Anda di halaman 1dari 22

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

A.1

[Type text]

[Type text]

KEGIATAN PRA PENUGASAN

Nama Klien

PT BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS Tbk DAN ENTITAS


ANAK

Tahun Buku

31 Desember 2014

Petunjuk:
1. Formulir ini digunakan untuk melaksanakan survei pendahuluan. Ada
dua kegiatan utama dalam kegiatan pra penugasan, yaitu melakukan
pemahaman dengan calon klien dan mendapatkan data yang berkenaan
dengan calon klien.
2. Pemahaman dengan calon klien dilakukan dengan membahas materi
yang harus disepahamkan, yaitu yang terdapat pada bagian I formulir
ini.
3. Sedangkan pemerolehan data calon klien bisa dilakukan dengan cara
wawancara,peninjauan lapangan maupun penggunaan sumber-sumber
informasi lainnya.
4. Formulir ini harus dilaksanakan oleh staf dengan pangkat Manager atau
sesorang yang ditunjuk oleh Partner untuk seluruh prospek pekerjaan.
Partner harus mereviu data ini sebagai dasar untuk memutuskan
menerima atau menolak calon klien. In-charge harus memutakhirkan
dan mereviu formulir ini setiap tahun selama tahap perencanaan dalam
rangka
menjaga
pemahaman
terhadap
klien
dan
untuk
mempertahankan atau menolak klien. Senior auditor bertugas untuk
mereview keakuratan dan kelengkapan data dalam formulir ini. Formulir
ini harus direviu oleh Partner sebelum penugasan dimulai.
Nama Klien Sesuai
Hukum

PT BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS Tbk


DAN ENTITAS ANAK

Alamat

Komplek Rasuna Epicentrum, Bakrie


Tower, Lantai 18 & 19
Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta

Telepon/ Fax
E-mail
Pejabat Penghubung

:
:
:

(021) 299 41286 : 29941286

Survei Pendahuluan

Ir. Muhammad Iqbal Zainuddin

Halaman 1 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

Disiapkan
oleh
Diperiksa
oleh
Disetujui
oleh

Survei Pendahuluan

[Type text]

[Type text]

: Muhammad Sholich

Tanggal

Tanggal

Tanggal

12 Februari
2016

Halaman 2 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

[Type text]

I. MEMBANGUN PEMAHAMAN AWAL DENGAN CALON KLIEN ATAS JASA


YANG DIBERIKAN
Standar Auditing Seksi 310 mewajibkan auditor untuk membangun
pemahaman dengan (calon) klien tentang jasa yang akan dilaksanakan untuk
setiap perikatan. Pemahaman dilakukan dengan cara berdiskusi dengan
(calon) klien mengenai hal-hal tertentu yang nantinya akan dimasukkan ke
dalam Surat Perikatan.
Berikut ini hal-hal yang harus disepahamkan dengan klien :
No

Cakupan Pemahaman

01

Tujuan audit adalah untuk menyatakan suatu pendapat


atas laporan keuangan.
Tanggung jawab manajemen adalah untuk:
Membangun dan mempertahankan pengendalian
intern yang efektif untuk memastikan kehandalan
laporan keuangan.
Mengidentifikasi dan menjamin bahwa entitas telah
mematuhi peraturan perundangan yang berlaku
dalam setiap aktivitasnya.
Membuat semua catatan keuangan dan informasi
yang berkaitan tersedia bagi auditor.
Menyediakan suatu surat bagi auditor yang
menegaskan representasi tertentu yang dibuat
selama audit berlangsung.
Tanggung jawab auditor untuk melaksanakan audit
berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Institut
Akuntan Publik Indonesia.
Pengaturan mengenai pelaksanaan perikatan (sebagai
contoh, waktu, bantuan klien berkaitan dengan
pembuatan skedul dan penyediaan dokumen).
Pengaturan tentang keikutsertaan spesialis atau
auditor intern, jika diperlukan.
Pengaturan tentang keikutsertaan auditor pendahulu.
Pengaturan tentang fee dan penagihan.
Adanya pembatasan atau pengaturan lain tentang
kewajiban auditor atau klien, seperti ganti rugi kepada
auditor untuk kewajiban yang timbul dari representasi
salah
yang
dilakukan
dengan
sepengetahuan
manajemen kepada auditor.
Kondisi yang memungkinkan pihak lain diperbolehkan
untuk melakukan akses ke kertas kerja auditor.
Jasa tambahan yang disediakan oleh auditor berkaitan
dengan pemenuhan persyaratan badan pengatur.
Pengaturan tentang jasa lain yang harus disediakan
oleh auditor dalam hubungannya dengan perikatan.
Pengaturan tentang koordinasi dengan auditor lain

