Anda di halaman 1dari 22

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT.Berkat


limpahan

rahmat,

hidayah

serta

inayah-Nya

kami

dapat

menyelesaikan penulisan makalah ini. Dalam kesempatan ini,


penulis

mencoba

untuk

memperluas

pengetahuan

tentang

narkoba yang sedang berkembang dan merusak nilai kesehatan


di Indonesia.
Segala kelancaran dalam penulisan makalah ini, tidak lepas
dari semangat dan motivasi yang kuat.Sehingga, kami ucapkan
terima kasih,
Pertama, kepada Ibu Wiwis Sasmitaning Hidayah,M.Si selaku
dosen pembimbing yang telah banyak memberikan arahan serta
masukan kepada kami.
Kedua, kepada orang tua kami yang selalu memberikan doa dan
motivasi yang sangat penting bagi penulis sehingga tugas ini
dapat selesai tepat pada waktunya.
Ketiga,

kepada

seluruh

teman-teman

yang

senantiasa

memberikan semangat dan dukungannya.


Kami menyadari bahwa dalam penulisan ini masih ada
kekurangan, baik penulisan maupun penyusunannya.Dengan
segala kerendahan hati, kritik dan saran dari pembaca sangat
kami

harapkan.Sehingga

bisa

membantu

kami

dalam

memaksimalkan penulisan makalah ini.

Malang,
2014
1

september

penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar...................................................................................................1
Daftar Isi..............................................................................................................2
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................3
1.2Rumusan Masalah....................................................................3
1.3Tujuan.......................................................................................3

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Narkoba.................................................................5
2.2 Jenis-Jenis Narkoba.................................................................6
2.3 Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba...................................7
2.4 Penyebab Penyalahgunaan Narkoba.......................................9
2.5 Upaya Pencegahan Bahaya Narkoba......................................11

2.6
Upaya
Penanggulangan
Bahaya
Narkoba
..........................................................................................
14
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan.............................................................................19
3.2 Daftar Pustaka.........................................................................21

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

LatarBelakang
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan

terlarang (berbahaya). Istilah narkoba tidak hanya merujuk pada


narkotika saja, melainkan juga masuk di dalamnya adalah
berbagai obat-obatan yang masuk dalam kategori berbahaya dan
dilarang oleh undang-undang.
Problem penyalahgunaan narkoba atau NAPZA di kalangan
remaja ini tentu saja tidak bisa dibiarkan berkembang dan
meluas

spektrumnya.

Berdasarkankeinginanniatmeminimalisirdanmembekaliremaja
Indonesia terhadapbahayapenyalahgunaannarkobaatau NAPZA
inilah yang kemudianmenggugahpenulismembuatmakalahini.
Selainitumakalahinijugamemuataturannormatifdariberbagai
agama

tentanglaranganpenyalahgunaannarkobaatauNAPZA

sekaligussanksihukum yang akan di terimabagimereka yang


menyalahgunakannarkoba.

1.2
1.
2.
3.
4.
5.
6.

RumusanMasalah
Apa pengertian Narkoba?
Apasaja jenis-jenis Narkobaitu?
ApakahdampakNarkoba bagi Kesehatan?
Apa penyebab penyalahgunaan Narkoba?
Bagaimana upaya pencegahan bahaya Narkoba?
Bagaimana penanggulangan Bahaya Narkoba?

1.3 TujuanPembahasan
Adapun
tujuan
penulis

menulis

makalah

ini

adalahsebgaiberikut :
1. Untuk mengetahui arti dari Narkoba.
2. Untuk mengetahui dan mengenal jenis-jenis Narkoba.
3. Untuk mengetahiu tanda-tanda orang yang mengonsumsi
Narkoba.
4. Untuk mengetahui penyalahgunaan Narkoba
5. Bagaimana cara pencegahan Bahaya Narkoba
6. Untuk mengetahui cara penanggulangan Bahaya Narkoba

