Anda di halaman 1dari 82

BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasional
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik
memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi
manusia yang beriman dan betakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis
serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut
pengembangan

kompetensi

peserta

didik

disesuaikan

dengan

potensi,

perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan


lingkungan.
Kurikulum SDN Kaliwining 04 Rambipuji disusun dengan mengacu pada
Standar Isi dan (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

yang telah

ditetapkan oleh pemerintah untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan


nasional. Penyusunan KTSP berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan
Standar Nasional Pendidikan Pendidikan (BSNP) dan ketentuan lain yang
menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005.
Penyusunan KTSP sangat diperlukan untuk mengakomodasi semua
potensi yang ada di daerah dan untuk meningkatkan kualitas satuan pendidikan
dalam bidang akademis maupun non akademis, memelihara budaya daerah,
mengikuti perkembangan iptek yang dilandasi iman dan takwa.
Sesuai dengan pemikiran tersebut di atas SD Negeri Kaliwining 04
Rambipuji berusaha menyusun kurikulum pengembangan yang semaksimal
mungkin dapat menampung semua potensi stakeholders di SD Negeri Kaliwining
04 Rambipuji..

Pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan tetap

mengacu pada Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang standar isi, dan
Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan, yang
menuntut setiap sekolah melakukan pengembangan kurikulum tingkat satuan
pendidikan. Pengembangan kurikulum meliputi standar kompetensi, tujuan,
KTSP, silabus, RPP dan bahan ajar yang berkualitas.
Pendidikan

dasar merupakan bagian penting dalam kurikulum tingkat

satuan pendidikan, selain juga mengajarkan budaya lokal agar wawasannya tidak
hanya keilmuan, tetapi juga manusia dan budayanya.
1

Hal ini penting untuk menunjang dalam persaingan dan berkolaborasi secara
global dengan bangsa-bangsa lain di dunia, dimana sangat penting bisa memahami
manusia dan budaya berbangsa.

1. Latar Belakang
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan salah satu wujud upaya
peningkatan mutu pendidikan pada sekolah dasar, yang keberadaannya sesuai
amanat Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
Penyelenggaraan kurikulum tingkat satuan pendidikan didasari oleh tuntutan
kebutuhan pembangunan bangsa di masa yang akan datang agar memiliki
kemampuan kompetitif dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Untuk itu anak
harus dipersiapkan sedini mungkin melalui proses pendidikan di sekolah dasar
yang memperhatikan perbedaan potensi kecerdasan, kecakapan, bakat dan
minat peserta didik, sehingga out-put yang dihasilkan relevan dengan
kebutuhan, baik kebutuhan individu, keluarga, maupun kebutuhan masyarakat
dan pembangunan bangsa di berbagai sektor, baik lokal, nasional, maupun
internasional.
Selain itu, kurikulum tingkat satuan pendidikan juga didasari filosofi
eksistensialis,

yaitu

keyakinan

bahwa

pendidikan

harus

menumbuhkembangkan eksistensi peserta didik seoptimal mungkin melalui


proses pendidikan yang berkualitas dan pro perubahan (kreatif, inovatif,
eksperimentatif), serta menumbuhkembangkan bakat, minat dan kemampuan
peserta didik.
Berdasarkan alasan-alasan tersebut sekolah kami menyusun kurikulum tingkat
satuan pendidikan. Pada dasarnya program ini adalah program meningkatkan
kualitas sekolah secara berkesinambungan guna melahirkan lulusan yang
mampu bersaing dengan lulusan sekolah yang mempunyai kualitas
internasional.
Program ini diharapkan melibatkan beberapa pihak terkait seperti pemerintah
daerah kabupaten, komite sekolah, alumnus, dan dunia usaha. Pemerintah
Daerah memberi bantuan dalam bentuk asistensi dan monitoring evaluasi,
sedangkan pihak lainnya diharapkan memberi kontribusi dalam bentuk yang

dibutuhkan oleh sekolah sebagai penunjang pencapaian tujuan pendidikan di


sekolah kami.
Dalam konteks ini, acuan yang dipakai sekolah untuk pengembangan kualitas
adalah: Standar Nasinal Pendidikan adalah Standar Nasional Pendidikan
yang meliputi delapan komponen yaitu, standar isi, proses, kompetensi
lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan,
pembiayaan, dan penilaian; serta aspek penguatan, pengayaan, pengembangan,
perluasan, serta pendalaman kemampuan yang diyakini diperlukan untuk bekal
hidup. Penguatan aspek tersebut dapat digunakan tehnik adopsi dan adaptasi.

2. Dasar Hukum
a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional.
b) Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
c) Undang-Undang No.33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Daerah;
d) Undang-Undang No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
e) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan.
f) Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Pembagian Tugas
dan Wewenang Pemerintah Pusat dan Daerah;
g) Peraturan

Pemerintah

Nomor

tahun

2005

tentang

Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009


h) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan.
i) Keputusan Mendiknas RI No.44/U/2002 tanggal 2 April 2002 tentang
Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.
j) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang
standar isi.
k) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tentang
Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
l) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2006 tentang
pelaksanaan kepmendiknas nomor 22 dan 23 tahun 2006.

m) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 tahun 2007 tentang


perubahan permendiknas nomor 24 tahun 2006.
n) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 tahun 2007 tentang
Standar Kepala Sekolah/Madrasah.
o) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 tentang
Standar Kualifikasi Akademik Guru.
p) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah.
q) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2007 tentang
Standar Penilaian Pendidikan.
r) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 tahun 2007 tentang
Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI.
s) Rencana Strategis Depdiknas tahunn 2005=2009.
t) Rencana Strategis Direktorat Jenderal Managemen Pendidikan Dasar dan
Menengah, Depdiknas tahun 2005-2009.

B. Tujuan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


Dalam rangka menciptakan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing
secara internasional diperlukan sistim kurikulum yang memadai. Oleh karena itu
kurikulum tingkat satuan pendidikan ini disusun untuk menjadi acuan guru dalam
menyelengarakan kegiatan belajar mengajarnya (semua mapel yang diajarkan
sesuai dengan standar kurikulum nasional sekolah dasar dan pengembangan
sesuai dengan potensi di Sekolah Dasar Negeri Kaliwining 04 Rambipuji
ditambah dengan penguatan pada mata pelajaran matematik, sain, dan bahasa
Inggris serta penguatan pada unsur budaya lokal).
Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat
memberi kesempatan peserta didik untuk dapat:
1)

Belajar beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME;

2)

Belajar memahami dan menghayati;

3)

Belajar melaksanakan dan berbuat secara efektif;

4)

Belajar hidup bersama dan berguna untuk orang lain;

5)

Belajar untuk kebutuhan;

6)

Belajar untuk membangun dan menemukan jatidiri melalui proses kegiatan


belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

C. Prinsip Pengembangan KTSP


Pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri
Kaliwining 04 Rambipuji tetap mengacu pada Permendiknas No. 22 Tahun 2006
tentang standar isi, dan Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang standar
kompetensi lulusan, yang menuntut setiap sekolah melakukan pengembangan
kurikulum tingkat satuan pendidikan.
Kurikulum

Tingkat

Satuan

Pendidikan

adalah

Kurikulum

yang

dikembangkan berdasarkan prinsip SNP. SNP adalah standar nasional pendidikan


yang terkait dengan isi kurikulum.
Alur pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan SDN Kaliwining
04 Rambipuji adalah dengan dengan cara memetakan Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar mata pelajaran yang terdapat di dalam Standar Isi Pendidikan
kemudian dipadukan dengan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
mata pelajara. Kemudian dari pemetaan maka dianalisa standar kompetensi dan
kompetensi dasar yang relevan.
Prinsip pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan SDN
Kaliwining 04 Rambipuji meliputi :
a) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta
didik dan lingkungannya. Kurikulum yang dikembangkan seharusnya
didasarkan pada prinsip yang mengarahkan bahwa peserta didik memiliki
posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan
tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi,
perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan
lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat
pada peserta didik.
b) Beragam dan terpadu. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan
keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis
pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan
5

agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan
lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan
dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.
c) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu,
semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik
untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni.
d) Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan
dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin
relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya
kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu
dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan juga dicantumkan mengenai
pengembangan keterampilan pribadi,

keterampilan sosial, keterampilan

akademik, dan vokasional.


e) Menyeluruh

dan

berkesinambungan.

Substansi

kurikulum

mencakup

keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran


yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua
jenjang pendidikan.
f) Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan,
pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang
hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan
formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan
lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia
seutuhnya.
g) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum
dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan daerah untuk
membangun

kehidupan

bermasyarakat,

berbangsa,

dan

bernegara.

Kepentingan nasional dan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan


sejalan dengan Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).

D. Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
a) Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia
Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan
kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun agar sejauh
mungkin semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa
serta akhlak mulia.
b) Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat
perkembangan dan kemampuan peserta didik
Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat
manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif,
psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu,

kurikulum

disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat,


kecerdasan intelektual, emosional dan sosial, spritual, dan kinestetik peserta
didik.
c) Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan
Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik
lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan
karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu,
kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan
yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.
d) Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang
otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong
partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk
itu, keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi.
e) Tuntutan dunia kerja
Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi
peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup.
Oleh sebab itu, kurikulum
perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki
dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan
dan peserta didik yang tidak
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
7

f) Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni


Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat
berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak
utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan
penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual
dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara
berkala

dan

berkesinambungan

sejalan

dengan

perkembangan

Ilmu

pengetahuan, teknologi, dan seni.


g) Agama
Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan
taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan
umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran
harus ikut mendukung peningkatan iman, taqwa dan akhlak mulia.
h) Dinamika perkembangan global
Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun
bangsa, yang sangat penting dalam dinamika perkembangan global dimana
pasar bebas sangat berpengaruh pada semua aspek kehidupan semua bangsa.
Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri
dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan
dengan suku dan bangsa lain.
i) Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan
peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan
dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Kurikulum harus dapat
mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan
nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. Muatan
kekhasan daerah harus dilakukan secara proporsional.
j) Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial
budaya masyarakat setempat dan menunjang pelestarian keragaman budaya.
Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu
ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.

k) Kesetaraan Jender
Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan
dan mendukung upaya kesetaraan jender.
l) Karakteristik satuan pendidikan
Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan
ciri khas satuan pendidikan.

BAB II
TUJUAN PENDIDIKAN,VISI,MISI
DAN TUJUAN SEKOLAH

A. Tujuan Pendidikan Dasar


Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.pasal 1 ayat 2 bahwa Pendidikan nasional adalah pendidikan yang
berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia
dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Sedangkan Pasal 3 menegaskan
bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan

potensi

peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Merujuk hal di atas, maka tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar
kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk
hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut

B. Visi
Terwujudnya Siswa Yang Terdidik, Terampil, Dan Mandiri Serta Berprestasi
Berdasarkan Iman Taqwa

C.

Misi
Berdasarkan visi tersebut SDN Kaliwining 04 mempunyai misi untuk :
a) Melaksanakan pembelajaran yang efektif dan efisien dalam rangka
pengembangan potensi siswa secara maksimal untuk memperoleh out put
peserta didik yang berkualitas.
b) Meningkatkan dan mengembangkan pembelajaran bermutu dalam rangka
melaksanakan pembelajaran secara maksimal.
c) Mengembangkan kualitas kinerja tenaga kependidikan dalam rangka
meningkatkan kualitas pendidikan dan profesional.
10

d) Membudayakan nilai-nilai 18 karakter dengan efisien.


e) Melaksanakan kegiatan kesiswaan dalam bidang akademik dan non
akademik (olah raga, seni dan keagamaan secara maksimal) untuk
mengembangkan kemampuan dan minat siswa.
f) Membudayakan saling memberi salam jika bertemu warga sekolah
g) Melaksanakan Pembelajaran TPA bagi anak-anak kelas awal dan bagi siswasiswa kelas tinggi serta membiasakan sholat Dhuhur berjamaah
h) Bermoto 6 S (, salam, senyum, sapa, sopan dan santun )

D. Tujuan Sekolah
Berdasarkan visi dan misi di atas SDN Kaliwining 04 mempunyai tujuan sekolah
seperti berikut:
a. Siswa lulus 100 % dan dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya
b. Semua guru menyusun rancangan pembelajaran yang berbasis scientific,
tematik dan terintegrasi sesuai model belajar yang relevan dengan
mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral,
sosial, kultural, emosional dan intelektual.
c. Sekolah memfasilitasi pembelajaran bermutu dalam rangka melaksanakan
pembelajaran secara maksimal dengan perkembangan ilmu pengetahuan,
budaya, dan seni.
d. Membentuk siswa yang memiliki life skill sebagai bekal untuk hidup di
masyarakat
e. Terwujudnya profesionalisme kinerja tenaga kependidikan yaitu terjadi
perubahan pola pikir (mindset) guru dalam mempersiapkan pembelajaran,
melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
f. Semua tenaga kependidikan dapat melaksanakan proses belajar mengajar
secara disiplin, efektif dan efisien.
g. Mampu melaksanakan

Managemen

Berbasis Sekolah (MBS) secara

profesional.
h. Semua guru dapat melaksanakan penilaian secara periodik. Penilaian hasil
belajar

ditujukan

untuk

mengetahui

kompetensi.

11

dan

memperbaiki

pencapaian

i. Siswa memiliki prestasi dalam bidang akademik dan non akademik (olahraga,
seni dan keagamaan).
j. Mampu

menggalang

partisipasi

masyarakat

secara

maksimal

dalam

mengembangkan mutu sekolah baik secara fisik maupun non fisik.


k. Terjalin hubungan harmonis, ramah siswa dan saling menghormati antar
warga sekolah.
l. Tumbuhnya jiwa nasionalisme dan wawasan kebangsaan sebagai pribadi
bangsa Indonesia yang berbudaya dapat ternanam dan berkembang sebagai
budaya sekolah.
l.

Tencetaknya peserta didik yang beriman dan bertakwa kepda Tuhan Yang
Maha Esa.

12

BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Jenis Program
Pada Tahun Pelajaran 2014 / 2015 SD Negeri Kaliwining 04 Rambipuji
mengacu pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)

B. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus
ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan
kurikulum pada setiap mata pelajaran dituangkan dalam kompetensi yang harus
dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur
kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri dari standar kompetensi dan
kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan.
Struktur kurikulum SD Negeri Kaliwining 04 Rambipuji terdiri dari tiga
komponen, yaitu komponen mata pelajaran, komponen muatan lokal dan
komponen pengembangan diri.
1. Komponen mata pelajaran dikelompokkan menjadi :
1.1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
1.2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
1.3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
1.4. Kelompok mata pelajaran estetika.
1.5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan
Komponen muatan lokal dan kelompok pengembangan diri dikembangkan secara
integral dalam struktur kurikulum.
Tabel 1 Cakupan Kelompok Mata Pelajaran
No.
1

Kelompok
Cakupan
Mata Pelajaran
Agama dan
Kelompok mata pelajaran agama dan Akhlak Mulia
Akhlak Mulia
dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi
manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak Mulia
mencakup Etika, Budi pekerti, atau moral sebagai
perwujudan dari pendidikan agama.

13

No.
2

Kelompok
Cakupan
Mata Pelajaran
Kewarganegaran Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan
dan
kepribadian dimaksudkan untuk meningkatkan
Kepribadian
kesadaran dan dan sebagai manusia.bernegara serta
meningkatkan kuwalitas dirinyakewajibannya dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsawawasan peserta
didik akan setatus, hak dan kewajibannya dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
serta meningkatkan kuwalitas
dirinya sebagai
manusia.

Ilmu
Pengetahuan
dan Teknologi

Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan


teknologi pada SD/MI/SDLB, dimaksudkan untuk
mengenal, menyikapi dan mengapresiasi Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi, serta menanamkan
kebiasaan berpikir danbeperilaku ilmiah yang kritis,
kreatif dan mandiri.