02

03
04
05
06
07
08

09
10
11
12

Survei Pendahuluan

Pembahasa
n
Ole Tangg
h
al

Halaman 3 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

13

14

[Type text]

[Type text]

dalam hal KAP melakukan audit terhadap laporan


keuangan konsolidasi.
Penegasan bahwa pemeriksaan oleh KAP tidak meliputi
pemeriksaan sebagaimana yang akan dilakukan oleh
Direktorat Jenderal Pajak, sehingga pemeriksaan
tersebut sebaiknya tidak dijadikan dasar untuk
mendeteksi seluruh penyimpangan yang mungkin akan
diketemukan oleh pemeriksa dari Direktur Jenderal
Pajak.
Penegasan bahwa klien tidak menugaskan auditor
independen lain untuk melaksanakan audit untuk
tahun buku yang sama.

Survei Pendahuluan

Halaman 4 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

[Type text]

II. DATA KLIEN


Berikut ini data klien yang harus diperoleh. Isilah pada tempat yang telah
disediakan, dan apabila diperlukan, dapat menggunakan kertas tambahan.
1. Latar Belakang dan Bisnis Klien
1.

Jelaskan secara singkat bisnis klien (bidang usaha, tahun berdiri, anak
perusahaan, total pendapatan dan aset dua tahun berturut-turut, dan lainlain)
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (Perusahaan) didirikan di Republik
Indonesia pada tahun 1911 dengan nama NV Hollandsch Amerikanse
Plantage Maatschappij. Nama Perusahaan telah beberapa kali mengalami
perubahan, terakhir dengan nama PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk.
Anggaran Dasar Perusahaan pertama kali diumumkan dalam Lembaran
Berita Negara Republik Indonesia No. 14 tanggal 18 Februari 1941,
Tambahan No. 101. Anggaran Dasar Perusahaan mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir berdasarkan akta Notaris Nomor 98 dari Sutjipto, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta, tanggal 14 Mei 2008, dalam rangka penyesuaian
terhadap Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 mengenai
Perseroan Terbatas. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU 03156.AH.01.02 Tahun 2009 tanggal 14 Januari 2009
dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 18231 tanggal 14 Juli
2009, Tambahan No. 56.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup
kegiatan
Perusahaan
meliputi
bidang
perkebunan,
pengolahan,
perdagangan dan pengangkutan hasil tanaman dan produk industri, serta
pabrik kertas. Saat ini, Perusahaan bergerak di bidang perkebunan,
pengolahan dan perdagangan hasil tanaman dan industri.
Perusahaan dan Entitas Anak (selanjutnya secara bersama-sama disebut
Kelompok Usaha) memiliki total 111.817 hektar lahan yang telah
ditanami. Perusahaan telah beroperasi secara komersial pada tahun 1911.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jl. H. Juanda, Kisaran 21202,
Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, sedangkan perkebunan dan pabrik
yang berlokasi di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Pada tanggal 31 Desember 2014, seluruh saham perusahaan sejumlah
13.720.471.386 lembar saham telah dicatatkan pada Bursa Efek
Indonesia.

2.

Jumlah pemilik/ pemegang saham :


Daftar pemilik/ pemegang saham berdasar akta pendirian no. 11 tanggal 2
April 1998:

Survei Pendahuluan

Halaman 5 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

[Type text]

Keseluruhan pemilik signifikan tidak terlibat dalam manajemen perusahaan


3.
4.

