Anda di halaman 1dari 17

http://www.academia.

edu/8313607/TUMOR_JINAK_MUSKULOSKELETAL
http://fk.uwks.ac.id/jurnal/daftar_edisi_________________________________________
Tumor Jinak Muskuloskeletal
TUMOR JINAK MUSKULOSKELETAL
OlehAyly Soekanto
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma SurabayaPeserta Pasca Sarjana Bagian
Anatomi Histologi Fakultas Kedokteran UNAIR
ABSTRAK
Tumor muskuloskeletal dapat bersifat jinak atau ganas, dimanadapat merupakan tumor primer
yang berasal dari unsurunsur tulang sendiri atau tumor sekunder dari metastasis (infiltrasi)
terutama dari tumor tumor ganas lain ke dalam tulang.Klasifikasi ditentukan menurut WHO
ditetapkan berdasarkan kriteria histologis,jenis diferenisasi sel sel tumor yangdiperlihatkannya
dan jenis intraseluler matriks yang diproduksinya. Yang paling penting untuk mengetahui bahwa
seseorangmenderita penyakit tumor tulang adalah dengan melakukan anamnesis untuk
menegakkan diagnosis tumor tulang jenis apayang diderita, dan kemudian melakukan
pemeriksaan klinik,pemeriksaan radiologis, pemeriksaan biopsi, pemeriksaanlaboratorium yang
akhirnya dapat mengetahui grading dan staging dari tumor yang dapat mempengaruhi
penatalaksanaan dariterapi lebih lanjut. Penatalaksanaan tumor tumor baik jinak atau ganas dapat
dilakukan dengan operasi, radioterapi dankemoterapi berdasarkan grading dan stadium dari
tumor tersebut.
Kata kunci: tumor muskuloskeletal, tumor jinak.

PENDAHULUAN
Tumor tulang merupakan kelainan padasystem muskuloskeletal yang bersifat
neoplastik.Tumor dalam arti yang sempit berarti benjolan,sedangkan setiap
pertumbuhan yang baru danabnormal disebut neoplasma. Tumor
dapatbersifat jinak atau ganas. Tumor ganas dapatbersifat primer yang
berasal dari unsur-unsurtulang itu sendiri atau sekunder dari
meatastasis(infiltrasi) terutama tumor-tumor ganas organlain ke dalam
tulang.Sel sel tumor menghasilkan faktor faktoryang dapat merangsang
fungsi osteoklas,sehingga menimbulkan resobsi tulang yang dapatterlihat
pada radiogram. Juga ada beberapa tumoryang menyebabkan peningkatan
aktivitasoesteoblas dengan peningkatan densitas tulangyang juga dapat
terlihat pada radiogram. Padaumumnya tumor tumor tulang mudah
dikenalidariadanya massa pada jaringan lunak disekitartulang, deformitas
tulang, nyeri dan nyeri tekan,atau fraktur patologis.Tumor-tumor tulang
primer dapat jinak atauganas, tumor yang jinak lebih sering terjadi,tetapi
tumor

tumor yang ganas seringkaliberakibat fatal. Tumor tumor ganas


cenderungtumbuh cepat, menyebar dan menginvasi secaratidak beraturan.
Tumor tumor semacam ini.paling sering terlihat pada anak anak remaja
dandewasa muda.Sejumlah neoplasma dari jaringan jaringanlain dapat
menyebar ke tulang melalui aliranparu, tiroid, ginjal dan vesika urinaria.
Tulangyang paling sering terkena adalah os vertebra,pelvis, costa, sternum
dan humerus proksimal.
PEMBAHASAN
Insinden
Insiden terjadinya dari seluruh tumor tulangprimer : 65,8% bersifat jinak dan
34,2% bersifatganas, ini berarti dari setiap tiga tumor tulangterdapat satu
yang bersifat ganas. Tumor ganastulang menempati urutan kesebelas dari
seluruhtumor ganas yang ada dan hanya 1,5% dariseluruh tumor ganas
organ. Perbandingan insidentumor tulang pada pria dan wanita adalah
sama.Tumor jinak tulang primer yang paling seringditemukan adalah
osteoma (39,3%),osteokondromo (32,5%), kondroma (9,8%) dansisanya
adalah tumor tulang jinak yang lain.Osteogenik sarkom (48,8%) merupakan
tumorganas primer tulang yang paling seringditermukan, diikuti giant cell
tumor (17,5%),kondrosarkomo (10%) dan sisanya adalah tumortulang ganas
yang lain.

