Anda di halaman 1dari 12

ENDAPAN NIKEL SULFIDA

Disusun oleh :
Megasari Widyastuti

111 130 006

Aditya Arya Dewa.

111 130 028

M. Fahmi Nashrullah

111 130 044

Bimo Prasetyo D

111 130 054

MATAKULIAH EKSPLORASI BAHAN GALIAN LOGAM


PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN
YOGYAKARTA
2016

Eksplorasi Bahan Galian Logam

ENDAPAN NIKEL SULFIDA


2.3.1. Pendahuluan
Nikel di bagi menjadi dua, nikel sulfida dan nikel silika (Laterit). Nikel laterit
terbentuk akibat proses pelapukan. Nikel laterit mulai ada dan meningkat sejak tahun
1950. Di tahun 1980 total produksi dari nikel adalah 516000 ton. Pada waktu itu nikel
sangat penting bagi beberapa negara komunis.
Nikel digunakan untuk melapisi baja dan meningkatkan ketahan besi dari
korosi, selain itu juga digunakan untuk baterai, pimen dan katalis.

2.3.2. Klasifikasi Bijih Nikel Sulfida

(Tabel 2.5) Klasifikasi batuan mafik dan ultramafik (Dimodifikasi dari Naldrett, 1981)

Untuk memahami klasifikasi tubuh batuan mafic dan ultramafic berserta


asosiasinya dapat dilihat pada tabel 2.5 dapat dilihat bahwa nikel sulfida berasosiasi
dengan dengan batuan mafic ultramafic. Klasifikasi nikel sulfida (Ross and Travis
1981) :

1. Kelas Dunit - Peridotit


Kelompok 3

Page 2

Eksplorasi Bahan Galian Logam

A. Asosiasi intrusi Dunit


B. Asosiasi peridotit Volcanic
2. Kelas Gabroid
A. Intrusi Mafic/Ultramafic yang kompleks
B. Lapisan Intrusi
C. Sudbury

Dari

gambar diatas, menunjukan bahwa distribusi nikel sulfida > 0,8%

terdapat pada intrusi mafic dan ultramafic. Kategori ini termasuk 54 endapan di
Archean greenstone belt in Western Australia kanada dan zibabwe. Endapan yang
penting juga terdapat di kompleks Sudbury di kanada. Endapan di sudbury hampir
40% nikel murni.
Dari ilustrasi di atas Dunit peridotit menyumbang sekitar dari sumber nikel.
Ini cukup menarik ketika salah satu kategori cenderung berpotensi memiliki nilai
ekonomi yang tinggi dari model mineralisasi ini tidak dinilai hingga penemuan
deposit Kembalda di Australia barat pada tahun 1966.
Contoh diatas menunjukan bahwa sumber nikel mengandung <0,8% dari
kondisi tipe desposit intrusi berlapis seperti yang dijumpai di Kompleks Bush menjadi
sangat penting. Sangat jelas bahwa endapan nikel sulfida memiliki rentang setting
geologi yang luas namun tidak semuanya dapat dijelaskan di chapter ini.

Kelompok 3

Page 3

Eksplorasi Bahan Galian Logam

2.3.3. Karakteristik Umum dari Nikel sulfide yang berasosiasi dengan batuan peridotitdunit
a) Persebaran bijih
Persebaran bijih nikel sulfide mayoritas ada di Sektor Selatan dari Blok
Yilgarn, Australia Barat.
b) Ukuran dan kualitas bijih
Endapan bijih dari batuan Dunit-Peridotit dibagi mejadi 2 jenis yaitu volcanicperidotite dan intrusive-dunite. Pada endapan volcanic-peridotite biasa memiliki
ukuran yang relative kecil (1x106-5x106 ton) dan high grade(1,5 3,5% Ni). Pada
endapan intrusive-dunite terbagi menjadi 2 jenis yaitu medium size dan very large
size, pada medium size mengandung dari bijih jenis high dan low grade. Dan pada
jenis very large size mengandung jenis bijih low grade saja.
c) Pembentukan dan petrologi dari batuan induk.
Endapan nikel sulfide dari batuan dunit-peridotit terbentuk di Archaean
greenstone belts. Greenstone belts memiliki didominasi oleh litologi batuan beku
mafic dengan struktur lava bantal dan batuan ultramafic.
I. Asosiasi dengan batuan volkanik-peridotit
Bijih yang berasosiasi dengan volkanik-peridotit secara normal terbentuk
dengan aliran, yang mempunyai ketebalan hingga 100 mn dan memiliki jenis lava
ultrabasa yang juga bisa disebut komatiities. Secara petrologi biasanya lava ini
memiliki kandungan yang kaya akan MgO dan mungkin memiliki tekstur khusus
yang disebut spinifex pada bagian atas aliran.
II.Asosisasi dengan batuan intrusi-dunit
Bijih endapan sulfida pada asosiasi batuan intrusi-dunit ini memiliki bentuk
melensa dengan ukuran yang bervariasi. Komposisi dari lensa ini didominasi oleh
mineral olivine atau produk alterasinya.
d) Mineralogi
i. Asosiasi dengan batuan volkanik-peridotit

