Anda di halaman 1dari 9

PENGUKURAN MASSA EFEKTIF PISTON STANDAR TEKANAN PRESSURE

BALANCE TANPA MENIMBANG

Rudi Anggoro S.
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi – LIPI
Kawasan Puspiptek Gedung 420, Serpong, Tangerang 15314
Email : anggarov@kim.lipi.go.id

INTISARI

Dilakukan pengukuran massa efektif piston standar tekanan pressure balance dari hasil
kalibrasi dengan menggunakan permodelan matematis yang sesuai. Dikatakan massa
efektif piston karena tidak murni hanya dari massa piston saja akan tetapimasih
dipengaruhi oleh efek buoyansi dan tegangan permukaan fluida yang digunakan.
Percobaan dilakukan pada pressure balance bermedium oli, SI instrument pada dua
rentang tekanan rendah sampai dengan 800 Psi dan rentang tekanan tinggi 16000 Psi.
Terdapat perbedaan hasil pengukuran yang dibandingkan dengan sertifikat massa hasil
penimbanga, pada piston rentang tekanan rendah terdapat perbedaan relatif sebesar
0.09% sedangkan pada piston rentang tekanan tinggi sebesar 0.05%.

Kata Kunci: Massa efektif piston, Kalibrasi dan Pressure Balance.

ABSTRACT

Effective Piston Mass of pressure standard pressure balance measurement from


pressure balance calibration using appropriate mathematical model have been done.
Known as effective piston mass due to not only come from piston mass but also there
are influences from buoyancy effect and surface tension of fluid medium was used.
Experiment was done to oil medium pressure balance, SI Instrument which has dual
range, low up to 800 Psi and High range up to 16000 Psi. Measurement result
differences exist after comparing with weighing result certificate, in low range piston
there is 0.09% relative differ and high piston range was 0.05% differ.

Keywords: Effective Piston Mass, Calibration and Pressure Balance.

PPI KIM 2009


1 PENDAHULUAN

Laboratorium tekanan KIM-LIPI bertanggung jawab atas pemeliharaan standar


nasional, menyediakan kebutuhan ketertelusuran peralatan ukur tekanan dan juga
mereview dan mengembangkan metode yang digunakan dalam kalibrasi alat ukur
tekanan. Saat ini KIM-LIPI mampu menyediakan kebutuhan ketertelusuran alat ukur
tekanan dengan rentang tekanan berkisar antara 10 kPa sampai dengan 7 MPa untuk
tekanan gauge dan absolute pada medium gas dan 5 MPa sampai dengan 500 MPa
untuk tekanan gauge pada medium oli [4].
Standar tertinggi yang digunakan di Laboratorium tekanan KIM-LIPI adalah
pressure balance atau sering disebut juga Dead Weight Tester. Pressure balance terdiri
dari piston–cylinder (P/C) dan massa pembeban sebagai bagian utamanya, sehingga
dengan menaikkan sejumlah massa pembeban keatas P/C, maka akan didapatkan
tekanan yang diinginkan. Sejumlah instrumen tekanan yang dapat dikalibrasi dengan
pressure balance standar antara lain: test gauge, pressure gauge, pressure tranduser,
pressure transmiter ,barometer dan pressure balance yang memiliki akurasi yang lebih
rendah.
Banyak sekali pressure balance yang berasal, baik dari Laboratorium kalibrasi
ataupun industri, dikalibrasi di laboratorium tekanan KIM-LIPI. Metode kalibrasi
pressure balance yang paling umum digunakan adalah komparasi langsung atau cross-
float. Dalam penentuan titik kesetimbangannya, digunakan sensor kapasitor yang
berfungsi untuk mengetahui fall rate dari piston pressure balance.
Dalam paparan ini akan dijelaskan metode kalibrasi pressure balance yang dapat
menentukan massa efektif piston tanpa melakukan penimbangan. Hal ini ditujukan pada
presure balance yang memiliki P/C yang tidak dapat dilepas dan ditimbang secara
langsung untuk menetukan massanya.

2 DASAR TEORI

Pressure balance merupakan suatu instrumen yang menggunakan piston silinder


sebagai bagian utamanya untuk merepresentasikan suatu luasan tertentu dan massa
pembeban untuk menghasilkan gaya sehingga dapat merealisasikan definisi dari tekanan
[1].

