Anda di halaman 1dari 21

Laporan Praktikum

Laboratorium Teknik Material


Modul A Wire Drawing
Oleh :
Nama

: Surya Eko Sulistiawan

NIM

: 13713054

Kelompok

: 12

Anggota (NIM)

: Beta salman ghifari (13712011)


Darmawan muhaimin (13713001)
Retandiah Puteri U (13713008)
Gatot Wibisono (13713019)
Rilwanu Lukman A. (13713022)

Tanggal Praktikum

: 13 November 2015

Tanggal Penyerahan Laporan

: 18 November 2015

Nama Asisten (NIM)

: M. Fadhil P. (13711038)

Laboratorium Metalurgi dan Teknik Material


Program Studi Teknik Material
Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara
Institut Teknologi Bandung
2015

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Material logam dan paduan banyak dijumpai dan digunakan pada industry
alat-alat berat, kontruksi, dan industry manufaktur. Para pelaku industri tersebut
memanfaatkan sifat-sifat logam dan paduannya sebagai bagian yang tak
terpisahkan dalam system pengoperasian industry mereka.
Untuk memperoleh sifat dan bentuk logam yang diinginkan, maka
dilakukanlah proses forming. Salah satu jenis proses forming adalah Wire
Drawing. Umumnya wire drawing ini digunakan untuk memperkecil penampang
dengan bantuan dies sehingga dimensi akhir dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
1.2 Tujuan Praktikum
1. Menentukan energy total proses wire drawing berdasarkan percobaan maupun
perhitungan
2. Menentukan kurva perbandingan energy total terhadap reduksi berdasarkan
percobaan dan perhitungan

BAB II
TEORI DASAR
Proses pembentukan logam dapat diklasifikasikan menjadi metal removal
process dan plastic deformation process. Jenis metal removal process antara lain yaitu
proses pembubutan. Sedangkan plastic deformation process terdiri dari direct
compression, indirect compression, tension, bending, dan shearing.
Direct compression merupakan
gaya tekan yang dilakukan tegak lurus
terhadap

permukaan specimen yang

ditekan dan gaya yang timbul hanya


satu gaya, yaitu gaya tekan itu sendiri.
Contohnya yaitu proses rolling dan forging.
Sedangkan

indirect

Gambar 2.1 Direct compression

compression

merupakan gaya tekan yang dilakukan


terhadap specimen namun ada dua gaya
yang timbul,

yaitu gaya primer dan

sekunder. Gaya primer ini merupakan gaya

Gambar 2.2 Indirect compression

yang diberikan sedangkan gaya sekunder merupakan gaya untuk mendeformasi


specimen tersebut. Contohnya yaitu wire drawing dan ekstrusi.
Wire drawing adalah proses pembentukan logam dengan cara mereduksi
penampang pada ukuran tertentu. Wire drawing merupakan kombinasi proses
penarikan dan penekanan dimana gaya primernya berupa penarikan dan diikuti gaya
penekanan yang diberikan oleh dies. Akibat adanya gaya penekanan melalui die,
material mampu dideformasi plastis menggunakan tegangan yang lebih kecil dari
tegangan alir material. Skema dies dan bagian-bagiannya ditunjukan sebagai berikut :
Bagian-bagian pada dies :

Approach angle merupakan tempat terjadinya


reduksi benda kerja
Bell adalah daerah masuk pada die (entrance of
die) dimana pada daerah ini kawat bertemu
dengan pelumas saat memasuki dies. Pelumas
berfungsi agar tekanan dapat dapat dikerjakan ke
segala arah selain untuk mengurangi gaya gesek.
Bearing

adalah

daerah

pada

dies

tempat

terjadinya gaya gesekan antara dies dan benda Gambar 2.3 Skema dies
kerja
Back relief adalah tempat dimana terjadinya sedikit ekspansi kawat ketika
kawat meninggalkan dies. Ekspansi ini timbul karena ada fenomena elastic
recovery. Elastic recovery merupakan deformasi nonpermanent yang direcovery
saat pembebasan tegangan mekanik.
Steel casing adalah tempat pelekat carbide nib.
Carbide Nib adalah daerah proses pembentukan kawat dimana carbide ini
bersifat ulet.
Pada proses wire drawing ini terdapat 3 energi yang bekerja, yaitu useful
(homogeneous) work (Up), friction work (Uf),
dan

redundant

merupakan

work

energi

(Ur).

yang

Useful

work

diperlukan

untuk

mereduksi luas penampang. Friction work


merupakan

energi

yang

diperlukan

untuk

mengatasi gaya gesek. Sedangkan redundant


work merupakan energi yang diperlukan untuk
mengubah arah aliran material.
Gambar 2.4 Kurva energy vs

Akibat adanya tiga energi tersebut, maka


komponen tegangan pada sumbu-x menjadi : xo = o
ln

+ o

ln

+ o tan dimana Utotal ( xo )=

Up + Uf + Ur.
Pada proses wire drawing ini, terdapat beberapa
parameter yang mempengaruhi keberhasilan produk
hasil wire drawing, antara lain yaitu :
1. Material kawat : material kawat mempengaruhi
kemudahan kawat untuk di deformasi.

