Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

“SIFAT LENSA DAN CACAT BAYANGAN”
Disusun Oleh:
1. Gita Fitri Rusliani
2. Defi Yulianti
3. Siti Sadiah

0661-15-055
0661-15-058
0661-14-135

Kelas

:B

Tanggal Percobaan

: 22 Desember 2015

Asisten

:1. Desi Tri Sulasih, S.Si
2. Anggun A Sulis, S.Si
3. Mentari Firdha K.P, S.Si

Laboratorium Fisika

Dasar

Program Studi

Farmasi

Fakultas Matematika

Dan Ilmu
Pengetahuan Alam
Universitas Pakuan
Bogor
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan

1.
2.
3.
4.

Mengenal dan memahami sifat-sifat pembiasan cahaya pada lensa.
Menentukan jarak fokus lensa.
Mengamati cacat bayangan (aberasi) dan penyebabnya.
Mengurangi terjadinya cacat-cacat bayangan.

1.2 Dasar Teori
Lensa adalah benda transparan yang mampu membelokkan atau
membiaskan berkas-berkas cahaya yang melewatinya, sehingga jika suatu benda
berada di depan lensa, maka bayangan dari benda tersebut akan terbentuk. Lensa
umumnya tersebut dari kaca atau plastik.
Lensa memiliki dua permukaan di mana bentuk permukaannya ada yang
cembung, cekung atau datar.Bentuk permukaan cembung memiliki permukaan
yang melengkung keluar.Bentuk permukaan cekung memiliki permukaan yang
cekung ke dalam.Dan bentuk permukaan datar memiliki permukaan yang datar.
Berdasarkan bentuk permukaan ini,maka ada lensa yang kedua lensanya memiliki
permukaan yang cembung,lensa yang kedua permukaannya cekung,dan ada yang
memiliki salah satu permukaannya yang cekung dan yang lain permukaannya
cembung (cekung-cembung atau cembung-cekung),dan cekung atau datar.
Pada umumnya, sebuah lensa memiliki bagian-bagian yang disebut titik
fokus pertama dan ke dua, pusat kelengkungan permukaan pertama dan ke dua,
radius kelengkungan pertama dan kedua, serta pusat lensa. Titik fokus, pusat
kelengkungan, dan radius kelengkungan pertama merupakan titik nyata atau titik
yang berada di depan lensa. Sedangkan titik fokus, pusat kelengkungan, dan
radius kelengkungan kedua merupakan titik yang ada di belakang lensa, atau titik
pada bayangan yang terbentuk.
Nilai jari-jari atau radius kelengkungan suatu lensa dapat bernilai positif,
negatif atau tak berhingga.
Berikut ini aturan untuk menunjukkan radius kelengkungan ( diasumsikan
bahwa sinar datang dari arah kiri) :

lensa memiliki dua titik fokus. maka letaknya juga di belakang lensa. dan lensa convexconcave (cembung-cekung). jari-jari atau radiusnya (R) bernilai positif. Lensa cembung memiliki sifat dapat mengumpulkan cahaya sehingga disebut juga lensa konvergen. Berbeda dengan cermin yang hanya memiliki satu titik fokus. Lensa Cembung (Lensa Positif) Lensa cembung (convex) yang biasa disebut juga lensa positif merupakan lensa yang memiliki bagian tengah yang lebih tebal dari pada bagian tepinya.Lensa cembung terdiri atas tiga macam bentuk. memiliki radius atau jari-jari (R) tak berhingga. maka lensa cembung-cembung memiliki R1 positif dan R2 negatif. yaitu lensa biconvex (cembung rangkap).Dan pada lensa cekung-cekung R1 negatif dan R2 positif. maka dikenal istilah lensa positif untuk lensa cembung dan lensa negatif untuk lensa cekung. Karena pada lensa cembung sinar bias berkumpul di belakang lensa. Berdasarkan aturan tersebut. Dari pernyataan di atas. Sedangkan fokus pasif berada di belakang lensa. Sinar bias akan mengumpul ke satu titik fokus di belakang lensa.  Permukaan yang titik pusatnya ada di sebelah kiri pusat lensa.Titik fokus yang merupakan titik pertemuan sinar-sinar bias disebut fokus utama (f1) yang disebut juga fokus aktif. maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan melalui satu titik. mengenai permukaan lensa. . Apabila ada berkas cahaya sejajar sumbu utama.  Untuk lensa yang permukaannya datar. jari-jari atau radiusnya (R) bernilai negatif. lensa planconvex (cembung-datar).Pada lensa cembung-datar memiliki R1 positif dan R2 tak berhingga. Permukaan yang memiliki titik pusat ada di sebelah kanan pusat lensa.

