0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
222 tayangan16 halaman

Dispersi dan Difraksi Cahaya dalam Prisma

Tiga kalimat ringkasan dokumen tersebut adalah: Dokumen tersebut membahas tentang dispersi cahaya, interferensi gelombang cahaya, dan difraksi cahaya. Dispersi cahaya menjelaskan tentang penguraian spektrum cahaya putih menjadi warna-warna pelangi akibat perbedaan indeks bias pada setiap panjang gelombang cahaya. Interferensi gelombang cahaya terjadi ketika dua gelombang koheren berinteraksi, sementara

Diunggah oleh

Atiullah Kurniawan
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
222 tayangan16 halaman

Dispersi dan Difraksi Cahaya dalam Prisma

Tiga kalimat ringkasan dokumen tersebut adalah: Dokumen tersebut membahas tentang dispersi cahaya, interferensi gelombang cahaya, dan difraksi cahaya. Dispersi cahaya menjelaskan tentang penguraian spektrum cahaya putih menjadi warna-warna pelangi akibat perbedaan indeks bias pada setiap panjang gelombang cahaya. Interferensi gelombang cahaya terjadi ketika dua gelombang koheren berinteraksi, sementara

Diunggah oleh

Atiullah Kurniawan
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATERI 4

DISPERSI, INTERFERENSI DAN DIFRAKSI CAHAYA


A. Dispersi
Berdasarkan pembiasan dan warna cahaya diatas selanjutnya dikenal adanya dispersi
cahaya yaitu penguraian cahaya terjadi akibat perbedaan indeks bias msing-masing warna cahaya
atau spectrum cahaya. Pelangi merupakan salah satu contoh dispersi yang luar biasa yang
dibentuk oleh tetetsan-tetesan air. Gambar 4 menunjukkan diagram berkas pembentukan pelangi,
dimana warna merah dibelokkan paling sedikit dan warna ungu dibelokkan paling besar, sehingga
warna merah akan tampak lebih tinggi di langit dibandingkan warna ungu.

Gambar 1. Diagram berkas pembentukan pelangi
Peristiwa dispersi juga terjadi pada prisma, dimana cahaya putih yang mengenai prisma
akan didispersikan menjadi pelangi warna-warna. Hal ini terjadi karena indeks bias materi
bergantung pada panjang gelombang. Cahaya putih merupakan campuran dari semua panjang
gelombang yang tampak, dan ketika jatuh pada prisma seperti pada Gambar 5, panjang
gelombang cahaya yang berbeda akan didispersikan dengan derajat yang berbeda-beda pula.

1

Gambar 2. (a) Cahaya putih yang menembus prisma dibagi menjadi warna-warna pembentuknya
(b) Cahaya putih didispersikan oleh prisma menjadi spectrum tampak.
1. Sudut Deviasi Prisma
Sudut deviasi adalah sudut yang dibentuk antara perpanjangan sinar yang menuju prisma
dengan perpanjangan sinar yang keluar dari prisma.

Gambar 3. Sudut deviasi pada prisma
Persamaan yang digunakan pada pembentukan sudut deviasi adalah :
(i). Persamaan snellius untuk sinar datang menuju prisma :
n1. sini = n2 . sinr1
(ii). Sudut pembias prisma :
[ = r1 +i2 maka i2 = [ -r1
(iii). Persamaan Snellius untuk sinar yang keluar dari prisma :
(iv). Adapun besar sudut deviasi prisma adalah :
o = i +r -
Keterangan
n
1
= indeks bias medium udara
n2. sini
2
= n1 . sinr
2

1 2
2

n
2
= indeks bias medium prisma
prisma
ya keluar prisma
= sudut pembias prisma
i
1
= besar sudut datang cahaya ke
i
2
= besar sudut datang caha
= besar sudut deviasi prisma
Contoh soal:
Suatu prisma dengan sudut pembias 60
0
. Jika sudut datang sebesar 45
0
. Tentukan besar
sudut deviasi prisma !
Diketahui : = 60
0
, i
1
= 45
0

data dari ara ke kaca :
= n2 . sinr1
2
Ditanya :
Jawab:
(i). cahaya ng ud
n1. sini
1. sin4S =
S
. sinr1
sinr1 =
sin4S
1,S

