Anda di halaman 1dari 34

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

(FLEXIBLE PAVEMENT)
LABURAN ASPAL
Lapis tipis dari batu pecah atau pasir tebal 1 sampai 3 cm
Dicampur diatas permukaan aspal yang sudah ada atau
lapis pondasi baru
Sebelum dihampar disiram aspal 1 L/m2 sebagai lapis
perekat (tack coat) pada jalan lama atau lapis resap
pengikat (prime coat) pada pondasi baru
Disiram aspal panas 3 kg/m2 dan digilas
Untuk laburan diatas permukaan jalan lama aspal panas
1 kg/m2 ; disiram / ditebar pasir 1 a 2 cm; kemudian
digilas

BAHU JALAN
Bagian perkerasan jalan

yang terletak dikedua


sisi luar jalur lalulintas
Penahan perkerasan
jalan pada jalur
lalulintas terhadap
gerakan mendatar
Kokoh dan tidak mudah
mengalami perubahan
bentuk

BAHU JALAN
Bahu jalan tanpa penutup,

permukaan padat akhir tidak


boleh bervariasi 1,5 cm
dibawah/diatas ketinggian
rencana
Permukaan akhir tidak boleh
terlalu tinggi /rendah dari 1,0
cm terhadap tepi jalur
lalulintas yang berbatasan
Kemiringan melintang tidak
boleh bervariasi lebih dari
1,0% dari nilai rentangan

BAHU JALAN
Bahu jalan tanpa

penutup; agregat kelas B


atau kelas C
Persyaratan agregat kelas
B seperti lapis pondasi
agregat
Agregat kelas C; kerikil
pecah, padas pecah,
kerikil alam bulat
memenuhi persyaratan
gradasi

Ukuran
Ayakan
(ASTM mm)

% berat
lolos

19
4,75
0,425
0,075

100
51 74
18 36
10 22

BAHU JALAN
Penghamparan sampai dengan ketinggian lapis

pondasi bawah bersamaan dengan material lapis


pondasi bawah
Sisanya (penyelesaian) dilaksanakan setelah
pekerjaan lapis permukaan pada jalur lalulintas selesai
dikerjakan
Perhatian khusus perlu diberikan pada keselamatan
pengguna jalan, dengan memberikan tanda-tanda
yang cukup apabila masih terdapat selisih tinggi
antara permukaan jalur lalulintas dan bahu jalan yang
sedang dalam penyelesaian

BAHU JALAN

PERALATAN
UTAMA
Dump Truck
Motor Grader
Compactor
Watertank
Truck
Alat Ukur

PERKERASAN KAKU
(RIGID PAVEMENT)

Perkerasan kaku

terbuat dari beton


semen Portland,
mutu tinggi, mutu
minimal K 350
Tebal pelat beton
antara 25 30 cm
(sesuai desain);
berfungsi sebagai
pondasi dan lapis
aus/ permukaan
sekaligus

Susunan perkerasan beton


semen

Lantai kerja dari beton

mutu rendah K 100 K 125;


tebal 10 cm dicor diatas
permukaan tanah dasar
Permukaan lapis tanah
dasar diratakan,
dihaluskan dan
dipadatkan; CBR 6%
Acuan harus kokoh
Cor beton dipadatkan
dengan alat penggetar;
tidak boleh ada segregasi
di dalam beton
Permukaan beton diberi
alur (gesekan)

PERKERASAN KAKU
(RIGID PAVEMENT)

Plastik telah siap dibentangkan sebelum


pengecoran beton

PERKERASAN KAKU
(RIGID PAVEMENT)
Pemasangan dowel pada

rencana sambungan beton

Pemasangan dowel diatas


lean concrete

PERKERASAN KAKU
(RIGID PAVEMENT)
Badan jalan harus
diperiksa
kesesuaiannya dengan
bentuk elevasi
Bagian-bagian acuan
disambung menjadi
satu/kokoh dan tidak
boleh bergerak

Dudukan ruji atau batang


pengikat

PERKERASAN KAKU
(RIGID PAVEMENT)
Beton
dihampar dan
dipadatkan
dengan alat
penggetar;
tidak boleh
terjadi
segregasi

Pengecoran beton ready mix

Penghamparan beton secara


manual

Penghamparan beton semen


(masinal)

Perataan (masinal)

Pembuatan benda uji untuk


pengendalian mutu

PERKERASAN KAKU
(RIGID PAVEMENT)

Selimut beton

tulangan baja
setelah
pemadatan 60
10 mm dari
permukaan akhir
pelat
Permukaan
perkerasan
beton yang akan
digunakan
sebagai
permukaan jalan
diberi alur
(groove)

