Anda di halaman 1dari 3

menyatakannya secara tertulis atau membubuhkan

RESEP

tanda tangan yang lazim di atas resep)

PENGERTIAN RESEP

5. Apabila apoteker menganggap pada resep terdapat

Permintaan tertulis (elektronik/paper) dari dokter,

kekeliruan yang berbahaya dan tidak dapat

dokter gigi, dokter hewan kepada apoteker untuk

menghubungi dokter penulis resep, penyerahan

menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien

obat dapat ditunda.

sesuai PP yang berlaku.

6. Resep dokter hewan hanya ditujukan untuk

Kep. menkes RI No. 1027/Menkes /SK/IX/2004


dan Permenkes No. 35 tahun 2014 tentang Standar

7. Dokter gigi diberi izin untuk menulis segala


macam obat dengan cara parenteral (injeksi) atau

Pelayanan Kefarmasian di Apotek

cara-cara pemakaian lain, khusus untuk mengobati

BAGIAN-BAGIAN RESEP
1. Nama, alamat dan nomor izin praktek dokter,

penyakit gigi dan mulut.


8. Untuk penderita yang memerlukan pengobatan

dokter gigi, atau dokter hewan.


2. Tanggal

penggunaan pada hewan.

penulisan

resep

segera,

dokter

dapat

memberikan

tanda

cito/statim/urgent (segera), P I M/periculum in

(superscriptio/inscriptio)
3. Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan

mora (berbahaya bila ditunda) pada bagian

resep, nama setiap obat atau komposisi obat

kanan atas resep, dan harus didahulukan dalam

(invocatio/inscriptio)

pelayanannya.

4. Aturan

pemakaian

obat

yang

tertulis

dapat meringankan harga obat atau bila dapat

(signatura)

diberi gratis.

5. Paraf dokter penulis resep (subscriptio)


6. Jenis

hewan

9. Resep p.p /pro paupere dimaksud agar apotek

dan

nama

serta

alamat

10. Pada resep asli yang diberi tanda n.i/ne iteratur


(tidak boleh diulang), maka apotek tidak boleh

pemiliknya untuk resep dokter hewan


7. Tanda seru atau paraf dokter untuk resep yang

mengulangi penyerahan obat atas resep yang sama

mengandung obat yang jumlahnya melebihi

RESEP YANG MENGANDUNG NARKOTIKA :


1. harus ditulis tersendiri

dosis.

2. tidak boleh ada iterasi (ulangan)

KETENTUAN RESEP

3. dituliskan nama pasien, tidak boleh m.i/mihi ipsi

1. Resep harus ditulis dengan jelas dan lengkap.


2. Apabila resep tidak dapat dibaca dengan jelas atau

atau u.p/usus propius (untuk pemakaian sendiri)

tidak lengkap, apoteker wajib menanyakan kepada

4. alamat pasien ditulis dengan jelas

penulis resep.

5. aturan pakai (signa) ditulis dengan jelas, tidak

3. Apabila apoteker menganggap bahwa dalam resep


terdapat kekeliruan atau penulisan resep yang

boleh ditulis s.u.c /signa usus cognitus (sudah tahu


aturan pakai)

tidak tepat, apoteker harus memberitahukan

PELAYANAN APOTEK TERHADAP RESEP

kepada dokter penulis resep.

1. Apotek wajib melayani resep dari dokter,

4. Apabila

dokter

penulis

resep

tetap

dokter gigi, dan dokter hewan.

pada

pendiriannya, tanggung jawab sepenuhnya dipikul2.

Pelayanan resep sepenuhnya atas tanggung jawab

oleh dokter yang bersangkutan (dokter wajib

APA.

3.

Apoteker wajib melayani resep sesuai dengan

c. Nama

tanggung jawab dan keahlian profesinya yang


4.
5.

dan

nomor

Surat

izin

pengelolaan apotek

dilandasi pada kepentingan masyarakat.

d. Tanda tangan atau paraf APA

Apoteker tidak diizinkan mengganti obat generik

e. Tanda det atau detur untuk obat yang

yang ditulis di dalam resep dengan obat paten.

sudah diserahkan; tanda nedet atau

Bila pasien tidak mampu menebus obat yang tertulis

nedetur

di dalam resep, apoteker wajib berkonsultasi dengan

diserahkan

dokter untuk pemilihan obat yang lebih tepat.

untuk

obat

yang

belum

f. Nomor resep dan tanggal peresepan

PP 51 TAHUN 2009: (PASAL 24)

ALASAN DIBUAT SALINAN RESEP

Dalam melakukan Pekerjaan Kefarmasian pada


Fasilitas Pelayanan Kefarmasian, Apoteker dapat:
1. mengangkat seorang Apoteker pendamping
yang memiliki SIPA

1. Resep baru dilayani sebagian


2. Permintaan dokter penulis resep iter
3. Permintaan

pasien

klaim

asuransi;

pencatatan

2. mengganti obat merek dagang dengan obat

4. Penulisan tanda Iter (Itteretur/ harap diulang)

generik yang sama komponen aktifnya atau

dan N.I. (Ne Iterretur/tidak boleh diulang)

obat merek dagang lain atas persetujuan

dokter dan/atau pasien; dan

di sebelah kiri atas dari resep untuk


seluruh resep yang diulang

3. menyerahkan obat keras, narkotika dan

di bawah setiap resep yang diulang ,

psikotropika kepada masyarakat atas resep

bila tidak semua resep, maka ditulis

dari dokter sesuai dengan ketentuan peraturan

Contoh : itter 2x

perundang-undangan.