Kelompok 3

Page 4

Eksplorasi Bahan Galian Logam

Pada jenis ini biasanya dijumpai sejumlah mineral opak yang umum, dan
dibeberapa tempat bijih dengan ukuran yang sangat besar terbentuk mineral opak yang
melimpah tetapi secara local, dan mineral bijih ekonomis yang sangat sering muncul
adalah Penlandite.
ii. Asosisasi dengan batuan intrusi-dunit
Pada asosiasi jenis ini dicirikan dengan mineralisasi sulfida yang bersifat
menyebar. Menurut Marston et al (1981), bahwa sulfida berjenis higher grade di
Australia terbentuk dari dominasi mineral pyrrhotite dan penlandite dengan mineral
yang lain seperti magnetite, chromite, pyrite , dan chalcopyrite. Pyrite dan Pyrrhotite
adalah penciri dari bijih berjenis low-grade.
e) Setting Tektonik
Menurut Groove et atl(1984) bahwa tektonik setting yang terjadi pada Blok
Yilgarn, Australia barat adalah jenis setting struktur yang secara unik terpisah dan
hanya terjadi secara local, dan juga bijih yang terbentuk pada kedua asosiasi
merupakan jenis yang berbeda dari mayor fault-controlled rift system.
2.3.4. Daerah Pertambangan Kambalda yang Merupakan Contoh Asosiasi Volkanikperidotit
Mineralisasi nikel di Kambalda pada tahun 1966 merupakan penemuan
terbesar di Archaean greenstone di Australia, dan juga memicu eksplorasi pada daerah
sekitar lokasi tersebut. Lapangan Kambalda merupakan contoh mineralisasi nikel
terbesar dengan jenis asosiasi volcanic-peridotit, dengan jumlah 1,3 1,4 juta ton
bijih dan kandungan rata-rata 3,15% Ni.
Daerah ini memiliki stratigrafi yang terdiri dari 2 jenis sikuen yang terpisah
yaitu Kambalda dan Bluebush sikuen. Keduanya terdiri dari dominasi batuan vulkanik
ultrabasa dan basa dengan kandungan batuan sedimen yang relative sedikit.
Sebenarnya semua bijih nikel di Kambalda ini tebentuk pada asosiasi
Kambalda sikuen, yang terdiri dari footwall basalts, ultramafic rocks, hanging wall
basalts, associated sedimentary and intrusive rocks. Batuan induk utama yang
membentuk mineralisasi nikel sulfida adalah Ultramafic rocks, batuan ini terdiri dari

Kelompok 3

Page 5

Eksplorasi Bahan Galian Logam

mineral Picrites ( 15-28% MgO), peridotit (28-36% MgO), dan mineral olivin
peridotit (>36% MgO) dengan ketebalan mencapai 1000m.

2.3.5 Endapan Agnew sebagai Contoh Endapan Asosiasi Intrusi Dunite


Endapan Nikel Agnew berlokasi di Utara Kargoolie di bagian Barat Australia.
Endapan Agnew memiliki total cadangan sebesar 45 x 10 6 ton dengan kadar nikel
2,05% dan Cu 0,1%.
Secara Geografis, Tambang nikel Agnew berada di kawasan sabuk greenstone
Norseman Wiluna di blok Yilgram, Provinsi Goldfields Timur. Secara geologi
tambang Agnew didominasi oleh batuan beku mafic yang terdeformasi kuat oleh sesar
dan lipatan yang berarah utara barat laut. Adanya batuan metamorf dengan fasies
amphibolit membuktikan adanya metamorfisme regional yang bekerja di wilayah
tersebut.
Tubuh bijih utama berupa intrusi batuan beku ultramafic yang mengandung
nikel berada di dasar sekuen greenstone dan tertimbun endapan vulkanik felsic psamit
dan pellitic metasedimen, metagabbro, dan metabasalt. Tubuh utama bijih ini berukuran
800 meter dan memanjang hingga 10 km. Intrusi ini terdiri dari dunite yang dikelilingi
oleh mineral ubahan olivin, Bijih nikel diinterpretasi berada di bagian footwall dari
sekuen batuan beku ultramafic.
Terdapat 3 jenis mineralisasi di tambang Agnew:
1. Sulfida Masif > 4% Ni
2. Disseminasi sulfida kuat 1 3 % Ni
3. Disseminasi sulfida lemah < 1% Ni
Masing-masing tipe endapan dapat dibedakan tiap kontaknya. Contohnya
disseminasi sulfida kuat berada di bagian tengah 3 zona eliptikal.

