Anda di halaman 1dari 6

Nama

NIM
Absen
Kelompok

: A.A. Ayu Uccahati Warapsari


: 1206305036
: 24
:5

ASPEK KEPRILAKUAN PADA PERSYARATAN PELAPORAN


MATERI 11
11.1

Dampak dari Persyaratan Pelaporan


Persyaratan pelaporan dapat mempengaruhi perilaku di semua bidang

akuntansi yang mana diantaranya:


Akuntansi Keuangan
Badan-badan yang berwenang dalam akuntansi keuangan di Amerika
Serikat, termasuk Securities Exchange Commission (SEC), Financial Accounting
Standards Board (FASB), dan Financial Executive Research Foundation (FERF),
telah mengakui dampak potensial yang dimiliki oleh persyaratan pelaporan
terhadap perilaku korporat. FASB dan FERF baru-baru ini mulai mendorong dan
mendukung

investigasi

mengenai

dampak

semacam

itu

dan

mempertimbangkannya secara eksplisit dalam proses penetapan standar.


Pada awal tahun 1969 diusulkan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang
diterima secara umum (generally accepted accounting standar-GAAP) dapat
mempengaruhi prilaku korporat. Hawkins membahas dampak-dampak yang
mungkin terhadap kebijakan operasi manajer mengenai prinsip-prinsip akuntansi
untuk pajak tangguhan. Kredit translasi mata uang asing, laba persaham,
konsolidasi, laba atau rugi luar biasa, ekuivalen saham biasa, dan sewa guna
usaha, ia menyatakan GAAP ynag baik secara keprilakuan akan menghambat
manajer untuk mngambil tindakan operasi yang tidak diinginkan guna
membenarkan adopsi atas suatu alternative akuntansi dan menghambat adopsi
praktik akuntansi oleh korporasi yang menciptakan ilusi kerja,syangnya ia tidak
melakukan investigasi apakah dampak yang ia argumetasikan benar-benar terjadi
atau tidak ia juga tidak membahas situasi hadirin yang dampak mempengaruhi
kekuatan dari dampak tersebut , akan tetapi sejak saat itu telah dilakukan
perubahan dalam banyak bidang GAAP yang dibahasnya.
Beberapa prinsip akuntansi kemudian diterapkan setelah diperdebatkan
terlebih dahulu mengenai dampak yang akan ditimbulkan. Beberapa hal yang
kontroversial dari pernyataan akuntansi tersebut merupakan contoh mengenai
bagaimana prinsip akuntansi tersebut berprilaku. Contoh-contoh tersebut meliputi

bagaimana perlakuan atas kerugian yang secara signifikan dipengaruhi oleh


melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar. Dan bagaimana perlakuan atas
kelebihan nilai pembayaran untuk kontrak utang dalam mata uang asing, sebelum
diterapkan dan diakui sebagai biaya atau dikapitalisasi hal-hal tersebut terlebih
dahulu mngalami perdebatan yang melibatkan berbagai kelompok, dan
interpretasi tersebut dinyatakan bahwa kerugian yang ditimbulkan oleh tingkat
inflasi yang luar biasa dan melibatkan transaksi operasi dalam mata uang dolar
dapat dikapitalisasi oleh Perusahaan.
Prinsip akuntansi yang kontroversional lainya termasuk perlakuan atas
biaya penelitian dan pengembangan, serta persyaratan pelaporan akuntansi atas
inflasi yang mengharuskan dibuatnya penyesuaian dalam laporan keuangan,
demikian pula halnya dengan akuntansi minyak dan gas bumi.
Dalam akuntansi minyak dan gas bumi pengakuan beban dengan metodemetode yang diperbolehkan menunjukan adanya negosiasi antar kelompok yang
kompeten dan terlibat dalam penggunaan akuntansi minyak dan gas bumi
tersebut. Dalam akuntansi tersebut diyatakan bahwa pengunaan perhitungan biaya
penuh (full coating-FC) dan usaha yang berhasil (successful effort- SE) merupak
dua metode yang disetujui. Kedua metode tersebut muncul secara bertahap.
Karena pengguanaan metode SE dapat menyebabkan kerugian besar yang harus
ditampilkan dalam laporan laba rugi, maka baik pihak penyusun laporan
keuangan maupun penerima laporan keuangan memiliki suatu kekhawatiran yang
serius atas pandangan yang negative terhadap informasi keuangan yang
dilaporkan itu. Rasa khawatir itu diwujudkan lewat pengajuan usulan metode lain
yaitu metode FC
Akuntansi Perpajakan
Akuntansi perpajakan keperilakuan merupakan bidang yang relatif masih
belum di eksplorasi. Tetapi, bidang tersebut tentu saja merupakan bidang yang
sensitif dalam kaitannya dengan persyaratan pelaporan. Beberapa orang bahkan
percaya bahwa persyaratan pelaporan pajak yang sekarang melanggar hak
konstitusional. Umumnya dipandang bahwa persyaratan pelaporan pajak adalah
rumit dan sulit bagi banyak pembayar pajak.

