Anda di halaman 1dari 11

Rangkuman Pengantar Teknik Perminyakan

1. Proses terjadinya hidrokarbon !


Minyak dan gas bumi berasal dari decomposisi mahluk hidup (tumbuhan dan
binatang) yang mati dan tertimbun dalam lapisan batuan sedimen beberapa juta
tahun yang lalu. Karena adanya tekanan dan temperatur yang sangat tinggi dalam
jangka waktu yang sangat lama maka material-material organic yang ada akan
berubah menjadi minyak dan gas yang kita temukan pada saat ini. Tempat
terbentuknya disebut source rock (batuan induk) yaitu batuan yang kaya akan
material organic. Setelah matang. Maka HC akan bermigrasi karena adanya
perbedaan tekanan. Proses perpindahan HC ini disebut dengan migrasi. HC akan
terus bermigrasi hingga menemui trap atau jebakan (seal rock) yaitu batuan yang
impermeable. Setelah terjebak, maka HC akan terakumulasi dalam lapisan yang
disebut dengan reservoir rock (batuan permeable).
2. Komponen petroleum system
a. Mature source rock : batuan induk yang kaya akan material organic
yang merupakan cikal bakal dari hidrokarbon.
b. Migration : proses perpindahan hidrokarbon dari batuan induk ke
reservoir rock.
c. Reservoir rock : batuan permeable tempat terakumulasinya
hidrokarbon. umumnya merupakan batuan sand karbonat.
d. Seal rock : batuan impermeable yang mencegah hidrokarbon
bermigrasi ke tempat lain, biasanya batuan shale.
3. Jenis trap
4. 3 sifat fisik batuan
-

Porositas (f) didefinisikan sebagai fraksi atau persen dari volume ruang

pori-pori terhadap volume batuan total (bulk volume).


Jenis Porositas :
1. Porositas absolut adalah persen volume pori-pori total terhadap volume batuan
total (bulk volume).
2. Porositas efektif adalah persen volume pori-pori yang saling berhubungan
terhadap volume batuan total (bulk volume).

Menurut waktu dan cara terjadinya, maka porositas dapat juga diklasifikasikan
menjadi dua, yaitu :
1. Porositas primer adalah porositas yang terbentuk pada saat batuan sedimen
diendapkan.
2. Porositas sekunder adalah porositas batuan yang terbentuk sesudah batuan
sedimen terendapkan.
-

Permeabilitas didefinisikan sebagai suatu bilangan yang menunjukkan

kemampuan dari suatu batuan untuk mengalirkan fluida. Permeabilitas batuan


merupakan fungsi dari tingkat hubungan ruang antar pori-pori dalam batuan.
Dalam batuan reservoir, permeabilitas dibedakan menjadi tiga, yaitu :

Permeabilitas absolut adalah permeabilitas dimana fluida yang mengalir

melalui media berpori tersebut hanya satu fasa, misal hanya minyak atau gas saja.

Permeabilitas efektif adalah permeabilitas batuan dimana fluida yang

mengalir lebih dari satu fasa, misalnya minyak dan air, air dan gas, gas dan
minyak atau ketiga-tiganya.

Permeabilitas relatif adalah perbandingan antara permeabilitas efektif

dengan permeabilitas absolut.


-

Saturasi adalah bagian pori batuan yang terisi oleh fluida.


5. siklus batuan !

Jenis batuan
a.

Batuan beku : terbentuk dari proses pendinginan dan kristalisasi magma.

b.

Batuan sedimen : terbentuk dari proses pelapukan batuan beku atau

metamorf dan mengalami sedimentasi serta litifikasi (sementasi dan kompaksi).


c.

Batuan metamorf : batuan yang mengalami proses metamorphosis /

rekristalisasi akibat tekanan dan suhu yang tinggi serta bahan kimia.
6.

Pengertian weathering, transportation, deposition, cementation dan


compaction.