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Narkoba


Narkoba adalah obat, bahan, zat dan bukan tergolong
makanan jika diminum , dihisap, ditelan, atau disuntikan dapat
mennyebabkan ketergantungan dan berpengaruh terhadap kerja
otak,demikian pula fungsi vital organ tubuh lain (jantung,
peredaran darah,pernapasan dll).
Narkoba adalah istilah yang dipakai penegak hukum yang
di sosialisasikan pada masyarakat. Di Malaysia biasa disebut
dadah sedangkan si barat biasa disebut drugs. Sebagian
jenis narkoba berguna dalam dunia pengobatan, tetapi karena
menimbulkan ketergantungan , penggunaannya harus mengikuti
petunjuk dokter, contoh : morfin dan petidin yang digunakan
untuk menghilangkan rasa nyeri pada penyakit kanker ; obat bius
pada pasien pada waktu operasi ; Ampetamin untuk mengurangi
nafsu makan dan masih banyak lagi.
Narkoba menurut Kurniawan (2008) adalah zat kimia yang
dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran,
suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia
baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena,
dan lain sebagainya.
Sedangkan pengertian Narkoba menurut pakar kesehatan
adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien
saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu.
Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang
telah diluar batas dosis. Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997,
Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau
bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat
5

menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya


rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan. Narkoba merupakan singkatan
dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif .

2.2 Jenis-jenis Narkoba


Narkoba dibagi dalam 3 jenis yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif
lainnya. Penjelasan mengenai jenis-jenis narkoba adalah sebagai berikut:
1.

Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan
tanaman.Jika disalahgunakan, zat/obat ini dapat menyebabkan penurunan
atau perubahan kesadaran,mengurangi sampai menghilangkan rasa
nyeri,dan menimbulkan ketergantungan.
Narkotika digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu :

Narkotika golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk


kepentingan pengembangan ilmu dan dilarang disalahgunakan.contoh: Terdiri dari
opium(getah
beku
yang
berasal
dari
buah
tumbuhan
papaver
somniferum),kokain,dan ganja.
Narkotika golongan II adalah narkotika yang memiliki daya menimbulkan
ketergantungan menengah dan dapat digunakan sebagai pilihan terakhir untuk
tujuan pengobatan dan ilmu pengetahuan.contoh:Morfin (serbuk putih yang
berguna untuk menahan rasa sakit saat operasi karena penyakit kanker)
Narkotika III adalah narkotika yang mempunyai daya ketergantungan
rendah.Narkotika golongan III biasanya digunakan untuk pengobatan.conto:
Kodein (berbentuk serbuk putih atau tablet) yang biasanya digunakan untuk
penahan rasa nyeri dan peredam batuk.

2.

Psikotropika

Psikotopika adalah zat atau obat yang dapat mempengaruhi susunan saraf
pusat.Jika disalahgunakan, zat/obat ini menyebabkan perubahan aktivitas mental
dan perilaku.
Psikotropika golongan I adalah
jenis psikotropika yang dapat
menimbulkan ketergantunagn tertinggi.Biasanya digunakan untuk tujuan ilmu
pengetahuan dan tidak digunakan untuk pengobatan.Termasuk ke dalam
psikotropi ini adalah ekstansi.
Psikotropika golongan II adalah kelompok psikotropika yang dapat
menimbulkan ketergantungan menengah.Biasanya digunakan untuk tujuan ilmu
pengetahuan dan pengobatan.Termasuk ke dalam psikotrpika ini adalah
amfetamin.
Psikotropika golongan III adalah psikotropika yang dapat menimbulkan
ketergantunagn sedang.Biasanya digunakan untuk tujuan ilmu [pengetahuan dan
pengobatan.Termasuk
ke
dalam
psikotropika
ini
adalah
amobarbital,flunitrazepam, dan pentobarbital.
Psikotropika golongan IV adalah psikotropika yang menimbulkan ketergantungan
rendah.Obat jenis ini digunakan luas oleh kalangan kedokteran sebagai
ilmunpengetahuan.Termasuk
ke
dalam
psikotropika
ini
adalah
diazepam,barbital,klobazam, dan nitrazepam.
3. Zat adiktif
Alkohol adalah minumankeras yang dihasilkan dari peragian (fermentasi)dari
bulir padi-padian, singkong,sari buah anggur , dan nira.
Kafein adalah zat yang terdapat dalam buah tanaman kopi.Biji kopi
mengandung 1-2,5 % kafein.Zat ini juga sering terdapat dalam minuman
ringan.
Nikotin adalah zat yang terdapat dalam tumbuhan tembakau dengan kadar
kira-kira 1-4 %.Pada setiap batang rokok terdapat kira-kira 1,1 mg
nikotin.Nikotin menyebabkan ketergantungan.
Sedatif dan Hipnotika obat penenang (sedatif) dan hipnotika seperti
benzodiazepin, yang terdiri atas temazepam, nitrazepim,dan klonazepam.
Halusinogen adalah zat yang menimbulkan halusinasi.Termasuk ke dalam zat
ini adalah LSD (lysergic acid diethylamide), yakni zat yang berasal dari
jamur kering yang tumbuh pada rumput gandum.LSD berupa cairan tawar,
tidak berbau, dan tidak berwarna.Zat ini biasanya diserap ke dalam zat apa
saja cocok,seperti kartas pengisap atau gila balok serta tablet atau kapsul.

