Anda di halaman 1dari 61

Tugas Resume dan Analisi Buku Nurul Huda

dkk dan Buku M. Nur Rianto Al Arif.


Ekonomi Makro Islam

Oleh :
- M Ali Rochman
- Torik Faisal H
- Arya Wira H

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS ILMU KEISLAMAN
UNIVERSITAS NEGRI TRUNOJOYO MADURA
2014

Daftar isi
Bab 1 Konsep Dasar Ekonomi Islam.......................................................2
Bab 2 Uang dan Permintaan Uang.......................................................13
Bab 3 Dinar & Dirham..........................................................................25
Bab 4 Kebijakan Moneter.....................................................................30
Bab 5 Kebijaka Fiskal............................................................................36
Bab 6 Inflasi......................................................................................... 43

Bab 1 Konsep Dasar Ekonomi Islam


Menurut buku karangan Nurul Huda dkk:
A

Pengertian ekonomi islam


Dalam membahas perspektif ekonomi islam, ada satu titik

awal yang benar-benarharus perhatikan, yaitu ekonomi dalam


islam sesungguhnya bermuara kepada akidah islam, yang
bersumber dari syariatnya. Sedangkan dari sisi lainnya adalah Alquran dan As-sunnah yang berbahasa arab. Oleh karena itu,
berbagai terminologi dan substansi ekonomi yang sudah ada,
haruslah

dibentuk

dan

disesuaikan

terlebih

dahulu

dalam

kerangka islami.
Beberapa Pengertian ekonomi islam menurut para ahli
ekonomi islam.
1 M.

Akram

khan

Okonomi

islam

bertujuan

untuk

melakukan kajian tentang kebahagiaan hidup manusia


yang dicapai dengan mengorganisasikan sumber daya
alam atas dasar bekerja sama dan pertisipasi. Definisi yang
dikemukakan Akram khan memberikan dimensi normatif
(kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat) serta dimensi
positif (mengorganisir sumber daya alam).
2 Muhammad Abdul Mannan : Ilmu ekonomi islam adalah
ilmu

pengetahuan

sosial

yang

mempelajari

masalah-

masalah ekonomi masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai


islam.
3 M. Umer

Chapra

Ekonomi

islam

adalah

sebuah

pengetahuan yang membantu upaya realisasi kebahagiaan


manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang

terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada


pengajaran islam tanpa memberikan kebebasan individu
atau

tanpa

perilaku

berkesinambungan

makro

dan

ekonomi

tanpa

yang

ketidakseimbangan

lingkungan.
4 Muhammad Nejatullah Ash-Sidiqy : Ilmu ekonomi islam
adalah

respon

pemikir

muslim

terhadap

tantangan

ekonomi pada masa tertentu. Dalam usaha keras ini


mereka dibantu oleh Al-quran dan sunnah, akal (ijtihad),
dan pengalaman.
5 Kursyid Ahmad : Ilmu ekonomi islam adalah sebuah usaha
sistematis untuk memahami masalah-masalah ekonomi
dan

tingkah

laku

manusia

secara

relasional

dalam

perspektif islam.

Prinsip-prinsip dasar ekonomi islam


Islam sebagai agama Allah, mengatur kehidupan manusia

baik kehidupan di dunia maupun akhirat. Ekonomi islam secara


mendasar berbeda dari sistem ekonomi yang lain dalam hal
tujuan,

bentuk,

memecahkan

dan

coraknya.

masalah

Sistem

ekonomi

tersebut

manusia

berusaha

dengan

cara

menempuh jalan tengah antara pola yang ekstrem yaitu kapitalis


dan komunis. Singkatnya, ekonomi islam adalah sistem ekonomi
yang berdasar pada Al-quran dan hadits yang bertujuan untuk
memnuhi kebutuhan manusia di dunia dan akhirat (al-falah). Ada
tiga asas filsafat ekonomi islam, yaitu:
1 Semua yang ada di dalam alam semesta ini adalah milik
Allah, manusia hanyalah khalifah yang memegang amanah
dari Allah untuk menggunakan milik-Nya. Sehingga segala
sesuatunya harus tunduk kepada Allah sang pencipta dan
pemilik. Firman Allah dalam QS. An najm ayat 31:

Dan hanya kepunyaan Allahlah apayang ada di langit dan


apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada
orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah
merekakerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang
yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
2 Untuk dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifah
Allah,

manusia

wajib

toolong-menolong

dan

saling

membantu dalam melaksanakan kegiatanekonomi yang


bertujuan untuk beribadah kepada Allah.
3 Beriman kepada hari kiamat, yang merupakan asas penting
dalam

suatu

sistem

ekonomi

islam

karena

dengan

keyakinan ini tingkah laku ekonomi manusia akan dapat


terkendali sebab ia sadar bahwa semua perbuatannya akan
dimintai pertanggungjawaban kelak oleh Allah.

Karakteristik ekonomi islam


Ada beberapa hal yang mendorong perlunya mempelajari

karakteristik ekonomi islam


1 Meluruskan kekeliruan pandangan yang menilai ekonomi
kapitalis (memberikan penghargaan terhadap prinsip hak
milik) dan sosialis (memberikan penghargaan terhadap
persamaan dan keadilan) tidak bertentangan dengan
metode ekonomi islam.
2 Membantu para ekonom muslim yang telah berkecimpung
dalam teori

ekonomi

konvensional

dalam memahami

ekonomi islam.
3 Membantu para peminat studi fiqih muamalah dalam
melakukan studi perbandingan antara ekonomi islam
dengan ekonomi konvensional.
Sedangakan sumber karakteristik ekonomi islam adalah
islam itu sendiri yang meliputi tiga asas pokok. Ketiganya secara

asasi dan bersama mengatur teoriekonomi dalam islam,yaitu


asas akidah, akhlak, dan asas hukum (muamalah). Ada beberapa
karakteristik ekonomi islam sebagaimana disebutkan dalam almawsuah al-ilmiyah wa al-amaliyah al-islamiyah yang dapat
diringkas sebagai berikut:
1
2
3
4

Harta kepunyaan Allah dan manusia khalifah harta


Ekonomi terikat dengan akidah
Keseimbangan antara keruhanian dan kebendaan
Keadilan dan keseimbangan dalam melindungi kepentingan

5
6
7
8

individu dan masyarakat


Bimbingan konsumsi
Petunjuk investasi
Zakat
Larangan riba
Sebagai bahan perbandingan terhadap hal di atas, maka

dapat

dilihat

pula

karakteristik

ekonomi

islam

dalam

hal

operasional yang berbeda dengan sistem kapitalis dan sosialis


menurut marton:
1
2
3
4

Dialektika nilai-nilai spiritualisme dan matrealisme


Kebebasan berekonomi
Dualisme kepemilikan
Menjaga kemaslahatan individu dan bersama

Fiqih ekonomi makro islam


Dalam mengkaji fiqih ekonomi makro islam dibatasi pada

dua hal, yaitu fiqih riba dan fiqih zakat. Kedua hal tersebut
merupakan indikator-indikator yang biasanya digunakan pada
pembahasan masalah-masalah ekonomi makro islam.
a Fiqih riba :
Kata riba diterjemahkan dalam bahasa inggris dengan
usury yang mengandung dua dimensi pengertian, yaitu,
tindakan atau praktik peminjaman uang dengan tingkat

suku bunga yang berlebihan dan tidak sesuai dengan


hukum, dan suku bunga dengan rate yang tinggi.
Bila ditinjau dari sudut fiqh, menurut Qardhawi, bunga
bank sama dengan riba yang hukumnya jelas haram. Atas
pendapat sebagian kalangan yang menghalalkan bunga
komersil (bunga dalam rangka usaha) dan mengharamkan
bunga

konsumtif

(bunga

dalam

rangka

memenuhi

kebutuhan sehari-hari). Qardhawi menyatakan bahwa baik


bunga komersil dan bunga konsumtif, keduanya haram.
b Fiqih zakat
Zakat

secara

etimologi

(lughat)

zakat

meemiliki

beberapa makna, diantaranya adalah suci, sesungguhnya


beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Selain itu,
zakat dapat bermakna tumbuh dan berkah. Secara syari
zakat adalah sedekah tertentu yang diwajibkan dalam
syariah terhadap harta orang kaya dan diberikan kepada
orang yang berhak menerimanya.
Zakat pertama kali diwajibkan telah ditentukan kadar
dan jumlahnya tetapi hanya diwajibkan untuk memenuhi
kebutuhan fakir dan miskin. Namun setelah Nabi hijrah ke
Madinah, diberlakukanlah beberapa ketentuan dengan
syarat yang harus dipenuhi dalam zakat.
1
2
3
4
5
6

Islam
Sempurna ahliyahnya
Sempurnanya kepemilikan
Berkembang
Nisab
Haul

Selanjutnya dapat dilihat dampak ekonomis aplikasi


zakat, dalam implementasinya zakat mempunyai efek

dominan

dalam

kehidupan

masyarakat.

Di

antara

dampaknya adalah:
a Produksi : Dengan adanya zakat akan menimbulkan new
demander

potensial

ssehingga

akan

meningkatkan

permintaan secara agregatt yang pada akhirnya akan


mendorong produsen untuk meningkatkan produksi
guna memenuhi permintaan yang ada.
b Investasi : Dampaklain yang dimunculkan

dari

peningkatan produksi di atas, maka akan mendorong


perusahaan (firms) untuk meningkatkan investasi.
c Lapangan kerja : Karena adanya peningkatan investasi
mendorong perluasan produksi yang lebbih besar yang
pada akhirnya akan membuka kesempatan kerja.
d Pertumbuhan ekonomi : Karena peningkatan konsumsi
secara agregate

dan meningkatnya investasi hal itu

akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi.


e Kesenjangan sosial : Zakat juga berperan
mendistribusikan

pendapatan

khusuusnya

dalam
dalam

mengurangi kesenjangan (gap) pendapatan yang pada


akhirnya akan mengurangi kesenjangan sosial.

Menurut buku karangan M. Nur Rianto


A

Definisi ekonomi islam


Ekonomi islam muncul sebagai suatu disiplin ilmu, setelah
melalui serangkaian perjuangan yang cukup lama, yang pada
awalnya terjadi pesimisme terhadap eksistensi ekonomi islam
dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Ada banyak pendapat di seputar pengertian dan ruang
lingkup ekonomi islam. Dawam rahardjo, memilah istilah ekonomi
islam ke dalam tiga kemungkinan pemaknaan, pertama yang
dimaksud ekonomi islam adalahilmu yang berdasarkan nilai atau

ajaran islam. Kedua, yang dimaksud ekonomi islam adalah


sebagai suatu sistem. Sistem menyangkut pengaturan yaitu
pengaturan kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat atau
negara

berdasarkan

Sedangkan

pilihan

auatu

cara

ketiga

atau

adalah

metode

ekonomi

tertentu.

islam

dalam

pengertian perekonomian umat islam. Ketiga wilayah tersebut,


yakni teori, sistem, dan kegiatan ekonomi umat islam merupakan
tiga pilar yang harus membentuk sebuah sinergi.
Sedangkan

beberapa

pendapat

para

pemikir

muslim

mengenai ekonomi islam adalah sebagai berikut:


Monzer

Kahf

dalambukunya

the

islamic

economic

menjelaskan bahwa ekonomi adalah subset dari agama. Menurut


kahfpula, ekonomi islam adalah bagian dariilmu ekonomi yang
memiliki sifat interdisipliner dalam arti kajian ekonomiislam tidak
dapat beridiri sendiri tetapi perlu penguasaan yang baik dan
mendalam terhadap ilmu pendukungnya yang lintas keilmuan
termasuk di dalamnya terhadap ilmu-ilmu syariah dan ilmu-ilmu
yag berfungsi

sebagai tool of analysis seperti matematika,

statistik,logika, ushul fiqh.


Sedangkan menurut M.M. Metwally ekonomi islam sebagai,
ilmu yang mempelajari perilaku muslim dalam suatu masyarakat
islam yang mengikuti Al-quran, As-sunnah, ijma, dan qiyas.
M.M. Metwally memberikan alasan bahwa dalamajaran islam,
perilaku individu dan masyarakat dikendalikan kearah bagaimana
memenuhi kebutuhan dan menggunakan sumber daya yang ada.
Dalam islam disebutkan bahwa sumber daya yang tersedia
adalah

berkecukupan,

dan

oleh

karena

itu,

dengan

kecakapannya, manusia dituntut untuk memakmurkan dunia


yang sekaligus sebagai ibadah kepada Tuhannya. Ekonomi
dengan demikian, merupakan ilmu dan sistem, yang bertugas
untuk

memanfaatkan

sumber

daya

yang

tersedia

dan
8

berkecukupan

itu

dalam

rangka

memenuhi

kebutuhan

masyarakatdalam konteks kemaslahatan bersama.


