Anda di halaman 1dari 3

Sistem Ekonomi Finlandia

Untuk sistem perekonomian, Finlandia menganut system ekonomi liberal. Finlandia merupakan negara
industri, memiliki ekonomi pasar-bebas, dengan produksi per kapita kira-kira sama dengan Britania
Raya, Perancis, Jerman, dan Belgia. Sektor ekonomi terbesar adalah jasa (66%), diikuti manufaktur dan
pengilangan (31%). Sektor primer hanya 2.9%. Untuk perdagangan internasional, sektor pentingnya
adalah manufaktur. Industri terbesar adalah elektronik (22%); permesinan, kendaraan, produk logam
lainnya (21.1%); industri kayu (13%); dan kimia (11%).
Finlandia memiliki kayu dan beberapa sumber daya mineral dan air bersih. Kehutanan, pabrik kertas, dan
sektor agrikultural merupakan sektor sensitif bagi penduduk. Kawasan Helsinki Raya menghasilkan
sepertiga PDB. Tahun 2004, OECD menyebutkan bahwa manufaktur teknologi tinggi menempati kedua
terbesar setelah Irlandia.
Perdagangan internasional Finlandia mencapai sepertiga dari PDB-nya. Perdagangan dengan Uni Eropa
tercatat sekitar 60% dari total. Partner dagang utama negara ini adalah Jerman, Rusia, Swedia, Inggris,
Amerika Serikat, Belanda, dan Tiongkok. Aturan dagang diatur oleh Uni Eropa, dengan Finlandia
menjadi pesertanya. Finlandia juga satu-satunya negara Nordik yang bergabung dengan zona Euro.
Iklim dan jenis tanah di Finlandia menjadikan pertumbuhan tanaman menjadi sulit. Negara ini terletak
antara 60 dan 70 lintang utara dengan musim tanam yang pendek dan musim dingin yang parah. Curah
hujan tahunan biasanya mencukupi, namun seringkali hanya pada musim dingin, menjadikan musim
panas menjadi kering. Oleh karena itu, para petani mengandalkan pada tanaman yang bisa dipanen cepat
dan tahan suhu beku. Pertanian di negara ini berjalan efisien dan produktif-bila dibandingkan dengan
negara-negara Eropa lainnya.
Perhutanan memainkan peranan yang penting bagi ekonomi negara ini, menjadikannya salah satu
produsen kayu dunia dan menyediakan bahan baku dengan harga kompetitif bagi industri pemrosesan
kayu. Seperti pertanian, pemerintah memainkan peran penting dalam perhutanan, mengatur pemotongan
pohon, memperbaiki rekayasa, dan menciptakan rencana jangka panjang untuk memastikan bahwa hutan
negara ini cukup untuk memasok kebutuhan ke industri. Tahun 1984, pemerintah melalui Kementrian
Pertanian dan Kehutanan meluncurkan rencana Forest 2000 yang isinya menaikkan hasil hutan sebanyak
3% per tahun namun tetap menjaganya untuk rekreasi atau penggunaan lain.
Sektor swasta memberikan lapangan pekerjaan ke 1,8 juta jiwa. Gaji rata-rata di sektor swasta adalah 25,1
euro per jam tahun 2004. Per 2008, rata-rata daya beli negara ini telah hampir sama dengan Italia, Swedia,
Jerman, dan Perancis. Tahun 2006, 62% angkatan kerja bekerja di perusahaan dengan pegawai kurang
dari 250 orang.
Tingkat pengangguran sebesar 8.7% tahun 2014. Uang pensiun dan asuransi kesehatan adalah bekal masa
tua yang penting. Tingkat kepemilikan rumah adalah 60%.

Per 2006, ada sekitar 2.4 juta rumah tangga di Finlandia. Rata-rata rumah tangga adalah 2.1 orang; 40%
tinggal sendiri, 32% dua orang dan 28% tiga orang atau lebih. Bangunan tempat tinggal total 1.2 juta, dan
rata-rata ruang adalah Templat:Conv per orang. 74% rumah tangga memiliki mobil. Ada sekitar 2,5 juta
mobil dan 400.000 kendaraan lainnya.
Sekitar 92% penduduk memiliki telepon genggam dan 83.5% (2009) [[Daftar negara menurut jumlah
pengguna internet|dengan sambungan internet di rumah. Menurut Invest in Finland, konsumsi pribadi
tumbuh 3% tahun 2006 dan tren konsumen memiliki kecenderungan pada produk teknologi tinggi dan
tahan lama.