Estetika.

Kelompok mata pelajaran Estetika dimaksudkan untuk


meningkatkan
sensitivitas,
kemampuan
mengekspresikan keindahan serta harmoni, mencakup
apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan
individual, sehingga mampu menikmati dan
mensyukhuri hidup, mapun dalam kehidupan
bermasyarakat
sehinga
mampu
menciptakan
kebersamaan yang harmonis.

Jasmani,
OlahRaga dan
Kesehatan

Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olah Raga, dan


kesehatan pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk
meningkatkan potensi fisik serta menanamkan
sportivitas dan kesadaran hidup sehat. Budaya hidup
sehat termasuk kesadaran, sikap dan prilaku hidup
sehat yang bersifat individual ataupun yang bersikap
kolektif, kemasyarakatanseperti, keterbebasan dari
prilaku
seksual
bebas,
kecanduan
narkoba,
HIV/HAIDS, demam berdarah, muntaber, dan
penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

14

Selanjutnya dalam pasal 7 Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005


tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan pula bahwa :
1. Kelompok

mata

pelajaran

agama

dan

akhlak

mulia

pada

SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dn/atau kegiatan


agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi,
estetika, jasmani, olah raga, dan kesehatan.
2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada
SD/MI/SDLB/Paket A, dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan
agama, akhlak mulia, kewarganegaraan, bahaasa, seni dan budaya, dan
pendidikan jasmani.
3. Kelompok

mata

pelajaran

ilmu

pengetahuan

da

teknologi

pada

SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan


bahasa, matematika, limu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial,
keterampilan/kejuruan, dan muatan lokal yang relevan.
4. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan
melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan,
dan muatan lokal yang relevan.
5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan pada
SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan
pendidikan jasmani, olah raga, pendidikan kesehatan. Ilmu pengetahuan
alam, dan muatan lokal yang relevan.

1) Struktur kurikulum Nasional


Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang
harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman
muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan
dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan
beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.

15

Tabel 2. Struktur Kurikulum Nasional


Kelas dan Alokasi Waktu
I
II
III
IV
V
VI

Komponen
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama
2. Pendidikan Kewarganegaraan

3. Bahasa Indonesia

4. Matematika
5. Ilmu Pengetahuan Alam
6. Ilmu Pengetahuan Sosial

TEMATIK

TEMATIK

TEMATIK

7. Seni Budaya dan Keterampilan


8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan
A. Muatan Lokal :
1. Bahasa Jawa
2. Bahasa Inggris
Jumlah

26

27

28

36

36

36

Catatan 2*) Ekuivalen 2 jam pelajaran


Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar
yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan
pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah.

2) Struktur Kurikulum SDN Kaliwining 04


Struktur

kurikulum

SDN

Kaliwining

04

meliputi

substansi

pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama 6 tahun


mulia kelas I sampai dengan kelas VI serta berdasarkan standar kompetensi
lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai
berikut :
a) Kurikulum SDN Kaliwining 04 memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal dan
pengembangan diri.
b) Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan IPA Terpadu dan IPS
Terpadu.
16

c) Pembelajaran kelas

III dilaksanakan melalui pendekatan tematik,

sedangkan pada kelas VI dilaksanakan dengan pendekatan mata pelajaran.


d) Alokasi waktu satu jam pelajaran adalah 30 menit untuk kelas III dan 35
menit untuk kelas VI.
e) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 36
minggu

Pelaksanaan KTSP di Kaliwining 04 pembelajaran mata pelajaran


Matematika dan IPA dengan mengambil tambahan masing-masing mata
pelajaran sebanyak 1 jam tambahan setiap minggunya.
Dengan mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar muatan
nasional pada mata pelajaran Matematika dan IPA. Dengan adanya
pertimbangan padat atau tidaknya beban belajar siswa yang dibandingkan
dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika dan IPA secara
umum. Sehingga keberadaan mata pelajaran Mathematic dan Science bukan
merupakan mata pelajaran baru tetapi sebagai langkah taktis agar
mempermudah dalam proses penilaian dan pelaporan penilaian.
Juga mengacu pada kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember untuk
Pendidikan Agama Islam ditambah satu jam sehingga menjadi 4 jam mata
pelajaran. Yang 1 jam mata pelajaran berupa kegiatan Baca Tulis Al Quran.
Kelas III SDN Kaliwining 04 menggunakan pendekatan tematik dalam
proses pembelajarannya. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan selalu
mengacu pada tema yang telah ditetapkan yang disesuaikan dengan kondisi
lingkungan sekolah, karakteristik materi, karakteristik siswa dan tuntutan
standar kompetensi yang terdapat pada standar isi sebagai acuan KTSP.
Sehingga dalam suatu pertemuan siswa dapat belajar beberapa standar
kompetensi

sekaligus pada lintas mata pelajaran sesuai klasifikasi mata

pelajaran pada standar isi utamanya pada mata 5 mata pelajaran pokok yang
dipegang oleh guru kelas. Hal ini akan berdampak pada sumber belajar yang
harus disiapkan siswa yang tidak menentu setiap harinya. Sementara kebiasaan
orang tua siswa dalam membantu anaknya belajar juga masih belum paham
atau asing dengan pendekatan tematik.
Demikian pula dengan adanya mata pelajaran yang menggunakan guru
mata pelajaran yang tidak memungkinkan pelaksanaan pembelajaran secara
17

tematik murni. Berdasarkan pertimbangan tersebut sekolah kemudian


membuatkan alokasi waktu dan jadwal pelajaran semata-mata untuk
membantu siswa dalam belajar dan oarang tua siswa dalam membantu
anaknya belajar. Sementara pelaksanaan pembelajaran tematik sedapat
mungkin dilaksanakan oleh guru kelas yang tatap mengacu dan meramu
standar isi dari 5 mata pelajaran yang dipegangnya. Ke depan pelaksanaan
pembelajaran tematik hendaknya benar benar terlaksana dengan baik karna
pendekatan tematik sudah teruji dalam meningkatkan aktivitas dan hasil
belajar siswa.
Dengan pola perlahan-lahan seperti itu peserta didik, guru dan orang tua
siswa akan semakin memahami pola pelaksanaan pembelajaran yang
menggunakan pendekatan tematik untuk kelas III.
Berikut digambarkan struktur kurikulum SDN Kaliwining 04 seperti
dimaksud pada uraian di atas :
Tabel 3. Struktur Kurikulum Kelas V dan VI
Kelas dan Alokasi Waktu
Komponen

II

III

IV

VI

1. Pendidikan Agama

2. Pendidikan Kewarganegaraan

3. Bahasa Indonesia

5. Ilmu Pengetahuan Alam


6. Ilmu Pengetahuan Sosial

TEMATIK

4. Matematika

TEMATIK

TEMATIK

A. Mata Pelajaran

7. Seni Budaya dan Keterampilan


8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan
B. Muatan Lokal :
1. Bahasa Jawa

2. Bahasa Inggris

C. Pengembangan diri

Jumlah

30

31

32

38

40

40

18

Keterngan :
1.

1 (satu) jam pelajaran alokasi waktu 35 menit

2.

kelas 1, 2, dan 3 pendekatan tematik

3.

kelas 4, 5, dan 6 pendekatan mata peljaran

4.

pengembangan diri meliputi : kewiraan, olah raga, UKS, komputer, seni, pembiasaan, kegiatan
keteladanan, kegiatan nasionalisme dan patriotisme. Pekan kreatifitas siswa, pembinaan dan
bimbingan calon siswa prestasi dan olympiade MIPA serta lomba mata pelajaran.

C. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar


Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan
kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan
pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri
termasuk ke dalam isi kurikulum.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan menegaskan bahwa kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan
pendidikan dituangkan dalam kompentensi dalam setiap tingkatan dan/atau
semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. kompetensi yang dimaksud
terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan
dalam kompetensi yang terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar
pada setiap tingkat dan/atau semester. Standar kompetensi dan kompetensi dasar
untuk setiap mata pelajaran pada setiap tingkat dan semester
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ini yang terdir atas: Lampiran 1
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD sebagai berikut :
(memuat kelas III dan kelas VI)

19

1) Kelas III
STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
TEMATIK KELAS: III
TEMA: LINGKUNGAN
KELAS III SEMESTER 1
Stndar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Mengamalkan makna satu nusa, satu bangsa dan


satu bahasa
Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam
kehidupan sehari- sehari
2. IPS :
Menceritakan lingkungan alam dan buatan di
sekitar rumah dan sekolah
Memahami lingkungan dan
melaksanakan kerjasama di Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan
sekitar rumah dan sekolah
sekolah

3. Bahasa Indonesia
Melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang
disampaikan secara lisan
Mendengarkan
Mengomentari tokoh-tokoh cerita anak yang
Memahami penjelasan
disampaikan secara lisan
tentang petunjuk dan cerita
anak yang dilisankan
Menceritakan pengalaman yang mengesankan
Berbicara
dengan menggunakan kalimat yang runtut dan
mudah dipahami
Mengungkapkan pikiran,
perasaan, pengalaman, dan
petunjuk dengan bercerita
dan memberikan
tanggapan/ saran
1. PKN :
Mengamalkan makna
Sumpah Pemuda

4. Matematika
Melakukan operasi hitung bilangan sampai tiga
angka
Melakukan operasi hitung
bilangan sampai tiga angka
5. IPA :
Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan
Memahami ciri-ciri dan
makhluk hidup
kebutuhan makhluk hidup
Mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada
serta hal-hal yang
makhluk hidup dan hal- hal yang
mempengaruhi
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
perubahan pada makhluk
anak (makanan, kesehatan, rekreasi, dan olah
hidup
raga)
Karakter siswa yang diharapkan:
Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )

20

TEMA: PENGALAMAN
KELAS III SEMESTER 1
Stndar Kompetensi
1. PKN :
Mengamalkan makna
Sumpah Pemuda
2. IPS :
Memahami lingkungan dan
melaksanakan kerjasama di
sekitar rumah dan sekolah
3. Bahasa Indonesia
Mendengarkan
Memahami penjelasan
tentang petunjuk dan cerita
anak yang dilisankan
Berbicara
Mengungkapkan pikiran,
perasaan, pengalaman, dan
petunjuk dengan bercerita
dan memberikan tanggapan/
saran
4. Matematika
Melakukan operasi hitung
bilangan sampai tiga angka
Menggunakan pengukuran
waktu, panjang dan berat
dalam memecahkan masalah

5. IPA :
Memahami ciri-ciri dan
kebutuhan makhluk hidup
serta hal-hal yang
mempengaruhi perubahan
pada makhluk hidup
Memahami sifat-sifat,
perubahan sifat benda dan
kegunaannya dalam
kehidupan sehari-hari

Kompetensi Dasar
Mengenal makna Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu
Bahasa
Melakukan kerja sama di lingkungan rumah, sekolah,
dan kelurahan/desa

Melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang


disampaikan secara lisan
Mengomentari tokoh-tokoh cerita anak yang
disampaikan secara lisan
Menceritakan pengalaman yang mengesankan
dengan menggunakan kalimat yang runtut dan
mudah dipahami
Memberikan tanggapan dan saran sederhana terhadap
suatu masalah dengan menggunakan kalimat yang
runtut dan pilihan kata yang tepat
Menjelaskan isi teks (100 150 kata) melalui
membaca intensif
Menentukan letak bilangan pada garis bilangan
Melakukan penjumlahan dan pengurangan tiga angka
Melakukan perkalian yang hasilnya bilangan tiga
angka
Memecahkan masalah penghitungan termasuk yang
berkaitan dengan uang
Memilih alat ukur sesuai dengan fungsinya (meteran,
timbangan, atau jam)
Mengenal hubungan antarsatuan waktu, antarsatuan
panjang, dan antarsatuan berat
Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk
hidup
Mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada
makhluk hidup dan hal- hal yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan anak (makanan,
kesehatan, rekreasi, dan olah raga)
Mengidentifikasi sifat-sifat benda berdasarkan
pengamatan melalui benda padat, cair dan gas

Karakter siswa yang diharapkan:


Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )

21

TEMA: KEGIATAN
KELAS III SEMESTER 1
Stndar Kompetensi
1. PKN :
Mengamalkan makna Sumpah Pemuda

2. IPS :
Memahami lingkungan dan melaksanakan
kerjasama di sekitar rumah dan sekolah
3. Bahasa Indonesia
Mendengarkan
Memahami penjelasan tentang petunjuk
dan cerita anak yang dilisankan
Berbicara
Mengungkapkan pikiran, perasaan,
pengalaman, dan petunjuk dengan
bercerita dan memberikan tanggapan/
saran
Membaca
Memahami teks dengan membaca
nyaring, membaca intensif dan membaca
dongeng
Menulis
Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan
informasi dalam bentuk paragraf dan puisi
4. Matematika
Melakukan operasi hitung bilangan sampai
tiga angka
Menggunakan pengukuran waktu, panjang
dan berat dalam memecahkan masalah

5. IPA :
Memahami ciri-ciri dan kebutuhan
makhluk hidup serta hal-hal yang
mempengaruhi perubahan pada makhluk
hidup
Memahami kondisi lingkungan yang
berpengaruh terhadap kesehatan, dan
upaya menjaga kesehatan lingkungan
Memahami sifat-sifat, perubahan sifat
benda dan kegunaannya dalam kehidupan
sehari-hari

Kompetensi Dasar
Mengenal makna Satu Nusa, Satu Bangsa, dan
Satu Bahasa
Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam
kehidupan sehari-hari

Memelihara lingkungan alam dan buatan di


sekitar rumah
Melakukan kerja sama di lingkungan rumah,
sekolah, dan kelurahan/ desa
Melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang
disampaikan secara Lisan
Memberikan tanggapan dan saran sederhana
terhadap suatu masalah dengan menggunakan
kalimat yang runtut dan pilihan kata yang tepat
Membaca nyaring teks (20 25 kalimat) dengan
lafal dan intonasi yang tepat
Menjelaskan isi teks (100 150) melalui
membaca intensif
Menyusun paragraf berdasarkan bahan yang
tersedia dengan memperhatikan penggunaan
ejaan

Menentukan letak bilangan pada garis bingan


Melakukan perkalian yang hasilnya bilangan tiga
angka dan pembagian bilangan tiga angka
Melakukan operasi hitungan campuran
Memilih alat ukur sesuai dengan fungsinya
(meteran, timbangan, atau
jam)
Mengenal hubungan antarsatuan waktu,
antarsatuan panjang, dan antarsatuan berat
Menggolongkan makhluk hidup secara
sederhana
Menjelaskan cara menjaga kesehatan lingkungan
sekitar
Mengidentifikasi sifat-sifat benda berdasarkan
pengamatan meliputi benda padat, cair, dan
gas

Karakter siswa yang diharapkan:


Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )

22

TEMA: TEMPAT UMUM


KELAS III SEMESTER 1
Stndar Kompetensi
1. PKN :
Mengamalkan makna Sumpah
Pemuda
2. IPS :
Memahami lingkungan dan
melaksanakan kerjasama di sekitar
rumah dan sekolah
3. Bahasa Indonesia
Mendengarkan
Memahami penjelasan tentang
petunjuk dan cerita anak yang
dilisankan
Berbicara
Mengungkapkan pikiran, perasaan,
pengalaman, dan petunjuk dengan
bercerita dan memberikan
tanggapan/ saran

