Anda di halaman 1dari 1

MENDEKATI ISLAM DARI SUDUT PANDANG YANG BERBEDA

Islam merupakan agama yang universal. Karena universalitasnya,


menjadikan setiap orang dapat melihat Islam dengan cara pandangnya
sendiri, sehingga melahirkan berbagai macam pemikiran yang berbeda-
beda antara satu dengan yang lain. Perbedaan pandang dalam melihat
Islam itu, membawa dampak kehidupan yang berbeda-beda pula dalam
kehidupan manusia. Ada di antara mereka yang ekstrim, ada yang
moderat dan ada pula yang sangat longgar sehingga menjadikan Islam
seperti agama yang serba boleh.

Memang keberadaan Islam sebagai agama universal dapat dilihat dari


berbagai macam sudut pandang yang berbeda. Ibarat seekor gajah yang
diraba oleh orang-orang buta, maka mereka akan menafsirkan gajah
sesuai dengan bagian anggota tubuh gajah yang mereka raba tersebut.
Orang buta yang meraba kaki gajah, maka dia akan mengatakan bahwa
gajah itu panjang beruas seperti pohon bambu. Orang buta yang
memegang perut gajah akan mengatakan bahwa gajah itu besar dan bulat
seperti batu dan orang buta yang memegang telinga gajah akan
mengatakan bahwa gajah itu lebar seperti daun talas dan sebagainya. jika
setiap orang buta tersebut bersikukuh untuk membenarkan pendapatnya,
tanpa mau melihat dan mendengar pendapat orang lain, maka yang
terjadi adalah saling menyalahkan antara satu dengan yang lain, padahal
sebagaimana kita tahu masing-masing orang dari mereka tidak ada yang
benar seluruhnya. Lalu bagaimanakah cara yang benar dalam melihat
Islam? Akankah kita berprilaku seperti orang buta yang meraba gajah
tersebut?

Memang Islam bisa diibaratkan seperti gajah atau benda apa saja yang
dapat dilihat oleh manusia dari berbagai macam sudut yang berbeda.
Akan tetapi, karena keterbatasan kita dalam melihat Islam, maka sangat
memungkinkan bahwa kita hanya dapat melihat Islam dari satu sudut
pandang saja. Sementara, karena keterbatasan kita, maka kita tidak bisa
melihatnya dari sudut pandang yang jauh dari kita. Karena itu, kita perlu
menggunakan sudut pandang orang lain ketika melihat Islam. Sudut
pandang orang lain tersebut bagaikan kaca sepionase yang akan
membantu pengemudi dalam melihat jalan di belakang dan samping
mobil yang dikendarainya, sehingga dia bisa menentukan jalan kemudinya
secara tepat. Karena itu, saya menyarankan jangan melihat Islam dengan
menggunakan kaca mata kuda. Karena kaca mata kuda hanya mampu
melihat arah dan pemandangan ke depan dan tidak dapat melihat apa
yang terjadi dari arah samping dan belakang. Lihat Islam dengan
kacamata multifacet, yaitu kaca mata yang dapat melihat Islam dari
berbagai macam sisinya secara serempak, sehingga kita dapat melihat
Islam secara kaafah. Wallahu a’lam !!