Anda di halaman 1dari 1

Kasus 2

Seorang wanita 51 tahun bekerja sebagai petani dirawat dirumah sakit dengan keluhan
abdomen yang semakin membesar 3 bulan terakhir ini, sesak nafas, tidak selera makan. Klien
belum pernah dirawat sebelumnya, namun sejak 1 tahun terakhir klien menyadari tubuhnya
semakin kurus, tidak selera makan dan klien mengalami konstipasi (BAB 4 hari sekali) dimana
BAB berwarna hitam, keras dan sedikit sekali. Saat dikaji klien memiliki kebiasaan konsumsi
kopi (+) 3 gelas duralex panjang sehari, konsumsi ikan asin, ikan yang dibakar dan ikan yang
diasapkan (+) selama 35 tahun, klien mengatakan itu merupakan makanan kesukaan yang
hampir setiap hari dikonsumsi klien. Kesadaran composmentis, TD: 110/70 mmHg, T: 37C, RR:
30x/i, HR: 82x/i regular, konjungtiva anemis. Abdomen membesar, bentuknya asimetris (lebih
membesar ke arah kiri), ketika diperkusi gaster berbunyi dullness. Peristaltik usus (-) ketika di
auskultasi di sisi kiri abdomen namun peristaltik usus (+) ketika di auskultasi di sisi kanan
abdomen frekuensi 5x/i.
Hasil pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Darah
Hb : 9.90 g/dl, Ht: 32.10%, Leukosit: 8.12 103/mm 3, Eritosit: 3.90 106/mm3, Ureum darah:
103.50 mg/dl, Albumin: 2.4 gr/dl.
Endoskopi gaster
Corpus dan antrum tampak mukosa hiperemis, mudah berdarah, massa protruded (+), lumen
menyempit, scope sulit masuk sampai ke pyloric. Inversi pada cardia dan fundus tampak mukosa
hiperemis, mudah berdarah, massa protruded (+), lumen menyempit, scope sulit masuk samapai
ke pyloric.
USG abdomen
Asites Compleks Non Sirotik
Histopatologi
Sediaan jaringan dari gaster terdiri dari kelenjar-kelenjar yang proliferatif dan disorganisasi.
Tampak sel-sel dengan sitoplasma banyak, inti terdesak di pinggir memberikan gambaran signet
ring cell. Stroma terdiri dari jaringan ikat fibrous dan infiltrasi sel-sel radang limfosit.
Kesimpulan: Signet Ring Cell Carcinoma.

Kasus 3
Seorang pria berusia 40 tahun merupakan seorang pedagang dirawat di rumah sakit dengan
keluhan nyeri abdomen bagian kanan atas, nyeri dirasakan seperti di tusuk-tusuk. Anoreksia,
muntah, mual, lemah, sakit kepala, wajah terlihat pucat dan mengeluh BAB agak keras dan
berwarna tanah liat. Sebelumnya pasien tidak berobat kemana mana, pasien langsung berobat
ke rumah sakit, dari hasil pemeriksaan klien dianjurkan untuk dirawat selama beberapa hari di
rumah sakit. Bagian abdomen membesar, dan abdomen mengalami distensi. Pasien mendapatkan
therapy obat berupa IVFD RL 20 tts/I, Ranitidin 2x1 amp, Vomseron/drip k/p, Antasyd syrup
3x1 sdm, Neciblok 3x1 sdm, Propanolol 2 x 10 mg. TD: 110 / 70 mmHg, HR: 88 x/i, S: 36C,
RR: 26 x/i. Selama di RS Pasien hanya menghabiskan porsi dari diet yang disajikan rumah
sakit, pasien minum 1000 cc air/hari. BB 41 Kg, TB 165 cm. Saat dilakukan pengkajian klien
merasakan nyeri pada epigastrium dengan skala 4, konjungtiva anemis. Hasil Pemeriksaan
laboratorium diperoleh SGOT: 58 u/L, SGPT: 78 u/L, HbsAg (+), Hb: 10gr/dl.