BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA

Reservoir Engineering
Pirson : “Reservoir engineering may be defined as the art of forecasting the future performance of a geologic oil and/or gas reservoir from with production is obtain according to probable and preassumed conditions" Penjelasan “Reservoir Engineering” merupakan cabang dari “Petroleum Engineering” dengan tugas utamanya adalah peramalan kelakuan reservoir, laju produksi dan jumlah minyak atau gas yang dapat diproduksikan dari suatu sumur, sekelompok sumur, ataupun dari seluruh reservoir di masa datang, berdasarkan anggapan-anggapan yang mungkin, ataupun dari sejarah masa lalunya yang sudah ada. Oil & Gas Reserves and Fish • Oil and Gas Reserves adalah seperti ikan. • Explorasi Minyak dan Gas seperti proses memancing. • Setiap proses memerlukan banyak uang dan waktu. • Proved, Probable, & Possible Reserves mempunyai analogi seperti memancing ikan. • Ikan yang telah ditangkap dimasukan kedalam perahu. • Ikan tersebut dapat ditentukan besar atau kecil. • Ikan tersebut dapat ditentukan jenisnya dan kualitasnya. • Ikan tersebut dapat dihitung dan diukur beratnya. • Ikan tersebut tidak dapat diukur secara tepat. • Ikan yang sudah tertangkap dapat terlepas lagi.

Reserves Estimation and Uncertainty
Batasan • Reserves diestimasi pada kondisi ketidakpastian. • Definisi reserves dan ketidakpastian. • Ketidakpastian secara teknis, ekonomis, dan politis. • Cara mengurangi ketidakpastian. Definisi Ketidakpastian : belum tentu terjadi, belum didefinisikan secara jelas, tanpa / kurang kejelasan. Types of Uncertainty • Teknis, Ekonomis, Politis. • Ketidakpastian Teknis : geophysical, geological, petrophysical, atau engineering risk. • Ketidakpastian Ekonomis : risiko harga, kapital dan biaya operasi, pembagian hasil, dan pajak. • Ketidakpastian Politis : country risk - stabilitas pemerintahan, status kepemilikan produksi minyak dan (konsesi, PSC, etc...)

Reservoir Engineering
Metode Optimum untuk Produksi Minyak & Gas • Secara alamiah (natural), dengan tenaga dari reservoir itu sendiri. • Secara buatan (artificial lift), misalnya dengan pompa ataupun gas lift. • Dengan penambahan energi dari luar, yaitu injeksi air atau gas, dengan menggunakan metode “Penyerapan Tahap Lanjut” (Enhanced Oil Recovery), misalnya injeksi panas, kimiawi, C02, dsb. Pengertian Metode Optimum Pengertian optimum menyangkut masalah keekonomian suatu lapangan. Dimana harus diperhitungkan biaya pemboran, jumlah dan letak sumur-sumur baik produksi maupun injeksi, peralatan produksi, harga pasaran minyak dsb.
Reservoir Engineering Halaman 1 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono

