Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pandangan tentang data sebagai suatu sumber daya telah mengubah harapan seorang
manajer tentang system informasi dan mengubah proses manajemen bagaikan suatu reaksi
berantai. Suatu perspektif sumber daya informasi bergantung pada luasnya data base yang di
desain sesuai dengan tujuan pengelolaan. Hal ini akan menurunkan adanya batasan berkenaan
dengan fungsi informasi.
Pemilihan data sangat meringankan kendala yang disebabkan oleh struktur organisasi.
Melalui terminal-terminal dengan cara memanfaatkan database yang ada, informasi dapat
digunakan sesuai dengan sentralisasi maupun disentralisasi tujuan manajemen.
Berbagai data juga berpengaruh terhadap strategi system informasi dari masing-masing
unit organisasi. Dengan system file konvensional seringkali suatu dapartemen harus
mengeluarkan informaasi yang sama, sehingga terjadi ketergantungan antar dapartemen. Dengan
system date base maka perangkapam (duplikasi) seperti ini di hindari.
Pandangan informasi sebagai suatu sumber daya mendorong para manajer untuk
melihatnya sebagai bagian dari kaitan antara sistem-sistem financial, fisikal, sumber

daya

manusia dan sumber daya informasi. Terlihat bahwa seluruh jenis sumber daya harus di atur
dengan baik demi tercapainya tujuan organisasi.
Database adalah sebuah sistem manajemen basisdata (DBMS) yang secara luas digunakan
pada mikrokomputer yang dikenalkan oleh Ashton-Tate untuk komputer CP/M, dan kemudian
untuk platform Apple II, Apple Macintosh dan IBM PC dengan DOS yang menjadi salah satu
perangkat lunak yang paling laris selama beberapa tahun pada saat itu. Ketidakmampuan
database untuk bertransisi dengan sistem operasi yang lebih baru, Microsoft Windows pada
akhirnya membuat penggunaan dBASE tergantikan oleh produk-produk lainnya yang lebih baru
seperti Paradox, Clipper, FoxPro, dan Microsoft Access. kepemilikan dBASE pada akhirnya
dijual ke Borland pada tahun 1991 dan pada tahun 1999 Borland menjual hak atas jajaran produk
dBASE pada sebuah perusahaan baru dBASE Inc.
1

Dimulai dari pertengahan tahun 1980-an banyak vendor membuat dialek ataupun variasi
pada produk mereka ataupun pada bahasanya sendiri. Termasuk didalamnya FoxPro (sekarang
dikenal sebagai Visual FoxPro), Quicksilver, Clipper, Xbase++, Flagship, dan Harbour. Merekameraka iniah yang secara informal dikenal atau disebut sebagai xBase atau XBase.
Dasar file format database, yang dikenal sebagai file .dbf, saat ini merupakan salah satu format
yang luas digunakan oleh banyak aplikasi yang membutuhkan format sederhana untuk
menyimpan data-data secara terstruktur.
Database dilinsensikan pada penggunanya untuk jangka waktu lima puluh tahun dalam
masa yang tidak mungkin bagi pengguna untuk mengoperasikan dBASE selama jangka waktu
tersebut.

1.2 Tujuan Dan Manfaat Penulisan


Berdasarkan pada latar belakang diatas, maka tujuan dan manfaat dari makalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Mengetahui dan dapat mengimplementasikan cara kerja data base dalam proses
pencarian informasi dan proses pengambilan keputusan.
2. Membahas dan mendiskusikan organisasi data, data base dan cara membuat data base.
3. Menjadi bahan referensi dalam mata kuliah system informasi manajemen.
1.3 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
Bab I membahas tentang pendahuluan yang meliputi: latar belakang, tujuan dan manfaat,
dan sistematika penulisan.
Bab II merupakan bab pembahasan yang meliputi: organisasi data, data base, jenis data
base, model data base, proses perancangan data base, dan perkembangan data base.
Bab III merupakan bab penutup yang terdiri dari: kesimpulan dan saran.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Abstraksi Data
Data adalah sumber daya yang penting bagi suatu organisasi yang perlu dikelola seperti
mengelola asset penting dalam bisnis. Perusahaan tidak dapat bertahan hidup atau berhasil tanpa
data yang berkualitas mengenai operasi internal atau eksternal. Data biasanya di sajikan dalam
bentuk gambar atau angka-angka. Data dapat digunakan bila telah diolah menjadi informasi,
dimana informasi tersebut merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Ada 3 (tiga) tingkatan atau level dalam abstraksi data ini :
1. Level Fisik (Physical Level)
Level abstraksi data yang paling rendah, yang menggambarkan bagaimana (how) data
disimpan dalam kondisi sebenarnya. Level ini sangat kompleks karena struktur data
dijelaskan secara rinci.
2. Level Konseptual (Conceptual Level)
Level ini menggambarkan data apa (what) yang disimpan dalam database dan
menjelaskan bagaimana hubungan antar datanya secara keseluruhan. Seorang pengguna
dalam level ini dapat mengetahui bahwa data mahasiswa disimpan pada tabel mahasiswa,
tabel krs, tabel transkrip dan lain sebagainya. Level ini biasa di pakai oleh seorang
Database Administrator (DBA).
3. Level Pandangan (View Level)
Ini merupakan level yang tertinggi, hanya menggambarkan sebagian saja dari
keseluruhan database sesuai dengan kebutuhan pengguna. Misalnya : Bagian keuangan
hanya membutuhkan data keuangan, jadi yang digambarkan hanya pandangan terhadap
data keuangan saja, begitu juga dengan bagian akuntansi, hanya membutuhkan data
akuntansi saja. Jadi tidak semua pengguna database membutuhkan seluruh informasi
yang terdapat dalam database tersebut.

