Controller dan Auditor
Ahmad Sholihin (3)
Dwi Wahyu Wibowo(8)
Farida Rosadi (11)
Ria Shaintisia Pertiwi (240
Pendahuluan
Farida Rosadi
Controller dan Auditor
Peran
Memberi layanan bagi
manajemen -> membantu
lini manajer:
! Pengambilan keputusan
! Menjalankan fungsi
pengendalian
Melakukan pengawasan
(terutama bagi manajer),
kesesuaian tindakan
dgn:
hukum,
etika, dan
kepentingan
stakeholder
Tentang Controller dan Auditor
Fungsi
Pelayanan
Fungsi
Pengawasan
Timbul Konflik
Solusi??
CONTROLLER
One Tier System
Two Tier System
AMERIKA
EROPA
Two Tier System
INDONESIA
Pemilik/
RUPS
Board of Director
COO CEO CFO
Board of Directors/
Supervisory Board
Chairman
mengawasi
CEO
CFO
Executive Board/
Board of
Management
COO
Dewan Pengawas/
Komisaris
mengawasi
Dewan Eksekutif/
Direksi
! Pada one tier system, anggota boards juga menduduki posisi
Chief Executive Officer (CEO) dan Chief Finance Officer (CFO)
dan bahkan Chief Operation Officer. Dengan adanya fungsi
ganda seperti ini, maka eksekusi misi dan strategi akan lebih
mudah dilaksanakan. Berbeda dengan sistem two tier, dewan
komisaris tidak bisa secara langsung terlibat dalam operasi
perusahaan, akibatnya para komisaris tidak begitu menjiwai apa
yang terkandung dalam visi, misi, dan strategi.
Finance and
Accounting
Function
Chief Financial Officer/
Vice President Finance
Controller
Treasurer
Treasurer
External Financial Reporting
Provision of Capital
Management Control Systems
Money Management
Internal Control
Financial reporting and control
Risk Management
Raising and managing capital
Controllers Organization
Controller
MIS
Accounting
Managerial
Accounting
Budgeting
Internal
Audit
Financial
Accounting
Cost Accounting
Inventory Control
Make-or-buy
...
P&L-statements
Consolidation
Tax Returns
...
Administrative Special
Systems
Projects
Controllers Organization
Corporate Controller
Business Unit
Manajer
Business Unit
Controller
Departmen
Manager
Department
Controller
Controllers Organization
Suatu organisasi yang berskala besar biasanya
mempunyai Controller pusat (Corporate Controller) ,
Controller di Unit Bisnis (Business Unit Controller), dan
Controller di tiap Departemen.
Pada dasarnya fungsi ketiga tipe controller tersebut adalah
sama, yang membedakan adalah lingkup kerjanya.
Hubungan antara Corporate Controller dengan Business
Unit Controller dapat ditetapkan dalam dua alternative yaitu
Dotted Line dan Solid Line.
Peran Controller
1. Sebagai Entitys Chief Accountant
" "bookeeping" atau "scorekeeping".
" Menyiapkan pernyataan keuangan dan laporan
keuangan kepada para pemegang saham dan pihakpihak eksternal lainnya.
Peran Controller
! Fakta menunjukkan bahwa controller telah semakin
jauh terlibat dalam membantu manajer membuat
keputusan bisnis terbaik.
! Institute of Management Accountants (IMA)
# Organisasi saat ini membutuhkan fungsi keuangan agar bisa lebih
terlibat dalam mempengaruhi outcome bisnis.
# Amanat baru ini membutuhkan profesional keuangan untuk memperluas
kompetensi mereka dan bergerak dari sekadar mengelola data
keuangan menjadi membantu para key internal stakeholder untuk
menerapkannya dalam pengambilan keputusan strategis.
! International Federations of Accountants (IFAC)
meramalkan tahun 2010, CFO akan menjadi:
The Real Strategist Behind The Boards Plans"
Peran Controller
2. Terlibat dalam Pengambilan Keputusan Manajemen
" merancang dan mengoperasikan sistem pengendalian
internal dan manajemen untuk memastikan keandalan informasi
" terlibat dalam penyusunan rencana anggaran;
" Menyiapkan dan menganalisis laporan kinerja,
menginterpretasikan laporan-laporan ini untuk para manajer,
menganalisis program dan proposal-proposal anggaran dari
berbagai segmen perusahaan serta mengkonsolidasikannya
ke dalam anggaran tahunan secara keseluruhan.