data mengenai sifat fisika/kimia-kimia-fisika. Klarifikasi Reservoir berdasarkan perangkap geologi • Perangkap Struktur • Perangkap Stratigrafi • Perangkap Kombinasi 3. • Peningkatan recovery. Klasifikasi Reservoir berdasarkan fluidanya • Reservoir Minyak : black oil. • Analisis keekonomian. jumlah sumur. • Test sumur. • Penentuan besarnya cadangan. dapat berupa : • Batas Geologi • Batas perbedaan fluida hidrokarbon. perawalan kelakuan reservoir di masa datang berdasarkan kelakuan di masa lalu. Tingkat / derajat Heterogenitas Reservoir • Uniform dan non-uniform • Homogen dan heterogen • Isotropic dan un-isotropic 4. batuan dan fluida reservoir. meliputi : test tekanan. Batas Reservoir Batas Reservoir adalah batas pemisah antara daerah hidrokarbon dan daerah nonhidrokarbon. • Kelakuan reservoir. Kegiatan Reservoir Engineering 1. atau batas gas-minyak. seperti batas minyak air. • Rencana pengurasan reservoir dan patahan cara produksi Primary production (natural depletion) Secondary production (water atau gas injection) Tertiary recovery (enhanced oil recovery) Secara umum seorang “reservoir enginer” akan berhubungan dengan : • Data dasar. • Rencana pengembangan reservoir. Klasifikasi Reservoir berdasarkan mekanisme pendorong • Solution gas drive • Gas cap drive • Water drive • Combination drive 7. Rencana dan macam test yang akan dilakukan sesuai dengan jenis reservoirnya. batas gas-air. pola pengurasan yang berhubungan dengan letak sumur-sumur produksi dan injeksi. 2. Dimana dari data logging sumur. contoh core/batuan serta fluida reservoirnya.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA “Reservoir Engineering” dimulai dengan adanya penemuan suatu lapangan yang mengandung gas dan/atau minyak. Klasifikasi Reservoir berdasarkan tekanan awal • Undersaturated Reservoir • Saturated Reservoir 6. komunikasi antar reservoir dan/atau layer. dapat ditentukan jumlah hidrokarbon yang terdapat dalam setiap acre-foot atau m3 (hidrokarbon) / m3 batuan reservoir. Reservoir Engineering Halaman 2 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono . produktivitas. volatile oil • Reservoir Gas : dry gas dan wet gas 5. • Aliran fluida dalam media berpori. dsb. baik awal maupun sisa.

Reservoir Engineering Halaman 3 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono . • Tahap IV Dikenal sebagai tahap “Reservoir Simulation” Dasar – Dasar Teknik Reservoir Dasar-dasar teknik reservoir membahas mengenai sifat-sifat reservoir. Proses geologi antara lain : proses pelarutan. yang membahas teknik reservoir secara umum. ukuran.faktor yang mempengaruhi Porositas : • Bentuk dan ukuran butir • Sorting • Packing/susunan butir • Sifat dan kadar sementasi Permeabilitas Permeabilitas didefinisikan sebagai suatu ukuran kemampuan batuan berpori untuk melalukan fluida (memindahkan dari suatu tempat ke tempat lain). Faktor . • Tahap III Dikenal sebagai aplikasi lanjut teknik reservoir. pengolahan data batuan dan fluida reservoir. saturasi. kelakuan reservoir serta aplikasi persamaan aliran fluida dalam media berpori. φ = volume total batuan / volume pori-pori φ absolut = volume total batuan / volume pori-pori = volume pori-pori yang berhubungan / volume total batuan φ efektif Jenis porositas: a. Porositas Porositas adalah suatu besaran yang menyataan perbandingan antara volume ruang kosong (pori-pori) di dalam batuan terhadap volume total batuan (bulk volume). peretakan. kompresibilitas yang mencerminkan pengaruh perubahan tekanan terhadap fluida maupun batuan. dasar-dasar persamaan aliran fluida dalam media berpori. b. Porositas Secunder Merupakan prositas yang terbentuk akibat adanya suatu proses geologi setelah batuan sedimen tersebut diendapkan.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Tahapan dalam mempelajari “Reservoir Engineering” • Tahap I Lebih dikenal sebagai tahap pengenalan dasar teknik reservoir. Porositas dinyatakan dalam fraksi ataupun dalam persen (%). Permeabilitas dinyatakan dalam Darcy atau mdarcy. sementasi dan kompaksi. • Tahap II Dikenal sebagai tahap aplikasi dasar teknik reservoir. aliran fluida seperti laju produksi pendesakan dan efisiensi pendorongan fluida. penggabungan. pada perbedaan tekanan sebesar 1 atmosfir. membahas mengenai analisis dan interpretasi persamaan aliran fluida dalam media berpori seperti test sumur. Dalam hal ini baik bentuk. sifat statis dan dinamis batuan maupun fluida reservoir. penahapan produksi reservoir. letak maupun hubungan antar pori sudah tidak ada hubungannya dengan proses terbentuknya batuan asal. 1 Darcy ialah ukuran kemampuan batuan untuk melalukan fluida pada kecepatan 1 cm3/detik dengan viskositas 1 centipoise melalui penampang pipa/pori 1 cm2 sepanjang 1 cm. rekristalisasi. Porositas Primer Merupakan porositas awal yang terbentuk pada saat terjadinya batuan tersebut atau pada saat sedimen diendapkan. tekanan kapiler yang mencerminkan distribusi saturasi fluida dalam reservoir. dolomitisasi. permeabilitas. membahas mengenai pengertian cadangan serta perhitungannya.