sinr1 =
o, 7u7
1,S
= u 71
r
1
= 28,12
0

(ii). Sudut pemb as prisma :
i2 = [ -r1
i
2
= 60
0
- 28,12
0

ke udara :
,4
i
i
2
= 31,88
0
(iii). Cahaya datang dari kaca
3

n2. sini
2
= n1 . sinr
2

S2. sinS1,88 = 1 . sinr
2

sin r
2
= 0,792
r = 52,38
0
(iv). Adapun besar sudut deviasi prisma:
o = i
1
+r
2
-
o = 4S +S2,S8 -6u
= 37,38
0


bentukan Sudut Deviasi
risma adalah :
(i). Cahaya datang menuju prisma kaca dengan sudut datang i
1
dan sudut bias r
1
.
(ii). Cahaya datang keluar dari prisma dengan sudut datang i
2
dan sudut bias r
2

(iii). Cahaya datang m a dibiaskan mendekati garis normal, sedangkan cahaya
yang keluar dari prisma dibiaskan menjauhi garis normal.

Syarat terjadinya deviasi minimum
r
1
= i
2
maka r
2
= i
1
untuk sudut > 15 maka sudut deviasi minimum adalah
1
2
2
Proses Pem
Proses pembentukan sudut deviasi pada p
enuju prism
2. Sudut deviasi minimum
0
n . sin_
om+[
] = n . sin _
[
2
2
]
Untuk sudut < 15
0
fungsi sinus boleh diabaikan sehingga
om = _
n
2
n
1
-1] [
4

Sudut deviasi minimum prisma juga dibentuk antara perpanjangan sinar datang pertama
dengan sinar bias kedua.
Contoh soal 1:
Sebuah prisma dengan sudut pembias 55
0
.Tentukan sudut deviasi minimumnya !
om+[
n
1
. sin_
2
] = n
2
. sin _
2
[
]
1. sin_
om+SS
2
] = 1,S. sin_
SS
2
]
om+SS
1. sin_
2
] = 1,S. sin27,S
1. sin_
2
om+SS
] = 1,S. u,46174
2
1. sin_
om+SS
] = u,6926
_
om+SS
2
] = 4S,8S8
om = S2,676
Jadi sudut m adalah 32,68
0

Peristiwa dispersi cahaya matahari oleh prisma akan menghasilkan 6 warna
dengan urutan sbb :

Tabel 1. Hubungan antara warna dengan sudut deviasi, panjang gelombang dan frekuensi
warna

f
Merah
Jingga
Kuning
Hijau
Biru
Ungu
terkecil




terbesar
terbesar




terkecil
f terkecil




f terbesar


B. Perbedaan fase dan koherensi fase
5

Apabila dua gelombang dengan frekuensi dan panjang gelombang sama namun
berbeda fase bergabung, maka gelombang yang dihasilkan merupakan gelombang
tergantung pada perbedaan fase o
0
atau kelipatan bilangan
bulat 3
0
, dan
as maksimum. Jika perbedaan fasenya 180 atau kelipatan bilangan
0
menghasilkan intensitas min um.
Perbedaan fase antara dua gelom d oleh perbedaan panjang
lintasan yang o eh kedua lombang. Perbedaan lintasan satu panjang
gelombang menghasilkan perbedaan fase 360
0
, yang ekivalen dengan tidak ada
perbedaan fase edaa p ombang menghasilkan
perbedaan fase 180
0
. Perbedaan lintasan sebesar r menyumbang perbedaan fase ,
menurut hubungan
r
harmonic yang amplitudonya
60 , kedua gelombang sefase dan berinterferensi saling menguatkan
menghasilkan itensit
0
ganjil 180 , kedua gelombang berbeda fase dan berinterferensi saling melemahkan dan
im
bang dapat iakibatkan
ditempuh l ge
. Perb n lintasan setengah anjang gel
o =
z
2n =
z
r
S6u
Penyebab lain perbedaan fase terjadi pada peristiwa pemantulan, gelombang yang
dipantulkan pada sebuah permukaan batas mengakibatkan perubahan fase 180
0
pada
cahaya yang dipantulkan. Apabila cahaya pada awalnya merambat dalam kaca atau air,
tidak akan ada perubahan fase pada cahaya yang dipantulkan dari permukaan kaca-udara
atau air-udara.
Gelombang koheren adalah
0
gelombang yang mempunyai bentuk dan frekuensi
yang sa
dengan amplitudo yang sama dipadu.l interferensi destruktif (saling
mematikan/gelap) terjadi pada titik-titik itu bila kedua gelombang berbeda fase 180
0
.
Sedangkan interfernsi konstruktif terjadi pada titik-titik dimana kedua gelombang itu
sefase.
ma, serta beda fase yang tetap yakni banyak sedikitnya puncak gelombang yang
tidak berubah dengan berlalunya waktu dan punya panjang gelombang dan amplitudo
yang sama.
Berdasarkan informasi diatas maka dapat diketahui bahwa Interferensi gelombang
cahaya terjadi bila dua atau lebih gelombang koheren dikombinasikan.Jika dua
gelombang koheren
Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan lapisan film tipis air atau minyak, celah
ganda atau pemecah berkas(beam splitter).
6