Tujuan yang ingin dicapai dalam suatu sistem ekonomi
islam berdasarkan konsep dasar dalam islam yaitu tauhid dan
berdasarkan rujukan kepada Al-quran dan Sunnah adalah:
1 Pemenuhan kebutuhan dasar manusia meliputi pangan,
sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan untuk
setiap lapisan masyarakat.
2 Memastikan

kesetaraan

kesempatan

untuk

semua

orang.
3 Mencegah

terjadinya

pemusatan

kekayaan

dan

meminimilkan ketimpangan dana distribusi pendapatan


dan kekayaan dimasyarakat.
4 Memastikan kepada setiap orang kebebasan untuk
memenuhi nilai-nilai moral.
5 Memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Tujuan hidup
Salah satu yang menjadi tujuan hidup seorang muslim
adalah falah. Kata falah berasal dari bahasa Arab dari kata kerja
aflaha-yuflihu

yang

berarti

kesuksesan,

kemuliaan

atau

kemenangan. Istilah falah menurut islam di ambil dari kata-kata


Al-quran, yang sering dimaknai sebagai keberuntungan jangka
panjang, dunia dan akhirat, sehingga tidak hanya memandang
aspek material namun justru lebih ditekankan pada aspek
spiritual.

Dalam

konteks

dunia,

falah

merupakan

konsep

multidimensi, dimana memiliki implikasi pada aspek perilaku


individual/mikro

maupun

perilaku

kolektif/makro.untuk

kelangsungan dunia, falah mencakup tiga pengertian, yaitu


kelangsungan hidup, kebebasan berkeinginan, serta kekuatan
dan kehormatan. Sedangkan untuk kehidupan akhirat, falah
mencakup

pengertian

kelangsunagn

hidup

yang

abadi,

kesejahteraan abadi, kemuliaan abadi, dan pengetahuan abadi.


Falah dapat terwujud apabila terpenuhinya kebutuhankebutuhan manusia secara seimbang. Tercakupinya kebutuhan
masyarakat akan memberikan dampak yang disebut dengan
maslahah.

Maslahah

adalah

segala

bentuk

keadaan,

baik

material maupun non material, yang mampu meningkatkan


kehidupan manusia sebagai makhluk yang paling mulia.
Maslahah menurut Shatibi, adalah pemilikan atau kekuatan
dari barang atau jasa yang memelihara prinsip-prinsip dasar dan
tujuan hidup manusia di dunia. Shatibi telah mendeskripsikan
lima kebutuhan dasar yang harus dipenuhi bagi eksisnya
kehidupan manusia di dunia, yaitu:
1 Kehidupan (life/al nafs)
2 Kekayaan (property/al maal)
3 Keimanan (faith/al diin)
4 Akal (intelect/al aql)
5 Keturunan (posterity/al nasl)
Seluruh barang dan jasa yang akan mempertahankan
kelima elemen ini disebut maslahah bagi manusia. Seluruh
kebutuhan tidak sama pentingnya. Ada tiga tingkatan kebutuhan:
1 Tingkatan dimana kelima elemen di atas mendasar
untuk dilindungi (essential/dharuriyat).

10

2 Tingkatan

dimana

pelengkap

yang

kelima

elemen

menguatkan

tersebut

perlindungan

adalah
mereka

(complementeries/hajjiyat).
3 Tingkatan dimana kelima elemen tersebut merupakan
kesenangan

atau

keindahan

(amelioratories/tahsiniyyat).
Berkaitan dengan perilaku mencari maslahah, seseorang akan
selalu:
1 Maslahah yang lebih besar atau lebih tinggi akan selalu
disukai dari pada yang lebih sedikit. Maslahah
lebih

tinggi

jumlah

daripada maslahah

atau

tingkatnya

lebih

yang
disukai

yang lebih rendah jumlah atau

tingkatannya atau motonocity maslahah yang lebih


besar akan memberikan kebahagiaan yang lebih tinggi,
karenanya lebih disukai daripada maslahah yang lebih
kecil.
2 Maslahah diupayakan akan terus meningkat sepanjang
waktu. Konsep ini sering disebut dengan quasi concavity
yaitu situasi maslahah yang menunjukkan pola nondecreasing.

Konsepsi Riba, Maysir, Gharar


1 Konsepsi Riba
Secara etimologi, riba berarti ziyadah (tambah) dan nama
(tumbuh), meski ada perbedaan dalam kata tersebut tetapi
memiliki makna yang sama yaitu adanya suatu kelebihan atau
penambahan

pada

suatu

tertentu.

Namun,

tidak

setiap

penambahan atau pertumbuhan dilarang islam.

11

Secara teknis riba mengacu kepada pembayaran premi


yang harus dibayarkan peminjam kepada pemberi pinjaman di
samping pengembalian pokok sebagai syarat pinjaman atau
perpanjangan batas jatuh tempo. Dalam pengertian ini riba
memiliki persamaan makna dan kepentingan dengan bunga
(interest).
Ada beberapa unssur penting yang terdapat dalam riba,
yaitu

yang

ditambahkan

penambahan

menurut

pada

jangka,

pokok
dan

pinjaman,
jumlah

besarnya

pembayaran

tambahan berdasarkan persyaratan yang telah disepakati. Ketiga


unsur ini bersama-sama membentuk riba serta bentuk lain dari
transaksi kredit dalam bentuk uang atau sejenisnya.
2 Konsepsi gharar
Maksud
ketidakpastian

al-gharar
dalam

adalah

transaksi

ketidakpastian.
muamalah

ialah,

Maksud
terdapat

sesuatu yang disembunyikan oleh sebelah pihak dan ianya boleh


menimbulkan rasa ketidakadilan serta penganiayaan kepada
pihak yang lain. Menurut Ibn Rush maksud al-gharar ialah,
kurangnya maklumat tentang keadaan barang (objek),wujud
keraguan pada kewujudan barang, kuantiti, dan maklumat yang
lengkap berhubung dengan harga. Ia turut berkait dengan masa
untuk diserahkan barang terutamanya ketika uang sudah dibayar
tetapi masa untuk diserahkan barang tidak ketahui. Ibn
Taimiyah

menyatakan

al-gharar

ialah,

Apabila

satu

pihak

mengambil haknya dan satu pihak lagi tidak menerima apa yang
sepatutnya dia dapat.
Terdapat empat konsep dasar yang berkaitan erat dengan
pembahasan gharar yaitu konsep game, zero sum-game, normal
exchange dan konsep resiko.

12

a Game : Yang dimaksud adalah sebuah pertukaran yang


melibatkan dua pihak untuk tujuan tertentu yang dalam
terminologi fiqh lebih dikenal dengan muawadhah bi
qashd al-ribh (transaksi pengganti dengan keuntungan).
b Zero sum game: Zero sum game adalah konsep
permainan yang hanya menghasilkan output win-lose
(menang kalah).kemenangan yang diperoleh satu pihak
adalah secara terbalik kerugian bagi pihak lain. Hasil
yang diperoleh satu pihak tidak akan naik tanpa
mengurangi hasil pihak lain.
c

Normal exchange : Pertukaran barang dan jasa, akan

mendapatkan keuntungan dan kepuasan bagi kedua belah pihak.


Dalam teori ekonomi mikro lebih dikenal dengan istilah utilitydan
profit maximis. Hal ini dapat dicapai jika kepuasan maksimum
yang dirasakan konsumen lebih besar dibandingkan harga
barang yang dibeli dan biaya marginal kurang dari harga barang
yang diual.
Menurut islam pertukaran barang dan jasa dapat terjadi
dalam

teori

konsumsi

tujuannya

adalah

untuk

memperoleh maslahah terbesar, sehingga ia dapat


mencapai

kemenangan

dunia

dan

akhirat

serta

kesejahteraan jadi tidak hanya kepuasan materiil saja.


d Risk concept : Para ilmuan ekonomi membedakan istilah
ketidakpastian dan risiko. Risiko menguraikan situasi
dimana kemungkinan dari suatu peristiwa dapat diukur.
Karenanya, risiko ini dapat diperkirakan setidaknya
secara teoritis. Risiko dibagi dalam 2 kategori, yaitu:
1 Pasive risk, yaitu risiko yang terjadi dimana benarbenar tidak terdapat perkiraan dan perhitungan yang
dapat dipakai. Jadi, hal ini benar-benar suatu teka-teki

13

yang

sama

Perkiraan

sekali

atas

keberuntungan

tidak

risiko
(game

diketahui

ini

hanya

of

jawabannya.
mengandalkan

change),

karenanya

seseorang hanya dapat bersifat pasif.


2 Responsive risk, yaitu risiko yang munculnya memiliki
penjelasan
probabilitas.

kausalitas
Risiko

dan

jenis

ini,

memiliki

distribusi

karenanya

dapat

diperkirakan dengan menggunakan cara-cara tertentu.


Memprkirakan risiko responsive ini sering disebut pula
game of skill, karena perkiraannya didasarkan atas
skill tertentu.

3 Konsepsi maysir
Maysir atau qimar secara harfiah bermakna judi (istilah
karenanya spekulasi). Secara teknis adalah setiap permainan
yang di dalamnya disyaratkan adanya sesuatu (berupa materi)
yang diambil dari pihak yang kalah untuk pihak yang menang.
Menurut Ibrahim Anis dkk dalam Al-mujam Al-wasith, judi adalah
setiap permainan yang mengandung taruhan dari kedua pihak
(murahanah).

14

Bab 2 Uang dan Permintaan Uang


Menurut buku karangan Nurul Huda dkk:
A

Sejarah uang
Pada peradaban awal, manusia memenuhi kebutuhannya
secara mandiri.mereka meperoleh makanan dari berburu atau
memakan berbagai buah-buahan. Karena jenis kebutuhannya
masih sederhana, mereka belum membutuhkan orang lain.
Masing-masing individu memenuhi kebutuhan makannya secara
mandiri. Dalam periode yang dikenal sebagai periode prabarter
ini,

manusia

belum

mengenal

transaksi

perdaganga

atau

kegiatan jual beli.


Uang kemudian berkembang dan berevolusi mengikuti
perjalanan sejarah. Dari perkembangan inilah, uang kemudian
bisa dikategorikan dalam tiga jenis, yaitu barang uang, uang
kertas, dan uang giral atau uang kredit.
1 Uang barang
Uang

barang

adalah

alat

tukar

yang

memiliki

nilai

komoditas atau bisa diperjualbelikan apabila barang tersebut


digunakan bukan sebagai uang. Namun tidak semua barang bisa
menjadi uang, diperlukan tiga kondisi utama, agar suatu barang
bisa dijadikan uang, antara lain:
a Kelangkaan, yaitu persediaan barang itu harus terbatas.
b Daya tahan, barang tersebut harus tahan lama.
c Nilai tinggi, maksudnya barang yang dijadikan uang
harus bernilai tinggi, sehingga tidak memerlukan jumlah
yang banyak dalam melakukan transaksi.

15

Dalam sejarah, pemakaian uang barang juga pernah


disyaratkan barang yang digunakan sebagai barang kebutuhan
sehari-hari seperti garam. Namun kemudian uang komoditas
atau uang barang ini dianggap mempunyai banyak kelemahan.
Diantaranya, uang barang tidak memiliki pecahan, sulit untuk
disimpan dan sulit untuk di angkut.
2 Uang kertas
Ketika uang logam masih digunakan sebagai uang resmi
dunia, ada beberapa pihak yang melihat peluang meraih
keuntungan dari kepemilikan mereka atas emas dan perak.
Pihak-pihak ini adalah bank, orang yang meminjamkan uang dan
pandai emas atau toko-toko perhiasan. Mereka melihat bukti
peminjaman, penyimpanan atau penitipan emas dan perak di
tempat mereka juga bisa diterima dipasar.
Ada beberapa keuntungan penggunaan uang kertas, di
antaranya biaya pembuatan rendah, pengirimannya mudah,
penambahan dan pengurangan lebih mudah dan cepat, serta
dapat dipecah-pecahkan dalam jumlah berapapun.
Namun kekurangan uang kertas juga cukup signifikan,
antara lain uang kertas ini tidak bisa dibawa dalam jumlah yang
besar dan karena dibuat dari kertas, sangat mudah rusak.
3 Uang giral
Uang giral adalah uang yang dikeluarkan oleh bank-bank
komersial melalui pengeluaran cek dan alat pembayaran ggiro
lainnya. Uang giral ini merupakan simpanan nasabah di bank
yang dapat diambil setiap saat dan dapat dipindahkan kepada
orang lain untuk melakukan pembayaran. Artinya, cek dan giro
yang dikeluarkan oleh bank mana pun bisa digunakan sebagai
alat pembayaran barang, jasa, dan utang.

16

Fungsi uanag dalam sistem ekonomi


Dalam sistem perekonomian manapun, fungsi utama uang
adalah sebagai alat tukar (medium of exchange). Ini adalah
fungsi utama uang. Dari fungsi utama ini, diturunkan fungsifungsi yang lain, seperti uang sebagai standard of value
(pembakuan nilai), store of value (penyimpan kekayaan), unit of
account (satuan penghitungan), dan standard of defferred
payment

(pembakuan

pembayaran

tangguh).

