Anda di halaman 1dari 16

STABILITAS BAHAN ALAM

KAPSUL

Dosen:
Prof. Dr. Teti Indrawati, MS., Apt.
Disusun Oleh:
Zahirah Nisa Syahidah
13334048

PROGRAM STUDI FARMASI


INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat-Nya sehingga makalah Kapsul ini dapat tersusun
hingga selesai. Tidak lupa penulis juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi
dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikirannya.
Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Untuk ke
depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman,
penulis yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini,
Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah
ini.

Depok, 16 Juni 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengertian obat secara umum, obat adalah semua bahan
tunggal/ campuran yang dipergunakan oleh semua makhluk
untuk bagian dalam maupun luar guna mencegah,
meringankan ataupun menyembuhkan penyakit.
Obat adalah bahan atau paduan bahan-bahan yang
dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosa,
mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan
penyakit atau gejala penyakit, luka atau untuk memperelok
badan atau bagian badan manusia. Berdasarkan definisinya,
fungsi obat adalah :
1. Bahan yang digunakan untuk diagnosa
2. Bahan yang digunakan untuk pencegahan
3. Bahan
yang
digunakan
untuk
mengurangi
atau
menghilangkan gejala penyakit
4. Bahan yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit
5. Bahan yang digunakan untuk menyembuhkan gangguan
fungsi tubuh
6. Bahan yang digunakan untuk memperelok badan atau
bagian badan (kosmetika)
Bentuk-bentuk sediaan dari obat yaitu tablet, suspensi,
kapsul, emulsi, pil, sirup, serbuk, kelarutan, salep, obet
tetes, krim, gel, dan lain masih banyak bentuk sediaan
lainnya. Bentuk sediaan obat dapat berfungsi untuk:
1.
2.
3.
4.
5.

Melindungi obat dari kerusakan akibat udara


Melindungi obat dari kerusakan akibat asam lambung
Memudahkan penggunaan obat untuk tujuan terapi
Membuat pelepasan obat yang teliti, tepat dan aman
Menghilangkan atau menutupi rasa pahit atau rasa tak
enak dari obatnya
6. Membuat serbuk yang tak larut atau tak stabil dalam
larutan dibuat suspensi

Kapsul dapat didefinisikan sebagai bentuk kesediaan


padat, dimana satu bahan macam obat atau lebih dan/atau
bahan inert lainnya yang dimasukkan kedalam cangkang
atau wadah kecil umumnya dibuat dari gelatin yang sesuai.
Tergantung pada formulanya kapsul dari gelatin bisa lunak
dan bias juga keras. Kebanyakan kapsul-kapsul yang sudah
diedarkan diapasaran adalah kapsul yang semuanya dapat
ditelan oleh pasien, untuk keuntungan dalam pengobatan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian sediaan kapsul?
2. Apa persyaratan sediaan kapsul?
3. Apa macam - macam sediaan kapsul?
4. Apa keuntungan dan kerugian kapsul?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui
2. Untuk mengetahui
3. Untuk mengetahui
4. Untuk mengetahui

pengertian sediaan kapsul


persyaratan sediaan kapsul
macam macam sediaan kapsul
keuntungan dan kerugian kapsul

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sediaan Kapsul
Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkang
kapsul keras atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari
Gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain. Cangkang
dapat pula dibuat dari Metilsselulosa atau bahan lain yang
cocok. (Anief, 2007)
Kapsul dapat didefinisikan sebagai bentuk sediaan padat,
dimana satu macam bahan obat atau lebih dan atau bahan
innert lainnya yang dimasukkan ke dalam cangkang atau
wadah kecil yang umumnya dibuat dari gelatin yang sesuai.
Tergantung pada formulasinya kapsul dari gelatin bisa lunak
dan bisa juga keras. Kebanyakan kapsul-kapsul yang
diedarkan di pasaran adalah kapsul yang semuanya dapat
ditelan oleh pasien, untuk keuntungan dalam pengobatan.
Begitu pula, kapsul dapat dibuat untuk disisipkan ke dalam
rektum sehingga obat dilepaskan dan diapsorbsi di tempat
tersebut, atau isi kapsul dapat dipindahkan dari cangkang
gelatin dan digunakan sebagai pengukur yang dini dari obatobat bentuk serbuk. Sedikitnya satu kapsul yang
diperdagangkan, Theo-Dur Sprinkle (keypharmaceutical)
yang dianjurkan untuk dipakai dalam hal-hal sebagai
berikut, untuk anak-anak atau pasien lain yang tidak dapat
menelan tablet atau kapsul. Dianjurkan agar isi kapsul,
teofilin anhidrat dalam bentuk sustained release, ditaburkan
di atas sedikit makanan lunak segera sebelum ditelan.
(Ansel, 2005)

