Anda di halaman 1dari 15

1

NAMA

: TAUFIK AZHARY

NIM

: 13050122

1. Philosophy of Computational Fluid Dynamic


Waktu di awal abad kedua puluh satu timbul sebuah keinginan menciptakan
pesawat terbang yang mampu terbang lebih cepat dan lebih tinggi. Tahu bahwa
pesawat tersebut pada suatu hari nanti akan menjadi kenyataan apabila setelah
tercipta dan berkembangnya Computational Fluid Dynamic, karena dengan ini
dapat mendeskripsikan aliran udara secara 3 dimensi secara cepat dengan tingkat
akurasi dan ketepatan yang tinggi.
Pada abad ke 17 dasar untuk eksperimen tentang Computational Fluid
Dynamics dimulai di Inggris dan Perancis. Kemudian pada abad 18 dan 19
dilakukan pengembangan bertahap lagi di Eropa. Sepanjang abad 20 studi dan
prakteknya melibatkan penggunaan teori murni di satu sisi dan percobaan murni
di sisi lain. Hasil data dari Computational fluid dynamic secara langsung hampir
sama dengan hasil data yang dihasilkan oleh wind tunnel tetapi lebih mudah
karena dilakukan dengan computer, kemudian dapat dibawa kemana-mana.
Pada tahun 60-an dan terkenal pada tahun 70-an awalnya pemakaian
konsep CFD hanya digunakan untuk aliran fluida dan reaksi kimia, sedangkan
jenis komputer dan algoritma yang ada pada saat itu terbatas semua solusi praktis
dasarnya hanya untuk arus dua dimensi saja. Namun seiring dengan
perkembangannya industri ditahun 90-an membuat CFD makin dibutuhkan pada
berbagai aplikasi lain. Computational fluid dynamic (CFD) dapat digunakan
sebagai alat untuk melakukan riset dan membuat desain sesuai dengan kebutuhan.

Disamping itu CFD juga dapat digunakan atau di aplikasikan diberbagai


bidang yang berhubungan dengan aliran fluida, antara lain:

1. Automobile and Engine


2. Industrial Manufacturing
3. Civil Engineering
4. Environmental Engineering
5. Naval Architecture

CFD merupakan metode penghitungan, memprediksi, dan pendekatan


aliran fluida secara numerik dengan bantuan komputer atau metode penghitungan
dengan sebuah kontrol dimensi, luas dan volume dengan memanfaatkan bantuan
komputasi komputer untuk melakukan perhitungan pada tiap-tiap elemen
pembaginya. Dimana aspek fisik dari setiap aliran fluida diatur oleh tiga prinsip
dasar:
1. Massa yang dikonversikan
2. Hukum kedua Newton (gaya = massa x percepatan)
3. Energi adalah kekal.
Prinsip-prinsip dasar ini dapat dinyatakan dalam hal persamaan matematika
dasar. Termasuk didalam nya persamaan integral dan diferensial parsial kemudian
diubah kedalam aljabar yang digunakan untuk memecahkan masalah aliran fluida

Mengapa CFD sangat penting dalam studi modern dalam memecahkan


berbagai masalah yang berhubungan dengan pergerakan fluida, yaitu :
1. Pengetahuan mendalam
Dalam dunia industri hal ini sangat berguna ketika kita akan membuat
sebuah produk. Dengan analisa CFD kita akan mudah mengetahui dan

melihat dta-data yang dibutuhkan untuk mebuat produk yang efisien seperti
desain pesawat terbang

2. Pengambilan Keputusan
Kita dapat melakukan test dari model CFD yang kita buat, melihat hasilnya,
dan mengubah variabel-variabel yang ada hingga didapatkan hasil yang
optimal, dalam waktu yang singkat dengan biaya yang murah.
3. Efisiensi
Desiain dan Analisis yang baik dalam aplikasi industri adalah desain yang
memberikan desain cycle yang singkat, biaya yang murah, waktu yang
singkat.