Adapun organisasi data yang menjadi hirarki data yaitu terdiri dari :
1. Item adalah unit. Contoh item adalah nama orang, nama perusahaan, nama mata
kuliah, dan sebagainya.
2. Karakter adalah sebuah huruf, angka, atau symbol lainnya.
3

3. Field adalah sekelompok karakter yang saling berhubungan. Contoh : no. pegawai.
4. Catatan adalah field-field dari data yang saling berhubungan dikelompokkan untuk
membentuk catatan. Contoh catatan pegawai.
5. File adalah kumpulan catatan atau arsip. Contoh file tabungan dan file surat.
6. Database adalah kumpulan terintegrasi dari elemen data yang secara logika saling
berhubungan.
2.2 Database
Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan
informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa
menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data
disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS).
Menurut Scott (2004) data base didefinisikan sebagai berikut:
system file yang menggunakan cara pengorganisasian file tertentu, dimaksutkan untuk
mempercepat pembaruan masin-masing record, serta akses yang cepat terhadap data yang
tersimpan yang harus digunakan secara bersam-sama untuk dibaca guna penyusunan
laporan-laporan rutin atau khusus ataupun untuk penyelidikan.
Sedangkan menurut Amsyah, database adalah kumpulan semua data yang disimpan dalam
satu file ataau beberapa file. Secara operasional dapat kita katakana bahwa data base adalah
daftar yang terdiri dari beberapa kolom berisikan satu jenis (item) data.
Sehingga secara garis besar pengertian dari database adalah kumpulan file yang berkaitan
secara logis yang diorganisasikan dengan berbagai cara meniadakan atau mengurangi duplikasi
data dan untuk kemudahan memperoleh gabungan fakta-fakta yang diperlukan. Dengan database
diharapkan tidak terjadi kelebihan (redundancy) atau duplikasi penyimpanan data yang sama
dalam satu organisasi. Redundancy adalah penyimpanan item data yang sama lebih dari satu
lokasi fisik. Umumnya suatu data tertentu hanya disimpan pada satu file tetapi dapat
dihubungkan dengan data pada lain file.
Komponen utama dari sitem database, walupun tidak semua system memiliki semua
komponen berikut ini:
1. File data base. File ini memilki elemen-elemen data(masind-masing item data) yang
disimpan dalam satu (dari empat) format organisasi file data base.
4

