Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH UTILITAS

LABORATORIUM

Nama Anggota:
1. Ayu Munti Nilamsari
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Reni Fatmawati
Rafidha Hapsari
M. Adi Setiawan
Andre Prayoga
Atika Anggraeni
M. Chilmi Dz.
Deo Reynaldo A.
Fachmy A.P.S

10. Gema Adil G.


11. Inaya Yuliandaru
12. Kadek Ngurah P.A
13. Aulia Chusnulita
14. Muhammad Airlangga
15. Muthia Hanif
16. Siti Agnia Salsabila
17. Timothy David
18. Fawzia Puti P.

19.
20.
21.

22.Jurusan Teknik Kimia


23.Fakultas Teknik
24.Universitas Diponegoro
25.Semarang
26. 2016
27.
28.
29.
30. BAB I
31. PENDAHULUAN
32.
1.1 Latar Belakang
33.

Kehidupan kita sebagai manusia pastinya membutuhkan perangkat-perangkat

untuk menunjang kehidupan kita. Perangkat tersebut merupakan bantuan yang kita
gunakan untuk menjalankan keseharian kita, seperti perangkat transportasi, perangkat
rumah tangga, dan perangkat-perangkat lainnya. Sebagai mahasiswa khususnya teknik
kimia, kita pun membutuhkan perangkat penunjang seperti salah satunya laboratorium
34.
Laboratorium adalah suatu tempat dimana percobaan dan penyelidikan
dilakukan. Dalam pengertian sempit laboratorium sering diartikan sebagai tempat yang
berupa gedung yang dibatasi oleh dinding dan atap yang di dalamnya terdapat sejumlah
alat dan bahan praktikum. Laboratorium merupakan bagian yang sangat penting dalam
menunjang kelancaran proses produksi dan menjaga mutu produk. Sedangkan peran yang
lain adalah pengendalian pencemaran lingkungan, baik udara maupun limbah cair.
Laboratorium kimia merupakan sarana untuk mengadakan penelitian bahan baku, proses
maupun produksi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan dan menjaga kualitas atau mutu
produksi perusahaan.
35.
Oleh karena itu, pada makalah kali ini kami akan membahas tentang
laboratorium mencakup jenis-jenis, pengelolaan, dan keselamatan.
36.

1.2 Rumusan Masalah


37. 1. Apa yang dimaksud dengan laboratorium serta tugas laboratorium?
1. Apa saja kelompok dan program kerja laboratorium?
2. Bagaimana cara mengelola dan menggunakan alat laboratorium?
3. Bagaimana keselamatan di dalam laboratorium?
38.
1.3 Tujuan
39.

1. Mahasiswa mampu memahami definisi laboratorium dan tugas pokok

laboratorium.
1. Mahasiswa mengetahui kelompok, program kerja laboratorium, fasilitas, prosedur
kerja, dan cara penanganan sampel dalam laboratorium.
2. Mahasiswa mampu mengetahui pengertian dan tugas Komite Akreditasi Naional
(KAN).
3. Mengetahui jenis-jenis laboratorium
4. Mengetahui peranan laboratorium di Industri Kimia
5. Mengetahui struktur organisasi laboratorium dan tata letak yang benar.
6.
Mahasiswa memahami keselamatan di dalam laboratorium.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.

55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62. BAB II
63. PEMBAHASAN
64.
2.1. Definisi dan Tugas Laboratorium
a. Definisi Laboratorium
65. Menurut Kertiasa (2006) laboratorium adalah tempat bekerja untuk
mengadakan percobaan atau penyelidikan dalam bidang ilmu tertentu seperti fisika,
kimia, biologi dan sebagainya. Dalam pengertian terbatas laboratorium adalah suatu
ruangan tertutup dimana percobaan dan penelitian dilakukan, tempat ini dapat
merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka, misalnya kebun
(Depdikbud, 1995).
b. Tugas Laboratorium
66. Tugas laboratorium antara lain :
67.
1. Memeriksa bahan baku yang akan digunakan dalam pabrik
68.
2. Menganalisa dan meneliti produk yang akan dipasarkan
69.

3.

Memeriksa kadar zat-zat yang dapat menyebabkan pencemaran pada

buangan pabrik
70. 2.2. Kelompok dan Program Kerja Laboratorium
a. Kelompok Laboratorium
71. Laboratorium melaksanakan tugas selama 24 jam sehari dalam kelompok
72.
i.

kerja shift dan non-shift.

Kelompok NonShift
73.

Kelompok ini bertugas melakukan analisis khusus, yaitu Analisis yang

sifatnya tidak rutin dan menyediakan reagen kimia yang diperlukan oleh

laboratorium. Dalam membantu kelancaran kinerja kelompok shift, kelompok ini


melaksanakan tugasnya di laboratorium utama dengan tugas-tugas antara lain :
Menyediakan reagen kimia untuk analisis laboratorium.
Melakukan Analisis bahan buangan penyebab polusi.
Melakukan penelitian/percobaan untuk membantu kelancaran produksi.
Kelompok Shift

ii.

74.
rutin

Kelompok ini melaksanakan tugas pemantauan dan analisis-analisis


terhadap proses produksi. Dalam melaksanakan tugasnya, kelompok ini

menggunakan sistem bergilir yaitu kerja shift selama 24 jam dengan masingmasing shift bekerja selama 8 jam.
75.
a.

