Anda di halaman 1dari 10

IDENTIFIKASI TOKSIN

LOGAM TEMBAGA
Al Asyhar Wahyu Azady
Aurel Trifonia Christy
Rita Martiwi

6411413124
6411413123
6411413143

TINJAUAN UMUM TEMBAGA


Termasuk logam berat esensial dengan simbol Cu (Cuprum),
nomor atom 29, berbentuk kristal, dan berwarna kemerahan.
Memiliki sifat dan penghantar listrik yang baik.
Secara alamiah, tembaga dapat masuk sebagai akibat dari
berbagai peristiwa alam, yaitu dari peristiwa pengikisan (erosi) dari
batu mineral, debu-debu tembaga yang ada dalam lapisan udara
yang dibawa turun oleh air hujan.
Secara non-alamiah, tembaga masuk sebagai akibat dari aktivitas
manusia, misalnya buangan industri yang memakai tembaga dalam
proses produksinya, industri galangan kapal karena digunakannya
tembaga sebagai campuran bahan pengawat, industri pengelolaan
kayu, buangan rumah tangga.

MANFAAT
Banyak digunakan pada pabrik yang memproduksi alat-alat
listrik.
Di dalam industri, banyak digunakan sebagai industri cat sebagai
antifouling, industri insektisida, dan fungisida.
Dibutuhkan manusia sebagai unsur yang berperan dalam:
pembentukan enzim oksidatif
pembentukan kompleks Cu-protein yang dibutuhkan untuk
pembentukan hemoglobin, kologen, pembuluh darah dan myelin
otak.
Cu juga dibutuhkan dalam proses pembentukan energi untuk
metabolisme serta dalam aktivitas tiroksin.

Kekurangan tembaga mengakibatkan depigementasi kulit dan


rambut, penurunan jumlah kalsium dalam tulang, kadar tembaga
dalam darah rendah, rambut kusut, keterbelakangan mental, dan
kegagalan sistem enzim yang memerlukan tembaga
Kebutuhan manusia terhadap ion logam tembaga:
Dewasa = 30g/kg BB
Anak = 40g/kg BB
Bayi = 80g/kg BB
Konsumsi tembaga yang baik bagi manusia adalah 2,5 mg/kg
berat tubuh/hari bagi orang dewasa dan 0,05 mg/kg berat
tubuh/hari untuk anak dan bayi.

MEKANISME ABSORBSI, METABOLISME, DAN


EKSKRESI
Jalur masuk tembaga ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan
dan melalui inhalasi.
Penyerapan Cu ke dalam darah dapat terjadi pada kondisi asam
yang terdapat dalam lambung. Pada saat proses penyerapan bahan
makanan yang telah diolah pada lambung oleh darah, Cu ikut
terserap oleh darah. Darah selanjutnya akan membawa tembaga ke
dalam hati yang merupakan tempat penyimpanan tembaga paling
besar yang diterima dari fraksi serum Cu-albumin. Dari hati,
tembaga dikirim ke dalam kandung empedu. Dari empedu, tembaga
dikeluarkan kembali ke usus untuk selanjutnya dibuang melalui
feses.
Ekskresi utama unsur ini ialah melalui empedu, sedikit bersama air
seni dan dalam jumlah yang relatif kecil bersama keringat dan air
susu.

TOKSISITAS
Keracunan Akut
Mual, muntah, diare, muntah berwarna hijau-kebiruan, hipotensi,
dan denyut jantung yang meningkat.
Keracunan Kronis
Timbulnya penyakit Wilson dan Kinsky. Gajala dari penyakit
Wilson ini adalah terjadi hepatic cirrhosis, kerusakan pada otak dan
demyelinasi, serta terjadi penurunan kerja ginjal dan pengendapan
Cu dalam kornea mata. Penyakit Kinsky dapat diketahui dengan
terbentuknya rambut yang kaku dan berwarna kemerahan pada
penderita.

EXPOSURE LIMIT
TWA: 1 (mg/m3) from ACGIH.
PENERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan untuk mengetahui kadar tembaga dapat dengan
menggunakan tes darah, tes urine, biopsi hati.

PENCEGAHAN
Menghindari sumber bahan pangan yang memiliki risiko
mengandung logam berat, mencuci, dan mengolah bahan pangan
yang akan dikonsumsi dengan baik dan benar.
Sebelum mengkonsumsi sayuran, sayuran juga sebaiknya diblansir
terlebih dahulu
Perbanyak mengkonsumsi serat

terimakasih