. Jika pada posisi satu didapat bayangan yang jelas pada layar... Mencari dua posisi lensa yang menghasilkan bayangan yang jelas pada lensa positif.............. dapat juga dilakukan dengan cara yang disebut Bessel.1..... Titik fokus lensa cembung dengan rumus yang disebut rumus pembuat lensa.. yaitu titik pertama lensa dan titik kedua lensa cembung yang menghasilkan bayangan yang jelas adalah e...1.... pada posisi kedua diperoleh lagi bayangan yang jelas pada layar.......  Sinar yang melalui pusat lensa.  Sinar datang yang melalui titik fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama. yaitu: 1/f =(n-1)(1/R1 .. Jika jarak antara kedua titik..1) Dengan : f = jarak titik fokus lensa cembung n = indeks bias lensa R1= radius kelengkungan pertama R2= radius kelengkungan permukaan kedua Berapapun nilai R1 dan R2 dari lensa cembung.2) ..1/R2 )..Pada lensa cembung terdapat tiga sinar-sinar istimewa yang menjadi dasar pembentukan bayangan pada lensa cembung....(2. dan kemudian jika dengan menggeser lensa. maka menurut Bessel: f=(L2-e2)/4L. tidak mengalami pembiasan.. titik fokusnya akan selalu positif.. yaitu:  Sinar datang yang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus.(2.......

. yaitu :  Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah datangnya dari titik fokus. lensa cekung juga memiliki tiga sifat sinarsinar istimewa . dan titik fokus (f ) secara matematis dirumuskan sebagai berikut: 1/f= 1/s+1/s'. Seperti halnya lensa cembung... lensa plan concave (cekung datar). yaitu lensa biconcave (cekung rangkap).. Lensa cekung ada tiga macam...(2.. dan lensa concave-concex (cekung-cembung).... akan dibiaskan sejajar sumbu utama.  Sinar datang seolah-olah menuju titik fokus..  Sinar yang melalui titik pusat kelengkungan tidak akan mengalami pembiasan Hubungan antara jarak benda (s).....2.. jarak bayangan (s' )..Dengan: f =fokus lensa e =jarak antara posisi satu dan posisi dua L=jarak benda dari pusat lensa Lensa Cekung Lensa cekung atau concave adalah lensa yang memiliki bagian tengah lebih tipis dari pada bagian pinggirnya.1) Dengan: f = titik fokus lensa s = Jarak benda ke titik pusat lensa .. Lensa cekung disebut juga lensa negatif dan memiliki sifat yang dapat menyebarkan cahaya atau yang disebut juga divergen......

.... bayangan yang terbentuk berarti bersifat maya.... Sedang jika hasilnya bertanda positif.. jika hasilnya bertanda negatif..... maka bayangan yang terbentuk bersifat maya dan tegak terhadap bendanya..Sedangkan jika s' bertanda negatif. ... Sedang jika s bertanda negatif. sifat bayangan yang terbentuk nyata... benda berada di depan lensa (nyata)....2. berarti bayangan yang terbentuk bersifat nyata dan terbalik terhadap bendanya. benda berada di belakang lensa (maya).... Dan jika s' bertanda positif.... dapat menggunakan rumus berikut: M=h'/h..2. Lensa Gabungan Lensa gabungan adalah penggabungan antara lensa positif dan lensa negatif.3) Dengan: M = Perbesaran bayangan h' = tinggi bayangan h = tinggi benda jika s bertanda positif.(2.... Lensa gabungan sering digunakan pada alat-alat optic dengan maksud mengurangi cacat bayangan.2) = -s'/s... Hal yang sama pada M.s' = Jarak bayangan yang terbentuk dari titik pusat lensa Dan untuk mencari perbesaran bayangan pada pemantulan ini. (2...........