Dalam pelaksanaan tugasnya, seksi laboratorium dikelompokkan menjadi :


Laboratorium Fisika
76. Bagian ini mengadakan pemeriksaan atau pengamatan terhadap sifat-sifat.
77. fisis bahan baku dan produk. Pengamatan yang dilakukan antara lain :spesifik
grafity, viskositas kinematik dan kandungan air

b.

Laboratorium Analitik
78. Bagian ini mengadakan pemeriksaan terhadap bahan baku dan produk
mengenai sifat-sifat kimianya.
79. Analisis yang dilakukan antara lain :

c.

Kadar impuritis pada bahan baku


Kandungan logam berat
Kandungan metal
80.
Laboratorium Penelitian dan Pengembangan

81. Bagian ini bertujuan untuk mengadakan penelitian, misalnya :

Diversifikasi produk
Pemeliharaan lingkungan (pembersihan air buangan).

82. Disamping mengadakan penelitian rutin, laboratorium ini juga mengadakan


penelitian yang sifatnya non-rutin, misalnya saja penelitian terhadap produk di unit
tertentu yang tidak biasanya dilakukan penelitian, guna mendapatkan alternatif lain
tentang penggunaan bahan baku.
d.

Laboratorium Analisis Air


83. Pada laboratorium Analisis air ini yang di analisis antara lain :

84. 1. Bahan baku air


85. 2. Air demineralisasi
86. 3. Air pendingin
87. 4. Air umpan boiler
88. Parameter yang diuji antara lain warna, pH, kandungan kaporit, tingkat
kekeruhan, total kesadahan, jumlah padatan, total alkalinitas, kadar minyak, sulfat,
silika dan konduktivitas air.
e.

Laboratorium Penguji
89. KAN memberikan akreditasi untuk Laboratorium penguji ( selanjutnya
setelah disebut LP). Laboratorium penguji ini dapat memenuhi persyaratan dalam
SNI ISO/IEC 17025:2008 Persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian
dan laboratorium kalibrasi yang merupakan adopsi identik dari ISO/IEC
17025:2005 General requirements for the competence of testing and calibration
laboratories.
90. Pengujian adalah penentuan satu atau lebih karakteristik dari suatu
obyek penilaian menurut prosedur. Prosedur: cara tertentu untuk melaksanakan
suatu kegiatan atau proses . Pengujian biasanya berlaku untuk bahan, produk
atau prosessuaian, menurut prosedur (www.kan.or.id).
91.

f. Laboratorium Kalibrasi
92. KAN memberikan akreditasi untuk untuk Laboratorium Kalibrasi
(selanjutnya setelah disebut LK). Laboratorium Kalibrasi ini dapat memenuhi
persyaratan dalam SNI ISO / IEC 17025:2008 Persyaratan umum kompetensi
laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi yang merupakan adopsi
identik dasi ISO/IEC 17025:2005 General requirements for the competence of
testing and calibration laboratories.
93. Kalibrasi adalah kegiatan yang dalam kondisi tertentu, pada tahap
pertama, menetapkan hubungan antara nilai besaran dan ketidakpastian
pengukuran yang diberikan oleh standar pengukuran dan penunjukan terkait
dengan ketidakpastian pengukurannya, dan pada tahap kedua, menggunakan

informasi ini untuk menetapkan sebuah hubungan untuk memperoleh hasil


pengukuran berdasarkan suatu penunjukan.
94. Kalibrasi diperlukan untuk memastikan kesetaraan hasil pengukuran
yang dilakukan oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Kesetaraan hasil
pengukuran oleh berbagai pihak ini merupakan pra-syarat sehingga pengakuan
terhadap

hasil-hasil

penilaian

kesesuaian

dapat

diterima

dengan

baik

(www.kan.or.id).
95. Alat- alat yang digunakan dalam laboratorium Analisis air adalah :
o pH meter, digunakan untuk mengetahui tingkat keasaman / kebasaan.
o Spektrometer, untuk menentukan konsenterasi suatu senyawa terlarut dalam
air dengan syarat larutan harus berwarna.
o Spectroscopy, untuk menentukan kadar sulfat.
o Gravimetric, untuk mengetahui jumlah kandungan padatan dalam air.
o Peralatan titrasi , untuk mengetahui kandungan klorida, kasadahan dan
alkalinitas.
o Conductivity meter , untuk mengetahui konduktivitas suatu zat yang terlarut
dalam air.
96. Air terdeminerasasi yang dihasilkan unit terdemineralizer juga diuji oleh
departemen ini. Parameter yang diuji antara lain pH, konduktivitas dan kandungan
silikat (SiO2). Sedangkan parameter air umpan boiler yang dianalisis antara lain kadar
hidrazin, amonia dan ion fosfat (Wahyuningtyas, 2007).
97.
b. Program Kerja Laboratorium
98.

Dalam upaya pengendalian mutu produk pabrik maka dilakukan

pengoptimalan aktivitas laboratorium untuk pengujian mutu. Untuk mempermudah


pelaksanaan program kerja laboratorium, maka laboratorium di pabrik dibagi tiga
bagian diambil contoh pabrik Magnesium sulfat (Wahyuningtyas, 2007):
i.

Laboratorium Fisika
99.

Bagian ini mengadakan pemeriksaan atau pengamatan terhadap sifat-

sifat fisis bahan baku dan produk. Pengamatan yang dilakukan antara lain :

ii.

Spesifik grafity
Viskositas kinematik
Kandungan air
100.
Laboratorium Analitik

101.

Bagian ini mengadakan pemeriksaan terhadap bahan baku dan produk

mengenai sifat-sifat kimianya. Analisis yang dilakukan antara lain :

iii.

