0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
699 tayangan13 halaman

Konsepsi Fisis Lensa

Dokumen tersebut membahas konsep fisis lensa, termasuk definisi lensa dan jenis-jenisnya seperti lensa cembung, cekung, dan gabungan. Juga dijelaskan rumus dan prinsip kerja lensa terkait fokus, bayangan, dan perbesaran. Percobaan menentukan fokus lensa dengan metode perges digunakan untuk memahami konsep tersebut secara praktis.

Diunggah oleh

Liadelia Achadina
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
699 tayangan13 halaman

Konsepsi Fisis Lensa

Dokumen tersebut membahas konsep fisis lensa, termasuk definisi lensa dan jenis-jenisnya seperti lensa cembung, cekung, dan gabungan. Juga dijelaskan rumus dan prinsip kerja lensa terkait fokus, bayangan, dan perbesaran. Percobaan menentukan fokus lensa dengan metode perges digunakan untuk memahami konsep tersebut secara praktis.

Diunggah oleh

Liadelia Achadina
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KONSEPSI FISIS LENSA

Disusun Oleh :

1. Anggi Julvian Rachma (201842570009)


2. Delia Achadina Putri (201542500037)
3. Elisabeth Anifa Daar (201542500021)
4. Maria Ulfah (201542500032)
5. Suci Aisyah (201542500003)
6. Winda Ariesti Rahmawati (201542500065)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI JAKARTA

2018
LKS PRAKTIKUM
KONSEPSI FISIS LENSA

NamaKelompok : …………………………………………………………………………
NamaAnggota
1. ………………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………………
3. ………………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………………

A. Tujuan
1. Siswa dapat memahami pengaruh jarak posisi benda terhadap bentuk bayangan.
2. Siswa dapat memahami pengaruh jarak antar lensa dan layar dengan hasil bayangan.
3. Siswa dapat memahami pengaruh jarak antara lensa cembung dan lensa cekung terhadap
hasil bayangan.

B. RumusanMasalah
1. Bagaimana pengaruh jarak posisi benda terhadap bentuk bayangan yang terjadi?
2. Bagaimana pengaruh jarak antara lensa dan layar dengan hasil bayangan yang terjadi?
3. Bagaimana pengaruh jarak antara lensa cembung dan lensa cekung terhadap hasil
bayangan yang terjadi?

C. Hipotesis
Berikan jawaban sementara anda terhadap masalah di atas!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
D. Dasar Teori
Lensa adalah benda transparan yang mampu membelokan atau membiaskan
berkas-berkas cahaya yang melewatinya, sehingga jika suatu benda berada didepan lensa,
maka bayangan dari benda tersebut akan terbentuk. Pada umumnya, sebuah lensa memiliki
bagian-bagian yang disebut titik fokus pertama dan kedua, pusat kelengkungan permukaan
pertama dan kedua, radius kelengkungan pertama dan kedua, serta pusat lensa. Titik fokus,
pusat kelengkungan, dan radius kelengkungan kedua merupakan titik yang ada berada
dibelakang lensa, atau titik pada bayangan yang terbentuk.
Nilai jari-jari atau radius kelengkungan suatu lensa dapat bernilai positif, negatif,
atau tak berhingga. Berikut aturan untuk menunjukan radius kelengkungan (diasumsikan
bahwa sinar datang dari arah kiri):
 Permukaan yang memiliki titik pusat ada disebelah kanan pusat lensa, jari-jari atau
tadiusnya (R) bernilai positif.
 Permukaan yang titik pusatnya berada disebelah kiri pusat lensa, jari-jari atau
radiusnya (R) bernilai negatif.
 Untuk lensa yang permukaannya datar, memiliki radius atau jari-jari (R) tak
berhingga.
Berdasarkan aturan tersebut, maka lensa cembung- cembung memiliki R1 positif dan R2
negatif. Pada lensa cembung-datar memiliki R1 positif dan R2 tak berhingga. Dan pada
lensa cekung-cekung R1 negatif dan R2 positif. Dari pernyataan ini, maka dikenal istilah
lensa positif untuk lensa cembung dan lensa negatif untuk lensa cekung.
1. Lensa cembung (lensa positif)
Lensa positif merupakan lensa yang memiliki baggian tengah yang lebih tebal
daripada bagian tepinya. Lensa cembung memiliki sifat dapat mengumpulkan cahaya
sehingga disebut lensa konvergen. Apabila ada berkas cahaya sejajar sumbu utama,
mengenai permukaan lensa, maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan melalui satu
titik. Lensa memiliki dua titik fokus. Titik fokus merupakan titik pertemuan sinar-
sinar bias yang disebut fokus utama (f1) yang disebut fokus aktif, karena pada lensa
cembung sinar bias berkumpul berkumpul dibelakang lensa. Pada lensa cembung
terdapat tiga sinar-sinar istimewa yang menjadi dasar pembentukan bayangan pada
lensa cembung, yaitu:
 Sinar datang yang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus
 Sinar datang yang melalui titik fokus akan dibiaskan sejajar sejajar sumbu
utama
 Sinar yang melalui pusat lensa, tidak mengalami pembiasan