Interferensi pada lapisan tipis.
Sering k
C.
ita melihat pita-pita berwarna pada gelembung sabun atau pada suatu
lapisan
erbeda pada titik berbeda.

skan tadi sebagian dipantulkan balik kedalam air
dan sebagiannya dibiaskan lagi ke udara di sebelah bawah. Sinar yang pertama kali
dipantulkan pada batas udara-air mengalami perubahan fase sebesar 180
o
, sedangkan
sinar kedua yang dipantulkan pada batas air-udara tidak mengalami perubahan fase.
Dengan demikian perbedaan fase kedua sinar adalah 180
0
ditambah perbedaan fase akibat
perbedaan lintasan keduanya.
Kedua sinar yang bertemu pada titik P setelah melewati system lensa akan
berinterferensi. Interferensi saling melemahkan jika perbedaan lintasan 2t sama dengan
nol atau bilangan bulat panjang gelombang di dalam air, n adalah indeks bias lapisan air.
Interferensi saling menguatkan apabila perbedaan lintasannya me pakan bilangan ganjil
minyak diatas air. Pita berwarna ini diakibatkan oleh interferensi cahaya yang
dipantulkan dari permukaan atas dan bawah lapisan tersebut. Warna berbeda muncul
karena keberagaman ketebalan lapisan, yang menyebabkan interferensi untuk panjang
gelombang b
Gambar 1. interferensi lapisan tipis
Tinjau lapisan air di udara dengan ketebalan t, gambar 1. Sebuah sinar memasuki lapisan
air dengan sudut tertentu, sebagian dipantulkan langsung pada bidang batas udara-air dan
sebagian diteruskan (dibiaskan) ke dalam lapisan air. Karena bidang batas berikutnya
adalah air-udara, maka sinar yang diteru
ru
7

dari setengah panjang gelombang. Secara matematis dapat dituliskan keadaan-keadaan


interferensi, yaitu
2Jn = m. z m= 0,1,2,3,(saling melemahkan) (2)
2Jn = [m+
1
2
z m= 0,1,2,3,(saling menguatkan) (3)

Untuk kasus yang lain, perhatikan lapisan tipis air (n=1,33) di atas permukaan kaca
(n=1,5), gambar 2. Sebuah sinar memasuki lapisan air dengan sudut tertentu, sebagian
dipantulkan langsung pada bidang batas udara-air dan sebagian lagi diteruskan
(dibiaskan) ke dalam air yang selanjutnya dipantulkan pada bidang batas air-kaca dan
kembali k dara. edua lan yang
mengakibatkan ter ba
e u K sinar tersebut mengalami sekali pemantu
jadi peru han fase 180
0
in r.
Jadi, perbedaan fase antara kedua sinar ini hanya akibat perbedaan lintasan keduanya,
yaitu
o = [
2J
z
, S6u
0

Dengan t adalah ketebalan lapisan air dan z

= zn adalah panjang gelombang cahaya di


dalam air.
Akibat adanya dua perubahan fase yang sama besar 180
0
setelah pemantulan kedua sinar
(saling menghilangkan), maka perbedaan fase hanya oleh perbedaan lintasannya.
il manakah, maka
pada masing-masing s a

