggn pencernaan).
c. Hepar (perlemakan pd parenkimhati).
d. Pangkreas (atropi --> produksi enzim < , fungsi pencernaan berkurang).
e. Ginjal (perubahan pd glomerulus --> filtrasi).
f. Jantung --> atropi otot jantung --> CO kurang --> bradikardia, hipotensi.

Dampak terhadap perkembangan mental.


a. KKP pd masa dini --> sintesis DNA kurang --> Jumlah sel otak berkurang.
(Winnick & Rasso, 1975).
b. Pd 90 anak KKP usia muda nilai IQ relatif rendah 30% EEG abnormal.

Dampak jangka panjang.


a. Moralitas meningkat.
b. Morbiditas penyakit infeksi, mis, TBC.
c. Defisiensi zat gizi lain --> xerftalmia.

Pencegahan KKP.
1.Pemantauan pertumbuhan anak secara teratur: penimbangan BB, KMS.
2.Bimbingan tenaga kader; cara menimbang, KMS, mengolah makanan dll.
3.Makanan formula TKTP bagi anak yg disapih, makanan suplementasi.
4.Memperhatikan program2 nasional: KB, imunisasi, sanitasi lingkungan -->
sebagai upaya mencegah insidensi KKP & menurunkan mortalitas.

PENGOBATAN KKP.
1. KKP ringan.
* Mengubah menu dgn nilai protein dan kalori sesuai dgn penderitanya.
* Suplementasi makanan ttt. Utk mencapai jlh protein kalori yg dibutuhkan.
2. KKP berat.
* Sebaiknya dirawat terpiah dari penderita infeksi.
* Mengatasi dehidrasi dgn gangguan elektrolit & infeksi penyerta yg ada.
* Pengobatan diit yaitu prinsipnya makanan mudah dicerna, jlh makanan
diberikan secara bertahap.

IV. FAKTOR YG MEMPENGARUHI


INTAKE NUTISI
* PENGETAHUAN
Pengehuan yg kurang ttg manfaat makanan bergizi mempengaruhi pola konsumsi makan.
Disebabkan oleh kurangnya informasi ---> dapat terjadi kesalahan dlm memahami
kebutuhan gizi.

* PRASANGKA
Prasangka buruk terhadap jenis bahan makanan bergizi tinggi. Mis. ada daerah yg
beranggapan bahwa bila mengkonsumsi tempe merendahkan derajat mereka.

* KEBIASAAN
Kebiasaan yg merugikan /pandangan pada makanan yg bervitamin, bergizi, mis. Para
gadis remaja dilarang makan pisang dan pepaya, anak anak tidak boleh makan ikan
karena cacingan.

* KESUKAAN
Kesukaan seseorang dapat menyebabkan kurangnya variasi makanan sehingga tidak
diperolehnya nilai gizi/ zat zat yg dibituhkan secara cukup, mis. bakso, mie saja dan
lainnya.

* EKONOMI
Dapat mempengaruhi perubahan status gizi karena ekonomi tinggi mampu mencukupi
kebutuhan giz dibandingkan masyarakat dgn ekonomi rendah.

V. MACAM-MACAM DIET (DIETETIK)

TUJUAN UMUM.
Mhs. Mampu memahami konsep dasar dietetik pada bebagai keadaan
patologik dan penerapannya dalam askep nutrisi.

TUJUAN KHUSUS.
Mhs. Dpt menjelaskan kembali tentang dasar dietetik :
A. Tujuan utama program terapi gizi secara adekuatnya diet.
B. Makanan /diet menurut tingkat konsistensinya.
C. Makanan/diet menurut distribusinya.
D. Makanan/diet umum.
E. Makanan/diet khusus.

A. TUJUAN.
1. Gizi yg baik
2. Pada Defisiensi
3. Gizi abnormal

--> harus dipertahankan.


--> dilakukan pencegahan
--> diperbaiki secepatnya.