(2.3.... F (gabungan depan) = (f1 (d-d_2)) / (d-(f1+f2))..1) Dan untuk fokus belakang berlaku. ....3) Persamaan pada lensa pertama: 1/f' =1/s+1/s'......(2.... 1/f= 1/f' +1/f....3................3.2) Dengan: f = jarak titik fokus kedua lensa f1 = titik fokus lensa pertama f2 = titik fokus lensa kedua d = jarak antara kedua titik fokus pertama lensa d2= jarak antara kedua titik fokus lensa kedua Kita dapat menentukan bayangan akhir dengan menentukan jarak bayangan untuk lensa pertama dan menggunakannya bersama dengan jarak antara lensa untuk menentukan jarak objek bagi lensa kedua.....Untuk lensa gabungan yang terdiri dari dua lensa tipis............... sehingga : persamaan lensa kedua...... serta dipisahkan oleh jarak d.... f(gabungan belakang)= (f2(d-d_2)) / (d-(f1+f2))..(2. (2..3...4) s2 = -s1' .. maka untuk mencari jarak fokus gabungan kedua lensa dapat menggunakan rumus berikut: Untuk fokus depan berlaku...... dengan jarak fokus masing-masing f1 dan f2 ......

.(2.... dapat menggunakan rumus berikut: M=M1+M2..... Menentukan jarak fokus lensa positif (konvergen) .. Berdasarkan bidang batas ini lensa dibagi atas: a) Lensa cembung (konveks) Lensa ini bersifat :  Mengumpulkan berkas cahaya (konvergen)  Fokus positif  Bagian tengahnya lebih tebal dari bagian tepinya Sinar-sinar istimewa pada lensa ini adalah :  Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus lensa kedua  Sinar melalui titik fokus utama akan dibiaskan sejajar sumbu utama  Sinar yang melalui titik pusat optik lensa akan diteruskan tanpa pembiasan `b) Lensa cekung (konkaf) Lensa ini bersifat :  menyebarkan berkas cahaya  fokus negatif  bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian pinggirnya Sinar-sinar istimewa pada lensa ini adalah:  Sinar yang datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus kedua...  Sinar-sinar yang menuju titik fokus utama akan dibiaskan sejajar sumbu utama  Sinar yang melalui pusat optik lensa akan diteruskan tanpa pembiasan A..(2.............6) Sedang untuk mencari perbesaran pada lensa gabungan.1/-s1' +1/s' =1/f2.... atau satu lengkung atau satu rata.5) Dan persamaan akhirnya adalah: 1/s+1/s' =1/f' +1/f2 = 1/f ....3........(2....3....3............7) Lensa adalah sebuah benda bening yang tembus cahaya dan dibatasi oleh dua bidang permukaan yang lengkung dua-duanya.

sehingga diperoleh kedudukan (misalnya kedudukan I dan II) dimana lensa pada masing-masing kedudukan tersebut dapat memberikan bayangan yang jelas dari benda O pada layar (O’). Jarak fokus lensa bersusun . 1-1). dan L jarak antara benda dan bayangan (layar). Kemudian lensa positif yang akan ditentukan jarak fokusnya digeser-geserkan antara benda O dan layar. Jika m pembesaran bayangan (perbandingan paniang O’ dan O). maka jarak fokus f dari lensa menurut Bessel dapat ditentukan dengan rumus: B. Bayangan pada layar oleh lensa positif merupakan benda lensa negatif dengan jarak benda S = jarak antara lensa negatif dan layar. Menggeser-geserkan layar sehingga terbentuk bayangan yang jelas pada layar. Menentukan jarak fokus f lensa negatif (divergen) Dengan pertolongan lensa positif dapat dibuat sebuah bayangan dari benda pada layar. Bayangan yang satu diperbesar dan yang lain diperkecil . Tempatkan lensa negatif yang akan ditentukan jarak fokusnya antara lensa positif dan layar. Sebuah benda O diletakan pada jarak L dari layar (L tetap). Jarak fokus lensa negatif dapat ditentukan dengan persamaan: C. dan m perbesaran bayangan. Sebuah benda O diletakkan disebelah kiri lensa positif dan bayangan O’ yang terbentuk disebelah kanan lensa dapat diamati pada sebuah layar. Jika e = jarak antara dua kedudukan lensa yang dapat memberikan bayangan yang jelas pada layar . maka jarak lensa negatif ke layar dalam hal ini merupakan jarak bayangan S’. Cara lain untuk menentukan jarak fokus f sebuah lensa positif adalah sebagai berikut. maka jarak fokus lensa f dapat ditentukan dari persamaan: Jarak fokus f juga ditentukan dengan persamaan : Jika S’ jarak bayangan (layar) terhadap lensa (gb.

