Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIKUM FITOFARMAKA

PEMBUATAN EKSTRAK RIMPANG KENCUR


(Kaempferia galanga L.)

Oleh:
Inne Fatima Abubakar
201210410311196

PROGRAM STUDI FARMASI


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

PEMBUATAN EKSTRAK RIMPANG KENCUR


(Kaempferia galanga L.)

I.

TINJAUAN PUSTAKA

I.1 Klasifikasi dan Anatomi


Kingdom
: Plantae (Tumbuhan)
Ordo
: Zingiberales
Famili
: Zingiberaceae
Genus
: Kaempferia
Spesies
: Kaempferia galanga L.
Ciri Makroskopik

Kepingan pipih, bentuk hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan,
tebal keping 1mm sampai 4mm, panjang 1cm sampai 5cm, lebar 0.5 cm sampai 3cm,
bagian tepi berombak dan berkeriput, warna coklat sampai coklat kemerahan, bagian
tengah berwarna putih sampai putih kecoklatan. Korteks sempit, lebar kurang lebih 2
mm, warna putih, berkas pembuluh tersebar tampak sebagai bintik-bintik warna
kelabu atau keunguan. Silinder pusat lebar, banyak tersebar berkas pembuluh seperti
korteks. Berkas patahan rata, berdebu, berwarna putih.
Ciri Mikroskopik
:
Periderm terdiri dari 5 sampai 7 lapis sel, sel berbentuk segi panjang
berdinding tipis. Jaringan terdapat dibawah periderm, sel parenkim isodiametrik.
Korteks berdinding tipis, berisi butir-butir pati dan sel idioblas minyak. Parenkim
berbentuk hampir bulat dan berdiameter 50 milimikron sampai 100 milimikron, dalam
idioblas terdapat minyak tidak berwarna sampai berwarna putih kekuningan.
Butir pati umumnya tunggal, besar, bentuk bulat, bulat telur atau bulat telur
tidak beraturan dengan salah satu ujungnya mempunyai outing, lamella dan hilus
tidak jelas, panjang butir pati umumnya 25milimikron, lebarnya 23 milimkron. Berkas
tersebar dalam korteks dan silinder pusat, pembuluh kayu terdiri dari pembuluh spiral,
pembuluh tangga dan pembuluh jala, tidak berlignin. Endodermis mempunyai
dinding radial yang agak menebal tidak berisi butir pati dan idioblas minyak pada
korteks, berkas pembuluh di bawah endodermis tersusun teratur dalam suatu
lingkaran dan berdekatan satu sama lain. Serbuk warna putih, putih keoklatan sampai
coklat.

I.2 Kandungan dan Manfaat Kencur


Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan salah satu dari lima jenis tumbuhan
yang dikembangkan sebagai tanaman obat asli Indonesia. Kencur merupakan tanaman
obat yang bernilai ekonomis cukup tinggi sehingga banyak dibudidayakan. Bagian
rimpangnya digunakan sebagai bahan baku industri obat tradisional, bumbu dapur,
bahan makanan, maupun minuman penyegar lainnya. Secara empirik, kencur
berkhasiat sebagai obat untuk batuk, gatal-gatal pada tenggorokan, perut kembung,
mual, masuk angin, pegal-pegal, pengompres bengkak / radang, tetanus dan
penambah nafsu makan . Sulaiman dkk. (2007), menyatakan bahwa rimpang kencur
dapat digunakan sebagai untuk hipertensi, rematik, dan asma. Penelitian yang
dilakukannya ini juga melaporkan bahwa ekstrak air daun kencur mempunyai
aktivitas antiinflamasi yang diuji pada radang akut yang diinduksi dengan karagenan.
Kandungan minyak atsiri dari rimpang kencur diantaranya terdiri atas miscellaneous
compounds (misalnya etil p-metoksisinamat 58,47%, isobutil -2- furilakrilat 30,90%,
dan heksil format 4,78%); derivat monoterpen teroksigenasi (misalnya borneol 0,03%
dan kamfer hidrat 0,83%); serta monoterpen hidrokarbon (misalnya kamfen 0,04%
dan terpinolen 0,02%) (Hasanah dkk, 2011). Etil sinamat dan etil p-metoksi sinamat
(EPMS) dari minyak atsiri kencur banyak digunakan didalam industri kosmetika dan
dimanfaatkan dalam bidang farmasi sebagai obat asma dan anti jamur.
II.