Mata

uang

manapun niscaya akan berfungsi seperti ini.


Namun

ada

satu

hal

yang

sangat

berbeda

dalam

memandang uang, antara sistem kapitalis dengan sistem islam.


Dalam sistem perekonomian kapitalis, uang tidak hanya sebagai
alat tukar yang sah (legal tender) melainkan juga sebagai
komoditas.
Dalam islam, apa pun yang berfungsi sebagai uang, maka
fungsinya hanyalah sebagai medium of exchange, ia bukan suatu
komoditas yang bisa dijualbelikan dengan kelebihan baik secara
on the spot maupun bukan. Satu fenomena penting dari
karakteristik uang adalah bahwa ia tidak diperlukan untuk
dikonsumsi, ia tidak diperlukan untuk dirinya sendiri, melainkan
diperlukan untuk membeli barang yang lain sehingga kebutuhan
manusia dapat terpenuhi.

Teori permintaan dan penawaran uang pendekatan


ekonomi konvensional
Teori permintaan uang dalam ekonomi terbagi ke dalam
tiga kelompok, yaitu permintaan uang sebelum keynes, teori
permintaan uang menurut keynes, dan teori permintaan uang
sesudah keynes.

17

1 Teori permintaan uang sebelum keynes


Teori permintaan uang sebbelum keynes sering disebut
sebagai teori permintaanuang klasik karena teori ini berdasarkan
asumsi

klasik,

yaitu

perekonomian

selalu

dalam

keadaan

seimbang. Teori permintaan uang sebelum keynes diantaranya


teori permintaan uang irving fisher dan teori permintaan uang
cambridge.
Menurut fisher uang merupakan alat pertukaran. Fisher
merumuskan teori kuantitas uang dengan sederhana. Menurut
fisher jika terjadi suatu transaksi antara penjual dan pembeli,
maka akan terjadi pertukaran uang dengan barang/jasa sehingga
nilai dari uang yang ditukarkan pasti sama dengan barang/jasa
yang diperoleh. Secara matematis dapat dituliskan seperti
berikkut.
MV = PT
Dimana:
M : Jumlah uang yang beredar (penawaran uang)
V : tingkat kecepatan perputaran uang, yaitu berapa kali uang
berpindah tangan dari satu pemilik kepada pemilik lain dalam
satu periode tertentu
P : adalah harga barang/jasa yang ditukarkan
T : adalah jumlah (volume) barang/jasa yang menjadi objek
transaksi.
Menurut kaum Cambridge yang diwakili Marshal dan Pigou
uang adalah merupakan alat penyimpan kekayaan (store of
wealth) dan bukan sebagai alat pembayaran.Teori permintaan
uang menurut Cambridge menyatakan bahwa permintaan uang
tunai dipengaruhi oleh tingkat bunga, dagang, dan tingkat
18

harga.Jadi,mereka
untuk

menyatakan

memenangkan

uang

bahwa

tunai

keinginan

secara

seseorang

nominal

adalah

proporsional terhadap pendapatan nominal. Secara matematis


dapat ditulis sebagaiberikut:
Md=Ky
Dimana;
Md: jumlah permintaan uang
K: Konstanta yang menunjukkan persentasi jumlahuangtunai
yangdipegang terhadap

pendapatan

Y: pendapatan nominal

Teori Permintaan Uang Menurut Keynes


Dalam

bukunya

The

General

Theory

of

Employment,Interest and Money,Keynes menyatakan bahwa


mekanisme pasar tidak dapat secara otomatis menjamin adanya
full employment dalam perekonomian perlu adanya campur
tangan pemerintah dalam hal ini.
Terkait dengan tujuan-tujuan masyarakat untuk meminta
(memegang

uang),maka

dapat

diklasifikasikanatas3

motif

utama:
1 Motif transaksi (transaction movie),Motif ini timbul karena
uang digunakan untuk melakukan pembayaran secara
reguler terhadap transaksi yang dilakukan.
2 Motif berjaga-jaga (precautionary motie),Selain
membiayai

transaksi

mata

uang

diminta

pula

untuk
oleh

masyarakat untuk keperluan di masa yang akan datang


(berjaga-jaga).
3 Motif Spekulasi(Speculation
ekonomi

modern

mengalami

dimana

perkembangan

motive),pada
lembaga
sangat

suatu

sistem

keuangan

sudah

pesat

mendarong

19

masyarakatnya untuk menggunakan uangnya bagi kegiatan


spekulasi yaitu disimpan dan digunakan untuk membeli
surat-surat

berharga

,Seperti

obligasi

pemerintah,saham,dan instrumen lainnya.

E Teori Permintaan Uang Setelah Keynes


Terdapat

tiga

teori

permintaan

uang

setelah

masa

Keynes ,yaitu teori permintyaanuang untuk tujuan transaksi oleh


Baumol,Teori permintaan uang untuk spekulasi oleh tubin, dan
teori permintaan uang menurut Friedman.
Menurut keynes seseorang memegang

uang

atau

kekayaannya hanya memiliki dua pilihan yaitu seluruhnya


dalambentukuang

tunai atau seluruhnya dalam bentuk surat

berharga. Hal ini dianggap tidaklah memuaskan menurut Tobin


karena keynes tidak memperhitungkan seseorang memegang
uang atau kekayaannya dengan posisi uang tunai dan surat
berharga dalam komposisi yang berbeda-beda dan keynes tidak
memperhitungkan unsur ketidakpastian.Dalam menganalisa teori
permintaan uang untuk tujuan spekkulasi Tobin menggunakan
pendapatan fortofolio.Menurut Tobin setiap orang mengalami
ketidakpastian.Seseorang yang memegang surat berharga pasti
mengharapkan memperoleh pendapatan (e):
e=i+g
Dimana:
i= bunga
g= keuntungan modal
Teori Penawaran Uang
Keseimbangan pasar uang terjadi pada saat permintaan
uang sama dengan penawaran uang.Esensi tentang permintaan
uang

sudah

penawaran

dijelaskan

uang

dalam

pada

bagian

pendekatan

sebelumnya,

ekonomi

untuk

konvensional

merupakan sesuatu yang menjadi kewenangan dari bank sentral


suatu negara.
Ada beberapa instrumen yang biasanya dapat digunakan
bank sentral untuk mengatur jumlah uang yang beredar, yaitu:
20

1 Operasi pasar terbuka (open market operation),jika bank


sentral menginginkan jumlah uang yang beredar berkurang
maka bank sentral dapat menjual surat berharga pasar
uang(SPBU), sebaliknya jika nbank sentral menginginkan
jumlah uang beredar bertambah maka bank sentral membeli
SPBU.
2 Cadangn Minimum (reserve requirement), yang dimaksud
dengan
minimum

cadangan
yang

minimum

dimiliki

bank

disini

adalah

umum,jika

cadangan

bank

sentral

menginginkan jumlah uang yang beredar berkurang maka


bank sentral dapat membuat kebijakan menambah besaran
reserve requirement

yang dimiliki oleh bank umum,

sebaliknya jika bank berkeinginan untuk menambah jumlah


uang yang beredar maka bank sentral dapat membuat
kebijakan mengurangi jumlah reserve requirement yang
dimiliki bank umum.
3 Discount rate, jika bank sentral menginginkan jumlah uang
beredar ditambah maka bank sentral dapat membuat
kebijakan menguragi tigkat suku bunga SBI, sebaliknya jika
ingin mengurangi jumlah uang beredar dapat dilakukan
dengan meningkatkan suku bunga Bank Indonesia.
4 Moral situation merupakan kebijakan bersifat sugesti yang
dilakukan bank sentral pada bank umum untuk menaikkan
atau menurunkan tingakt suku bunga guna menambah atau
mengurangi jumlah uang beredar.

Uang dalam pandangan islam


Dalam sejarah islam, uang merupakan sesuatu yang
diadopsi dari peradaban Romawi dan Persia. Ini dimungkinkan
karena penggunaan dan konsep uang tidak bertentangan dengan
ajaran Islam. Dinar adalah mata uang emas yang diambil dari
Romawi dan dirham adalah mata perak warisan peradaban
Persia.

21

Selai dirham, masyarakat Arab sebelum islam juga telah


mengenal dinar,mata uang yang terbuat dari emas. Dinar dan
dirham diperoleh bangsa Arab dari hasil perdagangan yang
mereka lakukan dengan bangsa-bangsa di seputar jazirah Arab.
Para pedagang kalau pulang dari syam, mereka membawa dinar
emas Romawi (byzantium) dan dari irak mereka membawa
dirham perak persia (sassanid). Kadang-kadang mereka juga
membawa dirham Himyar dari yaman. Jadi, pada masa itu sudah
banyak mata uang asing yang masuk negeri Hijaz. Mata uang itu
digunakan hingga runtuhnya khalifah utsmaniyah di turki pasca
perang dunia 1.
Uang kertas dalam pandangan islam
uang kertas yang berlaku pada zaman sekarang disebut
fiat money. Dinamakan demikian karena kemampuan uang untuk
berfungsi sebagai alat tukar dan memiliki daya beli tidak
disebabkan karena uang tersebut dilatarbelakangi oleh emas.
Hubungan uang dengan modal dalam perspektif
ekonomi islam
Modal (capital) mengandung arti barang yang dihasilkan
oleh alam atau buatan manusia, yang diperlukan bukan untuk
memenuhi secara langsung keinginan manusia tetapi untuk
membantu memproduksi barang lain yang pada gilirannya akan
dapat memenuhi kebutuhan manusia secara langsung dan
menghasilkan keuntungan. Secara fisik terdapat dua jenis modal,
yaitu fixed capital (modal tetap) dan circulating capital (modal
yang bersirkulasi.
Perbedaan keduanya dalam syariah dapat kita lihat sebagai
berikut. Modal tetap pada umumnya dapat disewakan tetapi
tidak dapat dipinjamkan (qardh). Sedangkan modal sirkulasi yang

22

bersifat konsumtif bisa dipinjamkan (qardh) tetapi tidak dapat


disewakan. Hal itu disebabkan karena ijarah dalam islam hanya
dapat dilakukan kepada benda-benda yang memiliki karakteristik
substansinya dapat dinikmati secara terpisah atau sekaligus.
Ketika

sebuah

barangg

disewakan,

maka

manfaat

barang

tersebut dipisahkan dari yang empunya. Ia kini dinikmati oleh


penyewa namun status kepemilikannya tetap pada si empunya.
Ketika masa sewa sudah berakhir, barang tersebut dikembalikan
kepada si empunya dalam keadaan utuh seperti sedia kala.

Permintaan dan penawaran uang dalam pendekatan


ekonomi islam
Ada dua alasan utama memegang uang dalam ekonomi
islam, yaitu motivasi trnsaksi dan berjaga-jaga. Spekulasi dalam
pengertian keynes, tidak akan pernah ada dalam ekonomi islam,
sehingga permintaan uang untuk tujuan spekulasi menjadi nol
dalam ekonomi islam. Oleh karena itu, permintaan uang dalam
ekonomi islam berhubungan erat dengan tingkat pendapatan.

Menurut buku karangan M. Nur Rianto


A

Teori nilai tukar uang konvensional


Exchange rates (nilai tukar uang) atau yang lebih dikenal dengan sebutan
kurs mata uang adalah catatan harga pasar dari mata uang asing (foreign currency)
dalam harga mata uang domestik begitu pula sebaliknya, yaitu harga mata uang
domestik dalam mata uang asing.
Kebijakan nilai tukar mata uang di dunia sangat dipengaruhi oleh bretton
wood system yang diformulasikan pada tahun 1944. Bretto wood adalah nama
tempat di new hampshire, amerika serikat.

23

Sebagai tindak lanjut dari perjanjian tersebut, kemudian dibentuk suatu


lembaga moneter internasional (international monetary fund/IMF) yang
mewajibkan para anggotanya untuk mematuhi beberapa ketentuan pokok seperti:
a

Mata uang dalam kategori hard currency harus mengaitkan dan

dikonversikan dengan seberat tertentu emas (gold exchange standard).


Mata uang dalam kategori soft currency harus dikaitkan dengan hard
currency, sehingga secara tidak langsungn semua mata uang terkait dan
convertible terhadap emas. Sistem ini selanjutnya lebih dikenal dengan
sebutan pegged exchange rate system yang banyak diminati oleh

negara-negara berkembang.
Jika terjadi devisit neraca pembayaran di antara negara anggota IMF,
maka negara tersebut dapat meminta bantuan dalam bentuk special
drawing right (SDR) yang dikeluarkan oleh IMF.