" mengawasi audit internal dan fungsi dari sistem informasi
manajemen
Peran Controller
The financial reporting and
internal control responsibility
INDEPENDENCE
The management-service
responsibility
INVOLVEMENT
Fungsi Controller
" Perencanaan
" Pengendalian
" Pelaporan
" Akuntansi
Mengapa disebut controller?
Meski pimpinan perusahaan pemegang kendali dan pembuat
keputusan; tapi tujuan/tindakan tsb didasarkan/berlandasakan
pada laporan, analisis, rekomendasi, advice, dan mekanisme
pengendalian yang disediakan oleh controller.
Tanggung jawab Controller
! Memastikan bahwa informasi yang dilaporkan
dari unit operasi mereka, terutama keuangan,
adalah akurat.
! Memastikan sistem pengendalian internal unit
memadai.
! Tanggung jawab dalam pengawasan manajemen.
Menginformasikan apabila terdapat individu
dalam organisasi yang melanggar hukum atau
norma-norma etika.
Tanggung jawab Controller
UU Sarbanes Oxley:
! Mensyaratkan Chief Financial Officer (CFO) perusahaan untuk
melakukan sertifikasi tentang validitas pembuatan laporan
keuangan perusahaannya. Jika diketahui mereka melakukan
laporan palsu, merekaakan dipenjara selama 20 tahun dan
denda sebesar US$5 juta
! Peningkatan tanggung jawab manajemen sebagai pemilik dari
sistem internal kontrol untuk mengupayakan perbaikan terus
menerus terhadap internal kontrol yang ada di perusahaan
dengan memaksa direksi membuat pernyataan atas kondisi
internal kontrol pada saat menyerahkan laporan keuangan.
Direksi dapat dituntut secara pidana atas kebohongan
tersebut.
! Mensyaratkan adanya kode etik, terdaftar pada Securities and
ExchangeCommission untuk para pejabat keuangan (financial
officer)Ancaman hukuman 10 tahun penjara untuk pelaku
kecurangan wire and mail fraud.
Konflik Controller
Can controllers wear two hats; one of a team member and confidant, and
the other of a watchdog or police officer?
! Kedua tanggung jawab ini memerlukan independensi dari
manajemen. Namun, banyak yang percaya bahwa
tanggung jawab pengawasan fidusia dan pengawasan
manajemen seringkali bertentangan dengan tanggung
jawabnya sebagai jasa kontrol bagi manajemen.
The financial reporting and
internal control responsibility
INDEPENDENCE
The management-service
responsibility
INVOLVEMENT
Konflik Controller
! Seringkali diklaim bahwa controllers perusahaan
biasanya lebih berpihak kepada perusahaan dan tim
manajemen dibandingkan kepada pemegang saham
dan investor.
#keterikatan emosional mereka; mereka menjadi
bagian dari tim
Kompensasi insentif berdasarkan kinerja unit bisnis
# motivasi yang kuat untuk berbuat curang terkait hasil
pengukuran dimana mereka bertugas untuk mengawasi dan
melaporkannya
Problem of Controller
! keberpihakan pada perusahaan dan
! kompensasi berbasis pengaruh/godaan
Tidak otomatis berarti bahwa peran pengawasan fidusia
dan manajemen menjadi terganggu, melainkan menjadi
sebuah peringatan
Terdapat solusi alternatif yang memungkinkan tugas
pengawasan manajemen dan fidusia seorang controller
bisa berjalan efektif.
Solusi Alternatif
! Komite audit dari BoD dan auditor internal dapat digunakan untuk
mengawasi fungsi controllers
! Perilaku controllers dapat dibentuk melalui personnel atau cultural
controls, seperti seleksi dan program pelatihan;
! Merancang sistem insentif yang tidak menimbulkan godaan untuk
berbuat curang: controller sebaiknya tidak diberikan reward atas
kinerja yang ditetapkan berdasarkan pengukuran yang dapat
dimanipulasi oleh controller itu sendiri.
! Pelaporan solid-line dalam organisasi efektif untuk mengendalikan
aktivitas unit bisnis controller
Solusi Alternatif
Controller
Solid-line with the corporate controller;
Emphasis on financial control responsibility.
"Corporate spy (HQ representative, irritant,
unbiased partner, checker, policeman).
Dotted-line with the corporate controller;
Emphasis on management-service responsibility.
"Business unit ally (trusted assistant, helper).