ALAT DAN BAHAN


Alat :
- Labu erlenmeyer
- Rotavapor
- Cawan penguap
- Kertas saring
- Vial
- Pipet tetes
- Botol timbang
- Botol bekas selai
- Alluminium foil
- Tissue
Bahan :
-

III.

Simplisia kencur
Ethanol 96%
Cab-O-Sil

PROSEDUR KERJA
3.1 Ekstraksi Rimpang Kencur dengan Ethanol 96%

1. Timbang simplisia kencur (Kaempferia galanga L.) sebanyak 300 gram.


2. Ekstraksi dengan 1,2 liter ethanol 96% secara maserasi dengan pengadukan
selama 2,5 jam. Filtrat ditampung.
3. Residu dimaserasi dengan 0,9 liter ethanol 96%selama 1,5 jam lalu disaring.
Filtrat ditampung.
4. Residu dari maserasi kedua dimaserasi lagi selama 1,5 jam. Didapatkan filtrat
ketiga.
5. Ketiga filtrat dikumpulkan menjadi satu, disaring dan dipekatkan dengan
menggunakan rotavapor ad volume 300 ml.
6. Tambahkan Cab-O-Sil 5% dari ekstrak ad terbentuk setengah kering.
3.2 Pemekatan Ekstrak
Ekstrak cair yang diperoleh dipekatkan dengan alat rotavapor, yaitu penguapan
dengan penurunan tekanan sampai ethanol menguap semua. Kemudian, ekstrak
kental yang diperoleh ditimbang.

IV.

HASIL
- Metode Ultrasonic
Kelompok 1 : berat total 48,62 gram
Kelompok 3 : berat total 52 gram
Kelompok 5 : berat total 52,80 gram
-

V.

Metode Non-Ultrasonic
Kelompok 2 : berat total 51,06 gram
Kelompok 4 : berat total gram

PEMBAHASAN
Kencur (Kaempferia galanga) termasuk suku tumbuhan Zingiberaceae dan
digolongkan sebagai tanaman jenis umbi-umbian yang mempunyai daging buah
paling lunak dan tidak berserat. Bagian yang sering digunakan adalah rimpang dan
daun dari kencur. Salah satu kandungan kimia dari rimpang kencur adalah Etil pmetoksi sinamat. Senyawa tersebut banyak digunakan didalam industri kosmetika
yaitu sebagai bahan dasar senyawa tabir surya, dimanfaatkan sebagai obat asma
dan anti jamur. Khusus untuk etil p-metoksi sinamat, kadarnya dalam kencur
cukup tinggi (tergantung spesiesnya) bisa sampai 10%, karena itu bisa diisolasi
dari bagian umbinya menggunakan pelarut petroleum eter atau etanol. Biasanya,
ekstraksi

digunakan

untuk

memisahkan

senyawa-senyawa

organik

dari

campurannya sehingga mempermudah mendapatkan senyawa yang diinginkan.


