Anda di halaman 1dari 30

UJI KEAMANAN KOSMETIK

By : Kelompok

PENDAHULUAN
Kosmetik di pakai
oleh seluruh orang

Kemungkinan efek
merusak kosmetik

BPOM

Produk diedarkan

Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi


dalam pembuatan produk kosmetik yang aman
1. Alergen dan iritan yang ada harus dieliminasi dari formulasi atau jika hal
tersebut tidak memungkinkan, konsentrasinya harus dikurangi dalam
formulasi
2. Kualitas hasil harus baik, bahan yang digunakan harus murni dari
kontaminan dan jika tidak memungkinkan mendapatkan bahan yang
murni kontaminan maka dapat ditambahkan agen pengikat kontaminan
tersebut
3. Produk yang mengandung autooksidan yang bertanggung jawab dalam
reaksi hipersensitivitas harus dicegah dengan menggunakan antioksidan
yang cocok.
4. Substansi yang menguap dan mudah menimbulkan stimulasi kutaneus
harus dieliminasi atau dikurangi konsentrasinya
5. Penggunaan pelarut yang dapat menyebabkan penetrasi kulit harus
dihindari
6. Penggunaan surfaktan harus dipilih secara hati-hati
7. Zat pengawet dengan potensi sensitisasi yang rendah harus diseleksi
dengan zat yang memiliki potensi sensitisasi yang tinggi

ISTILAH UJI KEAMANAN


Patch test
Usage test
Efficacy test

UJI KEAMANAN
UJI IN VITRO
Metode uji secara in vitro digunakan
untuk mengetahui produk yang
sedang dikembangkan apakah
memiliki potensi iritasi jika
digunakan.

UJI PADA HEWAN

2. TES IRITASI PADA MATA

3. PHOTOTOXICITY

4. TES TOLERANSI TERHADAP


DETERGEN DALAM SAMPO

5. TES POTENSI MENIMBULKAN


KOMEDO/JERAWAT

UJI PADA MANUSIA

PATCH TEST

OPEN TEST

TEST POTENSI IRITASI MATA DAN


PHOTOTOXICITY

TES IRITAS UNTUK SABUN DAN


DETERGEN

TES POTENSI MENIMBULKAN


KOMEDO/JERAWAT

UJI STABILITAS KOSMETIK

LANJUTAN

LANJUTAN