present 1983 1997.1964 1939 .BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Permeabilitas absolut : adalah permeabilitas batuan dimana dalam pori-pori hanya berisi oleh 1 jenis fluida saja. air. Jenis faktor volume formasi : • Gas (Bg) • Minyak (Bo) • Air (Bw) History of Reserves Definitions • • • • • • • 1936 .S. • Saturasi air • Saturasi minyak • Saturasi gas Faktor Volume Formasi Adalah perbandingan volume fluida di dalam reservoir terhadap volume fluida bila berada dipermukaan (kondisi permukaan). Ada beberapa macam kompresibilitas : • Kompresibilitas batuan • Kompresibilitas pori-pori • Kompresibilitas fluida (minyak. Securities and Exchange Commission (SEC) : SPE Revised Definitions : World Petroleum Congress (WPC) : SPE & WPC Reservoir Engineering Halaman 4 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono . dimana dalam pori-pori berisi lebih dari 1 jenis fluida (multi fasa). Permeabilitas relatif : adalah perbandingan permeabilitas efektif suatu fluida terhadap permeabilitas absolut. Demikian juga sebaliknya batuan oil-wet maksudnya batuan tersebut lebih mudah dibasahi oleh minyak daripada oleh air. Batuan bersifat water-wet berarti batuan tersebut lebih mudah dibasahi oleh air daripada minyak.1980 1979 1981 . 2000 : American Petroleum Institute (API) : DeGolyer and MacNaughton (D&M) : Society of Petroleum Engineers (SPE) : U. Kompresibilitas Kompresibilitas adalah ukuran perubahan volume suatu benda akibat berubahnya tekanan yang dialami benda tersebut.present 1964 . gas) • Kompresibilitas sistim (total batuan. pori dan fluida) W e tta b i l i t y Wettability merupakan sifat kebasahan permukaan batuan. Permeabilitas efektif : adalah permeabilitas batuan untuk salah satu jenis fluida. Saturasi Saturasi adalah perbandingan volume fluida terhadap volume pori-pori batuan.

BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Klasifikasi Initial Reserves Cumulative Production Remaining Reserves Sales Inventory Proved Reserves Develop Producing Undeveloped Probable Reserves Possible Reserves Ref: Reserves Definition. 2000 DISCOVERED Commercial Field on Production Field under Development Field under Appraisal Prospect UNDISCOVERED Lead Play NonCommercia Noncommercial Field Decreasing Risk Total Resources Modified McKelvey box showing resource status categories. SPE & WPC. Reservoir Engineering Halaman 5 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono .

Adalah jumah minyak atau gas dalam suatu reservoir yang dihitung secara volumetris berdasarkan data geologi serta pemboran. Cadangan 1. atau dapat juga dengan cara perhitungan simulasi reservoir. Cadangan Terbukti (Proven) : Jumlah fluida hidrokarbon yang dapat diproduksikan yang jumlahnya dapat dibuktikan dengan derajat kepastian yang tinggi. Cadangan Potensial (Probable dan Possible) : Cadangan ini berdasarkan pada peta geologi dan masih memerlukan penelitian dengan pemboran lebih lanjut. atau material balance berdasarkan data sifat-fisik fluida dan batuan reservoir produksi serta ulah/kelakukan reservoir. Reservoir Engineering Halaman 6 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono INCREASING DEGREE OF ECONOMIC FEASABILITY SUBMARGINAL PARAMARGINAL .BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA IDENTIFIED DEMONSTRATED UNDISCOVERED HYPOTHETICAL IN KNOWN DISTRICTS SPECULATIVE IN UNDISCOVERED DISTRICTS MEASURED INDICATED INFERRED ECONOMIC RESERVES RESOURCES INCREASING DEGREE OF GEOLOGIC ASSURANCE Reservoir (Cadangan) Awal isi minyak atau Gas ( Initial oil in place/initial gas in place ). Faktor pengurasan / Recovery Factor (RF). • Hasil analisa kualitatif log yang dapat dipercaya • Penelitian dan pengujian kandungan yang berhasil • Dapat menghasilkan pada tingkat produksi yang komersial 2. Adalah angka perbandingan antara jumlah maksimum hidrokarbon yang dapat diproduksikan dengan awal isi hidrokarbon.