B. Diet menurut tingkat konsistensinya.


1. Makanan Cair (full Liquit Diet).
- Benar2 cair, dari susu, air gula, sari buah.
- Pemberian personde, per os.
- Tidak merangsang, tanpa serat.
- Nilai gizi sangat rendah, maka pemberian hanya 1 2 hari saja.
- feuensi tiap 3 jam atau kurang.
Diberikan pada: - Sblm & ssdh Op. ttt, klien koma, trismus pd tetanus.
- Typhus abdominalis perforasi.
- Kwashiorkor pd minggu 1 2.

2. Makanan Saring.
- Sedikit kental dari cair.
- Tidak: mebentuk gas, pedas, asam, merangsang.
- bahan lemak sudah berbentuk emulsi.
Diberikan pd : Ssdh op. digestivus, jantung. Typhus, G.E, Tetanus.
3. Makanan Lunak (soft Diet).
- Rendah serat, tidak : bergas, meransang, gorengan yg keras.
Diberikan pd : ssdh op. ttt. Pd infeksi dgn suhu badan tdk tinggi.
4. Makanan Biasa.
- Padat
- Menu sama dgn org sehat, hanya tdk boleh merangsang.
Diberikan pd : klien yg tdk memerlukan makanan khusus.

C. MAKANAN / DIET MENURUT DISTRIBUSINYA.


> MAKANAN LEWAT PIPA.
Pd : ggn jiwa, prekoma, anoreksia nervosa, lumpuh otot menelan, ssdh
op. tenggorokan & saluran cerna.
Dpt mensuplai semua macam zat gizi dlm jlh adekuat.
Kontra Indikasi: Peny. Mulut, faring, esofagus pemasangan agak
sukar/tdk mungkin. Bisa menyebabkan nekrosis pd jaringan lunak.
Makanan berupa: Cair, bila kembung gula dikurangi & susu penuh
diganti susu skim (rendah laktosa).
Prosedur Cairan:
Pertama dimasukan k.l. 50 ml, 1 jam kemudian diaspiasi utk cek bahwa
air telah diserap, baru makanan diberikan utk 2 hari. Pemberian
biasanya
tiap 4 jam. Pd pemberian protein tinggi sebaiknya caieran yg cukup
sehingga memungkinkan urium utk diekskresikan.

* KOMPLIKASI MAKANAN LEWAT PIPA.


1.RASA TDK ENAK (Unpalatability) utk makanan yg melalui mulut.
2.Ulcerasi nasofaring jika NGT besar tdk elastis.
3.Erosi lambung.
4.Aspirasi (khusus lansia, debil, koma).
5.retensi gaster.
6.Nausea, vomiting, cramps.
7.Diare.
8.Dehidrasi hipertonik.

> INTRA VENUS FEEDING (IVF).


*Penggunaan jika NGT & Oral tdk bisa.
Mis.- post op. 3 4 hr. pd kontra indikasi oral.
- peradangan usus, fistula entrokutaneus, pangkreatitis acut,
combotio hebat, coma hepatik.
*Jenis cairan nutrien :
- Larutan Hidrat arang:- Galaktosa(dextrose), fruktose(otsuka),
triofusin 500 (12%),fruktose,glukose xylitol(250).

- Larutan asam amino: Aminovel 600 & 1000, Aminofusin standar 600,
850, 1000, Eas Primer (Protein, xylitol, gliserol).
- Larutan vitamin: Bcomp., vit.C, ADEK.
- Larutan Mineral: na. k. ca. mg.

D. MAKANAN / DIET UMUM.


# Diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP).
Tuj. Memenuhi kebut. Energi & protein guna mencegah & mengrangi
kerusakan jaringan atau menambah berat badan hingga normal.
Macam Diet & Indikasi pembeian:
- Defisiensi kalori, protein & anemia, hipertiroid, sblm & ssdj op. ttt. Baru
sembuh dari penyakit dgn panas tinggi, saki yg lama, trauma dgn
perdarahan banyak, combustio, hamil & post partum.
- Ada 2 jenis TETP : - TETP 1 dgn kalori : 2600. protein: 2 grm/kg. bb.
- TETP 2 dgn kalori : 3000. protein: 2,5 grm/kg. bb.

