Anda di halaman 1dari 19

FERTILISASI DAN

PENENTUAN JENIS KELAMIN


Irfan Fajaruddin, S.Kep., Ners.

FERTILISASI
Fertilisasi adalah proses penyatuan gamet
pria dan wanita, terjadi di daerah ampulla
tuba fallopii. Bagian ini adalah bagian
terluas pada saluran telur dan terletak
dekat ovarium.
Spermatozoa dapat bertahan hidup di
dalam saluran reproduksi wanita selama
kira-kira 24 jam.

Lanjutan ..
Spermatozoa bergerak dengan cepat dari
vagina ke rahim dan selanjutnya masuk
ke dalam saluran telur. Pergerakkan naik
ini disebabkan oleh kontraksi otot-otot
uterus dan tuba. Perlu diingat bahwa pada
saat sampai di saluran kelamin wanita,
spermatozoa belum mampu membuahi
oosit. Mereka harus mengalami
(a) kapasitasi
(b) reaksi akrosom.

Fase Fase Fertilisasi


Tahap 1 Penembusan Corona Radiata
Dari 200 hingga 300 juta spermatozoa
yang dicurahkan kedalam saluran kelamin
wanita, hanya 300 sampai 500 yang
mencapai tempat pembuahan. Hanya satu
diantaranya yang diperlukan untuk
pembuahan, dan diduga bahwa spermasperma lainya membantu sperma yang
akan membuahi untuk menembus sawarsawar yang melindungi gamet wanita.
Sperma yang mengalami kapasitasi
dengan bebas menembus sel korona.

Penembusan Corona
Radiata

Tahap 2 Penembusan
Zona Pelucida
Zona pelucida adalah perisai glikoprotein
disekeliling telur yang mempermudah dan
mempertahankan pengikatan sperma dan
menginduksi reaksi akrosom. Pelepasan
enzim-enzim akrosom memungkinkan
sperma menenbus zona pelucida, sehingga
akan bertemu dengan membrane plasma
oosit. Permeabilitas zona pelucida berubah
ketika kepala sperma menyentuh
permukaan oosit. Hali ini mengakibatkan
pembebasan enzim-enzim lisosom dari
granul-granul kotex yang melapisi
membrane plasma oosit.

Penembusan Zona
Pelucida

Tahap 3 Penyatuan
Oosit dan Membrane Sel
Sperma
setelah spermatozoa menyentuh
membrane sel oosit kedua selaput plasma
sel tersebut menyatu. Karena selaput
plasma yang membungkus kepala
akrosom telah hilang pada saat reaksi
akrosom, penyatuan yang sebenarnya
terjadi adalah antara selaput oosit dan
selaput yang meliputi bagian belakang
kepala sperma. Pada manusia, baik kepala
dan ekor spermatozoa memasuki
sitoplasma oosit, tetapi selaput plasma
tertinggal di permukaan oosit.

Lanjutan.
Segera setelah spermatozoa memasuki
oosit, sel telur menaggapinya dengan
tiga cara yang berbeda:
Reaksi kortikal dan zona
Melanjutkan
pembelahan
meiosis
kedua
Penggiatan metabolic sel telur

Lanjutan
Selama masa pertumbuhan baik pronukleus pria
maupun wanita (keduanya haploid) masingmasing pronukleus harus menggandakan
DNAnya.
Hampir tidak pernah lebih dari 1 sperma yang
dapat memasuki ovum karena sebab sebagai
berikut: zona pelucida ovum, yaitu lapisan
mukopolisakarida disekeliling ovum, mempunyai
struktur tipe kisi-kisi, dan segera setelah lapisan
ini di tembus, beberapa bahan (mungkin salah
satu dari enzim proteolitik dari akrosom sperma)
tampak berdifusi kedalam kisi-kisi untuk
mencegah penetrasi oleh sperma lain. Tentu
saja, penelitian mikroskopik memperlihatkan
bahwa banyak sperma lain berusaha menembus

Hasil utama pembuahan


adalah :

Pengembalian

menjadi jumlah kromosom


diploid lagi, separuh dari ayah dan separuh
dari ibu. Oleh karena itu, zigot mengandung
kombinasi kromosom baru yang berbeda dari
kedua orang tuanya.
Penentuan jenis kelamin individu baru.
Spermatozoa pembawa x akan menghasilkan
satu mudigah wanita (xx) dan spermatozoa
pembawa y akan menghasilkan satu mudugah
pria (xy). Oleh karena itu jenis kelamin
kromosom mudigah tersebut ditentukan pada
saat pembuahan.
Dimulainya pembelahan. Tanpa pembuahan
oosit biasanya akan berdegenerasi 24 jam
setelah ovulasi.