Kadar impuritis pada bahan baku


Kadar impuritis pada produk
102.
Laboratorium Penelitian dan Pengembangan
103.

Bagian ini bertujuan untuk mengadakan penelitian, misalnya :

Diversifikasi produk
Pemeliharaan lingkungan (pembersihan air buangan).
104.
105.

Disamping mengadakan penelitian rutin, laboratorium ini juga

mengadakan penelitian yang sifatnya non-rutin, misalnya saja penelitian terhadap


produk di unit tertentu yang tidak biasanya dilakukan penelitian, guna
mendapatkan alternatif lain tentang penggunaan bahan baku.
106.

2.3 Manajemen Laboratorium


107.

Manajemen laboratorium (laboratory management) adalah usaha untuk

mengelola laboratorium. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan
oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat
laboratorium yang canggih, dengan staf profesional yang terampil belum tentu dapat
berfungsi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya manajemen laboratorium yang
baik. Oleh karena itu manajemen laboratorium adalah suatu bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari kegiatan laboratorium sehari-hari (Suyanta, 2010).
108.

Untuk mengelola laboratorium yang baik harus dipahami perangkat-

perangkat manajemen laboratorium, yaitu:


109.
110.
111.
112.
113.
114.
115.
116.
117.
118.
119.
2.4.1

Tata Ruang

1. Tata ruang
2. Alat yang baik dan terkalibrasi
3. Infrastruktur
4. Administrasi laboratorium
5. Organisasi laboratorium
6. Fasilitas pendanaan
7. Inventarisasi dan keamanan
8. Pengamanan laboratorium
9. Disiplin yang tinggi
10. Keterampilan SDM

120.

Laboratorium harus ditata sedemikian rupa hingga dapat berfungsi dengan

baik. Tata ruang yang sempurna, harus dimulai sejak perencanaan gedung sampai pada
pelaksanaan pembangunan. Tata ruang yang baik menurut Suyanto (2010) mempunyai:
o pintu masuk (in)
o pintu keluar (out)
o pintu darurat (emergency-exit)
o ruang persiapan (preparation-room)
o ruang peralatan (equipment-room)
o ruang penangas (fume-hood)
o ruang penyimpanan (storage - room)
o ruang staf (staff-room)
o ruang teknisi (technician-room)
o ruang bekerja (activity-room)
o ruang istirahat/ibadah
o ruang prasarana kebersihan
o ruang toilet
o lemari praktikan (locker)
o lemari gelas (glass-rack)
o lemari alat-alat optik (opticals-rack)
o pintu jendela diberi kawat kasa, agar serangga dan burung tidak dapat masuk
o fan (untuk dehumidifier)
o ruang ber-AC untuk alat-alat yang memerlukan persyaratan tertentu.

121.

2.4.2

122. Gambar 2.1 Skema tata ruang Laboratorium Kimia (google.com)


Alat yang baik dan terkalibrasi
123.
Pengelolaan dan penggunaan peralatan laboratorium adalah merupakan hal
yang harus diketahui dengan pasti oleh setiap petugas laboratorium yang akan
mengoperasikan alat tersebut. Setiap alat yang akan dioperasikan itu harus benar-benar

dalam kondisi :
Siap untuk dipakai (Ready for use)
Bersih
Terkalibrasi
Tidak rusak
Beroperasi dengan baik
124. Peralatan yang ada harus disertai dengan buku petunjuk jika sewaktu-waktu
terjadi kerusakan. Teknisi laboratorium juga harus selalu berada di tempat karena
kemungkinan alat rusak dapat terjadi. Selain itu penyimpanan alat-alat juga harus ditata
sesuai spesifikasi alatnya, contoh:

a. Alat-alat gelas (Glassware


125. Alat-alat gelas harus dalam keadaan bersih, apalagi peralatan gelas
yang sering dipakai. Untuk alat-alat gelas yang memerlukan sterilisasi,
sebaiknya disterilisasi sebelum dipakai. Semua alat-alat gelas ini seharusnya
disimpan pada lemari khusus.
b. Bahan-bahan kimia
126. Untuk bahan-bahan kimia yang bersifat asam dan alkalis, sebaiknya
ditempatkan pada ruang/kamar fume (untuk mengeluarkan gas-gas yang
mungkin timbul). Demikian juga untuk bahan-bahan yang mudah menguap.
Ruangan fume perlu dilengkapi fan, agar udara/uap yang ada dapat terhembus
keluar. Bahan-bahan kimia yang ditempatkan dalam botol berwarna
coklat/gelap, tidak boleh langsung terkena sinar matahari dan sebaiknya
c.

ditempatkan pada lemari khusus.


Alat-alat optik
127.

Alat-alat optik seperti mikroskop harus disimpan pada tempat

yang kering dan tidak lembab. Kelembaban yang tinggi akan menyebabkan
lensa berjamur. Jamur ini yang menyebabkan kerusakan mikroskop. Sebagai
tindakan pencegahan, mikroskop harus ditempatkan dalam kotak yang
dilengkapi dengan silica-gel, dan dalam kondisi yang bersih. Mikroskop harus
disimpan di dalam lemari khusus yang kelembabannya terkendali. Lemari
tersebut biasanya diberi lampu pijar 15-20 watt, agar ruang selalu panas
sehingga dapat mengurangi kelembaban udara (dehumidifier-air). Alat-alat optik
lainnya seperti lensa pembesar (loupe), alat kamera, microphoto-camera, digital
camera, juga dapat ditempatkan pada lemari khusus yang tidak lembab atau
dalam alat desiccator.
128.
2.4.3 Organisasi Laboratorium
129.