B. Persyaratan Sediaan Kapsul


Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi menurut FI III
adalah sebagai berikut (Syamsuni, 2006) :
1. Keseragaman bobot /keragaman bobot
a. Kelompok kapsul yang berisi bahan padat

1) Timbang 20 kapsul sekaligus, timbang lagi satu


persatu catat bobotnya.
2) Keluarkan semua isi kapsul, timbang seluruh bahan
cangkang kapsul.
Bobot rata-rata
kapsul
120 mg atau
lebih
lebih dari 120
mg

Perbedaan bobot isi


kapsul dalam %
A
B
10%
20%
7,5%
15%

3) Hitung bobot isi, kapsul dan hitung bobot rata-rata


isi tiap kapsul.
4) Memenuhi syarat FI, jika perbedaan dalam persen
bobot isi tiap kapsul terhadap bobot rata-rata tiap
isi kapsul tidak boleh dari yang ditetapkan dalam
kolom A dan setiap 2 kapsul terhadap bobot ratarata dalam kolom B.
b. Kapsul yang berisi bahan cair atau setengah
padat/pasta/salep
1) Timbang 10 kapsul sekaligus timbang lagi satu
persatu
2) Keluarkan semua isi kapsul, cuci cangkang kapsul
dengan eter , buat cairan cucian, biarkan hingga
tak berbau eter lagi.
3) Timbang seluruh bagian cangkang kapsul
4) Hitung bobot isi kapsul dan bobot rata-rata isi tiap
kapsul
5) Memenuhi syarat FI , jika perbedaan dalam persen
bobot isi tiap kapsul terhadap bobot rata-rata tiap
isi kapsul tidak lebih dari 7,5 %
2. Waktu hancur
Ditentukan dengan suatu alat yang disebut
desintekgrator tester yang terdiri atas :
a. 5 buah tabung teras paran dengan ukuran (p. 80-100
mm, d.d 28 mm, d.l 30 mm), bawah dilengkapi dengan

kawat kasa tahan karat dengan lubang sesuai dengan


pengayak nomor 4.
b. Bak berisi air dengan suhu 36 38 C sebanyak dengan
kedalaman tidak kurang dari 15 cm dapat dinaik
turunkan dengan teratur kedudukan kawat kasa pada
posisi tertinggi berada tepat di permukaan air dan
kedudukan terendah tepat dibawah permukaan air.
3. Keseragaman sediaan
Terdiri atas keragaman bobot untuk kapsul
keras
keserangaman kandungan untuk kapsul lunak.
4. Uji disolusi
Uji ini digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan
persyaratan disolusi yang tertera dalam masing masing
monografi. Persyaratan disolusi tidak berlaku untuk
kapsul gelatin lunak kecuali bila dinyatakan dalam
masing masing monografi. Dilakukan untuk kapsul
gelatin keras.
C.

Karakteristik Sediaan Kapsul

1. Homogen:

setiap bagian campuran kapsul harus


mengandung bahan yang sama dalam perbandingan
yang sama pula.
2. Kering: tidak boleh menggumpal atau mengandung air
karena mengandung bahan yang higroskopis, efloresen,
deliquesen ataupun campuran eutektik.
3. Derajat kehalusan tertentu
D.

Tujuan Pemberian Bentuk Sediaan Kapsul


Tujuan pemberian bentuk sediaan kapsul, yaitu: (Duin,
1954)
1. Menutupi bau dan rasa obat yang tidak enak
2. Memudahkan penggunaan (dibidang sediaan serbuk)
3. Mempercepat penyerapan (dibidang sediaan pil dan
tablet)
4. Kapsul gelatin keras cocok untuk peracikan extemperaneous

5. Dapat menghindari kontak langsung dengan udara dan


sinar matahari
6. Lebih enak dipandang
7. Dapat untuk dua sediaan yang tidak tercampur secara
fisis (income fisis), dengan pemisahan antara lain
menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian
dimasukkan bersama serbuk lain kedalam kapsul yang
lebih besar