# Diet Rendah Kalori.


Tuj. Menurunkan BB hingga normal.
Syarat2 :
1.Kalori dikurangi 500-1000 dibawah kebut.normal. Penurunan
bb. - 1 kg/minggu. Pengurangan hidrat arang & lemak.
2.Protein normal/diatas kebut.normal 1-1,5 gm/kg bb / hr.
3.Cukup mineral & vitamin.
4.Tinggi serat utk memberi rasa kenyang.
Macam Diet & Indikasi pemberian :
* Pd kegemukan, hipo tyroid, usila, ditempat tidur lama.
* Diet rendah kalori : I. : 1200 kl.
II. : 1500 kl.
III. : 1700 kl.

# Diet Rendah Garam.


Tuj. Membantu menghilangkan retensi garam/ air dalam jaringan tubuh &
menurunkan tekanan darah.
Macam & Diet :
* Pd penderita edema, HT, DC, CH, Ggn Ginjal ttt. Toxemia gravidarum.
* Zat gizi harus tetap cukup.
* RG I : 200-400 mg Na : pd edema, ascites, HP berat.
II : 600-800 mg Na : boleh sdk teh garam dapur (1 grm). Pd
edema, ascites, HP sedang.
III : 1000-1200 mg Na : boleh sdk teh (2 grm) garam dapur. Pd
edema, HP ringan.
* Pada makanan biasa rata2 2800- 6000 mg Na/hr yg equevalen
dgn 7 15 grm Na cl.

E. Makanan / Diet Khusus.


Makanan biasa yg dimodifikasi bergantung kpd penyakit.
1.Makanan Pra Bedah.
*Tergantung keadaan umum, macam op, segera atau tdk.
*Syarat2 :
a. BB < normal, hypo proteinemia, hypertyroid, --> Diet TKTP.
b. Op.besar(op.colon) --> Diet rendah sisa 4 5 hr seblmnya.
c. Op : jantung, hati, ginjal, saluran cerna --> Diet R.sisa 2-3 hr
sblmnya.
d. Op. sedang : APP, hernia, haemorhoidectomy --> Diet R.sisa
sehari sblmnya.
Pada op. besar umumnya makanan & minuman berakhir 8 jam sblm
operasi.
2. Makanan Pasca Bedah.
*Pasca Bedah I / hr ke 1.
- op kecil : setelah sadar & rasa mual hilang.

- op. besar : setelah sadar, mual hilang, peristaltik mulai adekuat.


Berupa: air, teh manis, mak. Cair, 15 x /hr.(tdk saat tidur)
Diberikan dlm jangka pendek krn kurang dlm semua zat
gizi.
*Pasca Bedah II / hr ke 2.
- Pd bedah kecil dan besar bukan sal. Cerna dpt langsung diberikan
PB II,
- Minuman manis, kaldu jernih, sirup sari buah, susu, telur, rata2 16 x /
hr. juga tdk boleh lama.
- Yg dilarang: air jeruk, air yg ada CO2.
*Pasca Bedah III / hr ke3.
- Air sirup, susu, sari buah, biskuit, sup/bubur saring tanpa bumbu
merngsang. Cair tdk lebih 2000 ml/hr. juga dilarang minuman CO2.
*Pasca Bedah IV / hr ke 4.
- Lunak 3 x /hr. & 1 x makanan selingan, minum bebas.
* Makanan PB. Lewat Pipa Lambung.
Pd. Coma, terbakar, psikis, op lambng. Mak. Cair 250/3jam.
Sulfa feros 8 mg, Bcomp. 3 tablet, vit C 150 mg.

3. Diet Peny. Jantung & Pembuluhmdarah.


-Tuj. Tdk memberatkan pekerjaan jantung.
-Menurunkan BB pend. Yg kegemukan.
-Mencegah penimbunan garam / air.
* Syarat2: -Rendah kalori pd kegemukan, prot. & lemak sedang, cukup
vit. & mineral, rendah garam utk HP & edema, mudah
cerna, tdk merangsang, tdk bergas, porsi kecil & sering.
* Diet Jantung I : Pd IMA, CCF(congestif cardiac failer) berat.
- Cair 1-1,5 l / hr (1-2 hr) krn sangat rendah kal. &
semua zat gizi.
* D.J.
II : Secara berangsur, lunak, setelah fase acut IMA,
rendah garam bila HP & edema, rendah: kalori,
prot. Vitamin.
* D.J.
III : Pd ggn jantung tdk berat, mudah cerna,
lunak/biasa, rdh kalori, cukup zat gizi lain, R.G. bila
ada peny. penyerta.
* D.J.
IV : Pd ggn jantung ringan, mak. Biasa, cukup kalori &
zat gizi.