Pada dasarnya pengelolaan laboratorium merupakan tanggung jawab

bersama dari semua personel, baik pengelola maupun pengguna. Penanggung jawab
laboratorium yaitu, kepala laboratorium, ketua laboratorium, pemimpin/pembimbing
laboratorium, teknisi laboratorium, anlis laboratorium, pembantu / juru laboratorium.
Berikut tugas masing masing semua personel, baik pengelola maupun pengguna
(Tim Konsultan Kimia FPTK UPI, 2003).
130. Secara umum Kepala laboratorium mempunyai tugas diantaranya :
1

Merencanakan dan mengkoordinasikan pendayagunaan laboratorium,

Merencanakan dan mengkoordinasikan pengadaan alat dan bahan

laboratorium,
Merencanakan dan mengkoordinasikan rehabilitasi gedung dan

perlengkapan laboratorium,
Merencanakan dan mengkoordinasikan

laboratorium,
Merencanakan dan mengkoordinasikan sistem pengadministrasian

sarana dan prasarana laboratorium,


Merencanakan dan mengkoordinasikan pembinaan personil pengelola

7
8

laboratorium,
Merencanakan dan mengkoordinasikan pengawasan laboratorium,
Melaporkan keadaan nyata laboratorium dan personil kepada pimpinan

pengadaan

literatur

lembaga.
131.
132.

Tugas Ketua Laboratorium diantaranya adalah

1
2
3
4
5
6

Menyusun jadwal penggunaan laboratorium,


Menyusun tata tertib bekerja di laboratorium,
Menyusun kebutuhan alat dan bahan,
Menyusun kebutuhan rehabilitasi laboratorium,
Menyusun kebutuhan pengadaan literatur laboratorium,
Menyusun sistem pengadministrasian alat, bahan, sarana dan prasanara

laboratorium,
Membina kemampuan tenaga teknisi, analis dan Juru/Pembantu

8
9

laboratorium,
Mengawasi pekerjaan teknisi, analis dan Juru laboratorium,
Melaporkan keadaan nyata laboratorium dan personil kepada Kepala
laboratorium.

133.
134.

Tugas Pemimpin/Pembimbing praktikum diantaranya adalah

Mengusulkan

jadwal

waktu

penggunaan

laboratorium

kepada

KetuaLaboratorium,
Menyusun dan menggandakan penuntun praktikum atau rencana
penelitian, melaporkan kebutuhan alat dan bahan praktikum kepada
Ketua

laboratorium,

membina

kemampuan

asisten

pengawas

praktikum/penelitian,
Mengujicoba eksperimen yang akan digunakan dalam pembelajaran

atau merencanakan usulan penelitian,


Menyiapkan alat dan bahan untuk pelaksanaan praktikum yang dibantu
teknisi dan analis,

5
6
7
8

Membimbing pelaksanaan eksperimen,


Memeriksa laporan praktikum,
Menyimpan alat dan bahan yang telah digunakan
Menilai kinerja praktikan (yang melakukan praktikum).

135.
136.
1
2
3
4

Tugas teknisi diantaranya adalah

Mengadministrasikan alat, sarana, dan prasarana lab,


Menata dan memelihara peralatan,
Melayani peminjaman dan pengembalian alat,
Membantu Pembimbing dalam mempersiapkan alat praktikum, memasang

alat bila diperlukan,


5 Mereparasi alat (kerusakan kecil),
6 Melayani praktikum,
7 Membereskan dan menyimpan peralatan yang telah digunakan,
8 Melaporkan kebutuhan alat kepada Ketua Lab,
9 Melayani pembuatan surat bebas lab,
10 Melaporkan keadaan alat dan sarana laboratorium kepada Ketua
laboratorium
137.
138.

Tugas analis di lembaga penelitian atau industri yaitu memiliki peran

untuk menguji kualitas bahan dasar, produk suatu industri atau terlibat membantu para
peneliti utama.
139.
140. Tugas pembantu / juru laboratorium diantaranya adalah
1
2
3
4

Memelihara kebersihan di dalam dan di luar laboratorium,


Membuka dan menutup laboratorium,
Menjaga keamanan laboratorium,
Membantu teknisi, analis, dan Ketua Laboratorium dalam menyiapkan alat

dan bahan,
Bersama-sama teknisi dan analis membereskan alat dan bahan yang telah

digunakan pada praktikum,


Bersama-sama teknisi dan analis menata alat dan bahan.

141.
142.

Struktur organisasi dalam laboratorium yang tersusun secara sistematis

membentuk suatu organisasi yang ditunjukkan pada skema berikut :


143.
144.
145.
146.

147.
148.
149.
150.
151.
152.
153.

154.

Gambar 2.2 struktur organisasi laboratorium (Tim Konsultan Kimia FPTK


UPI, 2003)

155.
2.5 Standar Laboratorium Pengujian dan Laboratorium berdasarkan Komite
Akreditasi Nasional (KAN)
156.

2.5.1 Persyaratan Laboratorium untuk Akreditasi ISO/IEC 17025 ke

Komite Akreditasi Nasional (KAN)


1

Aspek Legal
157.

