Anda di halaman 1dari 2

Dapus Fauziah Siti. 2012. Keperawatan Maternitas Kehamilan Vol. 1.

Jakarta :
Kencana

hal 26

Adaptasi Kehamilan
Wanita dariremaja hingga wanita usia sekitar 40 tahu menggunakan masa hamil
sembilan bulan untuk beradaptasi terhadap peran sebagai ibu. Adaptasi ini merupakan proses
sosial dan kognitif kompleks yang bukan didasarkan pada naluri, tetapi dipelajari.
Orang Dewasa mengubah kehiduoan rutin yang dirasa mantap menjado suatu kehiduoan yang
tidak dapat di prediksi, yang di ciptkan seorang bayi.
Kehamilan adalah suatu krisis maturitas yang dapat menimbulkan stres, tetapi berharga
karena wanita tersebut menyiapkan diri untuk memberi perawatan dan mengembang
tanggung jawab yang lebih besar. Secara bertahap ia berubah dari seseorang yang bebas dan
berfokus pada dirinya sendiri menjadi seorang seumur hidup berkomitmen untuk merawat
orang lain.
1. Mennerima Kehamilan
a. Kesiapan menerima kehamilan
Wanita yang siap menerima suatu kehamilan akan dipicu gejala-gejala awal untuk
mencari validasi medias tentang kehamilannya. Ada beberapa wanita muda
menunda walidasi medias karena akses keperawatan terbatas, merasa malu, atau
karena alasan budaya. Untuk orang lain, kehamilan dipandang sebagai suatu
peristiwa alami, sehingga tidak perku mencari validasi medis. Banyak wanita
awalnya terkejut ketika mendapatkan diri merek hamil. Namun seiring
meningkatnya penerimaan terhadap kehadiran seorang anak, akhirnya mereka
menerima kehamilan.
b. Respont terhadap perubahan citra tubuh
Perubahan fisiolohis kehamilan menimbulkan perubahan bentuk tubuh yang cepat
dan nyata. Selama trimester pertama bentuk tubuh sedikit berubah, tetapi pada
trimester kedua pembesaran abdomen yang nyata, penebalan pingggang, dan
pembesaran peyudara memastikan status kehamilan.
c. Ambivalensi selama masa hamil
Ambivalensi didefinisikan sebagai konflik perasaan yang stimultan seperti cinta
dan benci terhadap seseorang, sesuatu atau keadaaan. Ambivalensi adalah respons
normal yang dialami individu yang mempersiapkan diri untuk suatu pesan baru.
Kebanyakan wanita memiliki sedikit perasaan ambivalen selama hamil. Perasaan

ambivalen berat yang menetap sampai trimester ketiga dapat mengindikasikan


bahwa konflik perab sebagai ibu belum diatasi.