Contoh soal:
1. Seperti terlihat pada gambar dibawah . dua buah pelat kaca dipisahkan oleh celah
udara dengan tebal d. permukaan-permukaan dalam dari pelat-pelat tipis dengan
logam sehingga suatu berkas cahaya datang, dipantulkan oleh cermin-cermin logam
pada kedua permukaan tersebut. Untuk ketiga tebal celah terkec
8

sinar 1 dan 2 yang dipantulkan akan saling (a) memperkuat (b) menghapus?
Misalkan cahaya memiliki panjang gelombang 600 nm

a). sinar 2 menempuh jarak 2d lebih jauh daripada sinar 1. Sinar-sinar saling
, 2, 3, 4..,n., dimana n adalah bilangan

Jika cahaya dengan panjang gelombang dari dua titik yang memiliki beda fase konstan
(koheren) tiba pada suatu titik, maka dua berkas cahaya akan berinterferensi. Adalah
fisik
mudah
Percobaan young diperlihatkan pada gambar di bawah, dimana seberkas cahaya
monokromatik dan lewatk d i setiap celah
bertindak sebagai sumber garis, yang ekivalen dengan sumber titik . Misalkan d adalah
jara t
sudut q dengan sum
sampai pada titik sin . Akibat selisih panjang lintasan tersebut sinar
(gelombang) yang datang di P dari dua sumber (celah) S dan S tidak lagi se-fase,
akibatny yang ditunjukkan oleh pola a
ada layar.
Jawab:
memperkuat bila jarak tersebut 0,
bulat. Jadi untuk saling memperkuat,
n . = 2d atau d = (1/2 n) (600) = 300n nm
b) gelombang saling menghapus bila berbeda fase. Ini terjadi kalau 2d adalah 1/2,
( + 1/2), (2 + 1/2),,(n + 1/2) dengan n adalah bilangan bulat. Maka
agar saling menghapus,
2d = n + 1/2 atau d = (n+1/2 ) = (n + 1/2) (300) nm

D. Interferensi dua celah (percobaan young)
awan inggris Thomas Young pada tahun 1801, menjelaskan dengan uraian yang
dan cukup lengkap tentang interferensi melalui percobannnya.
koheren di an pa a dua celah sempit. Dalam hal in
k antara celah-celah, lalu mengamati titik P pada layar dalam arah yang membua
bu system, beda lintasan sinar yang berasal dari kedua celah untuk
P adalah d
1 2
a terjadi interferensi intensitas maksima-minim
p
9


Gambar 3. Percobaan Young
Interferensi saling menguatkan (konstruktif) akan terjadi di titik P pada suatu sudut
tertentu sehingga terjadi interferensi maksimum (rumbai terang) yang diberikan.
J sin 0 = mz, m=0,1,2,3
Interferensi minimum (saling melemahkan) terjadi ketika
J sin 0 = [m+
1
2
z, m=0,1,2,3
Perbedaan fase di titik P di layar adalah 2/? kali perbedaan lintasan d sin , yaitu
Jarak ym yang diukur di sepanjang layar dari titik tengah ke rumbai terang ke-m (lihat
gambar diatas) dihubungkan oleh sudut , yaitu
ton 0 =
y
m
I

Dengan L adalah jarak dari celah ke layar. Untuk sudut yang kecil diperoleh
sin 0 = ton 0 =
y
m
I

Sehingga beda lintasan optic kedua sinar, d sin diberikan oleh
J sin 0 = J
y
m
I

Untuk interferensi maksimum dapat dituliskan
I
J
y
m
= mz
Dengan demikian, untuk sudut kecil, posisi b ur di sepanjang layar rum ai terang ke-m diuk
diberikan oleh
y
m
= m
xL
d
m= 0,1,2,3,..
Rumbai pusat (terang pusat) terjadi pada m=0, yaitu di tengah jadi dengan mengetahui
jarak d celah-celah, jarak L dari celah ganda kelayar, dan jarak y
m
dari frinji (maksima)
bang yang pusat ke frinji (maksima) ke-m disebelah menyebelahnya, maka panjang gelom
10

