Anda di halaman 1dari 24

FONDASI KAISON

PENDAHULUAN
Dalam perencanaan fondasi untuk suatu
konstruksi dapat digunakan beberapa macam
tipe fondasi, pemilihan fondasi ini didasarkan
atas :
Fungsi bangunan atas (upper structure) yang
akan dipikul oleh fondasi tersebut.
Besarnya beban dan beratnya bangunan atas.
Keadaan tanah di mana bangunan tersebut
akan didirikan.
Berdasarkan tinjauan dari segi ekonomi.
FONDASI KAISON

Dari beberapa macam tipe fondasi, salah satu


yang dapat digunakan adalah fondasi tipe Kaison
yang mana akan dibahas dalam paper ini.
Fondasi kaison dipergunakan apabila tanah dasar
di bawah bangunan tersebut tidak mempunyai
daya dukung (bearing capacity) yang cukup untuk
memikul beban dan berat bangunannya sehingga
memerlukan kedalaman tertentu supaya
mendapatkan lapisan tanah yang cukup mampu
untuk memikul beban dan berat bangunan yang
akan didirikan.
FONDASI KAISON

Fondasi kaison ini berfungsi untuk memindahkan atau mentransfer


beban-beban dari konstruksi di atasnya ke lapisan tanah yang lebih
dalam yang mempunyai daya dukung tanah yang cukup mampu
untuk memikul beban dan berat dari konstruksi tersebut.
Cara memasukkan fondasi kaison ke dalam tanah dengan jalan
pengerukan tanah di bawah kaison sedikit demi sedikit, sehingga
dengan berat sendiri fondasi kaison dan beban-beban yang
diberikan, fondasi kaison dapat mencapai kedalaman yang
diinginkan.
Di India, fondasi kaison sering disebut fondasi sumuran (well
fondation), kebanyakan penggunaannya sebagai fondasi jembatan,
misalnya pada jembatan di Howrah yang mempunyai ukuran (24,8
x 55,3 m) dengan kedalaman 31,4 m.
FONDASI KAISON

Di Amerika (USA), fondasi kaison juga dipergunakan untuk


konstruksi-konstruksi yang besar, misalnya yang dibuat di San
Fransisco Oakland Bridge, California mempunyai ukuran (29,6 x
60,1 m) dengan kedalaman 73,8 m.
Fondasi kaison dapat dibuat dari bahan baja, kayu, maupun beton
bertulang, namun yang sering dibuat pada dewasa ini adalah dari
bahan beton bertulang, mengingat kemampuan serta kemudahan
dari bahan beton bertulang tersebut. Untuk itu, pada tulisan ini akan
banyak diuraikan mengenai fondasi kaison dari bahan beton
bertulang.
Dalam bab-bab berikutnya akan diuraikan mengenai : perencanaan
fondasi kaison, kapasitas daya dukung tanah yang diijinkan,
perhitungan kapasitas reaksi tanah, cara menentukan dimensi
fondasi kaison, pelaksanaan fondasi kaison, serta sedikit contoh
perencanaan.
FONDASI KAISON

Kaison adalah suatu fondasi yang terletak pada lapisan


tanah yang cukup mampu untuk menahan beban dan berat
suatu konstruksi di atasnya, memasukkan kaison ke dalam
tanah dengan cara mengeluarkan tanah dari dasar kaison,
karena berat sendiri kaison dan adanya beban-beban
tambahan (jika diperlukan) maka kaison dapat terbenam
sampai lapisan tanah yang diinginkan.
Berdasarkan pelaksanaan di lapangan, fondasi kaison
dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
Kaison terbuka (open caisson)
Kaison tekanan (pneumatic caisson)
Kaison Terbuka (Open Caisson)

Prosedur pembuatan kaison terbuka :


Mula-mula bagian dasar kaison dibuat di permukaan tanah dimana bagian
ujung dasar kaison dibuat meruncing supaya mudah memasukkannya ke
dalam tanah. Kemudian penggalian di dalam kaison dimulai, selama
penggalian berlangsung kaison mulai terbenam, ketika bagian atas dari
tubuh kaison mendekati permukaan tanah, unit tubuh kaison yang lain
(yang sudah dipersiapkan) mulai disambungkan.
Kemudian penggalian di dalam kaison diteruskan dan tubuh kaison mulai
terbenam lagi, demikian proses ini berulang-ulang, sehingga kaison
mencapai kedalaman tertentu sesuai dengan perencanaan.
Langkah selanjutnya setelah penengelaman kaison dianggap cukup maka
lantai beton dasar dapat dikerjakan, dan di atas lantai beton dasar diisi
dengan bahan pengisi . Bahan-bahan pengisi ini dapat berupa tanah, pasir
ataupun air.
Kaison Terbuka (Open Caisson)