Kompetensi Dasar
Mengenal makna Satu Nusa, Satu Bangsa, dan
Satu Bahasa
Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda
dalam kehidupan sehari-hari
Menceritakan lingkungan alam dan buatan di
sekitar rumah dan sekolah
Melakukan kerja sama di lingkungan rumah,
sekolah, dan kelurahan/ desa
Mengomentari tokoh-tokoh cerita anak yang
disampaikan secara lisan
- Menceritakan pengalaman yang
mengesankan dengan menggunakan

kalimat yang runtut dan mudah dipahami

4. Matematika
Menggunakan pengukuran waktu,
panjang dan berat dalam
memecahkan masalah

Melakukan penjumlahan dan pengurangan tiga


angka
Melakukan operasi hitungan campuran

5. IPA :
Memahami kondisi lingkungan
yang berpengaruh terhadap
kesehatan, dan upaya menjaga
kesehatan lingkungan
Memahami sifat-sifat, perubahan
sifat benda dan kegunaannya dalam
kehidupan sehari-hari

Menjelaskan cara menjaga kesehatan


lingkungan sekitar
Mengidentifikasi sifat-sifat benda berdasarkan
pengamatan meliputi benda padat, cair, dan
gas
Menjelaskan kegunaan benda plastik, kayu,
dan kertas

Karakter siswa yang diharapkan:


Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )

23

TEMA: HIBURAN
KELAS III SEMESTER 1
Stndar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. PKN :
Mengamalkan makna Sumpah Pemuda

2. IPS :
Memahami lingkungan dan melaksanakan
kerjasama di sekitar rumah dan sekolah
3. Bahasa Indonesia
Mendengarkan
Memahami penjelasan tentang petunjuk
dan cerita anak yang dilisankan
Berbicara
Mengungkapkan pikiran, perasaan,
pengalaman, dan petunjuk dengan
bercerita dan memberikan tanggapan/
saran
Membaca
Memahami teks dengan membaca nyaring,
membaca intensif dan membaca dongeng
Menulis
Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan
informasi dalam bentuk paragraf dan puisi

4. Matematika
Melakukan operasi hitung bilangan sampai
tiga angka

5. IPA :
Memahami ciri-ciri dan kebutuhan
makhluk hidup serta hal-hal yang
mempengaruhi perubahan pada makhluk
hidup
Memahami kondisi lingkungan yang
berpengaruh terhadap kesehatan, dan
upaya menjaga kesehatan lingkungan
Memahami sifat-sifat, perubahan sifat
benda dan kegunaannya dalam kehidupan
sehari-hari

24

Mengenal makna Satu Nusa, Satu


Bangsa, dan Satu Bahasa
Mengamalkan nilai-nilai Sumpah
Pemuda dalam kehidupan sehari-hari
Membuat denah dan peta lingkungan
rumah dan sekolah
Melakukan sesuatu berdasarkan
penjelasan yang disampaikan secara
lisan
Mengomentari tokoh-tokoh cerita anak
yang disampaikan secara lisan
Menceritakan pengalaman yang
mengesankan dengan menggunakan
kalimat yang runtut dan mudah
dipahami
Menjelaskan urutan membuat atau
melakukan sesuatu dengan kalimat
yang runtut dan mudah dipahami
Membaca nyaring teks (20 25
kalimat) dengan lafal dan intonasi yang
tepat
Menceritakan isi dongeng yang dibaca
Menyusun paragraf berdasarkan bahan
yang tersedia dengan memperhatikan
penggunaan ejaan
Melengkapi puisi anak berdasarkan
gambar
Menentukan letak bilangan pada garis
bilangan
Melakukan perkalian yang hasilnya
bilangan tiga angka dan pembagian
bilangan tiga angka
Melakukan operasi hitung campuran
Menggolongkan makhluk hidup secara
sederhana
Membedakan ciri-ciri lingkungan sehat
dan lingkungan tidak sehat
Mendeskripsikan perubahan sifat benda
(ukuran, bentuk, warna, atau rasa)
yang dapat diamati akibat dari
pembakaran, pemanasan dan
diletakkan di udara terbuka

TEMA: KESEHATAN
KELAS III SEMESTER 1
Stndar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. PKN :
Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam
kehidupan sehari-hari
Mengamalkan makna
Sumpah Pemuda
2. IPS :
Memelihara lingkungan alam dan buatan di
sekitar rumah
Memahami lingkungan dan
melaksanakan kerjasama di
sekitar rumah dan sekolah
3. Bahasa Indonesia
Melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang
disampaikan secara lisan
Mendengarkan
Mengomentari tokoh-tokoh cerita anak yang
Memahami penjelasan
disampaikan secara lisan
tentang petunjuk dan cerita
anak yang dilisankan
Memberikan tanggapan dan saran sederhana
terhadap suatu masalah dengan menggunakan
Berbicara
kalimat yang runtut dan pilihan kata yang tepat
Mengungkapkan pikiran,
perasaan, pengalaman, dan Menyusun paragraf berdasarkan bahan yang
tersedia dengan memperhatikan penggunaan
petunjuk dengan bercerita
ejaan
dan memberikan
tanggapan/ saran
4. Matematika
Menggunakan alat ukur dalam pemecahan
masalah
Menggunakan pengukuran
waktu, panjang dan berat
dalam memecahkan
masalah
5. IPA :
Menggolongkan makhluk hidup secara
sederhana
Memahami ciri-ciri dan
kebutuhan makhluk hidup
Mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada
serta hal-hal yang
makhluk hidup dan hal-hal yang
mempengaruhi perubahan
mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak (makanan, kesehatan,
pada makhluk hidup
rekreasi, istirahat dan olah raga).
Memahami kondisi
lingkungan yang
Mendeskripsikan kondisi lingkungan yang
berpengaruh terhadap
berpengaruh terhadap kesehatan
kesehatan, dan upaya
menjaga kesehatan
lingkungan

Karakter siswa yang diharapkan:


Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )

25

TEMATIK KELAS / SEMESTER : III / 2


TEMA: PERTANIAN
KELAS III SEMESTER 2
Stndar Kompetensi

Kompetensi Dasar

I. PKN
4. Memiliki kebanggaan
sebagai bangsa Indonesia
II. IPS
2. Memahami jenis
pekerjaan dan
penggunaan uang

PKN
Mengenal kekhasan bangsa Indonesia seperti
kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan
IPS
Memahami pentingnya semangat kerja

III. IPA
4. Memahami berbagai cara
gerak benda,
hubungannya dengan
energi dan sumber

IPA
Mendeskripsikan hasil pengamatan tentang
pengaruh energi angin dapat diubah menjadi
energi gerak
Mengidentifikasi sumber energi dan
kegunaannya
Menerapkan cara menghemat energi dalam
kehidupan sehari-hari
Matematika
Mengenal pecahan sederhana

IV. Matematika
3.Memahami pecahan
sederhana dan
penggunaannya dalam
pemecahan masalah
V. Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia
5. Memahami cerita dan teks Memberikan tanggapan sederhana tentang
drama anak yang
cerita pengalaman taman yang didengarnya
dilisankan
Menirukan dialog dengan eksperimen yang
6. Menguangka-pkan
tepat dari pembacaan teks drama anak yang
pikiran, perasaan dan
didengarnya
pengalaman secara lisan
Menceritakan peristiwa yang pernah dialami,
dengan bertelepon dan
dilihat atau didengar
cerita
Menjawab dan atau mengajukan pertanyaan
7. Memahami teks dengan
tentang isi teks agak panjang (150 200 kata)
membaca intensif (150
yang dibaca secara intensif.
200 kata) dan membaca
Menulis karangan sederhana berdasarkan
puisi
gambar seri menggunakan pilihan kata dan
8. Mengungkap-kan pikiran,
kalimat yangtepat dengan memperhatikan
perasaan dan informasi
penggunaan ejaan, huruf kapital dan tanda titik
dalam karangan
sederhana dan puisi
Karakter siswa yang diharapkan:
Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )
26

TEMA : KEPERLUAN SEHARI HARI


KELAS III SEMESTER 2
Stndar Kompetensi
I. PKN
3. Memiliki harga diri
sebagai individu
II. IPS
2. Memahami jenis
pekerjaan dan
penggunaan uang

Kompetensi Dasar
PKN:
Mengenal pentingnya harga diri
IPS:
Mengenal jenis-jenis pekerjaan

III. IPA
IPA:
4. Memahami berbagai cara
Menyimpulkan hasil pengamatan bahwa gerak
gerak benda,
benda dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran
hubungannya dengan
energi dan sumber
IV. Matematika
Matematika :
3.Memahami pecahan
Mengenal pecahan sederhana
sederhana dan
penggunaannya dalam
pemecahan masalah
Bahasa Indonesia :
V. Bahasa Indonesia
5. Memahami cerita dan teks
Memberikan tanggapan sederhana tentang cerita
drama anak yang
pengalaman taman yang didengarnya
dilisankan
Menirukan dialog dengan eksperimen yang tepat
6. Menguangka-pkan
dari pembacaan teks drama anak yang
pikiran, perasaan dan
didengarnya
pengalaman secara lisan
Menceritakan peristiwa yang pernah dialami,
dengan bertelepon dan
dilihat atau didengar
cerita
Menjawab atau mengajukan pertanyaan tentang
7. Memahami teks dengan
isi teks agak panjang (150 - 200 kata) yang dibaca
membaca intensif (150
secara intensif.
200 kata) dan membaca
Menulis karangan sederhana berdasarkan gembar
puisi
seri menggunakan pilihan kata dan kalimat yang
8. Mengungkap-kan pikiran,
tepat dengan memperhatikan penggunaan ejaan,
perasaan dan informasi
huruf kapital dan tanda titik
dalam karangan
sederhana dan puisi
Karakter siswa yang diharapkan:
Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )

27

TEMA : KERAJINAN TANGAN


KELAS III SEMESTER 2
Stndar Kompetensi
I. PKN
3. Memiliki harga diri
sebagai individu
II. IPS
2. Memahami jenis
pekerjaan dan
penggunaan uang
III. IPA
5. Menerapkan konsep
energi gerak

Kompetensi Dasar
IPS :
Mengenal jenis-jenis pekerjaanj
Memahami kegiatan jual bei di lingkungan
rumah dan sekolah
IPA :
Membuat kincir angin untuk menunjukkan
bentuk energi angin dapat diubah menjadi energi
gerak
PKn :
Memberi contoh bentuk haraga diri, seperti
menghargai diri sendiri, mengakui kelabihan dan
kekurangan diri sendiri dan lain-lain
Matematika :
Mengenal pecahan sederhana

IV. Matematika
3.Memahami pecahan
sederhana dan
penggunaannya dalam
pemecahan masalah
4. Memahami unsur dan sifatsifat bangun datar
sederhana
Bahasa Indonesia :
V. Bahasa Indonesia
5. Memahami cerita dan teks Memberikan tanggapan sederhana tentang cerita
drama anak yang
pengalaman taman yang didengarnya
dilisankan
Melakukan percakapan melalui telepon/ alat
6. Menguangka-pkan
komunikasi sederhana dengan menggunakan
pikiran, perasaan dan
kalimat ringkas
pengalaman secara lisan
Menjawab dan atau mengajukan pertanyaan
dengan bertelepon dan
tentang isi teks agak panjang (150 200 kata)
cerita
yang dibaca secara intensif.
7. Memahami teks dengan
Menulis karangan sederhana berdasarkan
membaca intensif (150
gambar seri menggunakan pilihan kata dan
200 kata) dan membaca
kalimat yangtepat dengan memperhatikan
puisi
penggunaan ejaan, huruf kapital dan tanda titik
8. Mengungkap-kan pikiran, Menulis puisi berdasarakan gambar dengan
perasaan dan informasi
pilihan kata yang menarik
dalam karangan sederhana
dan puisi
Karakter siswa yang diharapkan:
Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )

28

TEMA : KEGEMARAN
KELAS III SEMESTER 2
Stndar Kompetensi
I. PKN
Memiliki harga diri sebagai
individu
Memiliki kebanggaan sebagai
bangsa Indonesia

Kompetensi Dasar
PKN
Menampilkan perilaku yang
mencerminkan harga diri
Mengenal kekhasan bangsa seperti,
kebhinekaan, kekayaan alam,
keramahtamahan
IPS
Memahami kegiatan jual beli di
lingkungan rumah dan sekolah
IPA
Mendiskripsikan kenampakan
permukaan bumi di lingkungan

II. IPS
2. Memahami jenis pekerjaan dan
penggunaan uang
III. IPA
Memahami kenampakan
permukaan bumi, cuaca dan
pengaruhnya bagi manusia, serta
hubungannya dengan cara manusia
memelihara dan melestarikan alam
IV. Matematika

Geometri dan Pengukuran


Memahami unsur dan sifat-sifat

bangun datar sederhana


V. Bahasa Indonesia
Mendengarkan
5. Memahami cerita dan teks drama
anak yang dilisankan
Berbicara
6. Menguangka-pkan pikiran,
perasaan dan pengalaman secara
lisan dengan bertelepon dan cerita
Membaca
7. Memahami teks dengan membaca
intensif (150 200 kata) dan
membaca puisi
Menulis
8. Mengungkap-kan pikiran, perasaan
dan informasi dalam karangan
sederhana dan puisi

Memecahkan masalah yang berkaitan


dengan pecahan sederhana.
Mengidentifikasi berbagai bangun
datar sederhana menurut sifat atau
unsur
Bahasa Indonesia Memberikan
tanggapan sederhana tentang cerita
pengalaman teman yang didengarnya
Menceritakan peristiwa yang pernah
dialami, dilihat atau didengar
Menjawab dan mengajukan
pertanyaan tentang isi teks agak
panjang (150 200 kata) yang dibaca
secara intensif
Membaca puisi dengan lafal, intonasi
dan ekspresi yang tepat.
Menulis karangan sederhana
berdasarkan gambar seri,
menggunakan pilihan kata dan kalimat
yangtepat dengan memperhatikan
penggunaan ejaan, huruf kapital dan
tanda titik

Karakter siswa yang diharapkan:


Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility
)
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )
29

TEMA : PENDIDIKAN
KELAS III SEMESTER 2
Stndar Kompetensi
I. PKN
4. Memiliki kebanggaan sebagai
bangsa Indonesia
II. IPS
2. Memahami jenis pekerjaan dan
penggunaan uang

Kompetensi Dasar
PKn
Mengenal keiklashan bangsa Indonesia
seperti kebhinekaan, kekayaan alam,
keramahtamahan
IPS
Memahami kegiatan jual beli di
lingkungan rumah

IPA
III. IPA
6. Memahami kenampakan
Menjelaskan hubungan antara keadaan
permukaan bumi, cuaca dan
awan dan cuaca
pengaruhnya bagi manusia,
serta hubungannya dengan cara
manusia memelihara dan
melestarikan alam
Matematika
IV. Matematika
5. Menghitung keliling, luas
Menghitung luas persegi dan persegi
persegi dan persegi panjang,
panjang
serta penggunaannya dalam
pemecahan masalah
V. Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia
Mendengarkan
Menceritakan perisitwa yang pernah
5. Memahami cerita dan teks
dialami, dilihat, atau didengar
drama anak yang dilisankan
Menjawab dan atau mengajukan
Berbicara
pertanyaan tentang isi teks agalk panjang
(150 250 kata) yang dibaca secara
6. Menguangka-pkan pikiran,
insentif
perasaan dan pengalaman
secara lisan dengan bertelepon Menulis karangan sederhana berdasarkan
dan cerita
gambar seri menggunakan pilihan kata dan
Membaca
kalimat yang tepat dengan memperhatikan
penggunaan ejaan, huruf kapital dan tanda
7. Memahami teks dengan
baca
membaca intensif (150 200
kata) dan membaca puisi
Menulis puisi berdasarkan gambar dengan
Menulis
pilihan kata yang menarik
8. Mengungkap-kan pikiran,
perasaan dan informasi dalam
karangan sederhana dan puisi
Karakter siswa yang diharapkan:
Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )

30

TEMA : PERMAINAN
KELAS III SEMESTER 2
Stndar Kompetensi
I. PKN
4. Memiliki kebanggaan sebagai
bangsa Indonesia
II. IPS
2. Memahami jenis pekerjaan dan
penggunaan uang

Kompetensi Dasar
PKN
Menampilkan rasa bangga sebagai
anak Indonesia
IPS
Mengenal sejarah uang
Mengenal penggunaan uang sesuai
dengan kebutuhan
IPA
Mengidentifikasi cara manusia
dalam memelihara dan melestarikan
alam di lingkungan sekitar

III. IPA
6. Memahami kenampakan permukaan
bumi, cuaca dan pengaruhnya bagi
manusia, serta hubungannya dengan
cara manusia memelihara dan
melestarikan alam
IV. Matematika
Matematika
5. Menghitung keliling, luas persegi dan Menyelesaikan masalah yang
persegi panjang, serta penggunaannya
berkaitan dengan keliling, luas
dalam pemecahan masalah
persegi dan persegi panjang
Bahasa Indonesia
V. Bahasa Indonesia
Mendengarkan
Menirukan dialog dengan ekspresi
5. Memahami cerita dan teks drama
yang tepat dari pembacaan teks
anak yang dilisankan
drama anak yang didengarnya
Berbicara
Menceritakan peristiwa yang pernah
6. Menguangka-pkan pikiran, perasaan
dialami, dilihat atau didengar
dan pengalaman secara lisan dengan
Membaca puisi dengan lafal,
bertelepon dan cerita
intonasi dan ekspresi yang tepat
Membaca
Menulis puisi berdasarkan gambar
7. Memahami teks dengan membaca
dengan pilihan kata yang menarik
intensif (150 200 kata) dan
membaca puisi
Menulis
8. Mengungkap-kan pikiran, perasaan
dan informasi dalam karangan
sederhana dan puisi
Karakter siswa yang diharapkan:
Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )
Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian
kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan
penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.
31

2) Kelas VI
a) Pendidikan Agama Islam
Kelas VI, Semester 1
Standar Kompetensi
Al Quran
1. Mengartikan Al Quran Surat
pendek pilihan

Kompetensi Dasar

1.1 Membaca QS Al-Qadr dan QS Al-Alaq


ayat 1-5
1.2 Mengartikan QS Al-Qadr dan QS AlAlaq ayat 1-5

Aqidah
2. Meyakini adanya Hari Akhir

2.1 Menyebutkan nama-nama Hari Akhir


2.2 Menjelaskan tanda-tanda Hari Akhir

Tarikh
3. Menceritakan kisah Abu
Lahab, Abu Jahal, dan
Musailamah Al Kadzab

3.1 Menceritakan perilaku Abu Lahab dan


Abu Jahal
3.2 Menceritakan perilaku Musailamah Al
Kadzab

Akhlak
4. Menghindari perilaku tercela

4.1 Menghindari perilaku dengki seperti Abu


Lahab dan Abu Jahal
4.2 Menghindari perilaku bohong seperti
Musailamah Al Kadzab

Fiqih
5. Mengenal ibadah pada bulan
Ramadhan

5.1 Melaksanakan tarawih di bulan Ramadhan


5.2 Melaksanakan tadarrus Al-Quran

Karakter siswa yang diharapkan : Dapat dipercaya ( Trustworthines) ,


Rasa hormat dan perhatian ( respect ) , Tekun ( diligence ) , Tanggung jawab (
responsibility )
Berani ( courage ), Ketulusan (Honesty ), Integritas ( integrity ) , Peduli (
caring ) dan Jujur ( fairnes ),

32

Kelas VI, Semester 2


Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Al Quran
6. MengartikanAl Quran Ayat-ayat
pilihan

6.1 Membaca QS Al-Maidah ayat 3 dan


Al-Hujurat ayat 13
6.2 Mengartikan QS Al-Maidah ayat 3 dan
Al-Hujurat ayat 13

Aqidah
7. Meyakini adanya Qadha dan
Qadar

7.1 Menunjukkan contoh-contoh Qadha


dan Qadar
7.2 Menunjukkan keyakinan terhadap
Qadha dan Qadar

Tarikh
8. Menceritakan kisah kaum
Muhajirin dan kaum Anshar

8.1 Menceritakan perjuangan kaum


Muhajirin
Menceritakan perjuangan kaum Anshar

Akhlak
9. Membiasakan perilaku terpuji

9.1 Meneladani perilaku kegigihan


perjuangan kaum Muhajirin dalam
kehidupan sehari-hari di lingkungan
peserta didik
9.2 Meneladani perilaku tolong-menolong
kaum Anshar dalam kehidupan seharihari di lingkungan peserta didik

Fiqih
10. Mengetahui kewajiban zakat

10.1 Menyebutkan macam-macam zakat


10.2 Menyebutkan ketentuan zakat fitrah

Karakter siswa yang diharapkan : Dapat dipercaya ( Trustworthines) ,


Rasa hormat dan perhatian ( respect ) , Tekun ( diligence ) , Tanggung jawab (
responsibility )
Berani ( courage ), Ketulusan (Honesty ), Integritas ( integrity ) , Peduli (
caring ) dan Jujur ( fairnes ),

Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator
pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan
pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan
Standar Penilaian.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Islam (PAI)
untuk madrasah dikembangkan lebih lanjut oleh Departemen Agama.

33

b) PPKn
Kelas VI, Semester 1
Stndar Kompetensi
1. Menghargai nilai-nilai
juang dalam proses
perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara

Kompetensi Dasar
1.1 Mendeskripsikan nilai-nilai juang dalam proses
perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
1.2 Menceritakan secara singkat nilai kebersamaan
dalam proses perumusan Pancasila sebagai
Dasar Negara
1.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang
berperan dalam proses perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara dalam kehidupan seharihari

2. Memahami sistem
pemerintahan
Republik Indonesia

2.1 Menjelaskan proses Pemilu dan Pilkada


2.2 Mendeskripsikan lembaga-lembaga negara
sesuai UUD 1945 hasil amandemen
2.3 Mendeskripsikan tugas dan fungsi
pemerintahan pusat dan daerah

Kelas VI, Semester 2


Stndar Kompetensi

Kompetensi Dasar

3. Memahami peran
Indonesia dalam
lingkungan negaranegara di Asia
Tenggara

3.1 Menjelaskan pengertian kerjasama negaranegara Asia Tenggara

4. Memahami peranan
politik luar negeri
Indonesia dalam era
globalisasi

4.1 Menjelaskan politik luar negeri Indonesia


yang bebas dan aktif

3.2 Memberikan contoh peran Indonesia dalam


lingkungan negara-negara di Asia Tenggara

4.2 Memberikan contoh peranan politik luar


negeri Indonesia dalam percaturan
internasional

Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator
pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan
pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar
Penilaian.

34

c) Bahasa Indonesia
Kelas VI, Semester 1
Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Mendengarkan
1. Memahami teks dan
cerita anak yang
dibacakan

1.1 Menulis hal-hal penting/pokok dari suatu


teks yang dibacakan
1.2 Mengidentifikasi tokoh, watak , latar, tema
atau amanat dari cerita anak yang
dibacakan

Berbicara
2. Memberikan informasi
dan tanggapan secara
lisan

2.1 Menyampaikan pesan/informasi yang


diperoleh dari berbagai media dengan
bahasa yang runtut, baik dan benar
2.2 Menanggapi (mengkritik/memuji) sesuatu
hal disertai alasan dengan menggunakan
bahasa yang santun

Membaca
3. Memahami teks
dengan membaca
intensif dan membaca
sekilas

3.1 Mendeskripsikan isi dan teknik penyajian


suatu laporan hasil pengamatan/kunjungan
3.2 Menanggapi informasi dari kolom/rubrik
khusus (majalah anak, koran, dll.)

Menulis
4. Mengungkapkan
pikiran, perasaan, dan
informasi secara
tertulis dalam bentuk
formulir, ringkasan,
dialog, dan parafrase

4.1 Mengisi formulir (pendaftaran, kartu


anggota, wesel pos, kartu pos, daftar
riwayat hidup, dll.) dengan benar
4.2 Membuat ringkasan dari teks yang dibaca
atau yang didengar
4.3 Menyusun percakapan tentang berbagai
topik dengan memperhatikan penggunaan
ejaan
4.4 Mengubah puisi ke dalam bentuk prosa
dengan tetap memperhatikan makna puisi

35

Kelas VI, Semester 2


Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Mendengarkan
5. Memahami wacana
lisan tentang berita
dan drama pendek

5.1 Menyimpulkan isi berita yang didengar


dari televisi atau radio
5.2 Menceritakan isi drama pendek yang
disampaikan secara lisan

Berbicara
6. Mengungkapkan
6.1 Berpidato atau presentasi untuk berbagai
pikiran, perasaan, dan
keperluan (acara perpisahan, perayaan
informasi dengan
ulang tahun, dll.) dengan lafal, intonasi,
berpidato, melaporkan
dan sikap yang tepat
isi buku, dan baca puisi 6.2 Melaporkan isi buku yang dibaca (judul,
pengarang, jumlah halaman, dan isi)
dengan kalimat yang runtut
6.3 Membacakan puisi karya sendiri dengan
ekspresi yang tepat
Membaca
7. Memahami teks
dengan membaca
intensif dan membaca
teks drama

7.1 Menemukan makna tersirat suatu teks


melalui membaca intensif
7.2 Mengidentifikasi berbagai unsur (tokoh,
sifat, latar, tema, jalan cerita, dan amanat)
dari teks drama anak

Menulis
8. Mengungkapkan
pikiran dan informasi
secara tertulis dalam
bentuk naskah pidato
dan surat resmi

8.1 Menyusun naskah pidato/sambutan


(perpisahan, ulang tahun, perayaan
sekolah, dll.) dengan bahasa yang baik dan
benar, serta memperhatikan penggunaan
ejaan
8.2 Menulis surat resmi dengan
memperhatikan pilihan kata sesuai dengan
orang yang dituju

Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator
pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan
pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan
Standar Penilaian.

36

d) Matematika
Kelas VI, Semester 1
Standar Kompetensi

Komptensi Dasar

Bilangan
1. Melakukan operasi
hitung bilangan bulat
dalam pemecahan
masalah

1.1 Menggunakan sifat-sifat operasi hitung


termasuk operasi campuran, FPB dan
KPK
1.2 Menentukan akar pangkat tiga suatu
bilangan kubik
1.3 Menyelesaikan masalah yang melibatkan
operasi hitung termasuk penggunaan akar
dan pangkat

Geometri dan
Pengukuran
2. Menggunakan
pengukuran waktu,
sudut, jarak, dan
kecepatan dalam
pemecahan masalah

2.1 Mengenal satuan debit


2.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan satuan debit

3. Menghitung luas segi


banyak sederhana, luas
lingkaran, dan volume
prisma segitiga

3.1 Menghitung luas segi banyak yang


merupakan gabungan dari dua bangun
datar sederhana
3.2 Menghitung luas lingkaran
3.3 Menghitung volume prisma segitiga dan
tabung lingkaran

Pengolahan Data
4. Mengumpulkan dan
mengolah data

4.1 Mengumpulkan dan membaca data


4.2 Mengolah dan menyajikan data dalam
bentuk tabel
4.3 Menafsirkan sajian data

37

Kelas VI, Semester 2


Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Bilangan
5. Menggunakan pecahan
dalam pemecahan
masalah

5.1 Menyederhanakan dan mengurutkan


pecahan
5.2 Mengubah bentuk pecahan ke bentuk
desimal
5.3 Menentukan nilai pecahan dari suatu
bilangan atau kuantitas tertentu
5.4 Melakukan operasi hitung yang
melibatkan berbagai bentuk pecahan
5.5 Memecahkan masalah perbandingan dan
skala

Geometri dan
Pengukuran
6. Menggunakan system
koordinat dalam
pemecahan masalah

6.1 Membuat denah letak benda


6.2 Mengenal koordinat posisi sebuah benda
6.3 Menentukan posisi titik dalam system
koordinat Kartesius

Pengolahan Data
7. Menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan
data

7.1 Menyajikan data ke bentuk tabel dan


diagram gambar, batang dan lingkaran
7.2 Menentukan rata-rata hitung dan modus
sekumpulan data
7.3 Mengurutkan data termasuk menentukan
nilai tertinggi dan terendah
7.4 Menafsirkan hasil pengolahan data

Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator
pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan
pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan
Standar Penilaian

38

e) IPA
Kelas VI, Semester 1
Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Makhluk Hidup dan


Proses Kehidupan
1. Memahami
hubungan antara
ciri-ciri makhluk
hidup dengan
lingkungan tempat
hidupnya

1.1 Mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri


khusus yang dimiliki hewan (kelelawar, cicak,
bebek) dan lingkungan hidupnya

2. Memahami cara
perkembangbiakan
makhluk hidup

2.1 Mendeskripsikan perkembangan dan


pertumbuhan manusia dari bayi sampai lanjut
usia

1.2 Mendeskripsikan hubungan antara ciri-ciri


khusus yang dimiliki tumbuhan (kaktus,
tumbuhan pemakan serangga) dengan
lingkungan hidupnya

2.2 Mendeskripsikan ciri-ciri perkembangan fisik


anak laki-laki dan perempuan
2.3 Mengidentifikasi cara perkembangbiakan
tumbuhan dan hewan
2.4 Mengidentifikasi cara perkembangbiakan
manusia
3. Memahami
pengaruh kegiatan
manusia terhadap
keseimbangan
lingkungan

3.1 Mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat


mempengaruhi keseimbangan alam
(ekosistem)
3.2 Mengidentifikasi bagian tumbuhan yang sering
dimanfaatkan manusia yang mengarah pada
ketidakseimbangan lingkungan
3.3 Mengidentifikasi bagian tubuh hewan yang
sering dimanfaatkan manusia yang mengarah
pada ketidakseimbangan lingkungan

4. Memahami
pentingnya
pelestarian jenis
makhluk hidup
untuk mencegah
kepunahan

4.1 Mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan


yang mendekati kepunahan

Benda dan Sifatnya

5.1 Membandingkan sifat kemampuan


menghantarkan panas dari berbagai benda

5. Memahami saling
hubungan antara
suhu, sifat hantaran
dan kegunaan
benda

4.2 Mendeskripsikan pentingnya pelestarian jenis


makhluk hidup untuk perkembangan Ilmu
Pengetahuan Alam dan kehidupan masyarakat

5.2 Menjelaskan alasan pemilihan benda dalam


kehidupan sehari-hari berdasarkan kemampuan
menghantarkan panas

39

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

6. Memahami faktor
6.1 Menjelaskan faktor-faktor penyebab
penyebab perubahan
perubahan benda (pelapukan, perkaratan,
benda
pembusukan) melalui pengamatan
6.2 Mengidentifikasi faktor-faktor yang
menentukan pemilihan benda/bahan untuk
tujuan tertentu (karet, logam, kayu, plastik)
dalam kehidupan sehari-hari
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ), Rasa hormat
dan perhatian
( respect ), Tekun
( diligence ) , Tanggung jawab
(responsibility ) Dan Ketelitian (
carefulness)

Kelas VI, Semester 2


Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Energi dan
Perubahannya
7. Mempraktikkan
pola penggunaan
dan perpindahan
energi

7.1 Melakukan percobaan untuk menyelidiki


hubungan antara gaya dan gerak (model
jungkat jungkit, katapel/model traktor
sederhana energi pegas)
7.2 Menyajikan informasi tentang perpindahan dan
perubahan energi listrik