Recovery Factor RANGE OF RECOVERY ESTIMATES Barells Time Sisa Cadangan (Remaining Reserves). Perhitungan Cadangan Minyak Metode Volumetris after J. Jumlah sisa cadangan setelah diproduksikan pada suatu saat. Secara volumetris Minyak : N = 7758 x A x h x ∅ x (1 . Menghitung Awal Isi Hidrokarbon a. Produksi Kumulatif (Cumulative Recovery) Jumlah produksi yang telah dihasilkan pada suatu saat.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Laju pengurasan / withdrawal rate / off-take rate (otr) Adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara produksi selama satu tahun dengan cadangan pada awal tahun bersangkutan. Secara Material Balance : Jumlah massa yang masuk sama dengan yang keluar ditambah jumlah yang tertinggal di dalam sistem.Swi) / Bgi b.Swi) / Boi Gas : G = 43560 x A x h x ∅ x (1 .J Arps CADANGAN = ( AWAL ISI MINYAK X RF ) .PRODUKSI KUMULATIF PENGAMBILAN MAKSIMUM Reservoir Engineering Halaman 7 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono .

• Penurunan tekanan reservoir. Probabilistic Based Reserves Estimates – kuantifikasi uncertainty. d. gas-oil ratio. Type of Reserves Estimates • • • • Deterministic Based Reserves Estimates – setiap parameter menggunakan asumsi yang terbaik. dijabarkan dalam suatu model matematis. • Kerusakan formasi ataupun daerah disekitar lubang bor. Secara “Production Decline Curves” Memperkirakan besarnya cadangan dengan membuat suatu extrapolasi hasil produksi terhadap waktu. sehingga mengurangi kemampuan mengalirnya fluida.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA PRODUKSI KUMULATIP PENGAMBILAN MAKSIMUM PRIMER ATAU + EOR ULTIMATE RECOVERY PRIMER ATAU + EOR AWAL ISI MINYAK x RECOVERY FACTOR PRIMER ATAU + EOR STOIIP x RF AWAL ISI MINYAK DITEMPAT • • STOCK TANK OIL INITIALY IN PLACE = STOIIP VOL BANTUAN x POROSITAS x SATURASI MINYAK x FAKTOR KORELASI KE KONDISI STOCK TANK VOL x Ø x (1-sw) X 1 Boi • VOLUME BATUAN ( BULK VOLUME ) = VB c. Reliability of Reserves Estimates Kuantitas dan kualitas Data Kompetensi dan Integritas Reserves Estimator Halaman 8 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono Reservoir Engineering . dinyatakan dalam bentuk angka-angka. Penurunan produksi dapat terjadi karena : • Penurunan efesiensi peralatan produksi. kenaikan kadar air. Untuk penyelesaiannya hanya dapat dilaksanakan oleh komputer. Secara Simulasi Reservoir Dalam hal ini semua data reservoir dengan segala macam aspeknya.