*Diet Hyper Lipo Proteinemia (H.L.).


* Pada penyakit jantung iscemia, --> umumnya terdapat kenaikan
kadar lipisda darah seperti kolesterol & trigliserida.
* Tuj. Menurunkan BB pada kegemukan hingga normal.
Menurunkan kadar lipida darah hingga normal.
* Syarat2 : Pembatasan lemak, kolesterol (300 mg 500 mg/hr).
Pd serat dan protein bebas pd H.L.IV (HL tipe I IV).
4. Diet Penyakit Saluran Pencernaan.
a. Penyakit Lambung.
Tuj. Adekuat, tdk merangsang, mengurangi pengeluaran cairan
lambung & dpt menetralkan kelebihan HCL.
Syarat2: Mudah cerna, porsi kecil & sering, prot. Cukup,
Pd : Ulkus peptikum, esopagitis, tukak kolon, typhus, ssdh
op.sal.cerna
-DL. I : Pd fase akut dgn perdarahan: susu, bubur susu hanya 2 hr
krn membosankan & < kalori.
-DL II : Setelah fase akut teratasi, suhu masih tinggi pd typhus, diet
saring tiap 3 jam, hanya beberapa hari saja.
-DL III : Ulkus peptikum ringan,esopagitis ringan,typhus hampir
sembuh, diet lunak/biasa, cukup zat gizi.

b. Diet Rendah Sisa (DRS).


* Pd Diare berat, ileitis, colitis ulceratif, deferticulitis acut, obstipasi
spastik, obstruksi sbgn sal. Cerna, hemorhoid berat (sblm & ssdh
opnya), colon & rectum.
* Diet rendah sisa I.
Bentuk saring tanpa serat sama sekali, susu tdk boleh, lainnya
terbatas, pd diare acut hanya teh + oralit selama 24 jam.
* Diet rendah sisa II.
Pd diare cronis, bentuk lunak, lainnya bebas.
c. Diet Tinggi Serat.
Tuj. Merangsang peristaltik usus agar defekasi normal kembali.
Syarat2: Cukup kal. & prot. Tinggi: thiamin, Bcomp, mineral utk
memelihara sal. Cerna. Cairan 2 2,5 l/hr, minum sebelum
makan dpt meransang peristaltik.
Indikasi: Penderita obstipasi & divertikular.

5. Diet Diabettus Mellitus.


Tuj. Menyesuaikan makanan dgn kesanggupan tubuh utk
menggunakannya, agar pemd. Mancapai keadaan faal normal dan
dapat melakukan pekerjaan sehari hari seperti biasa.
Syarat2: 1.Jlh kalori ditentukan menurut umur, jenis kelamin, bb, tinggi,
aktifitas, suhu tubuh, kelainan metabolik.
2. Hidrat arang disesuaikan, gula murni tdk boleh sama sekali.
3. Cukup kalori mineral & vitamin.
4. Diet sesuai dgn obat DM, yg diberikan: R.I 3 x /hr. makanan
selingan jam 10.00 & 21.00 diambil dari porsi pagi & sore.

Macam Diet DM :
Diet DM
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII

Kalori
1100
1300
1500
1700
1900
2100
2300
2500

DDM I III
IV V
VI VIII

Protein(grm)
50
55
60
65
70
80
85
90

Lemak(grm)
30
35
40
45
50
55
65
65

H.Arang(grm)
160
145
225
260
300
325
350
390

: Pada penderita yg terlalu gemuk


: Pada penderita BB normal.
: Penderita yg kurus, DM remaja (juvenil) dgn komplikasi.

Semua makanan yg lain boleh diberikan kecali yg disertai gula murni


tidak boleh.