5. Salinan resep harus ditandatangani oleh APA

PELAYANAN APOTEK
1. Apotek

dapat

melakukan

(bila tidak ada dilakukan oleh apoteker


pembuatan,

pendamping,

asisten

apoteker

kepala,

pengubahan bentuk, peracikan obat dan bahan

apoteker supervisor atau apoteker pengganti

obat untuk pelayanan resep dokter, dokter gigi

dengan mencantumkan nama terang dan

dan dokter hewan atau pelayanan lain sesuai

status yang bersangkutan).

dengan peraturan yang berlaku, sedangkan

6. Resep/salinan resep harus dirahasiakan.

untuk pelayanan langsung tanpa resep khusus

7. Resep/salinan resep hanya boleh diperlihatkan

untuk obat bebas dan bebas terbatas

kepada dokter penulis resep atau yang

SALINAN RESEP

merawat

1. Salinan resep adalah salinan tertulis dari suatu


resep yang dibuat oleh apotek.
apograph, Exemplum, Afschrift.

yang

bersangkutan, petugas kesehatan atau petugas


perundang-undangan yang berlaku.
SALINAN RESEP NARKOTIKA

3. Salinan resep memuat :


keterangan

penderita

lain yang berwenang menurut peraturan

2. Istilah lain dari salinan resep : kopi resep,

a. Semua

penderita,

1. Apotek dilarang melayani salinan resep yang


yang

dalam resep asli


b. Nama dan alamat apotek

terdapat

mengandung

narkotika,

walaupun

resep

tersebut baru dilayani sebagian atau belum


dilayani

sama

sekali

(untuk

mencegah

kemungkinan penyalahgunaan blanko-blanko

kebutuhan obat tertentu untuk pasien dengan

salinan resep).

menggunakan lembaran permintaan obat.

2. Untuk resep narkotika yang baru dilayani


sebagian atau belum dilayani sama sekali,

BAHASA DALAM RESEP


1. Tujuan : mampu berkomunikasi dengan

apotek boleh membuat salinan resep tetapi

apoteker menggunakan resep dengan sarana:

salinan resep tersebut hanya boleh dilayani di

Bahasa latin

apotek yang menyimpan resep aslinya.

Bahasa mati, kepastian arti, bahasa

3. Salinan resep dari resep narkotika dengan

dunia kedokteran

tulisan iter tidak boleh dilayani sama sekali

contoh

(dokter tidak boleh menuliskan iter untuk

S.u.s signa usus notus = tahu pakai

S.u.c signa usus cognitus = tahu pakai

p.r.n pro renatera = jika perlu

PENYIMPANAN RESEP DAN SALINAN RESEP

Cit-o cito = segera

1. Resep yang telah dikerjakan diatur menurut

Col.Or Collutio oris = kumur kumur

tanggal dan nomor urut penerimaan resep dan

Lit.Or litus oris = cairan untuk dioleskan di

resep yang mengandung narkotika)


4. Resep dari luar propinsi harus mendapat
persetujuan dari dokter setempat.

mulut

harus disimpan minimal lima tahun.

S.m signa mane = tandai pagi

S.v signa vespere = tandai sore

S.n signa nocte = tandai malam

a.c ante coenam = sebelum makan

p.c post coenam = setelah makan

petugas apotek, dan harus dibuat berita acara

ad adde = tambahkan

pemusnahan.

haust haustus = sekali minum

.f.l.a : misce fac lege artis : buat menurut seni

2. Resep yang mengandung narkotika harus


dipisahkan dari resep lainnya.
3. Resep yang telah disimpan lebih dari lima
tahun dapat dimusnahkan dengan cara dibakar
atau dengan cara lain yang memadai oleh
APA bersama sekurang-kurangnya seorang

PERMASALAHAN TERKAIT DENGAN RESEP

meracik obat)

DI APOTEK (PELAYANAN RESEP OLEH


BIDAN)
Menurut
(Registrasi

dan

Kepmenkes
praktek

No.900

bidan),

gtt : guttae : tetes

th

2000

s. n. s : si necesse sit : bila perlu

bidan

boleh

si. op. sit : si opus sit : bila perlu

N. I : Ne iteretur : tidak boleh diulang

menuliskan permintaan kepada apoteker tentang