2. The

Governing

Equations

of

Fluid

Dynamics:

Their

Derivation, a Discussion of Their Physical Meaning, and a


Presentation of Forms Particularly Suitable to CFD
A. Models of the Flow (Model dari Aliran Fluid)
Dalam memperoleh persamaan dasar gerakan fluida, filosofi berikut
selalu diikuti:
1. Pilih prinsip-prinsip fisika dasar yang tepat dari hukum fisika, seperti:
a. Massa yang dikonversikan.
b. F = ma (hukum kedua Newton).
c. Kekekalan energi.
2. Menerapkan prinsip-prinsip fisika untuk model aliran dari fluida.
3. Dari aplikasi ini, mengekstrak persamaan matematika berdasarkan
prinsip fisika tersebut.

Ada beberapa model yang dijelaskan sebagai berikut :

a. Finite Control Volume


Dimana medan aliran fluida pada umumnya diwakili oleh garis
streamline yang dilewati sebuah benda bervolume dengan panjang
yang terbatas. Untuk melihat pergerakan aliran fluida diperlukan
penyelesaian dengan menerapkan fundamental physical priciples
pada finite control volume yaitu bentuk integral dan diferensial
parsial

b. Infinitesimal Fluid Element

Karena aliran fluida adalah streamline, karena adanya perbedaan


molekul

sehingga apa yang terjadi pada aliran fluida dianggap

continuous. Dan menggunakan persamaan diferensial parsial


B. The Substantial Derivative (Time Rate of Change Following a Moving
Fluid Element)
Gerakan fluida pada sumbu 3 dimensi sesuak denga vector i, j dan k.
dan persamaan yang digunakan yaitu:

Persamaan umum yang digunakan yaitu :

C. The Divergence of the Velocity: Its Physical Meaning


Dimana perbedaan kecepatan dalam persamaan dinamika fluida yaitu:

Moving control volume used for the physical interpretation of the


divergence of velocity

Persamaan yang digunakan yaitu :

D. The Continuity Equation


a. Model of the Finite Control Volume Fixed in Space
Dimana gambarnya:

Persamaan yang digunakan yaitu :

b.

Model of an Infinitesimally Small Fluid Element Moving with


the Flow
Unsur cairan ini memiliki massa tetap, tetapi bentuk umum
dan volume akan berubah ketika bergerak.
Persamaan yang digunakan yaitu :

c.

All the Equations Are One: Some Manipulations


Dimana ada empat bentuk yang berbeda dari persamaan
kontinuitas, dua dari bentuk itu persamaan integral dua lainnya
adalah persamaan diferensial parsial. Dua dari persamaan dalam
bentuk konservasi dua lainnya dalam bentuk non-konservatif.
Persamaan yang digunakan yaitu :

d.

Integral versus Differential Form of the Equations :


An Important Comment
Ada perbedaan yang halus antara bentuk integral dan
diferensial. Bentuk dari persamaan integral memungkinkan untuk
kehadiran diskontinuitas dalam volume (Tetap dalam ruang) tidak
ada

alasan

matematis

yang

melekat

untuk

menganggap

sebaliknya. Namun, bentuk dari persamaan diferensial yang

mengatur mengasumsikan aliran sifat yang terdiferensiasi, secara


terus menerus.

E. The Momentum Equation (Persamaan Momentum)


Pada bagian ini,

menerapkan prinsip fisika dasar untuk

menjelaskan aliran fluida yaitu hukum newton ke 2, yaitu :

F = m.a
Yang menghasilkan persamaan momentum pada sumbu x,y dan z yaitu:

Persamaan tersebut menjadi :

Persamaan akhirnya:

10

F. The Energy Equation (Persamaan Energi)


Pada bagian ini, menerapkan prinsip fisika ketiga yaitu kekekalan
energy. Berdasarkan penurunan rumusnya didapat persamaan sebagai
berikut :

Persamaan tersebut menjadi :

11

Persamaan tersebut menjadi :

Persamaan tersebut menjadi :

12

Persamaan akhirnya :

G. Summary of the Governing Equations for Fluid Dynamics:


With Comments
a. Persamaan untuk Viscous Flow (Persamaan Navier-Stokes)
A viscous flow is one where the transport phenomena of friction,
thermal conduction, andlor mass diffusion are included. Maka
diperoleh persamaan sebagai berikut:

13

14

b.

Persamaan untuk Inviscid Flow (Persamaan Euler)


Inviscid flow is, by definition, a flow where the dissipative,
transport phenomena of viscosity, mass diffusion, and thermal
conductivity are neglected. Maka diperoleh
berikut:

persamaan sebagai

15