2. System manajemen data base. Suatu kelompok program software yang mengelola data
base, mengontrol akses terhadap data base, menjaga pengamanan data base, dan
melakukan tugas-tugas lainnya.
3. System antar-mukabahasa induk (A Host Language Interface System). Bagian dariDBMS
yang berkomunikasi dengan program aplikasi, menafsirkan instruksi-instruksi bahasa
tingkat tinggi program aplikasi, seperti COBOL dan FORTRAN, yang memerlukan dati
file-file.
4. Program aplikasi. File-file datanya independen dan menggunakan definisi data standar.
Kesaling-tidak-bergantungan (independensi) dan standarisasi membuat pengembangan
program menjadi lebih mudah daan cepat.
5. Sebuah system antar-muka bahasa alami (a natural language interface system). Suatu
bahasa pertanyaan yang memungkinkan pemakai mendapatkan keterangan tentang apa
saja yang tersedia pada computer. Bahasa yang dipakai biasanya bahasa inggri.
6. Kamus data (data dictionary). Kamus data berisi informasi lokasi data base pada file data
base, aturan mengakses data, pengamanan data serta kondisi informasi data.
7. Terminal pengakses dan pemuktahiran yang on-line. Biasa berupa dumb terminal, smart
terminal maupun mikro computer.
8. System keluaran atau pembuat reportase. Terdiri dari laporan biasa, dokumen, dan
laporan khusus.
System manajemen data base (database managemen sytem /DBMS) adalah rangkaian
program-progaram yang mengelolah sebuah data base dan menyediakan mekanisme-mekanisme
melalui mana jenis-jenis data dapat disimpan, dicari kembali, dan diubah. DBMS dapat
mengelola berbagai data yang disimpan pada file yang berbeda, karena itu perlu dipahami
perbedaan antara pandangan fisik, yaitu bagaimana data disimpan dalam computer, dengan
pandangan logis atau pandangan penedesain dan pemakai terhadap data.
Pandangan manusia/logis dari pembuat dan pemakai database dapat ditampilkan dalam
bentuk skema dan subskema. Skema adalah suatu penampilan keseluruhan atau deskripsi dari
tiap item data yang termasuk dalam koleksi file terdapat dalam databse. Subskema adalah
subrangkaian dari skema yang terdiri dari data yang hanya diperlukan untuk penggunaan tertentu
oleh para pemakai.

Dapat disimpulkan bahwa data base adalah kumpulan beberapa file yang dapat ditampilkan
dengan skema dan subskema, dan bahwa penampilan tersebut adalah pandangan logis database.
Tetapi secara fisik, database terdiri tidak lebih dari satu koleksi item data yang kesemuanya di
bawah control dari system manajemen database.
DBMS dapat digunakan untuk keperluan seperti berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Memelihara koleksi data yang dapat dipakai secara bersama


Membetuk hubungan antara item data
Meminimalkan data yang kelebiham
Memelihara ndependensi ntar program dengan data
Menyediakan data lengkap untuk pmbuatan laporan
Menyediakan cara untuk akses bagi keperluan data yang sukar diantisipasi
Menyediakan cara pencarian data dan pengawasan terhadap penyimpanan data
Memungkinkan dilakukannya pengembangan aplikasi

Database masih memiliki beberapa kekurangan, khususnya pada database berskala besar.
Diantaranya yaitu:
1.
2.
3.
4.

Kurangnya ahli database.


Biaya pemprosesan data sangat tinggi.
Kebutuhan software dan hardware yang bertambah.
Penggabunagn dan pengamanan data.

2.3 Jenis Database


Basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
1. Basis data individual
Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perseorangan. Biasanya basis
data seperti ini banyak dijumpai dilingkungan PC. Visual dBASE, Corel Paradox, dan
Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola
basis data untuk kepentingan pribadi.
2. Basis data perusahaan

Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah
pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan
dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari masing-masing komputer
yang berkedudukan sebagai client.
3. Basis data terdistribusi
Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang
terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan bank yang memiliki
sejumlah cabang di pelbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.
4. Basis data publik
Basis data publik adalah basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai
contoh, banyak situs web (misalnya yahoo dan about.com) yang menyediakan data yang
bersifat publik dan dapat diambil siapa saja secara gratis. Namun adakalanya seseorang
harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.

2.4 Model Database


Model database adalah suatu konsep yang terintegrasi dalam menggambarkan hubungan
(relationships) antar data dan batasan-batasan (constraint) data dalam suatu sistem database.
Model data yang paling umum, berdasarkan pada bagaimana hubungan antar record dalam
database (Record Based Data Models), terdapat tiga jenis, yaitu :
a. Model Database Hirarki (Hierarchical Database Model)
b. Model Database Jaringan (Network Database Model)
c. Model Database Relasi (Relational Database Model)
Model database hirarki dan jaringan merupakan model database yang tidak banyak lagi
dipakai saat ini, karena adanya berbagai kelemahan dan hanya cocok untuk struktur hirarki dan
jaringan saja. Artinya tidak mengakomodir untuk berbagai macam jenis persoalan dalam suatu
system database. Yang paling banyak dipakai saat ini adalah model database relasi, karena

mampu mengakomodir berbagai permasalahan dalam sistem database. Berikut keterangan


