Anda di halaman 1dari 23

SINDROMA PRE-EKSITASI

dan Aneka kelainan EKG

SINDROMA PRE-EKSITASI
Sindroma EKG di mana ventrikel
mengalami depolarisasi lebih awal dari
biasa
Adanya jalur-jalur aksesori pada
sistem konduksi jantung
Kelainan kongenital ( 1-2 populasi
umum
Bersifat non fungsional pada waktu
lahir dan manifes masa kanak atau
dewasa
2

Sistem Konduksi Jantung


Simpul SA
Jalur Bachman
Jalur Internodal
Simpul AV
Berkas His
Cabang berkas kiri
Cabang berkas kanan
Fasikel kiri posterior
Fasikel kiri anterior
Serabut Purkinje

Ada 3 macam jalur aksesori


1. Jalur Kent

Jalur Aksesori terpenting.


Menghubungkan atrium langsung dg
ventrikel tanpa melalui simpul AV,
menembus cincin AV di tempat-tempat
yang berbeda

2. Jalur James

Berawal dari atrium dan berakhir di


berkas His

3. Jalur Mahaim

Berawal di berkas His dan berakhir di


ventrikel
4

Jalur Kent

Jalur James

Jalur Mahaim

Jalur-jalur aksesori

Sindroma Pre-eksitasi
Pre-eksitasi pada jalur Kent
Pre-eksitasi pada jalur
James
Pre-eksitasi pada jalur
Mahaim
6

Pre-eksitasi Jalur Kent


Disebut juga Sindroma WolffParkinson-White (W-P-W)
Gambaran EKG : kompleks fusi
aktivasi ventrikel jalur normal dan
jalur aksesori.
Impuls dari atrium melalui jalur Kent
lebih cepat sampai di ventrikel
(karena tidak melewati simpul AV
yang bersifat memperlambat impuls)
7

Pre-eksitasi Jalur Kent


Impuls dari Jalur Kent awali
depolarisasi di suatu tempat di
ventrikel timbul gelombang khas
pada awal kompleks QRS yang
disebut gelombang delta
Gelombang delta bagian landai
pada awal kompleks QRS.
Kompleks QRS melebar
Waktu konduksi atrio-ventrikuler
memendek interval PR memendek
8

Gambaran EKG : Sindroma W-P-W


Interval PR memendek <= 0,12
detik
Adanya gelombang delta
Kompleks QRS melebar (karena
gelombang delta)

-Interval PR memendek
-Ada gel delta, QRS melebar

Pre-eksitasi jalur Kent : Sindroma W-P-W


Jalur 1 : jalur normal
Jalur 2 : jalur Kent
10

Type Sindroma W-P-W


Sindroma W-P-W tipe A
Jalur Kent di sebelah kiri, aktivasi dini
terjadi di ventrikel kiri
Gambaran EKG menyerupai BCBKa,
dengan R yang tinggi di V1, V2

Sindroma W-P-W tipe B


Jalur Kent di sebelah kanan, aktivasi
dini terjadi di ventrikel kanan
Gambaran EKG menyerupai BCBKi,
dengan defleksi QRS yang negatif di V1,
V2..
11

12

13

WPW

14

WPW

15

Pre-eksitasi Jalur James


Disebut juga Sindroma Lown-Ganong-Levine
(L-G-L)
Interval PR memendek
Impuls lewat jalur ini mencapai ventrikel lebih
cepat karena tidak diperlambat simpul AV.
Aktivasi ventrikel berpangkal dari berkas His,
sehingga jalur aktivasi ini tidak berbeda dari
aktivasi normal.
Menghasilkan kompleks QRS tanpa
gelombang delta
16

Gambaran EKG Sindroma L-GL


Interval PR memendek (<0,12 detik)
Tak ada gelombang delta,
kompleks QRS normal

17

-Interval PR memendek
-Tak ada gel delta, QRS tak melebar

Pre-eksitasi Jalur James : Sindroma L-GL


Jalur 1 : jalur normal
Jalur 2 : jalur James
18

19

LGL

20

Pre-eksitasi Jalur Mahaim


Jalur Mahaim dimulai dari berkas
His
Interval PR tidak terpengaruh
Jalur Mahaim mengawali aktivitas
pada sebagian ventrikel
gelombang delta

21

Gambaran EKG pada Jalur


Mahaim
Interval PR normal
Terdapat gelombang
delta
Kompleks QRS melebar
22

Pre-eksitasi jalur Mahaim


Jalur 1 : jalur normal
Jalur 2 : jalur Mahaim
23

24

Wolff-Parkinson-White syndrome

Wolff-Parkinson-White syndrome

Aneka Kelainan EKG

Hiperkalemia
Hipokalemia
Hiperkalsemia
Hipokalsemia
Digitalis
Perikarditis

Hiperkalemia
Bila Kalium darah meningkat:
T menjadi tinggi dan lancip
R menjadi lebih pendek
QRS menjadi lebar
QRS bersatu T, sehingga segmen ST
hilang
P mengecil, akhirnya menghilang

Gambaran EKG pada Hiperkalemia


Bila kadar K+ makin meningkat :
a. T meninggi dan lancip, R menjadi pendek
b. QRS melebar dan bersatu dengan T
c. P merendah dan hilang

Tall T

Hipokalemia
Kalium darah menurun :
U menjadi prominen
T makin mendatar dan
akhirnya
terbalik
Depresi ST
Interval PR memanjang

Gambaran EKG pada Hipokalemia


Bila kadar K+ makin menurun:
a. U prominen, T mendatar
b. Depresi ST, T terbalik, PR memanjang

Hiperkalsemia
Kelainan EKG yang terpenting
: interval QT memendek

Hipokalsemia
Yang terpenting 
perpanjangan segmen ST,
sehingga interval QT
memanjang

Gambaran EKG pada Hipo- dan Hiperkalsemia


Hipokalsemia : QT memanjang terutama karena
perpanjangan ST
Hiperkalsemia : QT memendek, terutama karena
pemendekan ST

Digitalis
Dapat mempengaruhi bentuk QRS-T,
disebut efek digitalis:
Depresi ST, menurun landai disusul
bagian akhir naik dengan curam.
Interval QT memendek

T sering menjadi rendah


Selain itu bisa terjadi gangguan
pembentukan dan penghantaran
impuls

Efek Digitalis
QT memendek, depresi ST menurun landai
kemudian naik curam serta T yang rendah

Perikarditis
Peradangan pada epikard
Gambaran EKG menyerupai
gambaran injuri pada epikard, yaitu
elevasi ST
Pada perikarditis yang hanya
sedikit menimbulkan keradangan
pada epikard, EKG bisa normal.

EKG Pada Perikarditis


Elevasi ST
Biasanya luas, kecuali V1 dan aVR
Bentuk konkaf cekung ke atas
Kurang dari 5 mm

T menjadi terbalik, terutama


setelah segmen ST kembali ke
garis isoelektrik
Tidak timbul Q

Perikarditis akut
Elevasi ST kurang dari 5 mm, bentuk cekung ke
atas,
atas, tidak timbul Q

Perikarditis

EKG Pada Efusi Perikardial


Tanpa adanya keradangan
epikardial, tidak terdapat elevasi
ST.
Voltase yang rendah pada QRS dan
T