Anda di halaman 1dari 27

HUMIDIFIKASI

Humidifikasi :
Proses perpindahan / penguapan air dari fasa cair
(A) ke dalam campuran gas yang terdiri dari
udara (B) dan uap air (A) karena ada kontak
antara cairan (A) (yang temperaturnya lebih
tinggi) dengan campuran.
Kebalikannya
Dehumidifikasi:
Proses perpindahan / pengembunan uap air dari
campuran uap air (A) dan Gas (B) ke dalam air
pada fasa cair (A) karena proses pendinginan
maupun kontak antara cairan (A) (yang
temperaturnya lebih rendah) dengan campuran.

TRANSFER MASSA
Fenomena Transfer
Proses Fisis :
1. Transfer Massa : destilasi, pengeringan,
ekstraksi, adsorbsi,
absorbsi, dll.
2. Transfer Panas : destilasi, pengeringan, dll.
3. Transfer Momentum : aliran fluida, filtrasi,
sedimentasi, dll.

Proses Kimia :
Reaksi kimia

TRANSFER MASSA
Transfer massa

Difusi

Contoh dalam kehidupan sehari-hari :


1. Pelarutan gula dalam air
2. Pengeringan dengan panas matahari (penjemuran)
3. Terjerapnya zat beracun / zat warna dalam arang
aktif
4. Penanganan limbah : penghilangan logam
berbahaya dalam
limbah cair
5. Pengambilan minyak nabati / atsiri (Ekstraksi)
6. Fermentasi : nutrisi dan oksigen untuk
pertumbuhan
mikroorganisme

TRANSFER MASSA

Humidifikasi

Dehumidifikasi

Transfer massa pada interface antara gas dan cairan


dimana gas sama sekali tidak larut dalam cairan.
Transfer massa terjadi apabila cairan dikontakkan
dengan gas (gas tidak larut dalam cairan)
Sistem : gas-cair
Yang khusus : udara-air psychrometric chart

TRANSFER MASSA
Transfer massa adalah gerakan molekul atau fluida
karena
ada gaya pendorong (Driving force).
Transfer massa : karena perbedaan konsentrasi
Transfer panas : karena perbedaan temperatur

Kecepatan perpindahan :
Gayapendorong Drivingforce

Tahanan
Re sis tan ce
Konsentrasi:
Konsentrasi massa ( C )
Konsentrasi molar : - fase cair (X)
- fase gas (Y)

TRANSFER MASSA
Transfer massa
Difusi molekuler :
transfer massa yang disebabkan oleh gerakan
molekuler secara acak dalam fluida diam atau fluida
yang mengalir
secara laminer.
Transfer massa (difusi) molekuler dalam fluida diam
atau aliran laminer mengikuti hukum Fick:
Contoh: difusi zat A dalam campuran biner (A + B)
sepanjang jarak Z
1
CA1
CB1
Z1

2
C A2
C B2
Z2

TRANSFER MASSA
Hukum Fick:

N A DAB

dC A C A

(N A NB )
dZ
C

NA : Fluks massa A =

massa A

(satuan waktu) (satuan luas)


=
mol A
(satuan waktu) (satuan luas)
NB : Fluks massa B
DAB : Koefisien difusi (Difusivitas)
CA : Konsentrasi A C : Konsentrasi total
CB : Konsentrasi B Z : Jarak transfer

TRANSFER MASSA
Difusi melalui media diam
Tabung berisi cairan murni A,
bagian atas tabung terbuka dan
kontak dengan udara yang bergerak.
P dan T konstan
Luas penampang tube S.
Kecepatan penguapan A ?

TRANSFER MASSA
Proses: A menguap dan berdifusi ke fase gas
sepanjang lintasan Z.
Pada lintasan ini, B tidak berdifusi
NB = 0
Penguapan A pada campuran biner (A + B)
Hukum Fick:
N A D AB

dC A C A

(N A NB )
dZ
C

N A D AB

NA

dC A C A

(N A )
dZ
C
CD AB dYA
1 YA dZ

KESETIMBANGAN UAP CAIRAN UNTUK ZAT MURNI


Tekanan uap suatu cairan
pada berbagai temperatur
TBDC.
Sepanjang TBDC, zat berupa
campuran fase cair & fase
uap.
T
Triple point
(campuran 3 fase padat, cair
& gas).
C
Critical point
(tidak dapat dibedakan fase
cair & fase uap, sifat cairan
identik dengan sifat uapnya:
; )

Tekanan Uap Cairan


Murni

KESETIMBANGAN UAP CAIRAN UNTUK ZAT MURNI

Apa maksudnya
Kurva ADE ?
Kurva ABF ?
Titik D & B
perubahan
fase
Titik E
fase uap
superheated
Panas laten ?
Panas sensibel ?

Kurva P H zat murni

CAMPURAN UAP GAS

Beda Uap dengan Gas ?


UAP: Kondisi uap relatif dekat dengan temperatur
kondensasi
GAS : Kondisi uap sangat supertheated

Campuran benzene (A) dengan nitrogen (B) pada


suhu 60oC dan tekanan 800 mmHg. Tekanan parsial
benzene 100 mmHg.
Berapa : - Absolute humidity ?
- Molal absolute humidity ?