8. Memahami
pentingnya
penghematan energi

8.1 Mengidentifikasi kegunaan energi listrik dan


berpartisipasi dalam penghematannya dalam
kehidupan sehari-hari
8.2 Membuat suatu karya/model yang
menggunakan energi listrik (bel
listrik/alarm/model lampu lalu lintas/ kapal
terbang/mobil-mobilan/model penerangan
rumah)

Bumi dan Alam


Semesta
9. Memahami
matahari sebagai
pusat tata surya dan
interaksi bumi
dalam tata surya

9.1 Mendeskripsikan sistem tata surya dan posisi


penyusun tata surya
9.2 Mendeskripsikan peristiwa rotasi bumi,
revolusi bumi dan revolusi bulan
9.3 Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan
40

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
gerhana matahari
9.4 Menjelaskan perhitungan kalender Masehi dan
kalender Hijriah

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ), Rasa hormat


dan perhatian
( respect ), Tekun
( diligence ) , Tanggung jawab
(responsibility ) Dan Ketelitian (
carefulness)
Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator
pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan
pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan
Standar Penilaian.
f) IPS
Kelas VI, Semester 1
Standar
Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memahami
1.1 Mendeskripsikan perkembangan sistem
perkembangan wilayah
administrasi wilayah Indonesia
Indonesia, kenampakan
1.2 Membandingkan kenampakan alam dan
alam dan keadaan
keadaan sosial negara-negara tetangga
sosial negara-negara di
1.3 Mengidentifikasi benua-benua
Asia Tenggara, serta
benua-benua
Kelas VI, Semester 2
Standar
Kompetensi
2. Memahami gejala
alam yang terjadi di
Indonesia dan
sekitarnya

Kompetensi Dasar
2.1 Mendeskripsikan gejala (peristiwa) alam
yang terjadi di Indonesia dan negara
tetangga
2.2 Mengenal cara-cara menghadapi bencana
alam

41

3. Memahami peranan
bangsa Indonesia di
era global

3.1 Menjelaskan peranan Indonesia pada era


global dan dampak positif serta negatifnya
terhadap kehidupan bangsa Indonesia
3.2 Mengenal manfaat ekspor dan impor di
Indonesia sebagai kegiatan ekonomi antar
bangsa

Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator
pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan
pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar
Penilaian.
g) Penjas
Kelas VI, Semester 1
Standar Kompetensi
1. Mempraktikkan berbagai
gerak dasar permainan
dan olahraga dengan
peraturan yang
dimodifikasi, dan nilainilai yang terkandung di
dalamnya

Kompetensi Dasar
1.1 Mempraktikkan gerak dasar salah satu
permainan bola kecil dengan koordinasi dan
kontrol yang baik dengan peraturan yang
dimodifikasi, serta nilai kerjasama, sportivitas,
dan kejujuran**)
1.2 Mempraktikkan gerak dasar salah satu
permaian bola besar dengan koordinasi dan
kontrol yang baik dengan peraturan yang
dimodifikasi, serta nilai kerjasama, sportivitas,
dan kejujuran**)
1.3 Mempraktikkan koordinasi gerak dasar dalam
teknik lari, lempar dan lompat dengan
peraturan yangdimodifikasi, serta nilai
semangat, sportivitas, percaya diri dan
kejujuran

2. Mempraktikkan latihan
peningkatan kualitas
jasmani (komponen
kebugaran jasmani), dan
nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya

2.1 Mengidentifikasi anggota tubuh yang perlu


dilatih untuk memperbaiki postur
2.2 Mempraktikkan berbagai latihan untuk
memperbaiki cacat jasmani bukan bawaan,
serta nilai keselamatan, disiplin, dan kerja
keras
2.3 Mempraktikkan jenis latihan yang sesuai untuk
mempertahankan dan memperbaiki postur
tubuh, serta nilai keselamatan, disiplin,
kerjakeras

42

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

3. Mempraktikkan kombinasi
senam lantai dan senam
ketangkasan dalam bentuk
sederhana, dan nilai-nilai
yang terkandung di
dalamnya

3.1 Mempraktikkan pemanasan dan pendinginan


sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas
senam

4. Mempraktikkan
rangkaian gerak ritmik
sederhana berpasangan,
dan beregu, serta nilainilai yang terkandung
di dalamnya

4.1 Mempraktikkan rangkaian gerak ritmik


sederhana menggunakan gerak jalan dan
lompat secara berpasangan, serta nilai
kerja sama, disiplin dan estetika

5. Menerapkan budaya
hidup sehat

5.1 Mengenal bahaya narkoba

3.2 Mempraktikkan rangkaian senam lantai dan


senam ketangkasan dengan gerakan yang lebih
halus, jelas dan lancar, serta nilai percaya diri,
disiplin dan estetika

4.2 Mempraktikkan rangkaian gerak ritmik


sederhana beregu dengan kompak, serta
nilai kerjasama, disiplin dan estetika

5.2 Mengenal cara menghindari bahaya


narkoba

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )


Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )
Kelas VI, Ssmeste 2
Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

6. Mempraktikkan berbagai
gerak dasar ke dalam
permainan dan olahraga
dengan peraturan yang
dimodifikasi, dan nilainilai yang terkandung di
dalamnya

6.1 Mempraktikkan penerapan teknik dasar


salah satu permainan dan olahraga bola
besar dengan peraturan yang dimodifikasi,
serta nilai kerja sama, sportivitas dan
kejujuran**)
6.2 Mempraktikkan penerapan teknik dasar
salah satu permainan dan olahraga bola
kecil dengan peraturan yang dimodifikasi,
serta nilai kerja sama, sportivitas dan
kejujuran**)
6.3 Mempraktikkan pengembangan
koordinasi beberapa nomor teknik dasar
atletik dengan peraturan yang
43

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
dimodifikasi, serta nilai sportivitas,
percaya diri dan kejujuran**)

7.Mempraktikkan latihan
peningkatan kualitas
kebugaran jasmani dan
nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya

7.1 Mempraktikkan sikap hidup sehat untuk


memelihara kondisi kesehatan
7.2 Mempraktikkan peregangan otot dan
pelemasan persendian dengan baik
sebelum latihan, serta nilai disiplin.
7.3 Mempraktikkan aktivitas kondisi fisik
secara terencana dan sungguh sungguh
7.4 Mempraktikkan aktivitas secara
berkelanjuatan dalam rangka
meningkatkan kebugaran , serta nilai
keselamatan, disiplin dan kerja keras

8. Mempraktikkan
kombinasi senam lantai
dan senam ketangkasan
dalam bentuk sederhana,
dan nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya

8.1 Mempraktikkan kombinasi gerak senam


lantai dan senam ketangkasan dengan
konsisten, dan kontrol yang baik, serta
nilai keselamatan,disiplin, dan kerjasama

9. Mempraktikkan
rangkaian gerak ritmik
sederhana secara
berpasangan maupun
beregu, dan nilai-nilai
yang terkandung di
dalamnya

9.1 Mempraktikkan gerak ritmik sederhana


di tempat dengan gerakan membungkuk,
menekuk maupun meliuk secara
berpasangan dan beregu, serta nilai kerja
sama, disiplin, dan estetika

8.2 Mempraktikkan kombinasi bentuk-bentuk


senam lantai dan senam ketangkasan
dengan koordinasi, dan kontrol yang baik,
serta nilai keselamatan, disiplin, dan
kerjasama

9.2 Mempraktikkan kombinasi gerak ritmik


sederhana dengan jalan dan lompat
secara berpasangan dan beregu, serta
nilai kerja sama, disiplin, dan estetika

10. Mempraktikkan gerak


10.1 Mempraktikkan gerak dasar meluncur,
dasar salah satu gaya
menggerakkan tungkai maupun lengan
renang dengan
renang gaya dada dengan koordinasi
koordinasi gerak yang
gerak yang lebih baik serta nilai
baik, dan nilai-nilai yang
keberanian, disiplin, dan kebersihan
terkandung di
10.2 Mempraktikkan cara bernapas salah
dalamnya*)
satu gaya renang, serta nilai keberanian,
disiplin, dan kebersihan
10.3 Mempraktikkan kombinasi gerakan
lengan dan tungkai dalam renang gaya
44

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
dada, serta nilai keberanian dan disiplin
10.4 Mempraktikkan dasar-dasar keselamatan
di air

11.

Mempraktikkan 11.1 Mempraktikkan aktivitas penjelajahan


penjelajahan
dan
di alam bebas secara sederhana, serta
perkemahan di alam
nilai kerja sama, tanggung jawab,
bebas, serta nilai-nilai
disiplin, dan keselamatan
yang terkandung di 11.2 Mempraktikkan pemasangan kemah
dalamnya***)
bersama, serta nilai kerja sama,
tanggung jawab, disiplin, dan
keselamatan

12.

Menerapkan
hidup sehat

budaya 12.1 Mengenal cara menolak ajakan


menggunakan narkoba
12.2 Mengenal cara menolak perlakuan
pelecehan seksual

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )


Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )
Keterangan
1.

Diajarkan sebagai kegiatan pilihan, disesuaikan dengan situasi dan


kondisi sekolah Materi pilihan, disesuaikan dengan fasilitas dan
peralatan yang tersedia Diajarkan sebagai kegiatan yang dapat
dilakukan dalam semester 1 dan atau semester 2

2.

Untuk pembinaan peserta didik ynag berminat terhadap salah satu atau
beberapa cabang tertentu dapat dilakukan melalui kegiatan ekstra
kurikuler

Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator
pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan
pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan
Standar Penilaian.

45

h) SBK
Kelas VI, Semester 1
Standar Kompetensi
Seni Rupa
1. Mengapresiasi karya seni rupa

Kompetensi Dasar

Mengidentifikasi jenis motif


hias pada karya seni rupa
Nusantara daerah lain
1.2 Menjelaskan cara membatik
1.3 Menampilkan sikap apresiatif
terhadap keunikan motif hias
karya seni rupa Nusantara
daerah lain
2. Mengekspresikan diri melalui
2.1 Membatik dengan teknik
karya seni rupa
sederhana
2.2 Mengekspresikan diri melalui
gambar ilustrasi dengan tema
suasana di sekitar sekolah
2.3 Merancang boneka
2.4 Membuat boneka berdasarkan
rancangan
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )
Seni Musik
3. Mengapresiasi seni musik
3.1 Mengidentifikasi berbagai
ragam musik daerah Nusantara
3.2 Menampilkan sikap apresiatif
terhadap berbagai ragam musik
daerah Nusantara
4. Mengekspresikan diri melalui
4.1 Memainkan alat musik ritmis
karya seni musik
dan melodis
4.2 Menyanyikan lagu wajib,
daerah dan Nusantara dengan
iringan sederhana
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )
Seni Tari
5. Mengapresiasi karya seni tari
5.1 Menjelaskan makna pola lantai
pada tarian
46

1.1

Standar Kompetensi
5.2

5.3

6.

Mengekspresikan diri melalui


karya seni tari

6.1

8.

Membuat karya kerajinan

8.1
8.2

Kompetensi Dasar
Membandingkan pola lantai
gerak tari Nusantara daerah
setempat
Menganalisis pola lantai gerak
tari Nusantara daerah setempat

Menyiapkan peragaan tari


Nusantara daerah setempat
dengan pola lantai secara
perorangan dan berkelompok
6.2 Memeragakan tari Nusantara
daerah setempat dengan pola
lantai secara perorangan dan
berkelompok
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )
Keterampilan
7. Mengapresiasi karya kerajinan 7.1 Mendeskripsikan kesesuaian
fungsi, kekuatan, dan
keindahan karya kerajinan
anyaman
7.2 Menampilkan sikap apresiatif
terhadap karya kerajinan
anyaman

8.3

Membuat kerajinan anyaman


Merancang benda pakai dari
bahan anyaman
Membuat benda pakai dari
bahan anyaman

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )


Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )

47

Kelas VI, Semester 2


Standar Kompetensi
Seni Rupa
9. Mengapresiasi karya seni
rupa

Kompetensi Dasar

Mengidentifikasi jenis motif hias


pada karya seni rupa Nusantara
daerah lain
9.2 Menampilkan sikap apresiatif
terhadap keunikan motif hias
karya seni rupa Nusantara daerah
lain
10. Mengekspresikan diri
10.1 Mengekspresikan diri melalui
gambar ilustrasi suasana alam
melalui karya seni rupa
sekitar
10.2 Menyiapkan karya seni rupa yang
dibuat untuk pameran kelas
10.3 Menata karya seni rupa yang
dibuat untuk pameran kelas
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )
Seni Musik
11. Mengapresiasi karya seni
11.1 Membandingkan berbagai lagu
musik
dan musik Nusantara
11.2 Menampilkan sikap apresiatif
terhadap berbagai lagu dan
musik Nusantara
12.

9.1

Mengekspresikan diri
melalui karya seni musik

12.1
12.2

12.3

Karakter siswa yang diharapkan :


Disiplin ( Discipline )
Tanggung jawab ( responsibility )
Kerja sama ( Cooperation )
Seni Tari
13. Mengapresiasi karya seni tari
48

Memainkan alat musik ritmis


dan melodis
Menyiapkan pertunjukan lagu
daerah dan lagu Nusantara
dengan iringan musik sederhana
Mementaskan pertunjukan
nyanyian lagu daerah dan lagu
Nusantara dengan iringan musik
sederhana

Tekun ( diligence )
Ketelitian ( carefulness)
Percaya diri ( Confidence )
13.1

Membandingkan pola lantai


gerak tari Nusantara

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
13.2 Menganalisis pola lantai
gerak tari Nusantara
berdasarkan pengamatan
14. Mengekspresikan diri melalui
14.1 Memeragakan tari
Nusantara dengan pola
karya seni tari
lantai secara berkelompok
14.2 Menyiapkan pertunjukan
tari Nusantara di sekolah
14.3 Menggelar pertunjukan tari
Nusantara di sekolah
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )
Keterampilan
15. Mengapresiasi karya kerajinan
15.1 Mendeskripsikan kesesuaian
fungsi, kekuatan, dan
keindahan karya kerajinan
benda mainan beroda
15.2 Menampilkan sikap
apresiatif terhadap karya
kerajinan benda mainan
beroda
16 Membuat benda mainan beroda 16.1 Merancang benda mainan
beroda
16.2 Membuat benda mainan
beroda
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )
Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator
pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan
pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar
Penilaian.

49

D. Muatan Kurikulum

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tantang Standar Nasional


Pendidikan menegaskan bahwa kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan
pendidikan dituangkan dalam kopetensi pada setiap tingkat dan/atau semester
sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Muatan kurikulum

untuk SDN

Kaliwining 04 adalah meliputi 8 mata pelajaran, dan 2 muatan lokal


1. Mata Pelajaran Muatan Nasional
Mata pelajaran yang diajarkan di SDN Kaliwining 04 terdiri dari 8 mata
pelajaran yaitu
a. Pendidikan Agama
b. Pendidikan Kewarganegaraan
c. Bahasa Indonesia
d. Matematika
e. Ilmu Pengetahuan Alam
f. Ilmu Pengetahuan Sosial
g. Seni Budaya dan Ketrampilan
h. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

2. Mata Pelajaran Muatan Lokal


Mata Pelajaran yang diajarkan SDN Kaliwining 04 terdiri dari 2 mata
pelajaran yaitu
a. Bahasa Inggris
b. Bahasa Jawa

1.

Bahasa Inggris

Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual,


sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan
dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan
membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang
lain. Selain itu, pembelajaran bahasa juga membantu peserta didik mampu
mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat,

50

dan bahkan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan


imaginatif yang ada dalam dirinya.
Bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan
tulis. Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi,
pikiran, perasaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
budaya. Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah
kemampuan

berwacana,

yakni

kemampuan

memahami

dan/atau

menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat


keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan
menulis. Keempat keterampilan inilah yang digunakan untuk menanggapi
atau menciptakan wacana dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu,
mata

pelajaran

Bahasa

Inggris

diarahkan

untuk

mengembangkan

keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan


berwacana dalam bahasa Inggris pada tingkat literasi tertentu.
Tingkat literasi mencakup performative, functional, informational,
dan epistemic. Pada tingkat performative, orang mampu membaca, menulis,
mendengarkan, dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan. Pada
tingkat functional, orang mampu menggunakan bahasa untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar, manual atau
petunjuk.