Gambar 2.4 Energi pada wire drawing

2. Geometri dies : bentuk dies dan sudut dies akan mempengaruhi energy total yang
dibutuhkan.
3. Kontak antara kawat dengan dies : kontak berpengaruh kepada gaya gesek yang
terjadi antara dies dengan kawat.
4. Spesifikasi produk yang dihasilkan : setiap jenis produk yang dihasilkan
memerlukan spesifikasi kawat masing- masing dan ukuran dies tertentu yang
digunakan
5. Kecepatan penarikan : semakin cepat penarikan maka energy penarikan yang
dibutuhkan lebih besar dan kawat mudah putus sedangkan jika lambat maka
kawat mudah berhenti.
6. Temperatur penarikan : semakin tinggi temperatur maka kawat akan mudah
direduksi.
State of stress proses wire drawing ini
jika

dikonversi ke

lingkaran

mohr

dan

dibandingkan dengan proses uji tarik maka


tegangan geser maksimum pada wire drawing
lebih besar karena ada factor gaya gesek.
Gambar 2.5 Lingkaran mohr wire drawing
dan uji tarik

Pelumas yang dapat digunakan pada proses wire drawing antara lain pelumas
padat (logam+Cu), pelumas kering (sabun), dan pelumas basah (oli,minyak).
Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya redundant work antara lain
approach angle, reduksi penarikan, dan flow stress. Semakin tinggi approach angle
maka rendundant work akan semakin besar karena gaya gesek akan semakin kecil
namun energy yang diperlukan untuk mengubah arah aliran material semakin besar.
Semakin besar reduksi maka redundant work akan semakin kecil berdasarkan
persamaan 19-15 (Dieter). Sedangkan pengaruh flow stress terutama harga K dan n
akan mempengaruhi gaya deformasi dan redundant work.
Patenting merupakan proses heat treatment yang dilakukan pada kawat setelah
proses penarikan untuk mengembalikan keuletan kawat. Pada proses ini kawat
dipanaskan pada teperatur austenisasinya dan didinginkan dengan laju yang dikontrol
untuk mendapatkan perlit halus.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Menyiapkan 1 spesimen kawat baja ST37

Mengukur diameter awal kawat

Menyiapkan mesin penarik kawat dan menentukan besarnya reduksi

Mengerol diameter salah satu ujung kawat hingga lebih kecil dari diameter dies

Memasang kawat pada mesin dan melakukan penarikan tanpa pelumas pada seri 1

Mengerol diameter salah satu ujung kawat hingga lebih kecil dari diameter dies
Memasang kawat pada mesin dan melakukan penarikan dengan pelumas 3 kali
pada 3 tahap reduksi.

BAB IV
DATA PENGAMATAN
4.1

Data Pengamatan

4.1.1 Penarikan Kawat Tanpa Pelumas


Tahap
1

Do (mm)
Do,rata-rata (mm)
4,8
4,816666667
4,8
4,85

Df (mm)
Df, rata-rata (mm) Voltase (V)
4,4
4,4
1,94
4,4
4,4

4.1.2 Penarikan Kawat Dengan Pelumas


Tahap
1

Do (mm)
Do,rata-rata (mm)
4,8
4,816667
4,8
4,85
4,4
4,4
4,4
4,4
3,95
3,933333
3,95
3,9

Df (mm)
Df, rata-rata (mm)
4,4
4,4
4,4
4,4
3,95
3,933333
3,95
3,9
3,55
3,55
3,55
3,55

Voltase (V)
2,08

2,37

1,58

4.1.3 Data-Data Lainnya


1 V = 1834 N

= 7o

= 0,1

Untuk material ST-37 ekuivalen baja karbon rendah (C=0,17%),


K = 600 MPa

n = 0,21

Sumber: W. D. Callister, Material Science and Engineering An Introduction,


McGraw Hill, MA, Hal.

4.2

Pengolahan Data

4.2.1 Persamaan Yang Digunakan


1.

Regangan Rata-Rata Per Tahap


k,i = 2

2.

; m,i =

; m =

Tegangan Teoritis
k,i = K.(m,i)n

3.