tentang model database ini.
a. Database Hierarki
System manajemen database hierarki menyediakan data yang dapat di tapilakan dengan
struktur pohon (tree-structured), yaitu aplikasi dimana orang tua boleh mempuanyai banyak
anak, tetapi seorang anak hanya dapat memiliki satu orang tua atau hubungan orang tua anak
(parent child).
Simpul yang paling atas disebut akar (root) dan paling bawah disebut daun. Setiap simpul
digambarkan dengan lingkaran atau kotak. Simpul yang berada di atas simpul lainnya disebut
orang tua, sedangkan yang berada di bawahnya di sebut anak, dimana seorang orang tua bisa
mempunyai satu anak (jenis hubungan satu ke satu, one to one) atau mempunyai beberapa anak
(jenis hubungan satu ke banyak, one to many). Tapi satu anak hanya boleh punya satu orang tua
(jenis hubungan satu ke satu, one to one). Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Level 1

Level II

Level III

Level IV

Gambar 1 : Contoh model database hirarki

Kelemahan utama dari model database hirarki adalah ketidakmampuannya dalam


mengelola hubungan banyak ke banyak (many to many), sehingga apabila ada jenis hubungan ini
pada model database, maka banyaknya redundansi database tidak dapat terelakkan lagi.
Keunggulan model database ini terletak pada keteraturan struktur yang ditunjukkannya dan
hanya sangat cocok untuk sistem yang keterkaitan atau hubungan antara recordnya mengikuti
struktur hirarki. Karena keterbatasan pemakaiannya dan adanya kelemahan yang cukup
mendasar, penggunaan model database ini dalam pengelolaan sistem database sudah
ditinggalkan.
b. Database Jaringan (Network Database Model)
Model database jaringan merupakan pengembangan dari model database hirarki, dimana
kelemahan yang ada pada model database hirarki yaitu ketidakmampuannya dalam mengelola
hubungan banyak ke banyak (Many to Many) telah dapat diatasi dengan model database jaringan
ini. Dalam model ini, data di representasikan sebagai koleksi record dan hubungan antar record
direpresentasikan sebagai pointer. Oleh karena itu, model database jaringan mampu menyatakan
hubungan :
o Satu ke Satu (One To One, 1 : 1), satu orang tua punya satu anak.
o Satu ke Banyak (One To Many, 1 : M) Satu orang tua punya beberapa anak,
o Banyak ke Banyak (Many To Many, N : M), beberapa anak punya beberapa orang tua.
Dosen

Matakuliah
X

Mahasiswa
A

Mahasiswa
B

Matakuliah Y

Mahasiswa
C

Mahasiswa
D

Mahasiswa
E

Gambar 2 : Contoh konkret model database jaringan

Kelemahan dalam model database ini adalah lebih kompleks dan sulitnya dalam proses
query, begitu juga halnya dalam manipulasi data yang harus dilaksanakan dengan menelusuri
data pointer pada setiap recordnya. Kelebihan model database ini adalah dari segi efisiensi
penyimpanan data, karena tidak adanya data yang duplikat (redundansi) dan akses yang cepat
karena langsung memanfaatkan pointer ke alamat fisik data. Karena kompleksitas yang tinggi,
apalagi diterapkan pada sistem database yang begitu kompleks, maka model database ini tidak
tepat lagi untuk digunakan. Saat ini, model database jaringan sudah jarang sekali dipakai, kecuali
untuk keperluan penelitian (research) saja.
c. Database Relasi (Relational Database Model)
Model database relasi merupakan model database yang paling banyak digunakan saat ini,
karena paling sederhana dan mudah digunakan serta yang paling penting adalah kemampuannya
dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan pengelolaan database. Sebuah database dalam model
ini disusun dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari baris (record) dan kolom (field),
pertemuan antara baris dengan kolom disebut item data (data value), tabel-tabel yang ada
dihubungkan (relationship) sedemikian rupa menggunakan field-field kunci (Key field) sehingga
dapat meminimalkan duplikasi data. Model database relasi ini dikemukakan pertama kali oleh
E.F. Codd, salah seorang pakar dalam bidang database. Sering juga model ini disebut Database
relasi.