Insiden tumor jinak dan tumor ganas pada tulangTumor jinakTumor


ganas jenisInsidensjenisinsidens
Osteoma39,3%Osteogenik Sarkoma48,8%Osteokondroma32,5%Osteogenik
Sarkoma17,5%Kondroma9,8%Kondrosarkoma10 %Tumor jinak
lainnya18,4%Tumor ganas lainnya23,7%
KLASIFIKASI TUMOR TULANGMENURUT WHO
Klasifikasi menurut WHO ditetapkanberdasarkan atas kriteria histologis,
jenisdiferensiasi sel sel tumor yang diperlihatkan dan jenis intraseluler
matriks yang diproduksi. Dalamhal ini dipertimbangkan sifat sifat tumor
asalusul sel serta pemeriksaan histologis menetapkan jenis tumor bersifat
jinak atau ganas.Sel sel dari muskuloskeletal berasal darimesoderm tapi
kemudian berdeferensiasimemjadi beberapa sel osteoklas,
kondroblas,fibroblas dan mieloblas. Oleh karena itusebaiknya klasifikasi
tumor tulang berdasarkanatas sel, yaitu bersifat osteogenik,
kondrogenik atau mielogenik, meskipun demikian terdapatkelompok yang
tidak termasuk dalam kelompk tumor yaitu kelainan reaktif (reaktif bone)
atauharmatoma yang sebenarnya berpotensi menjadiganas.

KLASIFIKASI TUMOR TULANG BERDASARKAN KRITERIA HISTOLOGIK TUMOR


TULANG
KLASIFIKASI TUMOR TULANG MENURUT WHO TAHUN 1972ASAL SEL JINAK
GANASOsteogenik OsteomaOsteosarkomaOsteoid Osteoma Parosteal
osteosarkomaOsteoblatoma OsteoblatomaKoundrogenikKondroma
KondrosarkomaOsteokondroma Kondrosarkoma jucsta kortikalGiant cell
tumor OsteoklastomaMielogenik Sarkoma ErwingSarkoma
reticulumLimfosarkomaMielomaVaskuler Hemangioma
AngiosarkomaLimfangiomaIntermediate: Tumor glamousHemangioma

endoteliomaHemangioma perisitomaJaringan lunakFibroma desmoplastik


FibrosarkomaLiposarkomaMesenkimoma ganasSarkoma tak berdeferensiasi

Tumor lain Neurinoma KardomaNeurofibroma AdamantinomaTumor tanpa


klasifikasi Kista soliterKista aneurismaKista jucsta artikulerDefek
metafisisGranuloma eosinofilDisplasia FibrosaMiositis eosifikasiBeberapa hal
yangpenting sehubungandengan penetapan klasifikasi yaitu:1.jaringan yang
mudah menyebar tidak selaluharus merupakan jaringan asal.2.tidak ada
hubungan patologis atau klinisdalam kategori khusus3.sering tidak ada
hubungan antara kelainan jinak ganas dengan unsur unsur
jaringannya,misalnya ostema dan osteosarkoma.Beberapa tumor hanya
disebut dalam suatukelompok yang sederhana misalnyaOsteosarkoma.
PENJELASAN TUMOR JINAK TULANGI. Tumor asal jaringan tulang
(Osteogenik)A. OSTEOMAGambaran Klinis
Osteomamerupakan tumor jinak yang palingsering ditemukan (39,3%) dari
seluruh tumor jinak tulang terutama terjadi pad usia 20

40tahun. Bentuknya kecil tapi dapat menjadi besartanpa menimbulkan


gejala gejala yang spesifik.
Lokasi
Kelainan ini ditemukan padatulang tengkorak seperti maksila, mandibula,
palatum, sinusparanasalis dan dapat pula pada tulang tulangpanjang seperti
tibia, femur dan falangs.
Pemeriksaan radiologis

Pada foto rontgen osteoma berbentuk bulatdengan batas tegas tanpa


adanya destruksitulang. Pada pandangan tangensial osteomaterlihat seperti
kubah.
Patologi
Dapat ditemukan lesi pada tulang kompak
(compact osteoma)
dengan sistem Harvers atautrabekula tulang dengan sumsumnya
disebutspongiosteoma.Strukturnya terdiri atas jaringan tulang dewasayang
didominasi oleh struktur struktur lamelardengan pertumbuhan yang sangat
lambat.Osteoma yang berlokasi pada tulang panjangbiasanya bersifat
multipel dan merupakan bagiandari
sindroma Gardner
.
Diagnosa banding
1.Osteokondroma2.Parosteal osteosarkoma3.Parostistis osifikans4.