6. Diet Penyakit Hati dan Kantong Empedu.


a. Penyakit Hati.
Tuj. Mempercepat perbaikan faal hati.
Syarat2 : Kalori & hidrat arang tinggi, lemak & prot. Disesuaikan klinis,
garam dan air dibatasi jika ada retensi & iscites, hindarkan
bergas & yg merangsang.
DH. I : Pd CH.berat, hepatitis infeksiosa akut, pre coma.
Diet: hidrat arang sederhana: sari buah, sirop teh manis, air
2 ltr / hr, jika ascites 1 ltr/hr, rendah kalori, prot, ca, besi,
thiamin tdk > 3 hr. utk mengganti penambahan kalori -->
infus glukosa.
DH. II : Pd akut, setelah precoma.
Diet: lunak, prot. 30 gr/hr, lemak mudah cerna, rendah:
kalori, ca, besi, thiamin, rg. Menurut retensi, ascites hebat
rg. I.
DH. III : Pd selera makan cukup.
Diet: Biasa/lunak, prot.1gr/kg bb/hr, lemak sedang, cukup
kalori, vit.& garam rg I pd ascites berat.

DH IV : Pd Hepatitis infeksiosa, CH. Dgn selera makan baik (tdk CH


aktif)
Diet: Biasa/lunak, kalori & prot. Tinggi, lemak, thiamin meneral
cukup, rg 1 ascites berat, tdk boleh: sumber lemak dari
daging, kambing, babi, bahan bergas, ubi, kacang merah,
kol, sawi, lobak, ketimun, durian, nangka.

7.Diet Penyakit Kantong Empedu.


Tuj. Memberi istirahat kantong empedu & mengurangi rasa sakit.
Syarat2: Lemak rendah --> mengurangi kontraksi kantong empedu.
vit tinggi terutama yg larut lemak, cairan tinggi utk pengeluaran
kuman2, sisa metabolisme & cegah dehidrasi, tdk merangsang,
porsi kecil & sering ---> utk mengurangi rasa kembung.
Diet Rendah Lemak (DRL).
DRL I : Pd cholesistitis akut, cholelethiasis dgn colik akut.
Diet: Minuman manis & buah2an, rendahkalori dari semua zat,
kecuali vit. A & C hanya 2 3 hr.

DRL II

: Pd keadaan yg sudah teratasi, kegemukan, & kronis, mual yg


telah berkurang.
Diet: Lunak/biasa, rendah kalori & calcium.
DRL III : Pd yg tdk gemuk, cukup selera makan.
Diet: lunak/biasa, cukup kalori & semua zat gizi.
Bahan yg tdk boleh: sumber lemak: semua yg digoreng, daging
yg berlemak tinggi, yg bergas, bumbu yg merangsang: cabe,
bawang, merica, asam, cuka, jahe, minuman soda & alkohol.
Bahan yg baik diberikan: yg mengandung hidrat arang tinggi, mudah
cerna, gula, selai, sirup, manisan, madu.

8. Diet Penyakit Ginjal Dan Saluran Kemih.


Digolongkan menurut macam penyakitnya:
a. Hipertensi: Dikendalikan dgn RG III.
Pd penggunaan obat2 deuritik --> gunakan makanan dgn Na.
b. Renal Failure (kegagalan faal ginjal).
Tuj diet: Tdk memberatkan faal ginjal, menurunkan kadar urium &
kreatinin darah, mencegah retensi garam/air dlm tubuh.

Syarat2: Tergantung uji kreatinin --> prot. Disesuaikan & ber nilai biologi
tinggi: susu, telur, daging. Lemak tak jenuh terbatas. Na
dibatasi --> pd oliguria, anuria, HT. Ca. dibatasi bila jlh urine <
400 ml/hr. Kalori hrs adekuat agar prot. tubuh tdk dipecah utk
energi, banyak cairan.
Macam Diet dan Indikasi.
Menurut keadaan penyakit dan beratnya.
1.Rendah protein I : 20 grm.
2. -- --- ---- II : 40 grm.
3.Protein sedang
: 60 grm.
c.Nefrotik syndroma (Ginjal dgn proteinuria).
Tuj. Makanan tanpa memperberat faalnya, mencegah retensi garam/air.
mengganti prot. Yg keluar bersama air.
Syarat2: 1.Prot. Tinggi, 2.Rendah garam, bentuk lunak/biasa, TKTP dan
gizi lain.

d. Diet Batu Ginjal.