Setelah bahan pengisi dimasukkan ke dalam


lubang kaison sampai penuh, dibawah dasar
beton penutup yang sudah ditetapkan
ketinggiannya, maka lantai beton penutup dapat
dikerjakan.
Cara penggalian tanah selama proses
penenggelaman kaison umumnya dilakukan
secara basah dengan menggunakan clamsel
bucket, yang diangkat ke permukaan tanah
dengan bantuan mesin derek (crane).
Kaison Terbuka (Open Caisson)

(Proses pembuatan Kaison terbuka)


Kaison Tekanan (Pneumatic Caisson)

Prosedur pembuatan kaison tekanan :


Konstruksi tubuh kaison tekanan pada prinsipnya sama
dengan tubuh kaison terbuka, tetapi pada cara dengan
tekanan ini memerlukan ruang kerja khusus pada ujung
kaison, dengan memasang sekat/langit-langit setinggi 1,8 –
2,0 m dari ujung kaison. Kemudian ke dalam ruang kerja
dimasukkan udara bertekanan yang sama dengan tekanan
air tanah, hal ini untuk mencegah supaya air tidak
membanjiri ruang kerja tersebut, sehingga dalam ruang
kerja tersebut dapat dengan mudah diadakan diadakan
penggalian tanah, baik dengan tenaga manusia maupun
dengan mesin.
Kaison Tekanan (Pneumatic Caisson)

Pada kaison tekanan selain diperlukan ruang


kerja, juga harus dilengkapi dengan corong dan
pintu udara untuk keluar-masuk para pekerja, juga
sebagai jalan mengeluarkan tanah galian. Setelah
penurunan kaison mencapai kedalaman yang
dikehendaki, maka dalam ruang kerja dapat
dituangkan beton cor sebagai lantai beton dasar.
Proses pemberian bahan pengisi dan pembuatan
beton penutup pada prinsipnya sama dengan
pembuatan kaison terbuka.
(Proses pembuatan Kaison tekanan)
PEMAKAIAN FONDASI KAISON

Kaison dipakai sebagai fondasi bangunan


yang relatif cukup besar, jika dengan cara
fondasi langsung atau dengan penggalian
tanah terbuka tidak memungkinkan,
misalnya akibat air yang masuk, longsoran
atau lainnya.
Kaison juga digunakan apabila daya
dukung tanah ( baik vertikal maupun
horizontal ) tidak mencukupi pada
perencanaan dengan fondasi tiang. Juga
dapat digunakan jika setlement ataupun
getaran memegang peranan dalam
pemakaiannya.
PEMAKAIAN FONDASI KAISON

Secara rinci pemakaian fondasi kaison dapat digolongkan sebagai


berikut :
Kaison sebagai bangunan fondasi
misalnya : - fondasi jembatan ( pilar dan pangkal jembatan )
fondasi bangunan gedung
fondasi mesin
Kaison sebagai bangunan dibawah tanah
misalnya : - Basement bangunan
sumur - sumur tambang
jalan KA dibawah tanah
terowongan dll
Kaison sebagai bangunan tembok
misalnya : - dinding dermaga
konstruksi dinding penahan tanah dll
Perbedaan Antara Kaison Terbuka Dan
kaison Tekanan

Dipandang dari segi lingkungan


Pada pemakaian fondasi kaison terbuka gangguan
pada tanah dan muka air di sekeliling tempat kerja
hampir tidak ada, demikian juga suara bising dapat
ditiadakan.
Sedangkan pada pelaksanaan fondasi kaison tekanan
akan sangat mempengaruhi keadaan air tanah
disekitarnya akibat adanya tekanan udara yang
diberikan, sehingga harus diadakan survey terlebih
dahulu. Demikian juga suara bising akibat mesin
compresor dan derek akan sangat mengganggu
ketenangan lingkungan, oleh karena itu kurang cocok
ditempatkan didaerah perkotaan.
Perbedaan Antara Kaison Terbuka Dan
kaison Tekanan

Dipandang dari segi ketepatan waktu


Pada pelaksanaan kaison terbuka, pembenaman tubuh kaison sering
tidak berlangsung mulus seperti yang direncanakan, karena banyak hal
yang ssering timbul dalam penggalian.
Sedangkan pada pelaksanaan kaison tekanan karena adanya ruang
kerja khusus maka pelaksanaan penggalian dapat berlangsung tepat
pada waktu yang direncanakan, sehingga wkatu pelaksanaan dapat
dengan mudah ditentukan sebelumnya.
Dipandang dari segi manajemen pegawai
Pada pelaksanaan kaison terbuka pengaturan pegawai sama dengan
pekerjaan-pekerjaan biasa dipermukaan tanah, sedangkan pada
pelaksanaan kaison dengan tekanaan memerlukan pengaturan khusus
mengenai ketenaga kerjaan karena pekerjaan itu memang dilakukan
dalam ruang kerja dengan tekanan yang cukup tinggi.
Perbedaan Antara Kaison Terbuka Dan Kaison
Tekanan

