0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan2 halaman

Hydraulic Fracturing

Hydraulic fracturing adalah metode stimulasi sumur yang merekahkan batuan formasi reservoir untuk meningkatkan produktivitas sumur. Tahapannya meliputi pengujian tekanan dan laju alir, simulasi mini-fracturing, desain fracturing utama, pelaksanaan fracturing utama, dan pembersihan sumur. Fracturing utama berhasil jika profil tekanannya sesuai desain.

Diunggah oleh

Petruz Honoe
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan2 halaman

Hydraulic Fracturing

Hydraulic fracturing adalah metode stimulasi sumur yang merekahkan batuan formasi reservoir untuk meningkatkan produktivitas sumur. Tahapannya meliputi pengujian tekanan dan laju alir, simulasi mini-fracturing, desain fracturing utama, pelaksanaan fracturing utama, dan pembersihan sumur. Fracturing utama berhasil jika profil tekanannya sesuai desain.

Diunggah oleh

Petruz Honoe
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hydraulic Fracturing

Hydraulic Fracturing merupakan salah satu metode stimulasi sumur yang merekahkan batuan
formasi yang merupakan reservoir minyak atau gas agar aliran fluida dari reservoir ke lubang
sumur semakin besar, dalam hal ini mempengaruhi permeabilitas secara sangat signifikan
sehingga produktivitas sumur meningkat. Fluida yang berfungsi untuk merekahkan batuan
ialah fluida perekah berupa water base fluid dengan KCl, lalu setelah rekahan terbentuk,
rekahan tersebut akan diganjal atau ditahan dengan proppant, yaitu pasir dengan ukuran butir
tertentu dan mempunyai ketahanan terhadap tekanan tertentu (bisa 3000, 5000, 8000 psi).
Adapun tahap-tahapan Hydraulic farcturing yang saya ketahui dilapangan sebagai berikut :
1. Setelah line terpasang, packer sudah di set maka akan dites tekanan dengan
memompakan fluida dengan tekanan tertentu selama beberapa menit agar dilihat
apakah ada kebocoran antar sambungan, maupun packernya ( yang diindikasikan
dengan naiknya tekanan di annulus seiiring dengan naiknya tekanan di tubing).
2. Jika sudah tidak ada kebocoran, maka akan dilakukan step-rate test, yaitu
menginjeksikan fluida dengan laju alir tertentu secara bertahap baik semakin tinggi
(step up rate) dan semakin rendah (step down rate)
step up rate test : bertujuan untuk mengetahui tekanan perpanjangan perekahan
(fracture extension pressue) , dengan mencari perpotongan perubahan laju alir
terhadap tekanan
Step down rate test : bertujuan untuk mengetahui jenis friksi yang terjadi di sekitar
lubang formasi apakah disebabkan oleh efek perforasi atau efek tortuositas dari
batuannya.
3. Langkah selanjutnya ialah mini-fract, yaitu semacam simulasi fracturing tanpa
menggunakan proppant atau pasir pengganjal. tujuannya untuk mensimulasikan fracturing,
jenis fluida yang dipakai mirip dengan main-fract, namun jumlahnya lebih banyak karena
sebagai antisipasi jika terjadi leak-off (kebocoran) pada reservoir . Data2 yang didapat berupa
closure pressure (yaitu tekanan minmal diperlukan agar rekahan tertutup), net pressure,
fracture geometry dan leak-off
4. setelah melakukan step-rate test dan minifract, maka akan dilakukan pendesainan untuk
mainfract. yaitu berupa schedule pemompaan fluida proppant, fuilda perekah dan fluida
pembersih (flush). Nantinya akan terdapat beberapa desain dengan hasil yang telah
disimulasikan seperti panjang rekahan, lebar rekahan, permeabilitas rata-rata rekahan, waktu
penutupan dan lain-lain.
5. Desain telah dipilih, dan saatnya mempersiapkan fluida, proppant dan peralatan lainnya
untuk melakukan mainfract. Setelah semuanya siap, mainfract pun dilakukan. Pada waktu ini,
semua harus dalam keadaan siaga baik operator pompa, maupun engineer yang mengawasi
profil tekanan, laju alir fluida dan konsentrasi proppant. Kondisi sampel gel juga harus dilihat
pada saat mainfract berjalan, apakah sampel masih berbentuk gel atau sudah pecah menjadi
menjadi air. Hal ini penting karena jika gel sudah pecah terlalu cepat maka, proppant yang
berfungsi sebagai pengganjal tidak ikut terbawa ke formasi, takutnya malah terakumulasi di
tubing atau di sekitar wellbore. Jika profil tekanan mirip dengan minifract dan sesuai dengan
hasl desain, maka mainfract telah berhasil dilakukan.
6. Pembersihan akan dilakukan untuk membersihkan lubang dari fluida perekah dan proppant
yang masih tersisa didalam lubang sumur. Pembersihan dapat dilakukan dengan berbagai
macam cara, dengan unit swab atau Coil tubing unit. Dalam pekerjaan kali ini, digunakan
coiled tubing unit, yaitu menginjeksikan gas N2 untuk mengangkat fluida perekah dan sisa-
sisa proppantnya. Kita dapat memperkirakan volume fluida yang harus diangkat, jika
semuanya telah terangkat maka harusnya terdapat influx yang ditandai dengan keluarnya
fluida formasi (minyak atau air).

Anda mungkin juga menyukai