Teori nilai tukar islam


Dalam pembahasan nilai tukar menurut islam akan dipakai dua skenario
yaitu:
1

Perubahan harga terjadi di dalam negeri


Seperti juga inflasi, penyebab fluktuasi sebuah mata uang dikelompokkan:

Natural exchange rate fluctuation


1 Fluktuasi nilai tukar uang akibat dari perubahan-perubahan yang
terjadi pada permintaan agresif (AD): sama seperti pembahasan pada
bagian inflasi, ekspansi AD akan mengakibatkan naiknya tingkat harga
(P) secara keseluruhan. Seperti kita ketahui bahwa P = e P, jika
tingkat harga dalam negeri naik sedangkan tingkat harga di laur negeri
tetap maka nilai tukar mata uang akan mengalami depresiasi.
Sebaliknya, jika AD mengalami kontraksi maka tingkat harga akan
mengalami penurunan, yang akan mengakibatkan nilai tukar
2

mengalami apresiasi.
Fluktuasi nilai tukar uang akibat perubahan-perubahan yang terjadi
pada penawaran agregatif (AS):jika AS mengalami kontraksi, akan
berakibat naiknya tingkat harga secara keseluruhan, kemudian akan
24

mengakibatkan melemahnya (depresiasi) nilai tukar. Sebaliknya, jika


AS mengalami ekspansi, maka akan berakibat pada turunnya tingkat
harga secara keseluruhan yang akan mengakibatkan menguatnya
b

(apresiasi) nilai tukar.


Human error exchange rate fluctuation
1 Corruption dan bad administration: seperti yang telah kita bahas pada
bagian

inflasi,

korupsi

dan

administrasi

yang

buruk

akan

mengakibatkan naiknya harga akibat terjadinya misallocatio of


resources serta mark-up yang tinggi yang harus dilakukkan oleh
produsen untuk menutupi biaya-biaya siluman dalam proses
produksinya. Akibatnya, tingkat harga secara keseluruhan akan
mengalami kenaikan. Jika merujuk pada persamaan P =e P, maka
naiknya tingkat harga akan mengakibatkan terjadinya depresiasi nilai
2

tukar uang.
Excessive tax: pajak penjualan yang sangat tinggi yang dikenakan pada
barang dan jasa akan meningkatkan harga jual dari barang dan jasa
tersebut. Secara agregatif, tingkat harga-harga akan mengalami
kenaikan. Jika kita merujuk kembali pada persamaan P = e P, maka
dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat pajak yang sangat tinggi akan

mengakibatkan pada melemahnya (depresiasi) nilai tukar uang.


Excessive seignorage: seperti yang telah dibahas pada bab yang
membahas tentang inflasi, pencetak full-bodied money atau 100%
reserve money tidak akan mengakibatkan terjadinya inflasi. Akan
tetapi, jika uang yang dicetak selain dari kedua jenis itu maka akan
menyebabkan kenaikan tingkat harga secara umum. Efek yang
ditimbulkan oleh pencetakan uang yang berlebihan (melebihi
kebutuhan sektor riil) adalah kenaikan tingkat harga secara
keseluruhan atau inflasi.merujuk kembali pada persamaan paritas daya
beli yaitu P = e P, jika tingkat harga dalam negeri mengalami
kenaikan sementara tingkat harga luar negeri tetap maka nilai tukar
uang mengalami depresiasi.

Perubahan harga terjadi di luar negeri

25

Pada bagian ini diasumsikan bahwa di dalam negeri tidak terjadi


perubahan-perubahan harga yang mengganggu nilai tukar uang. Perubahan harga
yang terjadi di laur negeri bisa digolongkan karena dua sebab yaitu:
a

Non-engineered/non-manipulated changes
Disebut sebagai Non-engineered/non-manipulated changes adalah karena
perubahan yang terjadi bukan disebabkan oleh manipulasi (yang

dimaksudkan untuk merugikan) yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.


Engineered/manipulated changes
Disebut engineered/manipulated changes adalah karena perubahan yang
terjadi disebabkan oleh manipulasi yang dilakukan oleh pihak-pihak

tertentu yang dimaksudkan untuk merugikan pihak lain.


Sistem nilai tukar dalam islam
Pertanyaannya, dari ketiga sistem nilai tukar mata uang yang ada dalam

ekonomi konvensionnal, manakah yang sesuai dengan konsep ekonomi islam?


Beberapa argumen muncul, yaitu:
a

Pendapat pertama yang tepat, namun sering dianggap radikal bahkan


oleh pengusung ekonomi islam sendiri adalah kembali menggunakan
mata uang fisik dinar dan dirham (full bodied money). Dimana mata
uang dunia saat ini kembali kepada standar emas dan perak, hal inipun
telah mulai dirintis di indonesia, namun perkembangannya masih
belum mencapai taraf sebagai nilai tukar dalam transaksi tetapi masih

sebagai sarana investasi.


Pendapat kedua yang moderat mengusulkan supaya mata uang
sekarang agar di-backup dengan emas sebagaimana bretton woods
system. Sehingga setiap pencetakan uang harus didasarkan kepada
cadangan emas tertentu yang telah disepakati bersama, agar tidak

terjadi pencetakan uang berlebihan seperti saat ini.


Sedangkan yang paling lunak adalah sebagaimana seperti adanya
sekarang, hanya bagaimana pemerintah mengatur supaya tidak ada lagi
unsur maghrib (maysir, gharar dan riba) dalam sistem moneter yang
berlaku.

26

Sistem nilai tukar uang yang berlaku di indonesia telah mengalami


perubahan sebanyaktiga kali, yaitu:
a

Sistem nilai tukar tetap


Sistem nilai tukar tetap dimana lembaga otoritas moneter menetapkan
tingkat nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang negara lain
pada tingkat tertentu, tanpa memperhatikan penawaran ataupun

permintaan terhadap valuta asing yang terjadi.


Sistem nilai tukar mengambang terkendali
Nilai tukar mengambang terkendali,

dimana

pemerintah

mempengaruhi tingkat nilai tukar melalui permintaan dan penawaran


valuta asing, biasanya sistem ini diterapkan untuk menjaga stabilitas
c

moneter dan neraca pembayaran.


Sistem nilai tukar mengambang bebas
Nilai tukar mengambang bebas, dimana pemerintah tidak mencampuri
tingkat nilai tukar sama sekali sehingga nilai tukar diserahkan pada
permintaan dan penawaran valuta asing.

Dalam kerangka strategi mekanik bagi kebijakan moneter, menurut Chapra


yang tidak hanya membantu pengaturan penawaran uangg sesuai dengan
permintaan riil tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan untuk menutup defisit
asli pemerintah dan juga sekaligus mencapai tujuan-tujuan lain masyarakat islam.
Mekanik tersebut harus mencakup beberapa elemen, diantaranya:
a
b
c

Target pertumbuhan pada M dan M0


Public share of demand deposit
Statutory reserve requirement

Analisis kami dari dua buku yang telah kami baca adalah buku karangan
Nur Arianto menurut kami lebih detail menjelaskan materi atau pembahasan yang
ada, di dalam buku karangan Nur Arianto lebih banyak poin-poin yang di bahas.
Jika di dalam buku karangan Nurul Huda, penjelasannya lebih kepada teori-teori
yang ada, sedangkan jika buku karangan Nur Arianto, penjelasannya lebih kepada
teori mana yang harus kita pilih untuk bisa kita gunakan atau kita praktekan dalam
kehidupan ekonomi kita.

27

Tetapi, menurut kami penjelasan di dalam buku karangan Nur Arianto


tersebut terlalu banyak poin-poin yang seharusnya tidak di bahas dan akan lebih
baik lagi jika poin-poin tersebut diganti dengan penjelasan yang lebih penting
lagi. Seperti yang ada di buku karangan Nurul Huda, meskipun penjelasannya
lebih detail karangan Nur Arianto, tetapi di buku tersebut penjelasannya bagus dan
tidak memasukkan poin-poin yang tidak terlalu penting.

Bab 3 Dinar & Dirham


Analisis perbandingan dari bab tentang Dinar & Dirham
yang dijelaskan dalam buku Ekonomi Makro Islam (2008) Karya
Nurul Huda dkk, dan dalam buku Teori Makroekonomi Islam
(2010) karya M. Nur Rianto. Dilihat dari paparan mengenai
sejarah dinar dan dirham itu sendiri keduanya menjelaskan
urutan beberapa fase, yaitu fase sebelum adanya islam fase
ketika datangnya islam dan fase modern sekarang yang dimana
banyak terjadi perubahan atas mata uang menjadi fulus juga
uang fiat.
Pada fase sebelum adanya islam Dinar dan Dirham
merupakan uang yang digunakan dalam transaksi perdagangan.
Berbagai jenis uang dinar emas dan perak dirham beredar dalam
perdagangan sebagai akibat dari banyaknya bangsa Arab yang
berdagang

dengan

bangsa

Romawi,

Byzantuim,

dan

para

pedagang yang melewati negri Arab. Pada saat itu kota Mekah
menjadi

pusat

perdagangan

dan

pertukaran

mata

uang,

sehingga banyak para pedagang dari berbagai negri datang ke


kota

Makah

untuk

bertemu

dan

melakukan

transaksi

perdagangan.
Dinar dan dirham yang digunakan bangsa Arab pada waktu
itu

tidak

didasarkan nilai nominalnya,

melainkan

menurut
28

beratnya sebab dinardan dirham tersebut hanya dianggap


sebagai kepingan emas dan perak saja. Dinar dan dirham tidak
dianggap sebagai mata uang yang dicetak, mengingat bentuk
dan timbangan dirham tidak sama dan karena kemungkinan
terjadinya

penyusutan

berat

akibat

peredarannya.

Untuk

mencegah terjadinya penipuan atas prilaku transaksi, maka


mereka lebih suka menggunakan standar timbangan khusus
yang telah mereka miliki, yaitu auqiyah, nasy, mitsqal, dirham,
daniq dst. Mitsqal merupakan berat pokok yang telah diketahui
secara umum.
Dan ketika fase Islam datang daripadanya Rasulullah dan
para sahabat menggunkan dinar dan dirham ini sebagai mata
uang mereka di samping itu juga dinar dan dirham dijadikna
ukuran-ukuran hukum syari. Pada awal dari fase ini Dinar dan
dirham yang digunakan masih dinar Romawi dan dirham Persia.
Namun pada masa sahabat Nabi atau kekhalifahan Umar bn
Khatab telah ada percetakan uang yang dalam prosesnya
menambahkan tulisan Arab yang berlafadzkna Bismillah dan
Bismillahi Rabbi yang terletak pada tepi lingkaran.
Setelah itu dinar dan dirham dicetak lagi pada masa
pemerintahan

khalifah

Abdul

Malik

bin

Marwan

untuk

pertamakalinya beliau mencetak dirham (Tahun 75 H) dan dinar


(Tahun 77 H) khusus bercorak islam. dalam perjalanannya
sebagai mata uang yang digunakan. Dinar dan dirham cenderung
stabil dan tidak mengalami inflasi yang cukup besar selama
kurang lebih 1500 tahun.
Dalam analisis kami terhadap kedua buku ini mengenai bab
tentang dinar dan dirham, kami menemukan penjelasan yang
sangat cukup mendalam mengenai perkembangan dinar dari
awal

digunakannya

emas

sebagai

standar

moneter

hinga

digunakannya uang fiat sebagai standar moneter. Penjelasan ini


29

kami temukan pada buku karya M. Nur Rianto yang mana dalam
penjelasannya

mengatakan

ada

dua

fase

perkembangan

penggunaan uang sebagai dasar sistem moneter dunia yaitu


masa standar emas dan masa standar uang. Standar emas
merupakan masa dimana sistem moneter dunia ditopang oleh
penggunaan emas koin, batangan dan uang yang ditopang
dengan emas. Adapun masa nya:
Standar emas klasik (1770-1914)
Standar tukar emas (1925-1930)
Sistem Bretton Wood (1946-1971)

Di dalam buku M Nur Rianto juga dijelaskan bagaimana


perkembangan dinar disamping adanya uang dolar AS. Sehingga
muncul juga penjelasan tentang perbandingan antara dolar AS,
Dinar dan Rupiah.
Mengenai iplementasi dari dinar dan dirham tersebut
penjelasan kedua buku ini tidaklah jauh berbeda dan hampir
sama, begitupun kami sepakat ketika dinar diimplementasikan
kepada sektor perdagangan internasional baik itu bilateral
maupun multirateral. Kenapa dinar diimplementasikan kepada
perdagangan internasional ? karena secara umum perdagangan
internasional merupakan sarana untuk melakukan pertukaran
barang dan jasa internasional. Dalam lima puluh tahunterakhir,
perdagangan internasional telah tumbuh dan berkembang secara
derastis dan dalam ukuran besar. Hal ini disebabkan oleh adanya
kerjasama

yang

dilakukan

oleh

berbagai

negara

untuk

menghilangkan proteksi perdangangan dan adanya keinginan


untuk mempromosikan perdagangan barang dan jasa secara
bebas.
Perdagangan internasional merupakan elemen penting dari
proses globalisasi. Membuka perdagangan dengan berbagai
negara di duna akan memberikan keuntungan dan membawa

30

pertumbuhan ekonomi dalam negri, baik secara langsung berupa


pengaruh yang ditimbulkan terhadap alokasi sumeber daya dan
efesiensi, maupun secara tidak langsung berupa naiknya tingkat
investasi. Setiap bentuk hambatan dan proteksi merupakan
sumber distorsi pada perdagangan internasional yang harus
dihindari dan dihapuskan.
Penggunaan uang dinar satu solusi atas perekonomian
dunia yang sekarang menggunakan uang fiat. Pengunaan uang
fiat menimbulkan ketidakstabilan perekonomian dunia, maka
untuk mengatasi hal itu dibutuhkan mata uang yang lebih stabil.
Seperti dikatakan diatas bahwa uang dinar cendrung stabil
penggunaannya dan tidak mengalami inflasi yang begitu besar.
Dan ada beberapa alasan lain kenapa uang dinar emas ini
digunakan.
Tetapai harus diketahui juga bahwa penerapan uang dinar
emas ini dalam perdagangan internasional tidaklah mudah,
karena penerapannya diakui memerlukan keputusan politik yang
tidak sederhana sehingga perlu kesabaran yang luar biasa untuk
terus meyakinkan berbagai piha, khususnya negara-negara
muslim untuk akhirnya mencapai kesepakatan yang diinginkan.
Ada beberapa strategi yang harus disiapkan dan strategi ini
mungkin bisa menjadikan dinar sebagai mata uang yang global
yaitu:
Tahap peretama, negara yang tergabung dalam anggota
OKI harus sepakat membuat undang-undang atau peraturan
tentang pembayaran transaksi perdagangan internasionalnya
baik perdagangan secara bilateral maupun multilateral dengan
menggunakan mata uang dinar. Karena undang-undang atau
peraturan merupakan payung hukum dan instrumen utama demi
terealisasinya tujuan yang dimaksud.