E.Keuntungan dan Kerugian Sediaan Kapsul


Kapsul sebagai salah satu bentuk sediaan obat, memiliki
beberapa keuntugan dan kelemahan. Karena itu seorang
apoteker juga harus mengetahui keuntungan dan kerugian
dari bentuk sediaan obat yang akan digunakan sebagai
wadah racikan obat. (Widodo, 2013)
1. Keuntungan Sediaan Kapsul
Adapun keuntungan dari obat dalam bentuk sediaan
kapsul antara lain (Syamsuni, 2006) :
a. Bentuknya menarik dan praktis.
b. Cangkang kapsul tidak berasa, sehingga dapat
menutupi obat yang memiliki rasa dan bau tidak enak.
c. Mudah ditelan dan mudah hancur/larut dalam perut,
sehingga obat cepat diabsorsip.
d. Dokter berkombinasikan beberapa macam obat dan
dosis yang berbeda-beda sesuai kebutuhan pasien.
e. Kapsul dapat diisi dengan cepat karna tidak
memerlukan bahan tambahan/pembantu seperti pada
pembuatan pil dan tablet.
2. Kerugiaan Sediaan Kapsul
Sementara itu, beberapa kerugian atau kekurangan dari
obat dalam bentuk sediaan kapsul, antara lain
(Syamsuni, 2006) :
a. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang mudah
menguap karena pori-pori kapsul tidak dapat menahan
penguapan.
b. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang higroskopis.
c. Tidak dapat digunakan
untuk zat-zat yang dapat
bereaksi dengan cangkang kapsul.

d. Tidak dapat diberikan untuk balita.


e. Tidak bisa dibagi-bagi.
Nah, dengan mempertimbangankan keuntungan dan
kerugian tersebut, apoteker dapat dengan bijak bentuk
sediaan kapsul atau yang lainnya. Ingat, seorang
apoteker memiliki tanggung jawab dan kewajiban
dalam mengambil kebijakan terkait dengan obat.
(Widodo, 2013)

F. Macam Macam Sediaan Kapsul


1. Berdasarkan Konsistensi
a. Kapsul keras
Kapsul jenis ini terdiri atas bagian wadah dan tutup
yang terbuat dari metil selulosa, gelatin, pati, atau
bahan lain yang sesuai. Ukuran cangkang kapsul ini
bervariasi dari nomor paling kecil (5) sampai nomor
paling besar (000), kecuali cangkang kapsul untuk
hewan. Umumnya, ukuran terbesar 000 merupakan
ukuran yang dapat diberikan kepada pasien. Selain itu,
ada juga ukuran 0 yang bentuknya memanjang (dikenal
sebagai ukuran OE), sehingga memberikan kapasitas
yang lebih besar tanpa peningkatan diameter dan
biasanya mengandung air 10 15 %. (Widodo, 2013)
Cangkang kapsul ini biasanya diisi dengan bahan
padat (serbuk) atau butiran (granula). Campuran
serbuk yang cenderung meleleh dapat diisikan ke
dalam kapsul cangkang keras jika menggunakan
absorben, seperti MgCO3 atau silikon dioksida. Kapsul
cangkang keras ini hanya memiliki satu bentuk dan
digunakan untuk pemakaian per oral. Pabrik yang
terkenal memproduksi cangkang kapsul di Indonesia
adalah Parke Davis. (Widodo, 2013)
Penutupan cangkang kapsul gelatin keras dapat
dilakukan dengan cara memberikan lekukan khas pada
bagian tutup dan induk, serta melakukan pemanasan
langsung atau menggunakan energi ultrasonik. Adapun

penutupan cangkang kapsul pati keras dilakukan


dengan pelekatan, yaitu dengan mengoleskan cairan
campuran air alkohol lalu dikeringkan. Untuk
membersihkan cangkang kapsul gelatin keras, dapat
dilakukan dengan cara meletakkan kapsul di antara
sepotong kain, kemudian digosok-gosok. (Widodo,
2013)

b. Kapsul lunak

Gambar 2.2

Kapsul jenis ini merupakan satu kesatuan berbentuk


bulat, silindris, atau bulat telur yang dibuat dari gelatin
(terkandung disebut gel lunak) atau bahan lain yang
sesuai. Kapsul ini biasanya lebih tebal dari pada kapsul
cangkang keras dan dapat diplastisasi dengan
penambahan senyawa poliol, seperti sorbitol atau
gliserin. Kapsul ini biasanya juga mengandung air 6
13%, yang diisi dengan bahan cairan bukan air seperti
polietilenglikol (PEG) berbobot molekul rendah, atau
dapat juga diisi dengan bahan padat, serbuk, atau zat
padat kering. (Widodo, 2013)
Kapsul cangkang lunak memiliki bermacam
macam bentuk dan biasannya dapat dipakai untuk rute
oral, vaginal, rektal, atau topikal. Jika ditinjau dari segi
formulasi, teknologi, dan biofarmasi, kapsul berisi
cairan dari jenis kapsul apa pun lebih seragam daripada
kapsul berisi serbuk kering dari jenis cangkang yang
sama. Selain itu, terdapat sediaan tablet berbentuk
kapsul yang disebut kaplet. (Widodo, 2013)
2. Berdasarkan Cara Pemakaian
a. Per Oral
Penggunaan obat melalui oral bertujuan terutama
untuk mendapatkan efek sistemik, yaitu obat beredar
melalui pembuluh darah keseluruh tubuh. Tetapi untuk
obat cacing dikehendaki efek local yaitu di usus untuk
membunuh cacing. Penggunaan obat melalui oral