Weathering atau pelapukan yaitu proses perusakan atau penghancuran

batuan yang diakibatkan oleh air, angin, chemical dll

Transportation : proses perpindahan/transportasi butiran batuan, umumnya

oleh air, es, angin.


-

Deposition : proses pengendapan butiran batuan

Cementation proses pengikatan antar butiran.

Compaction yaitu proses pemadatan batuan akibat tekanan overburden

(tekanan yang berasal dari beban batuan diatsnya)


7. Cadangan hidrokarbon adalah volume hidrokarbon yang mengisi pori-pori
batuan yang oleh suatu sebab terperangkap dan terakumulasi dalam suatu
reservoir dengan bentuk dan kondisi tertentu.
8. Initial hydrocarbon in place adalah jumlah hidrokarbon yang mula-mula
ada di dalam reservoir.
9. Recoverable reserves adalah cadangan hidrokarbon yang dapat
diproduksikan ke permukaan sesuai dengan kondisi yang ada pada saat itu.
10. Ultimate recovery adalah taksiran tertinggi dari jumlah hidrokarbon yang
mungkin dapat diproduksikan ke permukaan sampai batas ekonomisnya.
11. Recovery factor adalah perbandingan antara hidrokarbon yang
diproduksikan (recoverable reserves) dengan jumlah hidrokarbon mulamula yang ada didalam reservoir (initial hidrokarbon in place).
12. Jenis-jenis mekanisme pendorong
a.

Water drive : tenaga pendorong air yang berasal dari akuifer

b.

Gas cap drive : tenaga pendorong yang berasal dari pengembangan/ekspansi

gas cap
c.

Solution gas drive : tenaga pendorong yang berasal dari gas yang terlarut

didalam minyak.
d.

Combination drive : tenaga pendorong yang merupakan kombinasi dari

berbagai mekanisme pendorong seperti water drive, gas cap drive dan solution gas
drive.
13. Jenis-jenis metode eksplorasi migas
-

Metode seismic : memanfaatkan gelombang.

Metode gravitasi : memanfaatkan variasi gravitasi

Metode magnetic : memanfaatkan susceptibilitas magnetic batuan

14. Definisi dari cadangan


Perkiraan jumlah minyak mentah, gas alam, gas condensate, fasa cair yang
diperoleh dari gas alam, dan material lainnya (mis. sulfur), yang dianggap bernilai
komersial untuk diambil dari reservoir dengan menggunakan teknologi yang ada
pada suatu saat dalam keadaan ekonomi dan dengan peraturan yang berlaku pada
saat yang sama
15. 3 jenis klasifikasi cadangan
-

Proved reserves (cadangan terbukti)

Probable reserves (cadangan mungkin)

Possible reserves (cadangan harapan)


16. metode perhitungan cadangan

Merode volumetric : metode yang paling sederhana, dimana reservoir

diasumsikan berupa kubus atau kerucut


-

Metode decline curve : menggunakan kurva yang menunjukkan trend

penurunan/decline
-

Metode material balance : menggunakan prinsip kesetimbangan material

(volume material yang masuk sama dengan volume material yang keluar)
-

Metode simulasi reservoir : menggunakan software seperti CMG atau

eclipse
-

Metode simulasi monte carlo


17. 5 system di rig!

System angkat (hoisting system) : Alat untuk menaikkan dan menurunkan

drill string, casing string atau peralatan-peralatan lain. Contoh traveling block,
elevator,drawwork, crown block
-

System putar (rotating system) : Sistem penggerak putar yang

meneruskan gaya putar dari permukaan ke dalam lubang bor. Contoh top drive,
drill string.
-

System sirkulasi (circulating system) : untuk memindahkan serpih bor

(rock cutting) dari lubang sumur pada saat pemboran berjalan dgn fluida
pemboran. Contoh shale shaker, desander, desilter, degasser, centrifuge, mud pit.