akan diperoleh satu lensa bersusun yang jarak fokusnya f dapat ditentukan dengan persamaan: D. gejala koma ini tidak dapat diperbaiki dengan diafragma. jika syarat tersebut tidak dipenuhi. akan terjadi cacat-cacat bayangan (aberasi). Hukum pembiasan adalah sebagai berikut : . Disebut kelengkungan medan atau lengkungan bidang bayangan.  Kelengkungan medan Bayangan yang dibentuk oleh lensa pada layar letaknya tidak dalam satu bidang datar melainkan pada bidang lengkung.Sinar paraksial atau sinar dari pinggir lensa membentuk bayangan di P’.Jika dua lensa tipis dengan jarak fokus masing-masing f1 dan f2 digabungkan (dirapatkan). Cacat bayangan  Aberasi sferis Disebabkan oleh kecembungan lensa.  Distorsi Atau gejala terbentuknya bayangan palsu terjadi bayangan palsu ini oleh karena di depan atau di belakang lensa diletakan diafragma. Berbeda dengan aberasi sferis pada aberasi koma sebuah titik benda akan terbentuk bayangan seperti bintang berekor. Rumus-rumus persamaan lensa yang telah diberikan di atas diturunkan dengan syarat hanya berlaku untuk sinar paraksial . dimana n2>n 1 (medium 2 lebih rapat daripada medium 1 ) maka sebagian sinar dipantulkan dan sebagian lagi dibiaskan. Aberasi ini dapat dihilangkan dengan mempergunakan diafragma yang diletakan di depan lensa atau dengan lensa gabungan atlantis yanng terdiri dari dua lensa yang jenis kacanya berlainan.hukum yang digunakan dalam percobaan: 1) Hukum Snellius ( Hukum Pembiasan ) Jika sinar diarahkan ke satu bidang batas antara medium 1 ( indeks bisa nomor 1 ) dan medium 2 ( indeks bias nomor 2 ). Hukum.  Aberasi koma Aberasi ini terjadi akibat tidak sanggupnya lensa membentuk bayangan dari sinar di tengah dan sinar tepi.

3) Hukum Bessel Hal ini biasanya digunakan untuk menghitung jarak titik api lensa positif. dan garis normal berpotongan pada satu titik dan terletatak pada satu bidang datar. . maka dapat ditentukan formulasi dasar permulaan yang menghubangkan jarak fokus lensa (f).o Sinar datang. o Hubungan sudut datang dan sudut bias dinyatakan oleh persamaan: n1 sin 1 = n 2 sin 2. sinar bias. 2) Hukum Gauss Denga menganggap tebal lensa dapat diabaikan terhadap jarak (baik jarak benda ke lensa maupun jarak benda ke lensa ). Persamaannya adalah: L = jarak benda terhadap layar e = jarak antara dua kedudukan lensa dimana kedudukan I diperoleh bayangan tajam dan kedudukan II diperoleh bayangan besar tajam. jarak benda ke lensa (S) dan jarak bayangan ke lensa (S’).

1 Alat          Lensa positif kuat (++) Lensa positif lemah (+) Lensa negatif Benda yang berupa anak panah Lampu fajar untuk benda Layar untuk menangkap bayangan Diafragma Bangku optik Kabel-kabel penghubung dan sumber tegangan listrik 2.1 Bahan .BAB II ALAT DAN BAHAN 2.