Persamaan titik fokus lensa cembung, yaitu;

1 1 1
= (𝑛 − 1) ( − )
𝑓 𝑅1 𝑅2

Dengan:
f = jarak titik fokus lensa cembung
n = indeks bias lensa
R1 = radius kelengkunag pertama
R2 = radius kelengkungan permukaan kedua
Jika jarak antara kedua titik, yaitu titik pertama lensa dan titik kedua lensa cembung
yang menghasilkan bayangan yang jelas adalah e, maka menurut Bessel:
𝐿2 − 𝑒 2
𝑓=
4𝐿
Dengan :
f = fokus lensa
e = jarak antara posisi satu dengan posisi dua
L = jarak benda dari pusat

2. Lensa Cekung
Lensa cekung adalah lensa yang memiliki bagian tengah lebih tipis daripada bagian
pinggirnya. Lensa cekung disebut juga lensa negatif dan memiliki sifat dapat
menyebarkan cahaya atau yang disebut divergen. Lensa cekung memiliki tiga sifat
sinar-sinar istimewa yaitu:
 Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah datangnya dari
titik fokus
 Sinar datang seolah-olah menuju titik fokus, akan dibiaskan sejajar sumbu
utama
 Sinar yang melalui titik pusat kelengkungan tidak akan mengalami pembiasan.

Hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan (s’), dan titik fokus (f) secara
matematis dirumuskan sebagai berikut:
1 1 1
= +
𝑓 𝑠 𝑠′
Dengan:
f = titik fokus lensa
s = jarak benda ke titik pusat lensa
s’ = jarak bayangan yang terbentuk dari titik pusat lensa

Dengan:
f = titik fokus lensa
s = jarak benda ketitik pusat lensa
s’ = jarak bayangan yang terbentuk dari titik pusat lensa

persamaan untuk mencari perbesaran bayangan pada pemantulan ini,dapat


menggunakan rumuskan berikut:
ℎ′
𝑀=

Atau
𝑠′
𝑀=
𝑠
Dengan:
M = perbesaran bayangan
h = tinggi benda
h’ = tinggi bayangan

3. Lensa Gabungan
Lensa gabungan adalah penggabungandari lensa cembung dan lensa cekung. Lensa
gabungan terdiri dari dua lensa tipis, dengan jarak fokus masing-masing f1 dan f2,
serta dipisahkan oleh jarak d, maka untuk jarak fokus gabungan kedua lensa dapat
menggunakan rumus berikut:
a. Untuk fokus depan berlaku:
(𝑓1(𝑑 − 𝑑2))
𝑓𝑔𝑎𝑏 =
(𝑑 − (𝑓1 + 𝑓2))
b. Untuk fokus belakang berlaku:
(𝑓2(𝑑 − 𝑑2))
𝑓𝑔𝑎𝑏 =
(𝑑 − (𝑓1 + 𝑓2))
Dengan:
f = jarak titik fokus kedua lensa
f1 = titik fokus lensa pertama
f2 = titik fokus lensa kedua
d = jarak antara kedua titik fokus lensa kedua

menenukan bayangan akhir dengan menentukan jarak bayangan untuk lensa


pertama dan menggunakannya bersama dengan jarak antara lensa untuk
menentukan jarak objek bagi lensa kedua.
1 1 1
= +
𝑓 𝑓′ 𝑓2
Persamaan pada lensa pertama:
1 1 1
= +
𝑓′ 𝑠 𝑠′
S2 = -s1’
Persamaan lensa kedua :
1 1 1
+ =
−𝑠′ 𝑠′ 𝑓2
Dan persamaan akhirnya adalah:
1 1 1 1 1
+ = + =
𝑠 𝑠′ 𝑓′ 𝑓2 𝑓

Untuk mencari perbesaran pada lensa gabungan, dapat menggunakan rumusberikut:


M = M1+M2
E. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan untuk melakukan percobaan ini adalah:
1. Lensa cembung,
2. Lensa cekung,
3. Lensa gabungan,
4. Layar,
5. Sumber cahaya dan perlengkapan nya 1 set.