Pengobatan
Bila osteoma kecil dan tidak memberikankeluhan, tidak diperlukan tindakan
khusus. Padasuatu osteoma yang besar serta memberikangangguan
kosmetik atau terdapat penekanan ke jaringan sekitarnya sehingga
menimbulkankeluhan sebaiknya dilakukan eksisi.
B. OSTEOID OSTEOMAGambaran klinis
Osteoid osteoma adalah tumor jinak, jarangditemukan (1,8%), terutama
pada umur 10

25tahun. Tumor ini lebih sering pada laki lakidaripada wanita dengan
perbandingan 2:1.Gejala yang paling menonjol adalah nyeri padasuatu
daerah tertentu dan menghilang denganpemberian salisilat.
Lokasi
Lokasi osteoid osteoma pada femur (25%), tibia(25%), dan sisanya pada
daerah daerah lain,seperti pada tulang belakang.
Pemeriksaan radiologis

Pada foto rontgen ditemukan adanya daerah yangbersifat radiolusen yang


disebut nidus didaerahdiafisis di kelilingi oleh suatu daerah skerosisyang
padat, serta penebalan kortikal yangmerupakan reaksi pebentukan tulang,
kadangkadang pemeriksaan tomogram diperlukan untuk membantu
menegakkan diagnosa.
Patologi
Kelainan terdiri atas jaringan seluler dengantingkat vaskularisasi yang tinggi
dan jaringantulang yang belum matang serta jaringan osteoid.
Diagnosabanding
1.Asbes brodie2.Sarkoma erwing3.Periotitis kronis
Pengobatan
Pengobatan yang efektif adalah mengeluarkanseluruh jaringan nidus disertai
eksisi sebagiantulang. Setelah itu evaluasi dengan pemeriksaanfoto rontgen
perlu dilakukan untuk menilaiapakah eksisi yang dilakukan akurat.
C. OSTEOBLASTOMA (OSTEOIDOSTEOMA RAKSASA)Gambaran klinis
Tumor ini seperti osteoid osteoma ditemukanpada dewasa muda dan lebih
seringpada laki laki daripada wanita. Gejala nyeri yangditemukan lebih
ringan dibanding osteoidosteoma dan lebih jarang terjadi. Kelainan inihanya
merupakan 2,5% dari seluruh tumor jinak.
Lokasi
Osteoblatoma terutama ditemukan pada osvertebra dan tulang tulang
pendek lainnya sepertios ilium, costa, os phalanx dan os tarsal.
Pemeriksaanradiologis
Terlihat adanya daerah osteolitik dengan batasbatas yang jelas serta adanya
bintik bintik kalsifikasi. Diameter lesi bervariasi bisa sampaibeberapa cm.
Patologis

Gambaran patologisnya mirip osteoid osteomatetapi gambaran sel dan


vaskularisasinya lebihmenyolok.
Diagnosis banding
1.Osteoid osteoma2.Osteogenik sarkoma
Pengobatan
Pengobatan yang dilakukan adalah eksisi tumor,kemudian rongga yang
terjadi diisi dengantulang dari tempat lain
(bone graft)
II. Tumor asal jaringan tulang rawanTumor jinakA. KONDROMA
Disebut juga enkondroma, merupakan tumor jinak tulang dengan frekuensi
9,8% dari seluruhtumor jinak tulang, biasanya ditemukan padausia dewasa
muda tetapi dapat pula pada setiapumur. Gejalanya biasanya berupa
benjolan yangtidaknyeri.
Lokasi
Terutama pada os phalanxs, os tarsal, costa dantulang tulang panjang yang
bersifat soliter tapidapat juga multiple sebagai enkondromatosisyang bersifat
kongenital
(penyakit Ollier).
Pemeriksaan radiologis