Tingkatan Data Dalam Database Relasi


Dalam suatu sistem database relasi, data yang tersimpan dalam DBMS mempunyai

tingkatan-tingkatan, sebagai berikut :


1. Karakter (Characters)
Merupakan bagian terkecil dalam database, dapat berupa karakter numerik (angka 0 s.d
9), huruf ( A - Z, a - z) ataupun karakter-karakter khusus, seperti *, &. %, # dan lain-lain.
2. Field atau Attribute
Merupakan bagian dari record yang menunjukkan suatu item data yang sejenis, Misalnya:
field nama, file NIM dan lain sebagainya. Setiap field harus mempunyai nama dan tipe
data tertentu. Isi dari field di sebut Data Value. Dalam table database, field ini disebut
juga kolom.
3. Record atau Tupple
10

Tuple/Record adalah kumpulan data value dari attribute yang berkaitan sehingga dapat
menjelaskan sebuah entity secara lengkap. Misal : Record entity mahasiswa adalah
kumpulan data value dari field nobp, nama, jurusan dan alamat per-barisnya. Dalam tabel
database, Record disebut juga baris.
4. Table/Entity
Entity merupakan sesuatu yang dapat diidentifikasi dari suatu sistem database, bias
berupa objek, orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya akan disimpan
dalam database. Misal. Pada sistem database akademik, yang menjadi entity adalah,
mahasiswa, dosen, matakuliah dan lain-lain. Dalam aplikasi, penggunaan istilah Entity
sering di samakan dengan istilah Tabel. (Entity = table). Disebut tabel, karena dalam
merepresentasikan datanya di atur dalam bentuk baris dan kolom. Baris mewakili 1
record dan kolom mewakili 1 field. Dalam system database tradisional, entity/table ini
disebut juga dengan file.
5. Database
Kumpulan dari tabel-tabel yang saling berelasi, disusun secara logis, sehingga
menghasilkan informasi yang bernilai guna dalam proses pengambilan keputusan.

2.5 Tahap Perancangan Database


Tahap-tahap yang harus dilakukan dalam perancangan database adalah sebagai berikut:
1. Perancangan secara konseptual
a. Diagram konteks
b. DFD
c. Model ER
2. Perancangan secara logis
a. Translasi model ER ke Model Relasional
3. Perancangan secara fisik
a. Penciptaan database, relasi, dan hal-hal terkait ke dalam bentuk fisik
Perencanaan secara konseptual dapat diuraikan sebagai berikut:

Diagram Konteks

11

Merupakan gambaran kasar aliran informasi dan data yang akan dilakukan oleh system
database yang akan dirancang.

Bagian
Penjualan
Laporan penjualan
Daftar rencana pembayaran
Manajer
Keuangan

Persetujuan

Transfer

Sistem
Pembayaran
Royalti

Bank
Bukti transfer
pemberitahuan

Pengarang
Gambar 3 : Contoh Diagram Konteks

Diagram ini hanya menjelaskan secara umum gambaran aliran konteks dari rancangan
system yang akan dibuat.

DFD ( Data Flow Diagram )

12

Laporan penjualan

1
Mencatat
buku terjual

Data buku terjual

Catatan royalti
Jadwal pembayaran

Royalti terbayar

Waktu pembayaran
Daftar rencana pembayaran
Royalti belum terbayar
Royalti belum terbayar
2
Membuat
Laporan royalti
Jatuh tempo
Ringkasan royalti

Data pengarang

Pengarang

3
Memproses
pembayaran

Nomor rekening

Persetujuan

Transfer
Bukti transfer

Surat pemberitahuan

Rekening bank
Pembayaran

Gambar 4 : Contoh DFD

DFD merupakan detail rancangan dari diagram konteks yang sudah dibuat yang sudah
memuat rancangan table database yang akan diimplementasikan pada database yang akan dibuat.

Diagram E-R ( Entity Relational ).

13

o ERD merupakan model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam
sistem secara abstrak
o Diagram E-R berupa model data konseptual, yang merepresentasikan data dalam suatu
organisasi.
o ERD menekankan pada struktur dan relationship data, berbeda dengan DFD(Data Flow
Diagram) yang merupakan model jaringan fungsi yang akan dilaksanakan sistem
o Biasanya digunakan oleh profesional sistem untuk berkomunikasi dengan pemakai
eksekutif tingkat tinggi dalam perusahaan yang tidak tertarik pada pelaksanaan operasi
sistem sehari-hari, namun lebih kepada :

Data apa saja yang diperlukan untuk bisnis mereka?

Bagaimana data tersebut berelasi dengan data lainnya?

Siapa saja yang diperbolehkan mengakses data tsb?