BOP System : Sistem yang berfungsi untuk mencegah semburan liar

fluida (kick/blow-out) dari dalam formasi batuan melalui lubang bor akibat
tekanan yang tinggi.
-

Power system : Merupakan sistem daya yang digunakan selama operasi

pemboran berlangsung.
18. Sebutkan jenis-jenis rig yang kalian ketahui !
- land rig : mobile rig dan workover rig
- offshore rig : swamp barge (2-4 m), Jack up (35-45 m), drill ship (800-1000 M),
semi submersible (300-500 m)
19. Jenis sumur berdasarkan bentuk lubang sumurnya
a. vertical
b. J shape
c. S shape
d. Horizontal
e. Multilateral
20. Depth reference
a.

True measured depth (TMD)

o TMD SS (sub sea)


o TMD RT (rotary table)
b.

True vertical depth (TVD)

TVD SS (sub sea)

TVD RT (rotary table)


21. Lumpur pemboran adalah campuran fluida yang komplek yang terdiri atas
zat kimia dan padatan yang secara terus menerus dipompakan dan
disirkulasikan dari mud pits dgn tekanan tinggi ke lubang sumur melalui
drill string dan kembali ke permukaan melalui annulus selama proses
pemboran.
22. Fungsi lumpur pemboran :

Mengontrol tekanan hidrostatik


Mengangkat cutting dari dasar sumur
Membentuk Mudcake yang tipis dan licin

Mendinginkan dan melumasi drill string sehingga bisa mengurangi panas yang
diderita
Cutting Suspension (mencegah cutting jatuh lagi ketika sirkulasi lumpur
berhenti)
Media Logging missal SP log
Mencegah terjadinya collapse/runtuh dari dinding sumur
23. Fungsi dari casing
mencegah lubang sumur collapse
mengisolasi fluida di lubang sumur dgn fluida di formasi
meminimisasi kerusakan karena proses pemboran dan lingkungan bawah
permukaan
menyediakan konduit yang tahan tekanan dan temperatur tinggi
mengisolasi hubungan antara formasi/reservoir di lubang sumur.
24. Jenis Casing:
-

Conductor casing

Surface casing

Production casing
25. Tujuan penyemenan casing adalah:

Melekatkan casing dengan formasi


Mencegah terjadinya hubungan antar formasi
Menjaga dari tekanan formasi yang berlebihan
Mencegah korosi
Mengisolasi zona berbahaya, agar pemboran dapat dilanjutkan.
26. Untuk melihat kualitas dari penyemenan dilakukan logging yang disebut
dengan cement bond logging (CBL)
27. Jenis penyemenan
a.

Primary cementing : penyemenan casing

b.

Secondary cementing : memperbaiki primary cementing, menutup lubang

perforasi, menutup kebocoran casing, menutup sumur (cement plug).


28. Jenis bit
a.

Fixed bit : mata bor tidak dapat berputar

b.

Roller bit : mata bor dapat berputar


29. Konversi 1 M3 = 6.29

bbl

1 M3 = 1000 L
1 bbl = 159 L
1 M3 = 1000 L / 159 L = 6.29 bbl
30. Pengertian well loging
Logging adalah merupakan salah satu metode pengukuran perekaman besaranbesaran fisik batuan reservoir terhadap kedalaman lubang bor. Logging
memberikan data-data yang diperlukan untuk mengevaluasi secara kuantitas
banyaknya hidrokarbon di lapisan pada situasi dan kondisi yang sesungguhnya.
Data yang didapatkan seperti porositas dan saturasi air.
31. Logging terdiri dari dua yaitu :
a.

Measured while drilling (MWD) : logging yang dilakukan pada saat drilling

dan alat logging berada pada rangkaian drill string.


b.

Wireline logging : logging yang dilakukan setelah proses drilling

menggunakan wireline unit.


32. Bagian-bagian log

Kepala Log

Kolom Log

Skala kedalaman

Skala kurva

Corak kurva
33. Jenis-jenis well logging

a.