Gambaran radiologis memperlihatkan adanyadaerah radiolusen yang


bersifat sentral(enkondroma) antara metafisis dan diafisis.Mungkin dapat
ditemukan sedikit ekspansi daritulang. Pada tulang yang matur dapat
ditemukanadanya bintik bintik kalsifikasi pada daerahlusen.
Patologi
Terdapatpembentukan tulang rawan yang maturtanpa tanda tanda pleimof,
mitosis, atau gejalagejala keganasan lainnya. Sering ditemukanadanya
perubahan miksoid pada jaringan lunak,maka kelainan ini disebut
sindroma Maffuci
.Perubahan kearah keganasan padaenkondromatosis (enkondroma multiple)
lebihsering dari pada enkondroma soliter. Tanda tandakeganasan biasanya
terjadi setelah umur 30tahun dengan gejala gejala berupa nyeri,pembesaran
tumor yang tiba tiba dan erosikorteks tulang.
Pengobatan
Pengobatan tidakselalu diperlukan. Apabilatumor bertambahan besar atau
ditemukan adanyafraktur patologis maka tumor sebaiknyadikeluarkan
melalui kuretase kemudian diisidengan jaringan tulang dari tempat lain
( bonegraft).

B. OSTEOCHONDROMAGambaran klinis
Merupakan tumor jinak tersering kedua (32,5%)dari seluruh tumor jinak
tulang dan terutamaditemukan pada remaja yang pertumbuhannyaaktif dan
pada dewasa muda. Gejala nyeri terjadibila terdapat penekanan pada bursa
atau jaringanlunak sekitarnya. Benjolan yang keras dapatditemukan pada
daerah sekitar lesi.
Lokasi
Lokasi osteokondroma biasanya pada daerahmetafisis tulang panjang
khususnya femur distal,tibia proksimal dan humerus
proksimal.Osteokondroma juga dapat ditemukan padatulang scapula dan
ilium. Tumor bersifat soliterdengan dasar lebar atau kecil seperti tangkai
danbila multipel dikenal sebagai diafisis aklasia(eksosotosis herediter
multiple), yang bersifatherediter dan diturunkan secara dominan genmutan.
Pemeriksaan radiologis
Ditemukan adanyapenonjolan tulang yangberbatas tegas sebagai eksostosis
yang munculdari metafisis tetapi yang terlihat lebih kecildibandingkan
dengan yang ditemukan padapemeriksaan fisik oleh karena sebagian
besartumor ini diliputi oleh tulang rawan. Tumordapat bersifat tunggal atau
multiple tergantung jenisnya.
Patologi

Ditemukan adanya tulang rawan hialin didaerahsekitar tumor dan terdapat


eksostosis yangberbentuk tiang didalamnya. Lesi yang besardapat berbentuk
gambaran bunga kol dengandegenerasi dan kalsifikasi di tengahnya.
Pengobatan
Apabila terdapat penekanan pada jaringan lunak misalnya pada pembuluh
darah atau saraf sekitarnya atau tumor tiba tiba membesar disertairasa nyeri
maka diperlukan tindakan operasisecepatnya, terutama bila hal ini terjad
i
padaorang dewasa.

Pada tumor yang besar disekitar sendi akanmemberikan gangguan pada


pergerakansendi.4.Spasme otot dan kekakuan tulang belakang.Apabila
tumor terdapat pada tulang belakang,baik jinak atau ganas, dapat
memberikanspasme atau kekakuan otot tulang belakang.5.Fraktur
patologisBebeapatumor ganas dapat memberikankomplikasi fraktur oleh
karena terjadikerapuhan pada tulang sehingga penderitaakan datang dengan
gejala fraktur.
1. Pemeriksaan radiologis