PPI KIM 2009


Beban

Piston dan carrier

Silinder

Stopper

Gambar 1. Pressure Standard Pressure balance

Tekanan yang dihasilkan pressure balance ini secara sederhana didefinisikan


sebagai:
F
P …(1)
A

dengan F merupakan gaya yang dihasilkan oleh massa yang bekerja pada medan
gravitasi lokal dan A adalah luasan efektif yang direpresentasikan oleh luasan P/C [3].
Banyak faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran dengan menggunakan
pressure balance, sehingga secara detail, persamaan yang menggambarkan besarnya
tekanan yang dihasilkan pressure balance p adalah sebagai berikut:

  
  M 1   a 
         hA    
a  g  c 
    f a f 
   mref 
 
P
A0 (1   (t  20))(1  b Pn ) …(2)

dengan M adalah massa total beban termasuk piston dan carrier, (1- ρa/ρm) adalah efek
buoyancy udara dengan ρa merupakan densitas udara dan ρm adalah densitas beban.
Gravitasi lokal dimana pengukuran dilakukan yang dinotasikan dengan g. V merupakan
notasi untuk volume buoyancy piston yang diakibatkan oleh adanya bentuk piston yang
tidak biasa, dengan ρf adalah densitas dari pressure medium. Perbedaan ketinggian
bagian dasar piston terhadap titik referensi piston dilambangkan dengan h, sedangkan 𝜎
dan c merupakan tegangan permukaan dari fluida dan keliling dari piston. Pada suku
suku penyebut terdiri dari; A0,20 yang merupakan luasan P/C pada tekanan 0 dan suhu
20oC, b dan α adalah koefisien distorsi dan koefisien termal P/C, dan T merupakan suhu
P/C saat beroperasi [2].
Metode yang paling umum digunakan untuk melakukan kalibrasi alat ukur
tekanan dengan standar pressure balance adalah metode direct comparisson. Metode ini
dilakukan dengan menghubungkan pressure balance standar dan alat ukur tekanan yang

PPI KIM 2009


akan di kalibrasi. Alat ukur tekanan yang umum di kalibrasi menggunakan pressure
balance adalah test gauge, pressure gauge, pressure tranduser, pressure dan barometer.
Intrument intrumen tersebut dikalibrasi pada pada beberapa titik tekanan yang
bervariasi dalam rentang kemampuannya. Titik titik tekanan ini didapatkan dengan
mengatur massa pembeban yang dinaikkan atau diturunkan dari atas P/C pressure
balance.
Untuk kelas yang lebih tinggi pada skala laboratorium kalibrasi, pressure
balance juga digunakan sebagai standar untuk kalibrasi pressure balance lain, yang
hasilnya berupa parameter parameter pressure balance yaitu, luasan efektif piston,
koefisien distorsi dan massa residual P/C.

3 METODE

Pada saat terjadi kesetimbangan tekanan antara dua pressure balance dalam
proses kalibrasi, maka dapat direpresentasikan kedalam persamaan sebagai berikut:
PSTD  PUUT
…(3)
Dan menurut persamaan (2) dan (3),

  
  M UUT 1   a
 

  VUUT   f   a   g   UUT cUUT


   mtest   
PSTD  PUUT 
A0, 20UUT (1  bUUT Pn )(1   UUT (t  20))
…(4)

Persamaan (4) diatas sedikit berbeda dengan persamaan (2) dengan tidakadanya
gaya berat yang diakibatkan oleh beda ketinggian, hAn(ρf-ρa)g yang sudah terkoreksi
langsung kedalam tekanan yang dibangkitkan standar pressure balance.
Kemudian dari persamaan (4) diatas akan didapatkan hubungan antara A(p,20)UUT
yaitu luasan P/C pada tekanan P pada suhu referensi 20oC, terhadap tekanan standar
PSTD, yang diekspresikan oleh persamaan dibawah:

  
  M UUT 1   a
 

  VUUT   f   a   g   UUT cUUT


   mtest   
A p ,20UUT 
PSTD (1   UUT (t  20)) …(5)

dengan,

PPI KIM 2009


A p , 20UUT  A0, 20 UUT (1  bUUT Pn )
…(6)

sehingga dengan menggunakan persamaan (5) dan (6) dapat diperoleh parameter dari
pressure balance test yaitu A0,20 dan b dengan menggunakan regresi linier yang didapat
dari dependensi A(p,20)UUT terhadap P. Hal tersebut tentu saja hanya bisa didapatkan
dengan terlebih dahulu mengetahui seluruh parameter UUT lainnya, baik dari hasil
pengukuran misal M, (1- ρa/ρm), g, V, ρf dan c ataupun dari refrensi seperti 𝜎 dan α.
Pada suatu kondisi tertentu dimana P/C tidak bisa dilepas sehingga tidak
memungkinkan untuk melakukan penimbangan langsung massa piston. Dengan
demikian informasi mengenai M yang merupakan massa total beban termasuk piston
dan carrier tidak bisa didapatkan selain itu nilai V yang merupakan volume buoyansi
piston yang berasal dari bentuk piston yang tidak biasa dan juga c yang merupakan
keliling dari piston, maka perlu didefinisikan suku hipotesis alternative lain, yang di
sebut me ,
a
me  m ptest (1  )  UUT (  f   a )   UUT cUUT
m g
test
...(7)

me merupakan massa effektif dari piston berikut dengan volume buoyansinya dan gaya
berat yang diakibatkan tegangan permukaan fluida yang bekerja pada sekeliling piston.
Untuk itu persamaan (4) disederhanakan menjadi:

   
  M UUT 1   a   me  g
  mtest 
P  
A0, 20UUT (1  bUUT P)(1  UUT (t  20))
…(8)

dengan definisi MUUT yang baru adalah massa total hanya dari beban pressure balance.

Sehingga model matematisnya dapat diubah menjadi:

M Bg   m g  A TP  A b TP 2
UUT e 0,20 0,20 UUT
UUT UUT …(10)

dengan
  
B  1  a 
  
 a dan T  (1   UUT (t  20))

PPI KIM 2009


sehingga persamaan (10) dapat modelkan kedalam persamaan kuadratis:

Y = a0 + a1 X1 + a2 X2 …(11)

dengan
- me g = a0, A0,20 = a1, A0,20 b = a2
T P = X1, T P2 = X2, ΣM B g = Y

Dari n titik kalibrasi, dengan persamaan linier orde dua, akan dapat nilai dari

a 0  m e g, a1  A 0,20 dan a 2  A 0,20b

dan
 a0 a
me  , A 0,20  a1 dan b  2
g A 0,20

Dengan demikian me , yang merupakan nilai dari massa efektif piston dapat ditentukan
tanpa melakukan penimbangan secara langsung.

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Perhitungan dilakukan dengan menggunakan data kalibrasi pressure balance antara


pressure balance standar Puslit KIM-LIPI, RUSKA2485 terhadap terhadap pressure
balance customer, SI Pressure Instrument, pada dua rentang tekanan yang berbeda. Pada
rentang tekanan rendah sampai dengan 5 MPa, dilakukan kalibrasi dengan
menggunakan piston RUSKA 2485 dengan rentang maksimum 5 MPa terhadap piston
SI Pressure Instrument yang memiliki kapasitas 800 Psi. Sedangkan pada rentang
tekanan tinggi sampai dengan 100 MPa, piston SI Pressure Instrument yang memiliki
kapasitas 16000 dikalibrasi menggunakan piston RUSKA 2485 dengan kapasitas 100
MPa.
Dari hasil perhitungan didapatkan parameter parameter karakteristik dari
pressure balance tes, salah satunya adalah massa efektif piston, dapat terlihat seperti
tabel (1) dan (2), dibawah:
Tabel 1. Parameter P/C UUT pada rentang tekanan rendah sampai dengan 5 MPa

Parameter Symbol Unit Nilai Ketidakpastian


Luasan Efektif area P/C A0,20 m2 8.0524935 x 10-5 5.719 x 10-9
Koefisien Distorsi B Pa-1 1.21 x 10-12 1.184 x 10-11
Massa Efektif Piston me kg 0.570914 0.000715

PPI KIM 2009


(hasil ketidakpastian diatas ditampilkan dengan k=1)

Tabel 2. Parameter P/C UUT pada rentang tekanan tinggi sampai dengan 100 MPa
Parameter Symbol Unit Nilai Ketidakpastian
Luasan Efektif area P/C A0,20 m2 4.026249 x 10-6 7.05 x 10-10
Koefisien Distorsi b Pa-1 1.2259 x 10-12 1.47389 x 10-12
Massa Efektif Piston me kg 0.283081 0.001746
(hasil ketidakpastian diatas ditampilkan dengan k=1)

Hasil pengukuran massa efektif piston kemudian dibandingkan dengan sertifikat pabrik
bawaan dari pressure balance tes yang tetelusur ke UKAS dengan mempunyai nilai
yang ditunjukkan pada tabel (3) dan (4), berikut;

Tabel 3. Massa piston rentang rendah dari sertifikat pabrik UUT


Parameter Symbol Unit Nilai Ketidakpastian
Massa Piston m g 570.639 0.004
(hasil ketidakpastian diatas ditampilkan dengan k=2)

Tabel 4. Massa piston rentang tinggi dari sertifikat pabrik UUT


Parameter Symbol Unit Nilai Ketidakpastian
Massa Piston m g 283.336 0.003
(hasil ketidakpastian diatas ditampilkan dengan k=2)