Inhalansia adalah zat yang dapat disedot melalui hidung.Benda yang


termasuk mengandung zat ini, antara lain lem perekat, bensin, semir
sepatu,minyak pelumas,dan pengharum ruangan.

2.3
Tanda-tanda orang yang mengonsumsi
narkoba
1. Malas
Para pengguna narkoba akan mengalami keadaan yang serba
malas.Adapun malas dalam bidang untuk memakan makanan bergizi,
malas mengikuti kegiatan belajar yang diadakan di sekolah atau
dirumah, dan malas menerima nasihat dari orang lain atau sulit
berkomunikasi.
2. Merasa Bebas
Orang yang menyalahgunakan narkoba sering menunjukkan kebiasaan
yang bebas, seperti keluar-masuk tempat hiburan, sering menginap di
rumah teman sesama pengguna narkoba, tidak peduli lingkungan, dan
mengeluh aturan yang diberlakukan orang tuanya.
3. Mengeluh Sakit
Pengguna narkoba sering mengeluhkan beberapa anggota badan yang
sakit, seperti pusing, batuk berkepanjangan, dan pilek yang tidak
sembuh-sembuh.
4. Berperilaku Kasar
Kelakuan para pengguna narkoba biasanya kasar.Selain itu, mereka juga
mudah tersinggung, mudah marah, mudah menyerang orang, mudah
berbohong, seperti mencuri barang teman atau barang anggota keluarga,
memasang musik keras-keras,memilki utang di mana-mana, dan
menunjukkan cara berpakaian yang acak-acakkan.
5. Menutup Diri
Orang yang menyalahgunakan narkoba akan cenderung menutup
diri.Berikut tanda-tanda orang yang menggunakan narkoba: memilih
sendiri berdiam lama-lama di dalam kamar, tidak mengizinkan siapapun
memasuki kamar tidurnya,menyediakan selalu minyak wangi untuk
ruangan, lilin, obat-obatan, kertas timah, dan jarum suntik.
Adapun bahaya Narkoba berdasarkan jenisnya:
a. Pecandu Morfin dan Heroin jika mengonsumsi morfin atau
putaw baik dengan cara menghirup atau menyuntikkan
larutannya, orang itu akan mengalami kegembiraan dan
kenyamanan tanpa alasan (eufora).Bagi pecandu narkoba itu,
keadaan tersebut dinamakan fly.Selain itu, pecandu juga merasa
murung dan tidak nyaman (disfora), bahkan cenderung lesu dan
mengantuk berat karena zat morfin dan heroin.Dan jika dihentikan

b.

c.

d.

e.

f.

g.

2.4

pemakainnya maka akan timbul gejala sakaw, yaitu ketagihan dan


ketergantungan.
Pecandu Ganja orang yang mengonsumsi ganja akan menunjukkan
gejala tidak sehat,seperti jantung berdebar, terserang kanker paruparu, lesu, dan kerusakan otak.Juga akan mengalami
halusinasi,yakni pengalaman pancaindera tanpa adanya sumber
yang menyebabkannya.
Pecandu kokain orang yang mengonsumsi kokain akan mengalami
gangguan jiwa seperti, gelisah, merasakn gembira dan takut yang
berlebihan, merasa hebat dan menganggap orang lain
rendah.Biasanya pecandu kokain ini mengalami mata merah,
tekanan darah naik, berkeringat,dan demam tinggi.
Pecandu Alkohol mempengaruhi kondisi jiwa pecandunya.Zat
alkohol memperlambat kegiatan bagian-bagian otak dan sistem
saraf.Oleh karena itu, pengaruh alkohol bagi pecandu
menimbulkan rasa santai,hilangnya pengendalian diri, gerakan
tubuh tidak seimbang, komunikasi tidak lancar, mudah muntah,
dan tidak sadarkan diri.
Pecandu Ekstasi orang yang mengonsumsi ekstasi atau sabu-sabu,
baik dalam bentuk pil, kapsul, maupun serbuk,akan menyebabkan
perilaku tidak normal, seprti gelisah, tidak bisa diam,
merasanyaman, ketakutan berlebihan, kehilangan cairan tubuh,
bingung dan jantung berdetak kencang.
Pecandu Sedatif/Hipnotika akan sama dengan pengguna narkoba
lainnya, yakni merusak anggota dalam tubuh.Zat ini menyebabkan
tekanan darah rendah jika dalam posisi berdiri.Tangan pecandu
bergetar, begitu juga lidah dan kelopak matanya.
Pecandu Inhalansia orang yang sering menghirup zat ini akan
langsung merasakan pusing hebat di kepala, napas berbau, mati
rasa pada bagian tangan dan kaki, serta mual dan muntah.