31

Kedua, negara yang tergabung dalam anggota OKI harus


mulai membuat standar ukuran umum mata uang dinar yang
akan digunakan sebagai mata ung tunggal yang perlu dipenuhi
dengan mengambil rata-rata persamaan dari setiap negara yang
bergabung.
Ketiga,

negara-negara

OKI

harus

menciptakan

suatu

lembaga yang akan mengurus dan mengelola kendali moneter


yang menjadi embrio yang nantinya akan menjadi Bank Sentral
atau Bank Kustodian dari seluruh negara yang tergabung.
Tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
penerapan dinar dalam perdagangan internasional antara lain
tentang peran dinar dalam perdagangan. Perlu ditekankan lagi
untuk diketahui bahwa penggunaan dinar tidak ditujukan untuk
menggantikan

peran

mata

uang

domestik.,

tetapi

hanya

digunakan untuk pembayaran atas trasnsaksi perdagangan


brang dan jasa luar negri. Uang domestik tetap diperlukan
sebagai alat transaksi domestik. Dan disamping itu dinar
diwujudkan dalam bentuk fisik, tetapi diukur dalam ukuran harga
emas.
Dinar

tersebut

akan

digunakan

dalam

transaksi

perdagangan multilateral maupun bilateral. Seperti yang kita


tahu perdagangan multilateral melibatkan beberapa negara
dalam transaksi perdagangan seperti ekspor impor yang terjadi
antara Malaysia dengan Arab Saudi dan Indonesia. Sedangkan
transaksi bilateral melibatkan dua negara dalam perdagangan
barang dan jasa, seperti perdagangan antara Indonesia dan
Malaysia.
Dalam analisis lebih dalam tentang model penerapan dinar
sebagai mata uang dalam perdagangan internasional Nurul Huda
dkk, dalam bukunya menjelaskan hal ini secara skematis melalui

32

tabel chart yang sangat mudah dipahami, seperti misalnya ketika


terjadi perdagangan barang dan jasa yang bersifat bilateral
antara negara Indonesia dan Malaysia.
dan ada beberapa lagi tabel chart yang menggambarkan
bagaimna

hubungan

perdagangan

internasional

dengan

menggunakan uang dinar sebagai matauangnya.


Untuk selanjutnya analisis mengenai tujuan manfaat dan
keuntungan

dari

penggunaan

dinar

dan

dirham

dalam

perdagangan Internasional. Kedua buku ini mengatakan hal yang


sama mengenai keuntungan dimana penggunaan dinar pada
1. Mengurangi dan menghapus risiko nilai tukar. Risiko
yang

dihasilkan

mempengaruhi

dari

perubahan

aktivitas

perdagangan nasional.
2. Mengurangi terjadinya

ekonomi
spekulasi,

nilai

tukar

dunia

akan

terutama

manipulasi,

arbitraseterhadap mata uang nasional.


3. Mengurangi
biaya
transaksi
perdagangan

dan
dan

meningkatkan perdagangan.
4. Meningkatkan perdagangan yang pada akhirnya akan
meningkatkan kerjasama antar negara peserta.

33

5. Mengurangi kekuasaan. Dengan uang fiat saat ini


memberikan peluang kepada negara-negara maju untuk
menguasai

perekonomian

dunia

dan

memperbesar

jurang antara negara kaya dan negara miskin.

34

Bab 4 Kebijakan Moneter


Menurut buku karangan M. Nur Rianto:
Definisi kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan
atau

mengarahkan

perekonomian

makro

ke

kondisi

yang

diinginkan dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Karena,


jumlah uang beredar tidak boleh terlalu berlebihana atau kurang.
Pengendalian uang beredar perlu dilakukan untuk menciptakan
iklim yang baik bagi stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi,
serta pengendalian terhadap kegiatan kredit.

Kebijakan yang

digunakan oleh pemerintah untuk mengatur jumlah uang beredar


inilah

yang

diamakan

dengan

kebijakan

moneter.

Melalui

kebijakan moneter pemerintah dapat mberedar empertahankan,


menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya
mempertahankan kemampuan ekonomi untuk terus tumbuh
sekaligus mengendalikan inflasi.
Selain itu kebijakan moneter dapat pula berarti sebagai
peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan dalam mengatur
penawaran uang dan tingkat bunga, kebijakan ini dilakukan oleh
Bank Sentral. Agar ekonomi tumbuh lebih cepat, Bank Sentral
bisa lebih banyak memberikan kredit kepada sistem perbankan
melalui oprasi pasar terbuka, atau Bank Sentral menurunkan
persyaratan cadangan dari bank-bank atau menurunkan tingkat
diskonto, yang harus dibayar oleh bank jika hendak meminjam
dari bank sentral.
Dasar pemikiran dari manajemen moneter dalam konsep
islam

adalah

terciptanya

stabilitas

permintaan

uang

dan

mengarahkan permintaan uang dan mengarahkan permintaan


uang tersebut kepada tujuan yang penting dan produktif.

35

Sehingga, setiap instrumen yang akan mengarahkan kepada


instabilitas dan pengalokasian sumber data yang tidak produktif
akan ditinggalkan. Dalam teori keynes telah dikenal bahwa
adanya

permintaan

spekulatif

akan

uang

pada

dasarnya

dipengaruhi oleh keberadaaan suku bunga. Semakin tinggi


permintaan uang untuk spekulatif, maka semakin rendah tingkat
suku bunga yang berlaku dipasar. Begitu juga sebalknya.
Penghapusan suku bunga dan adanya kewajiban pembayaran
pajak atas biaya produktif yang menganggur dalam manajemen
moneter

islam

akan

menghilangkan

insentif

orang

untuk

memegang uang yang menganggur sehingga mendorong orang


untuk melakukan Qard, penjualan Muajjal, Mudharabah.
Kemudian

para

pemilik

dana

akan

meninvestasikan

dananya pada kegiatan yang memberikan keuntungan aktual


terbesar, jadi semakin tinggi permintaan uang untuk investasi di
sektor riil atau kebutuhan akan persediaan dana untuk investasi
semakin besar, maka tingkat keuntungan harapan yang akan
diberikan akan relatif menurun.
Dalam strategi manajemen moneter islam, ketika ada
penurunan actual return dari investasi sektor riil, maka hal ini
akan direspon oleh oleh para pemegang dana untuk mengurangi
investasinya dan cenderung lebih senang memegang uang kas
riil. Dan apabila itu terjadi, kebijakan yang akan ditempuh
pemerintah adalah meningkatkan biaya atas aset atau dana
yang tidak digunakan. Kebijakan ini akan memposisikan pemilik
dana menanggung sejumlah biaya dari pengangguran uang.
Akibatnya

mereka

akan

menginvestasikan

uangnya

dan

menurunkan permintaan uang kas riil.


Suatu

otoritas

moneter

mempunyai

pengaruh

yang

penting, walaupun secara tak langsung terhadap arah tingkat


harga, output, dan nilai tukar uang suatu negara, otoritas
36

moneter, dan Bank Sentral. Melakukan hal tersebut melauli


kemampuannya dalam mengendalikan penawaran uang dan
kredit bank, serta melalui pengaruhnya terhadap tingkat suku
bunga, arus kredit dan perkembangan sektor finansial pada
sebuah perekonomian. Dalam hal-hal tertentu Bank Sentral dapat
mempunyai kekuasaan temporer unuk mengendalikan kredit
komersial

dsb.

Bank

Sentral

tersebut

dalam

melakukan

implementasi kebijakannya mempunyai empat macam instrumen


utama yaitu:
a. Oprasi Pasar Terbuka atau OMO yang mempengaruhi
jumlah uang beredar
b. Tingkat
Diskonto

atau

fasilitas

mempengaruhi biaya uang.


c. Ketentuan
cadangan
minimum

diskonto
atau

yang

RR

yang

mempengaruhi jumlah kewajiban minimum dana

pihak

ketiga yang harus disimpan.


d. Himbauan moral yang mempengaruhi tindak-tanduk para
bankir dan manager senior institusi-institusi finansial dalam
kegiatan oprasional keseharian bisnisnya agar searah
dengan kepentingan publik/pemerintah.
Berbeda

dengan

instrumen

konvensional

instrumen

moneter dalam ekonomi islam yang mengendalikan jumlah uang


yang beredar dengan menghilangkan suku bunga sebagai subjek
utamanya.

Tetapi,

berikut

instrumen

moneter

berdasarkan

beberapa madzhab.:
a. Madzhab Iqtishaduna
Menurut madzhab ini tidak diperlukan suatu kebijakan
moneter dikarenakan hampir tidak adanya sistem perbankan dan
minimnya penggunaan uang . jadi tidak ada alasan yang
memadai

untuk

melakukan

perubahan-perubahan

dalam

penawaran uang (Ms). Selainitu kredit tidak mempunyai peran

37

dalam penciptaan uang., karena kredit hanya digunakan di


antara para pedagang saja serta peraturan pemerintah tentang
surat peminjaman dan instrumen negosiasi yang dirancang
sedemikian rupa shingga tidak memungkinkan sistem kredit
dapat

menciptakan

uang.

Sistem

yang

diterapkan

oleh

pemerintah yang berhubungan dengan konsumsi. Tabungan dan


investasi

telah

menciptakan

instrumen

otomatis

untuk

pelaksanaan kebijakan moneter.


b. Madzhab Mainstream
Instrumen

yang

digunakan

untuk

mempengaruhi

permintaan agregat adalah dengan dikenakannya biaya atau


pajak atas dana atau aset produktif yang menganggur. Hal ini
akan mengalihkan permintaan uang yang sedianya ditujukan
untuk penimbun uang/aset yang produktif kepada tujuan uang
yang akan meningkatkan produktifitas uang tersebut di sektor riil
sehingga investasi meningkat. Masyarakat akan diarahkan untuk
mengalokasikan dananya kepada sektor riil yang produktif agar
dapat memacu pertumbuhan ekonomi semakin tinggi apabila
dana produktif tersebut hanya dibiarkan menganggur.
c. Madzhab Alternatif
Sistem moneter yang diajukan mdzhab ini adalah syuratic
process yaitu dimana suatu kebijakan yang diambil oleh otoritas
moneter berdasarkan musyawarah sebelumnya dengan otoritas
sektor riil. Jadi keputusan-keputusan kebijakan moneter yang
dituang dalam bentuk instrumen moneter biasanya adalah
harmoniasasi dengan kebijakan-kebijakan di sektor riil. Kebijakan
di sektor moneter adalah derivasi dari sektor riil dan harmonisasi
dengan sektor riil. Secara umum manajemen moneter islam yang
diajukan

oleh

madzhab

ketiga

adalah

besarnya

jumlah

penawaran uang mengikuti permintaan uang dari masyarakat.

38

Hal ini agar tidak ada kesenjangan antara sektor riil dan sektor
moneter

Menurut buku karangan Nurul Huda dkk:


Dalam
mengenal

perekonomian

instrumen

suku

islam,

sektor

bunga.