Laboratorium harus mempunyai SK pendirian dan SK

penunjukan personil inti Laboratorium dari pejabat yang berwenang. Jika


laboratorium berada di bawah institusi pendidikan tinggi, personil inti
Laboratorium terdiri dari: Manajer Puncak (Rektor/Dekan/Kadep); Manajer
Teknis (Kepala Laboratorium/Staf yang ditunjuk); Manajer Mutu (Quality
Manager/Management Representative/Staf yang ditunjuk); Penyelia/Supervisor
(Staf yang ditunjuk); Laboran/Analis/Operator/Teknisi; Administrasi (Adam,
2015).
2 Dokumentas
158.
Laboratorium harus memiliki dokumen sistem manajemen
mutu Laboratoriumoratorium dengan hirarki sebagai berikut (Adam, 2015):
Panduan Mutu / Pedoman Mutu / Manual Mutu yang berisi
kebijakan seluruh persyaratan ISO/IEC 17025 yang terdiri dari 15
persyaratan manajemen dan 10 persyararan teknis.

Prosedur Mutu / SOP yang menjelaskan aturan dan ketentuan


operasional pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan pada Panduan

Mutu.
Instruksi Kerja / Panduan Kerja / Work Instruction / Petunjuk
Teknis (Juknis) / Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) yang berisi tata
cara pelaksanaan pekerjaan spesifik sebagai tindak lanjut atas
kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. Contoh: metode

pengujian/kalibrasi, cara pengoperasian alat, dsb.


Formulir
pendukung
berupa
format
standar/baku

untuk

mencatat/merekam setiap hasil kegiatan.


159.
3

Ruang Lingkup
160.

Laboratorium

harus

menetapkan

ruang

lingkup

pengujian/kalibrasi yang akan diajukan ke KAN dengan contoh format sebagai


berikut:
161.

Tabel 3.1 Format penetapan ruang lingkup pengujian/kalibrasi (Adam,

2015)
Prod
u
Bid

Param

eter

g
U

u
ji
164.
Air

Ki

Uji
166.

CO

Metode
Uji

SNI 01-

li

3950

1998

b
,
C
d

AOA

C.99

3.20.

2005

et

170.

t
T
e
k
a

Alat

n
Para

Metode

Kali

et

brasi

al

Bid

178.

i
r

a
si
176.

i
Tim

Men

Natio

nal

Meas

urem

ent

Labo

ratori

umor

Ma

h
u

atory
a
n

CSIRO

a
k

D
i

n
g
a
n
M
e
t

l
e
r
T
o
l
e
d
o
t
e
r
t
e
l
u
s
u
r
k
e
S
I
m
e
l
a
l
u
i
K
I
M

L
I
P
I
183.
4

Laboratorium Komersial
184.

Pemilihan Laboratorium dan ruang lingkup pengujian/kalibrasi

yang akan diakreditasi sebaiknya yang memiliki tujuan komersial atau dapat
dipasarkan jasanya, bukan Laboratorium dan ruang lingkup pengujian/kalibrasi
untuk

praktikum

mahasiswa

(Teaching

Laboratorium

atau

Research

Laboratorium). Laboratorium pengujian produk untuk proses Quality Control


(QC) pada industri juga dapat diakreditasi (Adam, 2015).
5

Peralatan
185.

Laboratorium harus membuat daftar peralatan yang digunakan

untuk mendukung ruang lingkup pengujian/kalibrasi yang diajukan dengan bukti


sertifikat kalibrasi alat dan rekaman hasil unjuk kinerjanya (Adam, 2015).
6

Standar Acuan dan Bahan Acuan


186.

Laboratorium harus membuat daftar standar acuan (master

calibrator) dan/atau bahan acuan (contoh: Certified Reference Material) yang


telah dimiliki/digunakan berkaitan dengan ruang lingkup yang diajukan (Adam,
2015).
7

Kompetensi Personil
187.

Laboratorium harus memiliki bukti kompetensi personil (CV

yang berisi pendidikan, pelatihan, keterampilan/skill, pengalaman) berikut dengan


bukti pelatihan yang telah diikuti, terutama pelatihan teknis dan pelatihan
manajemen mutu Laboratorium ISO/IEC 17025 (Adam, 2015).
8

Uji Banding dan Uji Profisiensi

188.

Laboratorium harus sudah pernah mengikuti uji banding antar

Laboratorium laboratorium dan/atau uji profisiensi untuk parameter uji yang akan
diakreditasi(Adam, 2015).
189.
190. 2.5.2 Persyaratan Teknis dan Khusus
191.

Berbagai faktor menentukan kebenaran dan kehandalan pengujian

dan/atau kalibrasi yang dilakukan oleh laboratorium. Faktor tersebut meliputi:


192.

Personel
193.

Manajemen laboratorium harus memastikan kompetensi semua

personel yang mengoperasikan peralatan tertentu, melakukan pengujian dan/atau


kalibrasi

Lingkungan/akomodasi
194.

Fasilitas laboratorium untuk pengujian dan/atau kalibrasi, termasuk

(tetapi tidak terbatas pada) sumber energi, kondisi penerangan dan lingkungan, harus
sedemikian rupa sehingga mampu memfasilitasi kebenaran unjuk kerja pengujian
dan/atau kalibrasi

Metode pengujian, metode kalibrasi dan validasi metode


195.

Laboratorium harus menggunakan metode dan prosedur yang sesuai

untuk semua pengujian dan/atau kalibrasi di dalam lingkupnya. Hal tersebut


mencakup pengambilan contoh (sample), penanganan, transportasi, penyimpanan dan
penyiapan barang untuk\ diuji dan/atau dikalibrasi, dan bila sesuai, estimasi
ketidakpastian pengukuran serta teknik statistik untuk menganalisis data pengujian
dan/atau data kalibrasi

Pemilihan metode, Metode yang dikembangkan oleh laboratorium, Metode yang


tidak baku, Validasi metode, Estimasi ketidakpastian pengukuran, Pengendalian
data, Peralatan
196.