Pada

tingkat

informational,

orang

mampu

mengakses

pengetahuan dengan kemampuan berbahasa, sedangkan pada tingkat


epistemic orang mampu mengungkapkan pengetahuan ke dalam bahasa
sasaran (Wells,1987).
Sehubungan dengan hal tersebut, perlu ditetapkan standar kompetensi
bahasa Inggris bagi SD/MI yang menyelenggarakan mata pelajaran Bahasa
Inggris sebagai muatan lokal. Kompetensi lulusan SD/MI tersebut
selayaknya merupakan kemampuan yang bermanfaat dalam rangka
menyiapkan lulusan untuk belajar bahasa Inggris di tingkat SMP/MTs.
Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan berinteraksi dalam bahasa
Inggris untuk menunjang kegiatan kelas dan sekolah.
Pendidikan

bahasa

Inggris

di

SD/MI

dimaksudkan

untuk

mengembangkan kemampuan berbahasa yang digunakan untuk menyertai


tindakan atau language accompanying action. Bahasa Inggris digunakan

51

untuk interaksi dan bersifat here and now. Topik pembicaraannya


berkisar pada hal-hal yang ada dalam konteks situasi. Untuk mencapai
kompetensi ini, peserta didik perlu dipajankan dan dibiasakan dengan
berbagai ragam pasangan bersanding (adjacency pairs) yang merupakan
dasar menuju kemampuan berinteraksi yang lebih kompleks.

2. Bahasa Jawa
Bahasa Jawa adalah suatu bahasa daerah yang merupakan bagian dari
kebudayaan nasional Indonesia, yang hidup dan tetap dipergunakan dalam
asyarakat bahasa yang bersangkutan. Bahasa Jawa yang terus berkembang
maka diperlukan penyesuaian ejaan huruf Jawa. Bahasa Jawa merupakan
salah satu bahasa daerah sehingga perlu dilestarikan supaya tidak hilang
keberadaannya. Kurikulum Bahasa Jawa (2004: 1) pelestarian dan
pengembangan Bahasa Jawa didasarkan pada beberapa hal sebagai berikut.
a) Bahasa Jawa sebagai alat komunikasi sebagian besar penduduk Jawa,
b) Bahasa Jawa memperkokoh jati diri dan kepribadian orang dewasa,
c) Bahasa Jawa, termasuk didalamnya sastra dan budaya Jawa,
d) Mendukung kekayaan khasanah budaya bangsa,
e) Bahasa, Sastra dan budaya Jawa merupakan warisan budaya
f) Adiluhung, dan
g) Bahasa, Sastra, dan budaya Jawa dikembangkan untuk mendukung
h) Life skill.
Menyikapi masalah kurang diperhatikannya pelajaran bahasa Jawa
saat ini, upaya paling tepat dan efektif dalam pelestarian kebudayaan dan
bahasa Jawa adalah melalui jalur pendidikan, yaitu melalui pembelajaran
bahasa dan sastra Jawa dalam kerangka budaya yang ada di masing-masing
daerah dijelaskan bahwa kajian bahasa mencakup bahasa Indonesia, bahasa
Daerah, dan bahasa asing dengan pertimbangan: satu, bahasa Indonesia
merupakan bahasa Nasional. dua, bahasa daerah merupakan bahasa ibu
siswa. Tiga, bahasa asing terutama bahasa Inggris merupakan bahasa
Internasional yang sangat penting kegunaannya dalam pergaulan global.
Pembelajaran bahasa Jawa baik menyangkut masalah penyusunan
rencana pembelajaran, penyajian materi maupun evaluasi hasil belajar.
Mata pelajaran bahasa Jawa dalam pelaksanaannya di sekolah dasar juga
52

mempunyai tujuan-tujuan tertentu. Sudjarwadi (konggres bahasa Jawa


IV,1991: 74) menjelaskan tujuan pembelajaran bahasa Jawa bagi sekolah
dasar sebagai berikut.
(a) Siswa menghargai dan membanggakan bahasa Jawa sebagai bahasa
daerah dan berkewajiban mengembangkan serta melestarikannya,
(b) Siswa memahami bahasa Jawa dari segi bentuk, makna dan fungsi
serta menggunakannya dengan tepat untuk bermacam-macam tujuan
keperluan, keadaan, misalnya di sekolah, dirumah, di masyarakat
dengan baik dan benar,
(c) Siswa memiliki kemampuan menggunakan bahasa Jawa yang baik
benar,
(d) Siswa memiliki kemampuan menggunakan bahasa Jawa yang baik
dan benar untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan intelektrual
(berfikir kreatif menggunakan akal sehat, menerapkan kemampuan
yang berguna, menggeluti konsep abstrak, dan memecahkan
masalah), kematangan emosional dan sosial, dan
(e) Siswa dapat bersikap positif dalam tata kehidupan sehari-hari di
lingkungannya.
Fungsi bahasa Jawa yang tadinya lebih luas meliputi sampai pada
bahasa resmi di kalangan pemerintahan dan ilmu pengetahuan di sekolah
sekarang menjadi lebih singkat.
Pembelajaran bahasa Jawa di sekolah dasar meliputi membaca,
menyimak, berbicara, menulis. Membaca diarahkan pada kemampuan
memahami isi bacaan, makna suatu bacaan ditentukan oleh situasi dan
konteks dalam bacaan. Kegiatan menyimak pada hakikatnya sama dengan
kegiatan membaca hanya saja pada menyimak merupakan pemahaman teks
lisan. Kegiatan menulis diarahkan untuk mengembangkan kemampuan
mengungkapkan gagasan, pendapat, pesan dan perasaan secara tertulis.
Kegiatan berbicara diarahkan pada kemampuan mengungkapkan
gagasan, pendapat, pesan dan perasaan secara lisan dengan menggunakan
bahasa Jawa. Program Pengajaran Bahasa Jawa, lingkup mata pelajaran
bahasa Jawa meliputi penguasaan kebahasaan, kemampuan memahami
mengapresiasi sastra dan kemampuan menggunakan bahasa Jawa. Bahasa
Jawa mempunyai tiga ragam bahasa yaitu ngoko, madya, dan krama.
53

3. Program Pelajaran Tambahan dan Pengembangan Diri


Untuk

mendukung

proses

percepatan

peningkatan

pendidikan

berkarakter, SDN Kaliwining 04 dalam proses penyelenggaraan dan


pengelolaannya melakukan pengembangan, perluasan dan pendalaman dari
Standar Nasional Pendidikan (SNP) sehingga lulusannya memiliki daya saing.
SDN Kaliwining 04 adalah sekolah dasar yang pra memenuhi seluruh aspek
Standar Nasional Pendidikan (SNP) baik standar proses, standar kompetensi
lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana,
pengelolaan,

pembiayaan dan

standar penilaian. Adapun

penguatan,

pengayaan, pengembangan, perluasan dan pendalaman kemampuan yang


diyakini diperlukan untuk bekal hidup dalam pendidikan di jenjang
berikutnya.
Oleh karna itu SDN Kaliwining 04 mulai mengembangkan program
remedial, pengayaan dalam pengertian yang terbatas, untuk ke depan akan
dikembangkan lagi dalam arti sesungguhnya mengingat persiapan menuju arah
tersebut memerlukan keterlibatan banyak faktor baik sumber daya manusia
dan pendanaan. Program yang dimaksud adalah program remidial adalah
program perbaikan pembelajaran bagi siswa yang belum optimal menyerap
materi pembelajaran. Program pengayaan adalah program pembelajaran yang
memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar dan berlatih pelajaran
tambahan untuk memperkaya dan memperdalam dari materi yang sudah
dibelajarkan. Sedangkan program percepatan adalah program lompatan belajar
bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik sangat baik untuk dapat
menyelesaikan pendidikan pada kelas tertentu lebih cepat dari biasanya.
Selanjutnya sekolah akan mengembangkan instrumen penilaian yang akan
dijadikan sarana dan tolak ukur seorang siswa dikatakan layak mendapatkan
kesempatan tersebut.
Program tersebut kemudian dilaksanakan pada jam palajaran tambahan
di luar jam reguler yang dilaksanakan bersamaan dengan program
pengembangan diri atau kegiatan lain yang ada kaitannya dalam rangka
mewujudkan tujuan sekolah seperti persiapan lomba akademik dan non
akademik.

54

a) Kegiatan Pengembangan Diri


Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata
pelajaran sebagai

bagian integral kurikulum sekolah. Kegiatan

pengembangan

merupakan

diri

upaya

pembentukan

watak

dan

kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan yalanan


bimbingan/konseling dan ekstra kurikuler.
Secara umum pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri
sesuai

dengan

kebutuhan,

potensi,

bakat,

minat,

kondisi

dan

perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah.


Sedangkan secara khusus pengembangan diri bertujuan menunjang
pendidikan peserta didik dalam mengembangkan:
(a) bakat,
(b) minat,
(c) kreativitas,
(d) kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan,
(e) kemampuan kehidupan keagamaan,
(f) kemampuan sosial,
(g) kemampuan belajar,
(h) wawasan dan perencanaan karir,
(i) kemampuan pemecahan masalah, dan
(j) kemandirian.
Ruang lingkup pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan
tidak terprogram pada kegiatan pembelajaran reguler dan pada program
pembelajaran tambahan. Bidang kegiatan meliputi kegiatan:
(1) kepramukaan,
(2) Seni, dan
(3) olahraga.
Katagori peserta adalah berdasarkan minat dan bakat siswa. Kegiatan
pengembangan diri berupa kegiatan layanan bimbingan/konseling ataupun
bimbingan belajar dan ekstra kurikuler dibina oleh guru kelas atau guru
mata pelajaran dan atau tenaga kependidikan lain sesuai dengan
kemampuan dan Kegiatan pengembangan diri tidak terprogram
55

Kegiatan

pengembangan diri secara tidak terprogram dapat

dilaksanakan melalui kegiatan sebagai berikut.


1)

Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti: upacara


bendera setiap Senin ,dan setiap pagi sebelum masuk ,ibadah khusus
keagamaan setiap Purnama ,Tilem ,Trisandya bersama setiap pagi dan
siang sebelum pulang ,pengucapan janji siswa setiap hari ,
pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.

2)

Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus


seperti: pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah
pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).

3) Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti:


berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji
kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.
4. Budi Pakerti
Pengaruh

positif

akibat

globalisasi

dan

industrialisasi

adalah

terbentuknya karakter manusia yang menghargai waktu, menghargai sesama,


efektif dan efisien serta dapat membedakan perbuatan yang baik dan perbuatan
yang buruk. Hal ini berpengaruh terhadap perilaku masyarakat yang cendrung
individual dan mengabaikan kebersamaan, kegotongroyongan dan sendi-sendi
kehidupan lainnya.
Persoalan yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan,
kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang
konsumtif, pelanggaran tata tertib, etika dan degradasi moral menjadi topik
pembahasan hangat di media masa, seminar, dan di berbagai kesempatan.
Untuk menangkal makin merebaknya prilaku amoral pada peserta didik
diperlukan upaya-upaya penanaman pengetahuan, sikap dan perbuatan yang
berahklak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia dengan memberikan
pendidikan budi pekerti yang menanamkan nilai-nilai moral pada peserta
didik.
Pendidikan budi pekerti dilaksanakan untuk pembentukan watak
kepribadian peserta didik secara utuh yang tercermin pada prilaku berupa
pikiran, ucapan, perbuatan, sikap dan hasil karya yang baik. Realisasi
pendidikan budi pekerti perlu diwujudkan dalam lingkup keluarga, masyarakat
56

dan sekolah secara terpadu. Dengan sendirinya pelaksanaan pendidikan budi


pekerti

dapat

pengalaman,

diwujudkan
pembinaan

melalui

prilaku

upaya

keteladanan,

perbuatan-perbuatan

pembiasaan,

yang baik

dan

pengkondisian lingkungan.
a)

Tujuan pengembangan budi pekerti adalah


a. Mendorong kebiasaan dan prilaku peserta didik yang terpuji dan

sejalan dengan

nilai- nilai universal, nasional dan tradisi budaya

bangsa yang
b. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggungjawab peserta didik

sebagai penerus bangsa;


c. Memupuk ketegaran dan kepekaan mental peserta didik terhadap

situasi sekitarnya sehingga tidak terjerumus kedalam prilaku yang


menyimpang baik secara individual maupun sosial;
d. Meningkatkan kemampuan untuk menghindari sifat-sifat yang dapat

merusak diri sendiri, orang lain dan lingkungan.


b)

Ruang lingkup budi pekerti adalah:


a. Memahami dan menerapkan nilai-nilai budi pekerti melalui hakikat
hubungan manusia dan Tuhan;
b. Memahami dan menerapkan nilai-nilai budi pekerti melalui hakikat
manusia (potensi diri);
c. Memahami dan menerapkan nilai-nilai budi pekerti melalui hakikat
hubungan antara manusia dengan manusia;
d. Memahami dan menerapkan nilai-nilai budi pekerti melalui hakikat
hubungan antara manusia dengan lingkungan (lingkungan alam,
sosial dan budaya).

5. Pendidikan Kecakapan Hidup


Layanan Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) dilaksanakan secara
terpadu melalui mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.
Lingkup PKH yang dikembangkan di SD Negeri Kaliwining 04 adalah:
a. Kecakapan Personal yang berisi:
1) Keimanan dan ketaqwaan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

57

2) Pengembangan karakter yang mencangkup 18 nilai karakter

rasa

tanggung jawab, kebiasaan tertib dan disiplin, cinta kebenaran,


komitmen hidup rukun, saling menghargai, saling membantu, saling
menghormati dan memiliki budaya santun.
3) Kebiasaan tanggap dan peduli terhadap kebersihan, keamanan,
kesehatan dan keindahan lingkungan.
4) Memahami potensi diri dan mampu membangun rasa percaya diri.
b. Kecakapan Berpikir Rasional yang berisi:
1) Kecakapan menggali informasi melalui berbagai strategi.
2) Kecakapan mengolah informasi.
3) Kecakapan mengambil keputusan.
4) Kecakapan memecahkan masalah.
c. Kecakapan Sosial yang berisi:
1) Kecakapan berkomunikasi dengan empati.
2) Kecakapan bekerjasama.
3) Kecakapan dasar memimpin.

6. Pengembangan Pendidikan Karakter


Pendidikan karakter merupakan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti,
pendidikan

moral,

pendidikan

watak

yang

bertujuan

mengembangkan

kemampuan seluruh warga sekolah untuk memberikan keputusan baik-buruk,


keteladanan, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam
kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.
Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa terintegrasi pada semua mata
pelajaran dan dalam kegiatan pengembangan diri. Fokus dari pendidikan budaya
dan karakter bangsa adalah pengembangan nilai-nilai yang diaplikasikan melalui
sikap dan kepribadian dari proses dan hasil kegiatan pembelajaran secara luas.
Arah pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa,pada
prinsipnya tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi kedalam
mata pelajaran dan pengembangan diri serta budaya sekolah. Kepala sekolah dan
guru perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan
budaya dan karakter bangsa ke dalam kurikulum sekolah.

