Anda di halaman 1dari 12

Penelusuran Banjir

Anggota:
1. Rizky Apriastini ( 145060101111011)
2. Isnana Puspitasari (145060101111025)
3. Ida Bagus Saha Prakasa (145060107111019)
4. M.Ilham Dwi Yulianto ( 145060107111033)
5. Naadiyah Widyadhna Pertiwi (145060107111035)

Pengertian umum
Penelusuran Aliran Banjir adalah prosedur untuk
menentukan waktu dan debit (hidrograf aliran) di suatu
titik pada aliran berdasarkan hidrograf yang diketahui di
sebelah hulu.

Tujuan Penelusuran Banjir


1. Untuk menentukan UH pada berbagai tempat di suatu
sungai, dengan menggunakan UH dari tempat lain
pada sungai yang sama.
2. Untuk sarana peramalan jangka pendek, misalnya
untuk flood warning system.
3. Untuk mengetahui watak dari suatu sungai.
4. Untuk menentukan elevasi bangunan pengendali
banjir(tanggul/tembok penahan).

Cara Penelusuran Banjir


1. Penelusuran Melalui
Waduk
2. Penelusuran Melalui
Sungai

A. Penelusuran Melalui Waduk


Hujan yang jatuh di daerah aliran sungai ditampung oleh
daerah itu yang kemudian menghasilkan pengaliran di
dalam sungai. Hujan yang ditampung merupakan input
dan aliran sungainya merupakan outputnya.

Persamaan Penelusuran Aliran Banjir


Persamaan penelusuran aliran banjir dinyatakan dalam bentuk persamaan kontinuitas berikut :
I O =
Dengan:
I : aliran masuk (inflow) ke ruas sungai
O : aliran keluar (outflow) dari ruas sungai
dS : perubahan tampungan (storage) di ruas sungai
Dt : interval waktu penelusuran
Persamaan di atas menunjukan bahwa perubahan tampungan antara interval waktu dt adalah
sama dengan aliran masuk dikurangi aliran keluar


Persamaan
I O = dapat didekati untuk waktu t dengan
persamaan:

Di mana :

: interval waktu

Contoh soal penelusuran banjir melalui waduk

B. Penelusuran melalui sungai


Penelusuran banjir melalui sungai sangat kompleks karena pengaliran ke luar dari
penampungan saluran/sungai tidak lagi merupakan fungsi dari penampungannya saja.

Metode penelusuran banjir melalui sungai yang banyak digunakan adalah Metode
Muskingum. Metode ini memodelkan volume tampungan banjir di alur sungai, yang
merupakan gabungan antara tampungan prisma dan tampungan baji
*Gambar tampungan prisma dan
tampungan baji

Cara penelusuran banjir dengan Metode Muskingum hanya berlaku dalam kondisi:
1.

Tidak ada anak sungai yang masuk ke bagian memanjang sungai yang di tinjau.

2.

Penambahan ataupun kehilangan air oleh curah hujan, aliran air tanah masuk atau keluar dan
evaporasi semuanya diabaikan.

Persamaan umum penampungan dapat dinyatakan dengan :


S = K [xI + (1-x).O]
Dengan:
S : volume tampungan
I : aliran masuk (inflow)
O : aliran keluar (outflow)
K : koefisien tampungan
x : konstanta tak berdimensi

Harga konstanta x dan K, didapat dengan cara coba-coba harga X sehingga didapatkan strorage loop
mendekati lurus dan K merupakan kemiringan (slope) dari storage loop tersebut.
Dengan didapatkannya harga x dan K, outflow O dari penggalan sungai akan dapat dihitung dari
kombinasi dua persamaan:

.t -

Persamaan
1

= K [x.(
Persamaa
n3

Dimana:

Persamaa
n2

Contoh soal penelusuran banjir melalui waduk