Tegangan Terukur
Secara pengukuran, konversi voltase menjadi gaya, 1 V = 1834 N,
tinggal disesuaikan besar voltase di data yang diperoleh.
k,i = F/Areduksi ,i
Areduksi = .(Dmasuk /2)2

4.

Menentukan Energi Ideal/Deformasi Plastis (Up )


Up =

5.

Menentukan Energi Friksi (Uf)


Uf =

6.

Menentukan Energi Redundant (Ur)


Ur =

7.

Menentukan Energi Total Penarikan (UT )


UT = Up + Uf + Ur

8.

Menentukan Efisiensi Penarikan ()

9.

Menentukan Persentase Reduksi

% Reduksi =

4.2.2

Penarikan Kawat Data Pengukuran

1.

Tanpa Pelumas

Tahap

Do,rata-rata
(mm)

Df ,rata-rata
(mm)

k
(MPa)

Up
(MPa)

Uf
(MPa)

Ur
(MPa)

UT
(MPa)

(% )

4,81666667

4,4

0,1809552

0,09048

362,2637

32,7767

13,5485

29,6536

75,97883

43,1393

2.
Tahap

Dengan Pelumas

Df ,rata-

Do,rata-rata
(mm)

rata

(mm)

4,81666667

4,4

0,1809552

0,09048

4,4

3,93333

0,2242346

0,20259

3,93333333

3,55

0,2050793

0,21466

Tahap

m,
keseluruhan

0,169243

4.2.3

Penarikan Kawat Data Pengujian

1.

Tanpa Pelumas

Do,rata-rata
(mm)
4,81666667

Df ,ratarata

(mm)
4,4

k
(MPa)

Up
(MPa)

Uf
(MPa)

Ur
(MPa)

UT
(MPa)

(% )

362,264

32,7767

13,5485

29,6536

75,9788

43,13932

429,085

48,1078

19,8857

35,12333

103,117

46,65371

434,328

44,5358

18,4092

35,5525

98,4975

45,21518

Voltase
(V)

F (N)

A (mm2 )

k
(MPa)

Up
(MPa)

Uf
(MPa)

Ur
(MPa)

UT
(MPa)

(% )

1,94

3557,96

18,22146

195,262

17,6668

7,30271

15,98345

40,953

43,13932

2.
Tahap

Do,rata-rata
(mm)

Dengan Pelumas
Df ,ratarata

(mm)

Voltase
(V)

F (N)

A (mm2 )

k
(MPa)

Up
(MPa)

Uf
(MPa)

Ur
(MPa)

UT
(MPa)

(% )