Susunan pengurus/ komisaris dan direksi :


Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 23
Juni 2014 dan yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-0076055.40.80.2014
tanggal 22 Juli 2014.:

5.

II. DATA KLIEN (Lanjutan)

Survei Pendahuluan

Halaman 6 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

[Type text]

A. Latar Belakang dan Bisnis Klien (Lanjutan)


6.

Sebutkan adanya hubungan keluarga diantara pemilik dan pengurus


Tidak terdapat hubungan

7.

Jelaskan secara ringkas lokasi usaha klien (kantor pusat, pabrik, dan
kantor cabang) dan jumlah pegawai pada setiap lokasi :
Jl. H. Juanda, Kisaran 21202, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara,
sedangkan perkebunan dan pabrik yang berlokasi di Kisaran,
Kabupaten Asahan, Sumatera Utara

8.

Jelaskan secara ringkas sumber pendapatan utama perusahaan dan


metode pemasarannya.

9.

Untuk setiap pelanggan yang membeli lebih dari 10% hasil penjualan
tahunan, jelaskan apakah ada ketergantungan ekonomi? Uraikan
pelanggan utama dan % penjualannya.
Distributor Utama .

10.

Jelaskan sumber pembiayaan perusahaan.

Survei Pendahuluan

Halaman 7 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

[Type text]

Sumber pembiayaan klien adalah dari Obligasi, pinjaman


perusahaan lain, dan bank

11.

Kategori perusahaan (termasuk kategori bisnis kecil atau tidak)


Berdasarkan kuesioner yang terdapat pada lampiran 1, calon klien ini:
termas
uk

tidak
termasuk

II. DATA KLIEN (Lanjutan)

2. Identifikasi anak Perusahaan dan auditor


12.

Jika calon klien merupakan induk Perusahaan, uraikan secara ringkas halhal yang berkenaan dengan anak) perusahaan yang meliputi: nama anak
Perusahaan, alamat lengkap, bidang usaha, total pendapatan, total aktiva
dan auditor independen yang ditunjuk untuk mengaudit.
Klien merupakan Perusahaaan yang bergerak dibidang usaha
Perkebunan Sawit dan Industri turunannya serta karet seng
berkantor
di Asahan Sumatera Utara dan memiliki anak
perusahaan (terlampir), total penjualan s/d Desember 2014 Rp.
2.636.703.408.000, total aktiva Rp 17.441.633.398 .000. Auditor
independen yang ditunjuk adalah KAP Handoko Tomo, Samuel
Gunawan dan Rekan.

3. Jasa yang akan diberikan


13.

Jenis jasa yang dibutuhkan klien :


No
1

14.

Jenis Jasa
General Audit

Tahun Buku
2014
V

Laporan dan tenggat waktu :


No
1
2

Jenis Laporan

Tanggal

4. Auditor pendahulu dan alasan penggantian


15.

Sebutkan:
Nama KAP pendahulu : KAP Tjiendradjaja dan Handoko Tomo
Pimpinan kantor :

Survei Pendahuluan

Halaman 8 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

Manager in-charge
Alamat

16.

[Type text]

[Type text]

::-

Sebutkan alasan penggantian auditor


N/A

17.

Kemungkinan bantuan auditor pendahulu


N/A

5. Rincian Risiko Salah Saji


18.

Sebutkan alasan klien untuk diaudit


1. Untuk laporan kepada BEI
2. Tugas Praktik Audit

II. DATA KLIEN (Lanjutan)


E. Rincian Risiko Salah Saji (Lanjutan)
19.

Apakah klien mempunyai bagian yang berfungsi sebagai Internal Auditor


(ya/tidak)?
Ya

20.

Uraikan kedudukan fungsi audit intern ini di dalam Perusahaan.


Unit khusus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Visi
dan Misi perusahaan

21.

