MODUL VII
LENSA CEMBUNG
I. Tujuan :
1. Memahami jalan sinar dan pembentukan bayangan pada lensa cembung.
2. Mengukur jarak fokus lensa positif.
II. Peralatan :
1. Meja optik
2. Lensa cembung
3. Lampu 100 watt dengan celah berbentk anak panah
4. Sferometer
III. Teori
Lensa cembung memiliki kegunaan besar bagi kehidupan manusia, mulai dari
pemanfaatannya di kacamatan, kamera, teropong, dan masih banyak lagi. Lensa cembung itu
lensa yang bagaimana si? mari kita ulas lengkap pengertian lensa cembung, rumus, sifat
bayangan lensa cembung dan sinar-sinar istimewanya.
Pengertian Lensa Cembung.
Lensa cembung merupakan lensa yang bagian tengahnya memiliki ketebalan lebih daripada
bagian tepi. Lensa cembung biasanya memiliki bentuk lingkaran dan terbuat dari kaca atau
plastik sehingga lensa memiliki indeks bias lebih besar ketimbang indeks biar udara.
Jenis-jenis lensa cembung Ada 3 jenis lensa cembung seperti yang terlihat pada gambar
diatas, yaitu cembung ganda, cembung data, dan meniskus cembung.
Jenis lensa cembung
Lensa cembung terdiri dari beberapa bentuk, yaitu :
1. Bikonveks atau cembung – cembung.
2. Plankonveks atau cembung – datar.
3. Konkaf-konveks atau cembung – cekung.
Sinar Istimewa Lensa Cembung
Sinar istimewa lensa cembung
Berbeda dengan cermin cembung, sinar-sinar istimewa yang ada di lensa cembung seperti
gambar diatas, penjelasannya:
1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus (F1) di belakang
lensa. (a)
2. Sinar datang menuju titik fokus di depan lensa (F2) akan dibiaskan sejajar sumbu
utama. (b)
3. Sinar yang datang melewati pusat optik lensa (O) diteruskan, tidak dibiaskan. (c)
Sifat Lensa Cembung
Di lensa cembung sinar bisa datang dari dua arah sehingga terdapat 2 titik fokus. Kita sepakat
bagian lensa cembung depan sebagai tempat datang sinar dan bagian lensa belakang tempat
sinar dibiaskan.
Bila 3 sinar datang sejajar dikenakan di lensa cembung, berkas sinar-sinar tersebut dibiaskan
oleh lensa dan berpotongan atau menuju di sebuah titik. Titik fokus yang berada di depan
lensa cembung disebut titik fokus maya. Dan titik fokus yang terletak di belakang lensa
cembung disebut titik fokus sejati.
Kita sepakat juga bahwa titik fokus tempat sinar dibiaskan sebagai fokus aktif (F1) dan fokus
pasif (F2). Karena sinar yang datang melewati lensa cembung selalu dibiaskan menuju ke
satu titik atau mengumpulkan cahaya maka lensa cembung disebut lensa konvergen
(bersifat mengumpulkan).
Lensa cembung juga selalu bersifat positif karena tempat berpotongan atau tujuan sinar bias
selalu terletak di bagian belakang lensa cembung sehingga fokus lensa cembung adalah
fokus sejati, sehingga jarak fokus lensa cembung selalu positif.
Besar pembiasan cahaya di suatu lensa cembung tergantung pada indeks bias bahan lensa dan
lengkung permukaan lensa, untuk indeks bias sendiri tergantung pada cepat rambatnya
cahaya dalam lensa tersebut. Umumnya lensa cembung tebal akan membiaskan cahaya lebih
besar daripada lensa cembung tipis. Panjang fokus lensa cembung tebal lebih pendek
daripada panjang lensa cembung tipis.
Sifat Bayangan (Pembentukan Bayangan Lensa Cembung)
1. Benda terletak di antara O dan F
A′B′ = bayangan maya di depan lensa (no. ruang bayangan = 4)
F1 = fokus di belakang lensa
F2 = fokus di depan lensaSifat bayangan: maya, tegak, diperbesar
2. Benda terletak di antara F2 dan 2F2
Bayangan A′B′ bersifat: nyata, terbalik, diperbesar
3. Benda di antara F2 sampai dengan ~
Bayangan A′B′, bersifat: nyata, terbalik, diperkecil. Dari ketiga lukisan tersebut:
Jika benda terletak di antara O dan F, sifat bayangan maya, tegak, diperbesa.
Jika benda terletak di antara F dan 2F sifat bayangan nyata, terbalik, diperbesar.
Jika s = f bayangan tegak, maya, di tak hingga
Jika s = 2 f, bayangan terbalik, nyata, sama besar
Jika s > 2f, bayangan nyata, terbalik, diperkecil
Bayangan diperbesar |s′| > s, bayangan diperkecil jika |s′| < s. (Keterangan: |–5| = 5
atau |5| = 5)
4. Benda terletak di fokus di (F)
Benda terletak di fokus di (F)Benda di fokus (s = f), bayangan yang mudah diamati
adalah: maya, tegak, diperbesar.
5. Benda terletak di 2 F (s = 2f)
Benda terletak di 2 F (s = 2f)Bayangan nyata, terbalik, sama besar
Benda di 2F2, bayangan 2F1 bersifat: nyata, terbalik, sama besar.