Sistem

perbankan

tidak

keuangan

islam

menerapkan sistem pembagian keuntungan dan kerugian, bukan


kepada

tingkat

bunga

yang

telah

menetapkan

tingkat

keuntungan yang diperoleh bank dari kegiatan investasi dan


pembiayaan yang dialakukan di sektor riil. Namun tidak adanya
instrumen

bunga

di

dalam

ekonomi

islam,

menimbulkan

pertanyaan besar, bagaimana mengelola kebijakan moneter


dengan ketiadaan sistem bunga ini. Maklum dunia modern saat
ini adalah dunia yang sudah sekian lama didominasi sistem
kapitalis dengan instrumen bunganya, maka kehadiran sistem
lain yang menafikan kehadiran bunga jelas akan menimbulkan
tanda tanya besar. Di antara pertanyaan-pertanyaan itu adalah:
bagaimana kebijakan moneter dapat berperan efektif untuk
mencapai

sasaran

perekonomian

islam;

bagaimana

untuk

menyamakan permintaan dan penawaran tanpa kehadiran bunga


sebagai instrumen pengatur ; apa alternatif bagi surat-surat
berharga pemerintah yang mengandung bunga untuk membiayai
defisit pemerintah dalam satu krangka yng tidak inflasioner?
Sitem
pelengkap

keuangan
dan

islam

penyempurna

sesungguhnya
sistem

ekonomi

merupakan
islam

yang

berdasrkan kepada produksi dan perdagangan, atau dikenal


denganistilah sektor riil. Kegiatan yang tinggi dalam bidang
produksi dan perdagangan akan mempertinggi jumlah uang
beredar, sedangkan kegiatan ekonomi yang lesu akan berakibat
rendahnya perputaran dan jumlah uang beredar. Dengan kata

39

lain permintaaan terhadap uang akan lahir terutama dari motif


transaksi dan tindakan berjaga-jaga yang ditentukan pada
umumnya oleh tingkatan pendapatan uang dan distribusinya.
Makin merata distribusi pendapatan, makin besar permintaan
akan uang untuk tingkatan pendapatan agregat tertentu.
Dalam perekonomian islam, permintaan akan dana untuk
investasi

yang

berorientasi

kepada

modal

sendiri,

akan

merupakan bagian dari permintaan transaksi total dan akan


bergantung pada kondisi perekonomian dan laju keuntungan
yang diharapkan yang tidak akan ditentukan didepan.
Karena itu, kebijakan moneter yang diformulasikan dalam
sebuah perekonomian islam, adalah menggunakan variable
cadangan uang dan bukan suku bunga. Bank Sentral harus
menggunakan kebijakan moneternya untuk menghasilkan suatu
pertumbuhan dalam sirkulasi uang yang mencukupi untuk
membiayai pertumbuhan potensial dalam output selama periode
menengah dan panjang.
Haruslah disadari, untuk mewujudkan sasaran islam tidak
saja harus melakukan reformasi perekonomian dan masyarakat
sejalan dengan garis-garis islam, tetapi juga memerlukan peran
positif pemerintah dan semua kebijakan negara termasuk fiskal,
moneter , dan pendapatan harus berjalan seirama.

ANALISIS:
Dalam

analisisnya

mengenai

bab

atau

permaslahan

tentang kebijakan moneter dalam ekonomi yang bersifat makro,


Nurul

Huda

munculnya

dkk,
banyak

dalam

bukunya

pertanyaan.

hanya

menyampaikan

Pertanyan-pertanyaan

ini

mengenai keadaan moneter suatu negara jika sistem bunga yang


menjadi satu instrumen penting di dalam nya dihapuskan dan
40

diganti dengan sistem bagi hasil yang menjadi alternatif ekonomi


islam.

diantara

pertanyaan

itu

adalah

bagaimana

untuk

menyamakan permintaan dan penawaran tanpa kehadiran bunga


sebagai instrumen pengatur?.
Jawaban

untuk

pertanyaan

ini

dibahas

tetapi

tidak

dijelaskan secara mendalam dalam bukunya. Tetapi, jawaban ini


dibahas secara mendalam beserta solusi alternatif lainnya dalam
buku karya M Nur Rianto. Yakni : untuk menyelesaikan masalah
tersebut dengan dikenakannya biaya atau pajak atas dana atau
aset produktif yang menganggur. Hal ini akan mengalihkan
permintaan uang yang sedianya ditujukan untuk penimbun
uang/aset yang produktif kepada tujuan uang yang akan
meningkatkan produktifitas uang tersebut di sektor riil sehingga
investasi

meningkat.

Masyarakat

akan

diarahkan

untuk

mengalokasikan dananya kepada sektor riil yang produktif agar


dapat memacu pertumbuhan ekonomi semakin tinggi apabila
dana produktif tersebut hanya dibiarkan menganggur.
Akan tetapi hal itu memunculkan pertanyaan buat saya
yang membaca buku ini

Bagaimana cara mengidentifikasi

seseorang yang menimbun kekayaannya? . Karna semua orang


yang menarik aset atau dananya dari investasi belum tentu
bertujuan untuk menimbun asetnya itu karena alasan tidak ada
hasilny. Ada kemungkinan atau alasan lain yang menyebabkan
mereka menarik aset atau dana mereka.

41

Bab 5 Kebijaka Fiskal


Menurut buku karangan M. Nur Rianto:
Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan
pemerintah untuk mengelola perekonomian kekondisi yang lebih
baik dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran
pemerintah.

Kebijakan

fiskal

juga

dapat

diartikan

sebagai

tindaakan yang diambil oleh pemerintah dalam bidang anggaran


belanja negara dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya
perekonomian.

Menurut

islam

sitem

ekonomi

islam

pada

dasarnya dibagi kedalam tiga sektor yang utama, yitu sektor


publik, sektor swasta dan juga sektor keadilan sosial. Sektor
publik merupakan sektor perekonomian yang melibatkan peran
negara, dan yang dimaksud sektor publik ini juga dapat dianggap
sektor fiskal. Fungsi daripada sektor kebijakan fiskalmenurut
islam adalah:
1. Pemeliharaan

terhadap

hukum,

keadilan

dan

juga

pertahanan.
2. Perumusan dan pelaksanaan terhadap kebijakan ekonomi
3. Manajemen kekayaan pemerintah yang ada di dalam BUMN
4. Intervensi ekonomi oleh pemerintah jika diperlukan.
Kebijakan fiskal dapat dibedakan kepada dua golongan yaitu:
1. Penstabil Otomatik
Penstabil otomatik adalah bentuk sistem fiskal yang sedang
berlaku yang secara cenderung untuk menimbulkan kstabilan
dalam

kegiatan

ekonomi.

Dalam

suatu

perekonomian

modernpenstabil otomatik terutama adalah;


a. Sistem perpajakan yang prograsif dan profesional

42

Sistem yang progresif ialah suatu sistem perpajakan yang


mengenakan

persentase

lebih

tinggi

seiring

dengan

semakin tingginya jumlah pendapatan, biasanya digunakan


untuk

memungut

pajak

pendapatan

individu

dan

diperaktikan hampir semua negara.


Sementara

pajak

profesional

adalah

suatu

sistem

perpajakan yang mengenakan persentase yang sama


terhadap seluruh tingkat pendapatan.biasanya digunakan
untuk memungut pajak atas keuntungan perusahaanperusahaan korporat.
b. Kebijakan harga minimum
Merupakan

suatu

sistem

pengendalian

harga

yang

bertujuan menstbilkan pendapatan para petani dan pada


waktu yang sama menjaga agar pendapatannya cukup
tinggi.
c. Sistem asuransi pengangguran
Suatu

bentuk

jaminan

sosial

yang

diberikan

kepada

penganggur. Sistem ini pada dasarnya mengharuskan


tenaga

kerja

yang sedang

bekerja

untuk

membayar

asuransi pendapatan, menerima sejumlah pendapatan


yang ditentukan saat menganggur.
2. Kebijakan fiskal Diskresioner
Yaitu

langkah-langkah

dalam

bidang

pemerintah

dan

perpajakan yang secara khusus membuat perubahan keatas


sistem yang ada, yang bertujuan mengatasi masalah-masalah
ekonomi yang dihadapi. Secara umum kebijakan ini ada dua
bentuk:
a. Kebijakan fiskal ekspansi

43

Maksudnya
randah

adalah

ketika

pada

kondisi

menghadapi

perekonomian

masalah

yang

pengangguran,

dibutuhkan sebuah kebijakan yang mampu mendorong


perekonomian

agar

mampu

tumbuh

tumbuh

dan

mengurangi jumlah pengangguran.


b. Kebijakan fiskal konstraksi
Ini dilakukan ketika inflasi dihadapi atau perekonomian
telah mencapai kesempatan kerja panuh dan tingkat
pengangguran sangat rendah. Tujuan nya mengatasi inflasi
adalah menurunkan tingkat inflasi ke tingkat yang normal
dengan tetap menjamin agar kesempatan kerja penuh
tercapai.
Namun kebijakan fiskaul memiliki beberapa kelemahan, yitu:
a. Adanya jeda waktu dalam periode dari menyadari masalah
yang timbul sehingga kepada pengaruh yang dirasakandari
kebijakan fiskal yang dijalankan.
b. Persaingan untuk memperoleh dana diantara pemerintah
dan sektor swasta, persaingan ini akan mwnimbulkan
crowding out dan menyebabkan kenaikan suku bungadan
menurunkan investasi.
c. Kebutuhan untuk membayar

bunga

dan

mencicil

pembayaran kembali pinjaman di masa yang akan datang.


Kebijakan fiskal dalam ekonomi islam sudah lama dilkukan
mulai dari zaman Rasulullah saw, para sahabat, tabiin-tabiat.
Pada

awal

pemerintahan

kota

Madinah,

pendapatan

dan

pengeluaran hampir tidak adak. Tapi, pada tahun kedua setelah


hijriyah, sedekah dan fitrah diwajibkan dimana dibayar setiap
bulan Rhamadhan. Zakat mulai diwajibkan pembayarannya pada
tahun

kesembilan

hijriyah.

Dengan

diwajibkan

nya

mulai

ditentukan para pengelola dimana mereka tidak digaji secara

44

resmi tapi mendapatkan bagian tertentu dari zakat yang dikelola


yaitu maksimal 12,5% dari dana zakat yang ada.
Sumber penerimaan pada masa Rasulullah saw dapat
digolongkan menjadi tiga golongan besar, yaitu dari kaum
muslim, kaum non-muslim dan kaum lain.
Dari kaum muslim sumber penerimaan negara terdiri atas:
-

Kharaj (pajak)
Zakat
Ushur (bea impor)a
Zakat fitrah
Wakaf
Infaq dan shadaqah
Amwal Fadhal (harta benda muslimin yg meninggal tanpa

ahli waris)
Nawaib (pajak darurat)
Khumus atas rikaz harta karun

Sementara pendapatan kaum non muslim yaitu:


-

Jizyah
Kharaj
Ushr

Sedangkan dari sumber penerimaan lainnya yakni:


-

Ghanimah (rampasan perang)


Fay (harta daerah taklukan)
Tebusan para tawanan
Khaffarah (denda)
Hadiah
Pinjaman dari kauam muslim dan non muslim
Sedangkan pada masa setelah Rasulullah saw, yitu masa

para

sahabat terjadi masalah

yang

bervariatif dalam hal

mengelola perekonomian negara karena tidak semua khalifah


bisa mngelola sumber pendapatan dan pengeluaran dengan baik
dan disamping itu juga banyak terjadinya gejolak politik yang
diakibatkan perebutan kekuasaaan sepeninggalnya Rasulullah
saw. Tetapi yang paling menjadi penting dalam kebijakan
45

pengelolaan penerimaan dan pengeluaran pemerintah islam ini


adalah adanya suatu lembaga yang disebut Bitul Maal. Dimana
Baitul

Maal

ini

adalah

suatu

lembaga

atau

pihak

yang

mempunyai tugas khusus menangani segala harta umat, baik


berupa pendapatan maupun pengeluaran negara.
Dalam pengelolaannya Baitul Maal ini didasarkan kepada
enam kaidah yang didasarkan pada kategori tta cara pengelolaan
harta:
a. Harta yang mempunyai kas khusus dalam Baitul Maal yaitu
harta zakat. Harta tersebut adalah hak delapan asnaf yang
akan diberikan kepada mereka, bila harta tersebut ada.
b. Harta yang diberikan Baitul Maal untuk menanggulangi
terjadinya kekurangan serta untuk melakukan juhad.
c. Harta yang diberikan Baitul Maal sebagai suatu pengganti
yaitu

harta

yang

menjadi

hak

orang

yang

telah

memberikan jasa seperti gaji tentara.


d. Harta yang dikelola Baitul Maal yang bukan sebagai
pengganti

tetapi

digunakan

untuk

kemanfaatan masyarakat umum.


e. Harta yang diberikan Baitul
kemaslahatan

dan

kemaslahatan

Maal

kemanfaatan,

karena
bukan

dan

adanya
sebagai

pengganti . hanya saja umat tidak sampai tertimpa


penderitaan karena tidak adanya pemberian tersebut.
misal Ruamah sakit.
f. Harta yang disalurkan Baitul Maal karena adanya unsur
kedaruratan,

semisal

paceklik,

kelaparan,

angin

taufan,gempa bumi dsb.