4,81666667

4,4

2,08

3814,72

18,22146

209,353

18,9418

7,82971

17,13689

43,9084

43,13932

4,4

3,93333

2,37

4346,58

15,20531

285,859

32,0498

13,248

23,39941

68,6972

46,65371

3,93333333

3,55

1,58

2897,72

12,15098

238,476

24,4533

10,1079

19,5208

54,082

45,21518

4.2.4

Persentase Reduksi

Ao = . (4,8167/2)2 = 18,221456 mm2


Tahap
1
2
3

4.2.5

Af (mm2 )
15,20531
12,15098
9,89798

% Reduksi
16,5527233
20.087
18.5417

Grafik Energi Total Terhadap Persentase Reduksi

120
100
80

pengukuran

60

pengujian

40
20
0

15

20

25

120
100
80
perhitungan

60

pengukuran

40
20
0

4.3

Struktur Mikro

Reduksi 0%

Reduksi 12%

Reduksi 22%

Reduksi 34%

Reduksi 40%

Reduksi 46% setelah


diannealing

Reduksi 46%

BAB V
ANALISIS DATA
Pada praktikum wire drawing ini, kawat direduksi dengan ukuran tertentu
melalui dies. Batas reduksi penampang sebesar 30-35% atau r = reduksi area = 1
(D2 /D1 )2 berdasarkan ultimate tensile strengthnya. Jika reduksinya berlebih maka bisa
terjadi kerusakan dimensi sehingga perlu dilakukan perlakuan khusus sebelum diwire
drawing. Kawat tersebut dapat terdeformasi plastis karena adanya gaya tarik dan
tekan pada proses wire drawing. Sebelumnya, ujung kawat dirolling terlebih dahulu
agar dapat masuk ke dies.
Pada proses wire drawing ini diperoleh data diameter awal, diameter akhir, dan
voltase. Dari data tersebut kemudian diolah untuk memperoleh besarnya energy total
dan efisiensi pada proses wire drawing.
Dari hasil pengolahan data secara umum terlihat bahwa energy total tanpa
pelumas lebih kecil daripada yang disertai pelumas. Seharusnya jika tanpa pelumas,
energy totalnya akan jauh lebih besar karena adanya energy friksi yang besar untuk
mengatasi gaya gesek yang besar akibat tidak adanya pelumas.
Dilihat pada energy total yang disertai pelumas, mula-mula energy totalya naik
kemudian turun. Hal ini mungkin disebabkan specimen yang telah diwire drawing
sebelumnya telah mengalami strain hardening sehingga memerlukan energy yang
lebih besar untuk mereduksi. Kemudian setelah diwire drawing selanjutnya energy
total menurun. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya kenaikan temperatur
sehingga memerlukan energy yang lebih sedikit.
Adanya perubahan naik turunnya energy total selama proses wire drawing ini
sangat dipengaruhi oleh parameter-parameter seperti temperatur, kecepatan, dan
kontak antara dies dengan specimen.

Secara umum, grafik energy total terhadap reduksi berdasarkan perhitungan


lebih tinggi daripada pengujian. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya kesalahankesalahan selama pengujian maupun asumsi yang digunakan. Kesalahan-kesalahan
tersebut antara lain ketidakakuratan selama pengambilan data, asumsi kecepatan yang
digunakan sama, mengabaikan pengaruh temperatur, dan harga n dan K yang dipakai
pada perhitungan merupakan harga ideal bukan harga dari specimen itu sendiri.
Meskipun pada proses ini kawat akhir tidak terjadi cacat, tetapi bisa saja terjadi
cacat seperti kawat putus saat diwire drawing dan kawat berhenti dijalan. Hal ini
sangat dipengaruhi oleh kesesuaian dan ketepatan dalam menentukan besarnya
parameter-parameter pada proses wire drawing.
Ditinjau dari struktur mikronya, kawat yang telah mengalami proses wire
drawing butir-butirnya berubah dari yang awalnya bulat menjadi elongated. Hal ini
disebabkan oleh adanya reduksi penampang kawat ketika memasuki dies. Untuk
menghindari retak dan patah, maka specimen diannealing pada reduksi 46% untuk
mengembalikan ukuran butir dan keuletannya.

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Harga energy total wire drawing tanpa pelumas berdasarkan perhitungan
sebesar 75.978 MPa dan percobaan sebesar 40.953 MPa. Sedangkan jika
disertai pelumas, energy total berdasarkan perhitungan untuk tahap 1-3
sebesar 75.978, 103.117, 98.497 MPa dan percobaan untuk tahap 1-3 sebesar
43.908, 68.697, 54.082 MPa.
2. Perbandingan kurva energy total terhadap reduksi berdasarkan percobaan dan
perhitungan sebagai berikut :
120
100

80
pengukuran

60

pengujian

40
20
0
15

20

25

5.2 Saran
Perlu pengujian puntir agar mendapatkan data yang lebih akurat

DAFTAR PUSTAKA
1. Dieter, G.E. Mechanical Metallurgy 2th edition. Mcg raw-hill, New York. 1986.
2. Callister, William D. Materials and Science Engineering An Introduction 6th
edition. John Willey & Sons, Inc. 2003.
3. Kalpakjian,S & Schmid, S. Manufacturing Engineering and Technology 6th
edition. Pearson. 2009.
LAMPIRAN
Pertanyaan Setelah Praktikum
1. Jelaskan arti fisik atau pengertian tentang kriteria luluh baik menurut tresca
maupun von mises!
2. Apakah parameter-parameter proses wire drawing berpengaruh terhadap data
yang anda dapatkan? Jelaskan
3. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan hydrostatic pressure. Apakah efeknya
terhadap material?
4. Apa yang dimaksud dengan redundant work dan apa pengaruh redundant work
terhadap gaya yang dibutuhkan selama deformasi, serta bagaimana cara
membedakan deformasi hasil energy deformasi ideal dengan redundant work!
5. Apakah terdapat perbedaan antara

energy pengukuran dengan energy

perhitungan? Jika terdapat perbedaan, silahkan jelaskan sesuai dengan analisis


anda.
6. Mengapa pada wire drawing kita bisa mendeformasi plastis material walaupun
tegangan yang terjadi lebih kecil dari tegangan alir material? Jelaskan dengan
menggunakan diagram mohr.
Jawab :
1. Teori Tegangan Geser Maksimum, atau Tresca berisi bahwa luluh akan terjadi
pada saat tegangan geser maksimum (terbesar) mencapai nilai kritisnya. Criteria

