Anda di halaman 1dari 3

Dasar teori :

Titrasi kompleksometri ialah suatu titrasi berdasarkan reaksi pembentukan senyawa kompleks
antara ion logam dengan zat pembentuk kompleks. (Day & Underwood, 2006). Menurut
Khopkar (2002), titrasi kompleksometri yaitu titrasi berdasarkan pembentukan persenyawaan
kompleks (ion kompleks atau garam yang sukar mengion). Kompleksometri merupakan jenis
titrasi dimana titran dan titrat saling mengkompleks, membentuk hasil berupa kompleks.
Macam-macam titrasi yang sering digunakan dalam kompleksometri,antara lain :
1.

1.

1.

1.
1.
1.

Titrasi langsung yaitu titrasi yang biasa digunakan untuk ion-ion yang tidak mengendap
pada pHtitrasi, reaksi pembentukan kompleksnya berjalan cepat. Contoh penentuannya
ialah untuk ion-ion Mg, Ca, dan Fe.
Titrasi kembali yaitu titrasi yang digunakan untuk ion-ion logam yang mengendap pada
pH titrasi,reaksi pembentukan kompleksnya berjalan lambat. Contoh penentuannyaialah
untuk penentuan ion Ni.3.
Titrasi penggantian atau titrasi substitusi adalah titrasi yang ini digunakan untuk ion-ion
logam yang tidak bereaksi sempurna dengan indikator logam yang membentuk kompleks
EDTA yang lebih stabil daripada kompleks ion-ion logam lainnya, contoh penentuannya
ialah untuk ion-ion Ca dan Mg.4.
Titrasi tidak langsung Titrasi ini dilakukan dengan cara, yaitu :
Titrasi kelebihan kation pengendap (misalnya penetapan ion sulfat, danfosfat).
Titrasi kelebihan kation pembentuk senyawa kompleks (misalnyapenetapan ion sianida)
(Bassettet al., 1994).

PEMBAHASAN
Pada praktikum tanggal10 april 2014, dilakukan percobaan untuk menentukan kesadahan
total, kadar kalsium (Ca) dan kadar magnesium (Mg) yang terkandung dalam sampel air.
Penentuan Ca dan Mg ini berkaitan dengan kesadahan air sebagai parameter dari kualitas air
bersih ataupun air minum
Air sadah memiliki berbagai dampak negatif, mulai dari dapat menimbulkankerak pada
berbagai peralatan hingga dapat mmemberikan berbagai efek bagi tubuhseperti penimbunan ion
yang menyebabkan kencing batu. Berdasarkan alasan tersebut, penentuan kesadahan air perlu
dilakukan.
Penentuan kesadahan air kali ini menggunakan sampel air dari saluran air (air got) di
sebelah secretariat Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Denpasar.Titrasi ini memmakai 2
indikator yakni EBT dan murexid. EBT digunakandalam standarisasi EDTA dengan larutan
CaCO3 dan saat penentuan kadar kesadahantotal, sedangkan murexid digunakan dalam
penentuan kesadahan Ca pada sampel.