Menurut buku karangan Nurul Huda dkk:


Kebijakan fiskal memegang peran penting dalam sistem
ekonomi islam bila dibandingkan kebijakan moneter. Adanya
larangan

riba

serta

kewajiban

tentang

pengeluaran
46

zakatmenyiratkan tentang pentingnya kedudukan kebijakan fiskal


dibandingkan dengan kebijakan moneter. Larangan bunga yang
diberlakukan pada tahun hijriyah keempat telah mengakibatkan
sistem ekonomi islam yang dilakukan oleh Nabi terutama
bersandar kepada kebijakan fiskal saja. Sementara itu, negaara
islam

yang

dibangun

oleh

nabi

tidak

mewarisi

harta

sebagaimana layaknya dalam pendirian suatu negara. Oleh


karena itu, kita akan mampu melihat bagaimna kebijakan fiskal
sangat memegang peranan penting dalam membangun negara
islam tersebut.
Pada masa kenabian dan kekhalifahan setelahnya, kaum
muslimin cukup berpengalaman dalam menerapkan beberapa
instrumen sebagai kebijakan fiskal, yang diselenggarakan pada
lembaga baitul maal. Dari berbagai macam instrumen, pajak
diterapkan atas individu (jizyah dan pajak khusus muslim),
kharaj,

dan

ushur

atas

barang

impor

dari

negara

yang

mengenakan cukai terhadap pedagang kaum muslimin, sehingga


tidak memberikan beban ekonomi yang berat bagi masyarakat.
Pada saat perekonomian sedang krisis yang membawa dampak
terhadap keuangan negara karena sumber-sumber penerimaan
terutama pajak merosot seiring merosotnya aktivitas ekonomi
maka

kewajiban-kewajiban

tersebut

beralih

kepada

kaum

muslimin. Semisal krisis ekonomi yang menyebabkan warga


negara jatuh miskin otomatis mereka tidak dikenai pajak baik
jizyah maupun pajak atas orang islam, sebaliknya mereka akan
disntuni negara dengan biaya yang diambil dari orang-orang
muslim yang kaya.
Aspek politik dari kebijkan fiskal yang dialkukan oleh
khalifah adalah dalam rangka mngurusi dan melayani umat.
Kemudian

dilihat

problematika

dari

ekonomi,

bagaimana
maka

islam

berdasarkan

memecahkan
kajian

fakta

47

permasalahan ekonomi secara mendalam terungkap bahwa


hakikat

permasalahan

ekonomi

terletak

pada

bagaimana

distribusi harta dan jasa di tengah-tengah masyarakat sehingga


titik berat pemecahan permasalahan ekonomi adalah bagaimana
menciptakan suatu mekanisme distribusi ekonomi yang adil.
Sejarah islam mencatat bagaimana perkembangan iperan
kebijakan fiskal dalam sistem ekonomi islam sampai kepada
puncak kejayaan islam pada zaman pertengahan. Setelah zaman
pertengahan, seiring dengan kemunduran dalam pemerintahan
islam yang ada pada waktu itu maka kebijakan islami sedikit
demi sedikit mulai ditinggal dan digantikan dengan kebijakan
fiskal lainnya dari sistem ekonomi yang sekarang kita kenal
dengan yang namanya sistem ekonomi konvensional.

ANALISIS:
Mengenai kebijakan fiskal ini dalam analisisnya kedua buku
ini mengemukakan hal yang sama yakni, bahwa kebijakan fiskal
ini adalah kebijakan yang lebih relevan untuk digunakan pada
ekonomi islam dibandingkan dengan kebijakan moneter. Sebab
kebijakan fiskal ini sudah mempunyai historis yang sangat
panjang dalam dunia islam. Dimulai sejak zaman Rasulullah SAW
sampai akhirnya zaman modern sekarang walaupun, dalam
perjalanannya seringkali terjadi pasang surut ekonomi islam
yang diakibatkan oleh gejolak politik yang bervariasi pada setiap
zamannya.
Ada alasan lain mengapa kebijakan fiskal yang dipandang
dalam islam ini relevan untuk di gunakan. Kebijakan fiskal adalah
kebijakan akan penerimaan dan pengeluaran pemerintah dengan
tujuan untuk memakmurkan rakyatnya. Tujuan yang sama
dengan di tambah bahwa dalam islam yang kita ketahui ada

48

penerimaan atau sumber pemasukan yang berpotensi sangat


besar yakni ZISWAF (Zakat, Infak, Shadaqah, dan Wakaf). Ziswaf
ini merupakan instrumen tambahan yang bisa dijadikan sumber
pemasukan bagi kebijakan fiskal ini. Sehingga dengan demikian
pemasukan yang banyak dan disertai dengan pengelolaan yang
adil dan merata maka tujuN untuk memakmurkan masyarakat
pasti akan terwujud.

49

Bab 6 Inflasi
Menurut buku karangan Nurul Huda dkk:
Inflasi adalah kenaikan harga umum secara terus menerus dari suatu
perekonomian. Penyebab inflasi di Indonesia ada yaitu
1. inflasi yang diimpor dan defisit dalam Anggaran Pemerintah Belanja
Negara (APBN).
2. kenaikan harga-harga barang yang diimpor, penambahan penawaran uang
yang berlebihan tanpa diikuti oleh pertambahan produksi dan penawaran
barang, serta terjadinya kekacauan politik dan ekonomi sebagai akibat
pemerintahan yang kurang bertanggung jawab.
3. Uang yang beredar lebih besar daripada jumlah barang yang beredar,
sehingga permintaan akan barang mengalami kenaikkan, maka dengan
sendirinya produsen akan menaikkan harga barang dan apabila kondisi
seperti ini dibiarkan maka akan terjadi inflasi.

Terdapat berbagai macam jenis inflasi. Beberapa kelompok besar dari


inflasi adalah:
a. Policy induced, disebabkan oleh kebijakan ekspansi moneter yang juga
bisa

merefleksikan

defisit

anggaran

yang

berlebihan

dan

cara

pembiayaanya.
b. Cost-push inflation, disebabkan oleh kenaikkan biaya-biaya yang bisa
terjadi walaupun pada saat tingkat pengannguran tinggi dan tingkat
penggunaan kapasitas produksi rendah.
c. Demand-pull inflation, disebabkan oleh permintaan agregat yang
berlebihan yang mendorong kenaikan tingkat harga umum.
d. Inertial inflation, cenderung untuk berlanjut pada tingkat yang sama
sampai kejadian ekonomi yang menyebabkan berubah. Jika inflasi terus
bertahan, dan tingkat ini diantisipasi dalam bentuk kontrak finansial dan
upah, kenaikan inflasi akan terus berlanjut.

50

Menurut sukirno bahwa berdasarkan pada sumber atau penyebab


kenaikkan harga-harga ynag berlaku, inflasi biasanya dibedakan kepada tiga
bentuk, yaitu:
a. Inflasi tarikan permintaan, inflasi ini biasanya terjadi pada masa
perekonomian berkembnag pesat. Kesempatan kerja yang tinggi
menciptakan tingkat pendapatan yang tinggi dan selanjutnya menimbulkan
pengeluaran yang melebihi kemampuan ekonomi mengeluarkan barang
dan jasa. Pengeluaran yang berlebihan ini yang akan menimbulkan inflasi.
b. Inflasi desakan biaya, inflasi ini juga terjadi pada saat perekonomian
berkembang dengan pesat ketika tingkat pengangguran sangat rendah.
c. Inflasi diimpor, inflasi ini terjadi apabila barang-barang impor yang
mengalami kenaikan harga mempunyai peranan penting dalam kegiatan
pengeluaran di perusahaan-perusahaan. Contohnya kenaikan harga
minyak.

Menurut ilmu ekonomi modern, terdapat dua jenis inflasi yang berbeda
satu sama lain, yaitu inflasi karena dorongan biaya (cost-push inflation) dan
inflasi karena meningkatnya permintaan (demand pull inflation).
Dampak inflasi terhadap individu dan masyarakat menurut Prathama
Rahardja dan Manurung adalah:
a. Menurunya tingkat kesejahteraan masyarakat
Inflasi menyebabkan daya beli masyarakat menjadi berkurang atau malah
semakin rendah, apalagi bagi orang-orang yang berpendapatan tetap,
kenaikan upah tidak secepat kenaikan harga, maka inflasi ini akan
menurunkan upah riil setiap individu yang berpendapatan tetap.
b. Memperburuk distribusi pendapatan
Inflasi akan menyebabkan pembagian pendapatan diantara golongan yang
berpendapatan tetap dengan para pemilik kekayaan tetap akan menjadi
semakin tidak merata.

Dampak lainya dirasakan pula oleh para penabung, kreditur, dan produsen adalah:

51

a. Orang enggan menabung karena nilai mata uang semakin menurun.


b. Bagi debitur, inflasi justru menguntungkan karena pada saat pembayaran
utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibanding pada saat
meminjam, tetapi sebaliknya bagi kreditur atau pihak yang meminjamkan
uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih
rendah dibandingkan pada saat peminjaman.
c. Bagi produsen, inflasi bisa menguntungkan bila pendapatan yang
diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi.
Sedangkan dampak inflasi bagi perekonomian nasional diantaranya adalah:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Investasi berkurang
Mendorong tngkat bunga
Mendorong penanam modal yang bersifat spekulatif
Menimbulkan kegagalan pelaksanaan pembangunan
Menimbukan ketidakpastian keadaan ekonomi dimasa yang akan datang
Menyebabkan daya saing produk nasional berkurang
Menimbulkan defisit neraca pembayaran
Merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat
Meningkatnya jumlah pengangguran.

Kebijakan-kebijakan yang digunakan pemerintah untuk mengatasi masalah


inflasi yaitu:
a.

Kebijakan Fiskal
Kebijakan yang akan dilaksanakan adalah dalam bentuk mengurangi
pengeluaran pemerintah dan pajak, langkah ini menimbulkan efek yang

cepat dalam mengurangi pengeluaran dalam perekonomian.


b. Kebijakan Moneter
Yaitu peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh otoritas moneter
(bank sentral) untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar.

Adapun tujuan dari kebijakan pemerintah yaitu dilihat berdasarkan pada


dua tujuan yakni tujuan bersifat ekonomi dan tujuan yang bersifat sosial dan
politik.
a. Tujuan bersifat ekonomi
52

1. Menyediakan lowongan pekerjaan


2. Meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat
3. Memperbaiki pembagian pendapatan
b. Tujuan bersifat sosial dan politik
1. Meningkatkan emakmuran keluarga dan kestabilan keluarga
2. Menghindari masalah kejahatan
3. Mewujudkan kestabilan politik

Dalam islam tidak dikenal dengan inflasi, karena matauang yang dipakai
adalah dinar dan dirham, yang mana mempunyai nilai stabil dan dibenarkan oleh
islam. Adhiwarman karim memberikan beberapa alasan mengapa mata uang yang
sesuai itu adalah dengan menggunakan emas.
a. Islam telah mengaitkan emas dan perak dengan hukum yang baku dan idak
berubah ubah, ketika islam mewajibkan diat, maka yang dijadikan
sebabagai ukuranya adalah dalam bentuk emas.
b. Rasullah telah menetapkan emas dan perak sebagai mata uang dan beliau
menjadikan hanya emas dan perak sebagai standart mata uang.
c. Ketika allah mewajibkan zakat uang,allah telah mewajibkan zakat tersebut
dengan nisab emas dan perak.
d. Hukum-hukum tentang pertukaran mata uang yang terjadi dalam transaksu
uang hanya dilakukan dengan emas dan perak, begitu pun dengan
transaksi lainya hanya dinyatakan dengan emas dan perak.
Kebijakan fiskal
Tujuan kebijakan fiskal dalam islam adalah untuk menciptakan stabilitas
ekonomi, tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan pendapatan,
ditambah dengan tujuan lain yang terkandung dalam aturan islam yaitu islam
menetapkan dalam tempat yang tinggi akan terwujudnya persamaan dan
demokrasi sesuai dengan QS.59:7,
1. Penggunaan kebijakan fiskal dalam menekan laju inflasi, hal ini jelas
karena penekanan laju inflasi akan lebih menonjol dibandingkan dengan
cost-pust inflation itu sendiri.
2. Pengunaan kebiaka fiskal dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi,
selam pertumbuhan ekonomi merupakan tingkat tabungan, kebijakan
53

fiskal harus menjadi tujuan dengan pencapaian mobilitas maksimum dari


fungsi tabugan.
Kebijakan moneter
Syekh abdul qadim zallum mengatakan bahwa, sistem moneter atau
keuangan adalah sekumpulan kaidah pengadaan dan pengaturan keuangan dalam
suatu negara. Yang paling penting dalam setiap keuangan adalah penentuan satuan
dasar keuangan dimana kepada satuan keuangan itu dinisbahkan seluruh nilai-nilai
berbagai mata uang lain.
Pada zaman rasullah dan khulafaur rasyidin kebijakan moneter
dilaksanakan tanpa menggunakan instrumen bunga sama sekali. Dalam
perekonomian kapitalis tingkat bunga sering kali berfluktuasi, uang yang sengaja
hanya disimpan pun akan terus menerus berubah.
Dalam kerangka strategi mekanik bagi kebijakan moneter, menurut chapra
(1997:173-176)yang tidak hanya membantu pengaturan penawaran uang sesuai
dengan permintaan rill tetapi juka membantu memenuhi kebutuhan untuk
menutup defisit asli pemerintah dan juga sekaligus mencapai tujuan-tujuan lain
maasyarakat islam. Mekanik tersebut mencakup beberapa element, diantaranya:
1. Target pertumbuhan pada penawaran uang dan mengawasi secara ketat
pertumbuhan
2. Public share of demand deposit
3. Statutory reserve requirement
Peranan bank
Dalam upaya upaya untuk pencapaian tujuan tersebut bank harus dapat
mengunakan instrumen dan metode apapun yang diperlukan dan tidak
bertentangan dengan ajaran islam. Bank tidak dapat merealisasikan sasaran
stabilitas moneter tanpa bantuan pemerintah, adanya suatu kebijakan fiskal tidak
dapat di tawar-tawar lagi. Variabel yang akan digunakan dalam suatu kebijakan
moneter yang di formulasikan dalam sebuah perekonoian islam adalah cadangan
uang dari ada suku bunga.