Notasi Yang digunakan pada perancangan E-R diagram


.
ENTITAS

Kardinalitas:
Selalu hanya satu

Hubungan
Satu atau banyak
Atribut

Nol atau satu


Nol, satu, atau banyak

Implementasi E-R diagram dengan tools

14

Saat ini telah tersedia beberapa tools yang bisa digunakan untuk membuat desain ERD
dan secara otomatis bisa di generate ke bentuk tabel database secara otomatis. Diantaranya
adalah DB Designer, dan DB Wrench.
PELANGGAN

PEMASOK

Mengirim

Memasok

KIRIMAN

Memasok

BARANG

Digunakan_
pada

Mengirim

PESANAN

Berisi

PRODUK

Gambar 5 : Contoh Diagram E-R

Berikut panduan bagaimana tahapan dalam membuat Diagram E-R;


a. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh entity yang terlibat dalam system database
tersebut.
Bahwa entity merupakan sesuatu yang dapat diidentifikasi dengan mudah dari suatu sistem
database, bisa berupa objek, orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya akan
disimpan. Dari sekian banyak kemungkinan entity yang ada, anda harus memilah-milah
entity mana saja yang sesuai dan mampu mengakomodasi kebutuhan sistem yang akan
dirancang. Misalnya dalam ruang lingkup perkuliahan, ada banyak entity yang mungkin,
misalnya entity mahasiswa, matakuliah, dosen, asistensi, jadwal, jurusan dan lain
sebagainya. Namun dalam ruang lingkup perkuliahan sederhana, anda dapat menggunakan
tiga entity saja, yaitu entity mahasiswa, dosen dan matakuliah. Proses menentukan entity
ini memang agak sulit tapi akan menjadi mudah apabila diserta latihan dengan berbagai
macam kasus database.

15

b. Menentukan attribute-attribute atau field dari masing-masing entity beserta kunci (key)nya.
Menentukan attribute dari suatu entity sangat menentukan baik atau tidaknya system
database yang dirancang, karena attribute ini sangat menentukan nantinya dalam proses
relasi. Attribute merupakan ciri khas yang melekat pada suatu entity, misalnya attribute
pada mahasiswa dapat berupa nobp, nama, tempat lahir, tanggal lahir, alamat, nama orang
tua, pekerjaan orang tua dan lain-lain. Dari sekian banyak kemungkinan attribute yang ada
pada entity mahasiswa, anda dapat menggunakan hanya yang perlu saja. Setelah
menentukan attributenya selanjutnya adalah menentukan field kunci. Field kunci adalah
penanda entity tersebut sehingga bias digunakan untuk relasi nantinya dan field kunci ini
harus bersifat unik. Misalnya pada entity mahasiswa, attribute nobp bisa dijadikan field
kunci, karena bersifat unik dan tidak ada mahasiswa yang mempunyai nobp sama.
c. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara himpunan-himpunan
entity yang ada beserta kunci tamu (foreign key)-nya.
Setelah menentukan entity dan attribute beserta field kuncinya, maka selanjutnya adalah
menentukan entity yang terbentuk akibat adanya relasi antar entity. Misalnya antara entity
mahasiswa dengan entity dosen, terjadi suatu hubungan proses mengajar, maka proses
mengajar ini merupakan entity baru. Entity mengajar ini harus anda tentukan juga attribute
yang melekat padanya beserta kunci tamu (foreign key). Kunci tamu adalah field kunci
utama pada tabel lain, dan field tersebut digunakan juga pada tabel yang satu lagi.
Misalnya nobp adalah field kunci dari entity mahasiswa, pada entity mengajar terdapat
juga attribute NoBP, maka keberadaan attribute nobp pada entity mengajar disebut sebagai
kunci tamu. Proses menentukan hubungan antar entity juga sangat menentukan kualitas
system database yang dirancang.
d. Menentukan derajat relasi untuk setiap himpunan relasi.
Setelah semua entity dan attribute yang dibutuhkan terbentuk, maka selanjutnya adalah
menentukan derajat relasi antar entity tersebut, apakah satu kesatu, satu ke banyak atau
sebaliknya, atau banyak ke banyak. Berhati-hatilah dalam menentukan derajat relasi ini,
karena nantinya akan berhubungan dengan proses query terhadap data.