Industri
Finlandia dengan cepat terindustrialisasi setelah Perang Dunia II, level PDB per kapitanya menyamai
Jepang atau Inggris di awal 1970-an. Dua industri pendorong utama adalah "industri logam"
(metalliteollisuus) dan "industri kehutanan" (metsteollisuus). "Industri logam" termasuk galangan kapal,
mobil, produk rekayasa (mesin dan elektronik), produksi logam (baja, tembaga, dan krom). Kapal
cruiseterbesar dunia dibangun di galangan kapal Finlandia. Sedangkan yang termasuk industri kayu
(metsteollisuus) diantaranya perhutanan, kayu, pulp dan kertas. Banyak industri pulp dan kertas besar
beroperasi di sini, diantaranya Ahlstrom, M-real, dan UPM. Meski begitu, saat ini ekonomi Finlandia
sudah terdiversifikasi, merambah ke cabang elektronik (Nokia), metrologi (Vaisala), transportasi bahan
bakar (Neste), kimia (Kemira), konsultan rekayasa (Pyry), dan teknologi informasi (Rovio, terkenal
dengan Angry Birds).
Menurut laporan Economist Intelligence Unit bulan September 2011, Finlandia menempati posisi kedua
setelah Amerika Serikat pada Benchmarking IT Industry Competitiveness 2011 yang bergantung pada 6
indikator utama: lingkungan bisnis keseluruhan, infrastruktur teknologi, sumber daya manusia, kerangka
hukum, dukungan publik untuk perkembangan industri, dan riset serta pengembangan.

Manufaktur
Sektor manufaktur memiliki tiga divisi utama: mesin dan teknik berbasis logam, hasil hutan, dan
peralatan telepon dan elektronik. Produk manufaktur divisi pertama meliputi kapal, mesin kapal, platform
minyak, mesin pembuatan kertas, peralatan memotong dan pemboran, crane, lift, dan logam. Hasil hutan
meliputi kayu dan produk kayu, kertas, dan bubur kertas. Divisi manufaktur ketiga menghasilkan
peralatan rumah tangga, radio, televisi, dan peralatan telekomunikasi.

Pertanian dan Kehutanan


Selama berabad-abad, Finlandia perlahan-lahan mendorong batas zona pertanian mereka jauh menuju
pedalaman timur laut. Mereka membangun jalan dan rel kereta api untuk membuka perbatasan ini.
Mereka membersihkan hutan dan mengeringkan rawa untuk membuka ladang dan padang rumput.
Mereka mendirikan koperasi untuk memfasilitasi produksi, pengolahan, dan pemasaran.

Hari ini kurang dari 5 persen orang Finlandia hidup dari pertanian. Namun pertanian yang kecil ini telah
menyediakan sebagian besar kebutuhan negara akan daging, produk susu, sayuran, dan biji-bijian.
Makanan lain, terutama tanaman yang tidak bisa tumbuh di iklim Finlandia, diimpor dari luar negeri.
Kayu adalah emas hijau bagi Finlandia, dan pengembangan awal industri di negara itu didasarkan pada
eksploitasi sumber daya ini. Hampir tiga perempat dari luas daratan negara itu adalah hutan. Jika
dihitung, Finlandia memiliki sekitar 5 hektar hutan untuk setiap orang di negeri ini. Kayu dan produk
kayu adalah ekspor negara yang paling penting, dan Finlandia adalah salah satu produsen kertas dan
bubur kertas terkemuka di dunia.

Pariwisata
Pariwisata merupakan industri yang sedang berkembang di Finlandia dan pada tahun-tahun terkini
menjadi aspek penting ekonominya. Pada tahun 2005, pariwisata Finlandia mendapat keuntungan kotor
lebih dari 6,7 miliar dengan pertumbuhan 5% dari tahun-tahun sebelumnya. Banyak pertumbuhan
mendadak itu yang bisa dikaitkan ke globalisasi dan modernisasi negeri itu begitupun kebangkitan dalam
publisitas dan kesadaran positif. Banyak daya tarik di Finlandia yang menarik lebih dari 4 juta
pengunjung pada tahun 2005.
Bentang alam Finlandia ditutupi dengan hutan cemara yang lebat, perbukitan berombak dan dilengkapi
dengan susunan danau dan pulau daratan yang rumit. Banyak daerah di Finlandia yang murni dan
perawan

sebab

memiliki

35 taman

nasional dari

pesisir

selatan Teluk

Finlandia ke

tebangan Laplandia yang tinggi. Ini juga kawasan urbanisasi dengan banyak peristiwa dan aktivitas
budaya.
Feri

komersial antara

kota

pesisir

dan

pelabuhan

utama

di kawasan

Baltik,

termasuk Helsinki, Turku, Tallinn, Stockholm dan Travemnde, memainkan peran penting dalam industri
pariwisata setempat.