54

Bank sentral islam harus menjalankan kebijakan moneternya untuk


menghasilkan suatu pertumbuhan dalam sirkulasi uang yang mencukupi untuk
membiayai pertumbuhan potensial selama periode jangka menengah dan jangka
panjang sepanjang dalam kerangka harga-harga yang stabil. Tujuanya adalah
menjamin bahwa ekspansi moneter tidak bersifat kurang mencukupi atau
berlebihan.tetapi

cukup

untuk

sepenuhnya

mengeksploitasi

kapasitas

perekonomian agar dapat menyuplai barang-barang dan jasa bagi kesejahteraan


masyarakat luas, bank sentral juga berperan positif dalam memberikan dorongan
regulasi dan supervisi semua lembaga financial dengan tujuan membantu mereka
dan membuat mereka menjadi lebih sehat dan kuat.
Kejujuran dan efisiensi dari bank sentral jelas penting dan peranan sentral
seperti yang diharapkan kiranya sulit untuk dipenuhi kecuali ada orang-orang
yang tepat di tingkat pimpinan puncak. Lembaga ini harus diizinkan untuk
meningkatkan pendapatan tersebut melalui:
1. Biaya pelayanan yang di berikan kepada pemerintah, bank-bank
komersial, dan lembaga-lembaga keuangan lainya.
2. Investasi cadangan yang dikelola oleh bank-bank komersil.
Beberapa studi tentang perbankan syariah dan kebijakan moneter
Studi yang dilakukan khan (1980-1982), ahmad dan khan mencoba
mengkaji stabilitas permintaan uang dipakistan. Berdasarkan hasil kajian yang
dilakukan terbukti bahwa instrumen moneter islam memberikan pengaruh yang
sama dengan instrumen berbasis bunga yang sebelumnya digunakan terhadap
stabilitas moneter.
Sementara itu, studi yang dilakukan M. Yousafi (1997), dengan
menggunakan model yang dikembangkan oleh darrat, mengkaji hubungan
stabilitas moneter dengan sistem perbankan islam di iran. Namun kongklusinya
tidak mendukung hasil di darrat.
Studi yang dilakukan oleh ahmad (2000) mengkaji efektifitas instrumen
moneter dalam sistem perbankan ganda (dual banking sistem) di malaysia.dalam
studimya, ahmad mencoba mengembangkan dan mendefinisikan instrumen
55

moneter dalam sistem perbankan ganda di malaysia serta mengevaluasi


permintaan terhadap instrumen tersebut. Degan menggunakan metodologi yang
dikembangkan darrat, ahmad kemudian membandingkan validitas dan evektivitas
instrumen moneter islam dengan yang berbasis bunga untuk kepentingan
kebijakan moneter.

Menurut buku karangan M. Nur Rianto


Telah dikatakan inflasi jika:
a. Terjadi kenaikan harga : Inflasi memberikan makna bahwa
telah terjadi suatu kenaikan harga bila dibandingkan
dengan tingkat harga pada periode sebelumnya.
b. Bersifat umum : Belum dapat dikatakan inflasi jika
kenaikan harga hanya terjadi pada suatu komoditas dan
kenaikan tersebut tidak menyebabkan harga-harga secara
umum naik.
c. Berlangsung terus menerus : Kenaikan harga yang bersifat
umum juga belum memunculkan inflasi jika hanya terjadi
sesaat.

Dalam
memberikan

sejarahnya
nilai

Inflasi

pada

berasal

suatu

dari

mata

ketika

uang

dan

Emas
juga

aspektabilitas (tingkat penerimaan masyarakat) di tempat lain.


Dalam hal ini, sejarah perekonomian Kerajaan Bizantium menarik
untuk

dipelajari.

Byzantium

berusaha

keras

untuk

mengumpulkan emas dengan melakukan ekspor komoditasnya


sebanyak

mungkin

ke

negara-negara

lain

agar

dapat

mengumpulkan uang emas sebanyak-banyaknya. Tetapi apa


yang terjadi kemudian? Pada akhirnya orang-orang harus makan,
membeli pakaian, mengeluarkan biaya ransportasi, serta juga
menikmati hidup sehingga mereka akan membelanjakan uang
(kekayaan) yang dikumpulkanya tadi sehingga akhirnya malah

56

menaikkan harga komoditasnya sendiri. Hal serupa juga dialami


oleh Spanyol setelah era conquistadores dan Inggris setelah
perang dengan Napolen.
Awal inflasi mata uang dinar dimulai bahkan pada saat ketika
Irak sedang mengalami masa puncak jayanya. Resolusi harga di
Eropa terjadi sepanjang beberapa abad, pola kenaikan tingkat
harga pertama kali tampak di Italia dan jerman sekitar tahun
1470. Inflasi menyerang Eropa dalam beberapa tahapan, dimulai
dari Inggris dan Perancis pada tahun 1480-an, meluas ke
semenanjung Iberia pada dekade selanjutnya dan menyerang
Eropa Timur pada tahun 1500-an.dan inflasi terjadi di Inggris
pada tahun 1480 sampai tahun 1650.
Penyebab inflasi dibagi

inflasi menurut Adiwarman A. Karim,

yakni:
1. Natural inflation dan human error inflation. Natural inflation
adalah inflasi yang terjadi karena sebab-sebab alamiah dan
manusia

tidak

mempunyai

kekuasaan

dalam

mencegahnya. Sedangkan human error inflation adalah


inflasi

yang

terjadi

karena

kesalahan-kesalahan

yang

dilakukan oleh manusia itu sendiri.


2. Actual/ anticipated/ expected inflation dan unanticipated/
unexpected inflation. Pada expected inflation tingkat suku
bunga pinjaman riil akan sama dengan tingkat suku bunga
pinjaman

nominal

dikurangi

inflasi.

Sedangkan

pada

unexpected inflation tingkat suku bunga pinjaman nominal


belum atau tidak merefleksikan kompensasi terhadap efek
inflasi.
3. Demand pull inflation dan cosh push inflation. Demand pull
inflation

diakibatkan

oleh

perubahan-perubahan

yang

terjadi pada sisi permintaan agregat dari barang dan jasa


pada suatu perekonomian.

cosh push inflation adalah

57

inflasi yang terjadi karena adanya perubahan-perubahan


pada sisi penawaran agregat dari barang dan jasa pada
suatu perekonomian.
4. Spiraling inflation, adalah inflasi yang diakibatkan oleh
inflasi

yang

terjadi

sebelumnya

dimana

inflasi

yang

sebelumnya itu terjadi sebagai akibat dari inflasi yang


terjadi sebelumnya lagi dan begitu seterusnya.
5. Imported inflation dan domestic inflation. Imported inflation
adalah inflasi di negara lain yang ikut dialami oleh semua
negara karena harus menjadi price taker- pengikut hargadalam pasar perdagangan internasional. domestic inflation
adalah inflasi yang hanya terjadi di dalam negeri suatu
negara yang tidak begitu mempengaruhi negara-negara
lainya.

Menurut Paul A. Samuelson, inflasi dapat digolongkan


menurut tingkat keparahanya yaitu sebagai berikut:
a. Moderate inflation, yaitu kenaikan tingkat harga yang
lambat, umumnya dikenal dengan inflasi satu digit.
b. Galloping inflation, terjadi pada tingkatan 20% samapai
dengan 200% per tahun.
c. Hyper inflation, terjadi pada tingkat yang sangat tinggi
yaitu beberapa ratus persen sampai dengan beberapa ribu
persen hanya dalam waktu singkat.

Inflasi mengakibatkan masalah-masalah yang berhubungan


dengan akuntansi seperti:
1. Apakah penilaian terhadap asset tetap dan asset lancar
dilakukan dengan metode biaya historis atau metode biaya
aktual?
2. Pemeliharaan

modal

riil

dengan

melakukan

isolasi

keuntungan inflasioner.
58

3. Inflasi menyebabkan dibutuhkanya koreksi dan rekonsiliasi


operasi

(index)

untuk

mendapatkan

kebutuhan

perbandingan waktu dan tempat.

Ada beberapa indikator makroekonomi yang digunakan


untuk mengetahui laju inflasi selama satu periode tertentu, yaitu:
1. Indeks harga konsumen (consumer price index), adalah
angka indeks yang menunjukkan tingkat harga barang dan
jasa yang harus dibeli konsumen dalam satu periode
tertentu.
2. Indeks harga perdagangan besar (wholesale price index),
melihat inflasi dari sisi produsen.
3. Indeks harga implisit (GDP Deflator), perhitungan inflasi
erdasarkan dengan menghitung perubahan angka indeks.
Kebijakan Ekonomi Islam dalam inflasi
1. Kebijakan Fiskal
Dalam mencapai

tujuan

pembangunan

ekonomi

beberapa instrumen yang bisa digunakan, yaitu:


a. Memaksimalkan
penghimpunan
zakat

ada
serta

pengoptimalan pemanfaatan zakat.


b. Mengenakan biaya atas dana yang menganggur (cost of
idle fund).
c. Menggunakan prnsip bagi hasil pada setiap transaksi
atau segala jeis usaha dan meninggalkan bunga
2. Kebijakan Moneter
Dalam perekonomian islam, untuk menjaga stabilitas
tingkat harga ada beberapa hal yang dilarang, yaitu:
a. Permintaan yang tidak riil. Permintaan uang hanya
untuk keperluan transaksi dan berjaga-jaga.
b. Penimbunan mata uang.
c. Transaksi tallaqi rukban. Yaitu mencegat penjual dari
kampung atau daerah pinggiran di luar kota untuk
dijual

kembali

di

pusat

kota

demi

mendapatkan

keuntungan dari ketidakpastian harga.

59

d. Transaksi kali bi kali. Yaitu transaksi tidak tunai.


Transaksi tunai dibolehkan namun transaksi future tanpa
ada barangnya adalah dilarang.
e. Segala bentuk riba.

Dalam kerangka strategi mekanik bagi kebijakan moneter,


menurut Chapra yang tidak hanya membantu pengaturan
penawaran uang sesuai

dengan permintaan riil tetapi juga

membantu memenuhi kebutuhan untuk menutup defisit asli


pemerintah dan juga sekaligus mencapai tujuan-tujuan lain
masyarakat islam. Mekanik tersebut harus mencakup beberapa
elemen, diantaranya:
a. Target pertumbuhan pada M dan M0
Secara
berkala
bank
sentral

harus

menetapkan

pertumbuhan penawaran uang (M) sesuai dengan sasaran


ekonomi nasional, termasuk pertumbuhan ekonomi yang
dapat dipertahankan dan stabilitas dalam nilai uang.
b. Public share of demand deposit
Dalam jumlah tertentu (kondisi normal) demand deposit
bank-bank

komersil

maksimum

sampai

25%

harus

diserahkan kepada pemerintah untuk membiayai proyekproyek yang secara sosial menguntungkan.
c. Statutory reserve requirement
Bank-bank komersil harus memiliki cadangan dalam jumlah
tertentu yaitu 10%-20% dari demand deposit mereka
dengan bank sentral. Begitu pula dengan sebaliknya
dengan

bank

membantu

sentral.

memberikan

Statutory
jaminan

reserve
atas

requirement
deposit

juga

sekaligus membantu penyediaan likuiditas yang memadai


bagi bank.

60