Bahan yang digunakan untuk melakukan percobaan ini adalah:


1. Dudukan mistar.

F. LangkahKerja

Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan praktikum. Adapun
langkah kerja praktikum menentukan fokus lensa ini adalah : Menetukan jarak fokus lensa
cembung (bikonvek) dengan metode:

Pergeseran objek / benda sedangakan lensa cembung tetap

1. Lensa fokus pertama (F) atau fokus lensa kedua (F’) ditentukan terlebih dahulu.
Ditanyakan pada asisten.
2. Benda diletakkan pada jarak antara F dengan lensa. Dicatat jaraknya.
3. Bentuk bayangan yang terjadi pada posisi 2 didapatkan dan dicatat jaraknya diukur dari
lensa.
4. Point 2 dan 3 diulangi sebanyak 3 kali.
5. Benda diletakkan diantara F dan 2 kali F dan dicatat jaraknya dari lensa.
6. Bentuk bayangan pada point 5 didapatkan dan dicatat jaraknya dari lensa.
7. Point 5 dan 6 diulangi sebanyak 3 kali.
8. Benda diletakkan pada jarak yang lebih jauh dari 2 kali F dan dicatat jaraknya dari
lensa.
9. Bentuk bayangan yang terjadi pada point 8 didapatkan dan dicatat jaraknya diukur dari
lensa.
10. Point 8 dan 9 diulangi sebanyak 3 kali.

Pergeseran lensa cembung sedangkan objek / benda tetap

1. Peralatan disusun dilandasa optis yang telah disediakan. Tentang kedudukan benda dan
layar ditanyakan pada asisten. Kemudian dicatat kedudukan benda dan layar (L).
2. Benda digeser sepanjang landasan optis, sehingga diperoleh bayangan yang jelas (nyata,
terbalik dan diperbesar) di layar. Posisi pertama tersebut dicatat (H2), diulangi 3 kali
pengukuran.
3. Lensa digeser kembali, sehingga diperoleh bayangan yang jelas (nyata, terbalik dan
diperkecil), posisi kedua dicatat (H1), diulangi 3 kali pengukuran.
4. Didapatkan nilai H yaitu: H = H1 – H2

Menentukan jarak fokus lensa cekung

1. Peralatan disusun dilandasan optis yang telah disediakan, didapatkan bayangan yang
jelas pada layar, jarak antara lensa cembung dan layar dicatat (V1).
2. Sebuah lensa cekung diletakkan diantara lensa cembung dan layar.
3. Layar digeser hingga diperoleh bayangan yang jelas. Jarak antara lensa dan layar dicatat
(V2) dan jarak antara lensa cembung dan lensa cekung (d).
G. Tabel Pengamatan
1. LENSA CEMBUNG
Bayangan Sembarang Bayangan Diperbesar Bayangan Diperkecil
No
v(cm) b(cm) v(cm) b(cm) v(cm) b(cm)
1
2
3
4
5

2. LENSA GABUNGAN
Bayangan Sembarang Bayangan Diperbesar Bayangan Diperkecil
No
v(cm) b(cm) v(cm) b(cm) v(cm) b(cm)
1
2
3
4
5
v = jarak benda ke lensa
b = jarak lensa ke layar
t = jarak kedua lensa (cembung dan cekung)

H. Analisis dan Pembahasan


1. LENSA CEMBUNG
Menentukan titik fokus dengan bayangan sembarang
Titik fokus lensa dihitung untuk tiap pasangan data (v,b) dari percobaan bayangan
1 1 1
sembarang berdasarkan persamaan : 𝑓 = 𝑣 + 𝑏

I 𝑣𝑖 (cm) 𝑏𝑖 (cm) 𝑓𝑖 (cm) 𝛿𝑓𝑖 (cm) (𝛿𝑓𝑖 )2 (cm2)


1
2
3
4
5
∑ - -
̅̅̅̅̅
𝑓𝑐𝑏1
𝑆𝑓̅𝑐𝑏1
Jadi titik fokus lensa cembung yang diperoleh dengan metode bayangan sembarang
adalah :
̅̅̅̅̅
𝑓𝑐𝑏1 = (𝑓𝑐𝑏1 ± 𝑆𝑓̅𝑐𝑏1 ) = (… … … … … ± … … … … ).....

Menentukan titik fokus dengan bayangan diperbesar dan diperkecil


BAYANGAN DIPERBESAR
Jarak Benda Jarak Bayangan
I 2
𝑣𝑖 (cm) 2
𝛿𝑣𝑖 (cm) (𝛿𝑣𝑖 ) (cm ) 𝑏𝑖 (cm) 𝛿𝑏𝑖 (cm) (𝛿𝑏𝑖 )2(cm2)
1
2
3
4
5

̅
𝒗 𝑏̅
𝑆𝒗̅ 𝑆𝒃̅
BAYANGAN DIPERKECIL
Jarak Benda Jarak Bayangan
I 2
𝑣𝑖 (cm) 2
𝛿𝑣𝑖 (cm) (𝛿𝑣𝑖 ) (cm ) 𝑏𝑖 (cm) 𝛿𝑏𝑖 (cm) (𝛿𝑏𝑖 )2(cm2)
1
2
3
4
5