Merupakan salah satu pemeriksaan yang sangatpenting dalam menegakkan


dignosis tumortulang. Dilakukan foto polos lokal pada lokasilesi atau foto
survey seluruh tulang (bonesurvey) apabila dicurigai adanya tumor
yangbersifat metastase atau tumor primer yang dapatmengenai beberapa
bagian tulang.Foto polos dapat memberikan gambaran tentang:1.lokasi lesi
yang lebih akurat apakah padadaerah epifisis, metafisi, diafisis atau
padaorgan organ tertentu.2.apakah tumor bersifat sifat soliter
ataumultipel3.jenis tulang yang terkena4.dapat memberikan gambaran sifat
sifat tumoryaitu:-batas; apakahberbatas tegas atau tidak mengandung
klasifikasi atau tidak -sifat sifat tumor ; apakah berifat uniformatau
bervariasi, apakah memberikanreaksi pada periosterum, apakah
jaringanlunak sekitarnya juga terinfiltrasi.-Sifat lesi; apakah berbentuk kistik
atauseperti gelembung sabun.Selain itu ada pemeriksaan penunjang yang
lainseperti pemeriksan laboratorium danpemeriksaan biopsi, grading dan
staging.
2. Pemeriksaan laboratorium
Biasanya pemeriksaan yang dilakukan meliputi:-DarahLED, hemoglobin,
serum alkali fosfatase,serum elektroforesis protein, serum asamfosfatase
yang memberikan nilaidiagnostik pada tumor ganas tulang.-UrinPemeriksaan
urin yang penting adalahpemeriksaan protein Bence jones.
3. Pemeriksaan Biopsi
Tujuan untuk memperoleh material yang cukupuntuk pemeriksaan histologis,
untuk membantumenentapkan diagnosisi serta staging tumor.Waktu
pelaksanaan biopsi sangat penting sebabdapat mempengaruhi hasil
pemeriksaanradiologis yang dipergunakan pada staging.Dikenal dua metode
pemeriksaan biopsi yaitusecara tertutup dan secara terbuka.Biopsi tertutup
dilakukan dengan menggunakan jarum halus (fine nidle aspiration biopsi)
untuk melakukan stadiodiagnosis, merupakan salahsatu cara biopsi untuk
melakukan diagnosa padatumor. Metode biopsi melalui tindakan
operatif.Biopsi dapat dilakukan dengan cara yaitu biopsiinsisional yang
dilakukan melelui pengambilansebagian jaringan tumor dan biopsi
eksisionalyang dilakukan dengan mengeluarkan seluruhtumor baik dengan
hanya seluruh jaringan ataudikeluarkan bersama sama dengan amputasi.
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan tumor tumor jinak biasanyatidak terlalu sulit dibandingkan
tumor tumorganas. Pada tumor tumor ganas diperlukankerjasama dan
konsultasi antara ahli bedahonkologi, ahli bedah ortopedi, ahli radiologi,
ahlipatologi serta ahli prostetik dan rehabilitasi.1)Tumor jinak yang jelas,
misalnyaosteokondroma yang kecil tidak diperlukantindakan khusus. Apabila
jenis tumordiragukan maka perlu dilakukan pemeriksaanbiopsi.2)Curiga akan

tumor ganas apabila suatu lesipada tumor primer dicurigai sebagai


suatukeganasan dmaka penderita sebaiknyadirawat untuk pemeriksaan
lengkap,pemeriksaan darah, foto paru paru,pencitraan baik dengan foto
polos maupunCT scan dan biopsi tumor.
A. Operasi
Eksisi tumor dengan cara operasi dapatdilakukan dengan beberapa
tehnik 1)Intralesional atau intrakapsuler. Tehnik inidilakukan dengan
eksisi/kuretase tumor,tidak dianjurkan pada tumor ganas danbiasanya
dilakukan pada kelompok low gradetumour, misalnya giant cell
tumor.2)Eksisi marginal,adalah pengeluaran tumordiluar dari kapsulnya.
Tehnik ini terutama
dilakukan pada tumor jinak atau tumor ganas jenis low garade
malignancy.3)Eksisi luas (eksisi en

bloc).Pada eksisiluar, tumor dikeluarkan secara utuh disertai jaringan di


sekitar tumor yang berupa pseudokapsul atau jaringan yang bereaksi
diluar.Tindakan eksisi luas dilakukan pada tumorganas dan biasanya
dikombinsi denganpemberian kemoterapi atau radioterapi
padapre/pascaopeasi.4)Operasi radikal.Operasi radikal dilakukanseperti pada
eksisi luas dan ditambah denganpengeluarn seluruh tulang serta sendi
dan jaringan sebagai suatu bagian yang utuh.Cara ini biasanya berupa
amputasi anggotagerak di atasnya dan disertai pengeluaransendi atasnya.
Dengan staging yang tepatserta pemberian kemoterapi untuk mengontrol
penyebaran tumor, tindakanamputasi dapat dihindarkan dengan suatuteknik
yang disebut imb-sparin surgery (limsaving procedure) yaitu berupa eksisi
yangluas disertai dengan penggantian anggotagerak dengan
mempergunakan bone graftatau protesis yang disesuaikan dengananggota
gerak tersebut yang dibuat khusussecara individu.
B. Radioterapi
Radiasi dengan energi tinggi merupakan suatucara eradikasi tumor tumor
ganasradiosensitif dan dapat juga sebagai tindakanawal sebelum tindakan
operasi dilakukan.Kombinasi radioterapi dapat pula diberikanberama sama
dengan kemoterapi. Radioterapidilakukan pada keadaan keadaan yang in
opeablemisalnya adanya metastasis atau keadaan lokalyang tidak
memungkinkan untuk tindakanoperasi.
C. kemoterapi
Kemoterapi merupakan suatu pengobatantambahan pada tumor ganas
tulang dan jaringanlunak. Obat obatan yang dipergunakan