Tidak ada takaran pasti mengenai jumlah indikator yang ditambahkan, sehingga
untukmengetahui apakah indikator yang digunakan sudah cukup atau tidak dapat
diketahuidengan melihat warna larutan apakah sudah cukup atau tidak.
Kelebihan ataukekurangan indikator, seperti titrasi lain, akan mempengaruhi hasil titrasi.
Jikaindikator kurang, warna yang dihasilkan akan terlalu tipis, sehingga perubahan warnaakan
menjadi sulit diamati. Sementara, jika indikator yang diambahkan terlalu banyak warna yang
muncul akan menjadi terlalu pekat dan sulit diamati.
Larutan standar yang digunakan adalah EDTA yang merupakan larutan bakusekunder.
Karena EDTA adalah larutan baku sektunder, maka seelumnya harusdilakukan standarisasi.
Standarisasi EDTA dilakukan dengan mennggunakan larutan baku CaCO3 dan indikator EBT.
Proses standarisasi ini dilakukan duplo , namun standararisasi yang baik adalah dilakukan triplo
untuk medapatkan tingkat kepresisian yang baik. Sesuai hasil standarisasi didapatkan volume
rata rata adalah 17, 15 ml . dan sesuai perhitungan dengan rumus V1 x N1 = v2 x N2 didapatkan
kadar EDTA adalah 0.00583 N
Pada titrasi penentuan kesadahan total sampel yang dilakukan secara duplo didapatkan
hasil volume rata rata adalah 3.65 ml.
Baik kalsium atau magnesium dapat bereaksi dengan EDTA membentuk
senyawakompleks. Apabila dalam suatu sampel air terdapat ion-ion magnesium saja
kemudianditambahkan indikator EBT maka ion magnesium(II) akan mengikat indikator EBT.
(H3In) menghasilkan kompleks berwarna merah (Mg-In), apabila larutan magnesiumdititrasi
dengan EDTA maka kompleks Mg-In akan terputus dan membentuk kompleksMg-EDTA yang
lebih stabil daripada kompleks Mg-In, sedangkan In berada dalamkeadaan bebas berwarna biru.
Titrasi dihentikan ketika warna biru jelas telah terbentuk
Reaksi yag terjadi adalah MgD- (merah) + H2Y2- MgY2- + HD2- (biru) + H+
Pada titrasi penentuan kesadahan kalsium , dalam sampel air selokan , menggunakan
NaOH agar larutan memiliki pH 12 dimana pada pH ini Mg2+ akan mengendap sebagai
Mg(OH)2 sehingga EDTA hanya akan bereaksi dengan Ca2+ dalam sampel. Penggunaan indikator
mureksid berfungsi sebagai penunjuk titik akhir titrasi karena mureksid memiliki trayek pH yang
lebih luas daripada EBT, yaitu 6,0 13,0. Penambahan EDTA ke dalam larutan sampel akan
mengubah warnanya dari warna merah muda menjadi warna ungu.
Pada titrasi penentuan kesadahal kalsium (ca2+) yg dilakukan secara duplo juga,
didapatkan volume rata rata dari titrasi tersebut adalah 2.9 ml.
Hasil akhir dari praktikum kali ini dan sesuai dengan hasil perhitungan yang telah
dilakukan didapatkan hasil yaitu kadar kesadahan total yaitu 42.559 mg CaCO3/L , kadar kalsium
dalam sampel 13.5256 mg Ca/L dan kadar dari magnesium adalah 2.125 mg Mg/L
.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990, tentang
Syarat-Syarat Kualitas Air Bersih, menyatakan bahwa kadar maksimum kesadahan (CaCO3)
yang diperbolehkan yaitu 500 mg/lt. Air sadah tidak layak digunakan sebagai air minum karena
banyak mengandungmineral kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang dapat mengakibatkan
gangguan terhadap kesehatan maupun gangguan secara ekonomi. Nilai ambang batas kesadahan
air yang diperbolehkan sebagai air minum adalah 100 mg/L .Sedangkan kesadahan air yang
dianggap baik bila nilai kesadahannya antara 50-80 mg/L. (depkes RI. 1990)

Sesuai dengandata hasil hasil perhitungan mengenai tingkat kesadahan yang didapatkan
kemungkinan air tersebut dpat digunakan namun tidak di gunakan secara langsung. Di butuhkan
proses pemasakan atau pengolahan dengan baik terlebih dahulu agar air tersebut dapat siap
digunakan.
Penting diingat, apabila kesadahan total nilainya akan selalu lebih besar darikesadahan Ca dan
Mg. hal in karena kesadahan Ca dan Mg juga termasuk ke dalamkesadahan total. Bila hasil
kesadahan Ca dan Mg lebih dari nilai kesadahan total, maka bisa dipastikan terjadi kesalahan
Walaupun tidak berbahaya, air sadah dapat menimbulkan kerugian, diantaranya :
1. Kesadahan Air dapat menurunkan efisiensi dari deterjen dan sabun.
2. Kesadahan Air dapat menyebabkan noda pada bahan pecah belah dan bahan flat.
3. Kesadahan Air dapat menyebabkan bahan linen berubah pucat.
4. Mineral Kesadahan Air dapat menyumbat semburan pembilas dan saluran air.
5. Residu Kesadahan Air dapat melapisi elemen pemanas dan menurunkan efisiensi panas.
6. Kesadahan Air dapat menciptakan biuh logam pada kamar mandi shower
dan bathtub(ChrestellaFebriana.2013)

Daftar pustaka :
Khopkar. 2002. Konsep Dasar Kimia Analitik. UI Press. Jakarta.
Day, R. A. dan Underwood, A. L, 2006, ANALISIS KIMIA KUANTITATIF EDISI KEENAM,
Jakarta: Erlangga
Basset, J. dkk. 1994. Buku Ajar Vogel:Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik.Terjemahan A.
Hadyana Pudjaatmaka dan L. Setiono. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
ChrestellaFebriana.2013. kesadahan air. http://www.scribd.com/doc/216592854/Kesadahan-Air
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No. 416/ Menkes/ Per/ IX/ 1990 tentang Syarat Syarat Kualitas Air Bersih, Jakarta:Departemen
Kesehatan Republik Indonesia.