Dari hasil perbandingan nilai massa piston antara metode penimbangan langsung
dengan metode tidak langsung, ditunjukkan pada tabel (5) dan (6), seperti berikut;

Tabel 5. Perbandingan Massa Piston Rentang Rendah


Nilai Nilai
dari dari Relatif
Mass Piston
Penimbangan Pengukuran tidak langsung Error error
langsung (kg) (kg) (kg)
Rentang Rendah 0.283336 0.283081 -0.000255 0.09%

Tabel 6. Perbandingan Massa Piston Rentang Tinggi


Nilai Nilai
dari dari Relatif
Mass Piston
Penimbangan Pengukuran tidak langsung Error error
langsung (kg) (kg) (kg)
Rentang Tinggi 0.570639 0.570914 0.000275 0.05%

Perbedaan mendasar yang dihasilkan dari 2 metode diatas adalah bahwa pada
penimbangan langsung yang ditunjukkan dari hasil sertifikat, merupakan murni massa
sebenarnya, sedangkan pada metode tidak langsung yang diperoleh hasil kalibrasi,

PPI KIM 2009


bukan hanya dari massa piston saja melainkan mendapatkan kontribusi dari effek
buoyansi dan juga tegangan permukaan fluida, untuk itulah tidak disebut dengan massa
piston akan tetapi massa efektif piston.
Dari tabel (5) dan (6) diatas juga bisa dikatakan bahwa massa efektif piston hasil
kalibrasi pada pressure balance, pada rentang tekanan rendah memiliki error sebesar
-0.255 g, maka dapat disimpulkan bahwa gaya berat dari volume buoyansi piston
bernilai negative, yang digambarkan oleh adanya bagian piston yang membesar pada
bagian dasarnya. Sedangkan pada rentang tekanan tinggi memiliki error sebesar 0.275
g, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa gaya berat dari volume buoyansi
piston bernilai positif, yang digambarkan oleh adanya bagian piston yang mengecil pada
bagian dasarnya. Besarnya koreksi volume buoyansi terhadap tekanan pada pressure
balance sudah pernah dibahas sebelumnya [5].
Pada analasis ketidakpastian tentu saja massa efektif piston hasil kalibrasi akan
jauh lebih besar, karena dapat dikatakan hasil ini merupakan penurunan dari tekanan,
bukan merupakan penurunan langsung dari massa seperti pada metode penimbangan
langsung yang ditujukkan dari sertifikat.

5 KESIMPULAN

Permodelan matematis yang tepat akan dapat mengatasi permasalahan yang


mungkin timbul dalam proses kalibrasi. Dalam kalibrasi pressure balance, pada P/C
UUT yang tidak dapat dilepaskan, dapat dilakukan perhitungan massa efektifnya
dengan cara memunculkan suku me dalam model matematisnya, sehingga pada akhirnya
dapat diketahui nilainya tanpa melakukan penimbangan secara langsung. Dengan
demikian seluruh parameter pressure balance tes dapat ditentukan, sehingga dapat
digunakan untuk menghitung tekanan yang dibangkitkan menggunakan persamaan
dasarnya.
Perhitungan massa efektif piston hasil kalibrasi pressure balance tentu saja akan
berbeda dengan massa piston yang dihasilkan dari penimbangan. Hal ini dikarenakan
hasil tersebut merupakan pendekatan perhitungan massa dari penurunan tekanan.
Kedepan, untuk mendapatkan hasil kalibrasi pressure balance yang lebih baik,
diisyaratkan untuk dapat mendefinisikan seluruh parameter karakteristik dari pressure
balance, termasuk salah satunya massa efektif piston.

PPI KIM 2009


DAFTAR PUSTAKA

[1] Donald G. S. G., 1993, The Calibration of Pressure Instrument Using a


Pressure Balances, CSIRO, Australia

[2] Kobata, T. and Olson,D.A., 2005, Accurate Determination of Equilibrium State


Between Two Pressure Balance Using a Pressure Transducer, Metrologia 42,
Institute of Physics Publishing.

[3] Rudi Anggoro, 2008, Sistem multi kalibrasi elektromekanikal manometer


otomatis, PPI-KIM, Tangerang

[4] Rudi A. S. dan N. T. Eka D., 2008, Karakterisasi Suseptibilitas Magnet pada
Massa Pembeban Standrad Tekanan Pressure Balance, Seminar Material
Metalurgi, Tangerang

[5] Gingin G. Dan Rudi A. S. 2007, Verifikasi Koreksi Volume Buoyansi Terhadap
Nilai Tekanan pada Pressure Balance Antara Teori dan Hasil Eksperimen, PPI-
KIM, Tangerang

PPI KIM 2009