Beberapa persyaratan pelaporan telah dikenakan tidak hanya kepada


pembayar namun juga pada pihak lain seperti karyawan dengan maksud untuk
membuat hukum pajak lebih dipatuhi. Pengetahuan bahwa informasi tersebut akan
dilaporkan kepada kantor pajak oleh orang lain diharapkan akan mebuat pembayar
pajak kemungkinan kecil akan mencoba untuk menghindari pajak. Perhatikan
bahwa hukum pajak tidak berubah,persyaratan pelaporan menurunkan peluang
untuk berbuat curang tanpa menapatkan hukuman.
Usaha pada tahun 1985 untuk mengharuskan pencatatan rinci atas
pengurangan beban bisnis mungkin adalah contoh yang paling baru dan
kontroversional mengenai daMpak keprilakuan dari persyarAtan pelaporan pajak.
Telah dibantah bahwa orang-orang bisnis akan mengeluarkan lebih sedikit dan
dengan demikian mengklaim lebih sedikit pengurangan dibandingkan dengan
persyaratan pembukuan yang sekarang. Faktanya, catatan yang lebih rinci itu
sendiri tidak perlu dilapokan, tetapi pembayar pajak dan penyususn laporan pajak
diharuskan untuk melaporkan bahwa catatan semacam itu disimpan dan tersedia
untuk diperiksa.
Akuntansi Sosial
Hanya sedikit saja yang diketahui mengenai dampak dari akuntansi sosial
terhadap pengirim informasi. Masih terdapat relatif sedikit akuntansi sosial bagi
public, dan kebanyak riset mengenai hal itu berkaitan dengan dampak terhadap
penerima dari informasi yang dilaporkan. Karena akuntansi sosial eksternal masih
bersifat sukarela, maka tidak terdapat dampak apapun terhadap pelaporan secara
sukarela. Karena akuntansi sosial merupakan bidang perhatian dan relative baru
dan seringkali mengalami konfllik dengan kriteria kerja yang sudah mapan, maka
terutama sangat penting untuk menggabungkan persyaratan pelaporan dengan
keperilakuan dan sanksi untuk ketidakpatuhan yang sangat eksplit.
Akuntansi Manajerial
Manajemen dapat memberlakukan persyaratan pelaporan internal apapun
yang diinginkannya kepada bawahan. Pos-pos yang dilaporkan secara internal
dapat bersifat keuangan, operasional, sosial, atau suatu kombinasi. Akan tetapi
hanya sedikit data akuntansi manajemn yang tersedia bagi publik karena data
tersebut jarang dilaporkan diluar organisasi. Sangat sulit pula untuk digeneralisasi

karena setiap organisasi mempunyai sistem akuntansi manajemen, sekelompok


persyaratan pelaporan, dan hubungan organisasional yang unik.
Kombinasi dari hasil riset dalam bidang ini menunjukan proses yang
sangat kompleks dimana persyaratan pelaporan berinteraksi dengan sejumlah
variable dan proses organisasional lainnya. Kesimpulan yang paling masuk akal
yang dapat ditarik dari hasil riset yang tersedia bahwa kadang kala, persyaratan
pelaporan menghasilkan dampak yang dapat diamati terhadap prilaku pelapor dan
kadang kala tidak. Keanekaragaman dari faktor-faktor yang mungkin harus
dipertimbangkan membuatnya menjadi sangat sulit untuk memprediksikan kapan
dan dampak apa yang akan terjadi.
V.T Ridgeway (1959) adalah salah satu orang yang menarik perhatian pada
apa yang disebut sebagai