Normalisasi

16

Normalisasi merupakan teknik analisis data yang mengorganisasikan atribut-atribut data


dengan cara mengelompokkan sehingga terbentuk entitas yang

non-redundant, stabil, dan

fleksible. Normalisasi dilakukan sebagai uji coba pada suatu relasi secara berkelanjutan untuk
menentukan apakah relasi itu sudah baik, yaitu dapat dilakukan proses insert,update,delete, dan
modifikasi pada satu atau beberapa atribut tanpa mempengaruhi integritas data dalam relasi
tersebut.
Pada proses normalisasi terhadap tabel pada database dapat dilakukan dengan tiga tahap
normalisasi antara lain :
1. Bentuk Normal ke Satu(1NF)
a. Syarat :
b. Tidak ada set atribut yang berulang atau bernilai ganda.
c. Telah ditentukannya primary key untuk tabel atau relasi.
d. Tiap atribut hanya memiliki satu pengertian.
e. Tiap atribut yang dapat memiiki banyak nilai sebenarnya menggambarkan entitas atau
relasi yang terpisah.
2. Bentuk Normal ke Dua(2NF)
a. Syarat :
b. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal ke satu.
c. Atribut bukan kunci(non-key attribute) haruslah memiliki ketergantungan fungsional
sepenuhnya pada primary key
3. Bentuk Normal ke Tiga(3NF)
a. Syarat :
b. Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal ke dua.
c. Atribut bukan kunci(non-key attribute) tidak boleh memiliki ketergantungan
fungsional terhadap atribut bukan kunci lainnya. Seluruh atribut bukan kunci pada
suatu relasi hanya memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key di relasi
itu saja.

Contoh Normalisasi pada beberapa tingkatan.

17

Diberikan tabel Mahasiswa di bawah ini, akan dilakukan normalisasi sampai bentuk
normal ke tiga.

Perhatikan bahwa tabel di atas sudah dalam bentuk normal ke Satu(1NF).

Bentuk Normal 2 ( NF2 )

Belum memenuhi kriteria 3NF,


Karena atribut non-key Nilai dan
bobot
masih
memiliki
ketergantungan fungsional.

Bentuk Normal 3 NF3

18

SQL (Structure Query Language) merupakan bahasa yang digunakan untuk melakukan
rekayasa terhadap data pada database, mulai dari memasukkan, mengganti, dan menampilkan
data pada database.

Jenis-jenis kunci (key)


Key atau kunci adalah suatu field yang dapat mewakili dari suatu record. Misal : nobp

merupakan field kunci dari entity mahasiswa, sehingga setiap melakukan pencarian atas entity
mahasiswa cukup menyebutkan nobp saja, maka field nama, jurusan dan alamat dapat diketahui.
Syarat utama pemilihan suatu field kunci dari entity adalah field tersebut harus unik dan tidak
boleh bernilai NULL. Ada 4 jenis dari key ini :
1. Candidate Key (Kunci Calon)
Sebuah attribute atau lebih yang secara unit mengidentifikasi sebuat record, disebut
candidate key. Attribute ini mempunyai nilai yang unik pada hampir setiap recordnya. Fungsi
dari candidate key ini adalah sebagai calon primary key. Misal : Entity dosen dalam database
akademik :
KodeDose
n
01

NIP
131656765

02
03
04

130876543
132098675
130987567

Nama_Dosen

Alamat

Pendidikan

Johan, SE

Padang

S.1

Rafdinal, Drs, M.Si


Ratna, SE
Effendi Bakar, SE

Padang
Padang
Padang

S.2
S.1
S.1

Tabel entity dosen

Dalam kasus ini, field KodeDosen dan NIP merupakan Candidate Key karena masingmasing bersifat unik dan tidak boleh ada yang sama atau bernilai Null.
2. Primary Key (Kunci Utama)
Merupakan candidate key yang telah dipilih untuk mengidentifikasi setiap record secara
unik. Primary key harus merupakan field yang benar-benar unik dan tidak boleh ada nilai NULL.
Misal : Perhatikan kembali entity dosen di atas, yaitu mempunyai dua Candidate Key, maka
dapat mengambil field KodeDosen sebagai Primary Key, Karena lebih sederhana dalam jumlah
digit dan unik. Boleh juga menggunakan NIP sebagai Primary Key-nya, hal ini tergantung
kepada si perancang database itu sendiri.
19

