Anda di halaman 1dari 6

Asam mefenamat adalah obat anti inflamasi non steroid yang digunakan untuk mengobati rasa

sakit, termasuk sakit ketika menstruasi. Dianjurkan secara khusus untuk digunakan secara oral.
Asam mefenamat menurunkan inflamasi dan kontraksi uterus dengan mekasime yang sampai
sekarang belum diketahui. Tetapi mekanisme kerjanya berhubungan dengan menghambat
sintetis prostaglandin. Analog dari asam fenamat, merupakan campuran yang disintesis dari
asam 2- chlorobenzoat dan 2,3-xylidine2,3.
Rumus Molekul : C15H15NO2

Katzung, Betram G. 1997. Farmakologi Dasar Dan Klinik. Jakarta:EGC

2.7. Indikasi
Dapat menghilangkan nyeri akut dan kronik, ringan sampai sedang sehubungan dengan
sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer, termasuk nyeri karena trauma, nyeri sendi, nyeri otot,
nyeri sehabis operasi, nyeri pada persalinan10.

Murali Krishna R, M. Buela, A. Sahithi. Estimation Of Mefenamic Acid In Pharmaceutical


Dosage Forms By Rp-Hplc. Int. J. Chem. Sci 2011;9(4): 1587-1594.

2.8. Kontraindikasi
Pada penderita tukak lambung, radang usus, gangguan ginjal, asma, urtikaria dan
hipersensitif terhadap asam mefenamat. Pemakaian secara hati-hati pada penderita penyakit
ginjal atau hati dan peradangan saluran cerna.

2.9. Dosis
Digunakan melalui mulut (per oral), sebaiknya sewaktu makan. Untuk dewasa dan anak
di atas 14 tahun dosis awal yang dianjurkan 500 mg kemudian dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam.
Untuk mengobati dismenore atau sakit saat menstruasi dosisnya sebanyak 500 mg 3 kali sehari,
diberikan pada saat mulai menstruasi ataupun sakit dan dilanjutkan selama 2-3 hari. Untuk
mengobati menoragia yaitu 500 mg 3 kali sehari, diberikan pada saat mulai menstruasi dan
dilanjutkan selama 5 hari atau sampai perdarahan berhenti10.
10. R. Murali Krishna, M. Buela, A. Sahithi. Estimation Of Mefenamic Acid In Pharmaceutical
Dosage Forms By Rp-Hplc. Int. J. Chem. Sci 2011;9(4): 1587-1594.
Asam mefenamat memiliki rumus molekul C15H15NO2 dengan berat molekul
241.29g/mol. Nama IUPAC 2-(2,3-dimetil fenil) asam amino benzoat.7

7. Padmalatha, H, Vidyasagar, G. Validated Rp - Hplc Method For The Estimation Of


Mefenamic Acid In Formulation. Ijrpbs 2011;2(3): 1261

Asam mefenamat terdiri dari 1 hidroksida Natrium M; 0,7 M asam klorida; iso propil
asetat (bridging cair) dalam rasio 20:280:15.8
8. Kulkarni, Mudit. Preparation And Characterization Of Spherical Agglomerates Of Mefenamic
Acid By Neutralization Method Ijpls 2010;1(7):373-381.
Asam mefenamat mempunyai karakteristik yaitu bubuk, mikrokristalin putih atau hampir
putih, praktis larut dalam air, sedikit larut dalam alkohol dan dalam metilen klorida. Larut dalam
larutan encer alkali hidroksida. Hal ini menunjukkan bahwa asam mefenamat polimorfisme.5
5. Goodman & Gilmans.2001. The Pharmacological Basis Of Therapeutics, 10th Ed.

DAFTAR PUSTAKA
1. Anonim, 2009, Pengukuran Kuantitas Dan Kualitas Peresepan Obat Golongan Ains Pada
Pasien Rawat Jalan Di Rsi Surakarta Jakarta.2008 Dengan Metoda Du 90%
Http://Rac.Uii.Ac.Id/Harvester/Index.Ph P/Record/View/3284.Diakses 20 Juli 2012.
2. Http://Yosefw.Wordpress.Com
3. Katzung, Betram G. 1997. Farmakologi Dasar Dan Klinik. Jakarta:EGC.
4. Champe, Pamella C Et All. 2000. Farmacology. Lippincotts Williams And Wilkins. Usa.
5. Goodman & Gilmans.2001. The Pharmacological Basis Of Therapeutics, 10th Ed.
6. P. Freddy W, Sulistia G. Farmakologi Dan Terapi: Analgesic- Antipiretik Analgesik AntiInflamasi Nonsteroid Dan Obat Gangguan Sendi Lainnya. Edisi 5 Fk UI, 2007.
7. Padmalatha, H, Vidyasagar, G. Validated Rp - Hplc Method For The Estimation Of
Mefenamic Acid In Formulation. Ijrpbs 2011;2(3): 1261.