Penyebab penyalahgunaan Narkoba


Penyalahgunaan narkoba khususnya pada remaja merupakan masalah
sosial dan kesehatan yang sangat kompleks serta sangat terkait dengan
berbagai faktor.
1. Faktor individu
Faktor individu merupakan salah satu bagian dari penyebab terjadinya
penyalahgunaan narkoba pada remaja.Hal ini, biasanya dapat dilihat dari
kecennderungan sifat remaja yang suka memberontak terhadap aturan
dan norma, serta mulai munculnya sifat penasaran dan ingin mencoba
sesuatu yang baru.Secara lebih rinci, faktor individu yang memerangi
remaja mengonsumsi narkoba atau NAPZA ialah:

Adanya anggapan bahwa obat atau zat yang tergolong narkoba atau
NAPZA tersebut dapat mengatasi permasalahan dan problem kehidupan
yang sedang dihadapi.Mereka tidak mengetahui bahwa zat atau obat
tersebut justru akan dapat membahayakan kehidupannya kelak.
Harapan atau keinginan untuk mendapatkan kanikmatan dari efek
mengonsumsi narkoba.
Terdapat misperepsi (salah anggapan) di kalangan sebagian remaja
bahwa keberanian, kehebatan dan kejantanan akan diperoleh dengan
mengonsumsi narkoba.
Tidak atau kurang percaya diri (self confidence) untuk berbuat atau
melakukan sesuatumuncul perasaan minder kurangnya kontrol atau
perhatian pada perkembangan kejiwaan anaknya.
Mengalami stres sehingga tidak dapat mengendalikan dan
mengontrol diri.
Mengalami putus sekolah yang bila tidak diisi dengan kegiatan yang
bermanfaat, akan memungkinkan untuk melakukan tinadakan
penyalahgunaan narkoba.
2. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan remaja menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan
dalam konteks memengaruhi remaja untuk mengonsumsi atau
menyalahgunakan narkoba/ NAPZA.Setidaknya, tedapat 3 lingkungan
yang memengaruhi remaja menyalahgunakan narkoba, yaitu lingkungan
keluarga, sekolah,dan masyarakat.Karena itu, ketiga lingkungan tersebut
dituntut untuk peduli dalam membina remaja yang sedang dalam masa
pertumbuhan dan perkembangan.
Keluarga dianggap sebagai lingkungan yang paling menentukan
bagi terbentuknya perilaku remaja.Jika didalam keluarga terdapat
hubungan yang tidak romantis, tingkat pendidikan yang rendah, maka
secara langsung atau tidak langsung memberikan pelajaran yang tidak
baik.Secara lebih rinci, beberapa pengaruh lingkungan yang dapat
menyebabkan remaja melakukan penyalahgunaan narkoba atau NAPZA
adalah sebagai berikut:

Komunikasi remaja dan orang tua yang kurang efektif


Orang tua terlalu sibuk dengan urusan pribadinya dan mengabaikan
pendidikan dan perkembangan putra-putrinya
Lingkungan keluarga dan masyarakat yang memiliki norma dan
aturan longgar
Berteman dengan orang penyalahguna narkoba
Lemahnya penegakan hukum
3. Faktor Ketersediaan Narkoba / Napza