. 6) Dicatatlah kedudukan lensa dan ukurlah tinggi bayangan pada layar. Diukur jarak lensa negatif ke layar(=S’). 3) Diambil lah jarak layar lebih besar dari satu meter. maka anda akan dapat mengamati bahwa suatu kedudukan akan terdapat bayangan dengan tepi merah dan pada kedudukan lain bayangan dengan tepi biru. 10) Untuk menentukan jarak lensa negatif buatlah bayangan yang jelas dari benda O pada layar dengan pertolongan lensa positif. 3) Dicatat masing-masing kedudukan lensa yang memberikan bayangan dengan tepi berbeda warna. 4) Diukur dan catat jarak benda ke layar.  Lensa positif lemah (tanda +). Mengamati Cacat Bayangan 1) Untuk mengamati aberasi khromatik gunakan lensa positif kuat(++) dan lampu fijar sebagai benda. 2) Disusunlah sistem optic berurutan sebagai berikut:  Benda dengan lampu di belakangnya. 8) Diulangi percobaan no. 9) Diulangi percobaan 2 s/d 8 untuk lensa positif kuat (tanda++). D2. 2) Digeser-geserkan layar. 13) Diulangi percobaan no. 10 s/d 12 beberapa kali (ditentukan oleh assisten). 5) Digeser-geserkan lensa didapat bayangan yang tegas/jelas pada layar. 12) Digeserkan layar sehingga terbentuk bayangan yang jelas pada layar. 3 s/d 7 beberapa kali(ditentukan assisten) dengan harga L yang berlainan. 14) Untuk menentukan jarak fokus lensa bersusun. 4) Dipasang diafragma didepan lampu fijar. Ulangi beberapa kali dengan harga L yang birdbath-ubah. Ulangi percobaan apa yang terjadi pada bayangan dari lampu.BAB III METODE PERCOBAAN D1. Menentukan Jarak Fokus Lensa 1) Diukurlah tinggi atau panjang anak panah yang dipergunakan sebagai benda. 15) Digunakan cara bessel (gambar 1-2) untuk menentukan jarak fokus bersusun tersebut. di rapatkan lensa positif kuat(++) dengan lensa positif lemah (+) serapat mungkin. Diukur jarak lensa negatif ke layar(=S). 11) Diletakkan lensa negatif antaralensa positif dan layar.  Layar. 7) Digeserkan lagi kedudukan lensa sehingga didapat bayangan jelas yang lain (jarak benda ke layar L jangan dirubah). 14 dengan menggunakan diafragma yang berlainan. 5) Diulangi percobaan no.(anak panah sebagai benda disingkirkan).

Letakkan kaca baur (benda) di depan lampu. Perubahan apa yang terjadi pada bayangan dari benda. dan digeser-geserkan lagi layar. 8) Diletakkan diafragma di depan benda(kaca baur).6) Untuk mengamati astimatisme letakkan benda miring terhadap sumbu sistem layar. BAB IV DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN . 7) Digeser-geserkan layar dan amatilah bayangan dari benda (letak garis tegak tak sama dengan letak garis datar).

Cembung Lemah (+) 2.(+) H h’ M F 4. Jenis Lensa 1. Lensa Cekung No.1 Tabel Pengamatan Keadaan Ruangan P (cm) Hg T (oC) Sebelum percobaan cmHg o % Sesudah ppercobaan cmHg o % C (%) C C 1. Astigmatisma L (cm) S (cm) S` (cm) F e h2 h2` M2 .. Lensa Bersusun No. Aberasi Khromatik No. Jenis Lensa 1. (++). Jenis Lensa L (cm) 1.4. Lensa Cembung No.. Lensa Cekung (-) H h` M 3. Merah 2. Biru 5. Warna 1. L(cm) S1 S1` F1 h1 h1` M1 S (cm) S1` f S2 S2` F2 Cembung Kuat (++) 2.

sedangkan sebaliknya jika kecembungannya kurang. Horizontal L (cm) S (cm) S` (cm) F 4. Vertikal 2. semakin cembung lensa itu maka lensa tersebut termasuk lensa cembung kuat. Setelah percobaan dengan menggunakan lensa cembung kuat dan lensa .2 Perhitungan BAB V PEMBAHASAN Dalam Percobaan ini. Posisi 1.No. Kuat lemahnya lensa dilihat dari kecembungannya . untuk lensa cembung terbagi lensa cembung kuat dan cembung lemah . maka termasuk lensa cembung lemah. kami melakukan pengamatan terhadap berbagai macam lensa.