luluh tresca tidak semata-mata tergantung pada nilai tegangan normal, tetapi
tergantung pada tegangan geser maksimum yang dihasilkan oleh suatu system
tegangan tertentu
Pada kriteria von mises, luluh akan terjadi pada saat energi distorsi atau energi
regangan geser dari material mencapai suatu nilai kritis tertentu. Secara sederhana
dapat dikatakan bahwa energi distorsi adalah bagian dari energi regangan total per
unit volume yang terlibat di dalam perubahan bentuk. Bagian lain adalah bagian
yang berhubungan dengan perubahan volume.
2. Parameter yang berpengaruh pada praktikum kali ini antara lain kontak,
kecepatan, dan temperatur. Besar kecilnya kontak akan berpengaruh terhadap
energy total selama proses wire drawing, kecepatan yang berbeda-beda juga turut
mempengaruhi energy, dan temperatur specimen akan naik setelah diwire
drawing sehingga jika langsung diwire drawing lagi harga energynya akan
berbeda.
3. Tekanan hidrostatik mengacu pada tekanan yang diberikan cairan dalam ruang
tertutup. Pengaruhnya terhadap material ialah sedikitnya kontak langsung antara
specimen dengan die sehingga konversi energy ke panas sedikit (friction work
sedikit).
4. Redundant work adalah energy untuk mengubah arah aliran material. Redundant
work akan memperbesar gaya yang dibutuhkan untuk penarikan kawat.
Redundant work ditentukan dengan perbandingan regangan yang diperkuat
berkaitan dengan tegangan luluh logam yang dideformasi secara homogen untuk
suatu regangan terhadap regangan sebenarnya
5. Ada perbedaan, penjelasannya ada di bab analisis
6. X positif merupakan tegangan tarik dan X negative
merupakan tegangan tekan. Kedua tegangan ini akan
mencapai
material

tegangan

gesernya

terdeformasi plastis

tegangan alirnya.

dan

menyebabkan

walaupun

dibawah

Tugas Setelah Praktikum


1. Buatlah kurva energy pembentukan terhadap persen reduksi. Berikan analisis anda
terhadap kurva tersebut
2. Buatlah kurva tegangan pembentukan terhadap tahap reduksi. Berikan analisis
anda terhadap kurva tersebut
3. Turunkan persamaa untuk mendapatkan draw stress
4. Apakah material memiliki batas reduksi penampang? Tunjukkan persamaannya
bila ada
5. Identifikasi cacat yang terjadi pada proses wire drawing. Adakah pengaruh
material kawat terhadap probabilitas cacat terjadi
6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan patenting. Mengapa patenting perlu dilakukan
sebelum kita hendak menarik kawat pada baja karbon tinggi
Jawab
1. Sudah ada di pengolahan data dan analisis
2. Sudah ada di pengolahan data dan analisis
3.

Tekanan eksternal p akibat kontak dengan dies, dan tegangan penarikan kawat xa
menimbulkan tegangan internal dalam komponen x dan y. Kesetimbangan gaya yang
bekerja pada sumbu x adalah :
x dh + h dx + 2p tan dx + 2 p dx = 0

Diasumsikan tidak ada gesekan, maka :


x dh + h dx + 2p tan dx = 0
Dari geometri diketahui dh = 2 dx tan , jika disubsitusikan menjadi :
x dh + h dx + p dh = 0
Pada arah sumbu y, kesetimbangan gaya yang bekerja adalah :
y dx w + p cos (

)=0

y = -p
Dengan begitu maka nilai principal stress arah sumbu x dan y sudah diketahui.
Asumsikan penarikan terjadi pada kondisi plane strain, maka :
1 3 =

0 = 0

x + p = 0 atau p = 0 x
Sehingga kesetimbangan gaya di arah subu x menjadi :
o dh + h d0 = 0
= Kemudian setelah diintegralkan :
= - ln h + C
Masukkan kondisi batas pada arah masuk slab; x=b, h = hb, dan x = 0. Kemudian
diperoleh C = ln hb, sehingga rumus penarikan kawat menjadi :
x = 0 ln(hb /h)

Pada arah keluar kawat x = a, maka tegangan penarikan kawat yang diaplikasikan
adalah :
x = 0 ln(hb /ha) = 0 ln(Ab /Aa)
4. Sudah ada di analisis
5. Selain cacat yang sudah dibahas di analisis, ada juga cacat seperti permukaan tidak
rata akibat adanya gesekan material dengan dies serta center defect akibat
redundant work.
6. Patenting adalah cara perlakuan panas pada kawat baja karbon tinggi sebelum
proses penarikan. Tujuannya agar kawat menjadi lunak dan semakin mudah untuk
ditarik.