Rinci setiap peraturan perundangan yang utama yang mempunyai


pengaruh langsung pada laporan keuangan perusahaan.
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK),
yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, termasuk standar baru atau revisi yang berlaku efektif 1 Januari
2014, dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK)
Indonesia No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan SE 02/PM/2002 tentang
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri
Perkebunan dan BAPEPAM-LK No. KEP 554/BL/ 2010 tentang Perubahan Keputusan Ketua Badan

Survei Pendahuluan

Halaman 9 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

[Type text]

Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP 06/PM/2000 tentang Perubahan Peraturan
No. VIII.G.7
22.

Uraikan, jika ada, masalah-masalah yang menyangkut hukum yang


sedang dihadapi oleh klien (misalnya: tuntutan karyawan, tuntutan
kreditor dan pemeriksaan pihak yang berwajib)
N/A

23.

Uraikan, jika ada, masalah-masalah yang berpotensi untuk menjadi


masalah hukum.
Pada tanggal 18 Desember 2012, enam Entitas Anak di Sub-grup Agri International Resources Pte.
Ltd. ("AIRPL") yaitu: PT Jambi Agrowijaya (JAW); PT Eramitra Agrolestari (EMAL); PT
TrimitraSumberperkasa (TSP); PT Multrada Multi Maju (MMM); PT Padang Bolak Jaya
(PBJ); dan PT Perjapin Prima (PP), masing-masing telah menandatangani perjanjian jual beli
dengan pihak ketiga atas penjualan aset tetap (kecuali hak atas tanah (HGU) dan tanaman
perkebunan di atasnya) dan persediaan (kecuali minyak kelapa sawit dan inti sawit).
Pada tanggal 31 Desember 2012, enam Entitas Anak tersebut telah menerima pembayaran sebesar
USD29.612.612 (angka penuh) atas penjualan aset tetap dan persediaan. Pada tanggal yang sama,
enam Entitas Anak juga telah menandatangani perjanjian pengikatan dengan pihak yang sama atas
penjualan HGU dan tanaman perkebunan, yang masih tetap dalam proses karena persyaratan
penjualan yang dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan transaksi penjualan belum selesai.
Pada tanggal 24 November 2014, PBJ telah menyelesaikan seluruh penjualan HGU dan
perkebunannya kepada pembeli pihak ketiga dengan nilai sebesar USD44.345.351 (angka penuh).
Pada tanggal yang sama, MMM telah mengalihkan sebagian HGU dan tanaman perkebunannya
kepada pembeli pihak ketiga dengan nilai sebesar USD5.449.159 (angka penuh). Sebagai akibat dari
transaksi ini, Kelompok Usaha mengakui kerugian bersih atas penjualan HGU dan tanaman
perkebunan sebesar Rp144,79 miliar sebagai bagian Rugi neto tahun berjalan dari operasi yang
dihentikan pada laporan laba rugi komprehensif.
Sehubungan dengan perjanjian pengikatan tersebut, MMM, PP, TSP, JAW and EMAL telah menerima
uang muka sebesar USD27.966.266 (setara dengan Rp273,05 miliar) sampai dengan 31 Desember
2014 dan USD37.080.811 (angka penuh, setara dengan Rp363.32 miliar) pada tanggal 31 Desember
2013 yang dicatat sebagai uang muka penjualan (Catatan 22). Aset tidak lancar yang telah
diklasifikasikan sebagai asset tidak lancar yang tersedia dijual pada tanggal 31 Desember 2014 dan
2013, adalah sebagai berikut:

Sampai dengan tanggal laporan, penjualan atas HGU dan tanaman perkebunan milik MMM, PP dan
TSP telah selesai pada berbagai tanggal pada bulan Januari dan Maret 2015 dengan total penerimaan
sebesar USD125.293.223. Namun demikian rencana penjualan HGU dan lahan JAW dan EMAL
masih dalam proses karena persyaratan penjualan yang dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan
transaksi penjualan belum selesai dan transaksi penjualan diharapkan akan selesai pada tahun 2015.

24.