8. Kulkarni, Mudit. Preparation And Characterization Of Spherical Agglomerates Of


Mefenamic Acid By Neutralization Method Ijpls 2010;1(7):373-381.
9. Anonim. Mefenamic Acid. European Pharmacopoeia,1984
Murali Krishna R, M. Buela, A. Sahithi. Estimation Of Mefenamic Acid In
Pharmaceutical Dosage Forms By Rp-Hplc. Int. J. Chem. Sci 2011;9(4): 15871594.

Pemerian : serbuk hablur putih atau hampir putih. Melebur


pada suhu lebih kurang 2300C disertai peruraian.
- Kelarutan : larut dalam alkali hidroksida, agak sukar larut dalam klorofom, sukar larut dalam etanol
dan methanol, praktis tidak larut dalam air.
- Persyaratan Kadar : mengandung asam mefenamat tidak kurang dari 90.0% dan tidak lebih dari
110% dari jumlah yang tertera pada etiket.

British Comission Secretariat. (2007). British Pharmacopoeia.London : British


Comission Secretariat:1205.

Tjay,Tan Hoan dan K. Rahardja, 2007, Obat-obat Penting, PT Gramedia, Jakarta.


Indrawati, T, Kartika S N, 2010.

Tjay, T., dan Rahardja, K. (2007). Obat-Obat Penting Edisi VI. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo. Hal. 312, 327, 331.

Asam mefenamat digunakan sebagai analgesik dan sebagai anti inflamasi, asam mefenamat
kurang efektif dibandingkan aspirin. Asam mefenamat terikat sangat kuat pada protein plasma.
Dengan demikian interaksi terhadap obat antikoagulan harus diperhatikan (Wilmana dan Gan,
2007)
Wilmana, P.F., dan Gan, S. (2007). Analgesik-Antipiretik, Analgesik AntiInflamasi Nonsteroid
dan Obat Gangguan Sendi Lainnya. Farmakologi dan Terapi. Edisi V. Jakarta: UI Press. Hal.
239-240.

Digunakan pada sakit yang ringan dan sedang termasuk sakit kepala, sakit gigi, sakit setelah
operasi dan melahirkan, dan dysmenorrhoea, osteoarthritis, dan rheumatoid arthritis (Sweetman,
2005).
Sweetman, S.C. (2005). Martindale The Complete Drug Reference. 34th Edition.
London: Pharmaceutical Press. p: 46, 51, 55

Pada penelitian ini dipilih asam mefenamat (MEF) sebagai bahan aktif farmasi yang diketahui
memiliki kelarutan rendah dalam air. MEF merupakan suatu obat antiinflamasi non steroid
turunan N-fenil asam antranilat. Berdasarkan system klasifikasi biofarmasi, MEF dikelompokkan
dalam kelas II karena memiliki kelarutan yang rendah dan permeabilitas yang baik. Sifat
kelarutannya yang rendah dalam air menyebabkan biovailabilitasnya buruk (Fang dkk., 2004).
Fang L., N. Sachihiko, K. Daisuke, U. Hideo, N. Koji, M. Hiroshi, and M. Yasunori, 2004,
Physicochemical and Crystallographic Characterization of Mefenamic Acid Complexes with
Alkanolamines. J. Pharm.
Sci., 93:1, 144-154.

Indikasi

Dapat menghilangkan nyeri akut dan kronik, ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit
kepala, sakit gigi, dismenore primer, termasuk nyeri karena trauma, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri
sehabis operasi, nyeri pada persalinan. (Kasim, 2010)
Dosis
Digunakan melalui mulut (per oral)
Dewasa dan anak di atas 14 tahun :
1. Dosis awal yang dianjurkan 500 mg kemudian dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam. (Kasim,
2010)
Dismenore;
500 mg 3 kali sehari, diberikan pada saat mulai menstruasi ataupun sakit dan dilanjutkan selama
2-3 hari. (Kasim, 2010)
Menoragia;
500 mg 3 kali sehari, diberikan pada saat mulai menstruasi dan dilanjutkan selama 5 hari atau
sampai perdarahan berhenti. (Kasim, 2010)
Kasim, fauzi, dkk. 2010. Informasi Spesialite Obat Indonesia. Jakarta: PT. ISFI Penerbitan