Tuj. Membantu memperlambat pertumbuhan batu ginjal atau membantu
mencegah.
Macam Diet & Indikasi:
* Rendah calcium pd batu ca, fosfat, karbonat, oxalat, juga menurunkan
ca. urin. Banyak cairan 2500 ml/hr.

9. Diet Rendah Purin.


Tuj. Mengurangi pembentukan asam urat, menurnkan BB --> bts normal.
Syarat2: 1.Purin 600 800 mg / hr, utk diet sehari hanya 120 150 mg
2.Cukup kalori, prot, mineral, vitamin.
3.Hidrat arang tinggi --> membantu pengeluaran asam urat.
4.Lemak sedang --> krn cendrung menghambat.
5.Banyak cairan --> membantu pengeluaran asam urat.
Indikasi pemberian:
- Pd penderita batu ginjal, asam urat & gout.
- Pemberian pengganti daging & tempe --> telur, susu, keju, lebih
rendah
purinnya.

10. Diet Pada Komplikasi Kehamilan.


a. Diet pada Hiper Emisis Gravidarum.
Tuj. Mengganti persediaan glicogen & mengontrol asidosis.
Berangsur cukup kalori & zat gizi.
Syarat2: - Tinggi HA. Rendah lemak, cukup cairan, makanan dlm
bentuk kering, mudah cerna, tdk merangsang, porsi kecil,
ber-angsur2 memenuhi syarat gizi.
Macam Diet dan Indikasi.
* Diet Hiper Emisis I (berat).
- Roti kering, buah2an, cairan tdk bersama makanan tetapi 1 2 jam
sesudahnya. Hanya beberapa hari saja diberikan krn kuang zat gizi.
* Diet H.E. II.
- Diberikan bila rasa mual & muntah berkurang, mulai dgn bahan bergizi
tinggi, minuman tdk bersama makanan, vit. A & D sesuai kebutuhan.
* Diet H.E. III.
- Diberikan pd H.E. ringan, minuman boleh bersama minuman, cukup
semua zat gizi kecuali calcium.

Makanan yg baik diberikan.


Roti panggang, biskuit, buah segar, sari buah, minuman botol ringan:
coca cola, panta, limun, syrup, kaldu tak berlemak, teh & kopi encer.
Makanan yg tidak boleh.
- Gorengan dan berlemak, terlalu berbumbu, berbau merangsang.
b. Diet Pada Pre Eklamsi (P.E).
Tuj. Mengganti prot. Krn proteinuria, mencegah retensi garam/air,
menjaga penambahan BB., kecukupan zat gizi.
Syarat2: Cukup kalori & zat gizi, rendah garam, tinggi prot. 1,5 2
gr/kg/hr, Bentuk & cairan sesuaikan (2500 ml): pd oliguria, jlh
urine, muntah, keringat, pernapasan.
Macam & Indikasi Diet :
* P.E. I (berat) : susu, buah, cairan 1500 ml, kekurangannya secara
parenteral, hanya 1 2 hr, krn kurang semua zat gizi.
* P.E. II (sedang/ringan : lunak, prot. Tinggi, rendah garam, cukup gizi.
* P.E. III (ringan) : Lunak/biasa, prot.tinggi, R.G, cukup kalori, BB tdk
boleh lebih 1 kg / bulan.
===========================

VI. ASUHAN KEP. KLIEN DGN GANGGUAN NUTRISI


A. Pengkajian.
Tuj: * Mengidentifikasi
* Memberikan informasi spesifik utk membantu dlm perencanaan &
pelaksanaan kep.
* Mengevaluasi pemenuhan kebut. Nutrisi.
B. Riwayat Kep.
Nama, umur, bb sekarang, & sblmnya, persentase kenaikan atau
penurunan bb, data antropometrik: lingkar otot lengan atas, lipatan
kulit trisep.
Pola Makan dan Kebiasaan :
* Jenis makanan yg biasa dimakan, jlh, senek/hr, makanan yg disukai/
pemiliar, yg membuat allergi, waktu makan, makanan yg mengganggu cerna
(diare), flatulen, gembung, sulit mengunyah/menelan, adakah diet khusus,
kaitan dgn kepercayaan/Agama, budaya, persepsi terhadap diet, nutrisi
seimbang.