Log radioaktif : gamma ray (menentukan shale dan non shale), neutron,

density (menentukan porositas)


b.

Log listrik : SP log (menentukan lapisan shale dan non shale)

c.

Log suara : Sonic log (menentukan porositas)

d.

Log tambahan : Log caliper (menentukan diameter lubang bor).


34. Tujuan well completion

Tujuan well completion untuk mendapatkan laju produksi yang optimum selama
masa produksi sumur.

35. Faktor yang harus dipertimbangkan dalam penentuan well completion


a.

Ekonomis : Laju produksi yang diinginkan dan Investasi yang diperlukan

sekecil mungkin
b.

Reservoir : Jumlah cadangan gas/minyak di setiap zona lapisan, Tenaga

pendorong reservoir, Keperluan akan well stimulation, Keperluan akan


pengontrolan pasir
c.

Mekanis : Konfigurasi komplesi sumur dibuat sesederhana mungkin

sehingga memudahkan kerja ulang, Pertimbangan pengangkatan buatan,


Kemungkinan project EOR dimasa yang akan datang
36. Klasifikasi well completion
A.

Berdasarkan program pemasangan pipa selubung

komplesi lubang terbuka (openhole)

komplesi perforasi (perforated completion/cased hole)

komplesi liner (liner completion)

B.

Berdasarkan jumlah zona yang diproduksi suatu sumur

Zona tunggal (single completion)

Zona banyak (multiple completion)


37. Pengertian dan tujuan workover

Workover atau kerja ulang adalah salah satu kegiatan dalam usaha meningkatkan
produktivitas dengan cara memperbaiki problem atau memperbaiki kerusakan
sumur sehingga diperoleh kembali laju produksi yang optimum
38. Jenis-jenis workover
Stimulasi, termasuk diantaranya:
- Acidizing : pengasaman
- Hydraulic fracturing : membuat rekahan di formasi produktif
- Steam stimulation : menginjeksikan uap panas untuk menstimulasi sumur
Squeeze cementing : penyemenan ulang
Reperforation : pelubangan sumur ulang
Recompletion : komplesi ulang
Sand control : pengontrolan pasir

39. Perforasi adalah proses penembakan lapisan produktif untuk mengalirkan


fluida ke lubang sumur. Ada dua jenis perforasi yaitu :
a.

Inner jet : hanya satu arah tembakan

b.

High shoot density (HSD) : ke segala arah


40. Jenis-jenis problem produksi

Problem kepasiran ikut terproduksinya pasir bersama dengan aliran fluida

reservoir. Problem ini umumnya terjadi pada formasi-formasi yang dangkal,


berumur batuan tersier terutama pada seri miocene. Penyebab problem keasiran
antara lain :
- Tenaga Pengerukan ( drag force )
- Penurunan Kekuatan Formasi
- Penurunan Tekanan Formasi
- Tingginya Kapasitas Produksi
- Penambahan Saturasi Air

Problem coning ( gas dan air) adalah peristiwa terproduksinya air dan gas

lebih awal dari perkiraan akibat adanya gangguan kesetimbangan dari gradient
tekanan dan gaya gravitasi dalam aliran fluida. Penyebab coning antara lain :
a.

Adanya tekanan drowdown yang besar di sekitar lubang sumur

b.

Reservoir dengan permeabilitas tinggi menunjukan kecenderungan

terjadinya masalah coning rendah karena tekanan drawdown di sekitar lubang


sumur kecil.
c.