Penilaian kelangsungan hidup klien

Survei Pendahuluan

Halaman 10 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

[Type text]

Ya
1) Apakah aliran kas (cash flow) tidak cukup
untuk memenuhi kewajiban saat ini?
2) Apakah penjualan, laba kotor dan laba
bersih menunjukkan penurunan yang
tajam pada tahun-tahun belakangan?
3) Apakah terdapat utang yang besar yang
mengindikasikan kemungkinan adanya
ketidakmampuan membayar dikemudian
hari?
4) Apakah ada penghapusan atau
ketidakmampuan membayar utang?
5) Apakah terdapat perubahan dalam kondisi
ekonomi yang dapat merugikan atau
mempengaruhi industri klien?
6) Apakah terdapat kasus hukum yang
sedang dihadapi klien yang berdampak
material terhadap keuangan klien?

Tida
k

N/A

V
V
V

V
V
V

Kesimpulan penilaian kelangsungan hidup


Kelangsungan hidup klien adalah tidak memenuhi kaidah going
concern, karena perusahaan mengalami masalah solvabilitas
dimana hutang jangka pendeknya tidak dipenuhi oleh aset
lancarnya.
II. DATA KLIEN (Lanjutan)
6. Akuntansi dan Laporan Keuangan
25.

Apakah klien mempunyai buku pedoman akuntansi atau semacamnya


(ya/tidak)?
Ya perusahaan menggunakan pedoman sesuai SAK dan
peraturan Bappepam

26.

Uraikan cara klien mengolah data akuntansinya, yaitu apakah diolah


sendiri atau menggunakan jasa pihak lain, penggunaan perangkat lunak
dan sebagainya.

27.

Penilaian dapat/tidaknya klien diaudit.


Ya

Survei Pendahuluan

Tid
ak

N/
A

Halaman 11 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

1) Apakah klien mampu menyusun neraca dan


laporan laba/rugi secara periodik?
2) Apakah neraca selalu menunjukkan saldo
yang seimbang (balance)?
3) Apakah bukti disimpan secara memadai
(rapi) dan lengkap?
4) Apakah ada rincian untuk setiap akun?

[Type text]

V
V
V
V

Kesimpulan penilaian dapat/tidaknya diaudit


Berdasarkan pendapat kami setelah melakukan analisa terhadap
data dan laporan keuangan, dan dokumen pendukung
perusahaan maka berdasarkan penilaian tersebut maka klien
layak atau dapat diaudit.

28.

Jelaskan secara ringkas masalah kinerja, akuntansi dan pajak yang harus
kita perhatikan. Misalnya, akun-akun yang sangat besar atau akun yang
potensial beresiko tinggi dan lain-lain (jika kurang, lampirkan dalam kertas
tersendiri).
Kinerja Keuangan Bakrie Sumatera Plantation menunjukkan
Peningkatan tahun 2014, namun terdapat beberapa hal yang
harus diperhatikan yaitu akun-akun seperti Rugi Selisih Kurs ,
Penghapusan dan penurunan piutang pada tahun lalu (sangat
terkait dengan hubungan istimewa perusahaan), Hutang jangka
pendek, Aset yang dimiliki untuk dijual (terkait grup AIRPL),
Akun terkait aset lancar dan akun yang terkait dengan pihak
yang mempunyai hubungan istimewa .

7. Konsultasi dan/atau Penggunaan Spesialis dan Bantuan


Klien
29.

Uraikan, jika ada, perlunya konsultasi dan/atau penggunaan spesialis


dalam penugasan ini dan identifikasi jenis spesialis yang diperlukan.
Menurut kami dalam penugasan audit ini belum diperlukan
bantuan dari spesialis. Karena perusahaan dibantu oleh staff
konsultan dibidang perpajakan, investasi.

II. DATA KLIEN (Lanjutan)


G. Konsultasi dan/atau Penggunaan Spesialis dan Bantuan Klien
(Lanjutan)
30.

Bantuan dari klien yang diharapkan (isilah daftar pada Lampiran)

Survei Pendahuluan

Halaman 12 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

[Type text]

Diharapkan klien dapat memberikan informasi dan data-data


yang diperlukan oleh auditor dengan sebenar-benarnya
sehingga akan menghasilkan laporan auditan yang sesuai.
8. Prakiraan Kontrak dan Jadwal Pembayaran
31.