Masalah Diet.
Selera makan meningkat, menurun,, kesulitan dalam melanjutkan diet khusus,

Riwayat Kesehatan
- Aktivitas fisik : tipe & prekuensi. - Intake obat : nama obat & waktunya.
- Riwayat penyakit, prosedur pembedahan atau masalah : DM, Jantung, Kanker, Batu
ginjal, Batu empedu, ulkus, Allergi.

Cara memberi & menyaipkan makanan


- Cara memasak, situasi tempat tinggal, jlh. anggota, tinggal sendiri. Biaya diet.
* PEMERIKSAAN

FISIK.

Keadaan umum: Nutrisi baik: penuh perhatian dan responsip. Nutrisi buruk: apatis, lesu.
Postur tegap.
Inspeksi: Tergantung status nutrisi akan terlihat seperti keadaan umum tersebut diatas.

Auskultasi:
- Dilakukan saat istirahat 2 5 menit, 1 2 jam setelah makan.
- Mendengarkannya dgn searah jarum jam.
- Frekuensi peristaltik meningkat > 35 x /mnt ---> Diare. < 5 x /mnt ---> pd ilius paralitik
obstruksi.
- Intensitas suara: Peristaltik tinggi & berdegug ---> diusus halus.
---------- rendah & bergemuruh ---> diusus besa. Bila terjadi perubahan obstruksi
mekanik.

Perkusi
Dilakukan setelah auskultasi.
Mengetahui adanya: udara, cairan dalam rongga perut.

Palpasi. Utk meneliti:


- Tempat yg nyeri tekan, luasnya, distensi.
Nyeri takan Positif --> peradangan peritonium, usus/organ organ lainnya.
di fossa iliaka kanan --> appendiksitis
di hipokondria kanan --> cholesistitis
di epigastrium --> ulkus peptikum yg sudah mengenai peritonium.
Daerah yg menunjukkan nyeri tekan akan menunjukkan kekakuan.
Sentuhan pada kulit perut ---> sudah menimbulkan nyeri pada peritoninits.

Anthropometriy:
Sistem pengukuran terhadap: Ukuran, bentuk/kerangka tubuh, bgn tubuh spesifik,
meliputi:
- BB : diukur / hr,
- Lingkar pergelangan tangan: - Medium:10,4 10,9 cm, kecil:10,4 9,6 cm.
- Lipatan kulit otot trceps: - Peria: 12,5 mm=1,25 cm. Wanita:16,5 18 mm.
- Lengan: Duduk, jika bedres posisi lengan menyilang dada:- Peria: 28,3 cm,
wanita: 28,5 cm.

Laboratorium:
- Albumin
: N. 4 5,5 mg/100 ml.
- Transferin
: N. 170 250 mg/100 ml
- Total lymphocyte
: N. > 1800
- Hb
: N. 12 15 gr/100 ml
- Bun
: N. 10 20 mg/100 ml
- Ekresi creatinin dalam urine 24 jam: N.Peria: 0,6 1,3
mg/100ml, wanita: 0,5 1,0 mg/100 ml.