Laboratorium harus mempunyai semua peralatan dan perlengkapan

untuk pengambilan contoh (sample), peralatan pengukuran dan pengujian yang


diperlukan untuk melaksanakan pengujian dan/atau kalibrasi dengan benar (termasuk
pengambilan contoh, penyiapan barang yang diuji dan/atau kalibrasi, pengolahan dan
analisis data pengujian dan/atau kalibrasi)

Ketertelusuran pengukuran

197. Semua

peralatan yang digunakan untuk pengujian dan/atau kalibrasi, termasuk

untuk pengukuran subsider (seperti kondisi lingkungan) yang mempunyai pengaruh yang
signifikan pada akurasi atau keabsahan hasil pengujian, kalibrasi atau pengambilan
contoh (sample) harus dikalibrasi sebelum mulai digunakan. Laboratorium harus
mempunyai program dan prosedur yang ditetapkan untuk kalibrasi peralatannya
198.
199. Persyaratan

khusus

Kalibrasi
200. Untuk

laboratorium kalibrasi, program kalibrasi peralatan harus dirancang dan

dioperasikan sedemikian rupa untuk memastikan kalibrasi dan pengukuran yang


dilakukan laboratorium tertelusur ke Sistem Satuan Internasional (SI).

Pengambilan contoh (sample)


201.

Laboratorium harus mempunyai rencana pengambilan contoh dan

prosedur untuk pengambilan contoh bila melaksanakan pengambilan contoh


substansi, bahan, atau produk yang kemudian diuji atau dikalibrasi

Penanganan barang yang diuji dan dikalibrasi


202.

Laboratorium

harus

mempunyai

prosedur

untuk

transportasi,

penerimaan, penanganan, perlindungan, penyimpanan, retensi dan/atau pemusnahan


barang yang\ diuji dan/atau dikalibrasi, termasuk semua upaya yang diperlukan untuk
melindungi integritas barang yang diuji atau dikalibrasi, dan untuk perlindungan
kepentingan laboratorium dan pelanggan
203.

Jaminan mutu hasil pengujian dan hasil kalibrasi


204.

Laboratorium harus mempunyai prosedur pengendalian mutu untuk

memantau keabsahan pengujian dan kalibrasi yang dilakukan

Pelaporan hasil
205.

Hasil setiap pengujian, kalibrasi, atau rangkaian pengujian atau

kalibrasi yang dilakukan oleh laboratorium harus dilaporkan secara akurat, jelas, tidak
membingungkan dan obyektif,

Laporan pengujian dan sertifikat kalibrasi


206.

Setiap laporan pengujian atau sertifikat kalibrasi harus mencakup

sekurang-kurangnya informasi berikut ini, kecuali bila laboratorium mempunyai alasan


yang sah untuk tidak melakukan yang demikian
207.
2.5.3 Manfaat penerapan ISO/IEC 17025:2005

208.

Indonesia telah mengadopsi ISO/IEC 17025:2005 melalui Badan

Standarisasi Nasional (BSN) pada tahun 2008. BSN adalah lembaga yang ditunjuk oleh
pemerintah untuk menyusun, mengadopsi, merevisi, dan mengesahkan Standar Nasional
Indonesia (SNI). Sedangkan Komite Akreditasi Nasional (KAN) adalah lembaga yang
ditunjuk pemerintah untuk melakukan akreditasi terhadap laboratorium dan badan
sertifikasi.
209. Manfaat penerapan dan akreditasi ISO/IEC 17025:2005:
1

Pengurangan risiko, memungkinak lab untuk menentukan apakah personel

2
3
4

melakukan pekerjaan dengan benar sesuai dengan prosedur


Komitmen untuk semua personel lab sesuai dengan kebutuhan pelanggan
Perbaikan terus menerus sistem manajemen laboratorium.
Pengembangan keterampilan personel melalui program pelatihan dan evaluasi

5
6

efektivitas kerja mereka


Meningkatkan citra serta meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan.
Pengakuan internasional, melalui perjanjian saling pengakuan antar badan akreditasi

7
8
9

di berbagai negara.
Menghindari kesalahan dan pengulangan dari proses pengujian dan kalibrasi.
Pengurangan pengaduan dan keluhan pelanggan.
Perbandingan kemampuan antar lab.

210.
1

2.6 Peranan Laboratorium di Industri Kimia

Peran Laboratorium sebagai Pengamatan


211.

Laboratorium melakukan analisa secara fisika terhadap semua aliran

yang berasal dari proses produksi maupun tangki serta mengeluarkan Certificate of
Quality untuk menjelaskan spesifikasi hasil pengamatan. Jadi pemeriksaan dan
pengamatan dilakukan terhadap bahan baku dan produk akhir. Bagian ini mengadakan
pemeriksaan atau pengamatan terhadap sifat-sifat fisis bahan baku dan produk
(Wahyuningtyas, 2007).
212.
Pengamatan yang dilakukan antara lain :

Spesifik grafity.
Viskositas kinematik.
Kandungan air.
213.
a
b
c
2

Secara garis besar, tujuan dari peranan ini adalah :

Untuk mengontrol jalannya proses produksi.


Harus bekerja sigap, tepat dan cepat.
Berada dekat dengan tempat proses produksi.
214.
Peran Laboratorium sebagai Analitik

215.