Prakiraan nilai kontrak Rp 150.000.000 (di luar PPN dan out of pocket
cost).

32.

Prakiraan tingkat pengembalian (recovery rate) 90 %.

33.

Apabila tingkat pengembalian di bawah standar yang telah ditetapkan,


uraikan alasan untuk tetap menerima calon klien ini
N/A

34.

Jadwal penagihan
Ke
1
2

Tanggal/ Kejadian
24 Agustus 2004 / Penerimaan perikatan
20 Desember 2004 / Finalisasi Laporan
Keuangan

Survei Pendahuluan

%
50 %
50 %

Halaman 13 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

[Type text]

III. PENILAIAN INTEGRITAS MANAJEMEN


KAP berkepentingan untuk mengevaluasi integritas manajemen, agar KAP
mendapatkan keyakinan bahwa manajemen klien dapat dipercaya. Berikut ini
hal-hal yang dapat dijadikan tolok ukur untuk menilai integritas manajemen.
Ya
A.

B.

C.

D.

E.

F.

Standar etika
1. Apakah klien mempunyai kebijakan tentang
standar etika dan "codes of conduct", baik yang
tertulis maupun yang dikomunikasikan dengan
cara lain?
2. Apakah standar etika dan "codes of conduct" telah
dikomunikasikan dan dipraktikkan?
Pengalaman / kompetensi manajemen
3. Apakah pengetahuan dan pengalaman manajemen
memadai untuk menjalankan usaha?
4. Apakah pengendalian manajemen dan
administratif cukup kuat?
5. Apakah sistem informasi manajemen yang ada
telah memadai dan diterapkan?
Perubahan-perubahan manajemen
6. Apakah terdapat perputaran (turn over) yang
tinggi pada posisi-posisi kunci, terutama pada
fungsi keuangan dan akuntansi?
7. Apakah perputaran tersebut mempunyai pengaruh
negatif terhadap operasi klien?
Pengaruh manajemen
8. Apakah ada kondisi yang memungkinkan
manajemen dalam posisi dapat melangkahi
pengendalian yang ada?
9. Apakah ada tekanan terhadap manajemen untuk
memanipulasi hasil operasi (yaitu mengurangi
pajak atau meningkatkan bonus)?
10 Apakah ada potensi risiko terhadap penyajian
. laporan keuangan yang mungkin timbul karena
usaha manajemen untuk merespon expektasi dan
kebutuhan pihak-pihak yang berpengaruh yang
tidak realistik, mengandung benturan kepentingan
dan tidak sesuai dengan kebijakan perusahaan?

Tida
k

V
V
V

V
V

V
V
V

Terdapatnya kesalahan atau kekeliruan


11 Apakah pernah terjadi kesalahan dan kekeliruan
. yang material dalam laporan keuangan?

Pelanggaran terhadap hukum atau peraturan


12 Apakah pernah terjadi pelanggaran hukum dan
. peraturan yang dilakukan klien atau pejabat klien?

Survei Pendahuluan

Halaman 14 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

G.

[Type text]

[Type text]

Transaksi dengan pihak yang terkait yang tidak


diungkapkan
13 Apakah ada transaksi material dengan pihak yang
. terkait yang belum diungkapkan dalam laporan
keuangan?

Kesimpulan penilaian integritas manajemen


Integritas manajemen klien cukup baik

IV.

PENILAIAN INDEPENDENSI KANTOR

Sesuai dengan standar umum kedua, auditor harus mempertahankan


independensi sikap mental dalam semua hal yang berhubungan dengan
perikatan. Berikut ini tolok ukur yang dapat dipakai untuk menilai
independensi KAP.
Ad
a
A

B.