C. Diagnosa Keperawatan
1. Kekurangan Nutrisi, berhubungan dengan:
- Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan mencerna secara
berkelanjutan akibat penyakit infeksi, luka bakar, ataupun kanker.
- Disfagia akibat kelumpuhan serebral.
- Penurunan absorpsi nutrisi akibat intoleransi laktosa.
- Penurunan napsu makan.
- Sekresi berlebihan, baik melalui latihan fisik, muntah, diare, ataupun
pengeluaran lainnya.
- Ketidak cukupan absorpsi akibat efek samping obat atau lainnya.
- Kesulitan mengunyah
2. Kelebihan Nutrisi, berhubungan dengan:
- Perubahan pola makan akibat efek obat atau radiasi
- Penurunan fungsi pengacap atau penciuman
- Kurangnya pengetahuan tentang nutrisi
- Penurunan kebutuhan metabolisme
- Kelebihan asupan
- Perubahan gaya hidup

3. Perubahan status nutrisi: gizi buruk b.d. intake makanan yg tdk


adekuat.
4. Kurangnya pengetahuan org tua ttg kebutuhan nutrisi b.d.
pengalaman
kurang, informasi yg salah, sumber terbatas.
5. Resiko / aktual gangguan tumbang anak :fisik/mental b.d. nutrisi tdk
adekuat, proses penyakit.
6. Perubahan pola eliminasi : Diare b.d. adanya infasi kuman,
malabsorbsi nutrien di usus.
7. Ketidak seimbangan cairan & elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh
b.d. intake tidak adekuat, diare.
8. Resiko terjadi infeksi skunder b.d. menurunnya daya tahan tubuh.

D. Perencanaan Keperawatan
Tujuan:
1. Menignkatkan napsu makan apabila nutrisi kurang
2. Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi
3. Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parenteral

Rencana Tidakan:
Perawat merencanakan Meningkatkan nutrisi melalui 3 cara:
1. Menstimulasi selera makan:
* Menciptakan lingkungan kondusip utk makan.
- Ruangan bebas dari situasi yg mengingatkan pasien pd obat obatan dan
lainnya.
- Ruangan bebas bau. - Perawatan mulut. - Posisi pasien yg nyaman.
2. Memberi diet terapist/pengobatan.
- Evaluasi & catat intake klien setelah makan. - Diskusikan dgn ahli diet (intake & diet).
- Sharing informasi tentang keinginan & respon klien terhadap terapi diet (klien,perawat,ahli
diet).

3. Diet khusus.
- Perawat harus femiliar dgn diet khusus klien.
- Monitor dan seleksi makanan yg dibawa pengunjung

4. Pada gangguan obstruksi mekanis secara umum:


- Lakukan kebersihan mulut segera dgn minumam bikarbonat rendah kalori ataun atau
larutan hidrogen peroksida dan air sebagai pembersih mulut.
- Mempertahankan napsu makan dgn mengubah variasi dan kepadatan seperti jus atau sop
kental - Gunakan suplemen tinggi kalori atau protein.

5. Pada gangguan kesulitan makan secara umum:


- Posisi duduk tegak 60 90 derajat pd kursi atau ditepi tempat tidur.
- Pertahankan posisi selama 10 15 mnt.
- Fleksikan kepala kedepan pada garis tengah tubuh 45 derajat utk mempertahankan
kepatenan esofagus.
- Mulai dari jumlah yg kecil.
- Anjurkan membersihkan mulut, hindari makanan yg pedas, asam, berserat(sayuran
mentah), dan rendam makanan kering agar lunak.

6. Pada gangguan kelebihan nutrisi secara umum:


- Hindari makanan yg mengandung lemak.
- berikan motipasi utk menurunkan berat badan.
- Lakukan program olah raga.

7. Menignkatkan Selera Makan.


- Kurangi gejala yg mengganggu seperti panas, nyeri, maka lebih dahulu
berikan analgesik atau antipiretik.
- Berikan makanan familiar/yg disukai.
- Berikan secara berangsur/porsi kecil, termasuk dpt mengurangi mual.
- Hindari suasana yg tdk nyaman baik waktu makan dan seblm makan.
- Berikan lingkungan bersih, bebas bau, tertata rapi.
- Berikan perawatan mulut sblm makan utk meningkatkan pengecapan.
- Kurangi stres psikologis.
8. Evaluasi Kep.
1. Peningkatan napsu nakan dgn menunjukan kemampuan makan.
2. Terpenuhi nutrisi dgn tidak terdapat tanda kekurangannya.
3. Pertahankan nutrisi oral atau parenteral dgn adanya proses
pencernaan makan yg adekuat.
=======================