adalah yang paling menyenangkan, murah dan paling


aman. Kerugianya beberapa obat akan mengalami
pengrusakan oleh cairan lambung atau usus. Pada
keadaan pasien muntah-muntah, koma atau di
kehendaki onset yang cepat, penggunaan obat melalui
rute oral tidak memungkinkan. (Anief, 1997)
Kecepatan adsorpsi obat melalui oral tergantung
ketersediaan obat terhadap cairan biologic yang di
sebut ketersediaan hayati. Ketersediaan hayati adalah
persentase obat yang di adsorpsi tubuh dari suatu
dosis yang diberikan dan tersedia untuk member efek
terapetiknya. Urutan berkurangnya ketersediaan hayati
dari bentuk obat ialah: Larutan-suspensi oral-capsuletablet-tablet bersalut. Bentuk obat yang member reaksi
onset cepat tidak selalu menguntungkan, sebab makin
cepat obat diabsorpsi akan cepat mengalami
metabolisme dan eksresi. Sedang obat diabsorpsi
lambat akan memberi
aktivitas obat yang lebih
panjang. Maka itu pemilihan bentuk obat memerlukan
pertimbangan terhadap banyak factor. (Anief, 1997)
b. Per Rektal
Rectal adalah pemberian obat pada rectum yang layak
untuk obat yang merangsang atau yang di uraikan oleh
asam lambung, biasanya soruposito, kadang-kadang
sebagai cairan (klisma 2-10 ml, levemen:10-500 ml).
Tujuanya memperoleh efek local dan efek sistemik.
(Anief, 1997)
c. Per Vaginal
Pervaginal merupakan cara pemberian obat dengan
memasukan obat melalui vagina, yang bertujuan untuk
mendapatkan terapi obat dan mengobati saluran
vagina atau serviks. (Anief, 1997)
d. Topikal
Penggunaan obat pada kulit di maksudkan untuk
memperoleh efek pada atau di dalam kulit. Bentuk obat

untuk topical dapat berupa padat, cair dan semi padat.


(Anief, 1997)

3. Berdasarkan Tujuan Pemakaian


a. Untuk manusia

Ukuran kapsul untuk manusia yaitu : 000 00 0 1 2


3 4 5 (Syamsuni, 2006)
b. Untuk hewan
Ukuran kapsul untuk hewan yaitu : 10
(Syamsuni, 2006)

G. Faktor
kapsul

faktor

yang

merusak

11

12

cangkang

Cangkang kapsul dapat rusak jika kapsul tersebut :


1. Mengandung zat-zat yang mudah mencair ( higroskopis)
Zat ini tidak hanya menghisap lembab udara tetapi juga
akan menyerap air dari kapsulnya sendiri hingga menjadi
rapuh dan mudah pecah. Penambahan lactosa atau
amylum (bahan inert netral) akan menghambat proses
ini. Contohnya kapsul yang mengandung KI, NaI, NaNO 2
dan sebagainya.
2. Mengandung campuran eutecticum
Zat yang dicampur akan memiliki titik lebur lebih rendah
daripada titik lebur semula, sehingga menyebabkan

kapsul
rusak/lembek.
Contohnya
kapsul
yang
mengandung Asetosal dengan Hexamin atau Camphor
dengan menthol. Hal ini dapat dihambat dengan
mencampur masing-masing dengan bahan inert baru
keduanya dicampur.
3. Mengandung minyak menguap, kreosot dan alkohol.
4. Penyimpanan yang salah
Di tempat lembab, cangkang menjadi lunak dan lengket
serta sukar dibuka karena kapsul tersebut menghisap air
dari udara yang lembab tersebut. Di tempat terlalu
kering, kapsul akan kehilangan air sehingga menjadi
rapuh dan mudah pecah. Mengingat sifat kapsul tersebut
maka sebaiknya kapsul disimpan :
a. Dalam ruang yang tidak terlalu lembab atau dingin
kering
b. Dalam botol gelas tertutup rapat dan diberi silika
(pengering)
c. Dalam wadah plastik yang diberi pengering
d. Dalam blitser / strip alufoil