Anda di halaman 1dari 18

PENYAKIT ARTERI

PERIFER
dr Dyah Siswanti SpJP FIHA

Aterosklerosis
( Arteriosklerosis)
Aterosklerosis adalah penyakit yang terjadi
akibat timbunan plak didalam arteri.
Plak terdiri dari lemak,kolesterol,kalsium dan
komponen lain yang terdapat didarah.Sejalan
dengan waktu plak akan mengeras dan
mengakibatkan penyempitan arteri.Gangguan
yang terjadi dapat berupa :
Penyakit arteri koroner
Penyakit arteri karotis
Penyakit arteri perifer

Penyakit arteri perifer (PAP,


PVD,PAD )
Penyakit arteri perifer terjadi terutama akibat
proses aterosklerosis,biasanya mengenai kaki,
tetapi juga dapat mengenai arteri yang
memperdarahi tangan,ginjal dan usus.
Selain aterosklerosis PAP dapat terjadi akibat
proses
peradangan
yang
selanjutnya
menimbulkan stenosis,adanya emboli atau
pembentukan trombus.
Penyakit ini bisa menimbulkan iskemia akut
ataupun kronis

Normal Artery and Artery With Plaque Buildup

FAKTOR RESIKO
Penyakit arteri perifer sering ditemukan pada
laki laki beumur diatas 50 tahun.Faktor
resiko untuk PAP sama dengan faktor resiko
aterosklerosis yaitu :
Kolesterol abnormal
Diabetes Mellitus
Penyakit jantung koroner
Hipertensi
Penyakit ginjal kronis yang menjalani
hemodialisis
Merokok
Penyakit Serebrovaskular ( stroke )

Epidemiologi
Prevalensi PAP 1214%, dan kira2 20%nya
mengenai orang usia diatas 70 tahun
70%80% penderita PAP asimtomatik; Hanya
sedikit yang membutuhkan revaskularisasi atau
amputasi.
1 dari 3 penderita diabetes mellitus diatas umur 50
tahun mengalami PAP.
Di Amerika kira2 10 juta orang terkena PAP, dan
hanya 25% yang menjalani pengobatan.
Resiko penderita PAPuntuk mengalami stroke atau
serangan jantung koroner meningkat 4-5 kali.

Gejala
20% penderita PAD ringan asimptomatik
Claudication nyeri,kelemahan,rasa kebas atau kram
otot akibat menurunnya aliran darah
Nyeri dan kram malam hari,nyeri bertambah bila kaki
ditinggikan dan berkurang bila kaki digantung
disamping tempat tidur
Luka atau ulkus yang sulit atau tidak sembuh
Perubahan warna yang jelas ( kebiruan atau pucat )
atau temperatur ( lebih dingin ) bila dibandingkan
ekstremitas yang satunya
Pada ekstremitas dan jari yang terkena rambut tidak
ada dan kuku tidak tumbuh
Impotensi

Klasifikasi
Fontaine ( Ren Fontaine thn 1954 untuk iskemia PAP )
1. Nyeri ringan saat berjalan (claudication)
2. Nyeri berat saat berjalan jarak pendek (intermittent
claudication)
Nyeri timbul bila berjalan >150 m stadium IIa dan
<150 m pada stadium e II-b
3. Nyeri saat istirahat (rest pain), terutama di kaki,
yang bertambah nyeri bila kaki ditinggikan
4. Hilangnya jaringan biologis (gangrene) dan kesulitan
berjalan

Klasifikasi
Klasifikasi Rutherford ( 3 grade dan 6
kategori )
1.
2.
3.
4.
5.

Klaudikasi ringan
Klaudikasi sedang
Klaudikasi berat
Nyeri iskemik saat istirahat
Hilangnya sedikit jaringan ( minor
tissue loss )
6. Hilangnya banyak jaringan ( Major
tissue loss )

Pemeriksaan dan tes


Arterial bruits

Tekanan darah menurun pada ekstremitas yang terkena


Bulu rambut pada kaki yang terkena hilang
Pulsasi lemah atau hilang pada ekstremitas yang terkena
Otot betis mengkerut (wither)
Bulu rambut tumit dan kaki bag bawah hilang
Ulkus yang nyeri tak berdarah pada kaki atau telapak
kaki ( biasanya hitam ) yang sulit sembuh
Kulit pucat atau tumit kebiruan ( sianosis )
Kulit tampak mengkilat dan tegang
Kuku jari tebal

TES
Angiografi arteri kaki (arteriography)

Pengukuran tekanan darah ditangan dan


kaki (ankle/brachial index, or ABI)
Doppler ultrasound
Magnetic resonance angiography atau CT
angiography

Diagnosis

Ankle brachial Pressure index (ABPI/ABI)


< 0,9 curiga PAP,
< 0,8 obstruksi moderate,
< 0,4 iskemik berat pada kronik DM.
Doppler ultrasound melihat lokasi dan luasnya
penyempitan.
Angiografi melalui arteri femoralis komunis dan secara
selektif menuju arteri yang dicurigai, dan plak bisa
dilakukan atherectomy, angioplasty or stenting.
Multislice computerized tomography (CT) scan sebagai
alternatif angiografi

Pengobatan
Olah raga dan istirahat seimbang agar terbentuk kolateral
Berhenti merokok
Jaga kaki terutama pada DM. Gunakan sepatu yang
pas,kalau ada luka atau tergores cepat konsultasi dengan
dokter.
Kontrol tekanan darah
Kurangi berat badan
Kontrol kolesterol dengan diet dan obat bila perlu
Kontrol gula darah

Obat obatan :
Aspirin atau clopidogrel sebagai antiagregat
untuk mencegah bekuan darah.
Cilostazol untuk vasodilatasi
Obat kolesterol
Penghilang nyeri

Tindakan :
1. Angioplasty (PTA atau percutaneous transluminal
angioplasty)
2. Eksisi plak
3. Bypass graft memakai vena safena atau Gore Tex .
4. Simpatektomi yaitu mengangkat saraf yang mengakibatkan
kontraksi arteri sehingga terjadi vasodilatasi.
5. Amputasi pada gangren.
6. Arterial thrombosis atau emboli bisa diberikan trombolisis.

ANGIOPLASTI

Resiko angioplasti:
1. Alergi terhadap zat kontras
2. Perdarahan didaerah masuknya
kateter
3. Kerusakan arteri
4. Serangan jantung
5. Gagal ginjal
6. Stroke
7. Reaksi alergi terhadap bahan sent
8. Bekuan darah dikaki atau paru2
9. Infeksi pada luka irisan
10.Kerusakan saraf