Controller
The corporate controller has "functional
control to study and suggest new control
techniques for the better performance of the
controllers in the business units;
AUDITOR
Financial audit?
Limited in MCS
- Audit internal
- Audit ketaatan
- Audit kinerja
! Proses sistematis:
(1) mendapatkan dan mengevaluasi bukti
secara obyektif
(2) judgment korespondensi vs kriteria
(3) communicating
Audit adalah suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan
bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas
ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen
untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi
dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Audit seharusnya
dilakukan oleh seorang yang independen dan kompeten (Arens).
Tahapan Audit
Plan
Process
Communicate
& Follow up
Plan
o Pemahaman atas auditee,
o Penentuan lingkup audit,
o Pengembangan dan pemahaman atas kriteria yang akan
digunakan dalam audit,
o Desain program audit yang akan dilaksanakan,
o Jadwal setiap tugas dan penugasannya kepada setiap anggota
tim audit.
Process
! Mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara obyektif.
! independen$ inspeksi oleh superior bukanlah proses audit.
! Pengumpulan bukti:
! Observasi
! Wawancara
! Review atas laporan
! Konfirmasi
! Analisis
! Perubahan atas program audit dapat dilakukan sehubungan dengan
pengumpulan bukti audit
! Penilaian$ bukti vs kriteria
Process
! Objects of importance berbeda tiap tipe audit:
! Compliance audit $ didesain untuk menguji kepatuhan
perilaku atau hasil terhadap peraturan yang ada, seperti
kebijakan perusahaan, hukum, atau perjanjian pinjaman
! Performance audit $ efektivitas dan efisiensi operasi
! Financial audit $ menyediakan basis bagi auditor untuk
memberikan opini apakah laporan keuangan dipresentasikan
secara wajar
Communicate
mengkomunikasikan hasil audit pada pihak yang berkepentingan
Laporan Hasil Audit
mendeskripsikan bukti yang diperiksa dibandingkan dengan
kriteria yang ditetapkan serta opini auditor itu sendiri.
dapat juga berupa rekomendasi yang spesifik.
Auditor Eksternal dan internal
! Auditor Eksternal:
! independen dari manajemen
! dipekerjakan oleh perusahaan jasa profesional
! pelatihan profesional, berpengalaman, dan lisensi/ sertifikat
dari asosiasi
! Contoh: KAP (Kantor Akuntan Publik)
! Background AE performance audit bermacam-macam $
manajemen secara umum, engineering, finance, atau computer
science
Auditor Eksternal dan internal
! Auditor Internal
! karyawan dari perusahaan yang mereka audit
! mata dan telinga manajemen
! Dapat beroperasi secara sempit hingga luas (melakukan bentuk
performance audit $ efektifitas dan efisiensi operasi organisasi)
! Jumlah berbeda tiap perusahaan.
! Di US terdapat Institue of Internal Auditor (IIA) $ yang
mempunyai anggota lebih dari 75.000, standar profesional ,
kode etik, pengetahuan umum atas internal auditor, dan
program serifikasi (Certified Internal Auditor/ CIA).
! Di pemerintahan indonesia $ AAIPI (Asosiasi Auditor
Pemerintah Indonesia)
Audit Keuangan
! Memberikan opini apakah laporan keuangan yang
disampaikan oleh pihak manajemen telah disajikan secara
wajar berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum
(GAAP).
! Pedoman $ GAAS (Generally Accepted Auditing Standards)
yang dikeluarkan oleh Public Company Accounting Oversight
Board (PCAOB)
Audit Ketaatan
! Organisasi seperti halnya individu, bertanggung jawab atas
kepatuhan terhadap hukum, peraturan, prosedur, dan
kebijakan administrasi yang ditetapkan oleh pihak yang
berwenang $ Audit Ketaatan.
! secara umum berfokus pada lingkup investigatif, semakin
kompleks $ membutuhkan pengetahuan khusus +
profesional judgment.
! Contoh: Audit ketaatan atas hukum pajak
Audit kinerja
! Dikenal dengan audit operasi, audit manajemen, atau audit
komprehensif.
! Digunakan untuk menyediakan evaluasi menyeluruh atas
kinerja atau aspek spesifik tertentu dari kinerja aktivitas
manajemen, departemen, atau manajamennya (efisiensi,
efektivitas, ekonomis)
! Kriteria samar $ good performance $ profesional
judgment.
Nilai Audit
Dua nilai utama audit:
1. Laporan audit menambah kredibilitas terhadap informasi
yang disajikan kepada user.