2.3.6 Genesa Endapan Nikel Sulfida kelas Dunite-Peridotite

Kelompok 3

Page 6

Eksplorasi Bahan Galian Logam

a. Asosiasi Vulkanik Peridotite


Para ahli geologi berpendapat endapan bijih ini terbentuk dari proses
immisicible larutan sulfida dari magma ultrabasa. Namun hal ini masih menimbulkan
kontroversi tentang mekanismenya serat keberadaan sulfida di dalam magma ultrabasa.
Naldrett (11975) mencoba menjelaskan hal ini dengan permodelan bola
bilyard. Model ini menggunakan mekanisme gravitational settling dari mineral sulfida
berat saat magma mulai membeku. Namun model ini mengalami pertentangan karena
dalam kondisi tersebut harusnya akan terbentuk zona akumulasi olivin.
Ahli Geologi dari Australia telah mengembangkan permodelan dinamis untuk
separasi sulfida. Ross dan Hopkings (1975) mengusukan pemodelan segregasi sulfida
dan silika saat magma bergerak secara vertikal karena perbedaan viskositas. Modle ini
terus dikembangkan hingga bisa menjelaskan pemisahan larutan silika, larutan sulfida,
dan zona mineralisasi olivin dalam aliran horizontal. Fase sulfida berviskositas rendah
akan cenderung ada bersama magma silika yang sudah terkristalisasi sebagian. Model
ini dapat menjelaskan keberadaan aliran lava yang berbeda dengan struktur aliran dan
tekstur jaring pada tubuh bijih.
Sumber sulfur dalam tubuh bijih belum diketahui secara pasti. Sulfur dapt
terbentuk dari lapisan mantel bumi maupun daru pengkayaan sulfur dari bataun
sedimen, Keduanya dapat menghasilkan endapan bijih sulfida.
Tidak

semua

ahli

geologi

menganggap

proses

segregasi

magmatis

menghasilkan endapan sulfida. Model exhalative-vulaknik sudah diajukan oleh Lusk


(1976), namun menimbulkan banyak perdebatan. Barett dan ilmuwan lainnya
menjelaskan bahwa endapan bijih sulfida masif terbentuk dari pengangkatan tekstur
jaring saat metamorfisme regional terjadi. Namun Grove dan Hudson (1981)
berpendapat bahwa pperubahan matriks batuan menjadi mineral bijih hanya terjadi
dalam skala kecil atau jarang terjadi. Di Zimbabwe bijih berkualitas rendah bisa
mengalami pengkayaan karena proses serpentinisasi akibat metamorfisme regional. Di
Epoch dan Dambe endapan nikel yang terbeentuk saat serpentinisai dapat merubah
pyrrholite menjadi milierite dan berkembang menjadi tubuh bijih berkualitas tinggi.