10

Tidak bisa dipungkiri bahwa ketersediaan dan mudahnya


mendapatkan narkoba dan NAPZA bagi remaja menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba di kalangan
remaja.Biasanya, para remaja mendapatkan informasi tentang narkoba dari
pengedar dan pemakai narkoba yang berasal dari teman sebaya.Beberapa
pengaruh adanya narkoba atau NAPZA terhadap perilaku penyalahgunaan
di kalangan remaja adalah:
Mudah mendapatkan jenis dari narkoba
Adanya persepsi bahwa dengan mengonsumsi narkoba atau
napza dapat menyelesaikan masalah atau persoalan.Anggapan
ini mungkin saja benar, namun yang perlu diketahui bahwa
hilangnya persoalan itu hanya sesaat dan tidak menyelesaikan
masalah yang sesungguhnya.
Cara menggunakan narkoba atau NAPZA yang sangat mudah,
misalnya diisap, disuntik, dan sebagainya.
Peredaran pengedar narkoba yang sudah masuk ke pelosok
wilayah di mana berkumpul remaja, baik di sekolah maupun di
masyarakat.
Selain 3 faktor penyebab penyalahgunaan narkoba di atas,
faktor lain yang juga perlu mendapatkan perhatian serius adalah
adanya pengaruh media masa atau elektronik yang banyak
memberikan informasi tentang narkoba/ NAPZA tanpa
dibarengi penjelasan bahaya dari penyalahgunaan obat atau zat
tesebutsehingga memberikan rasa penasaran dan ingin mencoba
pada diri remaja.Faktor ini pun dapat menggiring remaja
untuk mengonsumsi dan menyalahgunakan narkoba dan
NAPZA.
2.5

Upaya Penyegahan Bahaya Narkoba


1. Dalam Pandangan Agama Islam
Dalam menanggulangi bahaya narkoba yang semakin
rawan dan rentan dalam masyarakat, islam mengajarkan
untuk
melakukan
langkah-langkah
preventif
( pencegahan).Langkah-langkah pencegahan ini misalnya
dengan adanya seruan agar kita selalu berdakwah.Sesuai
dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.Kita
diharuskan untuk peduli kepada semua.Keharusan umat
islam untuk peduli terhadap sesamanya ini disinggung
dalam ayat berikut:

11

Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk

manusia, yang menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari


kejahatan ( QS.Ali-Imran 110).
Ayat di atas tidak dikhususkan kepada kalangan muslim
tertentu saja.Siapa pun umat islam yang telah membaca ayat ini,
maka kepadanya sudah terpikul tanggung jawab untuk turut
menjaga keselamatan sesamanya, termasuk tyryt mencegahnya
dari bahaya narkoba.Namun harus diingat pula, bahwa
berdakwah seputar pencegahan narkoba ini tidak boleh di
lakukan secara kekerasan.Sebagaimana firman Allah:



) :
Seluruh manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik ajaklah bertukar pikiran, ( QS.AN-NAHL ayat
125).
Ayat tersebut di atas menunjukkan betapa pentingnya
kepedulian setiap orang/ kelompok/ golongan untuk senantiasa
mengingatkan dan mengajak kepada setiap orang agar berbuat
baik dan mencegah mereka dari perbuatan tidak baik dan
melanggar hukum, termasuk di dalamnya penyalahgunaan
narkoba.Dalam melaksanakan misi tersebut hendaklah dilakukan
dengan cara-cara. Metode atau pendekatan yang baik pula.
Langkah awal yang dapat kita tempuh misalnya dengan
memberitahu sesama tentang bahaya narkoba.Berkaitan dengan
hal ini Allah berfirman :

Mereka menanyakan kepadamu tentang khamar dan judi,


katakanlah pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa
manfaat bagi manusia tetapi dosa keduanya lebih besar daripada
manfaatnya,( QS.Al-Baqarah 219)
12