tetapi tidak diabaikan dalam Reserves Definition. if reservoir characteristics warrant Existing Economic and Operating Conditions • • • Prices and Cost as of the Date of the Reserves Estimate Price Change Only as Allowed by Contractual Agreement no escalations based on future condition Existing Operating Conditions facilities and equipment in place limited to economically feasible projects and “state-of-the-art” technology Production or Testing Requirements for Proved Reserves • Conclusive Formation Test Drill-Stem Test (DST) Repeat Formation Test (RFT) Existing Operating Conclusive Formation Test Favourable Well Log Response or Core Analysis • • • • Proved Reserves Guidelines Improved Recovery Methods used to Supplement Natural Reservoir Energy to Increase Recovery Waterflooding. Areal Extent • • • • Areal Extent of the Reservoir Exhibits the Greatest Variability in Reserves Equation Based on Geophysical. Berdasar performance : Decline Curves.fault limitations and distance between wells. atau Simulation. and Others Considered Proved When : Installed Program with Positive Pressure or Production Response Successful Testing by Pilot Project Reservoir Engineering Halaman 9 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono . and Performance Analyses Multi-Well Evaluation . • Biasanya digunakan dalam kasus data yang belum jelas (misalnya eksplorasi) • Monte Carlo Analysis • Geostatistical Evaluation membuat model heterogenitas 3-Dimensi.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Deterministic Based Reserves Estimates • Single Best Estimate of Each Parameter Assessment (penilaian) setiap parameter terbaik secara subyektif ataupun implisit. Volumetric: Single Wells Data atau Isopach Mapping. Dapat diterima oleh setiap orang. Thermal. Cycling. • Tidak umum digunakan. • • • Probabilistic Based Reserves Estimates • Distribusi Probalistik dibuat untuk setiap parameter. Material Balance. (3-D) • • • • • Proved Reserves Guidelines Known Reservoir Existing Economic and Operating Conditions Actual Production or Conclusive Formation Test Improved Recovery under Certain Conditions How to Incorporate New Technology Known Reservoirs • • • • Penetrated by a Wellbore and Confirmed as Hydrocarbon .Contacts or Low Known Hydrocarbons . Well.640 acres for Gas Well and 40 acres for Oil Well. Geological.Conventional Geological Mapping Single Well Evaluation .Bearing Downdip Limits .example Immediately Adjoining Undrilled Analogous Areas Examples . sampling secara iteratif digunakan dalam kombinasi Reserves Estimate.

for example. but not the target reservoir no agreement on unitization plan among owners Possible : technical uncertainty regarding. enhanced recovery) Why Are Proved Reserves Important • • Generally Only Reserves Category Reportable to Regulatory Agencies Generally Only Reserves Category Used Lenders for Petroleum Based Loans Probable Reserves Guidelines • Reserves Anticipated to be Proved from Step-out Wells Yet to be Drilled • Reserves Wich Appear to be Productive Based on Log Data but Lack Definitive Test or Analogy • Reserves Separated from Proved Reserves by Faulting and are Structurally Hingher • Incremental Reserves Attributed to more Optimistic Interpretation of Performance Trends than Proved Reserves • Reserves Suggested by Geological Extrapolation Beyond Proved or Probable Areas • Reserves Separated from Proved Reserves by Faulting and are Structurally Lower • Reserves in Formations that Appear Hydrocarbon Productive Based on Log Analysis but May not Produce at Commercial Rates Probable & Possible Reserves • • Probable : technique tested in other reservoirs. compression.. Reservoir Engineering Halaman 10 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono .BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Type of Proved Reserves • • Proved Developed Producing Nonproducing Proved Undeveloped Reserves Recoverable with Existing Equipment and Operating Methods Well Producing from Present Completion Intervals Developed Nonproducing Reserves behind Casing which Require only Moderate Cost to Recomplete Reserves Recoverable from Additional Wells Yet to be Drilled Major Workover of Existing Wells (deepening.g. fracturing..) Installation of Major Cost Facilities (e. baik dalam keadaan mengalir maupun sumur ditutup. etc. Uji Draw Down Sumur Pengujian dengan cara mengukur tekanan dasar sumur pada suatu selang waktu tertentu.. dengan cara menutup sumur sehingga tidak berproduksi. dengan cara membuka sumur supaya berproduksi. fluid injectability or clay compatibility with injectant fluids regulatory hurdles remaining Probable and Possible Reserves Guidelines Improved Recovery • Reserves Suggested by Geological Extrapolation Beyond Proved or Probable Areas • Reserves Separated from Proved Reserves by Faulting and are Structurally Lower • Reserves in Formations that Appear Hydrocarbon Productive Based on Log Analysis but May not Produce at Commercial Rates Uji Kemampuan Sumur Maximum Flow Efficiency • Kemampuan produksi pada berbagai jepitan • Pengambilan contoh minyak untuk analisis • Pengukuran tekanan dasar dan tekanan kepala sumur. Uji Bentuk Tekanan (Pressure Buildup Test) Pengujian dengan cara mengukur tekanan dasar sumur pada suatu selang waktu tertentu.