b. Asosiasi Intrusi Dunit


Kelompok 3

Page 7

Eksplorasi Bahan Galian Logam

Konsensus diantara ahli geologi telah mendiskusikan bahwa genesa intrusi dunite
yang mengandung sulfida berhubungan dengan segregasi magma ultrabasa. Bukti
utamanya adalah adanya asosiasi sulfida pada batuan dunite dan serpentinite. Kedekatan
spasial dan kemiripan komposisi antara intrusi dunite dan lapisan komattite di distrik
Forrestania ( Porter dan McKay, 1981) menjelaskan keduanya berasa; dari sistem
magmatik yang sama. Hal ini turut mendukung teori segregasi magma pembentuk bijih
nikel dengan asosiasi peridotite vulkanik.
Perbedaan tipe endapan dan kualitas endapan di sekitar intrusi dunite
mencerminkan perbedaan waktu segregasi sulfida. Kandungan sulfida yang terdissiminasi
secara dominan mengindikasikan proses segregasi tahap akhir yang terperangkanp di
antara kristal olivin. Bagaimana pun jga, keberadaan endapan bijh sukfida masif di dekat
footwall yang mengalami kontak dengan dunit menunjukan adanya mekanisme
gravitastional Settling. Bukti-bukti yang ada di Agnew menunjukan bahwa proses
metamorfisme berperan besar dalam mengembangkan fitur magmatik di berbagai tipe
endapan.
Sabuk greenstone yang berumur Archean ternyata berperan penting dalam proses
mineralisasi. Keberadaan sabuk ini sangat penting dalam eksplorasi karena berhubungan
dengan pembentukan endapan bijih. Grove dan Hudson (1981) sudah mendiskusan hal
tersebut. Mereka berpendapat pembentukan endapan bijih ini berhubungan dengan setting
tektonik sabuk greenstone. Dari studi mengenai sabuk greenstone di blok Yilgram,
Australia Barat, mereka berkesimpulan endapan bijih sulfida nikel terkonsentrasi di sabuk
yang berumur lebih muda pada struktur tepi cekungan yang aktif. Hal ini juga
menunjukan bahwa sedimen yang mengandung sulfida berhubungan dengan aktivitas
vulkanik.

2.3.7. Eksplorasi Untuk Endapan Nikel Sulfida


a) Penginderaanjauh
Batuan mafik dan ultramafik dikenal sebagai litologi yang paling sesuai untuk
mineralisasi nikel sulfida. Pada suatu area yang terpencil dengan vegetasi yang padat
atau keadaan singkapan yang tidak baik sehingga mengurangi keefektifan pemetaan
geologi secara konvensional, mungkin dengan penginderaan jauh dapat menjadi
langkah penyelidikan yang berarti untuk eksplorasi mineral. Pada umumnya, batuan
Kelompok 3

Page 8

Eksplorasi Bahan Galian Logam

yang mengandung tembaga dan nikel yang tinggi mempunyai karakteristik flora atau
geobotanical yang khusus. Dimana dalam kasus ini, data Landsat mungkin digunakan
sebagai alat dalam pemetaan. Raines dan Wynn (1982) mengidentifikasi nilai dari
data Landsat untuk membuat peta geologi di daratan hutan lebat, dasarnya berupa
kompleks batuan ultrabasa California utara, USA. Pemeriksaan langsung di lapangan
dengan peta geologi yang dibuat dari data Landsat menunjukkan hanya sedikit atau
tidak banyak perbedaan utama.
Pada Australia barat, interpretasi foto udara berperan penting pada tahapan
reconnaissance dalam eksplorasi. Normalnya, langkah pertama dalam interpretasi foto
adalah mengerjakan peta dengan skala 1:25000 menggunakan foto dengan warna asli
dan informasi nya dapat dikombinasi dengan hasil dari magnetometer airbone untuk
menghasilkan peta geologi. Langkah kedua yaitu interpretasi foto kemudian
difokuskan pada area yang lebih menarik atau khusus. Kegunaan tahap kedua yaitu
membedakan warna asli dan warna tidak asli. Keuntungan dari fotografi warna tidak
asli adalah membantu geologist untuk mengidentifikasi area yang dibawahnya
merupakan batuan ultrabasa. Area yang ditutupi oleh laterit dan litologi berupa batuan
felsik juga dapat dikenali.
b) Geokimia
Geokimia memiliki bagian penting dalam mencari nikel sulfida diantaranya
membantu untuk mengidentifikasi host rock dengan potensi yang baik untuk
mineralisasi dan pola dispersi sekunder dari mineral.
Sulfida nikel dari kelas dunit dan peridotit berasosiasi dengan Komatiit.
Pembagian paling efektif antara komatit, toleit dan kalk alkali yang lebih efektif
adalah dengan menggunakan diagram plot Kation Jensen.
Konsentrasi dari TiO2 juga pembeda yang baik : komatit mengandung kurang
dari 1% TiO2, dimana toleitik mengandung lebih dari 1% TiO2. Penelitian tentang
geokimia dari komatit yang merupakan host rock nikel sulfida mengindikasikan
bahwa batuan dengan >40% MgO mempunyai kemungkinan tertinggi mengandung
sulfida nikel (Naldrett dan Arndt, 1976).
Endapan sulfida nikel terbentuk sebagai hasil dari urutan-urutan peristiwa
termasuk pembentukan liquid immiscibility sulfida. Banyak geologist mencoba
mengkarakteristikan bentuk tubuh batuan mafik dan ultramafik

yang dibedakan

berdasarkan fase immisibiliti sulfida. Cameron et al. (1971) menganalisa 1079 sampel
batuan ultramafik dari intrusi termineralisasi dan barren di sabuk kanada dari nilai Cu,
Ni, Co dan S. Beberapa perbedaan tergambar diantara sampel barren dan sapel batuan
Kelompok 3