̅
𝒗 𝑏̅
𝑆𝒗̅ 𝑆𝒃̅
Titik fokus lensa untuk bayangan diperbesar dan diperkecil dihitung dari nilai 𝑣̅ dan 𝑏̅
̅ = 𝑣̅ 𝑏̅
menggunakan persamaan 𝑓𝑐𝑏 𝑣̅+ 𝑏̅

Untuk bayangan diperbesar :


𝑣̅ 𝑏̅
̅ =
𝑓𝑐𝑏2 = = .......................... ..........
𝑣̅+ 𝑏̅

Dan ralatnya adalah :


̅ 2 ̅ 2
𝜕𝑓𝑐𝑏2 𝜕𝑓𝑐𝑏2
𝑆𝑓𝑐𝑏2 = √( 𝜕𝑣 𝑆𝑣 ) + ( 𝑆𝑏 ) =
̅ 𝜕𝑏̅

= = ................................. .......
Untuk bayangan diperkecil :
𝑣̅ 𝑏̅
̅ =
𝑓𝑐𝑏3 = = .......................... ..........
𝑣̅+ 𝑏̅
Dan ralatnya adalah :
̅ 2 ̅ 2
𝜕𝑓𝑐𝑏3 𝜕𝑓𝑐𝑏3
𝑆𝑓𝑐𝑏3 = √( 𝜕𝑣 𝑆𝑣 ) + ( 𝑆𝑏 ) =
̅ 𝜕𝑏̅

= = ................................. .......
Jadi titik fokus lensa cembung yang diperoleh dengan metode bayangan diperbesar
adalah :
̅ ± 𝑆𝑓 ) = (… … … … ± … … … … ) ….
𝑓𝑐𝑏2 = (𝑓𝑐𝑏2 𝑐𝑏2

Sedangkan untuk bayangan diperkecil adalah :


̅ ± 𝑆𝑓 ) = (… … … … ± … … … … ) ….
𝑓𝑐𝑏3 = (𝑓𝑐𝑏3 𝑐𝑏3

2. LENSA GABUNGAN
(lakukan langkah-langkah analisis seperti pada percobaan lensa cembung untuk
menentukan titik fokus lensa gabungan dengan metode bayangan sembarang (𝑓𝑔𝑏1 ),
bayangan diperbesar (𝑓𝑔𝑏2 )dan bayangan diperkecil (𝑓𝑔𝑏3 ).
Seluruh hasil perhitungan titik fokus lensa dituliskan dalam tabel berikut :
Fokus lensa cembung Fokus lensa gabungan
Mode Bayangan
𝒇𝒄𝒃 (cm) 𝒇𝒈𝒃 (cm)
1 (sembarang) (… … … … ± … … … … ) (… … … … ± … … … … )
2 (diperbesar) (… … … … ± … … … … ) (… … … … ± … … … … )
3 (diperkecil) (… … … … ± … … … … ) (… … … … ± … … … … )
Rata-rata (… … … … ± … … … … ) (… … … … ± … … … … )
Ralat fokus rata-rata adalah :
1 2 2 2
𝑆𝑓̅ = 3 √(𝑆𝑓1 ) + (𝑆𝑓2 ) + (𝑆𝑓3 ) =

= = ................ .......
I. LENSA CEKUNG
Penentuan titik fokus lensa cekung dilakukan dengan menggunakan t=0. Dengan
memasukkan nilai fokus rata-rata lensa cembung dan lensa gabungan maka diperoleh :
𝑓 𝑓
𝑓𝑐𝑘 = 𝑓 𝑔𝑏−𝑓𝑐𝑏 = = = ................ .....
𝑐𝑏 𝑔𝑏

Dan ralatnya adalah

2 ̅ 2
𝜕𝑓 𝜕𝑓
𝑆𝑓𝑐𝑘 = √(𝜕𝑓𝑐𝑘 𝑆𝑓𝑐𝑏 ) + (𝜕𝑓 𝑐𝑘 𝑆𝑓𝑔𝑏 ) =
𝑐𝑏 𝑔𝑏

= = ................... ......

J. Kesimpulan
1. Apakah hipotesismu dapat diterima?
.........................................................................................................................................

2. Kesimpulan apa yang dapat kamu buat?


 Berdasarkan kegiatan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
lensa cekung, lensa cembung dan lensa gabungan .....................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
 Berdasarkan hasil praktikum, panjang focus lensa .....................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
 Berdasarkan hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa sifat bayangan lensa cekung,
cembung dan gabungan yaitu......................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................

K. Daftar Pustaka
Halliday dan Resnick. 1984. Fisika Jilid 1 (Terjemahan). Jakarta: Erlangga.
Kanginan, Marthen. 2013. Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Anda mungkin juga menyukai