Anda di halaman 1dari 5

Tugas Audit Keuangan Sektor Komersial

Bagian-bagian Laporan Audit Keuangan :


Laporan Audit dengan Opini Tidak Wajar
PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk tahun 2009
dan
Fase II dan Fase III Audit Laporan Keuangan

Oleh :
Usyuluddin (27)
144060006282
Kelas VIII-C

Program Diploma IV Kurikulum


Khusus
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
Tangerang Selatan
2015

Laporan Auditor Independen


No. : L.09 3263 10/II.01.002

Pemegang Saham,
Dewan Komisari dan Direksi.
PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk

Report
Title

Audit Report
Address

Kami telah mengaudit neraca PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk.
(Perseroan) tanggal 31 Desember 2009, serta laporan laba rugi,
laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah
tanggung jawab manajemen Perseroan. Tanggung jawab kami terletak
pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit
kami.
Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan
institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami
merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan
memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu
audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang
mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.
Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan
estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian
terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin
bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan
pendapat.

Introductor
y
Paragraph

Scope
Paragraph

Sebagaimana telah dijelaskan dalam Catatan X atas laporan keuangan,


Perusahaan mencantumkan akun mesin dan ekuipmen pada nilai yang
ditetapkan oleh manajemen, dan menghitung penyusutannya
berdasarkan nilai tersebut. Prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia mengharuskan penyajian aktiva tetap pada kos atau nilai
revaluasi berdasarkan peraturan perundang-undangan, dikurangi
dengan penyusutan akumulasian yang dihitung berdasarkan nilai
tersebut.
Karena penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia seperti yang diuraikan di atas, pada tanggal 31 Desember
2009, saldo sediaan lebih tinggi sebesar Rp 8.145.461.741 dengan
diperhitungkannya biaya penyusutan ke dalam biaya overhead pabrik
dibandingkan jika disajikan atas dasar kosnya; dan aktiva tetap
dikurangi penyusutan akumulasiannya disajikan lebih tinggi Rp
4.177.448.874 dibandingkan jika disajikan atas dasar kosnya.
Menurut pendapat kami, karena dampak hal yang kami uraikan dalam
paragraf di atas, laporan keuangan yang kami sebut di atas tidak

Opinion
Paragraph

menyajikan secara wajar, sesuai dengan prinsip akuntansi yang


berlaku umum di Indonesia, posisi keuangan PT. Adira Dinamika Multi
Finance Tbk tanggal 31 Desember 2009, atau hasil usaha, atau arus kas
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.

Kantor Akuntan Publik


Siddharta & Widjaja

Name of CPA Firm

ttd
Kusumaningsih Angkawijaya, CPA
Izin Akuntan Publik No. 04.1.0951
Jakarta, 1 Pebruari 2010

Audit report Date

Sumber : https://www.scribd.com/doc/70442980/Laporan-Auditor-Dengan-anTidak-Wajar

Phase II and Phase III of a Financial Audit Statement


Phase II
: Perform Test of Controls and Substantive Test of
Transactions
Test of Controls
Auditor harus menguji keefektifan pengendalian perusahan, hal ini
dilakukan dengan pengujian atas pengendalian. Sebagai contoh, anggaplah
bahwa pengendalian internal klien membutuhkan verifikasi oleh petugas (clerk)
yang independen atas semua harga jual per unit sebelum faktur penjualan
dikirimkan kepada para pelanggan. Pengendalian ini dilakukan berkaitan dengan
keakuratan tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi untuk penjualan.
Auditor dapat melakukan uji atas keefektifan pengendalian ini dengan
memeriksa sampel salinan faktur penjualan yang telah diverifikasi oleh petugas
(clerk) independen tersebut.
Substantive Test of Transactions
Selain Melakukan Pengujian atas Pengendalian (Test of Controls), auditor
juga mengevaluasi pencatatan transaksi oleh klien dengan memverifikasi jumlah
moneter transaksi itu. Proses yang disebut pengujian substantif atas transaksi
(Substantive
Test
of
Transactions)
sebagai
contoh,
auditor
dapat
membandingkan harga jual per unit pada salinan faktur penjualan dengan daftar
harga resmi sebagai pengujian atas tujuan keakuratan transaksi penjualan.
Seperti pengujian pengendalian, pengujian ini untuk memenuhi tujuan audit
kekakuratan yang berkaitan dengan transaksi. Biasanya untuk alasan efisiensi
auditor melakukan pengujian substantif atas transaksi bersamaan dengan
pengujian pengendalian.

Phase III
: Perform Analytical Procedures and Test of Details
of Balance
Analytical Procedures
Prosedur analitis (Analytical Procedures) menggunakan perbandingan dan
hubungan untuk menilai apakah saldo akun atau data lainnya telah masuk akal.
Sebagai contoh, untuk memberikan beberapa kepastian bagi tujuan keakuratan
atas transaksi penjualan (tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi) maupun
piutang usaha (tujuan audit yang berkaitan dengan saldo), auditor dapat
memeriksa transaksi penjualan dalam jurnal penjualan menyangkut jumlah yang
secara tidak biasa besar dan juga membandingkan total penjualan bulanan
dengan penjualan tahun-tahun sebelumnya. Jika perusahaan terus menggunakan
harga jual yang tisak benar atau mencatat penjualan secara tidak tepat,
perbedaan yang signifikan mungkin akan terjadi.
Test of Details of Balance
Pengujian atas rincian saldo (Test of details of Balance) merupakan prosedur
spesifik yang ditujukan untuk menguji salah saji moneter pada saldo-saldo dalam
laporan keuangan. Sebagai contoh yang berkaitan dengan piutang usaha (tujuan

audit yang berkaitan dengan saldo) adalah komunikasi tertulis secara langsung
dengan para pelanggan klien guna mengidentifikasi jumlah yang salah.
Pengujian atas saldo merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan
audit karena sebagian besar bukti diperoleh dari sumber yang independen
terhadap klien sehingga dianggap berkualitas tinggi.