Laju produksi yang melebihi laju alir kritis water coning dan gas coning

Problem scale merupakan endapan yang terbentuk dari proses kristalisasi

dan pengendapan mineral yang terkandung dalam air formasi.Pembentukan scale


biasanya terjadi pada bidang-bidang yang bersentuhan secara langsung dengan air
formasi selama proses produksi, seperti pada matrik dan rekahan formasi, lubang
sumur, rangkaian pompa dalam sumur (downhole pump), pipa produksi, pipa
selubung, pipa alir, serta peralatan produksi di permukaan (surface facilities)

Problem korosi merupakan suatu proses penurunan mutu suatu material

logam. Hal ini dapat terjadi oleh lingkungan dengan peristiwa kimia atau
elektrokimia sehingga timbul kesetimbangan antara logam dengan lingkunganya

Problem paraffin akibat endapan organik ini umumnya disebabkan oleh

perubahan komposisi hidrokarbon , kandungan wax (lilin) di dalam crude oil,


turunnya temperatur dan tekanan, sehingga minyak makin mengental
(pengendapan parafinik) dan menutup pori-pori batuan. Penyebab problem parafin
antara lain :
a.

Turunnya tekanan reservoir

b.

Hilangnya fraksi ringan minyak

c.

Pemindahan panas dari minyak ke dinding pipa dan diteruskan ke tempat

sekitarnya.
d.

Aliran cairan yang tidak tetap dan tidak merata.

e.

Kecepatan aliran dan kekasaran dinding pipa.

f.

Terhentinya aliran fluida


41. Surface equipment/peralatan dipermukaan

a.

Wellhead merupakan peralatan untuk dudukan (menggantungnya) casing

atau tubing
b.

Christmast tree merupakan rangkaian dari valve dan fitting yang digunakan

untuk mengontrol tekanan dari aliran produksi dan peralatan yang termasuk di
dalamnya adalah sambungan atas kepala tubing.
c.

HC Processing chart
42. Artificial lift dilakukan untuk menguras HC yang masih bernilai ekonomis
dengan memasang peralatan di sumur. Artificial lift dilakukan ketika
dengan primary recovery atau sembur alam/natural flow sudah tidak dapat
mengangkat HC ke permukaan.
43. Jenis-jenis artificial lift

Gas lift : menginjeksikan gas ke dalam tubing agar densitas minyak turun

sehingga dapat diproduksikan

Electric submersible pump (ESP)/ reda pump : pompa bawah permukaan

dimana energinya dari energy listrik yang berasal dari permukaan. Untuk laju
produksi yang tinggi.

Sucker rod pump (SRP)/pompa angguk : pompa bawah permukaan dan

umunya untuk laju produksi yang kecil

Progressive cavity pump (PCP) : pompa yang teridir dari stator dan rotor

dan mempunyai effisiensi yang tinggi.

Plunger lift

Hydraulic pumping unit (HPU)

Jet pump
44. Enhanced oil recovery (EOR) atau pengurasan minyak tahap
lanjut merupakan sebuah metode yang menggunakan tenaga atau material
dari luar untuk mengambil hidrokarbon yang tidak dapat diambil, baik
secara natural flow atau artificial lift.
45. Jenis-jenis EOR

a.

Water flooding : menginjeksikan air kedalam formasi dengan harapan

airnya akan mendorong minyak ke sumur produksi


b.

Thermal methods : steamflooding (menginjeksikan uap panas) dan insitu

combustion (membakar sebagian minyak sehinggan viskositasnya turun).


c.

Chemical methods : polymer, surfactant, caustik (Alkaline)

d.

Miscible flooding : HC gas, CO2, nitrogen

e.

MEOR : menginjeksikan bakteri.

46. Tahapan recovery :


a.

Primary recovery : tenaga pendorongnya dari alam

b.

Secondary recovery : menginjeksikan fluida yang sejenis dengan fluida

reservoir, misalnya air atau gas methane


c.

Tertiary recovery : menginjeksikan fluida yang tidak sejenis dengan fluida

reservoir seperti chemical (surfactant, polymer dan alkaline/kaustik.


47. Miscible : proses injeksi dimana fluida injeksi bercampur dengan
hidrokarbon, misal injeksi methane atau CO2
Immiscible : proses injeksi dimana fluida injeksi tidak bercampur dengan
hidrokarbon, misal injeksi air (waterflooding).