PROSES PEMBUAHAN

PENENTUAN JENIS KELAMIN


Sifat kelamin dari anak sudah ditentukan pada
waktu fertilisasi dan bukan oleh sel telur
melainkan oleh sel mani
Perbedaan antara sel pria dan sel wanita
terletak pada sex kromosom :
Sel pria mempunyai sepasang sex kromosom
yang berlainan jadi 22 pasang kromosom biasa
dan sebuah X sex kromosom dan sebuah Y sex
kromosom
Sel wanita mempunyai sex kromosom yang
sama jadi 22 pasang kromosom biasa dan 2
buah X sex kromosom.

Dalam proses pematangan dari ovum dan


spermatozoa terjadilah pembagian reduksi,
pembagia sedemikian rupa hingga sel-sel yang
baru hanya mempunyai separuh dari jumlah
kromosom yang biasa.
Dengan demikian sel telur yang matang
mempunyai 22 buah kromosom biasa dan sebuah
X kromosom.
Sel mani yang matang ada 2 macam ialah :
Sel mani dengan 22 buah kromosom biasa
dengan sebuah X kromosom, dan sel mani
dengan 22 buah kromosom biasa dengan Y
kromosom.

FAKTOR FAKTOR YANG


MEMPENGARUHI JENIS KELAMIN BAYI
Faktor Makanan
Jika menginginkan seorang bayi perempuan Suami
harus makan makanan yang banyak mengandung
alkaline, mineral kalsium dan magnesium,
sedangkan istri banyak makan makanan yang
mengandung asam, mineral kalium dan natrium.
Jika menginginkan bayi laki-laki Suami harus
banyak mengkonsumsi makanan yang banyak
mengandung asam, mineral, dan magnesium.
Sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi
makanan yang banyak mengandung alkaline,
mineral kalsium dan magnesium .

Faktor Waktu (kapan berhubungan)


Jika menginginkan seorang bayi perempuan
Lakukan coitus (persetubuhan/senggama) 23 hari
sebelum ovulasi (masa subur).
Jika menginginkan bayi laki-laki Waktu
berhubungan dilakukan sedekat mungkin dengan
ovulasi, sebaiknya tepat pada ovulasi, berkisar antara 12
jam sebelumnya.
Faktor Penetrasi
Jika menginginkan seorang bayi perempuan Suami
harus menghindari penetrasi terlalu dalam pada saat
berhubungan. Sehingga diharapkan sel sperma
kromosom X saja yang berkesempatan tetap hidup dan

Faktor Orgasme
Jika menginginkan seorang bayi perempuan
usahakan istri tidak mencapai orgasme selama
berhubungan. Sekresi cairan yang keluar dari kemaluan
wanita akan menjadi alkaline (basa) jika terangsang, hal
ini akan mendorong aktifitas spematozoa Y.
Jika menginginkan bayi laki-laki upayakan istri
dapat orgasme lebih awal dari suami atau bersamaan.
Faktor Persiapan Istri
Jika menginginkan seorang bayi perempuan.
Sebelum coitus, basuh vagina dengan 2 sendok makan
larutan white vinegar/cuka yang sudah dicampur dalam
1 liter air bersih. Hal ini dilakukan agar kondisinya
menjadi asam sehingga aktifitas spermatozoon Y
menurun.
Jika menginginkan bayi laki-laki. Cuci vagina
dengan larutan dari dua sendok soda kue yang sudah
dicampur dalam satu liter air bersih, sehingga suasana

Faktor Posisi
Jika menginginkan seorang bayi perempuan.
Disarankan posisi waktu berhubungan adalah yang
klasik/berhadapan yaitu, posisi istri di atas suami
sehingga sperma tertampung di sekitar mulut
rahim.
Jika menginginkan bayi laki-laki. Posisi suami
pada waktu berhubungan berada di atas istri. Hal
ini mengikuti sifat dari spermatozoon Y akan cepat
menuju sasaran (sel telur).