menghasilkan interferensi dapat ditentukan. Rumbai-rumbai terang berdekatan pada layar


berjarak sama, dengan jarak antara dua rumbai berurutan diberikan oleh
y =
J
zI

kan oleh
I = 4I
0
cos
2
1
2
Intensitas pada sembarang titik P di layar diberi
o
itas pada layar dari setiap celah secara terpisah. Kurva
intensitas tehadap sin diperlihatkan pa
Gambar 4. Pola intensitas terhadap sin
E. Difraksi celah tunggal
Difraksi adalah penyebaran gelombang karena adanya halangan. Semakin kecil
halangan, penyebaran gelombang semakin besar. Hal ini bisa diterangkan oleh prinsip
n lebar a, setiap titik pada celah
bertindak sebagai titik awal gelombang sferis baru, dan pola difraksi dengan sebuah n
maksima utama dan beberapa maksima sekunder (kedua, ketiga,dst) di sebelah kiri dan
kanan maksima utama akan tampak pada layar, seperti diperlihatkan pada gambar 5.
Cahaya yang sampai pada sebuah titik di layar merupakan hasil superposisi semua muka
gelombang yang datang pada titik tersebut.
Dengan I
0
merupakan intens
da gambar4.

Huygens. Bila berkas cahaya sejajar, monokromatik dan koheren dengan panjang
gelombang melewati suatu celah tunggal denga
11


Gambar 5. Berkas cahaya difraksi

Gambar 6. Pola difraksi celah tunggal
Pola difraksi celah tunggal seperti ditunjukkan pada gambar 6. Intensitas maksimum
dalam arah ke depan pada sudut =0, yaitu tepat pada titik tengah di layar sepanjang
sumbu dan menurun menjadi nol pada suatu sudut yang bergantung pada celah a dan
panjang gelombang . Seb sentrasikan di maksimum
difraksi tengah yang lebar, dan maksimum sekunder kecil muncul pada kedua sisi
maksimum tengah. Nol pertama pada intensitas terjadi pada sudut yang diberikan oleh.
sin 0 = zo
Untuk panjang gelombang yang diketahui, lebar maksimum tengah berbanding terbalik
dengan lebar celah. Artinya jika lebar celah a diperbesar, sudut q di mana intensitas
menjadi nol akan menurun, memberikan maksimum difraksi tengah yang sempit.
Sebaliknya, jika lebar cel meningkat, memberikan

agian besar intensitas cahaya dikon
ah dipersempit, sudut nol pertama akan
maksimum difraksi tengah yang lebih lebar. Apabila a sangat kecil, tidak terdapat titik
berintensitas nol dalam polanya, dan celah tersebut bertindak sebagai sumber garis yang
meradiasikan energi cahaya yang sama ke seluruh arah.
12

Dengan mengalikan kedua sisi persamaan (17) dikalikan dengan a, maka diperoleh
o sin0 = z
a sin merupakan perbedaan lintasan antara sinar cahaya yang meninggalkan bagian
bawah celahnya. Minimum difraksi pertama terjadi apabila kedua sinar ini sefase, yaitu
lah) terdiri dari banyak sekali
titik sebagai sumber cahaya sekunder. Masing-masing sumber titik akan menghasilkan
sumber titik yang menjalar dengan sudut berbeda dan menghasilkan pola difraksi pada
layar, yaitu pola maksima-minima (terang-gelap).
Pernyataan umum untuk titik-titik intensitas nol (gelap) dalam pola difraksi celah tunggal
dapat ditulis
o sin0 = mz m= 1,2,3,..
Dengan m menyatakan orde minima yang muncul di layar. Biasanya kita hanya tertarik
pada terang pusat intesitas cahaya karena hampir semua energy cahaya berada pada
difraksi tengah. Pada gambar 5. Jarak y dari maksimum tengah ke minimum difraksi
pertama dihubungkan dengan sudut dan jarak L dari celah ke layar diberikan oleh
ketika perbedaan linatasan keduanya sama dengan 1 gelombang. Dalam hal ini, setiap
titik pada muka gelombang bertindak sebagai sumber titik cahaya sesuai prinsip
Huygens. Prinsip difraksi ini ditunjukkan pada gambar 7.