58

Indikator nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ada dua jenis yaitu
a. Indikator sekolah dan kelas
Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala
sekolah, guru dan personalia sekolah dalam merencanakan,melaksanakan dan
mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan
karakter bangsa. Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang
diprogramkan dalam kegiatan sehari-hari ( rutin )
b. Indikator untuk mata pelajaran
Indikator Mata Pelajaran menggambarkan prilaku afektif peserta didik
berkenaan dengan mata pelajaran tertentu,perilaku yang dikembangkan dalam
indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa bersifat progesif artinya
prilaku tersebut berkembang semakin komplek antara satu jenjang kelas
dengan jenjang kelas di atasnya bahkan dalam jenjang kelas yang sama.Guru
memiliki kebebasan dalam menentukan berapa lama suatu perilaku harus
dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih komplek.
Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan
pendekatan proses belajar aktif dan berpusat pada anak, dilakukan melalui
berbagai kegiatan di kelas, sekolah dan masyarakat. Di kelas dikembangkan
melalui berbagai kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru dengan cara
terintegrasi. Di sekolah dikembang dengan upaya pengkondisian atau
perencanaan sejak awal tahun pelajaran dan dimasukkan ke kalender akademik
dan yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya sekolah sehingga
peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang
menunjukan

nilai-nilai

budaya

dan

karakter

bangsa.

Di

masyarakat

dikembangkan melalui kegiatan ekstra kurikuler degan melakukan kunjungan ke


tempat-tempat yang menunjukan tempa yang dapat menumbuhkan rasa cinta
tanah air dan melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian
dan kesetiakawanan.
Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan
mengacu pada indikator pencapaian nilai- nilai budaya dan karakter melalui
pengamatan guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di
sekolah, model anecdotal record ( catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya
perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan ), maupun
memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang
59

memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang


dimilikinya.
Dari hasil pengamatan,catatan anecdotal record,tugas, laporan,guru dapat
memberi kesimpulan/pertimbangan yang dinyatakan dalam pernyataan kualitatif
sebagai berikut :
1) BT : Belum Terlihat (Apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda
tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator)
2) MT : Mulai Terlihat ( Apabila peserta didik mulai memperlihatkan
adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi
belum konsisten)
3) MB : Mulai Berkembang ( Apabila peserta didik sudah mulai
memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan
dalam indikator dan mulai konsisten)
4) MM : Mulai Membudaya ( Apabila peserta didik terus menerus
memperlihatkan perilaku

yang dinyatakan dalam indikator secara

konsisten )
Program pendidikan karakter secara dokumen diintegrasikan ke dalam
kurikulum mulai dari visi, misi, tujuan, struktur dan muatan kurikulum, kalender
pendidikan, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pelaksanaan
pendidikan karakter melibatkan seluruh warga sekolah, orang tua peserta didik,
dan masyarakat sekitar.
E. Pengaturan Beban Belajar
Beban belajar yang diterapkan di SD Negeri Kaliwining 04 adalah sistem
paket, yaitu sistem penyelenggaraan program pendidikan peserta didik
diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang
sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang
berlaku di SD Negeri Kaliwining 04. Beban belajar setiap mata pelajaran pada
sistem paket dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran. 1 jam pembelajaran
adalah 30 menit untuk siswa kelas III dan 35 menit untuk siswa kelas VI.
Beban belajar terdiri dari:
a) kegiatan tatap muka,
b) penugasan terstruktur, dan
c) kegiatan mandiri tidak terstruktur.
60

Pemanfaatan alokasi waktu untuk Penugasan Terstruktur (PT) dan Kegiatan


Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) sebanyak maksimum 40% dari jumlah
alokasi waktu tatap muka permata pelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan
masing-masing mata pelajaran. Seperti table berikut
Satu Jam
Jumlah Jam
Pembelajaran
Kelas
Pembelajaran
Tatap Muka /
Per-Minggu
Menit

Minggu
Efektif
PerTahun
Ajaran

Waktu
Pembelajaran/Jam
Per-Tahun

35

30

40

1200

35

31

40

1240

35

32

40

1280

35

36

40

1140

35

36

40

1440

35

36

34

1224

F. Ketuntasan Belajar
1. Pengertian
Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu
kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM)
ditetapkan oleh sekolah pada awal tahun pelajaran dengan memperhatikan :
a) Intake (kemampuan rata-rata peserta didik),
b) Kompleksitas (mengidentifikasi indikator sebagai penanda tercapainya
kompetensi dasar),
c) Kemampuan daya pendukung (berorientasi pada sumber belajar).

2. Fungsi KKM adalah :


a) sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai
KD mata pelajaran yang diikuti,
b) sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti
penilaian mata pelajaran,
c) dapat dilakukan sebagai evaluasi program yang dilaksanakan di sekolah,
61

d) merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap


mata pelajaran.

3. Prinsip penetapan KKM sebagai berikut:


1) Dilakukan melalui analisis dengan memperhatikan kompleksitas, daya
dukung dan intake peserta didik.
2) KKM Kompetensi Dasar merupakan rata-rata dari KKM indikator yang
terdapat dalam kompetensi dasar tersebut.
3) Kriteria KKM setiap Standar Kompetensi merupakan rata-rata KKM
Kompetensi Dasar yang terdapat dalam Standar Kompetensi tersebut.
4) KKM Mata Pelajaran merupakan rata-rata dari semua KKM Standar
Kompetensi yang terdapat dalam 1 semester atau 1 tahun pelajaran dan
dicantumkan dalam buku raport peserta didik.
5) Pada setiap indikator/kompetensi dasar dimungkinkan adanya perbedaan
nilai ketuntasan minimal.

4. Langkah-langkah penetapan KKM sebagai berikut:


1) Hasil penetapan KKM oleh guru/kelompok mapel disahkan oleh Kepala
Sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian.
2) KKM yang ditetapkan, disosialisasikan kepada peserta didik, orang tua,
dinas pendidikan.
3) KKM dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar/raport pada saat hasil
penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik.
5. Penentuan KKM
1) Intake peserta didik : tingkat kemampuan rata-rata peserta didik.
2) Kompleksitas: kesulitan/kerumitan setiap KD/indikator yang harus dicapai
oleh peserta didik.
3) Daya dukung : ketersediaan tenaga, sarana prasarana, biaya operasional
pendidikan, manajemen sekolah, kepedulian stake holder sekolah.
6. Upaya sekolah dalam meningkatkan KKM untuk mencapai KKM Ideal (100%)
1) Nilai remidi idealnya dapat lebih tinggi dari KKM. Apabila kebijakan ini
diberlakukan, maka setiap peserta didik (termasuk yang sudah mencapai
KKM) berhak mengikuti remidi untuk memperbaiki nilai sehingga
mencapai nilai maksimal (100).
62

2) Oleh karena itu mempertimbangkan kepraktisan dalam pelaksanaan


remedial sekolah dapat menetapkan nilai remidi sama dengan nilai KKM.
Kebijakan ini harus disosialisasikan sejak awal tahun pelajaran. Bagi
peserta didik yang telah mencapai ketuntasan belajar diberikan layanan
pengayaan dan bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar
minimal diberikan layanan perbaikan sebanyak tiga kali (dilakukan remidial). SD
Kaliwining 04 berupaya untuk selalu meningkatkan kriteria ketuntasan belajar
ideal minimal 75% agar dapat mencapai ketuntasan ideal 100%.
Upaya yang dilakukan berupa perbaikan dan peningkatan kualitas
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Upaya lain berupa
peningkatan pemanfaatan sumber belajar yang ada seperti pemanfaatan
perpustakaan dan lingkungan sebagai sumber pembelajaran.
Sehingga ketuntasan sebagai berikut
a) Kelas III

No

Standart Ketuntasan
Belajar Minimal (SKBM)

Mata Pelajaran

Angka

Huruf

Pendidikan Agama Islam (PAI)

70

Tujuh puluh

Pendidikan Kewarganegaraan

70

Tujuh puluh

Bahasa Indonesia

65

Enam puluh lima

Matematika

65

Enam puluh lima

Ilmu Pengetahuan Alam

65

Enam puluh lima

Ilmu Pengetahuan Sosial

60

Enam puluh

Seni Budaya dan Keterampilan

70

Tujuh puluh

Pendidikan
Kesehatan

75

Tujuh puluh lima

Mulok
a. Bahasa Jawa

70

Tujuh puluh

b. Bahasa Inggris

60

Enam puluh

Jasmani,

Olah

63

Raga

dan

b) Kelas VI

No

Standart Ketuntasan
Belajar Minimal (SKBM)

Mata Pelajaran

Angka

Huruf

Pendidikan Agama Islam (PAI)

70

Tujuh puluh

Pendidikan Kewarganegaraan

70

Tujuh puluh

Bahasa Indonesia

65

Enam puluh lima

Matematika

60

Enam puluh

Ilmu Pengetahuan Alam

65

Enam puluh lima

Ilmu Pengetahuan Sosial

60

Enam puluh

Seni Budaya dan Keterampilan

75

Tujuh puluh lima

Pendidikan
Kesehatan

75

Tujuh puluh lima

Mulok
a. Bahasa Jawa

70

Tujuh puluh

b. Bahasa Inggris

60

Enam puluh

Jasmani,

Olah

Raga

dan

G. Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran.Kriteria dan
penentuan kenaikan kelas adalah sebagai berikut.
a. Kriteria kenaikan kelas
1) Nilai rapor semester satu diperoleh dari rata-rata gabungan nilai harian
(ulangan harian dan nilai tugas), nilai tes tengah semester dan nilai tes
akhir semester satu pada setiap mata pelajaran.
2) Nilai rapor semester dua diperoleh dari rata-rata gabungan nilai harian
(ulangan harian dan nilai tugas), nilai tes tengah semester

dan nilai

ulangan kenaikan kelas pada setiap mata pelajaran.


3) Memiliki rapor di kelasnya masing-masing.
b. Penentuan kenaikan kelas
1) Penentuan kenaikan kelas peserta didik dilakukan oleh sekolah dalam
suatu

rapat

Dewan

guru

dengan

mempertimbangkan

KKM,

sikap/penilaian budi pekerti dan kehadiran siswa yang bersangkutan.


64

2) Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas, apabila yang bersangkutan tidak
mencapai kriteria ketuntasan belajar minimal lebih dari 3 (tiga) mata
pelajaran. mata pelajaran.
3) Peserta didik yang dinyatakan tidak naik kelas harus mengulang di kelas
bersangkutan.

H.

Kreteria Kelulusan
Sesuai Dengan Ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor
54 Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar Dan
Menengah adalah
1) Pengertian
Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan
lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
2) Tujuan
Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan
standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan
tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan
standar pembiayaan.
3) Ruang Lingkup
Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan
peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa
belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
4) Kompetensi Lulusan SD/MI/SDLB/Paket A
Sesuai Dengan Ketentuan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Pasal 72
Ayat (1) Peserta Didik Dinyatakan Lulus Dari Satuan Pendidikan Dasar Dan
Menengah Sebagai Berikut :
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
2. Memperoleh nilai minimal Baik untuk seluruh kelompok mata
pelajaran : Agama dan Ahklaq mulia, Kewarganegaraan dan
kepribadian, estetika, jasmani dan olah raga dan kesehatan.
3. Lulus Ujian Sekolah/Ujian Nasional sesuai dengan peraturan Menteri
Pendidikan Nasional yang berlaku

65

4. Standar Kompetensi Lulusan

Lulusan SD/MI/SDLB/Paket A

memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut.

66

BAB III
KALENDER PENDIDIKAN

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada setiap jenis dan jenjang
diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan. Kalender pendidikan adalah
pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran
yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu
pembelajaran efektif, dan hari libur.
Adapun pengertian dari masing-masing pengaturan waktu di atas adalah:
permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran awal
tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan untuk setiap tahun
pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah
jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah pembelajaran untuk seluruh mata
pelajaran termasuk muatan lokal ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan
diri. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan
pembelajaran terjadwal pada setiap satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur
dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran.

A. Permulaan Waktu Pelajaran


Permulaan waktu pelajaran di setiap satuan pendidikan dimulai pada setiap awal
tahun pelajaran.

B. Pengaturan Waktu Belajar Efektif


a. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran di luar
waktu libur untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
b. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu
yang meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran
termasuk muatan lokal (kurikulum tingkat daerah), ditambah jumlah jam
untuk kegiatan lain yang dianggap penting oleh satuan pendidikan.
67

C. Pengaturan Waktu Libur


Penetapan waktu libur dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang
berlaku tentang hari libur, baik nasional maupun daerah. Waktu libur dapat
berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran,
hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari
libur khusus.
Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur, dan kegiatan lainnya
tertera pada Tabel berikut ini.

D. Alokasi Waktu
Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk
setiap tahun pelajaran, Sekolah / madrasah dapat mengalokasikan minggu efektif
belajar sesuai dengan keadaaan dan kebutuhan.
Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pelajaran setiap minggu,
meliputi jumlah jam pelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan
local di tambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
Waktu libur adalah waktu yang di tetapkan untuk tidak diadakan kegiatan
pembelajaran terjadual pada satuan pendidikan yang di maksud.Waktu libur dapat
berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran,
hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari hari besar nasional, dan
hari libur khusus.
Hari libur sekolah/ madrasah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional dan /atau Keputusan Menteri Agama dalam hal yang terkait
dengan hari raya keagamaan. Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/kota dan atau
organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.
Sekolah/madrasah atau sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur
keagamaan lebih panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa
mengurangi

jumlah

minggu

efektif

belajar

dan

waktu

efektif.

Bagi

sekolah/madrasah yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan


waktu secara khusus tanpa mengurangi jumlah minggu efektif dan waktu
pembelajaran efektif.
Hari libur umum/nasional atau penetapan libur serentak untuk jenjang dan
dan jenis pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Pusat/ Provinsi /
68

Kabupaten/ Kota. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan


pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap Satuan pendidikan.

E. Penetapan Kalender Pendidikan


Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir
pada bulan Juni tahun berikutnya. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan /atau Keputusan Menteri Agama
dalam hal yang terkait dengan hari raya Keagamaan. Bupati atau Kepala Dinas
Pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.
Pemerintah Pusat/Propinsi/Kabupaten dapat menetapkan hari libur serempak
untuk satuan - satuan Pendidikan. Kalender Pendidikan untuk setiap satuan
Pendidikan disusun oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi
waktu sebagaimana tersebut pada dokumen standart isi dengan memperhatikan
ketentuan dari Pemerintah/ Pemerintah daerah.
Hari belajar efektif adalah hari belajar yang betul betul digunakan untuk
kegiatan pembelajaran, sesuai dengan ketentuan kurikulum. Jumlah hari belajar
efektif dalam 1 (satu) tahun pelajaran adalah 162 (seratus enam puluh dua) hari,
sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Jam belajar efektif adalah jam belajar
yang betul-betul digunakan dalam proses pembelajaran sesuai dengan tuntutan
kurikulum. Jumlah jam belajar efektif setiap minggu untuk kelas I adalah 34 JP,
Kelas II adalah 36 JP, Kelas 3 adalah 38 JP, Kelas 4, 5, dan 6 adalah 40 JP.
Berdasarkan ketentuan tersebut, maka kalender pendidikan sekolah adalah
sebagai berikut;
Semester I
ALOKASI
NO.
KEGIATAN
KETERANGAN
WAKTU
Minimum 34
1

Minggu efektif

minggu dan

belajar

maksimum 38
minggu

Jeda tengah

Maksimum 2

Semester

minggu

Jeda Tengah

Maksimum 2

Semester

minggu

69

Digunakan untuk kegiatan


pembelajaran efektif pada setiap
satuan pendidikan

Satu minggu setiap semester

Antara semester 1 dan 2

NO.