Pada proses pembuatan ekstraksi, langkah pertama yang dilakukan adalah
mencampurkan simplisia kencur yang telah ditimbang sebanyak 100 gram dengan
ethanol 96% sebanyak 400 ml. Tujuan penambahan ethanol adalah memisahkan
senyawa-senyawa organik dari campurannya. Minyak atsiri dalam rimpang kencur
dapat larut dalam etanol dengan konsentrasi yang tinggi tanpa adanya
penambahan air lagi. Penggunaan etanol dengan konsentrasi lebih dari 70% akan
menghasilkan ekstrak dengan kandungan minyak atsiri tinggi, yang akan
mengendap pada bagian bawah ekstrak. Setelah itu erlenmeyer yang berisi ekstrak
dimasukkan ke dalam alat ultrasonik selama 15 menit. Cara kerja alat ultrasonik
adalah membentuk gelombang ultrasonik pada sekeliling media bahan yang
diekstraksi dan akan memicu terjadinya panas sehingga melepaskan senyawasenyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak. Setelah dilakukan ultrasonik,
ekstrak kemudian disaring untuk dipisahkan antara filtrat dan residu rimpang
kencur. Proses ini dilakukan sebanyak 3 kali lalu semua filtrat digabungkan untuk
dipekatkan menggunakan rotavapor sampai volume 300 ml. Prinsip rotary
evaporator adalah proses pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan

pemanasan yang dipercepat oleh putaran dari labu, cairan penyari dapat menguap
5-10 C di bawah titik didih pelarutnya disebabkan oleh karena adanya penurunan
tekanan. Dengan bantuan pompa vakum, uap larutan penyari akan menguap naik
ke kondensor dan mengalami kondensasi menjadi molekul-molekul cairan pelarut
murni yang ditampung dalam labu penampung. Prinsip ini membuat pelarut dapat
dipisahkan dari zat terlarut di dalamnya tanpa pemanasan yang tinggi.
Setelah dipekatkan maka hasil yang di dapat ditambahkan Cab-O-Sil 5% dari
ekstrak ad terbentuk sediaan setengah kering. Tujuan penambahan Cab-O-Sil
sebagai eksipien (bahan tambahan) agar dapat membentuk sediaan serbuk dengan
sifat-sifat yang lebih baik. Setelah kering serbuk dihaluskan dan ditimbang
beratnya.
Berdasarkan percobaan menggunakan dua metode berbeda didapatkan data
seperti diatas. Berat total serbuk rimpang kencur yang dihasilkan menggunakan
kedua metode yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan yang begitu signifikan.
Untuk kelompok 1 (metode ultrasonik) hasil yang didapatkan sangat kecil
dibandingkan kelompok yang lain. Hal ini dimungkinkan karena banyak ekstrak
dan filtrat yang tumpah selama proses pengerjaan. Metode ultrasonik
menghabiskan waktu yang lebih cepat, hal ini dikarenakan keunggulan
penggunaan teknologi ultrasonic antara lain ; 1) proses ultrasonik tidak
membutuhkan penambahan bahan kimia dan bahan tambahan lain, 2) prosesnya
cepat, mudah dan tidak membutuhkan biaya yang tinggi, 3) prosesnya tidak
mengakibatkan perubahan yang signifikan pada struktur kimia, partikel dan
senyawa-senyawa bahan yang digunakan.
Metode non-ultrasonic (pengadukan) menghabiskan waktu lebih lama
dikarenakan setelah penambahan ethanol, ekstrak diaduk selama 2,5 jam. Setelah
pengadukan selama 2,5 jam ekstrak kemudian disaring untuk dipisahkan antara
residu dan filtrat. Proses ini dilakukan 2x lagi dengan pengadukan selama 1,5 jam.
Kemudian fitrat dikumpulkan menjadi satu dan dipekatkan dengan rotavapor.
Hasilnya ditambahkan Cab-O-Sil 5% dari ekstrak ad terbentuk sediaan kering.
VI.

Kemudian hasilnya diserbuk dan ditimbang untuk diketahui berat total.


KESIMPULAN

Simplisia ditambahkan Et-OH


96%

Dilakukan
ultrasonic selama
15 menit

Hasil dari proses ultrasonic

Penyaringan Ekstrak

Filtrat yang sudah dipekatkan


dengan rotavapor

Hasil penyaringan ekstrak

Serbuk hasil berat total


48,62 gram

Proses Rotavapor