Gambar 7. Prinsip huygens
Menurut prinsip Huygens, muka gelombang (didalam ce
13

tan0 =
y
I

Karena sudut ini sangat kecil, maka tan = sin
Maka, sesuai dengan persamaan (17), diperoleh
sin0 =
z
o
=
y
I

atau
y =
Iz
o

1. Cahaya monokromatik dari suatu sumber titik menerangi dua celah sempit yang
sejajar. Jarak pisah natara kedua celah d = 0,8 mm. pola interfernsi terjadi ditangkap
pak garis terang dan gelap secar
Jarak y = 0,304 mm. hitung panjang
gelombang cahaya yang digunakan?
Jawab:
sin0 =
y
I
Yaitu setengah lebar maksimum difraksi tengah

Contoh soal:
pada layar 50 cm dibelakang celah. Pada pola ini tam
bergantian pada jarak pisah yang tetap.
=
u,uSu4 cm
Su cm
= u,uuu6u8
Untuk n = 1
(u,8 x 1u
-3
)(6,u8 x 1u
-4
) = z
jang gelombang cahaya adalah 486 nm

Dengan kisi pantul, cahaya
J sin0 = mz
Maka pan
F. Kisi difraksi
Sebuah kisi difraksi bidang terdiri dari amat banyak garis atau celah sejajar yang lebarnya
sama dan jarak selangnya teratur (sama) pada permukaan datar. Kisi difraksi dapat dibuat
dengan memotong alur-alur sejarak dan berjarak sama pada kaca (untuk kisi tembus) atau
plat logam (untuk kisi pantul) dengan mesin penggaris presisi.
14

dipantulkan dari punggung di antara garis. Pada kisi tembus, cahaya lewat melalui celah
bening di antara garis.
maksima-minima pada layar akibat gabungan interferensi dan
difraksi, gambar 8. Kisi difraksi tersebut terdiri atas beberapa ribu celah, dengan jarak
antar celah yang seragam, d. misalkan serentetan gelombang datar dengan panjang
gelombang mengenai kisi-kisi dalam arah tegaklurus, masing-masing celah akan
menimbulkan berkas difraksi yang bergantung pada lebar celah. Berkas-berkas difraksi
ini saling berinterferensikan yang menghasilkan pola terakhir pada layar.
Mula-mula cahay hasil difraksi dari celah merambat dalam arah yang membentuk sudut
terhadap berkas cahaya dating (lihat gambar 8). Maksima-maksima utama dari intensitas
yang tampak pada layar akan terjadi bila perbedaan jalan diantara sinar-sinar dari celah
yang berdekatan, d sin diberikan oleh (dari kisi celah yang diidealisasi)
J sin0 = mz ; m=0,1,2,3,

Gambar 8. Kisi difraksi
Jika pada kisi (tembus) dilewatkan sinar sejajar, monokromatik dan koheren maka akan
terjadi pola intensitas
.
Dengan d adalah jarak antara celah berdekatan, dan bilangan bulat m merupakan orde
dari maksima-maksima utama yang khas tersebut. Maksima utama ppusat (sentral) terjadi
untuk m = 0, yaitu = 0, dan maksima berikutnya (maksima sekunder) terjadi untuk m =
1,2,3,.dst. untuk setiap celah difraksi yang diberikan, dapat ditentukan jumlah celah per
mm dengan menggunakan persamaan diatas maka didapatkan,dengan demikian juga
dapat ditentukan rapat celah kisi atau konstanta kisi.
15

16

1. Cahaya merah secara tegak lurus menyinari kisi yang terdiri dari 400 garis / cm.
2
Kisi difraksi didapatkan dari biasanya digunakan didalam sebuah spektometer untuk
menganalisis cahaya dari sumber polikromatik atau sumber spectral seperti lampu emisi
gas helium, natrium, hydrogen, merkuri, argon dan lain-lain.
Contoh soal:
diketahui bahwa garis maksimum orde kedua terdapat pada sudut 34
0
dari garis
normal pada kisi. Berapakah panjang gelombang cahaya itu?
Jawab:
z =
J sin0
=
[
1
4uuu
(u,SS9)
2
= 6,99 x 1u
-5
cm = 699 nm

Anda mungkin juga menyukai