Dipandang dari segi cara penggalian


Pada pelaksanaan kaison terbuka biasanya dilakukan
penggalian cara basah, tapi sulit untuk mengatasi
hambatan selama penggalian, sehingga kadang-kadang
terjadi kemiringan dari tubuh kaison yang sulit diatasi.
Pada pelaksanaan kaison dengan tekanan hampir tidak
ada hambatan selama penggalian, juga dapat mudah
mengatasi kemungkinan kemiringan dari tubuh kaison.
Namun karena menggunakan udara yang bertekanan
tinggi maka memerlukan banyak peralatan, juga
kedalaman penggalian biasanya terbatas hanya sampai
+/- 30 m dibawah muka air.
PERENCANAAN FONDASI KAISON

Pemilihan Lapisan Pendukung Dan Penggolongan Fondasi


Kaison
Untuk merencanakan fondasi kaison perlu diadakan penelitian
tanah terlebih dahulu, sehingga dari data penelitian tersebut
dapat ditentukan pada kedalaman berapa fondasi kaison
tersebut akan diletakkan.
Pada pemilihan lapisan tanah pendukung perlu dipertimbangkan
bahwa gaya gesekan antara dinding kaison dan tanah
disekeliling tubuh kaison sudah banyak berkurang akibat
pemasukan dari tubuh kaison sudah banyak berkurang akibat
pemasukan dari tubuh kaison itu sendiri ataupun adanya pelicin
yang digunakan untuk mempermudah penenggelaman kaison.
Maka dari itu perencanaan gaya vertikal fondasi kaison
sebaiknya hanya didasarkan atas End bearing capacity, bukan
berdasarkan gaya friksi dinding kaison.
Penggolongan fondasi kaison ditinjau dari segi perencanaan
dibagi menjadi dua, yaitu : fondasi kaison dianggap sebagai
fundai langsung dan yang lain fondasi dianggap sebagai kaison.
Dasar perencanaan

Secara umum perencanaan fondasi kaison harus diperhitungkan terhadap


gaya-gaya luar yang bekerja yaitu gaya vertikal, gaya horizontal dan
momen guling.
Oleh karena itu fondasi kaison harus direncanakan sedemikian rupa
sehingga memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :
Kapasitas reaksi tanah maksimum pada dasr kaison tidak boleh melebihi
kapasitas daya dukung tanah vertikal yang diijinkan pada kedudukan
tersebut.
Kapasitas reaksi tanah maksimum yang terjadi dibagian luar dinding kaison
tidak boleh melebihi kapasitas daya dukung tanah mendatar yang diijinkan
pada kedudukan tersebut.
Gaya tahanan geser yang terjadi pada dasar kaison tidak boleh melebihi
gaya tahanan geser yang diijinkan yang bekerja diantara dasar kaison dan
tanah.
Perlu diperhitungkan pergeseran yang terjadi pada kepala kaison akibat
hubungan dengan bangunan diatasnya.
Perlu diperiksa tegangan pada setiap bagian dari tubuh kaison jangan
sampai melebihi tegangan bahan yang diijinkan.
Kapasitas Daya Dukung Tanah Yang Diinginkan

Pada umumnya bentuk dan ukuran fondasi kaison


jauh lebih besar jika dibandingkan dengan fondasi
tiang, oleh karena itu tidak mungkin untuk
diadakan test pembebanan ( loading test ) untuk
mendapatkan kapasitas daya dukung batas
secara langsung di lapangan. Maka sebagai dasar
perhitungan kapasitas daya dukung tanah pada
fondasi kaison dipergunakan data dari hasil
penelitian tanah, dengan membagi suatu angka
keamanan tertentu
( biasanya diambil n = 1,5 ).
Kapasitas daya dukung vertikal yang
diinginkan
Untuk menghitung kapasitas daya dukung vertikal yang
diijinkan dapat dipergunakan rumus :
qa  1 / n(qU   DF )   DF

Dimana :
qa
= Kapasitas
daya dukung yang diijinkan
qU
= Kapasitas daya dukung batas dari tanah di bawah
dasar kaison
Kapasitas daya dukung vertikal yang diinginkan

Untuk mendapatkan harga q dapat U

menggunakan rumus yang umum


dipakai misalnya rumus Terzaghi atau
yang sudah dimodifikasi oleh Ohsaki.
Menurut Terzaghi :
qult  CNc   DF N q  1 / 2BN 
Menurut Ohsaki :
q u  CN c   BN   DF N q
Kapasitas daya dukung lateral yang diijinkan

Untuk mendapatkan kapasitas daya


dukung lateral yang diijinkan pada
sisi kaison, diperoleh dengan
membagi kekuatan tanah pasif
dengan faktor keamanan tertentu.
Kekuatan tanah pasif untuk berbagai
jenis tanah sbb. :
untuk tanah berpasir : Pp  K p x  K p q
untuk tanah kohesif ( clay ) :
Pp  K p x  2C K p  K p q
Koefisien daya dukung dari
Terzaghi
Seperti pada tabel
Koefisien daya dukung dari
Ohsaki
Seperti pada tabel