Hubungan keuangan dengan klien


1. Apakah KAP mempunyai utang yang signifikan
kepada klien dengan persyaratan kredit yang
melampaui batas-batas kenormalan?
2. Apakah ada pemimpin atau staf KAP yang
mempunyai piutang atau utang kepada/dari klien?
Kedudukan dalam entitas klien
1. Apakah ada karyawan klien yang menjadi pegawai
pada KAP?
2. Apakah ada pemimpin atau staf KAP yang
mempunyai saham atau investasi lainnya pada
klien?
3. Apakah ada pemimpin atau staf KAP yang pada saat
ini bertindak sebagai penasihat klien?

C.

Keterlibatan dalam usaha yang tidak sesuai dan tidak


konsisten

D.

Pelaksanaan jasa lain untuk klien audit


1. Apakah ada jasa lainnya yang dilaksanakan oleh KAP
terhadap klien yang berpotensi konflik (misalnya
sebagai penasihat keuangan)?
2. Apakah ada penilaian unsur laporan keuangan yang
dilakukan oleh spesialis yang merupakan
perusahaan "asosiasi" KAP yang berpotensi konflik?

Tid
ak
V
V
V
V
V

Survei Pendahuluan

V
V
Halaman 15 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

E.

F.

G.

H.

[Type text]

Hubungan keluarga dan pribadi


1. Apakah pemimpin atau staf KAP mempunyai
hubungan famili (secara garis lurus satu tingkat)
atau personal dengan klien dan karyawan kunci?
Imbalan atas jasa professional
1. Apakah fee profesional untuk jasa audit dan jasa
lainnya yang dibayar oleh klien melampaui 10% total
pendapatan kantor?
2. Apakah fee profesional untuk jasa audit ini
tergantung dari hasil penugasan?
Penerimaan barang atau jasa dari klien
1. Apakah ada pemimpin atau staf KAP menerima
barang atau jasa dalam nilai yang relatif tinggi
dengan persyaratan yang menguntungkan dari
klien?
Pemberian barang atau jasa kepada klien
1. Apakah pemimpin atau staf KAP memberikan barang
atau jasa dalam nilai yang relatif tinggi dengan
persyaratan yang menguntungkan kepada klien?

[Type text]

V
V

Kesimpulan penilaian independensi kantor


Dalam melaksanakan penugasan audit ini independensi Kantor
akuntan Publik dapat dipertanggung jawabkan karena dalam
melakukan
tugas
tersebut
telah
sesuai
dengan standar
profesionalisme yang berlaku dan tidak ada hubungan istimewa
antara Kantor akuntan Publik dengan Klien.

Survei Pendahuluan

Halaman 16 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

[Type text]

V. LAIN-LAIN
a. Nama Manajer/Staf KAP yang mengintroduksi klien: Muhammad
Sholich.
b. Sumber referensi:

Jenis
Pendekatan pribadi
Klien lain
Pengacara/notaries
Bank
Agen asuransi
Lainnya ____________________

Nama Sumber
Muhammad Sholich

c. Prosedur-prosedur lainnya:
Oleh

Tangg
al

1) Memberi nomor klien


2) Menambahkan klien dalam daftar alamat
3) Mengirimkan surat ucapan terima kasih
atas referensi
4) Mencatat nama staf/pihak yang berhak
memperoleh referral fee, jika ada, di
bagian Administrasi

Diperiksa
oleh:

Tanggal : 16 februari 2016


Manajer

Survei Pendahuluan

Halaman 17 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

Survei Pendahuluan

[Type text]

[Type text]

Halaman 18 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

[Type text]

Lampiran 1
PENENTUAN SEBUAH ENTITAS TERMASUK KATEGORI BISNIS KECIL
Tujuan penentuan sebuah entitas sebagai bisnis kecil adalah untuk
membantu auditor dalam menilai risiko audit. Bisnis kecil biasanya tidak
mempunyai struktur pengendalian intern yang memadai sehingga tidak
memungkinkan auditor untuk menilai efektivitas pengendalian intern untuk
tujuan audit. Dengan demikian biasanya pendekatan audit untuk bisnis kecil
adalah pendekatan substantif. Auditor harus hati-hati dalam melihat risiko
audit dengan tidak adanya struktur pengendalian yang memadai.
Berikut ini kuesioner untuk menentukan apakah sebuah entitas termasuk
dalam kategori bisnis kecil atau tidak.
No