KEGIATAN

ALOKASI

Libur akhir tahun Maksimum 3


pelajaran

KETERANGAN

WAKTU

minggu

Digunakan untuk penyiapan


kegiatan dan administrasi akhir dan
awal tahun pelajaran
Daerah khusus yang memerlukan

Hari Libur
keagamaan

libur keagamaan lebih lama dapat


2- 4 minggu

mengatur sendiri tanpa mengurangi


jumlah minggu efektif belajar dan
waktu pembelajaran

Hari libur umum/ Maksimum 2

Disesuaikan dengan peraturan

nasional

pemerintah

Hari libur khusus

minggu
Maksimum 1
minggu

Untuk satuan pandidikan sesuai


dengan ciri kekhususan masing
masing
Digunakan untuk kegiatan yang

Kegiatan khusus
8

sekolah/
madrasah

diprogram secara khusus oleh


Maksimum 3

sekolah/ madrasah tanpa

minggu

mengurangi jumlah hari efektif


belajar dan waktu pembelajaran
efektif

Semester II
NO.

KEGIATAN

ALOKASI
WAKTU
Minimum 34

Minggu efektif
belajar

minggu dan
maksimum 38
minggu

3
4

Jeda tengah
Semester
Jeda Tengah
Semester
Libur akhir

Maksimum 2
minggu
Maksimum 2
minggu
Maksimum 3
70

KETERANGAN

Digunakan untuk kegiatan


pembelajaran efektif pada setiap
satuan pendidikan

Satu minggu setiap semester

Antara semester 1 dan 2


Digunakan untuk penyiapan

NO.

KEGIATAN

ALOKASI

KETERANGAN

WAKTU

tahun pelajaran

minggu

kegiatan dan administrasi akhir


dan awal tahun pelajaran
Daerah khusus yang memerlukan
libur keagamaan lebih lama dapat

Hari Libur

mengatur sendiri tanpa

2- 4 minggu

keagamaan

mengurangi jumlah minggu


efektif belajar dan waktu
pembelajaran

Hari libur

Maksimum 2
minggu

umum/ nasional
Hari libur

Disesuaikan dengan peraturan


pemerintah
Untuk satuan pandidikan sesuai

Maksimum 1

khusus

dengan ciri kekhususan masing

minggu

masing
Digunakan untuk kegiatan yang
diprogram secara khusus oleh

Kegiatan
8

khusus sekolah/

Maksimum 3

sekolah/ madrasah tanpa

minggu

madrasah

mengurangi jumlah hari efektif


belajar dan waktu pembelajaran
efektif

Tabel 9 : Alokasi waktu pada kalender pendidikan

Sabtu

Jumlah

Nop-14

Jumat

Okt-14

Kamis

Sep-14

Rabu

Agust-14

SEMESTER 1

Jul-14

Selasa

BULAN

Senin

Analisis Hari Belajar Efektif Tahun Pelajaran 2014-2015


Semester I

24

26

26

25

71

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Jumlah

JUMLAH

Selasa

Des-14

Senin

BULAN

18

21

21

21

20

20

19

122

JUMLAH

Jumlah

Jun-15

Sabtu

Mei-15

Jumat

Apr-15

Kamis

Mar-15

Rabu

Feb-15

SEMESTER 2

Jan-15

Selasa

BULAN

Senin

Semester II

24

24

25

25

24

18

24

24

24

23

22

23

140

Tabel 10: Perkiraan jumlah hari efektif sekolahSDN Kaliwining 04 pada tahun
pelajaran 2014/2015

72

KALENDER AKADEMIK
SDN KALIWINING 04
TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015
NO

TANGGAL

KEGIATAN

14-Jul-14

Hari pertama masuk sekolah

14 16 Juli 2014

Hari efektif belajar

17-19 Juli 2014

Hari efektif fakultatif

21 Juli 2 Agustus 2014

Libur Hari Raya Idul Fitri

17-Agust-14

Upacara HUT RI

05-Okt-14

Hari Raya Idul Adha

25-Okt-14

Tahun Baru Hijriah

25-Des-14

Hari Raya Natal

22 Desember 2 Januari 2015

Libur Semester 1

10

01-Jan-15

Libur Tahun Baru 2015

11

03-Jan-15

Maulid Nabi

12

31-Jan-15

Tahun Baru Imlek

13

21-Mar-15

Hari Raya Nyepi

23

Mei-15

Ujian sekolah SD (utama)

24

Mei-15

Ujian sekolah SD ( susulan )

25

1-6 Juni 2015

Ulangan Kenaikan Kelas

26

22 Juni 11 Juli 2015

Libur Kenaikan Kelas

Tabel 11: Perkiraan kalender akademik SDN Kaliwining 04 tahun pelajaran


2014/2015
Uraian Perkiraan Kalender Akademik SDN Kaliwining 04
Tahun pelajaran 2014 / 2015 sebagai berikut :
Semester I
ALOKASI
NO
KEGIATAN
KETERANGAN
WAKTU
Minggu efektif
1

belajar Semester
I

122 hari Dimulai


tanggal 14 Juli 2014

Digunakan untuk kegiatan


awal tahun, kegiatan
pembelajaran.
Digunakan untuk kegiatan

Hari Fakultatif

Tgl.17-19 Juli 2014

peningkatan ketaqwaan
terhadap Tuhan Yang Maha

73

NO

KEGIATAN

ALOKASI

KETERANGAN

WAKTU

Esa, dan program pengayaan


Libur sekitar
3

Hari Raya Idul


Fitri

Tgl. 21 Juli 2
Agustus 2014

Libur Akhir

Tgl. 22 Desember

Semester I

2 Januari 2015

Pelaporan hasil belajar siswa


selama 1 ( satu ) semester (
nilai Raport )
Digunakan untuk kegiatan

Hari Efektif

140 hari Dimulai

Semester II

tgl.05-01-2015

awal tahun, kegiatan


pembelajaran, ulangan MID
Semester, Ulangan Akhir
Semester

Ulangan Akhir
7

Digunakan mengisi raport

Semester II

Semester II

Kelas VI
8

Ujian Praktek

Sesuai pedoman teknis

Kelas VI
Ulangan

Kenaikan Kelas
Semester II

Untuk mengisi raport semester


Tgl. 1 6 Juni 2015

kelas

Kelas I V
10

II dan menentukan kenaikan

Kenaikan kelas

Tgl. 15 20 Juni

bagi kelas I V

2015

Penyerahan laporan / rapor


siswa
Digunakan untuk penyiapan

11

Libur Akhir
Tahun Pelajaran

Tgl. 22 Juni 11 Juli kegiatan dan adminintrasi


2015

akhir dan awal tahun


pelajaran.

74

Semester II
NO
1

KEGIATAN
Minggu efektif
belajar Semester I

ALOKASI WAKTU
122 hari Dimulai
tanggal 14 Juli 2014

KETERANGAN
Digunakan untuk kegiatan awal
tahun, kegiatan pembelajaran.
Digunakan untuk kegiatan

Hari Fakultatif

Tgl.17-19 Juli 2014

peningkatan ketaqwaan terhadap


Tuhan Yang Maha Esa, dan
program pengayaan

Libur sekitar Hari

Tgl. 21 Juli 2

Raya Idul Fitri

Agustus 2014

Libur Akhir

Tgl. 22 Desember 2

Semester I

Januari 2015

Pelaporan hasil belajar siswa


selama 1 ( satu ) semester ( nilai
Raport )
Digunakan untuk kegiatan awal

Hari Efektif

140 hari Dimulai tgl.

Semester II

05-01-2015

tahun, kegiatan pembelajaran,


ulangan MID Semester, Ulangan
Akhir Semester

Ulangan Akhir

Digunakan mengisi raport

Semester II Kelas VI

Semester II

Ujian Praktek Kelas

Sesuai pedoman teknis

VI
Ulangan Kenaikan

Kelas Semester II

Tgl. 1 6 Juni 2015

Kelas I V
10

13

Kenaikan kelas bagi


kelas I V
Libur Akhir Tahun
Pelajaran

Tgl. 15 20 Juni
2015
Tgl. 22 Juni 11 Juli
2015

75

Untuk mengisi raport semester II


dan menentukan kenaikan kelas

Penyerahan laporan / rapor siswa


Digunakan untuk penyiapan
kegiatan dan adminintrasi akhir
dan awal tahun pelajaran.

BAB V
PENUTUP

Melalui program perencaan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan atau


yang merupakan aplikasi dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang tetap
mengacu pada standar kurikulum nasional berimplikasi kepada munculnya potensi
keberagaman

karakter

masing-masing

sekolah

yang

berbeda.

Kemunculan

keberagaman tersebut sudah barang tentu masih dalam wadah dan khasanah tujuna
pendidikan nasional. Hal ini memberi kesempatan bagi satuan pendidikan untuk
berkreasi memunculkan sesuatu yang inovatif yang memiliki nilai lebih dalam bidang
pembelajaran.
Inovasi sekolah yang berkelanjutan yang didorong oleh ketersediaan sumber
daya baik yang disediakan pemerintah maupun masyarakat pengguna output
pendidikan akan mempercepat tercapainya tujuan pendidikan nasional secara umum.
Hal tersebut harus disertai dengan evaluasi berkelanjutan agar program unggulan yang
inovatif yang sudah bermunculan dapat diterapkan secara lebih luas sehingga menjadi
suatu penguatan bagi satuan pendidikan untuk berkreasi secara berkelanjutan.
Penyususnan kurikulum ini adalah tak lebih untuk mewujudkan impian semua
pihak akan terciptanya pendidikan bermutu yang akan membawa bangsa ini terlepas
dari identitas tertinggal dan mampu bersaing di era global dewasa ini. Sudah barang
tentu penyusunan kurikulum ini tak lepas dari kekurangan sehingga Tim Pengambang
SDN Kaliwining 04 mengharapakan koreksi dalam segala hal baik dalam tahap
perencanaan dan implementasi sehingga tercapai kesempurnaan yang kita harapkan
semua.

76

DAFTAR PUSTAKA

BSNP, 2006. Panduan Penyususnan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Badan Standar Nasional
Pendidikan : 2006
Mendiknas, 2006. Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22
Tahun 2006 Tanggal 23 Mei 2006, Standar Isi . Kementrian Pendidikan
Nasional : 2006
Mendiknas, 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Nomor
22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun
2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah.
Pengembang Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, 2010. Pengembangan
Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Kementrian Pendidikan
Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum : 2010
Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 Tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar Dan Menengah : 2013

77

LEMBAR PENGESAHAN

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN


(KTSP)

Disahkan pada :
Hari

: ......................................................

Tanggal

: ......................................................

Bulan

: ......................................................

Tahun

: ......................................................

Mengetahui
Ketua Komite Sekolah

Kepala SD Negeri Kaliwining 04

KARIYONO

H.M. PURWONO, S. Pd
NIP. 19710203 199606 1 002

An. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember


Kepala Bidang Pendidikan TK/SD

Drs. ACHMAD YASIN, M.Si


Nip. 195808281978031008

78
ii

TEAM PENGEMBANG
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI KALIWINING 04
KEC. RAMBIPUJI
2014-2015

Ketua

: H. M. Purwono, S. Pd (selaku Kepala Sekolah)

Wakil

: Kariyono (selaku Ketua Komite Sekolah)

Sekretaris

: Turyadi, S. Pd

Bendahara

: Suhartatik, S. Pd

Anggota :

1) Masrum Eror, A. Ma. Pd


2) Susilowati, S. Pd
3) Handayani, S. Pd
4) Siti Amnun, S. Pd
5) Iin Indahyani, S. Pd
6) Sri Puji Astutik
7) Achmad Hafid, A. Ma.Pd
8) Nanang Aris S. S. Pd
9) Dian Novitasari, A. Ma. Pd

iii
79

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..............................................................................................

LEMBAR PENGESAHAN....................................................................................

ii

TEAM PENGEMBANG ........................................................................................

iii

DAFTAR ISI ...........................................................................................................

iv

KATA PENGANTAR ............................................................................................. vi

BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
A Rasional .........................................................................................

1. Latar Belakang ...........................................................................

2. Landasan Hukum .......................................................................

B. Tujuan Penyusunan KTSP ..............................................................

C. Prinsip Pengembangan KTSP ........................................................

D. Acuan Operasional Penyusunan KTSP .........................................

TUJUAN PENDIDIKAN,VISI,MISI DAN TUJUAN SEKOLAH


A. Tujuan Pendidikan ........................................................................ 10
B. Visi ............................................................................................... 10
C.

Misi ..............................................................................................

10

D. Tujuan Sekolah ............................................................................. 11

BAB III STRUKTUR KURIKULUM


A. Jenis Program .............................................................................. 13
B. Struktur Kurikulum ...................................................................... 13
1. Struktur Kurikulum Nasional ................................................. 15
2. Struktur Kurikulum SDN Kaliwining 04 ............................. 16
C. Standart Kopetensi dan Kopetensi Dasar ...................................... 19
D. Muatan Kurikulum ....................................................................... 50
1. Bahasa Inggris ........................................................................ 50
2. Bahasa Jawa ........................................................................... 52
3. Program Pelajaran Tambahan dan Pengembangan Diri ........ 54
4. Budi Pakerti ......................................................................... 56
80
iv

5. Pendidikan Kecakapan Hidup ................................................ 57


6. Pengembangan Pendidikan Karakter...................................... 58
E.

Pengaturan Beban ........................................................................ 60

F.

Ketuntasan Belajar ....................................................................... 61

G. Kenaikan Kelas ............................................................................ 64


H. Kreteria Kelulusan ........................................................................ 65

BAB IV

KALENDER PENDIDIKAN ........................................................... 67


A. Permulaan Waktu Pelajaran ............................................................ 67
B. Pengaturan Waktu Belajar Efektif ................................................... 67
C. Pengaturan Waktu Libur.................................................................. 68
D. Alokasi Waktu ................................................................................. 68
E. Penetapan Kalender Pendidikan ...................................................... 69

BAB V

PENUTUP ........................................................................................ 76

DAFTAR ISI

................................................................................................ 77

LAMPIRAN-LAMPIRAN
- Kalender Pendidikan ................................................................................ 40

81v

KATA PENGANTAR

KTSP merupakan salah satu wujud upaya peningkatan mutu pendidikan pada
Sekolah, yang keberadaannya sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Penyelenggaraan KTSP didasari oleh tuntutan kebutuhan pembangunan
bangsa di masa yang akan datang agar memiliki kemampuan kompetitif dengan
bangsa-bangsa lain di dunia. Untuk itu harus dipersiapkan sedini mungkin melalui
proses pendidikan di sekolah dasar yang memperhatikan perbedaan potensi
kecerdasan, kecakapan, bakat dan minat peserta didik, sehingga lulusan sekolah dasar
akan relevan dengan kebutuhan, baik kebutuhan individu, keluarga, maupun
masyarakat dan pembangunan bangsa di berbagai sektor, baik lokal, nasional, maupun
internasional.
Dalam rangka menyesuaikan dengan program tersebut, SD Negeri Kaliwining
04 Rambipuji telah mengembangkan KTSP yang di dalamnya secara garis besar
memuat delapan standart pendidikanI, dimana semuanya tetap mengacu pada
Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang standar isi, dan Permendiknas No. 23
Tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan, yang menuntut setiap sekolah
melakukan pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan.
Kami berharap kurikulum yang telah dikembangkan ini dapat dijadikan
sebagai acuan oleh tenaga pengajar yang melaksanakan tugas kegiatan belajar
mengajar di SD Negeri Kaliwining 04 Rambipuji pada khususnya, dan sebagai
sumbangsih wacana untuk pengembangan kurikulum dalam dunia pendidikan pada
umumnya.
Rambipuji, 14 Juli 2014
Kepala Sekolah
SD Negeri Kaliwining 04
Rambipuji

H. M. Purwono, S.Pd.
Pembina
NIP. 19710203 199606 1 002

vi
82