konskuensi disfungsional dari ukuran kinerja ia

memperingatkan bahwa satu ukuran numerik tunggal biasanya tidak dapat


mencakup segala sesuatu yang penting yang mencakup operasi.
11.2

Penilaian Dampak Terhadap Pengirim Informasi


Terdapat banyak cara untuk menilai dampak dari persyaratan pelaporan

terhadap

pengiriman informasi. Yang paling tersedia adalah pegambilan

keputusan deduktif, yang melibatkan pemikiran secara hati-hati mengenai


bagaimana persyaratan pelaporan akan berinteraksi dengan kekuatan-kekuatan
motivasional lainnya guna membentuk prilaku manajer. Teknik ini sebaiknya
selalu digunakan sebelum memberlakukan suatu persyaratan pelaporan.
Metode lain adalah dengan menyatakan kepada para pelapor mengenai
prilaku mereka. Suatu cara formal untuk melakukan hal ini adalah dengan survei,
yang dapat terdiri atas pertanyaan-pertanyaan sempit dengan kemungkinan
tanggapan yang ditentukan atau atas pertanyaan-pertanyaan luas dengan
kemungkinan jawaban yang terbuka atau atas gabungan dari keduanya. Metode
ini hanya memberikan apa yang rela dan mampu diberikan oleh pelapor kepada
anda mengenai proporsi mereka sendiri atas prilaku dan reaksinya terhadap
persaratan pelapor. Pelapor bisa berfikir bahwa mereka telah mengubah prilaku
mereka dengan cara-cara atau jumlah yang sebenarnya tidak mereka lakukan, atau
sebaliknya.

Cara untuk memastikan apakah persyaratan pelaporan mengubah perilakuperilaku pelaporan adalah dengan mengamati prilaku dengan dan tanpa
persyaratan pelaporan. Hal ini sebainya dilakukan dalam eksperimen terkendali
dimana satu-satunya hal yang dapat berubah adalah persyaratan pelaporan. Tetapi,
agar hasinya berguna, penting bahwa kondisi eksperimen cukup serupa dengan
kondisi alamiah dimana persyaratan pelaporan ada. Hal ini tida selalu mudah
untuk dilakukan.
Beraneka ragam pendekatan dapat diambil untuk mengukur prilaku dalam
kondisi alamiah itu sendiri. Ketika terdapat akses langsung ke pelapor dan paling
tidak beberapa variabel relevan yang dapat dikendalikan atau dimanipulasi,
gunakan studi lapangan yang bersifat eksperimen semu yang meruak suatu
kompromi antara kepastian dan relavansi. Metode tersebut adalah metode yang
paling mendekati eksperimen laboratorium dalam hal pengendalian dan oleh
karena itu memberikan suatu pengujian atas kausalitas. Ketika pengirim hanya
dapat diamati (yaitu tidak ada variable yang relevan yang dapat dikendalikan atau
dimanipulasi), maka hal ini merupak study kasus dalam beberapa konteks
akuntansi, terutama keuangan, tidak ada pengendalian yang tersedia, sehingga
seseorang harus menggunakan data apa pun yang tersedia mengenai prilaku dari
pengirim. Hal ini disebut dengan analisis post hoc atas data sekunder.
Masalah dalam kondisi alamiah adalah bahwa banyak hal-hal lain
yangkemungkinan akan berubah pada saat yang bersamaan sengan persyartan
pelaporan. Hal ini menyulitkan untuk menentukan apakah penyebab dari perilaku
yang diamati adalah karna persyaratan pelporan atau karena satu atau lebih faktor
lainnya. Juga, terutama ketika analisis post hoc terhadap data sekunder digunakan,
ukuran ukuran langsung dari prilaku yang diamati mungkin tidak tersedia.
Meskipun terdapat kesulitan-kesulitan tersebut, penting untuk mencoba
menentukan bagaimana persyaratan pelaporan telah mempengaruhi perilaku
pelapordalam cara yang menguntungkan atau tidak mnguntungkan dan dapat
diprediksi atau tidak, sebagaimana dengan kebanyakan tugas evaluasi kinerja,
kombinasi dari beberapa metode peniaian kemungkinan besar akan memberikan
hasil yang paling andal.

DAFTAR PUSTAKA
5

Lubis, Arfan Ikhsan. 2010. Akuntansi Keperilakuan, edisi 2. Jakarta: Salemba


Empat.
Olin. 2012. Contoh Makalah Aspek Keprilakuan pada Penyusunan Laporan
Keuangan.

http://merahkuning.wordpress.com/2012/06/05/contoh-

makalah-aspek-keprilakuan-pada-penyusunan-laporan-keuangan/.
(Diakses pada 16 November 2014)