!
!
Improvemen
Rekomendasi audit
2. Antisipasi atas adanya audit itu sendiri
!
Semua orang melakukan sesuatu dengan lebih baik ketika
mereka tahu seseorang mengawasinya. Ketika dikatakan
bahwa tidak ada seorangpun yang mengawasi, hal tersebut
merupakan undangan kepada bencana. (Gray Davis, Wagub
California).
Faktor situasional yang mempengaruhi
nilai audit
1. Penting tidaknya area yang diaudit. Lebih bernilai ketika
2.
3.
4.
5.
6.
mekanisme kontrol lain tidak berjalan.
Assesment rendah $ kualitas audit rendah
Bersifat historical
Audit berkala $ penyediaan informasi atas audit terbatas
Biaya tidak murah
Tekanan pekerjaan bagi auditee
Studi Kasus
Desktop Solution Inc.
Audit The St. Louis
Branch (1995)
Informasi Umum
! Desktop Solution adalah distributor peralatan elektronik
(printer, scaner)
! Terjadi perubahan di akhir tahun 1980an, manajemen cabang
di OG beralih dari desentralisasi ke fungsional
! permasalahan yang timbul adalah sulitnya komunikasi
personel di antar fungsi di dalam cabang
Operation Group-System
! Merupakan sistem pendukung organisasi terpusat dengan dua
tugas utama yaitu:
! Memelihara dan meningkatkan sistem informasi
! Perencanaan dan implementasi replacement system
Operations Group organization chart
Internal Audit
! Tersentralisasi sejak tahun 1980 untuk meningkatkan
independensi auditor
! Auditor memiliki latar belakang yang beragam, dan yg
berlatar belakang akuntan hanya sedikit
! IA diharapkan berperan dalam pembangunan
! Sebagian besar audit direncanakan di Kantor Pusat
Audit The St. Louis Branch
! Alasan memilih St. Louis
! Merupakan cabang terbesar
! Memeriksa pelaksanaan rekomendasi audit tahun 1993
! Terdapat manajer kontrol baru
! Fokus Audit
! Equipment Inventory
! Piutang
Equipment Control/Billing
! EC berfungsi memantau inventory dan memicu perubahan di
penagihan pelanggan
! Kunci EC adalah order administrator (OA), Equipment Adm
(EA), dan Schedulers
! Manajemen OG membolehkan tiap2 cabang melakukan
proses administrasi yang sedikit berbeda
Audit Procedures
! Sekitar 40% waktu digunakan untuk mengaudit prosedur
equipment control.
! Costumer billing
! Supplies and servicing
! Credit and collection, etc
Temuan Equipment Control
! Manajemen gagal menentukan tanggung jawab EA
! Manajemen cabang tidak terlibat dalam proses kontrol
! Di cabang lain, proses berjalan baik
Recommendations And Follow-up
1. Rekonsiliasi antara persediaan fisik dan catatan persediaan
(NRR) harus diselesaikan.
2. Kekurangan pengendalian peralatan harus dipelajari,
disempurnakan, dan didokumentasikan.
3. Individu-individu yang terlibat dalam kontrol peralatan
harus diberi tanggung jawab yang jelas, dan bertanggung
jawab atas kebenaran laporan peralatan dan tagihan.
Tanggapan Manajemen
! Martha Sorensen (manajer IA):
! Kami memeliki keyakinan bahwa memang terdapat masalah
! Sekarang kita fokus untuk menyelesaikan masalah tersebut
! Phil Phillips, Kawasan 3 manager
! Sistem sudah baik, terbukti cabang lain tidak ada masalah
! Perasalahan utamanya adalah kombinasi permasalahan
! Masalah dapat diatasi tapi butuh waktu
Studi Kasus
Desktop Solution Inc.
Audit of Operation Group
System
Deskripsi Umum
September Don Linsay ditunjuk sebagai Manajer sistem
1995
pada Operating Group
Di awal Don meyakini ada masalah dalam
efektivitas sistem
Pandangan umum terhadap sistem saat adalah
mahal, resistant of change, dan perencanaan
sistem di OG yang tidak efisien.