Keapada manusia bahwa khamar ( narkoba) mempunyai manfaat


tetapi hanya sedikit,sedangkan mudaratnya ( aspek merusaknya)
justru lebih banyak.Adapun aspek mudarat dari narkoba itu
antara lain:
Menurunnya kemampuan belajar
Hilangnya kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan
mana yang buruk
Berubahnya perilaku menjadi anti sosial
Merosotnya produktivitas kerja
Terganggunya kesehatan
Rusaknya hubungan kekeluargaan
Meningkatnya grafik kriminalitas dan tindak kekerasan sampai
masalah hilangnya rasa aman lingkungan masyarakat, baik
dirasakan oleh pelaku sendiri maupun yang dirasakan oleh
masyarakat banyak.
Untuk mencegah agar seseorang tidak terjerumus menjadi
budak narkoba adalah dengan dua hal yaitu:
a. Mengenaki bahaya narkoba beserta pengaruhpengaruh negatif akibat penyalahgunaannya
b. Membentengi diri dengan iman dan takwa.
2. Pandangan Agama Kristen
Dalam pandangan agama kriten Katolik dan Protestan,
pencegahan bahaya narkoba itu selain sebagai tanggung
jawab keluarga Kristiani, tetapi juga Gereja.
Dalam Alkitab (injil) Allah berfirman:
a. Mazmur 62:2 ( Mendekatjan diri hanya kepada Allah) Hanya
dekat
Allah saja aku tenang, dari pada-Nya
keselamatanku.
b. Yohanes 15:1-8
Pada mulanya adalah Firman itu bersama-sama dengan
Allah dan Firman itu adalah Allah.Ia pada mulanya
bersama-sama dengan Allah.segala sesuatu dijadikan oleh
Dia dan tanpa Dia tidak ada satu pun yang telah jadi dari
segala yang telah dijadikan.
c. Amsal 14:30
(Hati yang terang menyegarkan tubuh)
Firman-firman dia atas memang tidak berbicara
secara langsung tentang upaya pencegahan bahaya
narkoba.Namun apabila kita resapi maknanya, maka dari

13

firman-firman
tersebut
disimpulkan
langkahpencegahan bahaya narkoba.

langkah-

Berdasarkan firman tersebut , umat kristani


diharuskan untuk melakukan pencegahan dengan cara
mendekatkan diri kepada Allah .Sebab hanya dekat dengan
Allah saja dapat membuat hati ini merasa tenang dan
tentram.Apabila hati kita merasa tenang dan tentram maka
tidak akan terbesit sedikit pun untuk iseng atau mencobacoba mencicipi narkoba.Itulah upaya pencegahan menurut
pandangan Kristen Katolik dan Protestan.
3. Pandangan Agama Hindu
Panadangan agama hindu, manusia itu diperintahkan
agar selalu menjaga keseimbangan dalam tubuh ini.ini
mengandung makna yang sangat luas, bahwa tujuan hidup
ini adalah untuk mencapai keseimbangan antara
kebutuhan jasmani dan rohani mencapai keseimbangan itu
agama hindu melarang manusia untuk mengonsumsi
apapun yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan,
contohnya narkoba.Oleh karena itu, mereka mengajarkan
kepada umatnya untukmenjauhi segala bentuk yang dapat
merugikan diri sendiri maupun orang lain.Dengan
demikian, maka akan terciptalah kebahagiaan lahir dan
batin.

4. Pandangan Agama Budha


Budha mengajarkan, segala sesuatu timbul karena
faktor-faktor lain yang menjadi penyababnya.Menurut
agama budha , upaya untuk mencegah bahaya narkoba
adalah dengan melakukan langkah-langkah berikut:
Informasi
-Menyampaikan pembicaraan secara terbuka tentang
bahaya narkoba
-Menjelaskan mengapa narkoba berbahaya sehingga harus
di jauhi dan dihindari
Pendidikan Efektif
-Melalui pengembangan kepribadian
-Tingkatkan rasa percaya diri
-Tingkatkan kemampuan komunikasi

14

2.6

Menyediakan pilihan atau alternatif supaya terpenuhinya


kebutuhan/ kepuasan fisik dan psikologis identitas diri
maupun penghargaan, kepercayaan dan lingkungan.

Upaya Penanggulangan Bahaya Narkoba

1. Pandangan Islam
Penyalahgunaan narkoba akhir-akhir ini sudah
menjangkiti masyarakat Indonesia.Hal ini kalau tidak
segera diupayakan penanggulangannya akan menimbulkan
bencana nasional.Bencana tersebut adalah berupa
hilangnya satu generasi penerus bangsa yang sehat
jasmani dan rohani di masa yang akan datang. Untuk itu
menurut
pandangan
islam
harus
ada
tindakan
penanggulangan masalahnya.
Dalam QS.al-Maidah :90-91 secara tegas Allah
menyatakan bahwa narkoba itu merupakan perbuatan
yang keji dan bagian dari perbuatan setan.serta hadist
yang berkaitandengan masalah narkoba.Malaikat Jibril
datang kepadaku lalu berkata: Hai Muhammad, Allah
melaknat minuman keras, pemerasnya, orang-orang yang
membantu

pemerasnya,

peminumnya,

penerima/penyimpan, penjual, pembeli, penyuguhnya, dan


orang-orang yang mau disuguhinya.Dalam Pandangan
Agama Islam
Dalam menanggulangi bahaya narkoba yang semakin
rawan dan rentan dalam masyarakat, islam mengajarkan
untuk

melakukan

langkah-langkah

preventif

( pencegahan).Langkah-langkah pencegahan ini misalnya


dengan adanya seruan agar kita selalu berdakwah.Sesuai
dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.Kita
diharuskan untuk peduli kepada semua.Keharusan umat
islam untuk peduli terhadap sesamanya ini disinggung
dalam ayat berikut:

15



(110 : ) ...
"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia,
yang

menyuruh

kepada

kebaikan

dan

mencegah

dari

kejahatan"( QS.Ali-Imran 110).


Ayat di atas tidak dikhususkan kepada kalangan muslim
tertentu saja.Siapapun umat islam yang telah membaca ayat
ini, maka kepadanya sudah terpikul tanggung jawab untuk
turut

menjaga

keselamatan

sesamanya,

termasuk

tyryt

mencegahnya dari bahaya narkoba.Namun harus diingat pula,


bahwa berdakwah seputar pencegahan narkoba ini tidak
boleh di lakukan secara kekerasan.Sebagaimana firman Allah:


(125 : )...
Seluruh manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah
dan pelajaran yang baik danbantahlahmerekadengancara
yang baik ( Qs.An-Nahl ayat 125).
Ayat tersebut di atas menunjukkan betapa pentingnya
kepedulian

setiap

orang/

kelompok/

golongan

untuk

senantiasa mengingatkan dan mengajak kepada setiap orang


agar berbuat baik dan mencegah mereka dari perbuatan tidak
baik

dan

melanggar

hukum,

termasuk

di

dalamnya

penyalahgunaan narkoba.Dalam melaksanakan misi tersebut


hendaklah

dilakukan

dengan

cara-cara.

Metode

atau

pendekatan yang baik pula.


Langkah awal yang dapat kita tempuh misalnya dengan
memberitahu

sesama

tentang

dengan hal ini Allah berfirman:


16

bahaya

narkoba.Berkaitan


(219: ) ...

Mereka menanyakan kepadamu tentang khamar dan judi,


katakanlah pada keduanya itu terdapat dosa besar dan
beberapa manfaat bagi manusia tetapi dosa keduanya lebih
besar daripada manfaatnya( QS.Al-Baqarah 219).
Ayat tersebur menerangkan keapada manusia bahwa
khamar

narkoba)

mempunyai

manfaat

tetapi

hanya

sedikit,sedangkan mudaratnya ( aspek merusaknya) justru


lebih banyak.Adapun aspek mudarat dari narkoba itu antara
lain:
1.
2.

Menurunnya kemampuan belajar


Hilangnya kemampuan untuk membedakan mana yang

3.
4.
5.
6.

baik dan mana yang buruk


Berubahnya perilaku menjadi anti sosial
Merosotnya produktivitas kerja
Terganggunya kesehatan
Rusaknya hubungan kekeluargaan
Meningkatnya
grafik
kriminalitas
kekerasan

sampai

masalah

hilangnya

dan

tindak

rasa

aman

lingkungan masyarakat, baik dirasakan oleh pelaku sendiri


maupun yang dirasakan oleh masyarakat banyak.
Untuk mencegah agar seseorang tidak terjerumus menjadi
budak narkoba adalah dengan dua hal yaitu:
a. Mengenaki bahaya narkoba beserta pengaruh-pengaruh
negatif akibat penyalahgunaannya.
b. Membentengi diri dengan iman dan takwa.
1. Pandangan Agama Kristen
Dalam pandangan agama kriten Katolik dan Protestan,
pencegahan bahaya

17

narkoba itu selain sebagai tanggung jawab keluarga Kristiani,


tetapi juga Gereja.
Dalam Alkitab (injil) menerangkansebagaiberikut:
d. Mazmur 62:2 ( Mendekatjan diri hanya kepada Allah) Hanya
dekat