Pembuatan tekstur permukaan

Perawatan beton semen

Perawatan beton semen

PEKERJAAN SALURAN/SELOKAN
Air pengaruh terhadap konstruksi jalan
Kadar air berlebihan akan merusak badan jalan
Badan jalan akan amblas, merusak perkerasan
pondasi dan lapis aspal permukaan
Lapis permukaan harus kedap air
Saluran samping
Saluran kiri/kanan jalan menampung air hujan dari
permukaan jalan maupun sekitarnya
Air harus segera dialirkan dan dibuang

PEKERJAAN SALURAN/SELOKAN
Bentuk penampang saluran

samping; trapesium, persegi,


segitiga
Umumnya dibentuk dari hasil
galian
Elevasi galian dasar selokan
yang telah selesai dikerjakan
tidak boleh berbeda > 1 cm
dari yang telah ditentukan
Alinyemen profil melintang
saluran yang telah selesai
dikerjakan tidak boleh
bergeser > 5cm

PEKERJAAN
SALURAN/SELOKAN

Gorong-gorong
Gorong-gorong tempat
menyalurkan air dibawah
badan jalan yang berasal
dari saluran samping atau
sungai kecil
Bentuk gorong-gorong
bulat dari beton atau
persegi (yang disebut box
culvert); diameter pipa
berkisar 80 150 cm; box
culvvert 2 m x 2 m sampai 3
mx3m
Ada pula gorong-gorong
pipa baja gelombang
(corrugated steel pipe)
diameter bervariasi 100 cm
250 cm

PEKERJAAN SALURAN/SELOKAN
Pemasangan

Gorong-gorong.
Gorong Tebal tanah
dibawah
permukaan jalan
ke tepi atas pipa
beton paling
sedikit (minimal)
60 cm

LAPORAN
Laporan Harian / Buku

Harian
Laporan Mingguan
Laporan Bulanan
Laporan Triwulan
Laporan Akhir

SERAH TERIMA PEKERJAAN


( PHO & FHO )
SERAH TERIMA SEMENTARA (PHO = PROVISIONAL HAND OVER)
Setelah pekerjaan seluruhnya selesai 100%, kontraktor bisa
mengajukan permintaan serah terima sementara
Dibentuk panitia PHO dan Tim untuk meneliti seluruh pekerjaan
termasuk administrasi
Hal-hal yang belum sesuai dengan spesifikasi dicatat dalam daftar
perbaikan cacat dan kekurangan (defect & deficiencies) dan
ditentukan tanggal selesai perbaikan dan usul tanggal FHO

SERAH TERIMA
PEKERJAAN
( PHO & FHO )

SERAH TERIMA AKHIR


Setelah semua kerusakan dan kekurangan diperbaiki dan
masa pemeliharaan selesai dilakukan serah terima kedua
dengan menerbitkan berita acara bahwa kontraktor telah
menyelesaikan pekerjaan dengan baik sesuai dokumen
kontrak

Rangkuman
Menurut UU No 18 Th 1999 tentang Jasa Konstruksi

istilah pemilik proyek, kontraktor, konsultan sudah


diubah. Pemilik proyek adalah Pengguna Jasa;
Kontraktor adalah Penyedia Jasa Pelaksanaan
Konstruksi; Konsultan adalah Penyedia Jasa Pengawasan
Konstruksi
Pre Construction Meeting adalah rapat pertama yang
dilakukan sebelum kontraktor memulai pekerjaan di
lapangan. Rapat dihadiri oleh Direksi yang mewakili
Pemilik Proyek, Kontraktor, Konsultan. Rapat tersebut
terutama untuk membahas dan menyamakan penafsiran
teknis dan administrasi yang ada dalam dokumen
kontrak

Rangkuman
Pada pekerjaan timbunan tanah untuk membentuk

badan jalan, masalah pemerataan adalah sangat penting.


Penghamparan tanah dilakukan lapis demi lapis dan tiap
lapisan dipadatkan. Tiap lapis penghamparan tebalnya
adalah < 30 cm.
Lapis pondasi atas suatu perkerasan jalan berfungsi
memikul beban lalulintas kendaraan. Bila tebalnya 50
cm, cara penghamparannya dilakukan lapis demi lapis @
< 15 cm dan tiap lapis dipadatkan.
Lapis aus atau Wearing Course dari suatu perkerasan
berfungsi terutama untuk menahan tekanan dan
gesekan roda kendaraan.