Anda di halaman 1dari 5

Contoh Ideal

a. Contoh Ideal Kiri


Buktikan Himpunan

adalah ideal kiri dari ring

dengan operasi penjumlahan dan perkalian matriks.


Bukti:

karena

Untuk sembarang unsure

dan

di N, diperoleh

Karena
(

Selanjutnya bila

unsure R, dan

adalah sebarang

adalah sebarang unsure di N, maka

yang tentu saja berada di N. Sehingga N adalah ideal kiri dari R.


Perhatikan bahwa untuk pasangan dua unsure

Diperoleh
B. Contoh Ideal Kanan
Himpunan

adalah ideal kiri dari ring

. Sehingga N bukan ideal kanan dari R.

dengan operasi penjumlahan dan perkalian matriks.


Bukti:
karena

Untuk sembarang unsure

dan

di N, diperoleh

Karena
(

Selanjutnya bila

unsure R, dan

adalah sebarang

adalah sebarang unsure di N, maka

yang tentu saja berada di N. Sehingga N adalah ideal kanan dari R.


Perhatikan bahwa untuk pasangan dua unsure

Diperoleh

. Sehingga N bukan ideal kiri dari R.

c. Contoh Ideal dari Ring


Himpunan

adalah ideal dari ring

dengan operasi penjumlahan dan perkalian matriks.


Bukti:
Perhatikan untuk sebarang dua unsur

dan

di N, maka

karena

Selanjutnya bila

adalah sebarang unsure R, dan

adalah sebarang unsure di N, maka

karena

maka

Hal ini berarti bahwa N adalah ideal kanan dari R.


Dengan cara yang serupa, dapat diperlihatkan bahwa

karena

maka

N adalah ideal kiri dari R. Sehingga N adalah ideal dari R.

d. Contoh Ring Factor


Bila K = {0, 2, 4} adalah suatu Ideal yang dibangun oleh 2 dalam
Tunjukan

/K adalah merupakan Ring Faktor.

Penyelesaian :
Ada dua koset / Ideal dari Ring

, yaitu :

K = {0, 2, 4}
K + 1 = {1, 3, 5}
Sehingga

/K = {K, K + 1}
Tabel 1.1

Daftar Cayley (

/K =

/{0, 2, 4}, +) dan (

/K =

/{0, 2, 4}, .)

K+1

K+1

k-1

K+1

K+1

K+1

k-1

Tabel 1.1. menunjukan penjumlah dan perkalian unsur-unsur dari


Selanjutnya dari tabel, kita akan membuktikan bahwa

/K.

/K dengan syarat syarat

suatu Ring merupakan Ring Faktor dari Z6/K. Adapun syarat syaratnya sebagai
berikut :
1. Tertutup terhadap penjumlahan (+) di

/K

berlaku K + (K + 1) = K + (0 + 1) = K + 1
Sehingga
2. Assosiatif terhadap penjumlahan (+) di

/K

[K + (K + 1)] + (K + 1)
= K + [(K + 1) + (K + 1)]
[K + (0 + 1)] + (K + 1)
= K + [K + (1 + 1)]
(K + 1) + (K + 1)
= K + (K + 0)
K + (1 + 1)
= K + (0 + 0)
K
=K
Sehingga [K + (K + 1)] + (K + 1) = K + [(K + 1) + (K + 1)] = K
3. Adanya unsur satuan atau identitas terhadap penjumlahan (+) di

/K

(K + 0) + (K + 1)
= K + (0 + 1) = K + 1
(K + 1) + (K + 0)
= K + (1 + 0) = K + 1
Sehingga (K + 0) + (K + 1) = (K + 1) + (K + 0) = K + 1

4. Adanya unsur balikan atau invers terhadap penjumlahan (+) di


(K + 1) + (K + (-1)) = K + (1 + (-1))
=K+0
=K
(K + (-1)) + (K + 1) = K + ((-1) + 1)
=K+0
=K
Sehingga (K + 1) + (K + (-1)) = (K + (-1)) + (K + 1) = K + 0 = K
5. Komutatif terhadap penjumlahan (+) di

/K

K + (K + 1) = (K + 1) + K
K + (0 + 1) = K + (1 + 0)
K+1
=K+1
Sehingga K + (K + 1) = (K + 1) + K = K + 1
6. Tertutup terhadap perkalian (.) di

/K

berlaku K . (K + 1) = K + (0 . 1) = K + 0 = K
Sehingga
7. Assosiatif terhadap perkalian (.) di
[K . (K + 1)] . (K + 1)
[K + (0 . 1)] . (K + 1)
(K + 0) . (K + 1)

/K

= K . [(K + 1) . (K + 1)]
= K . [K + (1 . 1)]
= K . (K + 1)

/K

K + (0 . 1)
= K + (0 . 1)
K
=K
Sehingga [K . (K + 1)] . (K + 1) = K . [(K + 1) . (K + 1)] = K
8. Adanya unsur satuan atau identitas terhadap perkalian (.) di

/K

(K + 1) . K
= K + (1 . 0) = K + 0
=K
K . (K + 1)
= K + (0 . 1) = K + 0
=K
Sehingga (K + 1) + K = K + (K + 1) = K + 0 = K
9. Distributif perkalian (.) terhadap penjumlahan (+) di

/K

Misalkan a = K , b = K + 1 dan c = K + 1
a. (b + c) = (a . b) + (a . c)
K . [(K + 1) + (K + 1)]
= [K . (K + 1)] + [K . (K + 1)]
K . [K + (1 + 1)]
= [K + (0 . 1)] + [K + (0 . 1)]
K + [0 . (1 + 1)]
= K + [(0 . 1) + (0 . 1)]
K + (0 . 0)
= K + (0 + 0)
K
=K
Sehingga K . [(K + 1) + (K + 1)] = [K . (K + 1)] + [K . (K + 1)] = K
Jadi,

/K = {K, K + 1} adalah merupakan suatu Ring Faktor