adalahmetotreksat, adriamisin, siklofosfamid,vinkristin, sisplatinum,


pemberian kemoterapibiasanya dilakukan pada pre/pasca operasi.
KESIMPULAN
Klasifikasi tumor tumor tulang menurutWHO ditetapkan berdasarkan atas
kriteriahistologis, jenis diferensiasi sel sel tumor yangdiperlihatkan dan jenis
intraseluler matriks yangdiproduksinyayang bersifat osteogenik,kondrogenik,
atau mielogenik meskipundemikian terdapat kelompok yang tidak
termasuk dalam kelompok tulang yaitu kelainan reaktif atau hamartoma
yang sebenarnya berpotensimenjadi ganas.Jadi yang paling penting untuk
mengetahuiseserorang menderita penyakit tumor tulangadalah dengan
anamnesis. Dimana dalamananmesis ini perlu diperhatikan :1.umur
penderita terkena tumor.2.lama dan perkembangan tumor3.nyeri yang
merupakan keluhan utama tumor.4.pembengkakan yang timbul secara
pelahanlahan dan jangka waktu yang lama.Kemudian perlu dilakukan
pemeriksaanpemeriksaan untuk mendiagnosa adanya tumortulang
seperti:1.Pemeriksaan klinik meliputi: lokasi; besar,bentuk, batas dan sifat
tumor; adanyagangguan pengerakan sendi; spasme otot dankekakuan
tulang belakang; faktur patologis.2.Pemeriksaan raadiologis: dilakukan
fotopolos pada lokasi lesi.3.Pemeriksaan laboratorium: serum alkalifosfatase
memberikan nilai diagnostik padatumor ganas tulang.4.Pemeriksaan
biopsiPenatalaksanaan dilakukandengan cara operasi,radioterapi dan
kemoterapi berdasarkan jenistumor muskulosketetal tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Apley AG, Solomon L (1993). Tumour, Systemof Orthopaedics and Fraktures,
11 th ed,ELBS with Butterworth

Heinemann,British Government, pp 162-192Baratatjandra B, Tandian A


(1987) Frecuncy of Primary Malignant Tumor of The Bone.Musculoskeletal
Trauma and Bone Tumour,The Indonesian Orthopedic Association,Jakarta, pp
131-138Hutagalung EU (1969) Neoplasma Tulang,kumpulan Kuliah Ilmu
Beah. PenerbitBinarupa Aksara, Jakarta Hal. 587-600.Kark W. (1969) Tumours
of Bone, Jhon Wrightand Sons Ltd, Great Britain.Mitra JM (1989) Bone Tumour
Terminology.Bone Tumour Clinical, Radiologic and
Pathologic Correlation, Vol. 1-2, Lea &Febiger Ltd, America.Mukari TJ,
Gunasyah E (1987) Tumour andTumour Like Lesion of Bone During FiveYears
in Hasan Sadikin General Hospital.Padjajaran University Of Bandung
Indonesiain Musculo, The Indonesian OrthopedicAssociation, Jakarta, Hal
123-129.Pithkul S, Chotigavanigh C, Keokarn T (1987)Current status of Bone
Tumour Surgery inThailand. The Indonesian OrthopedicAssociation, Jakarta,

pp. 121-122.Rasjad Chairuddin (1993). Tumor TulangPrimer. Bagian Ilmu


Bedah FakultasKedokteran Universitas Hasanudin UjungPandang.Salter RB
(1970). Neoplasm of TheMusculoskeletal Tissues. Textbook of Disorders and
Injuries of TheMusculoskeletal System, Asian ed, IgakuShoin Ltd, Tokyo, pp
304-330.Spardan Subroto ed (1987), MuskuloskeletalTrauma andBone
Tumours. the IndonesianOrthopedic Association, Jakarta