Peranan laboratorium pada bagian ini adalah melakukan analisa

terhadap sifat-sifat dan kandungan kimiawi bahan baku dan produk akhir. Bagian ini
mengadakan pemeriksaan terhadap bahan baku dan produk mengenai sifat-sifat
kimianya (Wahyuningtyas, 2007). Analisis yang dilakukan antara lain :
Kadar impuritis pada bahan baku.
Kadar impuritis pada produk.
216.

Secara garis besar, tujuan dari laboratorium ini adalah :

a
b
c
d
e
f
3

Pengembangan bahan baku.


Pengembangan proses produksi.
Pengembangan produk.
Pengembangan daya tarik produk.
Pengembangan kemasan.
Menilai produk saingan.
217.
Peran Laboratorium sebagai Pengembangan Lingkungan
218. Kerja dan tugas laboratorium ini adalah melakukan penelitian dan
pengembangan terhadap permasalahan yang berhubungan dengan kualitas material
dalam proses untuk meningkatkan hasil akhir. Sifat dari laboratorium ini tidak rutin
dan cenderung melakukan penelitian hal-hal yang baru untuk keperluan pengembangan
(Wahyuningtyas, 2007). Bagian ini bertujuan untuk mengadakan penelitian, misalnya :
Diversifikasi produk.
Pemeliharaan lingkungan (pembersihan air buangan).
219.

Secara garis besar, tujuan dari peranan ini adalah :

a
b
c
4

Mengontrol mutu bahan baku.


Mengontrol mutu produk.
Mengontrol mutu lingkungan.
220.
Peran Laboratorium sebagai Pengolahan Limbah
221. Utilitas pengolahan limbah perlu memperhatikan berfungsinya sistem
pengolahan,

pemeliharaan,

pengawasan,

dan

pemantauan

yang

terdiri

dari

(Wahyuningtyas, 2007) :
Limbah padat.
a Pengumpulan dengan dipilah bagian organik dan anorganik maupun B3 dan non
b
c
d
e

a
b
c

B3.
Insenerasi.
Pengolahan limbah padat lainnya.
Pengomposan.
Pengiriman dan penjualan.
Limbah cair
Keasaman limbah.
Warna atau kekeruhan limbah.
Suhu limbah.

d
e

Peralatan pengolahan.
Pemantauan tiap proses.
Limbah gas.

222.
223.
5 Peran Laboratorium sebagai Analisis Air
224. Pada laboratorium analisis air ini yang di analisis antara lain (Wahyuningtyas, 2007) :
Bahan baku air.
Air demineralisasi.
Air pendingin.
Air umpan boiler.
225.

Parameter yang diuji antara lain warna, pH, kandungan klorin, tingkat

kekeruhan, total kesadahan, jumlah padatan, total alkalinitas, kadar minyak, sulfat,
silika dan konduktivitas air.
226.
Alat- alat yang digunakan dalam laboratorium analisis air adalah :

pH meter, digunakan untuk mengetahui tingkat keasaman atau kebasaan.


Spektrometer, untuk menentukan konsenterasi suatu senyawa terlarut dalam air

dengan syarat larutan harus berwarna.


Spectroscopy, untuk menentukan kadar sulfat.
Gravimetric, untuk mengetahui jumlah kandungan padatan dalam air.
Peralatan titrasi, untuk mengetahui kandungan klorida, kasadahan dan alkalinitas.
Conductivity meter, untuk mengetahui konduktivitas suatu zat yang terlarut dalam
air.
227.
228.

Sebagai contoh adalah peranan laboratorium pada PT.PERTAMINA

(Persero) RU-VI Balongan. Ada beberapa tugas pokok yaitu (Pertamina exor-1, 1992):
Sebagai kontrol kualitas bahan baku, apakah memenuhi persyaratan sehingga

b
c

memberikan hasil yang diharapkan.


Sebagai pengontrol kualitas produk, apakah sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Mengadakan penelitian dan pengembangan jenis crude minyak lain, selain crude dari
minyak Duri dan Minas yang memungkinkan dapat diolah di PT.PERTAMINA (Persero)
RU-VI Balongan.
Mengadakan analisa terhadap jenis limbah yang dihasilkan selama operasi proses kilang

pada PT.PERTAMINA (Persero) RU-VI Balongan.


229.
230. Di dalam pelaksanaan tugas, bagian laboratorium dibagi menjadi tiga
1

seksi, yaitu (Pertamina exor-1, 1992):


Seksi Teknologi (TEKNO)
231. Seksi Tekno ini mempunyai tugas antara lain :

Mengadakan blending terhadap fuel oil yang dihasilkan, agar dapat menghasilkan
octan number yang besar dengan proses blending yang singkat tanpa

penambahan zat kimia lain lain, seperti TEL, MTBE, atau ETBE.
Mengadakan penelitian terhadap lindungan lingkungan (pembersihan air

buangan).
Mengadakan evaluasi crudeMinas dan crude Duri yang dipakai sebagai raw

material.
Mendukung kelancaran operasional semua unit proses, ITP, dan utilitas termasuk
percobaan katalis, analisa katalis yang digunakan dalam reaktor dan material

kimia yang digunakan di kilang RU-VI.


Melakukan analisa bahan baku, stream ataufinish produk serta chemical dengan

menggunakan metode test.


232.
Seksi Analitika dan Gas (ADG)
233. Seksi ini mengadakan pemeriksaan terhadap sifat-sifat kimia dari
bahan baku, intermediate produk dan finish produk serta bahan kimia yang
digunakan, juga analisis gas stream maupun dari tanki. Tugas yang dilakukan
antara lain :
a Mengadakan analisa sampling dan analisa contoh air serta chemical secara

instrument dan kimiawi, agar didapatkan hasil akurat.