Identifikasi Awal
Hubungan personel sistem dengan user direct-link relationship
Hubungan personel sistem dengan manajer sistem dotted-link relationship
User punya database masing-masing
Dibutuhkan pegawai lebih banyak
Perencanaan dan koordinasi kurang
Operating Group System
Memelihara dan
meningkatkan
sistem informasi
Perencanaan dan
implementasi
replacement system
Operating Group System
OG mempunyai 10 kantor regional untuk total 52 kantor cabang
di setiap regional
Anggaran untuk sistem pada tahun 1995 adalah $15,8 juta,
sekitar 60% untuk pemeliharaan, perencanaan dan
pengembangan sistem dan sisanya untuk data processing operation.
Jumlah pegawai sistem 155 orang dan 93 diantaranya terkait
langsung dengan aktivitas code-creation (programmer dan
analyst)
Struktur Organisasi
OG
Operasi
Perencanaan dan
Sistem Arsitektur
Pengendalian dan
Administrasi
Prosedur Audit
Clearing and
Summarizing (15%)
Fieldwork (25%)
Planning (15%)
Scoping (30%)
Formal Report to
System
Management( 15%)
Temuan
perencanaan dan koordinasi sistem dalam organisasi kurang memadai.
banyak keputusan implementasi sistem dibuat oleh manajemen level
bawah pada organisasi user
sistem tidak berpedoman dan berkoordinasi dengan personel sistem dan
programming pada organisasi user dalam pengembangan perencanaan
jangka panjang maupun jangka menengah
proses perencanaan OG tidak dihasilkan melalu persetujuan formal manajemen
yang cukup terintegrasi dan terinci secara langsung dengan proses pengembangan
sistem jangka panjang
Rekomendasi
senior
manajemen
OG
Menunjuk information controller pada setiap
area fungsional yang bertanggung jawab
menyediakan interface antara strategic business
planning dengan strategic system planning
Membangun sebuah proses pencatatan dan
pelaporan dari kelebihan sistem untuk
meningkatakn keputusan penilaian investasi
sistem dan evaluasi kinerja,
Rekomendasi
Manajer
sistem
OG
Menetapkan dan mendokumentasikan tanggung jawab dan prosedur
untuk meyakinkan bahwa sistem/user interface sesuai dengan kebutuhan
dan pada level manajerial yang tepat di setiap organisasi
Menyiapkan deskripsi detail bagian otomatis dari siklus proses informasi
OG yang saat ini ada
Mengembangkan dan memelihara deskripsi OG System Architecture
sebagai pedoman perencana sistem dalam mengembangkan rencana
sistem jangka panjang
Menetapkan dan mendokumentasikan tanggung jawab dan prosedur
untuk meyakinkan bahwa perencana sistem mengembangkan rencana
sistem jangka panjang berdasarkan pemahaman rencana proses bisnis
jangka panjang OG, sistem arsitektut OG, siklus informasi saar ini dan
kebutuhan bisnis di masa yang akan datang
Rekomendasi
Manajer
sistem
OG
Menetapkan dan mendokumentasikan tanggung jawab dan prosedur
untuk meyakinkan bahwa perencana sistem mengembangkan rencana
sistem jangka panjang berdasarkan pemahaman rencana proses bisnis
jangka panjang OG, sistem arsitektut OG, siklus informasi saar ini
dan kebutuhan bisnis di masa yang akan datang
meyakinkan bahwa rencana sistem jangka panjang tahun pertama
harus cukup detail untuk menyajikan rencana kerja tahunan tahun
depan, memberikan akuntabilitas dalam pelaksanaan rencana kerja
tahunan bagi manajemen dalam organisasi, menetapkan dan
mendokumentasikan prosedur untuk meyakinkan review dan
persetujuan penyesuaian oleh staff perencana sistem terhadap
rencana kerja tahunan dan memberikan tanggung jawab yang spesifik
dalam fungsi perencanaan untuk mereview semua sistem aplikasi
baru atas kesesuaiannya dengan rencana sistem jangka panjang.
Reaksi Manajemen
Manajer Perencanaan and
Sistem Arsitektur
Dengan adanya auditor,
manajemen dapat mengambil
keuntungan untuk meminta
mereka melakukan audit
apabila ada masalah secara
independen.
Manajer Sistem
Alasan mengundang auditor adalah untuk
mendapat persepsi orang lain terhadap suatu
masalah dan bagaimana rekomendasinya
setuju dengan identifikasi masalah yang
diberikan oleh auditor. Namun rekomendasi
akan lebih baik fokus pada perencanaan
sistem secara keseluruhan
Laporan audit sangat bermanfaat untuk
melihat pandangan dari lain pihak terhadap
suatu masalah dan bagaimana pemecahannya
TERIMA KASIH