Abrasi Khromatis adalah abrasi yang terjadi jika dispersi variasi indeks biasmenghasilkan warna merah dan biru. jarak benda / jarak lensa pada saat terjadi bayangan vertikal ada pada posisi 26. dengan susunan lensa cembung kuat-cembung lemah . . BAB VI KESIMPULAN Pada praktikum percobaan sifat lensa dan cacat bayangan dapat disimpulkan bahwa :  Percobaansistem lensa sangat membutuhkan ruangan yang gelap. pada percobaan yang kami lakukan panjang jarak yang digunakan adalah 124cm. Percobaan pada lensa bersusun. Astigmatisme adalah posisi dimana bayangan yang dihasilkan telah membentuk garis vertikal da horizontal .4cm dengan jarak bayangan sepanjang 97.cm didapat jarak titik fokus di titik...9cm dengan jarak bayangan sepanjang 96. membuktikan bahwa jarak titik fokus kedua benda (f) yang dihasilkan oleh lensa cembung lemah lebih besar dibandingkan lensa cembung kuat . Karena itu berpengaruh pada pembentukan bayangan.8cm dengan jarak titik fokus 15.98cm .62cm .. dengan jarak antara lensa kuat dan lensa cembung sejauh.6cm dan didapat jarak titik fokus sebesar 20.cm . Sumber cahaya dapat berupa lampu atau senter.lemah..1cm dan didapat jarak titik fokus sebesar 21.. dengan sumber cahaya hanya dari satu fokus.. dengan bantuan lensa cembung akan membantu dalam menentukan titik fokusnya . sedangkan untuk bayangan biru terdapat pada jarak 87cm dengan jarak titik fokus 15. hal itu dilakukan karena lensa cekung/negatif memberikan bayangan semua pada benda. lensa bersusun maksudnya digunakan 2 buah lensa positif atau cembung.. Percobaan pada lensa cekung dilakukan dengan bantuan lensa cembung kuat.23cm .78 .. sedangkan jarak lensa pada bayangan horizontal ada di posisi 27. pada percobaan ini kami mendapat bayangan merah ada pada jarak 86.

 Pada lensa positif sebagian besar menunjukkan bahwa semakin jauh jarak benda ke   layar.5 – 18. Faktor kesalahan dalam percobaan ini: 1. semakin kecil nilai f (fokus). sehingga berpengaruh pada pengambilan data. Kesalahan meletakkan benda. 3. terjadi sebaliknya.2 . semakin kecil jarak fokusnya. Kesalahan dalam menentukan bayangan. Pengaruh tempat yang kurang gelap. maka  semakin besar f. semakin jauh L dari pusat kelengkungan.9 = 87 = 78. Pada lensa negatif. 2.5 = 101. 4. Hitunglah jarak fokus lensa positif lemah dan lensa positif kuat dengan persamaan (1-3) ! Jawab : Cembung Kuat : e1 = S` . semakin besar nilai L. Pada lensa gabungan. TUGAS AKHIR 1.1-22.S e2 = S – S` = 105. Kesalahan dalammengukur bayangan.

32 cm F2 14156.02 cm F2 = 29.76 496 2 F1 = 15.8 .67 cm Cembung Lemah e1 = S` .7 2−8.7) F1 = 14492.3 F2 = L2−e2 4L 20.S = 64.72−¿ ¿ F1 = 120.72 4(120.2 = 20.7 – 56 = 8.3 ¿ ¿ ¿2 = 120.73 cm F2 2 L −e 4L = = 18.2 F1 = 2 2 L −e 4L 2 F1 = 124 −87 4(124 ) F1 = 7807 496 F2 = F2 78.4 482.7 F1 = L2−e2 4L e2 = S – S` = 70.8 F2 = F1 = 30.5-50.8 482.2 ¿ ¿ ¿2 = 1242−¿ ¿ F2 9260.

 Depdikbud : 2002 Petunjuk Praktikum Ilmu Fisika. dkk : 2006 Fisika. J.  Kanginan. Ahmad.DAFTAR PUSTAKA  Gabrielle. . Erlangga-Jakarta.  Giancoli : 2001Fisika 2000.F. Fisika Kedokteran. Yrama Widya-Bandung.  Zaelani. Marthen : 2007 Fisika Erlangga-Jakarta. Erlangga-Jakarta.