Allah

saja

aku

tenang,

dari

pada-Nya

keselamatanku.
e. Yohanes 15:1-8
Pada mulanya adalah Firman itu bersama-sama dengan
Allah

dan

Firman

itu

adalah

Allah.Ia

pada

mulanya

bersama-sama dengan Allah.segala sesuatu dijadikan oleh


Dia dan tanpa Dia tidak ada satu pun yang telah jadi dari
segala yang telah dijadikan.
f. Amsal 14:30(Hati yang terang menyegarkan tubuh)
Firman-firman dia atas memang tidak berbicara secara
langsung

tentang

upaya

pencegahan

bahaya

narkoba.Namun apabila kita resapi maknanya, maka dari firmanfirman tersebut disimpulkan langkah-langkah
pencegahan bahaya narkoba.
Berdasarkan firman tersebut , umat kristani diharuskan
untuk melakukan pencegahan dengan cara mendekatkan diri
kepada Allah. Sebab hanya dekat dengan Allah saja dapat
membuat hati ini merasa tenang dan tentram.Apabila hati
kita merasa tenang dan tentram maka

tidak

akan

terbesit sedikit pun untuk iseng atau mencoba-coba mencicipi


narkoba.Itulah upaya pencegahan menurut pandangan
Kristen Katolik dan

Protestan.

2. Pandangan Agama Hindu


Panadangan agama hindu, manusia itu diperintahkan agar
selalu

menjaga

keseimbangan

dalam

tubuh

ini.ini

mengandung makna yang sangat luas, bahwa tujuan hidup ini


adalah untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan
jasmani dan rohani mencapai keseimbangan itu agama hindu
melarang manusia untuk mengonsumsi apapun yang dapat
menyebabkan ketidakseimbangan, contohnya narkoba. Oleh

18

karena

itu,

mereka

mengajarkan

kepada

umatnya

untukmenjauhi segala bentuk yang dapat merugikan diri


sendiri maupun orang lain.Dengan demikian, maka akan
terciptalah kebahagiaan lahir dan batin.
3. Pandangan Agama Budha
Budha mengajarkan, segala sesuatu timbul karena faktorfaktor lain yang menjadi penyababnya.Menurut agama
budha , upaya untuk mencegah bahaya narkoba adalah
dengan melakukan langkah-langkah berikut:
a. Informasi, di antranyaadalah :
1. Menyampaikan pembicaraan secara terbuka tentang
bahaya narkoba
2. Menjelaskan mengapa narkoba berbahaya sehingga
harus di jauhi dan dihindari
b. Pendidikan Efektif
1. Melalui pengembangan kepribadian
2. Tingkatkan rasa percaya diri
3. Tingkatkan kemampuan komunikasi
c. Menyediakan
pilihan
atau
alternatif

supaya

terpenuhinya kebutuhan/ kepuasan fisik dan psikologis


identitas diri maupun penghargaan, kepercayaan dan
lingkungan.

19

BAB III
PENUTUP

3.1

KESIMPULAN

Narkoba adalah obat, bahan, zat dan bukan tergolong


makanan jika diminum, dihisap, ditelan, atau disuntikan dapat
mennyebabkan ketergantungan dan berpengaruh terhadap kerja
otak,demikian pula fungsi vital organ tubuh lain (jantung,
peredaran darah,pernapasan dll).
Jenis-jenisNarkobaantara lain:
Narkotika
Psikotropika
Zatadiktif
beberapa pengaruh lingkungan yang dapat menyebabkan remaja
melakukan penyalahgunaan narkoba atau NAPZA adalah sebagai berikut:
Komunikasi remaja dan orang tua yang kurang efektif
Orang tua terlalu sibuk dengan urusan pribadinya dan mengabaikan
pendidikan dan perkembangan putra-putrinya
Lingkungan keluarga dan masyarakat yang memiliki norma dan aturan
longgar
Berteman dengan orang penyalahguna narkoba
Lemahnya penegakan hukum
Adapun aspek mudarat dari narkoba itu antara lain:
1. Menurunnya kemampuan belajar
2. Hilangnya kemampuan untuk membedakan mana yang
baik dan mana yang buruk
3. Berubahnya perilaku menjadi anti sosial
4. Merosotnya produktivitas kerja
20

5. Terganggunya kesehatan
6. Rusaknya hubungan kekeluargaan
7. Meningkatnya grafik kriminalitas dan tindak kekerasan
sampai masalah hilangnya rasa aman lingkungan
masyarakat, baik dirasakan oleh pelaku sendiri maupun
yang dirasakan oleh masyarakat banyak.

21

DAFTAR PUSTAKA

Rozak, Abdul, WahdiSayuti, 2006, REMAJA dan BAHAYA NARKOBA,


Jakarta.
Warsidi, Edi, 2006, MENGENAL BAHAYA NARKOBA, Jakarata Timur.

22