pompa reda) atau dengan mengurangi berat cairan di dalam kolom sumur (misalnya dengan gas lift). masih menggunakan tenaga reservoir tersebut ditambah dengan tenaga dari luar (misalnya pompa angguk. • Pengangkatan buatan. Reservoir Engineering Halaman 11 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono . Produksi Tahap Awal (primer) • Secara alamiah. dimana sumur lain juga diproduksikan untuk melihat adanya pengaruh antar sumur-sumur tersebut. yaitu produksi yang terjadi karena tenaga reservoir tersebut mampu untuk mengangkat fluida ke permukaan. Penentuan Tahap Produksi a. sehingga diperkirakan sudah dapat menjangkau batas reservoir. Uji Hubungan dan Antar Sumur (Interference Test) Pengujian dengan cara mengukur tekanan dasar sumur yang sedang berproduksi pada suatu selang waktu tertentu.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Uji Batas Reservoir (Reservoir Limit Test) Pengujian dengan cara mengukur tekanan dasar sumur dengan cara memproduksikan dalam waktu yang agak lama (misalnya satu bulan) pada suatu kecepatan produksi yang konstan.

Identifikasi adanya hubungan antar layer secara vertikal. Peralatan Simulasi • Perangkat keras (komputer dan peripheralnya) • Perangkat lunak (simulator) • Reservoir sebagai model Langkah-Langkah Pelaksanaan Simulasi • Persiapan data • Inisialisasi • Penyelarasan • Peramalan • Keekonomian Jenis Simulator • 1 Phase (gas reservoir) • Black Oil Model • Compositional Model • Miscible Model Titik Berat Kegiatan Eksplotasi Produksi • Minimalkan kasus under/over estimate • Pengurasan hidrokarbon efektif dan efisien • Potensi alir dan mekanisme reservoir sedini mungkin • Kerusakan formasi terantisipasi dan minimal • Strategi pengembangan yang tajam dan akurat terlebih bila IOR dan EOR Reservoir Engineering Halaman 12 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono . Produksi Tahap Lanjut (Enhanced Oil Recovery) • Injeksi panas : huff puff. c. Produksi Tahap Kedua (Sekunder) • Menjaga kestabilan dan/atau menambah tenaga reservoir secara langsung yaitu dengan menginjeksikan air atau gas pada suatu sumur. sesuai dengan parameter-parameter reservoir yang ada. Peramalan produksi dengan memasukkan alternatif pengembangan : ▪ Jumlah penambahan sumur produksi ▪ Jenis/cara menambah produksi ▪ Jumlah penambahan sumur injeksi ▪ Sistim/bentuk/luas pattern Membuat beberapa kasus untuk optimalisasi produksi minyak Simulasi merupakan suatu bentuk/model reservoir yang dijabarkan secara matematis. surfactant. untuk kemudian memproduksikannya dari sumur lainnya. Indentifikasi pengaruh patahan dalam reservoir. Memperkirakan distribusi fluida. atau asumsi-asumsi yang dapat dipercaya. polimer • Injeksi terlarut (miscible): gas C02 • Lainnya Simulasi Reservoir Simulasi reservoir merupakan salah satu cara yang digunakan untuk : Memperkirakan isi minyak gas awal dalam reservoir. Peramalan produksi untuk masa yang akan datang. Indentifikasi besar dan pengaruh aquifer (cadangan air).BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA b. Dimana model tersebut dibuat dan dianggap seperti keadaan sebenarnya. steam (uap). in situ combustion • Injeksi bahan : kimia.

BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Siklus Aktivitas Upstream • Penaksiran dan Evaluasi Cekungan • Penjabaran Prospect • Appraisal • Rencana Pengembangan • Strategi Reservoir Manajemen ***** Kontributor : Kuswo Wahyono Direktorat Hulu Pertamina Reservoir Engineering Halaman 13 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono .

BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Reservoir Engineering Halaman 14 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono .

BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Reservoir Engineering Halaman 15 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono .

BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Reservoir Engineering Halaman 16 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono .

BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Reservoir Engineering Halaman 17 dari 17 Kontributor : Kuswo Wahyono .