Dari kelima lukisan dapat disimpulkan:
Semua bayangan maya yang dibentuk lensa cembung selalu tegak terhadap bendanya.
Semua bayangan nyata yang dibentuk lensa cembung pasti terbalik terhadap
bendanya.
Hubungan Antara s, s′ dan f Lensa Cembung
Pengamatan atau praktikum menggunakan lensa cembung, lilin.
Pengamatan menggunakan lensa cembung dengan:
f = 20 cm.
s = jarak benda
s′ = jarak bayangan
Dengan memindahkan layar menjauhi atau mendekati layar jika s > 20, maka di layar didapat
bayangan yang tajam. Biasanya pengamatan atau praktikum seperti ini keadaan jarak benda
dan jarak bayangan ditulis ke dalam tabel. Lalu diubah jarak bayangan dan jarak benda serta
diukur pada saat bayangan di layar cukup jelas.
Hasilnya seperti pada tabel di bawah ini.
Rumus Lensa Cembung
Berikut ini rumus untuk mencari fokus lensa cembung:
nu adalah indeks bias udara atau air
R1 dan R2 adalah kelengkungan dari lensa cembung
Untuk rumus mencari jarak bayangan pada lensa cembung
1/f = 1/s +1/s’
Keterangan:
f = fokus lensa cembung
s = jarak benda
s’ = jarak bayangan
Sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar.
Perbesaran pada lensa cembung (M)
M=S’/S atau M=h’/h atau bisa dengan rumus M = f/ (s-f)
Contoh Soal Lensa Cembung
Sebuah lensa cembung mempunyai kelengkungan yang berbeda pada permukaannya yaitu 12
cm dan 15 cm. Jika lensa tersebut terbuat dari kaca dengan indeks bias 4/3 maka fokus lensa
tersebut di udara adalah (indeks bias udara =1)
1/f = (4/3-1) (1/12 + 1/15)
1/f = 1/3 (5/60+4/60)
1/f =1/3 x 9/60 =1/20
f =20 cm
Untuk contoh soal penentuan jarak bayangan sama seperti penghitungan pada cermin.
Manfaat dan Penggunaan Lensa Cembung
1. Orang yang sudah tidak bisa membaca dalam jarak baca normal yaitu 25 cm, agar
bisa membaca dalam jarak 25 cm dibantu dengan kacamata lensa cembung (rabun
jauh / miopi).
2. Para astronom menggunakan teropong dari dua lensa cembung untuk mengamati
benda langit, agar terlihat lebih jelas dan dekat.
3. Para ahli biologi, pekerja laboratorium menggunakan mikroskop untuk mengamati
bakteri, dll.
4. Digunakan pada lup atau kaca pembesar, misalnya tukang jam yang mengamati
komponen jam yang ukurannya kecil.
5. Masih banyak manfaat dan penggunaan lensa cembung dalam kehidupan sehari-hari,
misalnya periskop, slide proyektor, episkop, proyektor bioskop dan lainnya.
IV. Pelaksanaan
1. Susunan lensa cembung, benda (cahaya) pada alat meja optik, sehingga terdapat
bayangan pada layar.
2. Aturlah jarak layar terhadap lensa sehingga didapat bayangan yang terbentuk apakah
diperbesar atau diperkecil, tegak atau terbalik.
3. Ulangi 3 kali untuk mendapatkan variasi data.
4. Lakukan percobaan 2 untuk jarak (s + s’) sebesar : 100, 95, 90, 85, 80, dan 75 cm.
V. Tabel Data & Pengolahan Data
Diketahui tebal lensa cembung 50 mm
Data Pengamatan
No Jarak total So S’ f ho h’ M D
1. 20 cm 8 cm 14 cm 5,090 cm 1 cm 3 cm 3 kali 9,823 dioptri
2. 25 cm 6 cm 19 cm 4,560 cm 1 cm 4 cm 4 kali 10,964
dioptri
3. 30 cm 6 cm 24 cm 4,800 cm 1 cm 5 cm 5 kali 10,416
dioptri
Perhitungan :
1. So = 8 cm
S’ = 14 cm
f = 1 + 1 = 1 + 1 = 14 + 8 = 22 = 112 = 5,090 cm
So S’ 8 14 112 112 22
ho = 1 cm D = Tebal lensa = 50 = 9,823 dioptri
h’ = 3 cm f 5,090
M = h’ = 3 = 3 kali
ho 1
2. So = 6 cm
S’ = 19 cm
f = 1 + 1 = 1 + 1 = 19 + 6 = 25 = 114 = 4,560 cm
So S’ 6 19 114 114 25
ho = 1 cm D = Tebal lensa = 50 = 10,964 dioptri
h’ = 4 cm f 4,560
M = h’ = 4 = 4 kali
ho 1
3. So = 6 cm
S’ = 24 cm
f= 1 +1 = 1 + 1 = 4+1 = 5 = 24 = 4,800 cm
So S’ 6 24 24 24 5
ho = 1 cm D = Tebal lensa = 50 = 10,416 dioptri
h’ = 5 cm f 4,800
M = h’ = 5 = 5 kali
ho 1
DAFTAR PUSTAKA
ciskakerenz.blogspot.co.id/p/materi.html
prodiipa.wordpress.com/kelas-viii/kacamataku-penolongku/d-lensa/1-lensa-cembung/
fisikazone.com/lensa-cembung/