Mengadakan analisa sampling dan analisa secara instrument dan kimiawi

terhadap contoh minyak sesuai dengan metode test.


Mengadakan analisa gas masuk dan gas buang dari masing-masing alat

(jika diperlukan).
Mengadakan analisa sampel gas dari kilang dan utilitas serta produk gas

yang berupa LPG, propylene.


Mengadakan analisa sampling non rutin shift sample stream gas, LPG,

propylene, fuel gas, serta hidrogen.


Melaksanakan sampling dan analisa secara chromatography sampel non

rutin dari kilang dan offsite.


234.
Seksi Pengamatan
235.
Seksi ini mengadakan pemeriksaan terhadap sifat-sifat fisis bahan
baku, intermediate produk dan finish produk. Sifat-sifat yang diamati adalah :
a Distilasi.
b Spesific Gravity.
c Reid Vapour Pressure (RVP).
d Flash and Smoke Point.
e Conradson Carbon Residue (CCR).
f Kinematic Viscosity.
g Cooper Strip and Silver Strip.
h Kandungan Air.

236.
237.

2.7 Keselamatan Kerja


Keselamatan kerja merupakan hal penting bagi perlindungan tenaga kerja

yang berkaitan dengan alat kerja, mesin, bahan dan proses pengolahan, tempat kerja,
lingkungannya serta cara pengerjaannya.
238.

Tujuan keselamatan kerja :

Melindungi tenaga kerja dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan

meningkatkan produksi
Menjamin keselamatan orang lain yang berada di lingkungan kerja
Memelihara sumber produksi dan dipergunakan secara aman di lingkungan kerja.
239.

Untuk pelaksanaan program keselamatan kerja, disediakan perlengakapan

pakaian seragam kerja untuk tiap-tiap karyawan. Selain itu perusahaan juga menyediakan
alat-alat pelindung diri yang disesuaikan dengan kondisi dan jenis pekerjaan. Peralatan
Safety (Safety Equipment) harus dipakai oleh setiap karyawan yang berada di plant atau
daerah proses.
240.

Perlengkapan safety yang harus dipakai :

Sepatu safety
Safety Goggle (kacamata safety)
Ear muff/Ear plug, yaitu penutup telinga yang dipakai untuk mengurangi suara bising

dari mesin
Safety Helmet, yaitu lat pelindung kepala
Masker, yaitu penutup hidung dan mulut untuk menyaring udara yang dihisap
Breathing apparatus, yaitu alat bantu pernafasan dimana dipakai jika udara sekeliling
kotor sekali atau beracun
241.

Adapun tindakan pencegahan yang dilakukan oleh perusahaan antara lain :

Penyediaan alat pencegah kebakaran dan kebocoran.


Pemberian penerangan, latihan, dan pembinaan agar setiap pekerja yang ada di tempat
dapat mengetahui cara melakukan penceghan jika terjadi kecelakaan, kebakaran,

peledakan, dan kebocoran pipa yang berisi zat berbahaya.


Pemberian penerangan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan.
242.

243.
244.
245.

246.
247.

BAB III
PENUTUP

248.
3.1 Kesimpulan
249. Kesimpulan dari makalah kami adalah:
a. Laboratorium merupakan tempat untuk melakukan percobaan atau penelitian dalam
bidang keilmuan tertentu seperti fisika, kimia, biologi dan sebagainya serta
laboratorium memiliki tugas untuk meneliti bermacam-macam hal.
b. Laboratorium terdiri dari kelompok shift dan non-shift. Laboratorium memiliki
program kerja antara lain laboratorium fisika, analitik, penelitian dan pengembangan,
serta analisis air.
c. Pengelolaan dan penggunaan peralatan laboratorium harus diperhatikan oleh semua
pengguna laboratorium dan teknisi laboratorium tersebut.
d. Keselamatan kerja dalam laboratorium merupakan hal penting bagi semua pemakai
laboratorium untuk menjamin keselamatan saat menggunakan laboratorium.
3.2 Saran
250. Saran yang dapat kami berikan adalah sebagai berikut.
a. Bacalah cara penggunaan suatu alat laboratorium jika hendak menggunakan alat
tersebut.
b. Tanyakan kepada teknisi laboratorium jika Anda kurang mengerti dalam hal
penggunaan serta pengelolaan laboratorium
c. Pakailah perangkat keselamatan selama berada didalam laboratorium untuk menjaga
keselamatan Anda.
251.
252.
253.
254.
255.
256.
257.
258.
259.
260.
261.

DAFTAR PUSTAKA

262.

Adam,

M.

H.,

2015.

Persyaratan

Persiapan

Akreditasi

ISO/IEC

http://www.bikasolusi.co.id/persyaratan-persiapan-akreditasi-iso-17025/,
263.

tanggal 6 Mei 2016


Anonim.2010. Standar

Laboratorium

Pengujian

dan

Kalibrasi.

17025.
Diakses

http://ilmu-

analis.blogspot.co.id/2010/10/standar-laboratorium-pengujian-dan.html. Diakses pada


tanggal 6 Mei 2016
264. Tim Konsultasi Kimia FPTK UPI, 2003. Cara menata alat dan bahan di laboatorium
kimia. Diakses tanggal 6 Mei 2016
265. Suyanta. 2010. Manajemen Operasional Laboratorium. Jurusan Pendidikan Kimia
FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta.
266.
267.