Page 9

Eksplorasi Bahan Galian Logam

yang termineralisasi dengan menggunakan analisa diskriminan, perbedaan ini cukup


digunakan sebagai teknik eksplorasi secara rutin.
Eksplorasi geokimia untuk nikel sulfida menggunakan dispersi sekunder pada
tanah, dan pada stream sedimen memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi pada daerah
dengan berbagai iklim. Sebagian besar penyelidikan menjelaskan bahwa tembaga dan
nikel merupakan elemen yang penting dalam menetapkan area untuk eksplorasi detail.
Thomson menjelaskan hasil eksplorasi sulfida nikel pada batuan gabro di Brazil.
Thomson menemukan bahwa menggunakan rasio tembaga/nikel dapat sebagai
pembeda untuk mineralisasi sulfida.
Di Australisa barat geokimia tanah sudah sukses digunakan dalam menemukan
endapan nikel sulfida. Penyelidikan geokimia tanah menganalisa unsur-unsur pada
sampel untuk kandungan Ni, Cu, Co, Cr dan Zn. Namun, kandungan Zn yang tinggi
biasanya mengindikasikan pengaruh batuan metasedimen, dan tingginya Ni dan Cr
dapat merupakan pengkayaan sekunder oleh lateritisasi batuan ultramafik yang
barren. Sebagai konsekuensinya, tembaga merupakan elemen kunci dalam mencari
nikel sulfida dalam survey tanah di Australia Barat (Leggo dan McKay, 1980).
Penemuan banyak endapan sulfida nikel di Australia Barat dapat dikaitkan
dengan penyelidikan gossan. Mulanya, banyak nya gossan dapat diinterpretasikan
sebagai signifikansi ekonomi dari tingginya kandungan nikel pada daerah tersebut.
Contohnya, gossan yang berada diatas endapan Kambalda mengandung hingga 1%
Ni. Namun pada banyak kasus, pelapukan yang ekstensif menyebabkan penipisan
logam yang terkandung di dalam gossan, sehingga dapat membingungkan dengan
gossan yang terbentuk pada sulfida yang barren atau bahkan besi ferruginous dari
produk pelapukan.
Travis et. al. (1976) menjelaskan bahwa di Australia Barat kandungan
palladium dan iridium merupakan pandungan yang sangat baik untuk mencari potensi
bijihnya. Pendekatan lainnya untuk mengidentifikasi pembentukan gossan diatas
sulfida nikel adalah dengan menggunakan multi elemen geokimia. Moeskops (1977)
melaporkan bahwa Cu, Ni, Cr, Mn, Zn, Pb, Pt, Pd dan Se merupakan elemen yang
sangat berguna dalam mengkarakteristikkan pembentukkan gossan pada bijih nikel
sulfida.
c) Geofisika

Kelompok 3

Page 10

Eksplorasi Bahan Galian Logam

Nikel sulfida merupakan bijih yang memiliki sifat konduktif dan magnetik.
Sehingga terdapat banyak teknik eksplorasi geofisika yang sesuai untuk melakukan
eksplorasi nikel sulfida.
Di Kanada lapisan es yang luas menghalangi observasi geologi secara
langsung, dan teknik geofisika membantu sebagai langkah utama dalam eksplorasi
tahap reconnaisance. Ahli geofisika Kanada lebih memilih untuk menggunakan
metode magnetik dan elektromagnetik karena murah, memberikan perbedaan fisik
yang baik dan efektif digunakan untuk survey bawah permukaan yang cepat.
Di Australia Barat, geofisika digunakan baik untuk membantu penyelidikan
pemetaan dan untuk evaluasi zona gossan dan anomali geokimia. Keefektifan metode
elektromagnetik sesungguhnya sangat terbatas pada kedalaman zona oksidasi,
kehadiran overburden yang konduktif dan bijih sulfida yang berasosiasi dengan
metasedimen grafit. Namun, penggunaan sistem elektromagnetik single-loop
mengurangi masalah yang disebabkan oleh overburden yang bersifat konduktif.

Kelompok 3

Page 11

Eksplorasi Bahan Galian Logam

DAFTAR PUSTAKA

Edwards, Richard dan Keith Atkinson. 1986. Ore Deposit Geology and Its Influence on
Mineral Exploration. Chapman and Hall, London.

Kelompok 3

Page 12