3. Alternate Key (Kunci Alternatif)


Adalah candidate key yang tidak terpilih. Misal : dalam suatu entity terdapat dua field
yang bisa dijadikan sebagai kunci. Sementara yang boleh dijadikan kunci hanya satu, maka anda
harus memilih salah satu. Field yang anda pilih, disebut primary key, sedangkan field yang tidak
dipilih disebut dengan alternate key. Misal : Kembali ke kasus entity dosen diatas, jika anda pilih
field KodeDosen sebagai Primary Key, maka otomatis field NIP menjadi Alternate Key-nya,
begitu juga sebaliknya.
4. Foreign Key (kunci Tamu)
Jika sebuah primary key terhubungan ke table/entity lain, maka keberadaan primary key
pada entity tersebut di sebut sebagai foreign key. Misal : Primary Key KodeDosen dari entity
Dosen digunakan juga pada field entity KRS, maka keberadaan field KodeDosen pada entity
KRS disebut sebagai foreign key.
2.6 Proses Pengembangan Database
Proses pengembangan database merupakan bagian dari pengembangan system. Dalam
praktek, seringkali pengembangan database menggunakan pendekatan bottom-up. Pada
pendekatan bottom-up, permintaan terhadap proyek dimulai dari permintaan oleh pemakai sistem
informasi atau profesional IT yang melihat perlunya perubahan pada manajemen data. Salah satu
metodologi yang umum dipakai dalam pengembangan database (pengembangan sistem) yaitu
SDLC. SDLC (System Development Life Cycle) merupakan metodologi tradisional yang dipakai
untuk mengembangkan dan memelihara sistem informasi.
SDLC dari Sisi Pengembangan Database :
a. Enterprise modeling
o Analisa pemrosesan data sekarang
o Analisa fungsi-fungsi bisnis dan kebutuhan database
o Penentuan data dan database baru untuk mendukung bisnis

20

Gambar 6 : Perkembangan Data Base

b. Conceptual data modeling


o Identifikasi lingkup kebutuhan database
o Analisa kebutuhan seluruh data untuk bisnis yang didukung database
o Pengembangan model data konseptual dini, termasuk entitas dan hubungan
o Pembandingan model data konseptual dengan enterprise data model
o Pengembangan model data konseptual detail (mencakup entitas, hubungan, atribut, dan
aturan bisnis)
c. Logical database design
o Analisa terhadap transaksi, formulir, query (database view) yang diperlukan fungsifungsi bisnis
o Mengintegrasikan database view ke dalam model data konseptual

21

o Mengidentifikasi kebutuhan integritas dan keamanan


d. Physical database design and creation
o Pendefinisian database dalam DBMS
o Penentuan organisasi data secara fisik
o Peraancangan program pemroses database
e. Database implementation
o Mengkodekan dan menguji program
o Menyelesaikan dokumentasi database dan materi pelatihan
o Memasang database dan mengonversi data
f. Database Maintenance
o Analisa database dan aplikasi database terhadap kebutuhan informasi
o Pengaturan database untuk meningkatkan kinerja
o Pembetulan kesalahan

BAB III
22

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan
informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa
menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data
disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data
dipelajari dalam ilmu informasi.
Database Management System (DBMS) merupakan paket program (Software) yang dibuat
agar memudahkan dan mengefisienkan pemasukan, pengeditan, penghapusan dan pengambilan
informasi terhadap database. Software yang tergolong kedalam DBMS antara lain, Microsoft
SQL, MySQL, Oracle, MS. Access, dan lain-lain.
Aplikasi database : adalah program aplikasi yang digunakan untuk melaksanakan sederet
kegiatan yang

ditentukan oleh pemakai. Keunggulan penerapan konsep database adalah:

Independensi program-data, Meminimalkan redundansi data, Meningkatkan konsitensi data,


Meningkatkan kemampuan berbagai data, Meningkatkan produktivitas pengembangan aplikasi,
Meningkatkan pencapaian standarisasi, Meningkatkan kualitas data, Meningkatkan tanggapan
dan kemudahan akses terhadap data, dan Mengurangi pemeliharaan program. Sehingga
memudahkan pemakainya dalam proses pencarian informasi untuk pertimbangan dalam
pengambilan keputusan.

1.2 Saran-saran
Pada akhirnya kami berharap bahwa makalah ini akan dapat memberikan sumbangan
pemikiran kepada semua pihak yang membutuhkan referensi tentang data base khususnya bidang
bahasan system informasi manajemen.
Di samping itu juga diharapkan bahwa makala ini akan menjadi bahan referensi untuk
pengembangan dan peningkatan kemampuan dan keahlian para manajer dalam system informasi
manajemen.

23

Sebagai manusia, kami menyadari bahwa banyak kekurangan dan kelemahan yang
terdapat dalam penyusunan makalah ini, untuk itu kritik dan saran kami perlukan guna
meyempurnakan isi dari makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Amansyah, Zulkifli. 2003. Manajemen Sistem Informasi, Edisi keempat PT. Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta
24

Scott, George M. 2004. Prinsip-Prinsip System Informasi Manajemen. (Terjemahan). PT. Raja
Grafido. Jakarta.
http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data

25