Pertanyaan

Ya

Td
k

NA

Koment
ar

1. Apakah pemilik dan anggota manajemen


hanya terdiri dari beberapa orang?
2. Apakah terdapat perangkapan beberapa
fungsi pengendalian utama?
3. Apakah perangkat lunak yang digunakan
untuk pembukuan masih sederhana?
4. Apakah jenis produk/jasa yang dihasilkan
perusahaan sedikit?
5. Apakah
volume
transaksi
penjualan
sedikit?
6. Apakah lokasi penjualan tidak di banyak
tempat?
7. Apakah perusahaan tidak di bawah
regulasi peraturan tertentu?
8. Apakah pertumbuhan usaha perusahaan
stabil?
9. Apakah tidak terdapat ekspansi yang
besar-besaran?
10. Apakah ekspektasi terhadap jasa auditor
hanya terbatas pada laporan auditor
independen?
11. Apakah prakiraan jam kerja audit tidak
melebihi 200 jam?
KESIMPULAN:
Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa klien adalah satu entitas yang
perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan perusahaan
yang melibatkan masarakat banyak sehingga hak-hak pegawai perlu
mendapat perhatian sesuai dengan SAK-ETAP yang berlaku.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka klien berikut ini:
Nama Klien
Jenis Penugasan
Survei Pendahuluan

: PT Bakrie Sumatera Plantation


: General Audit
Halaman 19 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

Tahun Buku / Periode

[Type text]

[Type text]

: 2015/ 31 Desember 2014

termasuk

tidak termasuk

dalam kategori bisnis kecil untuk tujuan audit.


*) Beri tanda pada kolom yang benar

Survei Pendahuluan

Halaman 20 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

[Type text]

Lampiran 2
KEMUNGKINAN BANTUAN KLIEN
Daftar berikut dapat dipakai untuk mengidentifikasi kemungkinan bantuan
yang bisa diberikan klien, terutama dalam penyediaan daftar-daftar
No

Transaksi

Ya

Tdk

Keterang
an

UMUM
1. Neraca percobaan (trial balance)
AKTIVA
2. Rincian kas dan bank
3. Rekonsiliasi setiap rekening bank
4. Daftar saldo dan analisa umur piutang pihak
ketiga
5. Daftar saldo dan analisa umur piutang
karyawan
6. Daftar saldo dan analisa umur piutang lainnya
7. Daftar saldo tagihan bruto
8. Daftar saldo pajak dibayar di muka
9. Daftar saldo biaya dibayar di muka
10 Daftar saldo uang muka dibayar
.
11 Daftar saldo persediaan, termasuk nilainya
.
12 Daftar saldo investasi
.
13 Daftar saldo aktiva tetap termasuk
. penambahan dan pengurangan pada tahun
berjalan dan penyusutannya
KEWAJIBAN
14 Daftar saldo utang usaha
.
15 Daftar saldo utang bank
.
16 Daftar saldo pemegang saham
.
17 Daftar saldo utang lainnya
.
18 Daftar saldo biaya yang masih harus dibayar
.
19 Daftar saldo utang bank dan lembaga
. keuangan lainnya
20 Daftar saldo pendapatan diterima di muka
.
21 Daftar saldo uang muka
.
22 Daftar saldo wesel bayar
.
23 Daftar saldo utang bank dan lembaga
. keuangan lainnya
Survei Pendahuluan

Halaman 21 dari 14

KAP HELIANTONO & REKAN [Type text]

[Type text]

[Type text]

24 Daftar tuntutan perusahaan atau tuntutan


. pihak III kepada perusahaan
EKUITAS
25 Modal saham
.
Laba ditahan

Survei Pendahuluan

Halaman 22 dari 14