0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan5 halaman

Tatalaksana Agitasi dan Mania Akut

Dokumen tersebut memberikan ringkasan tentang penatalaksanaan kedaruratan agitasi akut pada gangguan bipolar, terapi farmakologi untuk episode mania dan depresi akut gangguan bipolar tipe I dan II, serta rekomendasi terapi untuk rumatan gangguan bipolar. Beberapa obat yang direkomendasikan untuk pengobatan kondisi tersebut antara lain litium, divalproat, antipsikotika atipik, dan antidepresan.

Diunggah oleh

Dikie Mustofadijaya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan5 halaman

Tatalaksana Agitasi dan Mania Akut

Dokumen tersebut memberikan ringkasan tentang penatalaksanaan kedaruratan agitasi akut pada gangguan bipolar, terapi farmakologi untuk episode mania dan depresi akut gangguan bipolar tipe I dan II, serta rekomendasi terapi untuk rumatan gangguan bipolar. Beberapa obat yang direkomendasikan untuk pengobatan kondisi tersebut antara lain litium, divalproat, antipsikotika atipik, dan antidepresan.

Diunggah oleh

Dikie Mustofadijaya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tatalaksana

Penatalaksanaan Kedaruratan Agitasi Akut pada GB


Lini I
-

Injeksi IM Aripiprazol efektif untuk pengobatan agitasi pada oasien dengan episode
mania atau campuran akut. Dosis adalah 9.75 mg/injeksi. Dosis maksimum adalah 29,25

mg/hari (tiga kali injeksi per hari dengan interval dua jam). Berespon dalam 45-60 menit.
Injeksi IM Olanzapin efektif untuk agitasi pada pasien dengan apisode mania atau
campuran akut. Dosis 10 mg/injeksi. Dosis maksimum adalah 30 mg/hari. Berespon
dalam 15-30 menit. Interval pengulangan injeksi adalah dua jam. Sebanyak 90 % pasien
menerima hanya satu kali injeksi dalam 24 jam pertama. Injeksi lorazepam 2 mg/injeksi.
Dosis maksimum lorazepam 4 mg/hari. Dapat diberikan bersamaan dengan injeksi IM
Aripiprazol atau Olanzapin. Jangan dicampur dalam satu jarum suntik karena
mengganggu stabilitas antipsikotika.

Lini II
-

Injeksi Haloperidol yaitu 5 mg/kali injeksi. Dapat diulang setelah 30 menit. Dosis

maksimum adalah 15 mg/hari.


Injeksi IM Diazepam yaitu 10 mg/injeksi. Dapat diberikan bersamaan dengan injeksi
Haloperidol IM. Jangan dicampur dengan satu jarum suntik.

Rekomendasi Terapi Farmakologi pada Mania Akut


Terapi Farmakologi Episode Mania
Lini I
-

Litium, divalproat, olanzapin, risperidon, quetiapin, quetiapin XR, aripiprazol, litium atau
divalproat + risperidon, litium atau divalproat + quetiapin, litium atau divalproat +
olanzapin, litium atau divalproat + aripiprazol.

Lini II
-

Karbamazepin, TKL, litium + divalproat, paliperidon

Lini III
-

Haloperidol, klorpromazin, litium atau divalproat + haloperidol, litium + karbamazepin,


klozapin

Tidak direkomendasikan
-

Gabapentin, topiramat, lamotrigin, risperidon + karbamazepin, olanzapin + karbamazepin

Algoritma Terapi Mania Akut GB

Evaluasi keamanan/fungsi; tentukan


tempat
perawatan;
hentikan
antidepresan; cari penyebab penyakit;
hentikan kafein, alcohol, dan zat
lainnya; psikoedukasi, terapi suportif
dan perilaku.

Langkah I
Evaluasi Status Medik

Tidak ada obat/ tidak dengan obat lini I


Dengan obat lini I
Langkah II
Memulai/mengoptimalkan,
evaluasi kepatuhan

Mulai dengan Li,


DVP, AA, atau
kombinasi 2 obat

Li atau
DVP

AA

Kombinasi 2
obat (li atau
DVP +AA)

Tidak Berespon

Langkah III
Tambahkan atau ganti obat

Tidak Berespon

Tambahkan atau ganti


dengan AA

Ganti salah satu atau


kedua obat dengan
obat lini I lain

Tambahkan atau
ganti Li atau DVP

Ganti salah satu atau


kedua obat dengan
obat lini I lain

Langkah IV
Tambahkan atau ganti obat

Tidak Berespon

Langkah V
Tambahkan atau obatobat eksperimental.

Terapi Farmakologi Episode Depresi Akut GB I


Lini I

Pertimbangkan menambah
atau mengganti dengan
obat lini II atau III lainnya

Pertimbangkan menambah
feniotin, asam lemak omega-3,
kalsitonin, alopurinol, amisulpirid

Litium, lamotrigin, quetiapin, quetiapin XR, litium atau divalproat + SSRI, olanzapin +
SSRI, litium + divalproat

Lini II
-

Quetiapin + SSRI, divalproat, litium atau divalproat + lamotrigin

Lini III
-

Karbamazepin, olanzapin, litium + karbamazepin, litium atau divalproat + venlafaksin,


litium + MOAI, TKL, litium atau divalproat atau AA + TCA, litium atau divalproat atau
karbamazepin + SSRI + lamotriginm penambahan topiramat.

Tidak direkomendasikan
-

Gabapentin monoterapi, aripiprazol monoterapi.

Rekomendasi Terapi Rumatan Pada GB I


Lini I
-

Litium, lamotrigin monoterapi, divalproat, litium + karbamazepin, litium atau divalproat


+ olanzapin, litium + risperidon, litium + lamotrigin, olanzapin + fluoksetin

Lini III
-

Penambahan fenitoin, penambahan olanzapin, penambahan ECT, penambahan topiramat,


penambahan asam lemat omega-3, penambahan okskarbazepin

Tidak direkomendasikan
-

Gabapentin, topiramat atau antidepresan monoterapi

Terapi Farmakologi untuk depresi Akut GB II


Lini I
Lini II

Quetiapin

Litium, lamotrigin, divalproat, litium atau divalproat + antidepresan, litium + divalproat,


antipsikotika atipik + antidepresan

Lini III
-

Antidepresan monoterapi (terutama untuk pasien yang jarang mengalami hipomania)

Terapi Rumatan GB II
Lini I
-

Litium, lamotrigin

Lini II
-

Divalproat, litium atau divalproat atau antipsikotika atipik + antidepresan, kombinasi dua
dari : litium, lamotrigin, divalproat, atau antipsikotika atipik

Lini III
-

Karbamazepin, antipsikotika atipik, ECT

Tidak direkomendasikan
-

Gabapentin

Anda mungkin juga menyukai