CAMPURAN UAP GAS

Absolute humidity : Ys (rasio massa uap dengan


massa gas)
Molal absolute humidity : Ys (rasio mol uap
dengan mol gas)
yA pA
pA

'
s

y M
y M
A

p
P

M
p M

A
B

Campuran udara & uap air pd tekanan total 1 atm mempunyai


suhu 135oC & absolute humidity 0,03 lb H2O/ lb udara kering.
Plotkan pada grafik ?

Dry bulb temperatur:


Temperatur campuran uap-gas yang diukur oleh
termometer yang tercelup di dalam campuran
tersebut.
Relative saturasi (humidity): (dinyatakan sbg
persentase) H R 100 p A

As

'
Persen absolute humidity:
Y
Y

100

100

Hubungan HR dengan HP

'

HP

p
P p

As
A

HR

Dew point (titik embun)


Temperatur dimana campuran uap-gas yang
berhubungan dengan cairannya menjadi jenuh
karena didinginkan pada tekanan total yang tetap.
Sebagai contoh, campuran tak jenuh di titik F
didinginkan pada tekanan total konstan, lintasan
proses pendinginan mengikuti garis FG. Campuran
menjadi lebih jenuh ketika temperatur diturunkan
dan benar-benar jenuh pada tDP. Kalau temperatur
dikurangi di bawah tDP, uap akan mengkondensasi
menjadi cairan (misalnya hingga t 2).
Garis F1-G-H adalah garis pendinginan udara
lingkungan oleh AC

Humid volume (VH):


Volume campuran uap-gas (cuft) setiap 1 lb gas
kering yang berada dalam campuran tersebut
pada temperatur dan tekanan yang
bersangkutan.
Suatu campuran yang mempunyai absolute
humidity Y pada temperatur toF dan tekanan P
atm dan campuran dianggap sebagai gas ideal,
maka:

dengan satuan berbeda:


vH

1
MB

MY '

8315

1
MB

t G 273 1,013 10 5
22,41

273
Pt
Y'
MA

t G 273

Pt

Dimana : vH dalam m3/kg gas kering


tG dalam oC
Pt dalam N/m2
Pada keadaan jenuh, Y = Ys ; Pada keadaan kering, Y = 0
Untuk campuran tidak jenuh, vH bisa diinterpolasi antara nilai %
penjenuhan 0 hingga 100%

Humid heat (Cs):


Panas yang dibutuhkan untuk menaikkan
temperatur 1oF dari 1 lb gas dalam campurannya
pada tekanan tetap.
Untuk campuran dengan
absolute humidity Y,
'
CB Y C A
C
S
maka:

CA = panas jenis uap A murni, BTU/lb uap oF


CB = panas jenis gas B murni, BTU/lb uap oF

Sistem Udara-Air
Tabel Psychrometric untuk sistem udara (B) air (A) pada 1 atm (1,0133 x 10 5 Pa)
Dan data berikut ini : M A 18,02 kg/kmol H 2 O

M B 28,97 kg/kmol udara


Y'

YS '

0,622 p H 2O
1,0133 105 p H 2O
0,622 p H 2O
1,0133 10 p H 2O
5

kg H 2 O/kg udara
kg H 2 O/kg udara

vH

(0,00283 0,00456Y ' )(tG 273)

CS

campuran
1005 1884Y ' Joule
kg udara C

tO

0 C

m 3 Campuran
kg udara

O 2502300 J / kg
H

campuran
(1005 1884Y ' )tG 2502300Y ' Joule
kg udara

referensi : udara dan cairan H 2 O pada 0C


hO / k ' 950 Joule / kg .K

Sistem Udara-Air
M A 18,02 berat molekul H 2 O
M B 28,97 berat molekul udara kering
Y'
YS '

0,622 pH 2O
1 p H 2O
0,622 p H 2O
1 p H 2O

lb uap H 2 O/lb udara kering


lb uap H 2 O/lb udara kering pada keadaan jenuh

Campuran
vH (0,0252 0,04056Y ' )(t 460) lbcuftudara
kering

C S 0,24 0,45Y ' lb udaraBTU


kering F
tO

32 F

BTU
H ' (0,24 0,45Y ' )(t 32) 1.075,2Y ' lb udara
kering

Contoh soal: 1

Campuran udara (B) dan uap air (A) pada tekanan tetap
1 atm , dry bulb temperature 90 oF mempunyai absolute
humidity
0,018 lb H2O/lb udara kering. Tentukan:
a. Dew point (Tdp)
b. Persen humidity (Hp)
c. Molal absolut e humidity (Y)
d. Tekanan parsial uap air (pA)
e. Relative humidity (HR)
f. Humid volume (VH)
g. Humid heat (Cs)
h. Enthalpy (H)
i. Wet bulb temperature (Tw)
PELAJARI DIKTAT HUMIDIFIKASI (Bambang Pramudono
UNDIP)

Contoh soal: 2
Dari soal (1), apabila 100 cuft campuran tersebut
dipanaskan sampai 150oF, hitung panas yang
dibutuhkan.
Contoh soal: 3
Dari soal (1), apabila campuran tersebut
didinginkan sampai 60oF, hitung berat air yang
mengembun.
Contoh soal: 4
Campuran udara (B) dan uap air (A) pada tekanan
total 1 atm dan temperatur 131oF mempunyai
absolute humidity sebesar 0,03 kg uap air/kg udara
kering, hitung: Tdp, HP, Y, pA, HR, VH, CS, H, TW